0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan47 halaman

Fungsi dan Tipe Axle Kendaraan

1. Front axle berfungsi untuk mendukung beban roda depan dan untuk sistem kemudi. Terdapat dua jenis front axle, yaitu rigid axle suspension dan independent axle suspension. 2. Rear axle berfungsi untuk mendukung beban roda belakang dan meneruskan tenaga penggerak. Terdiri dari rear axle housing, axle shaft, dan bearing roda. Ada pula rear axle dead yang hanya mendukung beban tanpa meneruskan tenaga. 3. Komponen utama axle antara

Diunggah oleh

Ari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan47 halaman

Fungsi dan Tipe Axle Kendaraan

1. Front axle berfungsi untuk mendukung beban roda depan dan untuk sistem kemudi. Terdapat dua jenis front axle, yaitu rigid axle suspension dan independent axle suspension. 2. Rear axle berfungsi untuk mendukung beban roda belakang dan meneruskan tenaga penggerak. Terdiri dari rear axle housing, axle shaft, dan bearing roda. Ada pula rear axle dead yang hanya mendukung beban tanpa meneruskan tenaga. 3. Komponen utama axle antara

Diunggah oleh

Ari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

AXLE, WHEEL, SUSPENSI AXLE

AXLE
FRONT AXLE
Front axle berfungsi untuk mendukung beban pada roda depan dan untuk steering
kendaraan. Secara garis besar front axle dibagi dua, yaitu :

> RipidadcBuspenri
Tips ini dig&kan pada tnrk dan bis untuk mernbawa beban besar, & m a
Wka wlah Mtu Foda nailr karena kondisi perrnukwn @fan maka body atau
frame dmi unit akan mirlng tetapi hanya dapat unt* Icemiringan dengan sudut
kecil. Keuntungan tip@ini mudah dalam perawatmnya karena struktumya
sederhana.

P Independent axle suspend


Dipakai untuk mobil penumpang, bekrapa off-road heavy-duty dump truk serta
truk kecil dan sedang. Tipe ini lebih rnemberikan kenyamanan pada operator
atau penumpangnya dan akan mengurangi efek dari jalan yang bergelombang
karena ketika salah satu mda naik akibat kondisi permukaan jalan maka unit
tidak akan miring.

Leaning
&se
r.

Rigid Axle Independent


Suspension Type. Suspension Type
T~pereverse ellid paling bas diimakm, tipe elliot digunakan u m k beberapa
kendawn, sedangkim untwk Ope merman &n lemoine hampir tidak pemah dipakai
lagi.

dB-
--*
47- %
-?@

Bentuk front axle berdasarkan ujungnya

Contoh hutiungan front axle dan knuckle


AXLh. WHEEL m AXLE

Axle beam biasanya rnempunyai penampang melir+tmg bentuk [Link] pu-


gravitasi rendah maka struktur axle beam bagian tengslr#iya kbih redah sehingga
komponen dari spring seat dan bagian tengah utlit labih rendah dari bagian tengatt
roda. Axk beam yang terbuat dengan bentuk bulat pipa juga cfigunakan untuk
beberapa kendaraan.

Knuc&te Gerpasang pada masing-wing ujung aule h a m den pa^ king(rin, daff
dapat berptitar pa& kingpin. S t e t k g arm t~~~ pads knudde. K e d w
ujung dari buckle dihubungRan dengan menggunakan tie-fd amr dan tie-md. !4ub

--
dengan dua tapered roils bearing tw-g pada kofflponen korwmen sOindk
d a r i k ~ . R o d a d a n M d n # n t ~ ~ p a Q a R ~ d w i h v b ~
hub bdL.

LomrMing '
R i -r

ReverSeElihtT~US!
..
AXLE, WHEEL, SUSPEPSI AXLE

Thrust bearing disisipkan antara bagian tengah axle beam dengm M l e &ingga
kendaraan dapat d i k m d i k a n dengan mudah ket'rkzl mendam beban y a w besa?r.
Clearam dengm thrust bearing dapat diadjust dengan shim. K m p o m n dad
sistem brake terpasang pada flange dari knuckle.

Steerimg W h d diimmmt
Pada kendaraan terdapat dua roda yang digunakan sebagai kemudi yang umumnya
terctapat pada roda depan maka Seering wheel alignment ada yang menyebut front
wheel a%gnntent. Roda ini harw bergerak halus dan selasna s&tmkemudi
dikerjakan sehingga mudab daiam pengoperasian, hams sta4il dan cepat kembdi
keposisi setwarnya jilca rrvendapat W a n [Link] sefain itu ban Wak boteb c-t
aus, maka fakbr faktor yang hams diperhatikan pada roda tersebut :

P~votshaR dari roda kemudi dinamakan kingpin. Pada struktur tipe rigid a*
suspensi, r d a akan berputar mngitari kingpin. Wnuntnya tidak VW
dengan permukaan jalan, tetapi ada kemidgan yang terfihat pa& gwmbar.
Sudut a n t m kingpin shaft dengan garis ve3kaI kepmmkaan jiasn dimmakm
kingpEn indination anpte. Kemiringan ini akan rnembantu memberikan -ts
AXLE, WHEEL, -SI AXLE

kestabilan dmgzm kecen- rods u W k e r n kep~%SImgseng


kedepan fpcs& . Saat kemurti dibekkkan, roda akan
[Link] dengan naik YSNF~
akan-abagayarealQiW Forts keposisi mad.
ksamya k i indimtbn snSzlra 9-80.

9 Cwnberangk
Ketika ax$@ditihat dari depan kendaraan, akan terlihat garis teniyh ban M a k
vertical Mapi akan miring rnernbentuk sudut dengan arah Wuar y m
dinarnakan camber angle dengan besar s e k i r 18' k n akan tzwckfung miring
kedalarn ketika unit mendapat beban atau muatan, rnaka artaflya mi
akan rnenghilangkan efek tersebut.

9 Toe-in
Ketika roda kernudi dilihat dari atas akan terlihat jarak yang beda antam A dan
8, A akan lebih pendek inilah yang dinamakan toe-in. Ketika unit belok maka
rnembentuk suatu radius yang titik pusatnya jika ditarik garis ke t i t i tengah
masing-rnasing roda kernudi akan rnembentuk dua garis yang berbeda of&

Toe m
b m a ktu a g a bzAxw jalan ke masing-masing roda ma dan ti& tezjadi dip
pada Foda &a@mdalam maka cawdut untuk mda kemodi bagian Euar harm lebih
tajarn M n g g a diperlukan toe-in.

cas%er
BMsanya kingpin jika d i l W dmi sisi samping k e n d a m a k a mh'hg
kebeiakang dari garis vertical y a w dinamakan caster. Hal ini akan medmat
kamdi lebih mudah dan mda akan cenderung untuk bergerak maju atau-
mumhr kembati. Eeamya caster zmgk Masamya lEP.

Front drive axle twdapat final gear, differential gear, axle housing,axle shaft,dan
universal joint (Birfield joint).

