0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan23 halaman

Sistem Deteksi Kebakaran Berbasis Arduino

Bab II meninjau studi literatur terdahulu mengenai sistem deteksi asap dan api. Beberapa penelitian menggunakan sensor asap dan suhu untuk mendeteksi bahaya kebakaran, sementara yang lain menambahkan sensor api. Penelitian ini akan mengembangkan sistem serupa dengan mendeteksi asap dan api menggunakan sensor MQ-2 dan flame sensor, serta mengirimkan peringatan melalui SMS menggunakan modul SIM800L.

Diunggah oleh

rvshelter1
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan23 halaman

Sistem Deteksi Kebakaran Berbasis Arduino

Bab II meninjau studi literatur terdahulu mengenai sistem deteksi asap dan api. Beberapa penelitian menggunakan sensor asap dan suhu untuk mendeteksi bahaya kebakaran, sementara yang lain menambahkan sensor api. Penelitian ini akan mengembangkan sistem serupa dengan mendeteksi asap dan api menggunakan sensor MQ-2 dan flame sensor, serta mengirimkan peringatan melalui SMS menggunakan modul SIM800L.

Diunggah oleh

rvshelter1
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Studi Kepustakaan

Pada penelitian kali ini akan mengambil beberapa referensi yang diambil

dari penelitian-penelitian yang sudah ada sebelumnya. Dengan hal ini berguna

sebagai bahan referensi untuk menyelesaikan penelitian yang akan berlangsung.

Penelitian oleh Dasef Akhwandi dan Anton Yudhana (2017) mengenai

sistem penyegaran ruangan dari asap rokok dan gas LPG berbasis mikrokontroler

ATMega8535. Prinsip kerjanya menggunakan sensor MQ-9 yang akan

mendeteksi kadar udara dalam ruangan, 100 -1000 untuk asap rokok dan 100-

10000 untuk gas LPG, dan akan ditampilkan pada LCD dalam satuan ppm,

menggunakan buzzer sebagai alram peringatan dan kipas DC untuk membuang

udara dalam ruangan yang kadar asapnya tinggi. Perbedaan dengan sistem yang

akan dibuat yaitu mendeteksi asap dan api yang memungkinkan terjadinya

kebakaran pada ruangan ataupun bangunan gedung.

Penelitian oleh Asthariani, Rahmatia, Apridinata, dan Batubara (2013)

mengenai pengembangan sistem pendeteksi lokasi titik api dalam ruangan

terbatas, perangkat yang dikembangkan menggunakan mikrokontroker

ATMega16, memanfaatkan sensor panas array TPA81 dan display LCD. Sistem

ini mampu mendeteksi dan menetukan lokasi lilin pada radius 0.5m 180 derajat.

Perbedaan pada sistem yang akan dibuat menggunakan flame sensor yang dapat

mendeteksi hingga pada jarak 0,8m dengan suhu 85 derajat.

4
5

Penelitian oleh Agung Kusniawan dan Jusak (2015), menggunakan

metode yang terdiri dari dua bagian, bagian pertama terdiri dari sensor

asap,suhu,api,ardiuno uno dan alarm. Sedangkan bagian kedua hanya terdiri dari

sistem perangkat bergerak. Ketiga sensor tersebut memberikan input untuk

arduino dalam menetukan kondisi ruangan tersebut, input dari sensor suhu akan

menjadi pembanding dari input sensor asap dan pembanding input sensor api. Bila

sensor asap mendeteksi adanya asap dan sensor api mendeteksi adanya api namun

sensor suhu tidak mendeteksi adanya kenaikan suhu maka arduino akan

mengaktifkan sistem alarm. Penelitian ini hampir sama dengan penelitian yang

akan dikembangkan, dalam sistem yang akan di buat menggunakan SIM800L

sebagai alat untuk mengirimkan SMS (Short Message Service) ke perangkat

(handphone). Jika sensor MQ-2 dan flame sensor mendeteksi adanya asap, suhu

ataupun api, maka arduino akan mengasumsikan terjadi kebakaran dan akan

mengaktifkan alarm dan secara bersamaan akan mengaktifkan SIM800L untuk

mengirimkan pesan kondisi ruangan ke perangkat (handphone).

