0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan16 halaman

Sistem EFI: Efisiensi dan Teknologi Bahan Bakar

Sistem injeksi bahan bakar elektronik (EFI) menggunakan sensor dan kontrol elektronik untuk mengatur suplai bahan bakar sesuai kebutuhan mesin, meningkatkan efisiensi bahan bakar dan menghasilkan emisi rendah. EFI bekerja dengan mengukur udara masuk dan menginjeksikan bensin secara presisi ke ruang bakar, menciptakan campuran udara-bensin ideal untuk pembakaran optimal. Ada dua jenis EFI utama yaitu D

Diunggah oleh

prakosotogar78
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan16 halaman

Sistem EFI: Efisiensi dan Teknologi Bahan Bakar

Sistem injeksi bahan bakar elektronik (EFI) menggunakan sensor dan kontrol elektronik untuk mengatur suplai bahan bakar sesuai kebutuhan mesin, meningkatkan efisiensi bahan bakar dan menghasilkan emisi rendah. EFI bekerja dengan mengukur udara masuk dan menginjeksikan bensin secara presisi ke ruang bakar, menciptakan campuran udara-bensin ideal untuk pembakaran optimal. Ada dua jenis EFI utama yaitu D

Diunggah oleh

prakosotogar78
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ELECTRONIC FUEL INJECTION

Penerapan sistem Electronic Fuel Injection multi point pada kendaraan

KELOMPOK 5 JURUSAN TEKNIK MESIN


UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
Pengertian
▪ Sistem EFI (Electronic Fuel Injection) adalah
sebuah sistem suplai bahan bakar yang dalam
kerjanya dikontrol secara elektronik agar
didapatkan nilai campuran udara dan bahan
bakar yang ideal sesuai kebutuhan kendaraan,
sehingga didapatkan daya motor yang optimal
dengan pemakaian bahan bakar yang minimal
serta mempunyai gas buang yang ramah
lingkungan
Tujuan sistem EFI
sistem EFI pada kendaraan bertujuan untuk
meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar,
dengan mencampurkan udara dengan bahan bakar
pada sistem secara homogen, sehingga proses
pembakaran yang lebih sempurna serta
menghasilkan kadar emisi gas buang yang rendah
dengan performa mesin optimal
Prinsip kerja EFI
Pada EFI, bensin diinjeksikan ke dalam mesin
menggunakan injector dengan waktu penginjeksian
(injection duration and frequency) yang dikontrol
secara elektronik. Injeksi bensin disesuaikan
dengan jumlah udara yang masuk, sehingga
campuran ideal antara bensin dan udara akan
terpenuhi sesuai dengan kondisi beban dan putaran
mesin
Skema sistem EFI

1 2 3 4
MAF sensor ECU Injector Combustion
massa udara yang masuk ECU menentukan jumlah Fuel pump memompa Bensin dan udara yang
ke dalam silinder melalui bahan bakar yang masuk bensin bertekanan tinggi bercampur di dalam
intake manifold diukur ke dalam silinder mesin ke injektor. ECU akan intake manifold masuk ke
oleh sensor aliran udara dan disesuaikan dengan mengatur lama dalam silinder pada saat
(air flow sensor). kondisi panas mesin dan pembukaan injektor langkah isap kemudian
Kemudian informasikan udara sekitar serta beban sehingga campuran dibakar saat Langkah
ke ECU mesin bensin dan udara pada kompresi.
intake manifold terukur
jumlahnya
Konstruksi dasar sistem EFI
Jumlah komponen-komponen sistem yang terdapat pada sistem EFI dapat berbeda antara mesin satu
dengan yang lain dengan semakin lengkapnya komponen-komponen sistem EFI seperti sensor dan
actuator, maka pengaturan koreksi yang diperlukan untuk mengatur koreksi campuran bahan bakar
dan udara akan semakin baik sehingga bisa menghasilkan output kerja mesin yang optimal.