REAR AXLE
Rear axle dcan menyangga beban dart meneruskml tenaga penggerak kroda
belakang yang disebut juga driving axle. Bagiannya yaitu rear axle housing, ax(e
shaft dan bearing roda. Wain itu ada rear axle yang tiddc menents&an tenaga atau
dead axk. Rear axle tipe rigid digunakan pa& kendaraan sedang dan
heavy-duty.&fdasa metode pemBebana~pada axle shaft, terdiri dari :

1* W F k w t k g T l p e
m @ = =W psda&sb& A x l e s h a f t u n & ~ g o k h a x l e h a r r m g m e l a l u zAxle
~
shafl d;lil a
& hoUslRg mmemna bebaa yang sama daemskan ke rods axie shaft akan

padad
serta -n tors yang diharilkan dch -(-) T t p e ~ ~ 6 . ~
k ~ k e c l l s e t a b ~ p ~ d a a b m y a t l a t r d r b e b s a ~

u Half floating Type


AXLE. W E E L . SISPErYSI AXLE

> Full Floating Type


Masing-masing roda didukung oleh axle housing rnelalui dua tapered roller
bearing . Momen bending dihasilkan oleh gaya vertical, melintang dan
rnernanjang dari roda sernuanya diterirna axle housing sedangkan axle shaft
rneneruskan tenaga driving dan hanya rnenerima mornen torsi yang
dihasilkanoleh tenaga driving tersebut. Tipe ini dipakai untuk kendaraan sedang
dan heavy-duty. Axle shaft dapat dilepas dan pasang dengan rnudah daripada
tipe lainnya.
6rake drum .,
Axle shaft

housing

Wheel hub

Full Floating Type

9 3h Floating Type
Struktur tipe ini antara tipe half floating dan full floating. Roda didukung oleh
axle housing rnelalui sebuah bearing. Axle shaft sangat rnudah rnenyalurkan
kekuatan driving. Karena itu harnpir 74 rnornen bending dari beban vertical dan
rnelintang oleh roda akan diteruskan ke axle housing. Axle shaft rnenerirna
rnornen torsi dan rnornen bending '14 dari beban rnelintang. Tipe ini jarang
digunakan karena strukturnya kornplek.

Axle shaft

74 floating type
A=&=&- AXLE

z DrSm-
krva&& tergmtung &ti je& M.
Axle houskrg berfungsi
menwrulp dan m&Kbungi axte shaff, ng berat kendaraan dm, betmn.
Find gear &&cat m flm a
n tmgah axke housing. Axk bnr~ing
&pat d i k l a s ' i i n :

1- -t)rpe
Tipe ini mudah di4uat sehingga *at ini banyak digunakan

2. Buifdyp type
Tipe ini mernpunyai struktur yang pafing kornpfek, dibanding yang lain.

3. split type
Axle housing terpisah antara bagian kiri dan kanan. Final gear terpasang
ditengah dengan menggunaiGan bolt untuk rnenghubungkarmya. Pada tip
ini pemeriksaan dan pengadjustan differentiat am%er' (final gear) lebih sulit
dari tipe lain.

AxEe shaft &m meneruskan tenaga melalui final gear dan diffenmt'ii gear k
roda. Hub terpasang pada kedua sisi axte hwsinq d a l u t dua bearing pada
masing-masing ski. Brake d m dan disc roda terpasang pada hub. Tapered
roller bearing digunakan pada rear axle karena adanya beban metintang dari
roda.
AXLE, WHEEL, SUSPE- AXLE

Rear axle

9 Dead Axle
Dead axle tidak rneneruskan tenaga, tetapi hanya mendukung bebitn pada roda
sehingga tidak ada final gear atau axle shaft. Yang terdapat pada axle tipe ini
hanya shaft dimana ujungnya terdapat bearing. Kornponen hub disini pada
dasarnya sama seperti drive axle.
AXLE, W E E L , SUSlQllW AXLE

Setelah kecewan dikurangi dan toque ditambah oleh trammisi setelah melevati
propeiler shaft tenaga a h digunakan untuk memutar roda, saat awd unit
bergerak tidak dipertukan kecepatan tetapi torque yang besar karena itu rtntuk
m m r n b a h twgue dari output trmsrnisi dipaka gear reckrksi yamg dinamakan final
gear. Selain itu final gear kffungsi untuk merubah arah tenaga dari prop&ler sh&
ke roda kanan dan kiri, okh karena itu umumnya digunakan kombinasi bewf gear.
Beteapa tipe final gear :

1. VVom gear
KaMeristik Pipe ini smooth dan saat meshing tidak bersuara karena poros
drive gear &an driven gew tidak lurus, level W dapat kwh remW~dan
rati fedtdsinya lebih bkw lebih mudah dbpai. Tetapi tipe ini hanya
digunakan yntuk sedikit jenis kendaraan tipe heavy-duty d a ~
untuk panas karena &msi transmisi rendah.

2. Spiral bevel gear


Karakteristiknya terus-menerus, smooth, saat meshing tidak berwara,
kapasitas toque besar dan efiiiensi transmisi tinggi karena Ru tip ini
sekarang banyak digunakan untuk efisiensi Man bakar kenBwaan.
Konstruksi antara poros pinion dan ring gear pada tipe ini sa€u ga'rs twos.
AXLE, WHEEL, SUSPE-I AXLE

3. Hypoid gear
Hypoid gear mempunyai tipe spiral bevel gear,keduanya mempunyal bentuk
gear yang hampir sama tetapi antara poros drive gear dan driven gear pada
tipe hypoid tidak lurus (garis tengah pinion lebih rendah dari garis tengah
ring gear). Sehingga level lantai dapat lebih rendah. Selain itu tipe ini lebih
tahahan lama dan tidak menimbulkan kebisingan.

Q spiral -gear re w i g -

Types of Final Gears -

Selain tipe tersebut pada kendaraan heavy-duty ada yang menggunakan tipe
planetary gear. Final gear dapat pula diklasifikasikan berdasarkan speed reduction
method dan driving method.

4 Speed reduction method - One-stage reduction type


- Two- stage reduction type
- TWO-speedtype
- Planetary gear type

t Driving method : - Single axle independent driving type


- Double axle interlocked driving type ( tandem
type, in-line tandem type)
AXLE, WHEEL, AXLE
AUE, WEEL -#sr AXLE

- * W u m u R h t k - m p u t a d w f m i
mefaki prupdk SWt yang selanjutnya &an mawhat peqslum*1 Mh
hatus dari final gsw k d kin dan kanan pada konsfisi w.!%?at kembrwn
bwjalan bebk atau pada jatan yang buruk akan wadi jarak tempuh yang bars
antam roda kanan dan kiri. Jika kedua roda berputar pada kecepatan sama, rod-
dengan jar& temp& tebih pendek akan slip. Tujuan dari differentid ~ni akan
secara &omatis membuat kecepatan roda krbeda antam & di
a ~ lkana sehingpa
perputaran menjadi halus.
AXLE, WHEEL, SUSPEPCSI AXLE

Structureof Differential (Markrd with Box)

Pr;nsip dasar differential


Saat kendaraan bergerak lurus, differential akan rnembuat roda kiri dan kanan
mempunyai kecepatan sama, tapi pada saat unit belok atau jalan rusak rnaka roda
pada sisi luar atau dirnana hambatan jalan kecil akan berputar lebih cepat.
F Saat gear rack kiri dan kanan mernpunyai tahanan yang sama (bergerak lurus).
Jika pinion yang terletak diantara dua rack dirnana antara gear pinion dan gear
rack dihubungkan kemudian pada ujung bawah rack diberi beban yang
besarnya sarna rnaka pada saat pinion ditarik kedua rack akan terbawa
9 Saat gear rack kiri dan kanan mernpunyai tahanan yang berbeda.
Ketika beban pada salah satu rack lebih besar maka saat pinion ditarik
cenderung lebih rnernbawa rack dengan beban ringan sedang pada rack dengan
beban lebih berat pinion hanya berputar

Differential Gear
DifRerential Gear (Turning)
(While Running Straight)
AXLE, WHEEL, SUSP61CB AXLE

QBi#,
A d g M tipe yaw patiF39 bas cDigmwRan, M p kqjamya sepwhS Wah
dijelaskan pada prirsitp &sar dari diiffeensial &&as.

+ Torque pmporfionai d-a! gear,


Mupakan Tpe spin yang mcmpmyai jumlah gigi pinion gew ganjil sebab
perbedaan t a h a m dari permukaan jalan akan mengubah posisi Mbungan
antara pinion gear dan side gear yang akan menyebabkan pula perubahan
traksi pada masing-masing roda.