Penelitian oleh Dwi Kusumaningsih (2014), aplikasi pendeteksi kebakaran

menggunakan Arduino UNO R3 dengan sensor LM35DZ, flame sensor dan MQ2.

Mengguanakan Ardiuno UNO R3 sebagai mikrokontroler, LM35DZ sebagai

sensor suhu, flame sensor dan MQ2 sebagai sensor api dan asap, sistem

peringatan kebakaran terdiri dari buzzer dan lampu LED. Perbedaan dengan

sistem yang akan dibuat yaitu mengunakan SIM800L sebagai alat yang dapat

mengirim informasi berupa SMS. Pinsip kerja sistem yang akan dibuat yaitu

ketika salah satu sensor atau kedua sensor mendeteksi api ataupun asap yang
6

berpotensi kebakaran maka secara bersamaan sistem akan menyalakan alram

buzzer dan mengirim informasi berupa SMS peringatan kepada pemilik ruangan

atau pemadam kebakaran.

Penelitian oleh Lowongan, Rahardjo, dan Divayana (2015) mengenai

detektor LPG menggunakan sensor MQ-2 berbasis mikrokontroler ATMega328.

Hasil dari perangkat detektor ini berupa tampilan status keadaan LPG, nilai PPM

LPG, kipas yang berfungsi sebagai blower untuk mengurangi konsentrasi LPG,

dan buzzer untuk memberi peringatan kepada pengguna. Perbedaan dengan sistem

yang akan dibuat yaitu mendeteksi asap dan api yang memungkinkan terjadinya

kebakaran pada ruangan ataupun bangunan gedung dan menggunakan sensor yang

sama yaitu MQ-2 namun dalam dataseet lebih kepada mendeteksi asap dengan

ppm yang tinggi.

Penelitian oleh Putri Mandarani dan Reza Ariani (2016), sistem deteksi

asap rokok dengan mengunakan SMS (Short Message Service) berbasiskan

arduino. menggunakan sensor MQ-2 untuk mendeteksi asap rokok, Arduino uno

R3 sebagai mikrokontroler dan buzzer sebagai alarm. Prinsip kerja dari sistem ini

adalah, sensor akan mendeteksi asap rokok lalu kadar asap yang terdeteksi akan

tampil pada seven segment. Apabila sensor mendeteksi asap rokok lebih ambang

batas yang ditentukan, maka modem akan mengirimkan pesan pemberitahuan ke

petugas keamanan bahwa ruangan telah terdeteksi asap rokok dan buzzer akan

berbunyi secara otomatis. Penelitian ini tidak jauh berbeda dengan penelitian yang

akan dikembangkan, perbedaan dengan sistem aplikasi yang akan dibuat yaitu

menggunakan flame sensor yang berguna untuk menditeksi api.


7

Penelitian oleh Prayoga, Yamin dan Ramadhan (2016). implementasi

prototipe sistem deteksi asap dan panas pada ruangan tertutup menggunakan

loogika fuzzy metode sugeno, dengan mikrokontroler ATMega328 prinsip kerja

sistem tersebut ketika sistem mendeteksi panas dan asap maka pompa air, alarm

atau kipas yang terhubung ke relay akan bekerja, sensor suhu mendeteksi panas

mulai 15 derajat sampai 60 derajat, sedangkan suhu yang dianggap berbahaya

adalah 31 derajat. Sensor asap mendeteksi kumpulan asap mulai 0ppm sampai

100ppm. Perbedaan dengan sistem yang akan dibuat mengguanakan Arduino

UNO R3 sebagai mikrokontroler dan flame sensor sebagai alat pendeteksi api.

Penelitian oleh Suryadi, Wijayanto, Rusdinar (2017) mengenai

perancangan dan implementasi sistem pendeteksi api pada robot pemadam api

dengan menggunakan sensor api dan kamera, sensor api yang digunakan

UVTRON dan thermal yang dapat mendeteki api dengan panjang gelombang

yang khas dan thermal mendeteksi dengan suhu api. Perbedaan dengan sistem

yang akan dibuat pada sistem rancangan ini tidak menggunakan sensor gerak

untuk mendeteksi api dan menggunakan mikrokontroler Arduino UNO R3

sebagai pusat sistem.

