0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan12 halaman

Cerita Bullying di SMAN 18 Palembang

1. Seperang pembully yang terdiri dari Aldo, Yahya, Yuda, Aflah, dan Bagas membully Wilzan dan Arum. 2. Galendra dan Bastian mencoba membantu Wilzan dan Arum melawan pembullyan. 3. Arum bunuh diri setelah terus dibully.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan12 halaman

Cerita Bullying di SMAN 18 Palembang

1. Seperang pembully yang terdiri dari Aldo, Yahya, Yuda, Aflah, dan Bagas membully Wilzan dan Arum. 2. Galendra dan Bastian mencoba membantu Wilzan dan Arum melawan pembullyan. 3. Arum bunuh diri setelah terus dibully.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMAIN

Aldo: Aiden Alaska


Bagas: Andre Phaedra
Yahya: Dirga Prasetyo
Yuda: Angga Candra Winata
Aflah: Bintang Vino
Naisya: Alya Valerie
Arya: Galendra Jayakarsa
Martha: Aulia
Sherly: Putri Juwita
Tiara: Kanaya Natasya
Ahnaf: Anton
Andika: Bastian
Naura F: Arum Sasmita
Fally: Guru
Hafiz: Davin
Faras: Nayla
: Ibu Arum
Callista: Kayla (Adik Arum)
Raudho: Secret admirer

INTI CERITA
1. MC 1 dkk dan MC 2 dkk membully MC 3 dan MC 4
2. Terdapat tokoh pendukung, yang membantu MC 3 dan MC 4
3. Terdapat pengkhianat
4. MC 4 bunuh diri

SEFRUIT
Orientasi dari MC 1 (nama tokoh)
Exam: “halo, nama aku (nama tokoh). Aku sekolah di SMAN 18 Palembang, tepatnya kelas
sepuluh.
Tokoh pembully: Aldo (MC 1), Yahya, Yuda, Aflah, Bagas
Tokoh pembully: Tiara (MC 2), Naisya, Sherly
Korban bully: Wilzan (MC 3), Naura F (MC 4)
(Aldo dan Tiara pacaran. Geng Tiara dan geng Aldo, gabung)

SCENE 1
Diawali dengan scene Aiden (Aldo) yang memasuki area sekolah (shoot pertama di ambil
dari sisi belakang MC 1, dan diubah ke sisi depan sebagai perkenalan). Aiden (Aldo)
melakukan perkenalan, sembari berjalan menuju dalbang dan bertemu dengan teman
sepergeng-annya yang kebetulan sedang berada disana. Dilanjutkan dengan introduce
teman teman Aiden (Aldo) (Introduce dilakukan dengan freeze foto, diselingi dengan VO
Aiden (Aldo)).

SCENE 2
Saat berjalan menuju kelas, mereka mengobrol dan menggoda ciwi-ciwi yang lewat.
Sesampainya di kelas, mereka bertemu dengan Aulia (Martha) yang dimana Aulia (Martha)
sedang mengepel. Setelah menganggu Aulia (Martha), mereka masuk ke kelas dan bertemu
dengan Dion (Wilzan). Pada saat itulah, Aiden (Aldo) dkk membully Dion (Wilzan) (sebelum
membully, terdapat scene freeze untuk introduce Dion (Wilzan). VO dilakukan oleh Aiden
(Aldo)). Galendra (Arya) (Scene freeze, introduce Galendra) menegur mereka, lalu Aiden
(Aldo) dkk merasa tidak setuju. Kanaya (Tiara) dkk menghampiri Aiden (Aldo) dkk, dan
mengobrol bebas. Tak lama kemudian, guru (Fally) pun datang.

SCENE 3
Bel istirahat berbunyi, Aiden (Aldo) dkk menghampiri meja Dion (Wilzan). Aiden (Aldo)
memerintahkan Dion (Wilzan) untuk membelikan Aiden (Aldo) dkk bakso. Sebelum Dion
(Wilzan) menuju kantin, Galendra (Arya) datang dan menegur Aiden (Aldo) dkk. Dion (Aldo)
menuju kantin, ditemani dengan Anton (Ahnaf).