Saat bharm roda sama jmak antara pinion gear dan tiMr kontdc "a" pada
side pear kiri akan s a w denpan "b" unMc si& $ear k m sehingga trabi
s@ kiri TL &an m a( sisi k3Mn TR.
..
AXLE, WHEEL, S
U- AXLE

4 Direction of rpiderrotaim D i e i o n of spider mtstia,

'a

Saat tahanan satah satu roda (misal sisi 3A) Eebih rendah maka side gear
0

pada sisi ini akan benrsaha untuk berputar lebih cepat & i akiln
menyebabkan perubahan hubungan antara pinion dan side gear, jitrak "a"
rnenjadi lebih panjang dari "b" dan disini berlaku hubungan axTL=BxTR.
Ratio antara jarak "a" dan "b" dapat berubah w a d i 1 : 1,38. Ketika r a t i i
tersebut belurn tercapai atau perbedaan tahanan antara roda kiri dan kanan
kurang dan 38% plnlon gear t ~ d a kakan berputar bebas pada sisi yang
tahanannnya rendah sehingga kedua roda masih meneruskan tenaga dan
tidak terjadi slip. Hal ini akan rnenarnbah umur ban 20-3O0/0dan efisiensi
ketja juga naik

4 Planetary gear differential type, yaAu tipe differential yang menggvnakan


planetary gear type pa& final geamya.

P Non Spin differential ,


Pada tipe non spin ini akan terydi suatu kondisi dimana tenaga tidak ditwuskan
kesabh satu ~ o d ayang mempunyai harnbatan sehiigga diharapkan akan
bergerak lebih bebas karena dia akan dapat berputar IeMh =pat.
AXLE, M e L , -
S AXLE

t SaatmitbesjakanLnis
DrPHenm

&ckahmya -t cenS@r m yang b e r m .pwla pada ltedw sisinya.


Putaran dari bevel war yang cBen&m ke§- d;En s&mi&nya kectriwn
Wch &&ah kiri dan k-n dengan kecepatan s m a . Fa& k t m M yang
& d a m qigi pa& driven clutch kfiubLungan dengan gigi pada center cam
(tanpa backlash) begitu jugs gigi pwla driven dutch httubungan dengan
gigi pada spider. Saat cage berputar karma peneru~n
tenaga dari transmisi
maka spider akan berputar yang ditentdran ke driven clutch yang
selanjutnya dieruskan pula memutar drive shaft rang menuju r& sebelah
kanan dan kin.

t Saat unit berjalan membelok (salah W u hambatanya lebih besar)


Ketika unit berjalan membelok, maka putarm roda bagian luar atau yang
hambatannya lebih kecil akan berputar lebih cepk. Karena hambatan yang
timbul mtara permukaan jalan dan roda beda maka cemer cam a h
mndorong driven dutch kearah bar, akibatnya hubongan antara spider
dengan driven clusth sebelah luar m j a d i trebas (disengaged), maka roda
sebelah luar bebas dan dapat berputar kbih cepat
F a P a ssat b e r b t l o k CEarga c a k a n a n ban B e r b d a J

-~spidsrm&w

. t

ET 3 i
I

iI

1' 423F
Pada saat b e r b e l o k ( h a r g a t a h a n a a b a a t i d a k saaa).ma!sa
jumlah p u t a r a n ban k i r i dan kanan a e n j a d i t i d a k [Link]
s p i d e r g e a r (4) d a n s i d e g e a r ( 3 A d a n 3 B ) a k a a b e r g a t a r .
Pads d i f f e r e n t i a l sister f P D , s p i d e r g e a r d a n s i d e gear
bar* a k a a b e r p u t a r a p a b i l a
perbandiasan 2 1 ; 1,38
TL .a T2 . b denzan
;

1
i
i
j
I
I

I
S i d e gear Tasg m e m p o n y a i h a r g a t a h a a a n y a a g l e b i h k e e i l
akaa berparar l e b i h b e s r r ( l t b i h cepat ). Ii
i
!,

I I
I
I
It
/I
8 IESG CENTRE DEPARTMENT - 07

D i f f e r e n t i a l dan F i n a ? Reduction

Jika kendaraan b e l o k maka roda yang sebefah l u s r akan


l e b i h cepat putaranya dibartding roda yang sebelah d a l m
(Kendarean b e l o k k i r i , r o d a kanan l e b i h cepat d i b a n d i n g

A'
Roda k i r i maupun roda kanan mnrpunya s h a f t s e n d i r i -
sendi r i yang d i hubungkan pada c e n t e r dengan p e r a l a t an
khusus yang d i s e b u t Q i ff e r e n t i a l .
Deangan adanya d i f f e r e n t i a l akan mengurangi cepatnya
keausan ban dan kerusakan shaftnya.

I. Ringgczr
2. Side gear
3. RnMn shaft
4. DiifeicnrW *nbn
5. Carrier
6. Adjusting nui
7. Drivc rbrfr
WHEEL DAM TIRE

WM dan T Pmewsham m n ~ema&m&3ri bebam


k;endairaan aef3iswL W b s d a m Tire k
pefmubm tamah. Ketik;a lcencsaraan w a n , wheel &HI ere m h a w W - n
m p t h a d a p permukaan ta#?&. Ke!i%Smbia-n Wheel membntu mer@W&ri
tejadinya suara bising k e k a kendaram bwjaian [Link] kecepatan tinggi.
-
WHEEL
Wheel di bagi dalam beberapa tipe dibawah ini :
a. Disc Wheel
Disc wheel dibentuk dengan proses moulding. Disc wheel sangat cowk untu*
produksi massal dan lebih ekonomis, banyak dipakiri pada p z t s e n ~cars,
trucks, buses, dan yang lainnya.

b. Spoke Wheel
Spoke wheel tersusun atas rim, center hub dan spokes. D a h keh.~~pafl
sehari- hari speke biasa dizebut dengan jeruji. Tip& sp&e ini Mass digunakn
pada motwcycks dan spats cars karena memitiki berat yang ringan.

c. tight Atkiy W M
Tipe ini dlbeMuk dengan proses casting atau forging menggmakan &ban
alum- atby a m magnesium day. Memiliki karaktwiskik ringan, kuat.
t a h n lama, &an nwdah dbmt& dengan hasil yang a u r a t . Banyak QigrafMkrm
pada passmge~m dan bebefapa truck dan bus.

d. Spider Wheel
T i ini sama hahya dengan tipe disc wheel, tiEkrk
tetapi dix
bertumpu pa& wheel t m ek dm nZei?ggu~kafladaptor yang disebuL spider
r
t
yang terletak pada hub. Spider berfungsi untuk dud;kan disc. Di ckduk pada
adaptor dengan cam di damping. Dilakukan seperti ini agar pemasangan dan
melepasnya lebih mudah.

e. Trilex Wheel
Trilex wheel sama dengan spider w M , tetapi tipe in+ dibagi menjadi tiga
bagian yang berpusat pada hubnya.
AXLE, WHEEL, S E W E F Q S L WHEEL

TIRE
PENGETAHUAN DASAR BAN
Tire atau ban adalah bagian dari wheel yang bersinggungan langsung dengan
permukaan tanah dan rnewpakan komponen yang terletak pada pelek sebuah
kendaraan.

NNGSI
Bekmpa fwrgsi dari tire :
> Menahan berat swtu kem%man dan muatan yang b e r s @ n g g wckman
permukaan tanah/jalan.
9 Mengendafikanjalannya kenckman saat bergerak rnaju atau rnurrdw.
> Memruskan tenaga dari m i n sehingga kendaraan dapat berylan dan
&aliknya untuk membementikan bita diperlukan.
> Bemma dengan s e e m suspensi menentukan keamanan, kenyamanan dan
kemudahan pengendalian kendaraan.