Penelitian oleh Bambang Tri Wahjo dan Dharmawan Setya Saputra

(2016). Simulasi sistem pendeteksi polusi ruangan menggunakan sensor asap

dengan pemberitahuan melalui SMS (Short Meseage Service) dan alarm berbasis

arduino. Prinsip kerjanya mikrokontroler ATMega328 pada sistem arduino

melakukan inisialisasi ADC, PORT, dan serial, selanjutnya sistem akan membaca

serial port pada modul SIM900 untuk mengetahui adanya pesan baru. Proses
8

selanjutnya adalah membaca konsentrasi asap yang terbaca pada sensor MQ2,

dimana proses pembacaan dilakukan menggunakan persamaan berdasarkan acuan

dari dataseet MQ2. Proses selanjutnya dilakukan pembacaan ADC untuk

mengetahui adanya api berdasarkan sensor api DFR0076. Sensor ini bekerja

berdasarkan perubahan tegangan sesuai dengan cahaya api yang diterima

permukaan sensor. Perbedaan dengan sistem yang akan dibuat pada tipe sensor

api dan modul GSM yang akan digunakan dan ada penambahan buzzer sebagai

alram yang memberikan peringatan berupa suara.

Penelitian oleh Yudi Ari Wibowo dan Aziz Setyawan (2017),

penangulangan terhadap kebocoran gas LPG (Liquidfied Petroleum Gas)

mengunakan mikrokontroler atmega8 ,sensor MQ-2, peringatan alarm dan

SIM800L. Prinsip kerjanya adalah ketika sensor MQ-2 mendeteksi kebosoran gas,

maka alarm akan memberikan peringatan berupa suara dan SIM800L akan

memberikan informasi peringatan dalam bentuk SMS (Short Message Service) ke

nomor handphone pemilik ruangan. Perbedaan dengan sistem yang akan

dikembangkan yaitu menambahkan sensor pendeteksi api (flame sensor).


9

Tabel 2.1 Studi kepustakaan

No Judul penelitian Nama Peneliti Hasil Perbedanaan

1 Sistem deteksi Putri Mandarani Sensor akan Menambahkan


asap rokok dan Reza Ariani mendeteksi asap flame sensor
dengan pada tahun 2016 rokok lalu kadar yang berguna
mengunakan SMS asap yang terditeksi untuk
(Short Message akan tampil pada mendeteksi api.
Service) seven segment.
berbasiskan Apabila sensor
arduino mendeteksi asap
rokok lebih ambang
batas yang
ditentukan, maka
modem akan
mengirimkan pesan
pemberitahuan ke
petugas keamanan
bahwa ruangan telah
terdeteksi asap rokok
dan buzzer akan
berbunyi secara
otomatis
2 Rancang bangun Agung . Bila sensor asap Menambahkan
sistem peringatan Kusniawan dan mendeteksi adanya modul SIM800L
dini terjadinya Jusak pada tahun asap dan sensor api sebagai alat
titik api 2015 mendeteksi adanya untuk
menggunakan api namun sensor mengirimkan
komunikasi lokal suhu tidak SMS (Short
dengan perangkat mendeteksi adanya Message
bergerak. kenaikan suhu maka Service) ke
arduino akan perangkat
mengaktifkan sistem (handphone).
alarm. Jika sensor MQ-
2 dan flame
sensor
mendeteksi
adanya asap,
suhuataupun api,
maka arduino
akan
10

mengasumsikan
terjadi
kebakaran dan
akan
mengaktifkan
alarm dan
secara
bersamaan akan
mengaktifkan
SIM800L untuk
mengirimkan
pesan kondisi
ruangan ke
perangkat
(handphone).

