0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Hubungan APD dan Kecelakaan Kerja di Minahasa

Ringkasan dari dokumen tersebut adalah: 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kecelakaan kerja di PT Tropica Cocoprima. 2. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kepatuhan penggunaan sarung tangan dan sepatu keselamatan dengan kejadian kecelakaan kerja berdasarkan uji statistik. 3. Kesimpulan pen

Diunggah oleh

Dewandahilya DHM
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Hubungan APD dan Kecelakaan Kerja di Minahasa

Ringkasan dari dokumen tersebut adalah: 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kecelakaan kerja di PT Tropica Cocoprima. 2. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kepatuhan penggunaan sarung tangan dan sepatu keselamatan dengan kejadian kecelakaan kerja berdasarkan uji statistik. 3. Kesimpulan pen

Diunggah oleh

Dewandahilya DHM
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Indonesian

Journal of Public Health and


Community Medicine
Volume 1 Nomor 2, April 2020 ISSN: 2721-9941
Penerbit:
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana,
Universitas Sam Ratulangi
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine is indexed by Google Scholar and licensed
under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Hubungan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan


Kejadian Kecelakaan Kerja

Novel Yunus Runtuwarow, Paul Arthur Tennov Kawatu, Sri Seprianto Maddusa

Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi


E-mail: runtuwarown@[Link]

Abstrak
Latar belakang: Perusahan PT. Tropica Cocoprima bagian Open Area merupakan bagian
yang paling berpotensi terjadinya kecelakaan kerja. Jenis kecelakaan yang sering terjadi
adalah teriris benda tajam dan terjatuh karena lantai licin. Salah satu penyebab terjadinya
kecelakaan karena tindakan tidak aman dari pekerja, yaitu kurang patuh dalam penggunaan
Alat Pelindung Diri (APD) pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan kepatuhan penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja di PT. Tropica
Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan. Metode Penelitian: Jenis penelitian
yang digunakan adalah observasional yang bersifat cross sectional, yang dilaksanakan pada
bulan November 2019 – Februari 2020. Populasinya ialah seluruh pekerja di bagian open area
sebanyak 99 orang, instrument yang digunakan yaitu kuesioner penelitian. Analisis yang
digunakan yaitu uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil pengukuran
APD sarung tangan yang tidak patuh sebanyak 50 responden (50,5%) dan yang patuh sebanyak
49 responden (49,5%), pengukuran APD sepatu keselamatan yang tidak patuh sebanyak 54
responden (54,5%) dan yang patuh sebanyak 45 responden (45,5%), pengukuran kejadian
kecelakaan kerja yang pernah mengalami kecelakaan sebanyak 60 responden (60,6%) dan
yang tidak pernah sebanyak 39 responden (39,4%). Uji statistik menunjukan terdapat hubungan
antara kepatuhan penggunaan APD sarung tangan dengan kejadian kecelakaan kerja (p =
0,000) dan kepatuhan penggunaan sepatu keselamatan dengan kejadian kecelakaan kerja (p =
0,000). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara kepatuhan
penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja di PT. Tropica Cocoprima Desa Lelema
Kabupaten Minahasa Selatan.

