MAKALAH
PROGRAM LINEAR
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kapita Selekta Matematika
Pendidikan Menengah
OLEH :
KELOMPOK 2
ICE RAHMANA A1I121010
IVANGKA WIDYAWATI A1I121012
YUYUN RAMDANI SALIM A1I121080
ADE INTHAN AFRELYA A1I121082
RAHMAD RAMADHAN A1I121105
KELAS B
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik
dan tepat waktu. Di dalam malakah ini, kami membahas tentang “Program
Linear”.
Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Kapita Selekta
Matematika Menengah yang diampu oleh Ibu Era Maryanti, [Link]., [Link].
Penulisan makalah ini bertujuan untuk menambah ilmu yang berkaitan tentang
program linear.
Kami berkaharap makalah ini dapat bermanfaat, baik untuk pembaca
maupun untuk penulis. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari
makalah ini. Oleh karena itu, kami mengarapkan kritik dan saran dari pembaca
yang dapat membangun dan membantu kami agar dalam menyusun makalah
berikutnya agar lebih baik lagi.
Kendari , 18 September 2023
Kelompok 2
II
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................ii
DAFTAR ISI................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
A. Latar Belakang.....................................................................................................1
B. Rumusan Masalah................................................................................................2
C. Tujuan..................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................3
A. Konsep Dasar Prgram linear................................................................................3
B. Kesulitan dan Faktor yang terjadi pada Siswa dalam Menyelesaikan Soal
Program Linear.....................................................................................................5
C. Solusi kesulitan dan Faktor yang terjadi pada Siswa dalam Menyelesaikan Soal
Program Linear.....................................................................................................6
BAB III PENUTUP.....................................................................................................16
A. Kesimpulan :......................................................................................................16
B. Saran...................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................17
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada kualitas sumber daya
manusianya dan untuk menunjang kualitas sumber daya manusia tersebut dibutuhkan
sesuatu yang dinamakan pendidikan. Pendidikan merupakan pilar utama untuk
membentuk manusia seutuhnya yaitu usaha manusia agar dapat mengembangkan
potensi dirinya, antara lain melalui proses pembelajaran di sekolah. Sekolah berperan
dalam peningkatan kualitas pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas
pula.
Menurut Hendriana dan Soemarmo kemampuan matematika dapat
dikelompokkan menjadi lima komponen utama yatu: pemahaman matematika,
pemecahan masalah matematika, komunikasi matematika, koneksi matematika, dan
penalaran matematika. Dimana setiap siswa harus memiliki kemampuan tersebut.
Salah satu unsur dalam matematika dan merupakan kemampuan yang harus dikuasai
oleh siswa adalah pemecahan masalah matematika.
Salah satu permasalahan yang terjadi pada siswa dalam pembelajaran
matematika banyak siswa mengalami kesulitan dengan masalah kata (soal cerita
matematika). Bagi sebagian (siswa), masalahnya ada pada ketidakmampuan untuk
membaca dan memahami masalah. Lainnya (siswa) mengalami kesulitan
membedakan informasi yang relevan dan yang tidak relevan, sedangkan beberapa
tidak bisa menerjemahkan kalimat (dalam soal cerita) kedalam operasi matematika
yang mereka pahami. Jadi, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan pada
penyelesaian soal cerita. salah satunya yaitu merancang dan menggunakan model
matematika program linear. Program linear merupakan salah satu materi wajib
sebagai dasar materi lanjutan yang disajikan pada tingkat SMA/MA sederajat.
iv
Materi program linear mempelajari tentang cara memaksimalkan dan
meminimumkan suatu permasalahan dengan kondisi pembatas tertentu. Dalam
program linear terdapat dua bagian yaitu fungsi kendala (batasan-batasan berupa
pertidaksamaan) dan fungsi objektif (sasaran/tujuan). Tingkat penguasaan materi oleh
siswa dapat dilihat dari banyaknya kesalahan yang dilakukan siswa dalam
mengerjakan soal.