3 Tindakan Yudi Ari Wibowo Ketika sensor MQ-2 Sistem yang


penangulangan dan Aziz mendeteksi akan di
terhadap Setyawan pada kebosoran gas, maka kembangkan
kebocoran gas tahun 2017, alarm akan yaitu
LPG (Liquidfied memberikan menambahkan
Petroleum Gas) peringatan berupa sensor
mengunakan suara dan SIM800L pendeteksi api
mikrokontroler akan memberikan (flame sensor).
atmega8 ,sensor informasi peringatan
MQ-2, peringatan dalam bentuk SMS
alarm dan (Short Message
SIM800L Service) ke nomor
handphone pemilik
ruangan
4 Implementasi Shabari Prayoga, Ketika sistem Mengguanakan
prototipe sistem Muh. Yamin dan mendeteksi panas Arduino UNO
deteksi asap dan Rahmat dan asap maka R3 sebagai
panas pada Ramadhan pada pompa air, alarm mikrokontroler
ruangan tertutup tahun 2016 atau kipas yang dan flame sensor
menggunakan terhubung ke relay sebagai alat
loogika fuzzy akan bekerja, sensor pendeteksi api.
metode sugeno, suhu menditeksi
dengan panas mulai 15
mikrokontroler derajat sampai 60
ATMega328 derajat, sedangkan
suhu yang dianggap
berbahaya adalah 31
derajat. Sensor asap
mendeteksi
kumpulan asap
11

mulai 0ppm sampai


100ppm

5 Aplikasi Dwi Mengguanakan Menambahkan


pendeteksi Kusumaningsih Ardiuno UNO R3 modul SIM800L
kebakaran pada tahun 2014 sebagai sebagai alat
menggunakan mikrokontroler, yang dapat
Arduino UNO R3 LM35DZ sebagai mengirim
dengan sensor sensor suhu, flame informasi
LM35DZ, flame sensor dan MQ2 berupa SMS.
sensor dan MQ2 sebagai sensor api Pinsip kerja
dan asap, sistem sistem yang
peringatan akan di buat
kebakaran terdiri yaitu ketika
dari buzzer dan salah satu sensor
lampu LED atau kedua
sensor
mendeteksi api
ataupun asap
yang berpotensi
kebakaran maka
secara
bersamaan
sistem akan
menyalakan
alram buzzer
dan mengirim
informasi
berupa SMS
peringatan
kepada pemilik
ruangan atau
pemadam
kebakaran.
12

6 Simulasi sistem Bambang Tri Mikrokontroler Perbedaan


pendeteksi polusi Wahjo dan ATMega328 pada dengan sistem
ruangan Dharmawan sistem arduino yang akan
menggunakan Setya Saputra melakukan dibuat pada tipe
sensor asap pada tahun 2016. inisialisasi ADC, sensor api dan
dengan PORT, dan serial, modul GSM
pemberitahuan selanjutnya sistem yang akan
melalui SMS akan membaca serial digunakan dan
(Short Meseage port pada modul ada penambahan
Service) dan SIM900 untuk buzzer sebagai
alarm berbasis mengetahui adanya alram yang
arduino pesan baru. Proses memberikan
selanjutnya adalah peringatan
membaca berupa suara.
konsentrasi asap
yang terbaca pada
sensor MQ2, dimana
proses pembacaan di
lakukan
menggunakan
persamaan
berdasarkan acuan
dari dataseet MQ2.
Proses selanjutnya di
lakukan pembacaan
ADC untuk
mengetahui adanya
api berdasarkan
sensor api DFR0076.
Sensor ini bekerja
berdasarkan
perubahan tegangan
sesuai dengan
cahaya api yang
diterima permukaan
sensor
7 Penyegaran Dasef Akhwandi Menggunakan sensor Perbedaan
ruangan dari asap dan Anton MQ-9 yang akan dengan sistem
rokok dan gas Yudhana pada mendeteksi kadar yang akan di
LPG berbasis tahun 2017 udara dalam buat yaitu
mikrokontroler ruangan, 100 -1000 mendeteksi asap
ATMega8535 untuk asap rokok dan api yang
dan 100-10000 memungkinkan
untuk gas LPG, dan terjadinya
akan ditampilkan kebakaran pada
13

