0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan11 halaman

Analisis Kecurangan Akuntansi di LPD Tabanan

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pengendalian intern kas, kesesuaian kompensasi, dan moralitas individu terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi pada LPD di Tabanan. Survei dilakukan pada 36 pegawai LPD dengan regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan ketiga faktor berpengaruh negatif signifikan terhadap kecenderungan fraud akuntansi.

Diunggah oleh

Ayak Pietra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan11 halaman

Analisis Kecurangan Akuntansi di LPD Tabanan

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pengendalian intern kas, kesesuaian kompensasi, dan moralitas individu terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi pada LPD di Tabanan. Survei dilakukan pada 36 pegawai LPD dengan regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan ketiga faktor berpengaruh negatif signifikan terhadap kecenderungan fraud akuntansi.

Diunggah oleh

Ayak Pietra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis Article History

Vol. 9 No. 1, July 2021, 25-35 Received 10 May, 2021


E-ISSN: 2548-9836 Accepted 22 July, 2021

Analisis Faktor yang Berpengaruh pada Kecenderungan


Kecurangan Akuntansi (Fraud): Studi pada LPD
Kecamatan Tabanan

Putu Dian Pradnyanitasari, Ni Made Intan Priliandani, I Ketut Puja Wirya Sanjaya

Universitas Warmadewa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Jalan Terompog No. 24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Timur, Bali 80239
E-mail: dianpradnya@[Link], intanpriliandani88@[Link], pujaws@[Link]

Abstrak

Tujuan dilakukannya penulisan ini adalah menguji pengaruh kesesuaian kompensasi, pengendalian internal kas
dan moralitas individu pada kecenderungan kecurangan akuntansi (fraud). Terdapat 36 responden yang
merupakan pekerja di LPD Kabupaten Tabanan dengan menggunakan purposive sampling dan analisis regresi
linier berganda digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian. Penelitian memperoleh hasil semua faktor yang
diuji memiliki pengaruh negative terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (fraud).

Kata Kunci: Pengendalian Intern Kas, Kesesuaian Kompensasi, Moralitas Individu, Kecenderungan
Kecurangan Akuntansi
Abstract

The purpose of this paper is to examine the influence of the suitability of compensation, internal control of cash
and individual morality to the tendency of the accounting fraud (fraud). There were 36 respondents who were
workers in LPD Tabanan Regency using purposive sampling and multiple linear regression analysis was used to
answer the research hypothesis. The study found that all the factors tested had a negative effect on the tendency
of accounting fraud (fraud).

Keywords: Internal Cash Control, Compensation Suitability, Individual Morality, Tendency of


Accounting Fraud
dan perusakan dokumen asli. Tindakan
1. Pendahuluan penyimpangan ini merupakan salah satu tindakan
kecurangan akuntansi.
Fraud dapat didefinisikan sebagai kecurangan,
dimana kondisi ini dapat pada setiap sector baik Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai satu
pemerintahan maupun swasta. Tindakan fraud dapat organisasi keuangan yang dibentuk dari kegiatan
memberikan keunggulan pada pihak yang organisasi masyarakat atas dasar aktifitas kegiatan
melakukannya, dan tentunya akan memberikan efek ekonomi masyarakat di Bali yaitu sekaa. Kegiatan
buruk pada rusaknya reputasi usaha, organisasi serta yang biasanya dilakukan oleh LPD adalah
kerugian dan kerusakan moral pihak yang terkait. menghimpun serta menyalurkan dana untuk anggota
Seseorang melakukan fraud cenderung disebabkan dari kelompok tersebut. Hasil yang dicapai oleh
karena adanya kesempatan untuk melakukan fraud keberhasilan pengelolaan LPD yang baik maka akan
dan faktor individu lainnya. Kecurangan yang sering semakin kokohnya adat dan budaya suatu desa.
terjadi diantaranya adanya hal yang menyimpang Sebagai organisasi atau lembaga di bidang keuangan
dalam penyampaian laporan keuangan dengan LPD dapat menghimpun dan menyalurkan dana
menyajikan laporan yang tidak handal dan relevan. kepada masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan
Indikasi ini dapat dilakukan dengan membuat ayat LPD sebaiknya menggunakan system pengendalian
jurnal yang salah serta tidak terdapatnya internal yang baik. Pencegahan yang bisa dilakukan
penyesuaian otorisasi dari pihak manajemen dengan untuk meminimalisasi adanya kecurangan akuntansi
rincian serta penjelasan pendukung maupun (Fraud) adalah dengan dirancangnya suatu sistem
pengeluaran yang tidak didukung oleh dokomen pengendalian internal yang efektif. Wilopo (2006)
pendukung, faktur yang dibuat ganda, penghancuran
25 | Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 9 No.1, July 2021, 25-35 | E-ISSN: 2548-9836
mengungkapkan dengan keefektifitasan dalam LPD apakah berpengaruh terhadap perilaku yang
melakukan pengendalian intern akan mampu menyebabkan pengurus LPD melakukan tindakan
meminimalisasi kecenderungan kecurangan kecurangan akuntansi (Fraud).
akuntansi.