Kata Kunci: APD; Kecelakaan Kerja; Minahasa Selatan

21
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1, No. 2, April 2020

PENDAHULUAN
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan upaya untuk
menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani. Dengan keselamatan
dan kesehatan kerja maka para pihak diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan aman
dan nyaman. Disamping itu keselamatan dan kesehatan kerja dapat diharapkan untuk
menciptakan kenyamanan kerja dan keselamatan yang tinggi. Kondisi fisik lingkungan
dimana para pekerja beraktifitas sehari-hari mengandung banyak bahaya secara langsung
maupun tidak langsung. Risiko bahaya yang dihadapi tenaga kerja adalah kecelakaan kerja
yang diakibatkan karena kombinasi dari berbagai faktor seperti peralatan kerja, tenaga kerja
dan lingkungan kerja (Sucipto, 2014). Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak
diinginkan yakni peristiwa yang tidak diinginkan/ diharapkan, tidak diduga, tidak disengaja
terjadi dalam hubungan kerja yang berdampak pada kerugian berupa cidera pada pekerja,
kerusakan barang-barang produksi dan kehilangan waktu selama proses produksi (Kawatu,
2011).
Tingkat kecelakaan fatal di negara berkembang empat kali lebih tinggi dibanding
negara industri. Di negara berkembang kebanyakan kecelakaan dan penyakit akibat kerja
terjadi di bidang pertanian, perkayuan, pertambangan dan industri (Soebroto, 2007). Pada
awal abad ke-21 angka kecelakaan kerja di dunia dalam kondisi yang cukup
mengkhawatirkan. International Labour Organization (ILO) tahun 2013, setiap tahun dua
juta orang meninggal dan 270 juta orang cidera akibat kecelakaan kerja yang terjadi di
seluruh dunia. Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tahun 2017
mencatat angka kecelakaan kerja di Indonesia terus meningkat. Sepanjang tahun 2014 jumlah
kecelakaan kerja sebanyak 129.911 orang. Dari jumlah tersebut 75,8% berjumlah laki-laki.
Sementara akibat kecelakaan kerja tersebut, jumlah perserta Jamsostek yang meninggal
sebanyak 3.093 pekerja, yang mengalami sakit 15.106 orang, luka-luka 174.226 orang dan
meninggal sebanyak mendadak sebanyak 446 orang. Sebanyak 34,43% penyebab kecelakaan
kerja dikarenakan posisi tidak aman dan sebanyak 32,12% pekerja tidak memakai peralatan
safety.
Angka kecelakaan kerja di Indonesia cukup tinggi. Oleh karena itu, salah satu upaya
yang dapat dilakukan untuk menggendalikan tingginya kecelakaan kerja adalah penggunaan
APD yang wajib dipakai selama bekerja. Alat pelindung diri (APD) merupakan seperangkat
alat keselamatan yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuh
dari kemungkinan adanya paparan potensi bahaya lingkungan kerja terhadap kecelakaan dan
penyakit akibat kerja (Tarwaka, 2008).
PT. Tropica Cocoprima merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri tepung
kelapa dan merupakan perusahan yang memiliki potensi kecelakaan kerja. Berdasarkan
observasi awal yang dilakukan pada pekerjaan nuts counter, sheller dan parrer terdapat
potensi kecelakaan seperti jari teriris/terpotong akibat peralatan kerja yang tajam, kaki
terinjak pecahan tempurung kelapa dan terpeleset di lantai yang licin. Oleh karena itu salah
satu cara untuk mencegah terjadinya kecelakaan tersebut, pekerja harus menggunakan APD
seperti sarung tangan dan sepatu keselamatan. Data kecelakaan kerja yang didapat di PT
Tropica Cocoprima pada tahun 2015 sampai dengan 2017 di dapati 8 orang dan pada tahun
2018 yaitu 9 orang yang mengalami kecelakaan kerja dibagian sheller yang disebabkan
karena teriris dengan benda tajam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui
hubungan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kecelakaan kerja pada
pekerja di PT. Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan.

METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan ialah obsevasional dengan pendekatan cross sectional.
Penelitian ini dilakukan di PT. Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa

22
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1, No. 2, April 2020

Selatan pada bulan November 2019 - Februari 2020. Jumlah sampel dalam penelitian ini
yaitu seluruh pekerja di bagian open area yang berjumlah 99 pekerja. Instrumen penelitian ini
menggunakan kuesioner dari penelitian Barizqi (2015) yang digunakan pada pekerja
bangunan PT. Adhi Karya TBK Telogorejo Semarang. Kuesioner ini berisi 12 pertanyaan.
Pengambilan data dengan teknik wawancara dan observasi di lapangan. Analisis data
menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square untuk mengetahui
hubungan dari kedua variabel yaitu kepatuhan dan kecelakaan kerja.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Karakteristik Responden
Tabel 1. Hasil Pengukuran APD dan Kejadian Kecelakaan Kerja
Variabel n %
Kepatuhan Penggunaan APD Sarung
Tangan
Tidak Patuh 50 50,5
Patuh 49 49,5
Kepatuhan Penggunaan Sepatu
Keselamatan
Tidak Patuh 54 54.5
Patuh 45 45.5
Kejadian Kecelakaan Kerja
Pernah 60 60,6
Tidak Pernah 39 39,4
Berdasarkan tabel 1, responden yang tidak patuh dalam pengguaan APD sarung tangan
sebanyak 50 responden (50,5%) dan yang patuh sebanyak 49 responden (49,5%). Responden
yang tidak patuh dalam pengguaan APD sepatu keselamatan sebanyak 54 responden (54,5%)
dan yang patuh sebanyak 45 responden (45,5%). Responden yang pernah mengalami
kecelakaan sebanyak 60 responden (60,6%) dan yang tidak pernah sebanyak 39 (39,4).
Analisis Bivariat
Hubungan Kepatuhan Penggunaan APD dengan kejadian Kecelakaan Kerja di PT.
Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Tabulasi Silang Kepatuhan Penggunaan APD Sarung Tangan Keselamatan Dengan
Kejadian Kecelakaan Kerja
Kepatuhan
Penggunaan APD Kejadian Kecelakaan Kerja
Sarung Tangan Total p value
Pernah Tidak Pernah
n % n % n %
Tidak Patuh 39 78 11 22 50 100 0,000
Patuh 21 42,9 28 57,1 49 100
Total 60 60,6 39 39,4 99 100
Berdasarkan hasil uji Chi squarekepatuhan penggunaan APD sarung tangan dengan
kejadian kecelakaan kerja, diketahui bahwa responden yang tidak patuh penggunaan APD
sarung tangan dan pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 39 responden (78%).
Responden yang patuh penggunaan APD sarung tangan dan pernah mengalami kecelakaan
kerja sebanyak 21 responden (42,9%). Hasil Uji Chi squaremenunjukan bahwa nilai p =
0,000 (p<0,05), sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan penggunaan APD sarung