pada LCD dalam ruangan ataupun


satuan ppm, bangunan
menggunakan buzzer gedung.
sebagai alram
peringatan dan kipas
DC untuk
membuang udara
dalam ruangan yang
kadar asapnya tinggi
8 Detektor LPG Tander Risard Hasil dari perangkat Mendeteksi asap
menggunakan Lowongan, detektor ini berupa dan api yang
sensor MQ-2 Pratolo Rahardjo, tampilan ststus memungkinkan
berbasis dan Yoga keadaan LPG, nilai terjadinya
mikrokontroler Divayana pada PPM LPG, kipas kebakaran pada
ATMega328 tahun 2015 yang berfungsi ruangan ataupun
sebagai blower bangunan
untuk mengurangi gedung dan
konsentrasi LPG, menggunakan
dan buzzer untuk sensor yang
memberi peringatan sama yaitu MQ-
kepada pengguna 2 namun dalam
dataseet lebih
kepada
mendeteksi asap
dengan ppm
yang tinggi.

9 Perancangan dan Rivan Radian Sensor api yang Pada sistem


implementasi Suryadi, Inung digunakan rancangan ini
sistem pendeteksi Wijayanto,S.T.,M UVTRON dan tidak
api pada robot .T., Angga thermal yang dapat menggunakan
pemadam api Rusdinar, mendeteki api sensor gerak
dengan S.T.,M.T.,Ph.D. dengan panjang untuk
menggunakan pada tahun 2017 gelombang yang mendeteksi api
sensor api dan khas dan thermal dan
kamera mendeteksi dengan menggunakan
suhu api mikrokontroler
Arduino UNO
R3 sebagai pusat
sistem.
14

10 Pengembangan Dwi Asthariani, Menggunakan Perbedaan pada


sistem pendeteksi Suci Rahmatia, mikrokontroker sistem yang
lokasi titik api Tio Apridinata, ATMega16, akan di buat
dalam ruangan dan Raja P. memanfaatkan menggunakan
terbatas, Batubara pada sensor panas array flame sensor
tahun 2013 TPA81 dan display yang dapat
LCD. Sistem ini mendeteksi
mampu mendeteksi hingga pada
dan menetukan jarak 0,8m
lokasi lilin pada dengan suhu 85
radius 0.5m 180 derajat.
derajat

2.2 Dasar Teori


2.2.1 Arduino Uno R3
Arduino Uno R3 adalah board mikrokontroler berbasis Atmega328.

Memiliki 14 pin input dan output PWM dan 6 pin input analog. 16 Mhz osilator

Kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header dan tombol reset. Untuk

mendukung mikrokontroler board Arduino Uno R3 ke komputer dengan

mengunakan kabel USB atau listrik dengan AC yang ke adaptor DC atau baterai

untuk menjalankannya.

Arduino Uno R3 berbeda dengan semua board sebelumnya dalam hal

koneksi USB-to-serial yaitu menggunakan fitur Atmega8U2 yang diprogram

sebagai converter USB-to-serial berbeda dengan board sebelumnya yang

menggunakan chip FTDI driver USB-to-serial.

Board Arduino UNO R3 ini memiliki kemampuan yang sama persis

dengan DFRduino UNO R3. Keunikan dari mikrokontroler ini, selain dari

harganya yang lebih murah dari Arduino UNO R3, juga dari warna headernya
15

yang berbeda, warna merah untuk bagian power, warna biru untuk Analog I/O dan

warna hijau untuk digital I/O sehingga hal ini membuat kita menjadi mudah untuk

mencari tahu dimana kita harus menghubungkan mikrokontroler dengan sensor.

M. McRoberts(2010:3)

Bentuk Arduino UNO R3 dapat dilihat pada gambar 2.1.