Pengendalian kas adalah hal yang penting bagi 2. Tinjauan Pustaka


perusahaan. Hal ini karena kas merupakan harta Teori Agensi
suatu perusahaan yang likuid dan relatif besar Teori menjelaskan mengenai hubungan pihak
jumlahnya. Berdasarkan hal tersebut maka kas dari principal dengan pihak pelaksana operasional
suatu perusahaan harus dijamin keamanannya. perusahaan (manajemen). Prinsipal memberi
Pengendalian intern pada tulisan ini akan berfokus kewenangan penuh kepada agen dalam hal teknis
pada pengendalian intern kas. Kas merupakan alat pengelolaan perusahaan, sehingga principal tidak
transaksi yang hampir selalu ada di setiap transaksi boleh ikut mencapuri. Menariknya hubungan antara
selain itu kas bersifat mudah untuk agen dan prinsipal adalah dalam hal pengawasan
dipindahtangankan dan dimanipulasi. dari prinsipal, tidak mungkin hubungan kerjasama
ini tidak memiliki masalah. Teori keagenan
Selain itu Thoyibatun (2009) mengungkapkan memiliki tujuan dalam menganalisis serta
bahwa kecenderungan kecurangan akuntansi dapat memperoleh solusi jika terjadi konflik antara kedua
berpengaruh pada kesesuain kompensasi. pihak tersebut. Individu dalam teori ini akan
Kompensasi berkaitan erat dengan penghargaan, diasumsikan selalu dapat bertindak untuk
dimana sangat berkaitan dengan reward kepada kepentingan dirinya. Pihak yang ditunjuk
karyawan atas jasa ataupun prestasi yang telah melaksanakan organisasi akan menggunakan
meningkatkan reputasi organisasi. Dengan wewenangnya untuk dapat memperoleh
kompensasi yang adil maka diharapkan setiap keuntungan mereka sendiri sehingga kepentingan
karyawan merasa puas atas reward yang diperoleh prinsipal terpinggirkan. Organisasi akan selalu
dan menyebabkan berkurangnya Tindakan yang memiliki konflik kepentingan diantara para pihak
berkaitan dengan kecurangan akuntansi yang dapat yang terkait, maka muncullah konflik antar agen.
menguntungakan diri pribadi mereka. Konflik kepentingan yang berbeda antara agen dan
prinsipal tersebutlah yang dapat memunculkan
Tindakan penyelewengan atau kecurangan adanya kecendruangan kecurangan akuntansi
akuntansi berhubungan dengan etika. Seseorang (fraud). Karena manajemen dengan wewenangnya
dengan etika yang baik cenderung menunjukkan dapat melakukan hal-hal yang cenderung dapat
moral yang bagus, sedangkan sebaliknya individu merugikan perusahaan.
yang memiliki etika yang tidak baik maka Kecurangan Akuntansi (Fraud)
cenderung akan memiliki moral yang tidak baik. Tunggal (2012) mendefinisikan fraud atau
Semakin tinggi penalaran atas moral yang dimiliki kecurangan akuntansi adalah sebuah trik
seseorang makan akan mengurangi sikap untuk kecurangan yang dilakukan secara terencana dan
melakukan kecurangan akuntansi (Wilopo, 2006). bermaksud untuk memperoleh keuntungan atau hak
seseorang. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI, 2012)
Belakangan ini sejumlah LPD di wilayah Tabanan memberikan definisi atas kecurangan sebagai,
mengalami masalah. LPD Tabanan merupakan pertama penyajian tidak tepat yang timbul atas
salah satu LPD yang mengalami masalah. Ratusan kecurangan dalam laporan asset dengan tujuan
nasabah tidak bisa menarik tabungannya karena kas menipu pengguna laporan keuangan, dan kedua
yang tersisa hanya 60 juta. Menguapnya dana ini, kesalahan penyajian yang muncul atas penggunaan
diduga karena diselewengkan oleh oknum pengurus yang kurang tepat atas asset sehingga
LPD tersebut. Padahal LPD kota Tabanan memiliki mengakibatkan penyajian laporan berbeda dengan
nasabah yang cukup banyak, karena mencakup 24 pedoman prinsip akuntansi berlaku umum.
banjar adat yang ada di Desa Pekraman kota Pengendalian Intern Kas
Tabanan. Dengan latar belakang yang telah Pengendalian intern kas memiliki tuhuan untuk, a)
disebutkan diatas maka penelitian yang berkaitan terdapat pemisahan tugas yang dilakukan agar kas
dengan pengaruh pengendalian intern kas, dapat lebih terjaga keamanannya dari segala
kesesuaian kompensasi dan moralitas individu penyelewengan, b) setiap penggunaan kas akan
sangat tertarik untuk dilakukan dengan dicatat dan diotoritas dengan baik. Pengendalian
menggunakan LPD kecamatan Tabanan sebagai intern kas berupaya untuk memperoleh persetujuan
objek penelitian. Hasil yang diharapkan dari atas transaksi yang telah terjadi sehingga dapat
penelitian ini adalah untuk menjawab apakah dicatat dengan tepat sehingga pelaksana yang
terdapat ketimpangan dari perilaku pengurus LPD ditunjuk dapat mengcroscek setiap informasi
dari sisi pengendalian intern kas yang mereka tentang transaksi dengan benar, c) menyediakan kas
lakukan, dan kesesuaian kompensasi yang mereka ditangan yang cukup. Kas ditangan yang sesuai
peroleh serta moralitas masing-masing pengurus
26 | Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 9 No.1, July 2021, 25-35 | E-ISSN: 2548-9836
dapat menyebabkan perusahaan unruk mengatur tunjangan (Hariandja, 2002). Kompensasi memiliki
keuangannya dengan baik, dan d) meminimalisasi pengaruh negatif pada fraud (Anggraeni, 2015).
kehilang kas. Pengendalian intern kas yang baik Penjelasan diatas dapat terjadi karena kompensasi
akan membantu manajemen dalam pengambilan yang tepat akan memicu karyawan dalam
keputusan. peningkatan kinerja mereka, namun bila
Kesesuaian Kompensasi kompensasi dirasa tidak sesuai akan membuat
Kompensasi merupakan imbalan yang diperoleh karyawan untuk bertindak fraud.
pegawai sebagai pengganti jasa yang mereka H2: Kompensasi memiliki pengaruh negatif
berikan kepada perusahaan (Mondy, 2008). terhadap terjadinya kecurangan akuntansi pada
Penggabean (2004) juga memberikan pendapatnya LPD Kecamatan Tabanan.
mengenai kompensasi yang merupakan reward
kepada karyawan sebagai imbal balik atas jasa yang Penalaran moral setiap individu memiliki level
diberikan kepada perusahaan. Kompensasi yang berbeda yang mana hal tersebut dipengaruhi
bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara oleh perilaku indivisu tersebut (Liyanarachchi dan
pihak principal dan manajemen yang nantinya akan Newdick, 2009). Individu yang tanpa moral akan
berdampak pada ikatan kerja, stabilitas karyawan dikatakan minus nilai positif dalam dirinya bagi
dan kepuasan kerja manaemen. individu lainnya dan akan memungkinkan untuk
Moralitas Individu terjadinya kecurangan. Saputra, Dharmawan, dan
Moral merupakan sikap maupun tingkah laku Purnawati (2015) menyatakan bahwa MI memiliki
yang dimiliki seorang dalam beraktivitas sehari- pengaruh negatif terhadap terjadinya kecurangan
hari dan berkaitan dengan orang lain. Moralitas akuntansi. pendapat tersebut karena individu tanpa
merupakan bagian yang mendasar pada penilaian moral dalam dirinya maka individu itu akan dilihat
dari setiap sikap maupun suatu tindakan yang tidak memiliki hal baik dalam dirinya dan
diambil oleh individu. Moralitas individu cenderung untuk melakukan kecurangan.
menjelaskan level penalaran moral individu, yang
memiliki pengaruh terhadap tiap perilaku individu H3: Moralitas Individu memiliki pengaruh
(Puspasari, 2012). negatif terhadap terjadinya kecurangan akuntansi
Rumusan Hipotesis dan Kerangka pada LPD Kecamatan Tabanan.
Konseptual
Tunggal (2010) menyatakan bahwa Berdasarkan ketiga rumusan hipotesis
perusahaan-perusaaan yang melaksanakan tersebut, dibentuklah sebuah kerangka konsep.
pengendalin intern dalam perusahaannya akan Selanjutnya akan dijelaskan mengenai kerangka
membantu mereka dengan mudah mengecek konseptual pada penelitian ini:
adanya kecurangan akuntansi yang terjadi,
sehingga mampu mengecek adanya kecurangan
sedini mungkin. Apabila perusahaan mempunyai
pengedalian intern kas yang kurang memadai hal Pengendalian
ini akan memunculkan hambatan dengan adanyaa Intern Kas
H1
kesalahan yang akhirnya memberikan informasi
akuntansi sebagai hasil dari system akuntansi, yang
Kesesuaian H2 Kecenderungan
menyebabkan kualitasnya menjadi tidak baik dan Kompensasi Kecurangan
memberikan pengaruh pada ketepatan pengambilan Akuntansi (Fraud)
keputusan. System pengendalian intern yang baik H3
Moralitas Individu
dapat memperkecil celah timbulnya kecurangan
yang mampu merugikan perusahaan dan
menguntungkan bagi si pelaku kecurangan. Husna
(2013) menyebutkan pengendalian intern atas kas
mampu berpengaruh terhadap upaya pencegahan Gambar 1 Kerangka Konseptual Penelitian
fraud. Semakin efektif pengendalian intern maka
Sumber: Penulis
dapat mencegah terjadinya kecenderungan
kecurangan akuntansi perusahaan.
H1: Pengendalian Intern Kas memiliki 3. Metode Penelitian
pengaruh negatif terhadap Kecurangan Akuntansi
pada LPD Kecamatan Tabanan. Lokasi yang digunakan pada penelitian ini adalah
LPD yang berada di Kecamatan Tabanan pada
Reward yang diperoleh pegawai merupakan tahun 2019. Pengendalian Intern Kas (X1),
kompensasi atas jasa mereka terhadap perusahaan Kesesuaian Kompensasi (X2) dan Moralitas
(Panggabean, 2004). Kompensasi yang diberikan Individu (X3) merupakan variabel independent
berupa uang dalam bentuk upah, bonus serta yang digunakan pada penelitian ini. Sedangkan