Program linear adalah model pengambilan keputusan dalam memecahkan
masalah untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas ke berbagai kepentingan
dengan seoptimal mungkin. Program linear merupakan suatu teknik perencanaan
yang menggunakan model matematika dengan tujuan menentukan beberapa
kemungkinan dari pemecahan masalah, yang kemudian dipilih mana yang terbaik
untuk menyusun strategi dan langkah-langkah kebijakan tentang alokasi sumber daya
yang ada agar mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan secara optimal dengan
melibatkan fungsi-fungsi linear (Hiller dan Lieberman, 2008:21). Teknik ini telah
diterapkan secara luas pada berbagai persoalan dalam perusahaan untuk
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penugasan karyawan, pengangkutan,
penentuan kapasitas produk dan lainnya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep dasar program linear?
2. Apa saja kesulitan pemahaman siswa dalam program linear?
3. Bagaimana solusi dari kesulitan pemahaman siswa dalam program linear?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep dasar program linear
2. Untuk mengetahuai kesulitan pemahaman siswa dalam program linear
3. Untuk mengetahui solusi dari kesulitan pemahaman siswa dalam program
linear
v
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar Program Linear
Sebelum masuk ke program linear, penting terlebih dahulu mengetahui
tentang persamaan linear. Persamaan linear adalah sebuah persamaan yang
menghasilkan garis lurus.
Rumusnya:
y = mx + c
Keterangan :
x = variabel
c = konstanta
m = gradien
atau
ax + by + c = 0
Persamaan linear biasa juga disebut persamaan garis lurus, yaitu perbandingan nilai
koordinat pada sumbu X dan sumbu Y yang terletak dalam satu garis.
Berbeda dengan persamaan linear, pertidaksamaan linear tidak menggunakan
tanda sama dengan (=) dalam persamaannya. Akan tetapi, dalam persamaan ini
menggunakan tanda kurang dari (<), lebih dari (>), kurang dari atau sama dengan
(≤), dan lebih dari atau sama dengan (≥).
Lalu apa sebenarnya program linear?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), program berarti urutan
perintah yang diberikan pada komputer untuk membuat fungsi atau tugas tertentu.
Sedangkan linear berarti berbentuk garis. Jadi, program linear adalah metode yang
digunakan untuk mendapatkan hasil optimal dari suatu model matematika yang
disusun dari hubungan linear. Program linear merupakan kasus khusus dalam
pemrograman matematika alias optimisasi matematika.
vi
Dapat dikatakan, program linier merupakan teknik optimasi untuk fungsi
objektif linear, dengan masalah berupa persamaan linear dan pertidaksamaan
linear. Program linear berbentuk model, terdiri dari pertidaksamaan linear,
merupakan salah satu metode untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan
sehari-hari.
Program linear bertujuan untuk menentukan nilai optimum dari suatu
persoalan linear. Nilai optimum ini bisa nilai maksimal atau minimum, dan
didapatkan dari nilai dalam suatu himpunan penyelesaian persoalan linear.
Program linear memiliki beberapa karakteristik, seperti bisa mengatasi
permasalahan dengan kendala-kendalanya dalam bentuk pertidaksamaan. Lalu juga
bisa mengatasi jumlah kendala yang banyak. Terakhir, program linear terbatas pada
fungsi objektif dan kendala linear.
Program linear terdiri dari dua bagian: fungsi objektif atau fungsi tujuan dan
fungsi kendala. Fungsi objektif merupakan fungsi yang nilainya akan dioptimalkan,
bisa bernilai maksimum atau bisa juga bernilai minimum, tergantung dari kasusnya.
Fungsi tujuan memiliki bentuk umum:
f(x, y) = px + qy
dengan p dan q adalah konstanta.
Sedangkan fungsi kendala merupakan batasan yang wajib dipenuhi oleh peubah
dalam fungsi objektif.
Bentuk umum fungsi kendala:
ax + by ≤ m atau ax + by ≥ m
cx + dy ≤ n atau cx + dy ≥ n
x ≥ 0 ; y ≥ o atau x ≥ 0 ; y ≥ o
Model matematika dalam program linear sangat penting artinya, untuk
memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini karena masalah-masalah
tersebut harus diterjemahkan dulu ke dalam notasi matematika, sebelum diselesaikan
dengan program linear.
vii
Jika model sudah didapatkan dengan benar, baru bisa dilakukan analisis
sensitivitas pada program linear tersebut. Untuk menuliskan permasalahan sehari-hari
ke dalam model matematika, bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:
1. Tulis ketentuan-ketentuan yang sudah ada ke dalam sebuah tabel.
2. Buat permisalan, ini berlaku untuk objek-objek yang belum diketahui dalam
bentuk variabel x dan y.