23
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1, No. 2, April 2020

tangan dengan kejadian kecelakaan kerja. Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh
Suak (2019) yang berjudul hubungan penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian
kecelakaan kerja pada pekerja proyek konstruksi pembangunan gedung baru Fakultas Hukum
Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi
squarediperoleh nilai p=0.011 dimana p<0,05 yang secara statistik menunjukan terdapat
hubungan antara penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kecelakaan kerja pada
pekerja. Sebagian besar responden dari penelitian ini mengalami kecelakaan kerja, dari 90
responden ada 56 responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja. Hal ini dikarenakan
tindakan tidak aman pekerja seperti kebiasaan menggunakan APD, pengalaman dan
keterampilan mereka dalam bekerja belum dapat dikatakan baik sehingga potensi terjadinya
kecelakaan kerja dikatakan besar.
Sarung tangan merupakan alat pelindung diri yang berguna untuk melindungi tangan
dari benda-benda tajam dan mecegah cidera pada saat sedang bekerja. Oleh karena itu pekerja
harus menggunakan sarung tangan karena kecelakaan bisa terjadi kapan saja, tanpa diketahui
sebelumnya. Sarung tangan pelindung yang digunakan oleh pekerja harus dari bahan yang
berkualitas, pas dengan ukuran tangan, sesuai dengan ukuran tangan, dan nyaman digunakan.
Teori domino Heinrich tahun 1931 dalam Ramli (2010), mengatakan bahwa salah satu faktor
penyebab kecelakaan kerja yaitu faktor tindakan tidak aman. Hal ini berarti ketidakpatuhan
dalam penggunaan APD merupakan faktor yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja.
Tabel 3. Tabulasi Silang Kepatuhan Penggunaan APD Sepatu Keselamatan Dengan Kejadian
Kecelakaan Kerja
Kepatuhan
Penggunaan Kejadian Kecelakaan Kerja
APD Sepatu Total p value
Keselamatan Pernah Tidak Pernah
n % n % n %
Tidak Patuh 48 88,9 6 11,1 54 100 0,000
Patuh 12 26,7 33 73,3 45 100
Total 60 60,6 39 39,4 99 100
Berdasarkan hasil uji Chi square kepatuhan penggunaan APD sepatu keselamatan
dengan kejadian kecelakaan kerja, diketahui bahwa responden yang tidak patuh penggunaan
APD sepatu keselamatan dan pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 48 responden
(88,9%). Responden yang patuh penggunaan APD sepatu keselamatan dan pernah mengalami
kecelakaan kerja sebanyak 12 responden (26,7%). Hasil Uji Chi squaremenunjukan bahwa
nilai p = 0,000 (p<0,05), sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan penggunaan
APD sepatu keselamatan dengan kejadian kecelakaan kerja. Penelitian Mardison (2017) yang
berjudul hubungan kepatuhan pekerja menggunakan alat pelindung diri dengan kejadian
kecelakaan kerja di PT. PLN Persero APP Cawang. Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi
squarediperoleh nilai p=0,000 dimana p<0,05 yang berarti terdapat hubungan kepatuhan
penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja. Sebagian responden dalam penelitian ini
tidak patuh dalam penggunaan APD, dari 65 responden terdapat 33 responden tidak patuh dan
terdapat 32 responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja. Hal ini dilatar belakangi oleh
kurangnya pengetahuan pekerja untuk menggunakan APD sehingga menyebabkan
ketidakpatuhan yang akan berdampak terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Dengan
demikian kepatuhan penggunaan APD memiliki peranan penting dalam menciptakan
keselamatan di tempat kerja dan mengurangi angka kejadian kecelakaan kerja.