27 | Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 9 No.1, July 2021, 25-35 | E-ISSN: 2548-9836
variabel dependen adalah Kecenderungan Panggabean (2004) menyatakan bahwa kompensasi
Kecurangan Akuntansi (Fraud) (Y). Kuesioner merupakan suatu penghargaan untuk pegawai atas
dibuat dengan menampilkan pertanyaan yang jasa kepada organisasi. Kompensasi juga dapat
menggunakan skala likert dengan 5 opsi skor STS diartikan sebagai balas jasa kepada pegawai atas
untuk skor 1, TS untuk skor 2, N untuk skor 3, S pelaksanaan pekerjaan mereka pada organisasi
untuk skor 4 serta SS untuk skor 5. berupa upah dalam bentuk gaji, bonus, tunjangan
dan lainnya. Pengukuran atas kesesuaian
1. Kecenderungan Kecurangan Akuntansi (Fraud) kompensasi dibagi menjadi empat item pertanyaan.
Mengakui bahwa perusahaan berhasil dalam
Tunggal (2010) mendefinisikan fraud atau melaksanakan pekerjaan, promosi, fasilitas
kecurangan akuntansi adalah sebuah penggelapan pekerjaan, dan prosedur kompensasi yang
pada sector keuangan yang dilakukan secara mengekpresikan pandangan atas suatu perasaan dan
sengaja serta bermaksud untuk memiliki asset kompensasi keuangan digunakan sebagai indicator
pihak lain. Sembilan pertanyaan akan digunakan pengukuran.
dalam mengukur fraud. Indikator dalam menilai
fraud menggambarkan kecenderungan untuk 4. Moralitas Individu (X3)
melakukan penyalahgunaan asset, kecenderungan
untuk melakukan salah saji material laporan Liyanarachchi dan Newdick (2009) menyatakan
keuangan, dan korupsi. bahwa level nalar moral dipengaruhi oleh etisnya
perilaku seseorang. Individu tanpa moral maka
2. Pengendaliian Internal Kas (X1) dapat dikatakan tidak memiliki nilai positif
sehingga akan dianggap meningkatkan kecurangan.
Asset lancer berupa kas merupakan hal yang sangat Pengukuran instrumen pada MI ini terdiri dari dua
gampang untuk dilakukan penyelewengan. item pertanyaan. Indikator berupa menggambarkan
Transaksi kas adalah transaksi peneimaan serta kasus dilematis tingkat moralitas individu.
keluarnya kas. Sebab itu agar dapat meminimalisasi
adanya kecurangan serta penyelewengan kas Teknik Pengumpulan Data
diperlukan sebuah sistem internal control yang
maksimal atas kas dan bank. Instrumen dalam Penelitian ini menngunakan data primer melalui
pengukuran keefektifitasan pada pengendalian metode survey dari kuisioner. Jawaban responden
internal yaitu sebanyak lima pertanyaan atas kuesioner yang diberikan akan dianalisis
berdasarkan pengembangan pada Seksi 319 IAI, dengan motode Regresi Berganda yang diolah
dengan mengadopsi indicator pada COSO (COSO, menggunakan bantuan SPSS. Penelitian ini
2013). Pengendalian intern kas diukur berdasarkan memiliki populasi berupa seluruh Pegawai LPD di
konsep 1) lingkungan pengendalian yang diukur wilayah Kecamatan Tabanan. Sampel penelitian
berdasarkan indikator: Komitmen terhadap berupa kuantitatif yang merupakan bagian populasi
kompetensi, susunan dewan komisaris, Struktur (Sugiyono, 2013). Sampel diambil menggunakan
organisasi, dewan komisaris/komite audit, teknik purposive sampling. Penentuan pengambilan
pelimpahan wewenang dan tanggung jawab; 2) sampel dapat dilihat dibawah:
Penetapan resiko yang di ukur berdasarkan
indikator: Identifikasi terhadap resiko salah saji 1. LPD di Kecamatan Tabanan yang masuk
laporan keuangan, penetapan resiko yang sesuai kategori sehat.
dalam penyampaian laporan keuangan sesuai 2. Pegawai LPD di Kecamatan Tabanan yang
dengan SAK; 3) Aktifitas pengendalian yang dikur menjadi pengurus LPD.
berdasarkan indikator: pembagian tugas yang 3. Pegawai LPD di Kecamatan Tabanan yang
sesuai, otorisasii yang layak terhadap transaksi sudah menjadi pengurus selama satu tahun.
serta aktivitas, catatan dokumen catatan yang tepat,
pengendalian fisik atas kelayakan serta note, Berdasatkan penentuan sampel diatas diperoleh 36
adanya penyelidikan independen atas pelaksanaan; responden penelitian.
4) adanya info serta komunikasi akuntansi yang
diukur berdasarkan indikator: klasifikasi akuntansi, Uji Instrumen Penelitian
alur informasi akuntansi, prosedur pencatatan dan
pelaporan transaksi; 5) Pemantauan diukur
Responden menjadi faktor penentu dalam hasil
berdasarkan indikator: penilaian rancangan dan
penelitian ini, dimana dibutuhkan kesungguhan
operasi secara periodik.
pihak reponden dalam menjawab kuesioner,
dimana keabsahan (validitas) akan ditentikan oleh
3. Kesesuaian Kompensasi (X2). alat ukur dari instrument yang digunakan.
Penelitian ini melakukan pengujian mengenai
instrumen atas data yang berupa jawaban