3. Buat sistem pertidaksamaan linear, didapatkan dari hal-hal yang diketahui.
4. Tentukan fungsi objektif yang ingin dicapai.
5. Selesaikan model matematika untuk mendapat nilai optimum dari fungsi objektif.
B. Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Program Linear dan
Solusinya
Soal cerita banyak ditemui pada permasalahan program linear yang
dipelajari ditingkat SMA dan kebanyakan siswa kesulitan menafsirkan soal
matematika dan memahami masalah yang berbentuk cerita, sehingga mempengaruhi
kemampuan siswa dalam menentukan model matematika. Ini sejalan dengan menurut
Gunawan (2017) bahwa beberapa kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal
cerita diantaranya kesulitan memahami soal, dan mengubah permasalahan program
linear menjadi model matematika. Setiawati dkk., (2019) menyebutkan bahwa perlu
adanya peningkatan kemampuan penalaran peserta didik khususnya dalam
memecahkan masalah kontekstual pada materi program linear. Pentingnya belajar
program linear sejalan dengan Permendikbud no. 37 tahun 2018 yaitu peserta didik
mampu menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata yang erat kaitannya dengan
program linear.
Faktor lainnya adalah peserta didik belum memahami materi program linear,
belum memahami materi prasyarat yang digunakan dalam menyelesaikan masalah
program linear serta cenderung kurang teliti dalam operasi bentuk aljabar. Menurut
Suandito (2017) kunci belajar matematika diperlukan penguatan daya ingat peserta
viii
didik untuk tetap mempelajari konsep sebelumnya (materi prasyarat) untuk
mempelajari konsep selanjutnya yang akan dipelajari. Ketika peserta didik telah
memahami konsep sebelumnya dalam belajar program linear, maka kesulitan peserta
didik bisa diminimalisir. Konsep dasar yang perlu dipahami dalam materi program
linear diantaranya konsep aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear serta
menggambar grafik fungsi. Menurut Khairani & Kartini, (2021) kesalahan konsep
merupakan jenis kesalahan yang paling banyak dilakukan peserta didik SMA.
Kemudian metode dan teknik guru dalam mengajarkan materi program linear
sangat berpengaruh. Jika penyajian materi dari guru pengajar cenderung kurang baik
dan kurang inovatif, serta media pembelajaran cenderung minim maka kemungkinan
terbesar minat peserta didik dalam pembelajaran program linear rendah. Agar
pembelajaran program linear tidak monoton dan membosankan guru harus
memberikan inovatif baru dan variasi dalam pembelajaran. Guru bisa
memperkenalkan aplikasi geogebra atau aplikasi tora yang akan membantu peserta
didik dalam memecahkan masalah program linear. Selain itu, tidak kalah penting
guru harus memberikan pemahaman konsep program linear tepat pada siswa dengan
kalimat sederhana yang mudah dipahami.
Dari penjelasan diatas, kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal program linear
adalah sebagai berikut :
a) Siswa kesulitan menafsirkan soal matematika dan memahami masalah
yang berbentuk cerita.
b) Siswa kesulitan mengubah permasalahan program linear menjadi model
matematika.
c) Siswa kurang memahami materi prasyarat program linear sehingga sulit
memahami konsep materi program linear.
d) Penyajian materi dari guru pengajar cenderung kurang baik dan kurang
inovatif.
ix
Berdasarkan hasil tes dan wawancara yang dilakukan oleh siswa dan guru mata
pelajaran matematika yang bersangkutan diketahui masih sangat banyak siswa yang
mengalami kesulitan dalam proses matematsisasi materi program linear. Maka perlu cara
untuk mengatasi kesulitan tersebut antara lain:
a. Meningkatkan pemahaman siswa
Guru harus memahami teknik mengajar yang efektif. Seorang guru mengarahkan
kegiatan yang dilakukan di dalam kelas. memberikan pemahaman yang sangat
baik kepada guru tentang siswanya sehingga mereka dapat mengubah cara
mereka mengajar, salah satunya dengan menggunakan alat komunikasi seperti
Android.
b. Menjadikan siswa aktif bertanya
Guru adalah fasilitator bagi siswa, guru juga panutan yang baik untuk semua
muridnya. Peran guru dalam dunia pendidikan sangat besar dengan tujuan
melahirkan generasi-generasi penurus bangsa yang cerdas. Menjadikan siswa
aktif bertnya didalam proses pembelajaran perlu peran besar guru didalamnya.