SCENE 4
Saat jam pulang, Dion (Wilzan) di bully secara habis-habisan dibelakang sekolah. Saat
dikeroyok, Galendra (Arya) dan Bastian (Andika) datang menghampiri Aiden (Aldo) dkk dan
mengalihkan perhatian mereka. Agar dapat membawa Dion (Wilzan) kabur.

SCENE 5
Di sisi lain, Kanaya (Tiara) dkk datang menghampiri Arum (Naura F) dan membully nya
(Sebelum membully, terdapat scene freeze untuk introduce Arum (Naura F). VO dilakukan
oleh Kanaya (Tiara)). Ciwi-ciwi lain hanya melihat kejadian tersebut, dan memandang Arum
(Naura F) kasihan.

SCENE 6
Arum (Naura F) pulang bersama Nayla (Faras). Saat berjalan di koridor, Arum (Naura F) dan
Nayla (Faras) dicegat oleh Kanaya (Tiara) dkk. Lalu, Arum (Naura F) dibully kembali oleh
Kanaya (Tiara) dkk. Sampai dirumah, Arum (Naura F) ternyata diperlakukan kasar oleh
ibunya, dan dibanding-bandingkan dengan adiknya. Arum (Naura F) pergi ke kamar dan
mulai menangis, serta melakukan self harm.
SCENE 7
Keesokan harinya, Dion (Wilzan) dan Arum (Naura F) mengobrol bersama dan berniat untuk
mengadukan kejadian tersebut kepada guru (Fally). Namun, respon guru (Fally) tersebut
ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi Dion (Wilzan) dan Arum (Naura F). Guru (Fally)
tersebut malah acuh dan tidak peduli. Dion (Wilzan) dan Arum (Naura F) merasa kesal, dan
mereka balik ke kelas. Sembari berjalan menuju kelas, mereka berbincang dan berniat untuk
melawan para pembully.

SCENE 8
Saat di kelas, Galendra (Arya) dan Bastian (Andika) menghampiri mereka. Dion (Wilzan) dan
Arum (Naura F) pun menceritakan kejadian tadi kepada Galendra (Arya) dan Bastian
(Andika). Tak lama kemudian, Aiden (Aldo) dkk dan Kanaya (Tiara) dkk menuju ke meja
dimana mereka berkumpul. Aiden (Aldo) dkk dan Kanaya (Tiara) dkk melakukan pembullyan
lagi terhadap Dion (Wilzan) dan Arum (Naura F). Namun, Galendra (Arya) dan Bastian
(Andika) menentang keras dan menegur mereka. Pada akhirnya, Galendra (Arya) dan
Bastian (Andika) beradu argumen dengan Aiden (Aldo) dkk dan Kanaya (Tiara) dkk. Tiba-tiba
guru pun datang, akrena telah masuk jam pertama.

SCENE 9
Saat jam istirahat, Galendra (Arya), Bastian (Andika), Dion (Wilzan) dan Arum (Naura F)
mulai merencanakan cara untuk melawan para pembully (posisinya, Galendra (Arya) dan
Bastian (Andika) hanya memberikan arahan dan saran). Setelah berdiskusi, Dion (Wilzan)
dan Arum (Naura F) pun setuju. Ternyata, ada satu orang yang mendengar pembicaraan
mereka dan mengadukannya kepada Aiden (Aldo) dkk dan Kanaya (Tiara) dkk.

SCENE 10
Saat pulang sekolah, Aiden (Aldo) dkk dan Kanaya (Tiara) dkk melabrak Dion (Wilzan) dan
Arum (Naura F). Dion (Wilzan) dan Arum (Naura F) pun ketakutan, karena tidak ada
Galendra (Arya) dan Bastian (Andika) (fyi, Dion (Wilzan) dan Arum (Naura F) menganggap
Galendra (Arya) dan Bastian (Andika) sebagai tameng mereka). Dion (Wilzan) dan Arum
(Naura F) dibully habis-habisan oleh Aiden (Aldo) dkk dan Kanaya (Tiara) dkk.

