0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan11 halaman

Jenis dan Prinsip Kerja Termometer

Termometer adalah alat untuk mengukur suhu yang terdiri dari pipa kaca berisi cairan yang naik atau turun sesuai dengan perubahan suhu. Ada tiga jenis termometer utama yaitu termometer air raksa, termokopel, dan termometer digital yang bekerja dengan mendeteksi perubahan volume cairan, tegangan listrik, atau tahanan seiring perubahan suhu. Termometer menggunakan berbagai skala suhu seperti Celcius, Fahrenheit, dan Kelvin dengan tit

Diunggah oleh

Katherine Cindi A.S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan11 halaman

Jenis dan Prinsip Kerja Termometer

Termometer adalah alat untuk mengukur suhu yang terdiri dari pipa kaca berisi cairan yang naik atau turun sesuai dengan perubahan suhu. Ada tiga jenis termometer utama yaitu termometer air raksa, termokopel, dan termometer digital yang bekerja dengan mendeteksi perubahan volume cairan, tegangan listrik, atau tahanan seiring perubahan suhu. Termometer menggunakan berbagai skala suhu seperti Celcius, Fahrenheit, dan Kelvin dengan tit

Diunggah oleh

Katherine Cindi A.S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH ALAT-ALAT UKUR FISIKA

“ TERMOMETER “

Dosen Pengampu :
Drs. Khairul Amdani, [Link]

DISUSUN OLEH :
NAMA : Elviana Br Barus

NIM : 4231121012

KELAS : PSPF 2023 A

PROGRAM STUDI SI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGRI MEDAN
2023

1
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. atas rahmat dan karunia-Nya
sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporam yang berjudul “ TERMOMETER “
pada mata kuliah Alat-Alat Ukur Fisika, juga berfungsi sebagai pendalaman materi serta
menambah wawasan mengenai hal yang dibahas di dalamnya.

Penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak yang ikut berpartisipasi dalam
pembuatan laporan ini, terkhusus kepada Bapak Drs. Khairul Amdani , [Link]., selaku
Dosen Mata Kuliah AlatAlat Ukur Fisika yang telah membimbing dalam penyusunan
laporan [Link] menyadari jika laporan ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
terdapat beberapa kesalahan di dalamnya. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran
yang membangun untuk menjadi bahan evaluasi dalam memperbaiki laporan ini ke
depannya.

Medan, November 2023

Elviana Br Barus

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................... 2
DAFTAR ISI .................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 4
1.1 LATAR BELAKANG .............................................................................. 4
1.2 RUMUSAN MASALAH ......................................................................... 4
1.3 TUJUAN PENELITIAN .......................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 5
2.1 PENGERTIAN TERMOMETER ............................................................ 5
2.2 JENIS – JENIS TERMOMETER DAN PRINSIP KERJANYA ............. 5
2.3 SKALA DAN KONVERSI ANTAR SKALA TERMOMETER ............. 7
BAB III PENUTUP ........................................................................................ 10
3.1 KESIMPULAN ........................................................................................ 10
3.2 SARAN .................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 11

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Termometer adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengukur tingginya suhu suatu
benda dengan cepat dan dapat menyatakannya dengan angka. Termometer sengaja dibuat untuk
mempermudah aktivitas manusia, contohnya dalam mengukur suhu suatu tempat supaya manusia
bisa menyiapkan apa-apa yang dibutuhkan agar dia bisa bertahan tinggal di tempat itu.
Karya yang luar biasa ini dicetuskan oleh empat Fisikawan, yaitu Andreas Celcius dari
Swedia, Lord Kelvin dari Inggris, Daniel Gabriel Fahrenheit dari Jerman, dan Reamur dari
Prancis. Celcius menetapkan air membeku pada 0oC (titik bawah) dan menetapkan air mendidih
pada 100oC (titik atas), Kelvin menetapkan air menbeku pada 273 K (titik bawah) dan menetapkan
air mendidih pada 373 K (titik atas), Fahrenheit menetapkan air membeku pada 32oF (titik bawah)
dan menetapkan air mendidih pada 212oF (titik atas), sedangkan Reamur menetapkan air
membeku 0oR (titik bawah) dan menetapkan air mendidih pada 80oR (titik atas).
Selain dari keempat Fisikawan tersebut, kita juga bisa membuat thermometer dalam
bentuk yang sangat sederhana dan bisa digunakan untuk mengukur suhu suatu benda walaupun
tidak terlalau tepat.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa Pengertian Termometer ?
[Link] Jenis – Jenis Termometer dan Prinsip Kerjanya ?
[Link] saja Skala – Skala dan Konversi antar Suhu Termometer ?