Maka cara mengatasi kesulitan siswa dalam metode matematisisasi, batasan yang
dihadapi oleh program linier.
c. Memanfaatkan sumber belajar
Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menanamkan pengetahuan selama
proses belajar mengajar dan membangkitkan minat siswa dalam belajar disebut
sebagai media pembelajaran. Tujuan penggunaan media pembelajaran adalah
untuk membantu guru dalam menyajikan konten kepada siswanya dengan cara
yang memudahkan siswa untuk memahaminya
C. Contoh Soal Rutin dan Non Rutin Program Linear
a. Soal Rutin
x
1. Seorang penjahit pakaian akan membuat 2 model pakaian. Dia mempunyai
persediaan kain polos 30 meter dan kain bermotif 15 meter. Model
A memerlukan 1 meter kain polos dan 1 meter kain bermotif, sedangkan model
B memerlukan 2 meter kain polos dan 0,5 kain bermotif. Maksimum banyak
pakaian yang dapat dibuat adalah ….
Jawaban :
Diketahui :
Model A Model B Persediaan
Kain polos 1 2 30
Kain bermotif 1 0,5 15
Ditanyakan : Maksimum banyak pakaian yang dapat dibuat
Penyelesaian :
Misalkan model A = x dan model B = y, maka fungsi kendalanya adalah :
x + 2y ≤ 30
x + 0,5y ≤ 15
x≥0
y≥0
Fungsi tujuan :
f(x,y) = x + y
Maka daerah penyelesaiannya adalah daerah yang tidak diarsir, sebagai berikut:
Titik potongnya adalah:
xi
x + 2y = 30
x – 0,5y = 15_
1,5y = 15
15
y=
1, 5
y = 10
x + 2y = 30
x + 2(10) = 30
x + 20 = 30
x = 30 – 20
x = 10
y = 10, maka x = 10
Uji titik potong:
f(x,y) = x + y
f(0,15) = 0 + 15 = 15
f(10,10) = 10 + 10 = 20
f(15,0) = 15 + 0 = 15
Jadi maksimum banyak pakaian yang dapat dibuat adalah 20 pakaian.
2. Pesawat penumpang mempunyai tempat duduk 48 kursi, setiap penumpang kelas
utama boleh membawa bagasi 60 kg, sedangkan kelas ekonomi 20 kg. Pesawat
hanya boleh membawa bagasi 1440 kg. Harga tiket kelas utama Rp 150.000 dan
kelas ekonomi Rp 100.000. Supaya pendapatan dan penjualan tiket pada saat
pesawat penuh mencapai maksimum, jumlah tempat duduk kelas utama
haruslah ....
Jawaban :
Diketahui :
Ditanyakan :
Penyelesaian :
Model matematika:
Misal : Utama ¿ x dan ekonomi ¿ y
Kapasitas : x + y ≤ 48→ ( 0 , 48 ) , ( 48 ,0 )
Bagasi : 60 x +20 y ≤ 1440 →3 x + y ≤72 → ( 0 ,72 ) , ( 72, 0 )
xii
Fungsi tujuan : z=150.000 x +100.000 y
Menentukan titik potong kedua garis
3 x+ y=72
x + y=48 -
2 x=24
x=12
Persamaan (i) : x + y=48→ 12+ y=48 → y =36
Subtitusi semua titik pojok ke fungsi tujuan
A ( 24 , 0 ) → z=150.000 ×24+ 100.000× 0=3.600.000
B (12 , 36 ) → z =150.000× 12+100.000 ×36=5.400.000
C ( 0 , 48 ) → z=150.000 ×0+ 100.000× 48=4.800 .000
Sehingga pendapatan maksimumnya adalah Rp. 5.400.000 saat penjualan kelas
utama sebanyak 12 tiket dan kelas ekonomi sebanyak 36 tiket.