SCENE 11
Setelah dibully habis-habisan, Aiden (Aldo) dkk dan Kanaya (Tiara) dkk pergi meninggalkan
Dion (Wilzan) dan Arum (Naura F). Dion (Wilzan) pun mengajak Arum (Naura F) untuk
pulang, namun Arum (Naura F) menyuruh Dion (Wilzan) pulang duluan, dengan alasan Arum
(Naura F) ingin ke kamar mandi terlebih dahulu. Dion (Wilzan) pun pulang, sedangkan Arum
(Naura F) stay di sekolah. Sebelum menuju kamar mandi, Arum berjalan sepanjang koridor
sambil menangis. Arum (Naura F) memikirkan kata kata yang diucapkan oleh Alya (Naisya).
Arum (Naura F) merasa sakit hati, atas perkataan Alya (Naisya). Ternyata, ada secret
admirer Arum (Naura F) yang sejak tadi memperhatikan Arum (Naura F). Di kamar mandi,
Arum (Naura F) menemukan tali dan berniat untuk mengakhiri hidupnya dengan cara
gantung diri.

ENDING
Last but not least, saat Arum (Naura F) ingin menggantungkan dirinya, tiba tiba ada secret
admirer Arum (Naura F) yang memanggil namanya dan mencegah perbuatannya. (shoot
bagian kaki yang menggantung).

“Apakah Arum (Naura F) benar-benar bunuh diri?”


“Siapa “secret admirer” yang memanggil nama dan mencegah Arum (Naura F), saat dia
ingin menggantungkan dirinya?”
“Siapa yang mendengar pembicaraan Galendra (Arya), Bastian (Andika), Dion (Wilzan),
dan Arum (Naura F) saat mereka berdiskusi?”

Be right back (?) or To be continued (?)


DIALOG:
Aldo (Aiden): Hai nama gua Aiden Alaska, biasa dipanggil Aiden. Gue bersekolah di SMA 18,
tepatnya kelas 10.12
[Masuk ke sekolah, melewati dalbang. Lalu, bertemu keempat temannya]

-DALBANG-
Aldo (Aiden): Hai bro!
(Di VO oleh Aldo. Scene freeze, untuk introduce teman-temannya)
Aldo (Aiden): Ini temen temen gue. Yang pertama, Dirga Prasetyo (Yuda). Bocah yang lebih
brutal dari gue, kerjanya keluar masuk ruang BK. Tapi bukan karena buat bayar spp,
melainkan...”adalah” (nada tengil).
Kalo yang ini namanya Angga Candra Winata (Yahya). Bocah dongo yang gatau kenapa bisa
masuk di sini. Mungkin karena bapaknya orang penting kali yaa?. Terus yang ketiga
namanya Andre Phaedra (Bagas). Si bocah tengil yang kerjanya cat calling dan tp-tp ke ciwi
ciwi selebtok dallas. Dan yang terakhir namanya Bintang Vino (Aflah). Bocah jamet yang
hobinya dengerin DJ Angkot.
[Mereka pergi ke kelas, sambil ngobrol apa aja. Yang penting ngobrol. Mereka juga sambil
cat calling ke ciwi-ciwi yang lewat]

-KELAS-
[Martha lagi ngepel, Aldo (Aiden) dkk lewat]
Martha (Aulia): HEH! Kalian ga liat apa, orang lagi ngepel?
Bagas (Andre): nyenyenyenye, bacot lo.
[Saat di dalam kelas, mereka melihat Wilzan (Dion) dan mereka mulai mengganggunya]
(Scene freeze, untuk introduce Wilzan (Dion). VO dilakukan oleh Aldo (Aiden)) “Ini Dion,
kutu buku nya 10.12. Dari awal masuk jam pulang, kerjanya baca buku terus”
Yahya (Angga): Hei! Kutu buku, lu se nolep itu ya?
Yuda (Dirga): Mata lo ga sakit ngeliat buku terus?
(Mereka semua ketawa)
Aldo (Aiden): Enaknya kita apain ni bocah?
Aflah (Vino): Seret aja ke belakang sekolah. Kita tonjok aja gasii?
Bagas (Andre): HAHAHHAHAHHAH, gasken cyuuuuk
(Mereka tertawa terbahak-bahak. Tiba-tiba)
Arya (Galendra): Berisik! Lu pada kenapa sih suka banget gangguin orang?
(Scene freeze, untuk introduce Kalendra Jayakarsa. Di VO oleh Aiden] “Ini Galendra, cowo
paling cool di kelas dan paling famous di sekolah”
Yahya (Angga): Kenapa? Emang ada urusan ama lu? Engga kan? Kok lu ngatur?
Aflah (Vino): Apa lu mau juga, kami ganggu? Kalo ga mau kena, mending lu cabut dehh!