24
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1, No. 2, Mei 2020
Kepatuhan penggunaan APD yang baik dapat melindungi seluruh atau sebagian tubuh
pekerja dari kemungkinan adanya paparan potensi bahaya lingkungan kerja terhadap
kecelakaan dan penyakit akibat kerja (Tarwaka, 2008). Pekerja yang patuh akan selalu
berperilaku aman dalam melaksanakan pekerjaannya, sehingga dapat mengurangi jumlah
kecelakaan kerja. Sebaliknya pekerja yang tidak patuh akan cenderung melakukan kesalahan
dalam setiap proses kerja karena tidak mematuhi standart dan peraturan yang ada. Mereka
merasa bahwa peraturan yang ada hanya akan membebani dan menjadikan pekerjaan menjadi
lebih lama selesai. Pekerja yang tidak patuh akan berperilaku tidak aman karena
menyenangkan dan memudahkan pekerjaan. Misalnya pekerja tidak memakai sepatu
keselamatan karena merasa tidak nyaman dan mengganggu pekerjaan. Mereka merasa tahu
seluk beluk pekerjaan sehingga tidak perlu menggunakan APD yang menurut mereka
memberatkan. Hal inilah yang dapat meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan kerja
ringan bahkan kecelakaan kerja yang lebih berat. Kepatuhan penggunaan APD yang baik
dapat melindungi seluruh atau sebagian tubuh pekerja dari kemungkinan adanya paparan
potensi bahaya lingkungan kerja terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja (Tarwaka,
2008).
Terdapat hubungan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dan kejadian kecelakaan
kerja dalam penelitian ini dikarenakan kebiasaan perilaku tidak aman dari pekerja seperti
penggunaan alat pelindung diri, pengalaman serta keterampilan dalam bekerja mereka belum
dikatakan baik. Hal ini disebabkan perusahan tidak menyediakan APD yang lengkap, selain
itu juga pihak perusahaan tidak menegur dan memberikan sanksi bagi pekerja yang tidak
menggunakan APD. Adapun sebab lain yaitu tidak ada ahli K3 yang bertugas untuk
melakukan identifikasi, evaluasi, pengendalian risiko dan pelaksanaan K3, sehingga potensi
terjadinya kecelakaan kerja dikatakan besar. Faktor lain yang mungkin berpengaruh terjadinya
kecelakaan kerja adalah faktor kondisi lingkungan kerja yang tidak aman, pengetahuan,
mesin, peralatan kerja, proses kerja dan sifat pekerjaan yang tidak sesuai (Tarwaka, 2014).

PENUTUP
Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan kepatuhan penggunaan APD dengan
kejadian kecelakaan kerja di PT. Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa
Selatan. Saran bagi perusahaan, agar dapat menyediakan APD yang bisa digunakan oleh para
pekerja, meningkatkan pengawasan tidak hanya pada proses kerjanya tetapi juga pengawasan
terkait dengan penggunaan APD serta memberikan peringatan atau sanksi yang tegas bagi
pekerja yang tidak patuh dalam penggunaan APD.

25
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1, No. 2, Mei 2020
DAFTAR PUSTAKA
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Indonesia. 2017. Jumlah Kasus
Kecelakaan Per Tahun Di Indonesia.
ILO. 2013. Snapshots On Occupational Safety and Health (OHS), The Ilo At The World
Congres On Safety And Health At Work.
Kawatu, P. 2011. Bahan Ajar Kesehatan dan Keselamatan Kerja. FKM Unsrat.
Mardison, D. M. 2017. Hubungan Kepatuhan Pekerja Menggunakan Alat Pelindung Diri
dengan Kejaddian Kecelakaan Kerja di PT PLN Persero APP Cawang. Jurnal.
STIKes Persada Husada Indonesia.
Ramli, S. 2010. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
OHSAS 18001. Dian Rakyat. Jakarta.
Soebroto, S.W. 2007. Peran Dan Kontribusi Perguruan Tinggi Dalam Pembentukan SDM
Ergonomi-K3 Yang Siap Bersaing Di Pasar Kerja Nasional Dan Internasional.
Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya Sucipto, C.B. 2014. Keselamatan
dan Kesehatan Kerja. Pustaka Baru. Yogyakarta.
Suak, M. 2019. Hubungan Antara Alat Pelindung Diri (APD) Dengan Kejadian Kecelakaan
Kerja Pada Pekerja Proyek Kontruksi Pembangunan Gedung Baru Fakultas Hukum
Universitas Sam Ratulangi. Jurnal KESMAS. FKM UNSRAT. Manado.
Sucipto, C.B. 2014. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pustaka Baru. Yogyakarta.
Tarwaka, 2008. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Manajemen dan Implementasi K3 di
Tempat Kerja. Harapan Press. Surakarta.
Tarwaka, 2014. Ergonomi Industri: Dasar-dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di
Tempat Kerja. Harapan Press. Surakarta.

26

Anda mungkin juga menyukai