STRUKTUR BAN
PneumaMc tire t m u n diai empat bagian utama : Carcass, Tread, Breaker, dan
Bead. &pat pula di- m u N t birgm - baQan yang mempunyai fwrgsi utarna
sebagi berikut : Crown, !3md&f, Side waff, dan Bead.
a. Careas
Carcass ted* di d a l m ban, yang berSungsi mehahan berat, gonmngan,
tumbukan ctan tekawa angin. GSE~S;&hatdari b b w a n - -
I pJy cords.
Kamt pana &
-i ad Wak hanya me(indun@dwi kemsaka bar,
tetdpi i-mmeg& pwgeseriBP diwttwa cords.
b, TreaQ
Tread meaqahn kulR W dari ban, me3indungi carcass dari k e w ~ ndan
kerusakan. w a n bead yimg Bettrukargan langsung ckngan pennukwn jalan
d i s s h t Crown. Etagii sampirPg daci ban disebut Skfe Wald d m c h & i
peFfemuannya derrfiwt tread d & b t St?mvMer. Alur - alur yang d i m pa&
permukaan ban & i t Groove 0t;H.i lIlon-Skid. Dalamnya alur tersetwt dinamakan
Pfon Skid D m , bagian dibawah gsowe dinarnakan Skid &se. Karena side wall
menerima gaya tekan dan gaya tarik sefarna ban bemperasi,mka side wall
dinimakm flexing area.. %w& plga dinarnakan ~ u t t r dan
k rnerupekan bagian
peqmgga c m n . BagMn ini m u n y a i konsentrasi karet yang paling tebal
& h a t juga alur untuk mengeiuarkan panas.
AXLE, SIISPfWSI -
9 SgUkihsre
Komtruki canass cord membentuk sudut 900 tefhadap keliling Fglraran ban.
ladi dilihat dai samping konstruksi cord adatah dalam arah radd k r b d a p
pusat atau cmwn dari ban. 6agian dari ban yang berhuhngan bngskurg dengan
permukaan jalan diperkuat oleh semacam sabuk pengilrat yang dinarnakan
breaker atau belt. Ban jenis ini hanya rnenderitq sedikit deformasi dalam
bentuknya dari gaya sentrifugal, walaupun pada kecepata~tinggi. Ban radial ini
juga mempunyai rolling resistance yang kscil.

> ~ ~ B S e s
S d k t u r hefted Mas Makafigan ini telah mendam banyak m a t i a n . Sebagai
tambahm t3afi stmMw bias yang biasa, suatu belt seperti sabuk pengikat yang
digunakan dabm stmsktur rWid dipasang pada ketiling lwr dari carcass.
~ i a memambah/menaikkan
n kekerasan d a i bagian ban yang
berftubungrrn dhngan jakan.
AXLE, YIPHEEL, S U S l f f f S WHEEL
I
:

TREAD PAlTERN
T ~ ~ p a U a d s s e n e p a n m ~ s m p a t ~ :
a. m
Q w
CBkdr
d. R i i t u g

Ac MTTERCPDCIIA~~
F

DIMENSI BAN DAN PELEK


Do = Diameter keseluruhan

B = Lebar penampang
r = Radius Tread atau radius Crown
Dr = Diameter pet&
W = Lebar pel&
H = T i i penampang

Dalam keadaan dibebani secara statis


R = M u s dari ban
H' = Tinggi penampang
8" = Lebar kgdwuhan
AXLE, WHEEL, SUSPEWSI WHEEL

SPESIFIKASI BAN
Aspect Ratio = Tinggi penampang
Lenar penampang
Ply Rating (PR) = Suatu index dari kekuatan ban dengan kata lain
spesifik beban maksimum yang diijinkan dari
ban.

Breaker '-4

-
PENUUSAN UKURAN BAN
Ban M o b i l Bemumgang
7.75 - 14 4PR
ply Rating
Diameter FQkk (Inci)
Lebar Penampang (Inci)

I
Load Range
D i a M e r Petek (Inti)
Aspect Ratio (Seri)
B&s Beban
AXLE. WHEEL. SUSPENSI WHEEL

205 S R 14
Diameter Pelek (Inci)
Konstruksi Radial
Batas Kecepatan
Lebar Penampang (rnm)
FR60-15B
Load Range
Diameter Pelek (Inci)

Aspect Ratio (Seri)


Konstruksi Radial
Batas Beban

10.00
-
Ban Truck & Bus, Off The Road dan Industri
- 20 14PR
Ply Rating
Diameter Pelek (Inci)
Lebar Penampang (Inci)

Ban Balap atau Racing Tire (RA)


5.00/9.00 - 13
Diameter Pelek (Inci)
Lebar Penampang (Inci) ,-

-
Tinggi Penampang (Inci)

Ban Pejal atau Solid Tire (ST)


10 x 6 x 61/4
Diameter Dalam (Inci)

-
Lebar Dasar
Diameter Luar (Inci)

Ban Agrikultur (AGP)


19 x 8.00 - 10
Diameter pelek
Lebar penampang (Inci)
Diameter keseluruhan
AXLE, WHEEL, SZlsRllsl WHEEL

RAN DALAM, PElYrrL DACY F l

%aRRdanr
-1.
Waw &Ism ban bafu- mtwk meRatMn berat , perpumpang, d m
BeDan yang lain. Sedangkan bar datam W n g s i u W k m m udara
tersebut datam tekdnan yanng konmn.
F a b yang m p e n g a m h i dafam pemiliihan ban dafam :
a. Bentuk ban &lam, ukuran, dan jenis penti1 diseswikan dengan jmis
ban yang digunakan.
b. Kebocoran udara yang minimum
c. Regangan yang kedl
d. Kuat terhadap tusukan
e. Tahan terhada~keausan

Ban M a i n tertKoat daFi karet alam &n karet sintetii. Ban ddam dati karet sintetk
(Butyl Rubber) kbih baik dari pada ban ddam yang terbuat dari karet alam,
tenttwna dalam h d kerapatan t&hadap udara, ketahanan terhadap kea-n dan
panas. KebaRy* ban dalam yang diproduksi pabrik-pabrik terkemulra di dwtia
terbuat dari karet sintetis.

111. Tebal
Peranan utarna dafi tebalnya ban dalam addah untuk rnemefihara kerapatan
t&adap udara. Tekanan udara yang ada di dalam, t
i- penampang dan
regangan (koefisien dari penampang ban d&am dan ekspaosi dalarn arah
l i n ) menentukan tebal ban dalam.
Ada dLla rrrasam d i i €ebdban dalam :
l.DiSrRm4WtmI yanp !%ma pada MaMda, SmqSmg, dan Dasa
2. €&Ed b d a i padadi Mahkota
kamm drspansi yang abnormal
b i m y awadi pada &tsar.

IV. Srnbungan
Ada dua rnacarn sarnbungan : "face - to - face" dan "overlapping"
Sambungan face to face di produksi secara rnekanis deh suatu splicer otomatik
(mesin pernotong dan mernbuat sarnbungan secara otomatis), atau secara manual
(satu persatu) dengan pisau lish-ik.

Jenis Sambungan :
a. Face - to - face

-
1

b. Face - to - face (Pisau Listrik)

c. Overlapping
AXLE, WHEEL, SUSPENSI WHEEL

Pentil (Valve) dan Valve Core


a. Valve (Pentil)
Macam-macam Valve :
9 Pentil Karet (Rubber Valve)
9 Pentil Dasar Karet (Rubber Base Valve)
9 Pentil Dasar Logam (Metal Base Valve)
9 Pentil Pelek (Rim Valve)

b. Valve Core
Valve Core mewpakcin w a n dari Valve
yang berfungsi sebagai katup untuk
pemasukan udara. Ada dua model valve
core :serie #SO00 dan Serie #9000.
AXLE, WHEEL, SUSPEWSI WHEEL

nap dan Rim Band


Unt& mencegah kewskan awu tzsEusuknya LXwl pada saat kendaraan
-ma&apertu ~"aowl-F&FFBsnd"diantarapekkdan~
d d a * R . ~ d P w ~ y a a g ~ & k r m ~ ~ ~ ~ o
dan mSmk im.
Wm tend un&k Lsan mtdl
~ j t m i i m ~ ~ " d a n m t u k b m s e p e r t a ~ r ~ n
peUesr yang berjini-jwi. Tebd Wm 5 m d a&kh 1 m,M x m y a adalah 1 - 1% inci.
Rim Band a&&h suatu sabuk karet yang menutup kpab paku kRng paid dasar
peM atau k p a k jari-jari.