[Datangnya Tiara (Kanaya) and the geng menghampiri Aldo (Aiden) dkk]
Tiara (Kanaya): Hii Aiden (nada lenjeh). Haiii guys (nyapa Aldo (Aiden) dkk). Ohh, hai kutu
buku (nyapa Dion).
(Scene freeze, untuk introduce Tiara (Kanaya) “Ini Kanaya, pacar gue. Cewe paling cantik, se
antero sekolah. Dan ini Alya sama Juwita, temen deketnya Kanaya”
Tiara (Kanaya): So, siapa lagi nih target selanjutnya?

[Bel masuk]
[Guru masuk kelas]
Hafiz (Davin): We we ada guru ni, duduk tempat masing masing!
[Guru menjelaskan materi]

[Bel istirahat]
[Saat istirahat, Wilzan (Dion) disuruh Aldo (Aiden dkk) untuk membelikan makanan di
kantin]
Aldo (Aiden): Heh Dion! Beliin gue dan temen-temen gue makanan di kantin, gue mau
makan bakso.
Aldo (Aiden): Kalian ada yang mau juga ga?
(Semua nyaut “mau lah”)
Wilzan (Dion): Mmm, duitnya mana?
Yuda (Dirga): Ya pake duit lo lah!
Yuda (Dirga): Lah kok pake duit aku?
Yuda (Dirga): Ga terima lo? (sambil dorong Wilzan (Dion))
Yahya (Angga): Itu sih derita lo. Terserah lo mau ngapain dulu, mau ngemis dulu kek, mau
ngutang dulu kek. Yang penting, lo beliin kita-kita bakso
Bagas (Andre): HAHHHAHAHAHAHAH

[Galendra datang dan ngomong ke geng Aiden]


Arya (Galendra): Lu pada punya tangan punya kaki kan? Kenapa harus nyuruh nyuruh Dion
padahal kalian bias beli sendiri ke kantin.
Bagas (Andre): Terserah kita lah. Ngapain lu ikut campur urusan kami?

[Ahnaf (Anton) menghampiri Wilzan (Dion)]


Ahnaf (Anton): Ayo Dion aku temenin ke kantin
(Sambil berjalan menuju kantin)
Ahnaf (Anton): Dion, kok kamu mau aja sih disuruh-suruh sama mereka?
Wilzan (Dion): Ya mau gimana lagi, daripada aku dicaci maki dan dibully sama mereka
Ahnaf (Anton): Kamu ga ada niatan buat coba ngelawan mereka?
Wilzan (Dion): Pengen sihh, tapi kan aku ga ada kuasa apa-apa di sini. Sedangkan mereka
orang orang famous dan keluarganya berpengaruh di sekolah ini
Ahnaf (Anton): Hmmm, yang sabar ya Dion

(Selesai beli bakso, Wilzan (Dion) dan Ahnaf (Anton) kembali ke kelas)
-KELAS-
Wilzan (Dion): Ini baksonya, Aiden
Aldo (Aiden): Makasih ya. Oh iya, nanti pulang sekolah ketemuan di belakang sekolah dong,
kita mau kasih hadiah nih. Karna lu dah mau beliin bakso
Wilzan (Dion): Emang mau kasih hadiah apa?
Aflah (Vino): Lihat aja nanti

[Scene tonjok]
-BELAKANG SEKOLAH-
Yahya (Candra): Enak kan hadiahnya?
(Dion meringis kesakitan)

[Arya (Galendra) dan Andika (Bastian) datang]