Gambar 2.1. Bentuk fisik Ardiuno UNO R3. (Sumber : [Link])

Berikut adalah spesifikasi teknis dari Arduino UNO R3 :

Microcontroller : ATmega328P

Operating Voltage : 5V

Input Voltage (recommended) : 7-12V

Input Voltage (limit) : 6-20V

Digital I/O Pins : 14 (of which 6 provide PWM output)

PWM Digital I/O Pins : 6

Analog Input Pins : 6

DC Current per I/O Pin : 20 mA

DC Current for 3.3V Pin : 50 mA

Flash Memory :32 KB (ATmega328P) of which 0.5 KB used by bootloader


16

SRAM :2 KB (ATmega328P)

EEPROM :1 KB (ATmega328P)

Clock Speed :16 MHz

(Sumber : [Link])

2.2.2 Arduino IDE

Tugas dari Arduino IDE adalah menghasilkan sebuah file berformat hex

yang akan di-download pada papan Arduino atau papan sistem mikrokontroler

lainnya. Arduino IDE mirip dengan Microsof Visual Studio, Eclipse IDE, atau

Netbeans. Lebih mirip lagi adalah IDE semacam CodeBlocks, CodeLite yang

mempermudah untuk menghasilkan file program. Bahasa pemrograman yang

sederhana sehingga pemulapun bisa mempelajarinya dengan cukup mudah.

Arduino IDE akan menghasilkan file hex dari baris kode yang dinamakan sketch.

Sketch adalah nama yang digunakan Arduino untuk suatu program dan dapat di

upload dan dijalankan pada papan Arduino.

Arduino juga merupakan platform hardware terbuka yang ditujukan

kepada siapa saja yang ingin membuat purwarupa peralatan elektronik interaktif

berdasarkan hardware dan software yang fleksibel dan mudah digunakan.

Mikrokontroler di program mengunakan bahasa pemrograman arduino yang

memiliki kemiripan syntax dengan bahasa pemrograman C. karena sifatnya yang

terbuka maka siapa saja dapat mengunduh skema hardware arduino dan

membangunnya.
17

Arduino menggunakan keluarga mikrokontroler Atmega yang dirilis Atmel

sebagai basis, namun ada individu/perusahaan yang membuat clone arduino

dengan menggunakan mikrokontroler lain dan tepat kompatibel dengan arduino

pada level hardware. Untuk fleksibilitas, program dimasukan melalui bootloader

meskipun ada opsi untuk bypass bootloader dan menggunakan downloader untuk

memprogram mikrokontroler secara langsung melalui port ISP.

2.2.3 USB Port ( Universal Serial Bus)

Sistem USB mempunyai desain yang asimetris, yang terdiri dari

pengontrol host dan beberapa peralatan penghubung yang berbentuk dengan

menggunakan peralatan hub yang khusus.

Desain USB digunakan untuk menghilangkan perlunya expansion card ke

ISA komputer atau bus PCI dan memiliki kemampuan plug-and-play (pasang dan

mainkan) dengan memperbolehkan peralatan-peralatan ditukar atau di tambahkan

ke sistem tanpa perlu me-reboot komputer. Ketika USB terpasang, ia langsung di

kenal sistem komputer dan memproses device driver yang diperlukan untuk

menjalankannya.

USB (Universal Serial Bus) dapat menghubungkan peralatan tambahan

computer seperti mouse, keyboard, pemindai gambar, camera digital, printer,

harddisk dan komponen network, USB kini telah menjadi standar bagi peralatan

multimedia seperti pemindai gambar dan camera digital. Versi terbaru USB adalah

versi 3.0. perbedaan palin mencolok antara versi lama dan baru adalah kecepatan
18

transfer yang jauh meningkat. Kecepatan transfer data USB dibagi tiga, antara

lain:

a. Hige speed data dengan frekuensi clock 480.00 Mb/s dan toleransi

pensinyalan data pada -/+ 500ppm.

b. Full speed data dengan frekuensi clock 12.00 Mb/s dan toleransi

pensinyalan data pada -/+0.25% atau 2.500ppm.

c. low speed data dengan frekuensi clock 1.50 Mb/s dan toleransi

pensinyalan data pada -/+1.5% atau 1.500ppm.

2.2.4 SIM800L

SIM800L adalah salah satu module GSM/GPRS serial yang dapat

digunakan bersama Arduino.

Module SIM800L memiliki 12 pin header, 6 pin ada di sisi kanan dan 6 pin ada di

sisi kiri. Bentuk SIM800L dapat dilihat pada gambar 2.2.