Jadi, jumlah tempat duduk kelas utama haruslah sebanyak 12 orang.
b. Soal Non Rutin
1. Seorang pemilik toko sepatu ingin mengisi tokonya dengan sepatu laki-laki
paling sedikit 100 pasang dan sepatu wanita paling sedikit 150 pasang. Toko
tersebut hanya dapat menampung 400 pasang sepatu. Keuntungan setiap pasang
sepatu laki-laki adalah Rp 10.000,00 dan keuntungan setiap pasang sepatu
wanita adalah Rp 5.000,00. Jika banyaknya sepatu laki-laki tidak boleh
xiii
melebihi 150 pasang, maka tentukanlah keuntungan terbesar yang dapat
diperoleh oleh pemilik toko.
Jawaban :
Diketahui :
Ditanyakan :
Penyelesaian :
Pada soal ini, untuk mengetahui keuntungan terbesar maka yang menjadi fungsi
tujuan atau fungsi objektifnya adalah keuntungan penjualan sepatu. Jadi fungsi
tujuannya adalah :
F(x,y) = 10.000x + 5.000y
Dengan pemisalan :
sepatu laki-laki = x
sepatu perempuan = y
Sistem pertidaksamaan untuk soal tersebut adalah sebagai berikut :
x + y ≤ 400
100 ≥ x ≤ 150
150 ≥ y ≤ 250
Karena maksimum sepatu laki-laki hanya 150 pasang, maka maksimum sepatu
perempuan = 400 – 150 = 250.
Dari sistem pertidaksamaan tersebut, maka diperoleh grafik sebagai berikut :
xiv
Dari grafik jelas telihat bahwa keuntungan maksimum berada pada titik pojok
paling atas yaitu titik (150,250). Maka nilai maksimum dari fungsi tujuan
F(x,y) = 10.000x + 5000y adalah :
F(150,250) = 150 (10.000) + 250 (5.000) = 2.750.000
Jadi, keuntungan terbesar yang dapat diperoleh pemilik toko adalah Rp
2.750.000,00
2. Menjelang hari raya Idul Adha, Pak Mahmud hendak menjual sapi dan kerbau.
Harga seekor sapi dan kerbau di Medan berturut-turut Rp 9.000.000,00 dan Rp
8.000.000,00. Modal yang dimiliki pak Mahmud adalah Rp 124.000.000,00.
Pak Mahmud menjual sapi dan kerbau di Aceh dengan harga berturut-turut Rp
10.300.000,00 dan Rp 9.200.000,00. Kandang yang ia miliki hanya dapat
menampung tidak lebih dari 15 ekor. Agar mencapai keuntungan maksimum,
tentukanlah banyak sapi dan kerbau yang harus dibeli pak Mahmud.
Jawaban :
Diketahui :
xv
Ditanyakan :
Penyelesaian :
Karena ditanya keuntungan, tentu fungsi tujuannya adalah besar keuntungan
dari penjualan sapi dan kerbau. Untuk itu, tentukan terlebih dahulu keuntungan
menjual sapi dan kerbau sebagai berikut :
untung sapi = Rp 10.300.000,00 – Rp 9.000.000,00 = Rp 1.300.000,00
untung kerbau = Rp 9.200.000,00 – Rp 8.000.000,00 = Rp 1.200.000,00
Misalkan banyak sapi = x dan banyak kerbau = y, maka fungsi tujuan menjadi:
F(x,y) = 1.300.000x + 1.200.000y
Model matematika yang memenuhi soal adalah :
x ≥ 0 → banyak sapi tidak mungkin negatif
y ≥ 0 → banyak kerbau tidak mungkin negatif
x + y ≤ 15 → karena kandang hanya dapat menampung 15 ekor.
Karena modal Pak Mahmud Rp 124.000.000,00 maka :
9.000.000x + 8.000.000y ≤ 124.000.000 → disederhanakan menjadi :
9x + 8y ≤ 124
Selanjutnya, kita tentukan titik koordinat masing-masing garis agar dapat kita
gambar dalam grafik.
Untuk x + y = 15
jika x = 0, maka y = 15 → (0,15)
jika y = 0, maka x = 15 → (15,0)
xvi
Untuk 9x + 8y = 124
Jika x = 0, maka y = 15,5 → (0, 16) → digenapkan karena jumlah sapi tidak
mungkin 1/2.
jika y = 0, maka x = 13,7 → (13 ,0) → digenapkan menjadi 13
karena melihat kondisi grafik, titik ini akan menjadi titik pojok, jadi 13,7 tidak
digenapkan ke 14 karena jika dibulatkan ke 14 maka akan lebih dari Rp
124.000.000,00.
