0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan26 halaman

Analisis Kebutuhan Air Irigasi 2023

Dokumen tersebut membahas analisis kebutuhan air irigasi di suatu daerah. Terdapat beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam menghitung kebutuhan air, seperti penyiapan lahan, kebutuhan air tanaman, curah hujan efektif, dan efisiensi saluran irigasi. Curah hujan efektif dihitung berdasarkan data curah hujan rata-rata setengah bulanan selama 15 tahun terakhir dengan menentukan nilai R80 menggunak

Diunggah oleh

Adi Ar-Rasyid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan26 halaman

Analisis Kebutuhan Air Irigasi 2023

Dokumen tersebut membahas analisis kebutuhan air irigasi di suatu daerah. Terdapat beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam menghitung kebutuhan air, seperti penyiapan lahan, kebutuhan air tanaman, curah hujan efektif, dan efisiensi saluran irigasi. Curah hujan efektif dihitung berdasarkan data curah hujan rata-rata setengah bulanan selama 15 tahun terakhir dengan menentukan nilai R80 menggunak

Diunggah oleh

Adi Ar-Rasyid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS BESAR

IRIGASI DAN BANGUNAN AIR


2023

BAB III
ANALISA DATA

3.1 Analisa Kebutuhan Air Bersih Daerah Irigasi (DR)


Dalam memperhitungkan kebutuhan air harus dipertimbangkan kebutuhan
untuk domestik dan industri. Ada berbagai unsur yang diperhitungkan antara lain
(KP-01, 2013:103):

a. Penyiapan lahan
b. Penggunaan konsumtif / Kebutuhan air bagi tanaman
c. Perkolasi dan rembesan
d. Pergantian lapisan air
e. Curah hujan efektif
f. Efisiensi saluran irigasi

3.1.1 Perhitungan Curah Hujan Efektif


Curah hujan efektif atau andalan adalah bagian dari keseluruhan hujan yang
secara efektif tersedia untuk kebutuhan air tanaman. Curah hujan efektif digunakan
untuk menghitung kebutuhan Irigasi (KP-01, 2013:74).

Menurut USDA Soil Conservation Service dalam Rochman & Anwar (2019),
curah hujan efektif ditentukan besarnya dapat dilampaui 80% atau dengan kata lain
melebihi 8 kali kejadian dari 10 kejadian, sehingga nilai curah hujan yang lebih
kecil dari R80 memiliki probailitas hanya 20% (curah hujan R80), dan menghitung
curah hujan efektif untuk padi sebesar 70% dari R80 dari waktu dalam satu periode
sedangkan untuk curah hujan efektif tanaman sekunder atau palawija adalah 50%.
Secara matematis dapat ditulis:

1. Re pada tanaman padi:


R80 × 70%
Re = 15

2. Re pada tanaman palawija:


R80 × 50%
Re = 15

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Keterangan:

Re = Curah hujan efektif

R80 = Probabilitas 80% curah hujan rata-rata setengah bulanan

Pada tugas besar ini curah hujan efektif dapat dihitung dari data curah hujan
rata- rata setengah bulanan. Adapun data curah hujan rata-rata setengah bulanan
tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Data curah hujan setengah bulanan