28 | Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 9 No.1, July 2021, 25-35 | E-ISSN: 2548-9836
responden. Dimana pengujian tersebut meliputi uji α = Konstanta
validitas dan uji keandalan.
b1 – b3 = Koefisien Regresi
Analisis Data
Uji Asumsi Klasik X1 = Pengendalian Intern Kas

Model pada regresi yang baik seharusnya terbebas X2 = Kesesuaian Kompensasi


dari masalah multikolonieritas, heteroskedastisitas,
serta masalah normalitas data, sehingga diperlukan
X3 = Moralitas Individu
uji atas penggunaan model regresi. Uji asumsi
klasik yang digunakan untuk menguji penelitian ini
adalah: ε = Faktor’ lain yang berpengaruh
terhadap variabel terikat (Y)
1. Uji Normalitas
4. Hasil dan Pembahasan
Uji ini akan menggunakan Kolmogrov smirnov,
dimana Tabel 1 menunjukkan bahwa, pertama nilai
minimum dari variabel Pengendalian Intern Kas
a. Jika hasil menunjukkan nilai signifikan lebih (X1) adalah 6,44 dan nilai maksimumnya sebesar
kecil dan sama dengan 0,05 maka distribusi data 19,31. Nilai rata-rata berupa 15,415 menunjukkan
dikatakan tidak normal. bahwa jawaban responden mengarah pada nilai
b. Jika hasil menunjukkan nilai signifikan lebih tertinggi, dengan deviation standar adalah 4,288,
besar dari 0,05 maka distribusi data normal yang memiliki penjelasan bahwa nilai mean lebih
dari standar deviasi, dan menjelaskan adanya
indikasi distribusi data yang baik. Kedua, nilai
2. Uji Multikolonieritas
Uji ini dilakukan untuk menganalisis matrik korelasi minimum pada variabel Kesesuaian Kompensasi
(X2) adalah 7,45 dengan nilai tertinggi sebesar
variabel-variabel independen, yang ada pada
23,09 . median range sebesar 18,434 menunjukkan
tolerance value dan nilai VIF. Ukuran tersebut
secara rata-rata jawaban responden cenderung
memperlihatkan masing-masing variabel bebas yang
mengarah ke nilai tertinggi, dengan standar
dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Cut off
deviasi adalah 5,231, memiliki arti nilai mean
berupa nilai tolerance 0,10 atau VIF > 10. Jika VIF
diatas standar deviasi, serta teridentifikasi bahwa
> 10 maka tidak terjadi multikolinearitas.
distribusi datanya bagus. Ketiga, nilai min dari
variabel Moralitas Individu (X3) adalah 3,00 serta
3. Uji Heteroskedastisitas
nilaii maksimumnya 11,55. Nilai rata-rata yang
Uji ini dilakukan untuk mendeteksi terjadinya
diperoleh yaitu 9,132 menjelaskan jawaban
heteroskedastisitas dengan Uji Glejser. Peregresian
varial bebas atas absolute residual merupakan responden cenderung mengarah pada nilai
maksimal, dengan standar deviasi adalah 2,614,
bagian dari uji ini. Model regresi tanpa gejala
memiliki arti bahwa mean diatas standar deviasi,
heteroskedastisitas aklan menujukkan signifikansii
yang teridentifikasi bahwa distribusi data yang
variabel bebas terhadap nilai absolut residual
bagus. Terakhir, nilai min darivariabel
statistik di atas α = 0,05 (Ghozali, 2011).
Kecurangan Akuntansi (Fraud) (Y) adalah 5
dengan angka maksimum sebesar 17,63. Nilai
Analisis regresi linear berganda rata-rata 8,763 memperlihatkan bahwa jawaban
rata-rata responden mengarah pada nilai
Penggunaan analisis ini untuk melihat hubungan tertinggi, dengan standar deviasi adalah 4,482,
linear diantara lebih variabel independen (X1, X2, menjelaskan bahwa nilai mean diatas standar
X3) dan variabel dependen (Y). Analisi ini deviasi, synag mengindikasikan distribusi data
diperlukan untuk mengetahui arah hubungan antar yang baik.
variabel independen dan variabel dependen.
Persamaan regresi yang digunakan dalam menguji
TABEL 1
hipotesis keseluruhan pada penelitian ini adalah
sebagai berikut: HASIL UJI STATISTIK DESKRIPTIF

Y=a+b1X1+b2X2+b3X3 +ε .................... (1) N Min Max Mean St. Dev

Pengendalian
Keterangan: Intern Kas (X1) 36 6,44 19,31 15,4150 4,28840

Y = Kecurangan Akuntansi (Fraud)

29 | Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 9 No.1, July 2021, 25-35 | E-ISSN: 2548-9836
Kesesuaian X1.5 ,904 Valid
Kompensasi 36 7,45 23,09 18,4344 5,23176
(X2) Sumber: Data diolah

Moralitas
36 3,00 11,55 9,1328 2,61449 Reliabilitas kuesioner pada penelitian ini adalah
Individu (X3)
andal bika jawaban responden atas pertanyaan
Fraud (Y) 36 5,00 17,63 8,7631 4,48244 konsiisten serta stabil setip waktunya. Tingkat
Valid N
reliabilitasp variabel atau instrumen penelitian
36 diperlihatkan pada hasil uji statistik cronbach
(listwise)
alpha. Variabel atau instrumen dinyatakan
Sumber data: diolah reliabel apabila nilaii cronbach alpha variabel
menunjukkan nilai di atas 0,70.
Pengukuran dikatakan valid jika tujuannya nyata
dan benar, sebaliknya dikatakan tidak valid apabila TABEL 3
hasil atas ukuran menyimpang dari tujuannya.
Dasar pengambilan keputusan validitas pada HASIL UJI RELIABILITAS
kuesioner jika subnilai pada pearson correlation di
masing-masing pertanyaan memperlihatkan nilai No Variabel Nilai Keterangan
Cronbach
di atas 0,3 sehingga data akan dinyatakan valid. Alpha
Pada tabel 2 menunjukkan koefisien korelasi
butir-butir pertanyaan pada atas variabel di 1 Pengendalian Intern ,911 Reliabel
kuesioner valid, nilai pearson correlation dapat Kas (X1)
menunjukkan masing-masing variabel memiliki 2 Kesesuaian ,937 Reliabel
nilai diatas 0,3. Kompensasi (X2)