1.3 TUJUAN
1. Untuk Mengetahui Pengertian Termometer
[Link] Mengetahui apa saja Jenis – Jenis Termometer dan Prinsip Kerjanya
3. Untuk Mengetahui apa saja Skala – Skala dan Konversi antar Suhu Termometer.

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN TERMOMETER


Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu, atau alat yang digunakan untuk
menyatakan derajat dingin dan panasnya suatu [Link] juga merupakan alat yang di
gunakan untuk mengukur suhu benda dengan tepat dan menyatakannya dengan angka disebut
[Link] termometer biasanya terdiri dari sebuah pipa kaca berongga yang berisi zat
cair ( alcohol atau air raksa ), dan bagian atas cairan adalah ruang hampa udara.
Termometer dibuat berdasarkan prinsip bahwa volume zat cair akan berubah apabila
dipanaskan atau didinginkan. Volume zat cair akan bertambah apabila dipanaskan sedangkan
apabila didinginkan akan berkurang. Naik atau turunnya cairan tersebut digunakan sebagai
acuan untuk menentukan suhu suatu benda.
Untuk lebih memahami prinsip kerja thermometer, panaskan air didalam tabung sampai
mendidih kemudian amati dengan teliti air tersebut. Tentu tidak lama kemudian kamu aan
melihat bahwa zat cair dalam pipa kaca naik mencapai titik tertentu. Perubahan volume zat cair
dalam pipa dapat digunakan untuk mengukur suhu.

2.2 JENIS – JENIS TERMOMETER DAN PRINSIP KERJA


A. TERMOMETER AIR RAKSA
Termometer air raksa umumnya menggunakan skala suhu Celsius dan Fahrenheit. Celsius
memakai dua titik penting pada skalanya: suhu saat es mencair dan suhu penguapan air. Es
mencair pada tanda kalibrasi yang sama pada thermometer yaitu pada uap air yang mendidih.
Saat dikeluarkan termometer dari uap air, ketinggian air raksa turun perlahan. Ini berhubungan
dengan kecepatan pendinginan (dan pemuaian kaca tabung). Jadi pengukuran suhu celsius
menggunakan suhu pencairan dan bukan suhu pembekuan.
Titik didih Celcius yaitu 0 °C (212 °F) dan titik beku pada 100 °C (32 °F). Tetapi peneliti lain -
Frenchman Jean Pierre Cristin mengusulkan versi kebalikan skala celsius dengan titik beku pada
0 °C (32 °F) dan titik didih pada 100 °C (212 °F). Dia menamakannya Centrigade.
Cara kerja Termometer Air Raksa: Alat ini terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material
kaca dengan kandungan air raksa di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat
sedemikian rupa sehingga hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang
naik ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan
skala yang telah ditentukan. Adapun cara kerja secara umum adalah sebagai berikut :
1. Sebelum terjadi perubahan suhu, volume air raksa berada pada kondisi

5
2. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon air raksa dengan perubahan
volume
3. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun
4. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan.