PELEK (RIM)
Menurut standard industri Jepang (JIS), pelek dibagi rnenjadi enarn :
9 DivEded Type Rwn (DT)
9 DropCentwRiRl(DCf
9 Wide &up Gent- Rim (WDC)
9 Semi Dmp Center Rim (SDC)

r.".
9 Rat Base Rim (W)
9 Inteiirn Rim (IR)

Divided Type Rim' Divided Type Rrn

Banyak digundcan untuk mobil kecil,


mesin pertanian dan kendaraan
industri. Pelek ini mudah dan cepat
dalarn penggantian ban.
AXLE, WHEEL, 1- WHEEL

Drop Center Rim


Banyak digunakan pada mobil sedan

E
dan truck kecil. Terdiri dari satu bagian Drop Center Rim

saja, bentuk bagian tengah yang


cekung bertujuan untuk memudahkan
pemasangan bead,-kntuk taper pada
pelek ini untuk rnencegah pergeseran
diantara ban dan pelek.

Wide Drop Center Rim


Untuk menambah kenyamanan dalam
Wide Drop Center Rlm

=
mengendarai, ban didisain dertgan
tekanan angin yang rendah. Ban-ban
tersebut lebih lebar dari jenis yang
biasa, oleh karena itu diperlukan suatu
Wide Drop Centre Rim. Banyak
u
digunakan untuk mobil sedan dan truk
kecil.

center^
Pelek jenis ini digunakan untuk truk r o ~ Rim
~ e m C ~ Center

kecil. Bentuk bagian yang sedikit


cekung dan karma terdiri dari tiga
m%=l mernudahkan datam
penggantian ban.

Flat Base CIiua

F
Banyak digu~kanuntuk €ruk dan bib.
Flat Ease Rim
Dengan struktur yang rata dam-laMt
rnampu menaRan *beban yang lebih
berat. Tidak begitu kekhatan tetapc
ada sedikii bentuk taper, sehingga
kontak bead kurang baik.
AXLE, WHEEL, SUSPENSI WHEEL

Fi
Interim Rim
Mernpunyai konstruksi seperti Flat
Interim Rim
Base Rim dan rnerupakan modifikasi
yang disempurnakan dari Flat Base
Rim. Dengan pelek yang lebih lebar
mernberikan pencegahan yang baik
terhadap pernbangkitan panas dalam
ban.

Ukuran Pelek
Contoh : 5.00 S x 20 F.B
Keterangan :
5.0 = Lebar Pelek (= lebar dasar ban) dalam inci,
S = Bentuk flens dari Pelek.
Ada 20 macam, dari A sampai dengan V.
20 = Diameter Pelek dalarn inci.
F.B. = Flat Base Rim.

PEMELIHARAAN BAN
Hal-ha1 yang perlu diperhatikan dalam pemeliiiaraan ban,:
D Tekanan angin yang betul.
9 Muatan yang telah direkornendasikan.
D Pasangan yang cocok dari ban ganda dan rotasi,yang telah direkornendasikan.
9 Wheel alignment (setelan roda) yang betul.
9 Lain-lain :
Pengemudian secara aman (berhati-hati), penggunaan ban yang selayaknya,
perneriksaan dan perbaikan yang diperlukan, penggunaan pelek yang betul.

Tekanan Angin [Link]


9 Umur ban menjadi pendek.
Keausan tidak ratalkeausan abnormal pada bagian shoulder.
D Ply-Cord akan terpotong dan terpisah dari karet. , .
9 Keretakan pada side wall.
9 Pemakaian bahan bakar bertambah boros.
D Pada kecepatan tinggi (diatas 100 Krnllarn), tread akan terkelupas akibat gaya
sentrifugal.
AXLE, WHEEL, SUSPENSI WHEEL

Tekanan Angin Tinggi


k Kerusakan mekanis, kurang nyaman saat mengendarai (keras).
> Akan menyebabkan slip kesamping.
P Membentuk irisan-irisaan dan dapat mudah pecah karena turnbukan.
k Keausan yang cepat pada bagian tengah dari tread.

Pemeliharaan Tekanan Angin pada Ban


P Waktu ban menjadi dingin, tekanan angin harus diperiksa dan tekanan angin
distandarkan.
9 Ban baru, cenderung membesar volumenya selama suatu jangka waktu
permulaan tertentu. Ini akan rnenurunkan tekanan angin, dianjurkan
pemeriksaan lebih sering sampai ban itu berjalan 3000 Km.
P Periksa terhadap kebocoran udara dari pentil. Iika ada kebocoran valve core
harus diganti dan tutup pentil harus ada.
9 Tekanan angin dari ban cadangan seringkali lebih rendah dari tekanan
standard. Iika ban cadangan digunakan harus diperiksa terlebih dahulu.
P Untuk kecepatan tinggi (mobil penumpang), tekanan angin harus lebih tinggi
0,3 - 0,5 Kg/Cm2 dari tekanan standard.
k Jika ban ganda (truk dan bis)
a. Berjalan biasa : ! 0.5 ~g/Cm' dari tekanan standard, (perneriksaan
paling sedikit setiap 10 hari).
b. Kecepatan Tinggi : 1 0.1 Kg/Cm2 dari tekanan standard, (perneriksaan
paling sedikit setiap 5 hari).
c. Perbedaan tekanan untuk b?n ganda pada kecepatan tinggi adalah
0.2 ~g/Crn'.

Akibat beban berlebihan


k Umur ban lebih pendek.
k Keausan pada tread, kelelahan pada card.
P Timbul irisan pada bead.
9 Kerusakan lebih parah dari akibat tekanan tinggi denganj beban normal.
AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

SUSPENSI
Fungsi utama dari suspensi sistem adalah mendukung berat unit melawan
permukaan jalan, selain itu juga melindungi transmisi dari getaran vertikal roda ke
badan unit. Ada juga sistem suspensi yang mempunyai perlengkapan untuk buffer.
Ketika kendaraan melewati jalan yang rusak atau ada gundukan pada kecepatan
tinggi pengendara dan penumpang merasakan ada beban kejut dari permukaan
jalan. Suspensi sistem akan melindungi komponen dari kerusakan, supir dan
penumpang dari ketidaknyamanan serta muatan juga tidak ikut rusak. Kebanyakan
sistem suspensi yang menggu"akan spring akan membentuk sistem penahan
getaran terhadap gaya luar yang tidak beraturan dari permukaan jalan. 1~ngkat
penyerapan beban kejut dan karakteristik getaran yang mengikuti tergantung dari
metode suspensi pada unit yang terdiri dari tipe spring, mekanismenya,struktur
dan susunan axle baik yang menggunakan shock absorber atau tidak.