TABEL 2 3 Moralitas Individu ,841 Reliabel


(X3)
HASIL UJI VALIDITAS 4 Fraud (Y) ,939 Reliabel

No Variabel Pertanyaan Pearson Kete- Sumber : Data diolah


Correlati rangan
on
Uji normalitas digunakan dalam menguji suatu
1 Pengendalia X1.1 ,905 Valid model regresi, apakah variabeli residual
n Intern mempunyai distribusi normal aatau tidak. Baiknya
Kas (X1) X1.2 ,739 Valid model regresi dilihat jika memiliki normal
X1.3 ,882 Valid distribusi atau mendekati normal. Penelitian ini
melakukan pengujian normalitas dengan
X1.4 ,893 Valid menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov (K-
X1.5 ,867 Valid S). Data dinyatakan normal apabila koefisien Asymp.
Sigi (2-tailed) diatas dari nilai sig 0,05.
X1.1 ,871 Valid
TABEL 4
X1.2 ,904 Valid

Kesesuaian X1.3 ,817 Valid HASIL UJI NORMALITAS


2 Kompensas
i (‘X2) X1.4 ,924 Valid Unstandardized Residual

X1.5 ,822 Valid N 36

X1.6 ,895 Valid a,b


Normal Parameters Mean -,0626271

X1.1 ,922 Valid Std. deviation ,18312473


Moralitas
3 Individu X1.2 ,858 Valid Most Extremei Absolutei
(X3) ,176
Differences
X1.3 ,832 Valid
Positive ,176
X1.1 ,951 Valid
Kecurangan Negativei -,075
X1.2 ,811 Valid
4 Akuntansi
(Fraud) Test Statistic Mean ,176
X1.3 ,894 Valid
(Y)
Asymp. Sig. (2- Std. deviation
X1.4 ,921 Valid ,062
tailed)

30 | Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 9 No.1, July 2021, 25-35 | E-ISSN: 2548-9836
Sumber: Datai diolah regresi linear berganda dapat dilihat padatabel 7
berikut :
Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Asymp.
Sig (2-tailed) sebesar 0,062. Nilai diatas TABEL 7
memperlihatkan secara statistikal nilai Asymp. Sig
(2-tailed) diatas 0,05 yang berarti data masing- HASIL ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA
masing variabel yang digunakan dalam penelitian
berdistribusi normal. Variabel Unstandardized Standized t Sig
Coefficient Coefficient

TABEL 5 B Std. Betai


Error
HASIL UJI MULTIKOLONIERITAS
Constant 28,125 1,975 14,240 ,000
Model Collinearityi Statisticsi
X1 - ,416 ,096 - ,398 - 4,359 ,000
1 Tolerance VIFi
X2 - ,360 ,079 - ,421 - 4,555 ,000
Pengendalian’ Intern Kas (X1) 0,906 1,104
X3 - ,690 ,159 - ,402 - 4,327 ,000
Kesesuaian’ Kompensasi’ (X2) 0,888 1,127
Moralitas’ Individu (X3) Adjusted Rsquare : ,735
0,876 1,142
F hitung : 33,373

Sig. F hitung : ,000


Sumber data: diolah
Sumber data: diolah
Hasil tabel 5 memperlihatkan bahwai model
regresi yang dipergunakan dalam penelitian ini Persamaan regresi:
tidak terdapat masalah multikolonieritas.
Penunjukan atas adanya nilai tolerance di antara Y = 28,125 – 0,416X1 – 0,360X2 – 0,690X3 + ε
variabel-variabel independen yang diatas 0,10 dan …………………........(2)
nilai VIF yang lebih kecil dari 10. Uji
heteroskedastisitas memiliki tujuan dalammengetes Penjelasan atas persamaan analisis regresi linier
model regresi apakah telah terbentuk berganda adalah senagai berikut, pertama nilai
ketidaksamaan variance pada residu pengamatan koefisien regresi variabel Pengendalian Internal
ke pengamatan yang lain. Baiknya model regresi Kas (X1) sebesar -0,416 dan menunjukkan arah
dapat dilihat jika variance pada residual satu negatif. Hal ini menunjukkan bahwa bila variabel
pengamatan ke pengamatan lain Pengendalian Internal Kas (X1) meningkat
homokiedastisitas. Metode untuk mendeteksi sedangkan nilai variabel lainnya tetap, maka
heteroskedastisitas yaitu menggunakan uji Glejser, variabel Kecurangan Akuntansi (Fraud) akan
dengan sig probabilitas di atas tingkat kepercayaan cenderung menurun sebesar 0,416. Kedua nilaii
(α) = 5% (0,05). koefisien regresi variabel Kesesuaian
Kompensasi (X2) sebesar -0,360 dan menunjukkan
TABEL 6
arah negatif. Hal ini berarti apabila variabel
Kesesuaian Kompensasi (X2) meningkat sedangkan
HASIL UJI HETEROSKEDASTISITAS
nilai variabel lainnya tetap, maka variabel
No Variabel t Sig. Keterangan Kecurangan Akuntansi (Fraud) akan cenderung
menurun sebesar 0,360. Terakhir nilai koefisien
1 Pengendalian -,819 ,419 Tidak terjadi
Intern Kas (X1) heteroskedastisitas regresi variabel Moralitas Individu (X3) sebesar -
0,690 dan menunjukkan arah negatif. Hal ini berarti
2 Kesesuaian -1,119 ,271 Tidak terjadi apabila variabel Moralitas Individu (X3) meningkat
Kompensasi (X2) heteroskedastisitas
sedangkan nilai variabel lainnya tetap, maka
variabel Kecurangan Akuntansi (Fraud) akan
3 Moralitas -,473 ,639 Tidak terjadi cenderung menurun sebesar 0,690.
Individu (X3) heteroskedastisitas

Sumber data: diolah Pengujian Hipotesis

Analisis Regresi Linear Berganda Hipotesis 1 menyatakan pengendalian intern kas


memiliki pengaruh negatif atas kecurangan
Pengujuan atas 3 hipotesis penelitian ini digunakan akuntansi pada LPD Kecamatan Tabanan.
analisis regresi linear berganda. Hasil uji Berdasarkan Tabel 7, menjelaskan bahwa hasil uji