B. TERMOKOPEL
Termokopel adalah sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah perbedaan suhu
dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik (voltase). Termokopel yang sederhana dapat
dipasang, dan memiliki jenis konektor standar yang sama, serta dapat mengukur temperatur
dalam jangkauan suhu yang cukup antara -200°C sampai 1800°C dengan batas kesalahan
pengukuran kurang dari 1 °C.
Prinsip kerja termokopel secara sederhana berupa dua buah kabel dari jenis logam yang
berbeda ujungnya, hanya ujungnya saja, disatukan (dilas). Titik penyatuan ini disebut hot
junction. Prinsip kerjanya memanfaatkan karakteristik hubungan antara tegangan (volt) dengan
temperatur. Setiap jenis logam, pada temperatur tertentu memiliki tegangan tertentu pula. Pada
temperatur yang sama, logam A memiliki tegangan yang berbeda dengan logam B, terjadilah
perbedaan tegangan (kecil sekali, miliVolt) yang dapat dideteksi.
Jika sebuah batang logam dipanaskan pada salah satu ujungnya maka pada ujung tersebut
elektron-elektron dalam logam akan bergerak semakin aktif dan akan menempati ruang yang
semakin luas, elektron-elektron saling desak dan bergerak ke arah ujung batang yang tidak
dipanaskan. Dengan demikian pada ujung batang yang dipanaskan akan terjadi muatan positif.

C. TERMOMETER DIGITAL
Fungsi Termometer Digital
Termometer merupakan salah satu alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui suhu objek
(benda/tubuh).
Prinsip kerja Termometer Digital
Termometer digital, biasanya menggunakan termokopel sebagai sensomya untuk membaca
perubahan nilai tahanan. Secara sederhana termokopel berupa dua buah kabel dari jenis logam
yg berbeda yang ujungnya, hanya ujungnya saja, disatukan (dilas). Titik penyatuan ini disebut
hot junction.
Prinsip kerjanya memanfaatkan karakteristik hubungan antara tegangan (volt) dengan
temperatur. Setiap jenis logam, pada temperatur tertentu memiliki tegangan tertentu pula. Pada
temperatur yang sama, logam A memiliki tegangan yang berbeda dengan logam B, terjadilah
beda tegangan (kecil sekali, miliVolt) yang dapat dideteksi. Jadi dari input temperatur

6
lingkungan setelah melalui termokopel terdeteksi sebagai perbedaan tegangan (volt). Beda
tegangan ini kemudian dikonversikan kembali nilai arusnya melalui pengkomparasian dengan
nilai acuan dan nilai offset di bagian komparator, fungsinya untuk menerjemahkan setiap satuan
amper ke dalam satuan volt kemudian dijadikan besaran temperatur yang ditampilkan melalui
layar/monitor berupa seven segmen yang menunjukkan temperatur yang dideteksi oleh
termokopel.

D. TERMOMETER GAS
Pada prinsipnya jika suhu naik, tekanan gas naik dan dihasilkan beda ketinggian yang lebih
besar pada termometer Bahan, konstruksi, dan ukuran termometer ini digunakan berbeda-beda
danbergantung pada sifat gas serta jangka temperatur dipakainya termometer itu. Gas di
masukan ke dalam tabung yang biasanya terbuat dari platina atau lakur platinayang dihubungkan
oleh pipa kapiler dengan kolom air raksa. Volum gas dipertahankan supaya tetap dengan
mengatur tinggi kolom air raksa sampai permukaan air raksa menyentuh ujung jarum penunjuk
dalam ruang yangdikenal sebagai ruang buntu. Kolom air raksa diatur dengan menaikkan
ataumenurunkan tandon. Perbedaan tinggi H antara kedua kolom air raksa diukurketika tabung
dikelilingi oleh sistem yang temperaturnya akan diukur, dan ketika dikelilingi oleh air pada titik
tripelnya.