Berikut adalah definisi pin module SIM800L yaitu:

1. NET = Antena

2. VCC = +3.7-4.2v

3. RST = Reset

4. TDX = Tx Data Serial

5. GND = Ground

6. RXD = Rx Data Serial

7. RING when call oncoming

8. DTR
19

9. MICP = Microphone +

10. MICN = Microphone -

11. SPKP = Speaker +

12. SPKN = Speaker –

(Sumber : [Link])

Gambar 2.2. Bentuk fisik SIM800L. (Sumber : [Link])

2.2.5 Buzzer

Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk

mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja

Buzzer hampir sama dengan ioud speaker, jadi Buzzer juga terdiri dari kumparan

yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus

sehingga menjadi electromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau

keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karna kumparan di

pasang pada diafrgma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakan

diafragma secara bolak balik sehingga membuat udara bergetar yang akan

menghasilkan suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indicator bahwa proses telah

selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm). Bentuk buzzer dapat

dilihat pada gambar 2.3.


20

Gambar 2.3. Bentuk fisik Buzzer (Sumber:[Link]

2.2.6 Trafo Step Down

Trafo Step Down merupakan alat untuk menurunkan tegangan listrik untuk

menghasilkan tegangan yang lebih kecil sesuai dengan kebutuhan elektronik,

kegunaannya dapat di pakai hampir di semua perangkat elektonika seperti

amplifier,radio,charger,gadget,booster dan lain-lain.

Trafo Step Down memiliki jumlah kumparan sekunder yang lebih sedikit

dibandingkan dengan jumlah kumparan primernya. Sesuai dengan konstruksi

dasar transformator, trafo step down terdiri dari lilitan kumparan kawat email

dengan diameter tertentu yang di lapisi oleh kawat email agar tumpukan lilitan

kumparan tidak terhubung langsung satu sama yang lain yang dapamengakibatkan

terjadinya hubungan singkat, baik itu pada kumparan primernya maupun pada

kumparan sekundernya. Bentuk Trafo Step Down dapat dilihat pada gambar 2.4.

.
21

Gambar 2.4. Bentuk fisik Trafo Step Down.(Sumber: [Link]

[Link])

Berikut Spesifikasi Trafo Step Down:

Input voltage: DC 7- 24V

Output voltage: DC 5V

Output current: 4A (short time) 3A (continuous)

Conversion efficiency: 96% (MAX)

Switching frequency: 340KHz

Output ripple: 30mV (max)

Load regulation: 0.5%

Voltage regulation: 2.5%

Operating Temperature: -40 C to +85 C

Proteksi: Overcurrent / Short Circuit 5A

(Sumber : [Link]
22

2.2.7 Sensor Asap MQ-2

Sensor Asap MQ-2 ini mengandung material Tin dioxide(SnO2) yang

sangat sensitive dalam mendeteksi kandungan gas dalam udara. Sensor MQ-2 ini

biasa digunakan untuk mendeteksi kebocoran gas baik di rumah maupun di

industri. Gas yang dapat dideteksi diantaranya LPG, i-butane, propane, metana,

alcohol, hydrogen dan asap.

Prinsip kerja sensor MQ-2 ini bekerja memakai prinsip chemoresistor,

konduktifitas sensor akan berubah dengan adanya unsur kimia (dari gas) yang

bekerja pada permukaan lapisan sensor (dalam hal ini SnO2). Perubahan

konduktifitas tersebut di karnakan perubahan atau perpindahan electron-electron

valensi pada atom-atom lapisan sensor akibat adanya reaksi dengan gas-gas

reaktan (gas pereduksi). Reaksi yang terjadi adalah reaksi oksidasi-

reduksi(redoks). (Sumber : [Link])

Bentuk sensor MQ-2 dapat dilihat pada gambar 2.5.