Example of Suspenslon System (Front)

Fungsi Utama :
1) Sebagai pendukung berat unit.
2) Menyangga getaran vertikal roda yang disebabkan oleh permukaan jalan yang
tidak rata. Melindungi kabin, pengemudi dan muatan unit.
3) Meningkatkan kestabilan dalam mengemudi.
4) Meneruskan beban yang ditimbulkan akibat gaya mengemudi dan gaya
pengereman unit, sebagaimana halnya yang tetjadi pada saat unit belok.
AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

Komponen Utama sistem suspensi :


9 Suspension Spring dan Damper
Suspension spring
a. Leaf spring (biasanya digunakan pada truk dan bus)
b. Coil spring (biasanya digunakan pada kendaraan penumpang)
c. Torsion bar
d. Rubber spring
e. Air spring (biasanya digunakan pada bus bus besar)
f. Kombinasi (dari tipe diatas)

Damper
Banyak damper yang tersedia, unit-unit rnasa kini banyak menggl~iakan1
hydraulic shock absorber.

9 Link untuk Bodi dan Axle.


Banyak tipe - tipe link yang digunakan. Ketika leaf spring digunakan sebagai
suspension spring, akan berfungsi juga sebagai link.

TIPE SISTEM SUSPENSI

Sistem suspensi dapat diklasifikasikan ke tipe rigid axle dan tipe independent.
9 Sistem suspensi rigid axle
Roda kiri dan kanan digabung dengan satu axle. Bodi kendaraan ditopang axle
dengan menggunakan spring. Sistem suspensi pada tipe ini lebih ~hudah
perawatannya karena strukturnya yang simple, lebih kuat dan getaran vertikal
pada roda tidak menyebabkan gangguan yang berarti pada kelurusan roda
sehingga tidak mempercepat keausan roda. Tetapi pada bagian bawah spring
berat dan kedua roda akan terjadi gerakan bersama ( satu roda naik, roda yang
lain akan terpengaruh karena axlenya akan jungkit), keduanya akan cenderung
bersama mendapatkan gaya vertikal dan meneruskan getaran secara serentak.
Pada front axle akan cenderung bergoyang karena getaran ini untuk
menguranginya digunakan suspensi spring dengan spring konstan yang lebih
tinggi. Pada tipe rigid ini biasanya rnenggunakan tipe longitudinal leaf spring
(paralel leaf spring) yaitu leaf spring yang dipasang dengan arah longitudinal
pada sisi kanan dan kiri. Struktur dengan coil spring dan air spring akan lebih
baik jika digunakan
AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

Longitudinal Leaf Sprlng Type Independent Type


S~SpefI~lonSyetem

9 Sistern suspensi independent.


Struktur tipe ini menyebabkan roda dapat bergerak bebas sebab roda kanan
dan kiri tidak digabung dengan satu axle. Pada bagian bawah spring bisa lebih
ringan sehingga kontak roda dengan jalan lebih halus dan meningkatkan
kesempurnaan, saat satu roda naik yang lain tidak terpengaruh. Karena
penerusan gerak dari axle tidak ada hambatan langsung menggunakan spring
fleksible spring dapat digunakan dan karena tidak ada axle yang
menghubungkan roda kanan dan kiri maka bagian tengah unit bisa lebih
rendah. Kelemahan dari tipe ini perawatannya membutuhkan waktu lama
karena strukturnya yang komplek dan getaran vertikal pada roda mengganggu
keiurusan roda yang mengakibatkan efek negatif penggantian ban.

Berbagai tipe spring digunakan pada suspensi sistem, namun dapat diklasifikasikan
pada tiga tipe utama :
P Steel Spring (laminated leaf spring, coil spring, torsion bar)
9 Rubber spring
9 Air spring

STEEL SPRING (METALLIC SPRING)


9 Leaf spring
Leaf spring sebagai bagian dari struktur sistem suspensi pemasangannya sangat
.. .
mudah. lumlah leaf, lebar dan ketebalan menentukan besarnya beban yang
diijinkan. Leaf sebagai lapisan-lapisan dan dlgabung dengan center bolt dan U-
bolt untuk menahan secara longitudinal dan penerusan gerak. Axle dipasang
dibawah leaf spring. Salah satu ujungnya (biasanya sisi depan kendaraan)
spring digabung pada frame dengan pin, ketlka ujung yang lain dipasang
dengan shackle atau dengan metode slidding. Spring menerima beban pada
kedua center boltnya dinamakan semi-elliptic spring.
AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

Yang umum digunakan adalah tipe leaf spring konvensional. Leaf spring dengan
helper spring dipakai pada rear axle truck heavy-duty karena perbedaan beban
saat kosong dan saat bermuatan tinggi. Pada truck sedang, bus dan beberapa
heavy-duty truck digunakan tipe progressive yang mernpunyai fungsi seperti
pada leaf spring dengan helper spring.

Leaf spring menggunakan kelenturan material bajanya untuk rnelengkung,


bentuk yang panjang mempunyai kekonstanan spring kecil dan akan lebih
terasa nyaman. Susunan leaf spring dapat mendukung beban yang besar jika
kekonstanan spring bisa bertarnbah dengan rnerubah bentuk, jurnlah serta lebar
dan tebalnya leaf. Leaf spring rneneruskan gaya kemudi dan gaya pengereman
kendaraan serta mepunyai kekuatan untuk arah melintang. Keuntungan dari
sistem suspensi bentuk leaf spring strukturnya sederhana dan kuat tetapi
berat, tidak menyerap getaran kecil serta cenderung berisik karena ada internal
friksi yang besar.

Leaf Sprlng (Conventional Type)

Leaf Sprlng wlth Helper Sprlng Leaf Sprlng (Progresshe Type)

Komponen-komponen pada leaf spring :


> Leaf
Masing-masing lapisan pada leaf spring dinamakan leaf. Masing-masing leaf
ini secara seirnbang dibikin rnelengkung dengan tidak ada celah diantaranya
sehingga meimbulkan friksi yang tinggi yang akan menyebabkan spring
efektif untuk mengurangi getaran tetapi tidak sesuai untuk getaran kecil.
Graphite grease dipakai atau sebuah peredam suara yang terbuat dari karet
AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

atau sintetis resin dengan cara dirnasukkan diantara leaf untuk menghindari
keretakan atau noise yang disebabkan oleh friksi antar leaf sehingga efek
- pengurangan getaran akan ditingkatkan.

Cros-sectlonsl S h a p of Leal

> Penarnpang melintang leaf


Selain bentuk datar leaf ada yang rnernpunyai bentuk penarnpang melintang
dengan grove atau yang lainnya. Groove pada leaf bertujuan untuk
rnengurangi berat dari leaf spring.

> Bentuk leaf end


Pada bentuk C, ujungnya rneruncing ini adalah ideal karena pernbagian
ketegangan akan lebih baik dan rnengurangi friksi, banyak digunakan untuk
kendaraan penumpang dirnana agar lebih nyaman. Bentuk yang paling
banyak dipakai adalah pada B.
AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

9 Spring eye
Spring eye mempunyai bentuk yang bervariasi. Spring eye terpasang fixed
pada frame (spring bracket) dengan spring pin. Bentuk A yang paling umum
digunakan, tetapi untuk kondisi kerja berat menggunakan bentuk B yang
disebut juga military wrapper karena awalnya digunakan pada kendaraan
militer amerika. Pada bentuk B ini leaf nomer dua ini tidak hanya melindungi
spring eye main leaf utama tetapi juga menggantikan main leaf apabila
patah. Bentuk dan ukuran spring eye menentukan oleh karena itu perlu
diperhatikan untuk mengantisipasi gaya dari luar. Bentuk utama bushing
pada spring eye bervariasi. Tipe A dan 6 adalah metallic bushing, yang
mempunyai groove untuk lubrikasi antara bushing dan pin. Tipe C dan D
adalah rubber bushing yang akan membatasi putaran spring eye pada main
leaf karena adanya torsi dan juga akan memberi efek spring saat memutar.
Rubber juga akan menyerap noise.