Konstruksi sistem EFI dapat dibagi menjadi tiga bagian/sitem utama yaitu: sistem bahan bakar, sistem
kontrol elektronik dan sistem induksi pemasukan udara. Ketiga sistem utama ini sangat berperan
penting dalam sistem EFI untuk menghasilkan penting untuk menghasilkan pemakaian bahan bakar
yang efisien, emisi yang rendah dan kerja mesin yang optimal.
Konstruksi dasar sistem EFI

Sistem bahan bakar Electronic Control Air inlet

Komponen-komponen yang Sistem kontrol elektronik yang terdiri Memastikan proses pembakaran
digunakan pada sistem bahan bakar dari ECU dan sensor-sensor yang campuran dengan mengsuplai udara yang
ini diantaranya adalah tangki bahan saling terintegerasi untuk memastikan dibutuhkan oleh mesin ke ruang bakar.
bakar, pompa bahan bakar, saringan kepresisian penghitungan parameter
bahan bakar, pipa bahan bakar, untuk menghasilkan campuran udara
regulator tekanan, dan dan bensin yang ideal .
injektor/penyemprot bahan bakar.
Jenis sistem EFI
D-type (Druck) & L-type (Luft)
D-type EFI
Pada sistem injeksi tipe D, pengukuran udara yang
dihisap mesin menggunakan Vacuum sensor yang
mendeteksi kevacuuman di dalam Intake Manifold,
alat sensor ini di kenal dengan MAP sensor atau
Manifold Absolute Pressure Besarnya tingkat
kevacuuman yang terdapat pada intake manifold di
informasikan ke ECU untuk menentukan banyak
sedikitnya BBM yang di injeksikan melalui Injektor.
Contoh mobil yang menggunakan mesin EFI tipe D
adalah Toyota Avanza dan Daihatsu Terios
L-type EFI
sedangkan pada sistem EFI tipe L, banyak dan
sedikitnya udara yang masuk di ukur menggunakan
air flow meter, informasi banyak sedikitnya udara
yang melewati Air flow meter ini diteruskan ke ECU
untuk memberikan banyaknya suplai BBM yang
akan diinjeksikan melalui injektor. Contoh mobil
yang memakai sistem EFI tipe L adalah Toyota
Soluna, Toyota Vios, Toyota Yaris, Toyota Kijang
Innova, dan Toyota Corolla
Keunggulan sistem EFI
1. Bahan bakar lebih hemat karena bensin terpakai sesuai dengan jumlah kebutuhan ideal mesin

2. Akselerasi lebih responsive, pembakaran mesin berlangsung optimal pada semua kondisi kerja
mesin
3. Dilengkapi fault code indicator (gambar mesin di dashboard) yang akan menyala ketika ada
kerusakan pada komponen EFI, sehinga kerusakan segera diketahui dan di perbaiki

4. Pembakaran lebih bersih, mesin lebih bertenaga, lebih awet dan emisi gas buang lebih rendah,
lebih presisi karena disesuaikan dengan kebutuhan mesin, tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca,
suhu panas atau dingin, efisiensi tinggi, sehingga mesin selalu mampu bekerja optimal setiap
saat.
Kekurangan sistem EFI
1. Perawatan sangat spesifik, membutuhkan peralatan khusus dan mekanik yang ahli.

2. Rentan terhadap air karena banyaknya komponen kelistrikan

3. Sensitif terhadap interferensi gelombang elektromagnetik akibat rumitnya wiring


Kesimpulan
Dari pembahasan diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pada dasarnya masing-masing
sensor EFI mempunyai kegunaan yang berbeda, yang diatur oleh satu otak yaitu ECU. Sehingga
mesin dapat bekerja sempurna. Di jaman sekarang ini teknologi sangatlah berkembang pesat dimana
semua nya sudah dirancang dengan teliti, sangat bagus, dan dapat memudahkan pekerjaan manusia.
Pada dasarnya suatu penemuan itu akan terus dikembangkan agar dapat menjadi penemuan-
penemuan yang baru, tentunya penemuan yang baru itu akan menghasilkan sesuatu kenyamanan
yang berbeda atau lebih. Pembahasan kali ini adalah menjadi sebuah bukti bahwa kemajuan
teknologi sangatlah pesat, khususnya dunia tomotif ( transportasi ). Jadi kita harus dapat mengingikuti
perkembangan teknologi yang sangat pesat ini agar bangsa kita juga dapat semakin maju di bidang
otomotif dan permesina
Terimakasih…

Anda mungkin juga menyukai