31 | Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 9 No.1, July 2021, 25-35 | E-ISSN: 2548-9836
t terhadap variabel Pengendalian Intern Kas (X1) pengaruh signifikan secara simultan antara
menunjukkan nilai signifikansi t sebesar 0,000 pengendalian internal kas, kesesuaian kompensasi
serta nilai koefisien regresi (B) negatif 0,416. dani moralitas individu kecurangan akuntansi
Nilai signifikansi pengendalian intern kas sebesar pada LPD Kecamatan Tabanan.
0,000 < 0,05 sehingga H1 akan diterima. Penjelasan
ini menunjukkan bahwa pengendalian intern kas Koefisien determinasi (R2) digunakan dalam
memiliki pengaruh negatif atas Kecurangan mengukur sejauh mana kemampuan model untuk
Akuntansi. menerangkan variasi variabel dependen pada
model dapat diterangkan oleh variasi variabel
Hipotesis 2 menyatakan bahwa kompensasi independen (Ghozali, 2016). Analisis ini
memiliki negatif atas terjadinya kecurangan digunakan untuk mengetahui kemampuan model
akuntansi pada LPD Kecamatan Tabanan. regresi menjelaskan variasi hubungan antara
Berdasarkan Tabel 7, menunjukkan mengenai hasil variabel antara pengendalian internal kas,
uji t atas variabel subjective norm (X2) diperoleh kesesuaian kompensasi serta moralitas individu
nilai signifikansi t sebesar 0,000 dan nilai terhadap kecurangan akuntansi pada LPD
koefisien regresi (B) negatif 0,360. Nilai Kecamatan Tabanan.
signifikansi subjective norm sebesar 0,000 < 0,05
sehungga H2 diterima. Hal ini berarti kompensasi TABEL 9
memiliki negatif terhadap kecurangan akuntansi.
HASIL KOEFISIEN DETERMINASIi (R2)
Hipotesis ketiga menyebutkan mengenai moralitas Model Summaryb
individu yang memiliki negatif atas terjadinya
Std. Error
kecurangan akuntansi pada LPD Kecamatan Adjusted of the
Tabanan. Berdasarkan Tabel 7, memperlihatkan Model R R Square R Square Estimate
mengenai hasil uji t terhadap variabel perceived
behavioral control (X3) diperoleh nilai signifikansi 1 0,871a 0,758 0,735 2,30709
t sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi (B)
negatif 0,690. Nilai signifikansi moralitas individu
sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H3 dapat diterima.
Hal ini menunjukkan bahwa moralitas individu
memiliki pengaruh negartif terhadap kecurangan
akuntansi. Berdasarkan Tabel 9, memperlihatkan bahwa nilai
adjusted R Square sebesar 0,735 atau sebesar
Uji F akan diipergunakan dalam pengujian 73,5%. Artinya sebesar 73,5% variasi kecurangan
kelayakan model (goodness of fit). Uji F akuntansi dipengaruhi oleh model yang dibentuk
memperlihatkan mengenai semua variabel oleh variabel pengendalian nternal, kesesuaian
independen yang dimasukan pada model memiliki kompensasi dan moralitas individu pada LPD
pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel Kecamatan Tabanan sedangkan sisanya sebesar
dependen. 26,5% dijelaskan oleh variabel lainnya yang
tidak ada dalam penelitian ini.
TABEL 8
Pembahasan Hasil Penelitian
HASIL UJI F

Sum ofi Meani Berdasarkan pengujian menunjukkan bahwa


Model Squares dfi Square F Sig. hipotesis pertama menunjukkan bahwa pengendalian
internal kas memiliki pengaruh negatif atas
1 Regression 532,903 3 177,634 33,373 0,000b
kecurangan akuntansii. Temuan tersebut
Residual 170,325 32 5,323 membuktikan jika tingkat efektifitas pengendalian
internal kas baik menyebabkan kecurangan
Total 703,228 35 akuntansi akan menurun.
Dependen Variabel: Y
Penelitin ini memperoleh hasil yang mendukung
Predictors: (Constant), X3,X1,X2
penelitian terdahulu dari Zainal (2013), yang
Sumber data: diolah menjelaskan mengenai kecenderungan kecurangan
akuntansi bisa diminimalisasi apabila terdapat
Tabel 8 diatas memperlihatkan nilai signifikansi F- sistem pengendalian internal yang baik yang dapat
hitung sebesar 0,000 < 0,05, hal ini menunjukkan diterapkan oleh perusahaan. Baiknya sistem
bahwa model regresi layak untuk digunakan. pengendalian internal yang diterapkan akan
Kesimpulan yang dapt diambil bahwa terdapat menurunkan kecenderungan atas kecurangan