Shapes of Spring Eyes


Bushing for Leaf Sprlngs

FOW applled to qrlng by sudden braldng


AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

3 Clip
Vinarnakan juga rebound clip. Clip digunakan untuk rnelindungi main leaf,
menjaga pernindahan shifting dari leaf dan rnenjaga gap antar leaf selarna
unit rnernantul. Urnurnnya sebuah clip binds terdiri dari tiga leaf dengan
posisi paling dekat yang rnernungkinkan ke spring eye sesuai perrnintaan
untuk rnelindungi main leaf. Untuk rnenjaga penerusan shifting sebuah clip
dipasang pada leaf yang pendek dirnana ini tidak rnernpengaruhi
pernasangan spring k e axle.

A Bolt dip

8 cnndl cilp

A-A

c Box CllP

clip Shapes

3 Shackle
Leaf spring urnumnya dipasang pada chassis atau frame dengan pin yang
dirnasukkan pada spring eye diujungnya. Sebuah shackle sering dipakai
pada satu ujung yang lain (umurnnya bagian belakang) untuk rnenyerap
perubahan bentuk yang terjadi akibat defleksi dari spring. Shackle
diklasifikasikan dua tipe. Shackle yang diaplikasikan dengan gaya tekan
dinarnakan compression shackle sedang gaya tarik dinamakan tension
shackle.

Complsa%n Shackle
AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

Pengaruh shackle
Baik compression shackle rnaupun tension shackle posisinya dapat berputar
pada spinnya karena perubahan beban. Karena itu sebuah shackle berusaha
rnernakai tenaga reaktif yang rnenekan atau rnenarik spring sesuai dengan
sudutnya. Karena panjang shackle, sudut dan kelengkungan dari spring
rnernpunyai hubungan sebagai berikut, dirnana faktor-faktor tersebut saling
rnernpengaruhi. Ketika spring melengkung, compression shackle
..
berusaha
mernakai gaya reaktifnya untuk rnenekan kernbali agar leaf rnernanjang,
karena itu konstanta spring agak meningkat. Bagaimanapun perubahan
pada konstanta spring tersebut tidak terlalu berpengaruh sebab sangat kecil
dibandingkan peningkatan pada konstanta spring yang disebabkan
penarnbahan bentangan spring. Kebalikannya, tension shackle berusaha
rnemakaigaya reaktifnya rnernbantu leaf rnernanjang, menjadikan spring
lebih fleksibel sehingga posisi unit lebih rendah. Tension shackle digunakan
pada kendaraan penurnpang tetapi tidak pada kendaraan heavy-duty.

Cornpresslon Shackle Tenslon Shackle

b Sliding Contact

Slldlng Contact Method


AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

Dalarn beberapa kasus, salah satu atau kedua sisi dari leaf spring tidak
tetap tetapi rnendukung berat unit pada hubungannya dengan contact seat.
Ketika ada beban bentuknya rnenjadi pendek dan konstanta spring
rneningkat. Metode ini strukturnya sangat sederhana karena leaf tidak perlu
spring eye. Bagairnanapun ha1 itu cenderung untuk rneneruskan suara
berisik dan knocking antara spring dan contact seat sebab leaf tidak fixed.

> Permukaan akhir dari spring


Karena leaf berulang-ulang terputar balik ketika unit bergerak sehingga
cenderung untuk lelah dan patah. Oleh sebab i t u leaf perlu diberi lapisan
akhir pada proses produksi melalui shot peening atau stress peening untuk
menjaga agar tidak patah. Shot peening yaiitu dengan cara rnenembakkan
dalarn jurnlah besar bola baja kecil ke permukaan leaf, sedangkan stress
peening melanjutkan dari proses shot peening kemudian leaf dibuat rnenjadi
tegang dengan cara diberi beban pada arah yang sarna seperti saat
rnenerirna beban kerja.

Su&m aner shot peening Whmbom1o-old~

Tru~.- [Link]-.
Leaf wRhaut shot peening Leaf wlth shot peening

Leef Surface

B Nip
Masing-masing leaf yang rnernbentuk leaf spring berbentuk bengkok. Jika
lapisan itu tidak dipasang antara leaf yang berdekatan akan terbentuk celah
yang dinarnakan nip. Ketika leaf terpasang dengan center bolt, beban yang
dihasilkan oleh pengikat akan rnengerjakan pada masing-masing leaf. Leaf
yang lebih pendek Mernberikan gaya ke leaf- berikutnya dengan arah
berlawanan arah beban kerja. Ketika spring terpasang pada unit rnaka berat
unit akan rnernberi beban, gaya yang bekerja ke main leaf lebih kecil dari
berat sebenarnya, karena berat unit dan gaya dari nip bekerja bersarna
pada leaf yang pendek, ha1 ini disebut nip effect. Nip akan rnengurangi
beban ke main leaf yang rnenghubungkan axle dengan chassis.
AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

-
Form of [vehlcle weight form from nip]
Direction of forces applied Is applied
to main leaf

Direction otfornts applied


to shorter leaves
Force of [vshble weight + force from nlpl
Is applied
Nip Effect

h Coil Spring
Coil spring terbuat dari baja yang dilingkar, yang akan rnenggunakan elastisitas
baja untuk torsion (puntiran). Karena coil spring hampir tidak rnenirnbulkan
friksi rnaka kenyamanannya akan lebih baik. Energi dari beratnya dapat ditahan
dalam jurnlah besar sehingga kondisi spring akan lebih konstan tanpa
menempati jarak yang besar. Coil spring biasanya digunakan pada sistem
suspensi independent.

COII spring
AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

3 Torsion Spring Bar


Sebuah torsion bar spring mempunyai struktur yang terbentuk dengan
stretching (puntiran) sebuah coil spring lurus. Seperti coil spring, torsion bar
spring menggunakan torsional elastisitasnya. Satu ujung dari sebuah torsion bar
spring fixed ke frame, sedang ujung yang iain dihubungkan dengan mekanisme
link. Pergerakan vertikal dari unit diteruskan k e mekanisme link dan torsion bar
spring akan twist.

3 & . . Fixed
i'
Torsion bar
Ann Befor?
BcluatIon When actuafed

Structure of Torslon Bar Sprlng

AIR SPRING (SPRING UDARA)


Prinsip kerja :
Ketika udara mendapat tekanan akan bereaksi atau berarti udara elastis. Air spring
menggunakan gaya reaksi dari udara yang ada. Dibandingkan dengan steel spring,
air spring lebih konstan seiring dengan kenaikan beban. Ketika beban ringan air
spring akan berfungsi sebagai soft spring dan pada saat bebannya besar akan
berfungsi sebagai rigid spring, ini artinya tipe air spring lebih maju dari tipe leaf
spring.

Hydropneumatic Suspension
Silinder hydropneumatic digunakan pada silinder suspensi untuk mengurangi
getaran. Pada sistem ini silinder suspensi diisi dengan oli dan gas nitrogen. Prinsip
kerjanya ialah dengan contracting atau expanding gas nitrogen dan oli untuk
meredam beban dari permukaan jalan. Pada unit dump truck silinder suspensi ini
terbagi dua yaitu front suspensi dan rear suspensi.
> Front suspensi
Bagian dalam silinder terbagi menjadi ruangan gas A yang diisi nitrogen dan
ruang oli B. Antara ruangan oli B dan C dihubungkan dengan tube (11) dan
valve body (12). Ketika unit bergerak roda akan mengikuti permukaan jalan
dan gaya dari luar akan mengetjakan suspensi naik atau turun. Saat ini tetjadl
AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