Gambar 2.5. Bentuk fisik Sensor Asap MQ-2.(Sumber :

[Link])
23

Spesifikasi sensor pada sensor asap dan gas MQ-2 adalah sebagai berikut:

1. Catu daya pemanas : 5V AC/DC

2. Catu daya rangkaian : 5VDC

3. Range pengukuran :

200 - 5000ppm untuk LPG, propane

300 - 5000ppm untuk butane

5000 - 20000ppm untuk methane

300 - 5000ppm untuk Hidrogen

4. Luaran : analog (perubahan tegangan)

Sensor ini dapat mendeteksi konsentrasi gas yang mudah terbakar di

udara serta asap dan keluarannya berupa tegangan analog. Sensor dapat mengukur

konsentrasi gas mudah terbakar dari 300 sampai 10.000 .sensor ppm dapat

beroperasi pada suhu dari -20°C sampai 50°C dan mengkonsumsi arus kurang dari

150 mA pada 5V. (Sumber : [Link])

2.2.8 Sensor Api (Flame Sensor)

Flame Sensor adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi dapat

mendeteksi nyala api dengan panjang gelombang 760nm – 1100nm. Sensor nyala

api ini mempunyai sudut pembacaan 60 derajat, dan beroperasi pada suhu -25

derajat -85 derajat. Dan jarak pembacaan antara sensor dan objek yang dideteksi

tidak boleh terlalu dekat, untuk menghindari kerusakan sensor.


24

Analog output (A0): Real-time sinyal tegangan output pada tahan panas.

Dengan pin Analog Output ini kita bisa memperkirakan letak api karena

pembacaan sensor ini yaitu 60 derajat. Dengan memasang sensor secara parallel,

kita bisa memperkirakan kira – kira posisi api dimana, meskipun tidak terlalu

akurat.

Digital output (D0): Jika suhu mencapai batas tertentu, output akan tinggi

dan rendah ambang sinyal disesuaikan melalui potensiometer. Dengan pin Digital

Output kita hanya bisa tahu ada api atau tidak namun kita tidak bisa mengetahui

letak api.

Tegangan input untuk pin Analog adalah 5V dan jika menggunakan pin

digital dapat menggunakan tegangan 3.3V.(Sumber:[Link]

)Bentuk flame sensor dapat dilihat pada gambar 2.6.

Gambar 2.6. Bentuk fisik flame sensor.(Sumber:[Link])


25

2.2.9 Breadboard

Solderless breadboard atau singkatnya breadboard, atau ada yang

menyebutnya protoboard, adalah papan yang berisi lobang dan sambungan yang

disusun sedemikian rupa yang digunakan untuk membuat rangkaian elektronik

tanpa perlu menyolder. Tanpa breadboard, kita harus menyambung kaki-kaki

komponen dengan kabel atau menyoldernya di atas PCB. Untuk kebutuhan

pembuatan prototype atau belajar Arduino hal tersebut tidak efisien. (referensi :

[Link]) Bentuk breadboard dapat dilihat pada gambar 2.7 berikut:

Gambar 2.7. Bentuk fisik breadboard. (referensi : [Link])

Spesifikasi : Memiliki konduktor dari tembaga sehingga kualitas

konduktornya sangat baik & tidak mudah kendor. Memiliki ukuran 47x35x8.5mm

dengan 170 pin yang terdiri dari dua jalur vertikal dan horizontal.

2.2.10. Adaptor

Adaptor adalah sebuah rangkaian yang berguna untuk mengubah tegangan

AC yang tinggi menjadi DC yang [Link] merupakan sebuah alternatif


26

pengganti dari tegangan DC karena penggunaan tegangan AC lebih lama dan

setiap orang dapat menggunakannya asalkan ada aliran listrik di tempat tersebut.

Adaptor juga banyak digunakan dalam alat sebagai catu daya,

layaknya amplifer, radio, pesawat televisi mini dan perangkat elektronik lainnya.

(sumber : [Link] ). Bentuk adaptor dapat dilihat pada gambar 2.8

berikut :

Gambar 2.8. Bentuk fisik Adaptor (sumber : [Link] ).

Spesifikasi :

1. INPUT : 220V - 240V 50Hz

2. OUTPUT : 3V - 12V

3. CURRENT : 500 mA

Anda mungkin juga menyukai