Dari grafik di atas dieproleh tiga titik pojok yang memenuhi syarat untuk
menghasilkan nilai maksimum yaitu titik A, B, dan C. Titi A dan C dapat
ditentukan secara langsung yaitu A(0,15) dan C(13,0). Titik B merupakan titik
potong antara garis x + y = 15 dan 9x + 8y = 124.
x + y = 15 , maka x = 15 – y → substitusi ke persamaan 9x + 8y = 124
9(15 – y) + 8y = 124
xvii
135 – 9y + 8y = 124
y = 11
x + y = 15
x + 11 = 15
x = 4 → jadi titik B(4,11)
Selanjutnya substitusi masing-masing titik ke fungsi tujuan :
A(0,15) → f(x,y) = 1.300.000(0) + 1.200.000(15) = 18.000.000
B(4,11) → f(x,y) = 1.300.000(4) + 1.200.000(11) = 18.400.000
C(13,0) → f(x,y) = 1.300.000(13) + 1.200.000(0) = 16.900.000
Jadi, agar keuntungannya maksimum, jumlah sapi dan kerbau yang harus dibeli
pak Mahmud adalah 4 ekor sapi dan 11 ekor kerbau.
xviii
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
program linear adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan hasil
optimal dari suatu model matematika yang disusun dari hubungan linear. Program
linear merupakan kasus khusus dalam pemrograman matematika alias optimisasi
matematika.
Bisa dibilang, program linier merupakan teknik optimasi untuk fungsi objektif
linear, dengan masalah berupa persamaan linear dan pertidaksamaan linear. Program
linear berbentuk model, terdiri dari pertidaksamaan linear, merupakan salah satu
metode untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Program linear bertujuan untuk menentukan nilai optimum dari suatu
persoalan linear. Nilai optimum ini bisa nilai maksimal atau minimum, dan
didapatkan dari nilai dalam suatu himpunan penyelesaian persoalan linear.
Berikut kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal program linear adalah :
a) Siswa kesulitan menafsirkan soal matematika dan memahami masalah yang
berbentuk cerita.
b) Siswa kesulitan mengubah permasalahan program linear menjadi model
matematika.
c) Siswa kurang memahami materi prasyarat program linear sehingga sulit
memahami konsep materi program linear.
d) Penyajian materi dari guru pengajar cenderung kurang baik dan kurang inovatif.
B. Saran
Berdasarkan penulisan makalah program linear diharapkan mahasiswa yang
ingin mengabdikan diri menjadi seorang pendidik, kita sebaiknya lebih
memperhatikan masalah dan kesulitan yang terjadi pada siswa selama proses
Pembelajaran dan segera mencari solusinya. Dan sebagai calon pendidik lebih
xix
membiasakan diri untuk menggunakan berbagai cara yang menarik dan efektif dalam
melakukan proses belajar mengajar khususnya Pembelajaran matematika.
DAFTAR PUSTAKA
Muslim.(2015/2016).VARIAN-VARIAN PARADIGMA, PENDEKATAN,
METODE DAN JENIS [Link](1),no.10.
Hamzah [Link].(2020).PARADIGMA [Link] Negeri Gorontalo
xx
Putri Handyani,SKM,[Link] Penelitian [Link] Esa
Unggul.
Murdiyanto, E. (2020). Penelitian Kualitatif (Teori dan Aplikasi disertai contoh
proposal).
Madekhan, M. (2018). Posisi Dan Fungsi Teori Dalam Penelitian
Kualitatif. Reforma: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 7(2), 62-69.
Rakhmawati, Y. TEORI DALAM PENELITIAN KUANTITATIF DAN
KUALITATIF. Buku Pendamping Bimbingan Skripsi, 93.
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022).
Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan,
6(1), 974-980. [Link]
Herdiansyah, H. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu Psikologi.
Jakarta: Salemba Humanika.
Madekhan, M. (2018). Posisi dan Fungsi Teori dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal
Reforma, 7(2), 62-69.
Padgett, D. K. (2016). Qualitative methods in social work research (Vol. 36).Sage
Publications
Poerwandari, E.K. (2017). Pendekatan Kualitatitf untuk Penelitian Perilaku Manusia.
Depok: LPSP3 UI.
Reeves, S., Albert, M., Kuper, A., & Hodges, B. D. (2008). Why use theories in
qualitative research?. Bmj, 337
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
xxi