volume nitrogen pada ruang A berubah elastis tergantung gaya input dan akan
rneredarn gaya tersebut. Gas nitrogen dibatasi oleh rod dan nli sehingga
pressure cenderung untuk selalu sesuai gaya dari luar dan bekerja sebagai air
spring. Pada valve body (12) terdapat orifice plate (8) dan leaf spring (9a) dan
(9b) yang akan rnenahan aliran oli antara'ruang B-dan ruang C sehingga akan
rnenghasilkan damping force. Saat gas nitrogen rnendapat tekanan dari luar, oli
dari ruang B rnengalir rnelalui valve (12) dan tube (11) ke ruang C. Oli rnengalir
rnelalui valve dari arah Z ke orifice plate (8) dirnana volurnenya akan dikurangi
rnelalui orifice pada empat ternpat , ini adalah proses retracting (rnernendek).
Sedangkan saat extending (rnernanjang), ketika sudah tidak ada gaya dari luar
tekanan dari nitrogen rnendorong rod, oli akan melewati tube (11) dan valve
(12) untuk rnengalir ke ruang B. Oli rnengalir dari arah X rnelalui dua orifice
pada orifice plate (8). Dari proses tersebut akan dihasilkan damping force
dimana proses retracting cepat sedang proses extending (mernendek) akan
lebih lama. - . -~.~.
.
.
~~~
AXLE, WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

B,

: W-W

X-X

1. Feed valve 9. Air bleed valve A: Port


2. Retainer 10. Tube B: Port
3. Flange 11. Air cylinder
4. Stopper 12. Valve assembly
5. Cylinder (with axle) 13. Orifice plate
6. Rod 14. Leaf spring
7. Wear ring 15. Damping force selector
8. Valve (for bleeding air and valve
mounting pressure sensor1 16. Damping force selector
valve lever

9 Rear suspensi
Pada rear suspensi ketika ada beban dari luar rod akan tertekan masuk
sehingga oli akan mengalir dari ruang oli (6) rnelalui orifice (4) dan (5) ke
rongga ( 2 ) dengan cepat. Setelah tidak ada beban dari luar oli pada rongga (2)
akan didesak keluar. Oli akan mendorong check ball (3) menutup orifice (4)
sehingga oii hanya akan melewati orifice (5) menuju ruang (6). Karena itu
proses extending akan lama.
WHEEL, SUSPENSI SUSPENSI

1. Cylinder I
2. nail
--

3. Flange
4. Retainer
5. Rod
6. Valve
Ifor bleding air and mounting pressure sensor)
7. Feed v a l ~ e

1. Feed valve
2. Cavity
3. Check ball
4. Orifice
5. Orifice
6. Oil chamber
7. Nltrogen gas chamber
8. Cylinder rod
9. Cylinder
10. Valve
(for bleeding air and mounting pressure sensor)

a: When extending
b: When retracting

Common questions

Didukung oleh AI

Progressive leaf springs provide a dynamic load-bearing capacity by utilizing layers of leaves that engage progressively under increasing loads. They offer a more comfortable ride during light loads due to their ability to absorb minor shocks gracefully, and they become progressively stiffer under heavier loads, making them well-suited for vehicles that undergo varying weight conditions, like trucks . However, their stepped stiffness can lead to a non-linear ride quality, potentially reducing comfort in certain conditions compared to uniformly behaving springs like air suspensions . Moreover, the complex structure can lead to increased maintenance and potential noise due to friction between leaves .

Air springs in heavy-duty vehicle suspension systems play the crucial role of providing adjustable ride height, maintaining consistent handling and comfort across varying loads, unlike more rigid suspension systems such as steel spring setups. Air springs use compressed air for elasticity, which allows them to adjust to changes in load and road conditions dynamically, offering superior ride comfort and suspension adaptability . While air springs offer excellent comfort and adjustability, they can be more complex and expensive to maintain compared to traditional steel springs like leaf or coil springs, which are more straightforward but less flexible in handling different load conditions .

The combination of bevel gears in a vehicle's drivetrain facilitates the change in direction of force transmission. Bevel gears have cone-shaped teeth that are designed to mesh at 90-degree angles, allowing for the redirection of force from the longitudinal direction of the propeller shaft to the transverse direction of the wheel axles. This change is essential as it allows the vehicle to convert engine power directed longitudinally into a force that propels the wheels in a perpendicular orientation, thus efficiently driving the vehicle forward . This configuration also enables the integration of differential gears to manage different wheel speeds during turning .

The torsion bar spring and coil spring both use the elastic properties of steel to absorb impacts, but they have distinct characteristics. A torsion bar spring consists of a straight bar that twists to absorb motion and can offer adjustable ride height for the vehicle, making it robust and easier to fine-tune without changing parts . However, it can take up more space in a vehicle's suspension setup and can be less effective in absorbing small vibrations compared to coil springs . Coil springs, made from coiled steel, provide excellent ride comfort due to their ability to compress and expand smoothly, absorbing smaller vibrations and impacts efficiently . On the downside, coil springs might require more maintenance due to possible sagging over time .

The key differences between the axle types pertain to how the wheels are supported and the distribution of the bending moment. In the half floating type, the axle shaft bears both the bending moment from the wheels’ vertical, lateral forces and torque from driving. Half floating axles are simpler and commonly used but provide less structural support . The full floating type supports each wheel with two tapered roller bearings, transferring almost all the bending moment to the axle housing while the axle shaft mainly carries the torque, making it suitable for medium and heavy-duty vehicles due to its ease of axle shaft removal and replacement . The 3/4 floating type offers a compromise, transmitting about 74% of the bending moment to the axle housing and 14% along with torque to the axle shaft . This design is complex and less commonly used.

The hypoid gear configuration, with its offset vertical alignment between the pinion and the ring gear, impacts vehicle design by allowing for a lower vehicle body floor. This beneficially lowers the vehicle's center of gravity, improving stability and handling . Performance-wise, hypoid gears are known for their quiet operation and high durability, handling high torque load efficiently. However, the sliding action that occurs during meshing can lead to higher friction than spiral bevel gears, thus possibly necessitating more lubrication and resulting in lower efficiency for continuous high-speed applications . The overall positive impact on design and ride quality makes hypoid gears popular in many modern vehicles .

The differential gear mechanism allows the wheels to rotate at different speeds when a vehicle is turning, which is critical to maintain traction and stability. When a vehicle turns, the wheel on the outside of the turn travels a longer distance than the wheel on the inside. The differential consists of side gears and pinion gears between them that adjust to distribute torque equally while allowing for different rotation speeds. This mechanism uses the principle that when one wheel meets less resistance, it spins faster than the wheel with more resistance. Pinion gears engage and rotate around the side gears on the axle shafts, allowing for this difference in speed, thus preventing slippage and ensuring a smooth turn .

Worm gears in the final drive offer several unique implications due to their mechanical design. They operate smoothly and quietly since the drive and driven gears cross at angles perpendicular to each other, reducing noise during engagement . However, worm gears generally have lower efficiency compared to other gears like spiral bevel or hypoid gears, due to higher friction between the meshing points, and thus generate more heat, which can be a disadvantage in high-performance applications . They are mostly used in heavy-duty vehicles that require smooth, quiet operation and help achieve a significant reduction ratio, which is beneficial for specific driving conditions demanding high torque but limited speed .

The planetary gear differential type enhances vehicle movement efficiency by evenly distributing torque across the drive wheels, even when they experience different resistance levels. This system uses planetary gears within the final drive to manage power distribution dynamically, reducing the chance of wheel slip and improving traction, especially useful in off-road or slippery conditions . The design allows for compact, yet highly efficient power transfer, minimizing energy loss and ensuring that power is not wasted on a wheel with less resistance, thereby enhancing overall drivetrain efficiency .

During cornering, the differential mechanism's spider gears facilitate the unequal rotation necessary for smooth turning by changing their alignment dynamically. The direction of spider gear rotation correlates directly with the resistance experienced by the wheels. When a vehicle turns, the outside wheel travels a longer path with less resistance compared to the inside wheel, which resists more due to a shorter travel path. This difference causes the spider gears to rotate and compensate by adjusting the speed of each wheel independently . By rotating, spider gears allow for differential action via the pinion gears they house, effectively permitting the variance in wheel speed vital for cornering smoothness without causing wheel slip or increased tire wear .

Anda mungkin juga menyukai