32 | Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 9 No.1, July 2021, 25-35 | E-ISSN: 2548-9836
akuntansi. Hasil tersebut juga didukung oleh 1. Pengendalian internal kas memiliki pengaruh
penelitian Udayani dan Sari (2017) yaitu dengan negatif atas kecurangan akuntansi. penjelasan
digunakannya system pengendalian internal yang yang dapat menunjukkan hal tersebut adalah
tepat maka akan mengantisipasi penyimpangan oleh semakin efektifnya tingkat pengendalian internal
pihak manajemen pada system pelaporan termasuk kas pada LPD akan meminimalisasi tingkat
kecurangan akuntansi. curang pada akuntansi.
2. Kesesuaian akuntansi memiliki pengaruh
Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan jika negative terhadap kecurangan akuntansi. Dimana
kesesuaian kompensasi memiliki pengaruh negatifi ditemukan hasil bahwa kompensasi atau bonus
atas kecurangan akuntansi. Penjelasan tersebut yang diterima karyawan akan menyebabkan
membuktikan bahwa semakin sesuai penerimaan mereka memiliki rasa tanggung jawab besar
kompensasi karyawan sehingga akan menurunkan akan laporan keuangan yang mereka sajikan dan
tingkat kecurangan akuntansi. Kompensasi atau akhirnya akan berdampak pada penurunan
bonus yang diterima karyawan menyebabkan kecurangan akuntansi.
karyawan akan bertanggung jawab dengan baik atas 3. Moralitas individu memiliki pengaruh negatif
penyampaian laporan keuangan, sehingga akan atas kecurangan akuntansi. Hal yang dapat
menurunkan kecurangan akuntansi. dijelaskan mengenai hal tersebut bahwa pribadi
dengan level penalaran moral yang rendah
Hasil tersebut sejakur dengan hasil penelitian oleh memiliki perilaku berbeda dengan orang yang
Zilmy (2013) dimana pembayaran kompensasi pada memiliki level penalaran moral yang tinggi
pemerintahan yang bagus, tetapi terlihat bahwa ketika menghadapi dilema etika.
kompensasi yang telah diberikan kepada pegawai
tidak cukup adil sehingga menyebabkan timbulnya Saran
kecenderungan kecurangan akuntansi. Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan
Kompensasi sebaiknya diberikan setara dengan dari penelitian ini adalah:
kontribusi jasa yang dilakukan karyawan. 1. Pihak LPD di Kecamatan Tabanan sebaiknya
Penyerahan kompensasi yang tepat dapat melakukan pengaturan atas pengendalian
meningkatkan kepuasan serta motivasi dalam internal pada organisasi mereka untuk
bekerja sehingga kecurangan akuntansi tidak terjadi mendapatkan kendali dalam proses organisasi
(Radhiah, 2016). mereka.
2. Pihak LPD di Kecamatan Tabanan sebaiknya
Berdasarkan pengujian terhadap hipotesis ketiga dapat memberikan kompensasi yang sesuai
ditemukan mengenai moralitas individu memiliki dengan hasil kerja karyawan sehingga
pengaruh negatif akan kecurangan akuntansi. kecurangan akuntansi akan menurun.
Moralitas merupakan suatu sifat moral serta nilai 3. LPD di Kecamatan Tabanan menyeleksi individu
yang terkait dengan perilaku baik dan buruk yang memiliki moralitas baik, agar kedepannya
(Dewi, 2014). Seseorang yang memiliki level dapat mengurangi kecurangan. Selain itu
penalaran moral rendah akan cenderung memiliki penelitian kedepannya dapat menambahkan
sikap yang berbeda dengan seseotang yang variabel independen serta memperluas sampel
memiliki level penalaran moral yang tinggi penelitian.
ketika dihadapkan dengan dilema etika.
Tingginya level penalaran moral seseorang,
Referensi
meyebabkan orang tersebut akan lebih
memungkinkan dalam melaksanakan ‘hal yang
A. Anggraeni, Lusia Shinta (2015). Pengaruh
benar’
Produktivitas, Efisiensi, Kepuasan kerja
Terhadap Perputaran Karyawan Bagian
Penelitian ini memiliki hasil yang konsisten
Marketing. Jurnal Ilmu dan Riset
dengan penelitian terdahulu seperti oleh Friskila
Manajemen, Vol 4. (5). 3 & 9.
(2010) dan Nani (2010) diaman jika moral seorang
B. Bartenputra, Adrian. 2016. Pengaruh
manajemen atau pegawai rendah, ia akan cenderung
Kesesuaian Kompensasi, Ketaatan
untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan
Akuntansi, dan Asimetri Informasi
perusahaan, sehingga untuk menutupi hal yang telah
Terhadap Kecendrungan Kecurangan
mereka lakukan akan dilakukan Tindakan
Akuntansi.
manipulative atas data dalam laporan keuangan,
C. COSO, 2013. Internal Control – Integrated
dimana Yuliana (2015) juga menemukan hasil yang
Framework. Diakses 21 Januari 2020,
sama.
[Link]
D. Dewi, Gusti Ayu. 2014. Pengaruh
5. Simpulan Moralitas Individu dan Pengendalian
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini Internal Terhadap Kecenderungan
adalah:
33 | Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 9 No.1, July 2021, 25-35 | E-ISSN: 2548-9836
Kecurangan Akuntansi: Studi Eksperimen Q. Radhiah, T. 2016. Pengaruh Efektifitas
Pada Pemerintah Daerah Provinsi Bali. Pengendalian Internal, Kesesuaian
Tesis: Program Pasca Sarjana. Kompensasi dan Moralitas Individu
Universitas Udayana. terhadap Kecenderungan Kecurangan
E. Friskila, M. 2010. Pengaruh Ketaatan Akuntansi (Studi Kasus pada PT. POS
Akuntansi, Sistem Pengendalian Intern, Indonesia KCU Kota Pekanbaru). JOM
Moralitas Manajemen dan Kesesuaian Fekom, Vol. 3 No. 1 Hal: 1-12
Kompensasi Terhadap Kecenderungan R. Rahyuda, Ketut. 2017. Metode Penelitian
Kecurangan Akuntansi (Studi empiris Bisnis, Udayana University Press,
pada Perusahaan BUMN di Kota Denpasar.
Padang). FE UNP: Padang S. Randiza, Ichsan 2016, Pengaruh
F. Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Pengendalian Internal, Asimetri
Multivariate Dengan Program SPSS. Informasi, Moralitas Aparat Pemerintah
Semarang: Badan Penerbit Universitas dan Ketaatan Aturan terhadap
Diponegoro. Kecenderungan Kecurangan Akuntansi
G. Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis (Studi Kasus pada SKPD Kab. Indragiri
Multivariate Dengan Program IBM SPSS Hilir). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas
23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. Semarang: Ekonomi
Badan Penerbit Universitas Diponegoro T. Saputra, Gede Krisna, dkk. 2015. Pengaruh
H. Hariandja, Marihat Tua Efendi, 2002, Pengendalian Intern Kas, Implementasi
Manajemen Sumber Daya Manusia, Good Governance dan Moralitas Individu
Grasindo, Jakarta Terhadap Kecurangan (Fraud).
I. Husna, Fitriatil. 2013. Pengaruh Penerapan U. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian
Pengendalian Intern Kas dan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
Implementasi Good Corporate Bandung: [Link]
Governance Terhadap Kecurangan (Studi V. Thoyibatun, Siti. 2009. Faktor-Faktor yang
Empiris Pada Perusahaan BUMN di Kota Berpengaruh terhadap Perilaku Tidak Etis
Padang). Skripsi. Universitas Negeri dan Kecenderungan Kecurangan
Padang, Padang. Akuntansi serta Akibatnya terhadap
J. Ikatan Akuntansi Indonesia. 2012. Standar Kinerja Organisasi. Jurnal Universitas
Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Negeri Malang
Empat W. Tunggal, A. W. 2010. Dasar-dasar Audit
K. Liyanarachchi, G dan Newdick, C. 2009. Intern Pedoman untuk Auditor baru.
The Impact of Moral Reasoning and Jakarta: Harvarindo.
Retaliation on Whistle-Blowing: New X. Tunggal, A. W. 2012. Intisari Internal
Zealand Evidance. Journal of Business Auditing, Harvarindo, Jakarta, 2012, Hal.
Ethics, 89:37-57. 70
L. Nani, W. 2010. Pengaruh Moralitas, Y. Udayani dan Sari. 2017. Pengaruh
Motivasi dan Sistem Pengendalian Intern Pengendalian Internal Dan Moralitas
Aparatur Pemerintah Tehadap Tingkat Individu Pada Kecenderungan
Kecurangan dalam Laporan Keuangan Kecurangan Akuntansi. E-Jurnal
Pemerintah Kota Padang. Skripsi. Akuntansi Universitas Udayana.
Universitas Negeri Padang Vol.18.3. Maret (2017): 1774-1799.
M. Meliany, Lia dan Hernawati, Erna, 2013, Z. Wilopo. 2006. Analisis Faktor-Faktor yang
Pengaruh Keefektifan Pengendalian Berpengaruh Terhadap Kecenderungan
Internal Dan Kesesuaian Kompensasi Kecurangan Akuntansi: Studi pada
Terhadap Kecenderungan Kecurangan Perusahaan Publik dan Badan Usaha
Akuntansi. Jurnal & Proceeding FED Milik Negara (BUMN) di Indonesia.
UnSoed Vol 3 No. 1 2013. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia vol. 9
N. Mondy, R. Wayne. 2008. Manajemen AA. Yuliana, E. 2015. Pengaruh Moralitas
Sumber Daya Manusia. Jilid Satu Edisi Individu dan Sistem Pengendalian
Sepuluh. Jakarta: Erlangga. Internal terhadap Kecenderungan
O. Panggabean, S.M., 2004. Manajemen Kecurangan Akuntansi. Jurnal Akuntansi
Sumber Daya Manusia. Bogor: Ghalia Vol 4 No. 1 Oktober 2015.
Indonesia BB. Zainal, Rizki. 2013. Pengaruh Efektivitas
P. Puspasari & Suwardi. 2012. Pengaruh Pengendalian Intern, Asimetri Informasi
Moralitas Individu dan Pengendalian Dan Kesesuaian Kompensasi Terhadap
Internal terhadap Kecenderungan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi
Kecurangan Akuntansi. Jurnal (Fraud). Jurusan Akuntansi Fakultas
Universitas Gadjah Mada.
34 | Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 9 No.1, July 2021, 25-35 | E-ISSN: 2548-9836
Ekonomi Universitas Negeri Padang.
Padang
CC. Zilmy, R.P. 2013. Pengaruh
Kesesuaian Kompensasi, Asimetri
Informasi dan Moralitas Terhadap
Kecenderungan Kecurangan Akuntansi
(Studi Empiris pada Satuan Kerja
Perangkat Kota Daerah Padang). Jurnal
UNP: Padang