E. PIROMETER
Pirometer adalah sebuah termometer yang sangat akurat yang mengukur suhu benda dengan
jalan mengukur besarnya radiasi total atau radiasi pada salah satu panjang gelombang. Pirometer
dapat mengukur suhu yang sangat tinggi (kira-kira 500°C - 3000°C). Secara teori, suatu benda
yang panas akan memancarkan radiasi dan cahaya disekelilingnya, semakin tinggi suhu benda
tersebut maka makin besar radiasi dan intensitas cahaya yang dipancarkan.
Besarnya radiasi dan intensitas cahaya ini tergantung dari suhu benda dan dari Warna atau
panjang gelombang sinar yang dipancarkan. Dengan mengukur radiasi total atau radiasi pada
salah satu panjang gelombang maka temperature benda akan dapat ditentukan tanpa menyentuh
benda tersebut, bahkan jika kita berdiri agak jauh dari benda tersebut.

2.3 SKALA – SKALA DAN KONVERSI ANTAR SUHU TERMOMETER


A. SKALA SUHU
Suhu merupakan derajat panas atau dinginnya suatu benda. Alat ukur suhu adalah termometer
yang berbahan dasar air raksa (Hg). Air raksa digunakan sebagai pengukur suhu sebab memiliki
titik didih yang sangat ralkoho
Termometer dibedakan berdasarkan jenis zat ukur, yakni termometer raksa, termometer
alkohol, dan termometer [Link] berdasarkan cara memakainya, termometer
dibedakan menjadi empat, yakni termometer laboratorium, termometer ruang, termometer klinis,
dan termometer Six.

7
Terdapat empat skala suhu yang digunakan termometer yakni Celsius (°C), Reamur (°R),
Fahrenheit (H), dan Kelvin (K).Skala Celsius dan Fahrenheit banyak ditemukan di kehidupan
sehari-hari, sedangkan skala suhu yang ditetapkan sebagai Satuan Internasional (SI) adalah
Kelvin.

B. SKALA DAN KONVERSI ANTAR SUHU


Di bawah ini tabel titik tetap bawah, atas, dan jumlah skala Celsius, Reamur, Fahrenheit, dan
Kelvin

Konversi antara empat skala suhu ditunjukkan dalam tabel berikut.

C. CARA MENGHITUNG KONVERSI SKALA SUHU


Berikut ini cara menghitung konversi skala suhu dengan rumus dan contoh soalnya.
1. Celcius ke Fahrenheit
Rumus Celcius ke Fahrenheit:
°C = 5/9 x (°F - 32) Atau bisa juga dengan rumus: °F = (9/5 x °C) + 32.

8
2. Celcius ke Reamur
Rumus Celsius ke Reamur:
°C = 5/4 x °R atau °R = 4/5 x °C
3. Celcius ke Kelvin
Rumus Celsius ke Kelvin:
°C = °K - 27 atau ^ K=^ C + 273
4. Reamur ke Fahrenheit
Rumus Reamur ke Fahrenheit:
° R = 4/9 (°F-32) atau °F = (9/4 x °R) +32

9
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu, atau alat yang digunakan untuk
menyatakan derajat dingin dan panasnya suatu benda.
Jenis-Jenis Termometer
[Link] menurut isinya dibagi menjadi:
a) termometer cair
b) termometer padat
c) termometer digital
[Link] berdasarkan penggunaannya:
a) termometer klinis
b) termometer laboratorium:
c) thermometer ruangan
d) thermometer digital
e) Termokpel

3.2 SARAN
Dalam melakukan pengukuran suhu badan harus di perhatikan alat ukur yang di gunakan
karena alat ukur termometer ada beberapa macam sesuai dengan daerah tubuh yang akan di ukur
suhunya.

10
DAFTAR PUSTAKA

Prayitno , Teguh . 2020. SERI PENEMUAN TERMOMETER. Jakarta : Alprin

Wibawa,dkk .2007. Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung : Yudhistira

11

Anda mungkin juga menyukai