Arya (Galendra): HEH! Lo pada kok beraninya keroyokan sih?
Aldo (Aiden): Lo gausah ikut campur urusan gue dan temen temen gue.
(Perhatian Aldo (Aiden) dkk pun teralihkan)

[Andika (Bastian) membantu Dion]


(Setelah berhasil mengalihkan perhatian Aldo (Aiden) dkk, mereka berusaha melarikan
diri)
Arya (Galendra): Ayo! Kaborrrr
Aldo (Aiden): Woy jangan lari kalian!
[Aldo (Aiden) dkk, mengejar Arya (Galendra) dkk]
(Setelah lama mereka kejar-kejaran akhirnya Arya (Galendra) dkk berhasil kabur, karena
ada guru yang menegur Aldo (Aiden) dkk)

[Di sisi lain, Tiara (Kanaya) dkk juga membully]


Tiara (Kanaya): Haloo, Arum. Aduhh arum ini ngikutin peraturan banget yaa
Sherly (Juwita): Iyaa nih, mau cari muka ke guru ya lo?
Naisya (Alya): Atauu, mau caper ke anak kelas?
(Mereka bertiga pun tertawa)
Tiara (Kanaya): Arum arum. Gausa sok alim deh lo
Naisya (Alya): HAHAHAH, pinter banget deh formalitasnya
[Raudho (Secret admirer) memandang Naura F (Arum) kasihan]

[Pulang sekolah]
-KORIDOR-
Tiara (Kanaya): Haiiiii Arum
Naisya (Alya): Mau kemanaa nihh?
Naura F (Arum): Mau apa lagi kalian?
Sherly (Juwita): Ga mau apa-apa sih, cuma mau bilang kalo lo ga usah belagu di sekolah ini
dan ga usah sok polos. Gue tau ya, sifat asli lo!
Tiara (Kanaya): Upss (sambil nutup mulut)

-RUMAH ARUM-
Naura F (Arum): Assalamualaikum, Arum pulang.
(Ibu Arum): Kamu ini dari mana aja sih? Ini udah jam berapa? Mau jadi apa kamu, kalo kamu
pulang jam segini? Lihat tuh adik kamu si Kayla, pulang sekolah langsung pulang ke rumah.
Ga keluyuran kayak kamu.
(Arum langsung masuk ke kamar)
-KAMAR-
[Naura F (Arum) menangis dan melakukan self harm]

-KEESOKAN HARINYA-
[Wilzan (Dion) dan Naura F (Arum) mengobrol, dan duduk sebangku]
Naura F (Arum): Kamu ga cape di bully mereka terus?
Wilzan (Dion): Cape sih tapi kan aku ga bisa ngelawan
Naura F (Arum): Apa kita laporin guru aja ya?
Wilzan (Dion): Boleh juga, mau kapan kasih tau nya?
Naura F (Arum): Waktu istirahat aja gimana?
Wilzan (Dion): GASS

[Jam Istirahat]
-RUANG GURU-
Wilzan (Dion): Assalamualaikum pak, boleh kita ngobrol sebentar?
Fally (Guru): Waalaikumsalam, nak. Silahkan
Wilzan (Dion): Jadi gini pak, akhir-akhir ini saya dan Arum dibully oleh Aiden dkk dan Kanaya
dkk. Kami mohon pak, kasus ini tolong di tindak lanjuti
Fally (Guru): Halahhh, palingan cuman bercanda. Sudah-sudah, kalian balik aja ke kelas
Naura F (Arum): Yasudah jika seperti itu pak, terimakasih sudah mendengarkan
(Mereka balik ke kelas, dengan perasaan kecewa)