35 | Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 9 No.1, July 2021, 25-35 | E-ISSN: 2548-9836

Common questions

Didukung oleh AI

Compensation systems play a significant role in influencing accounting fraud. Fair and appropriate compensation is hypothesized to reduce the incidence of fraud since employees who are satisfied with their compensation are less likely to engage in fraudulent activities for personal gain. Conversely, inadequate compensation can lead to dissatisfaction, increasing the temptation to commit fraud as a means to boost personal earnings. Studies indicate that when employees feel appropriately rewarded for their contributions, the alignment of personal and organizational goals improves, thus reducing conflicts that could lead to fraud .

Moral reasoning and internal cash control both play complementary roles in preventing accounting fraud. High moral reasoning among employees leads to ethical decision-making even in the absence of strict controls, thereby reducing the propensity for dishonest behavior. Meanwhile, internal cash controls provide structured oversight and systems for authorization and documentation, reducing opportunities for misappropriation and financial manipulation. The convergence of strong moral values and effective internal controls creates an environment where both the inclination and the opportunity for fraud are minimized, reinforcing ethical behavior and transparency within the organization .

According to agency theory, accounting fraud can occur when there is a misalignment of interests between principals (owners) and agents (management). Agents may prioritize their personal benefits over the interests of the principals, exploiting the information asymmetry and the lack of overseer control. This misalignment creates incentives for agents to engage in fraudulent activities, such as misreporting financial information, to enhance their performance metrics or financial gain. To mitigate this risk, it is essential to implement effective governance and control mechanisms that align the agents' incentives with those of the principals, reducing the likelihood of fraud .

Internal control plays a critical role in reducing the likelihood of accounting fraud by addressing conflicts that arise from the agency theory. Agency theory assumes that agents (management) may act in their own self-interest, potentially leading to fraud if not properly controlled. Effective internal control systems, particularly in cash management, help mitigate these risks by ensuring accurate financial reporting and reducing opportunities for misappropriation. By having robust internal controls, the organization can align the interests of the agents with those of the principals (owners) and reduce fraudulent activities .

The findings suggest that LPD management should strengthen internal control mechanisms, particularly in cash handling, to reduce opportunities for fraud. Implementing rigorous systems of checks and balances can prevent unauthorized financial activities. Furthermore, fostering a culture of high moral reasoning among employees could lead to ethical decision-making, thereby decreasing the likelihood of fraudulent behavior. By addressing both the systemic and ethical aspects, LPDs can better safeguard against fraud, ensuring financial stability and trust among stakeholders .

Moral reasoning interacts with organizational culture by shaping the ethical framework within which accounting practices are conducted. Employees' moral reasoning abilities determine their responses to ethical challenges and dilemmas. In an organizational culture that values ethics and transparency, individuals with high moral reasoning reinforce these values through ethical practices, thereby discouraging fraudulent activities. Conversely, in organizations with weak ethical cultures, even individuals with strong moral reasoning may face pressures that lead to unethical actions. Thus, a strong culture of ethics combined with individuals' moral reasoning can significantly enhance the integrity of accounting practices .

Individual morality significantly influences the likelihood of committing accounting fraud. The study suggests that individuals with higher moral reasoning levels are less likely to engage in fraudulent activity, as they can better navigate ethical dilemmas and uphold integrity. Conversely, individuals with lower moral standards may justify fraudulent actions as acceptable, increasing the risk of unethical behavior. Therefore, promoting ethical values and moral reasoning within personnel systems can help reduce the incidence of accounting fraud .

The regression analysis in the study indicates a negative relationship between the factors of internal cash control, compensation adequacy, and individual morality with the likelihood of accounting fraud. Specifically, improvements in any of these areas tend to reduce fraud, with moral reasoning showing the strongest impact. These findings imply that targeted measures in enhancing internal controls, aligning compensation with organizational goals, and fostering high ethics could significantly decrease fraudulent activities. Therefore, management should focus on these areas to create a more secure and transparent environment .

The case of LPD Tabanan underscores the importance of internal controls within financial institutions. The disappearance of funds, which severely impacted the ability of the institution to fulfill customer withdrawals, highlights deficiencies in internal control systems. Specifically, the lack of effective monitoring and segregation of duties likely allowed management or employees to misappropriate funds without immediate detection. This case illustrates that robust internal controls are vital for preventing fraud and safeguarding the financial interests of both the institution and its clients .

Valid and reliable data are crucial in research on accounting fraud as they ensure that the results accurately reflect the phenomena being studied. Validity ensures that the data truly measure the intended variables, such as internal control effectiveness or moral reasoning levels, thereby providing credible insights into their impact on fraud. Reliability ensures consistency across observations, enhancing the trustworthiness of the findings. High-quality data lead to meaningful conclusions and recommendations, which can inform effective fraud prevention strategies. Without validity and reliability, the research outcomes may misguide decision-making and policy implementation .

Anda mungkin juga menyukai