-KELAS-
(Wilzan (Dion) dan Naura F (Arum) duduk berdua di satu meja. Lalu, Arya (Galendra) dan
Andika (Bastian) mendekati mereka berdua)
Andika (Bastian): Hai Dion, Arum. Boleh kami duduk?
Naura F (Arum): Ohh, boleh kok. Duduk aja
Arya (Galendra): Gue tadi liat, lo berdua pergi ke ruang guru. Ada apa?
Wilzan (Dion): Tadi kita ngaduin ke guru, soal kejadian akhir-akhir ini
Andika (Bastian): Kalian ga ada niatan untuk ngelawan dan bales dendam ke mereka?
Naura F (Arum): Pengen banget Bas, cuma gimana caranya?
Arya (Galendra): Gampang. Pokoknya lo berdua kalo misal dibully sama mereka, kalian
lawan aja. Setiap mereka ngomong, kalian balesin omongan mereka. Ga perlu takut. Nanti,
gue sama Bastian, bakal ngeliatin lo berdua dari jauh. Dan, Bastian bakal videoin kejadian itu
Andika (Bastian): Betull, tinggal gue viralin deh

[Faras (Nayla) mendengar kejadian itu. Dan menyampaikan rencana tersebut ke Aldo
(Aiden) dkk dan Tiara (Kanaya) dkk]
Faras (Nayla): Gue tadi sempet denger pembicaraan Galendra, Bastian, Dion, dan Arum.
Mereka nyiapin rencana buat ngelawan dan bales dendam ke kalian semua
Bagas (Andre): Wahh kacauuu, gabisa dibiarin nih
Yahya (Candra): Apa yang bakal kita lakuin, biar mereka ga gelakuin hal itu?
Yuda (Dirga): Pulang sekolah, langsung kita labrak aja tu bocah dua. Soalnya mereka kalo
kedepan gerbang, pasti berdua
Aflah (Vino): Ide bagus
Aldo (Aiden): Oke. Pulangs sekolah, kita semua urus mereka berdua. Pastiin, kondisi sekolah
sudah sepi
Sherly (Juwita): Amannn

[Pulang sekolah]
(Wilzan (Dion) dan Naura F (Arum) berjalan di koridor)
(Aldo (Aiden) dkk dan Kanaya (Tiara) dkk datang menghampiri mereka)
Aldo (Aiden): Heh, bocah cupu. Denger-denger, lo berdua mau lawan kita nih
Tiara (Kanaya): Hahahah, emang bisa?
Yahya (Candra): Lo gausah sok berani deh, lo kan lemah. Yakali bisa ngelawan kita-kita
Naisya (Alya): Terutama Arum nih, hahaha. Cewe lemah kayak lo, yakali bisa ngelawan kita.
Gada guna tau ga?
Sherly (Juwita): Hahahaha, Arum Arum. Mending lo mati aja deh, hahaha. Gada guna juga lo
di dunia ini. Udah lemah, cupu pula
Bagas (Andre): Hahaha, mantep Juwita. Gas in aja
Yuda (Dirga): Heh Dion, lo gabisa ngelawan sendiri apa? Cupu amat. Dikira kita semua gatau,
kalo lo berada di bawa ketiak Galendra sama Bastian
Aflah (Vino): Dikira kita gatau kali yaa, kalo lo berdua jadiin Galendra dan Andika sebagai
tameng kalian
Naisya (Alya): Guys guys, mending kita cabut sekarang. Ada yang merhatiin kita daritadi
[Raudho (Secret admirer) ternyata sudah memperhatikan mereka sejak lama]
[Aldo (Aiden) dkk dan Tiara (Kanaya) dkk pun pergi meninggalkan mereka berdua]
Wilzan (Dion): Kamu gapapa?
Naura F (Arum): Aku gapapa
Wilzan (Dion): Yaudah, yuk kita pulang
Naura F (Arum): Kamu duluan aja, aku mau ke kamar mandi dulu
Wilzan (Dion): Yaudah kalo gitu, aku pulang duluan ya
(Wilzan pun beranjak pulang)

[Naura F (Arum) berjalan di sepanjang koridor menuju kamar mandi, sambil menangis. Di
isi dengan VO]
VO: Aku memang lemah, aku memang cupu, aku memang ga berguna. Bener kata Juwita,
mending aku mati aja. Daripada aku jadi sampah disini.

-DI KAMAR MANDI-


(Naura F (Arum) melihat tali yang tergeletak di lantai. Dia mengambilnya, dan mulai
mengikat tali tersebut)
(Saat ingin menggantungkan diri, tiba tiba)
Raudho (Secret admirer): ARUMMM

Anda mungkin juga menyukai