BULAN
TAHUN Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Sep Des Rata-rata
PERIODE
I 139.9 75.3 165.7 185.7 93.0 276.3 37.7 46 37.7 42.3 33.7 46.2
2008 86.9
II 62.7 43.5 184.2 103 93.7 79.4 30.7 49.2 14 88 109.5 47.2
I 51.7 31.2 62.8 57.5 49.8 55 49 10.7 10.5 1.3 8 24.3
2009 37.0
II 28.8 51.8 44.7 101 35.7 86.5 38.2 7.3 2.3 11.7 46 22
I 99.7 105.3 82 74.8 166.8 128 150.3 182.8 113.5 120.3 92.7 104.2
2010 107.0
II 52.3 43.5 132.7 98.3 121.2 156.2 103.5 100.3 129.5 64.5 122.2 22.7
I 48.8 52.5 64.5 56 100.3 36.3 23.2 21 39 6.3 33 72.7
2011 54.2
II 95.3 54 45 147.5 49.3 124.2 17.3 14.3 9.3 47.5 83.7 59.2
I 23.7 61 66.7 68.7 46.3 37 34.7 19.7 0 27.7 36.3 74.8
2012 43.7
II 21 51 126.5 71.8 43.7 63.3 29.3 8.8 36.1 6.2 43.8 50.8
I 58.8 111.7 58.5 74.7 156.5 148.2 155.1 14 11.7 17 26.7 84.5
2013 60.7
II 46.3 40.7 74.7 50.5 62.8 104.2 52.7 17 6.1 4.2 31.3 48.5
I 68.3 45.5 59 59 79.5 93.5 20.7 72.8 0 3 33.7 51.3
2014 49.6
II 36.7 68.7 81.8 84.8 116 91.8 18 0 0 1 17.1 88.2
I 43.5 43.7 35.2 118.8 116.7 75.3 5.3 0.7 0 0 0 53.7
2015 37.8
II 85.2 53.1 45.3 107 29.3 24 11.3 0.7 0 0 3 56
I 24 87.2 110.5 161 95.8 203.5 120.5 94.5 44.7 98.3 135.2 161.8
2016 109.2
II 65.8 122.2 89.5 85 138 129.8 157.3 123.3 86.3 46.3 99.7 139.8
I 174.5 60.5 127.3 107 161.8 170.8 122 93.3 52.2 34.7 90 88.3
2017 126.1
II 220.8 119.8 219.2 69.5 310.5 252.5 160.8 35.2 74.2 95.7 111.3 74.5
I 89.5 46.5 58.5 79.2 93.7 232.5 87.2 23.8 3.6 4.8 24.5 31.2
2018 79.5
II 67 65.3 111.7 83.8 170.8 329.7 137.5 16 1.7 5.8 81.8 61.2
I 133 136.3 197.5 147.4 116 185.7 17.4 1.6 2.3 1.2 11.7 31.4
2019 80.3
II 118.4 141.9 196.5 176.9 154.8 24.2 20.4 0.7 2 0.7 23.6 86.7
I 65.3 69.8 143.9 146.2 105.3 139 111 32.2 58.7 74.1 61.3 116.3
2020 89.6
II 97.6 140 136 99.6 88.2 77.5 66.3 20.1 48.2 30.1 77.2 145.3
I 112.6 118.8 132.8 78.6 149.3 230 139.2 86 139.4 54 144 90.9
2021 123.5
II 106.2 108.1 147.6 93.8 47 341.5 96.1 132.7 108.7 42.4 195.5 69.5
I 77.2 95.2 149.3 127 110.1 237.1 107.2 186.3 30.9 92.3 135.2 204.5
2022 125.3
II 80.7 67.7 115.7 78.4 146.9 309.6 78 38.4 75.4 80.9 184.5 198.5

(Sumber: Soal Tugas Besar Irigasi & Bangunan Air, 2023)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Selanjutnya, untuk penetapan R80 dengan metode Weibull yang menetapkan


curah hujan efektif dengan keandalan 80 % (R80 ) berdasarkan ranking pada urutan
ke- n dari harga terkecil ke yang terbesar, dengan menggunakan rumus dasar :

Q80 = (n/5) + 1
Keterangan:
Q80 = Urutan curah hujan dengan keandalan 80%

n = Jumlah data

Selanjutanya, kita mengurutkan data curah hujan rata-rata, dari yang


tertinggi sampai terendah.

Tabel 3.2 Data hujan rerata dari yang terbesar ke yang kecil

No. Urut Tahun Rerata


1 2017 126.1
2 2022 125.3
3 2021 123.5
4 2016 109.2
5 2010 107.0
6 2020 89.6
7 2008 86.9
8 2019 80.3
9 2018 79.5
10 2013 60.7
11 2011 54.2
12 2014 49.6
13 2012 43.7
14 2015 37.8
15 2009 37.0
(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

Analisa nilai Q80


Q80 = (n/5) + 1
= (15/5) + 1
=4

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai R80 berada pada data hujan
tahun 2016 karena berada pada urutan ke-4 dari perangkingan data-data hujan
tahunan yang ada.

 Contoh perhitungan hujan efektif untuk tanaman padi pada bulan Januari periode
15 hari Periode ke-I:

Dik :

R80 = 24 mm

Dit :

Re : …?

Peny :
R80 × 70%
Re = 15

24 × 70%
= 15

= 1,12 mm/hari

 Contoh perhitungan hujan efektif untuk tanaman palawija pada bulan Januari
periode 15 hari Periode ke-II:

Dik :

R80 = 65,8 mm

Dit :

Re : …?

Peny :
R80 × 50%
Re = 15

65,8 × 50%
= 15

= 2,19 mm/hari

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Untuk hasil perhitungan berikutnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.3 Rekapitulasi perhitungan hujan efektif padi dan palawija


BULAN
TAHUN Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
PERIODE
I 24.0 87.2 110.5 161.0 95.8 203.5 120.5 94.5 44.7 98.3 135.2 161.8
R80
II 65.8 122.2 89.5 85.0 138.0 129.8 157.3 123.3 86.3 46.3 99.7 139.8
I 1.12 4.07 5.16 7.51 4.47 9.50 5.62 4.41 2.09 4.59 6.31 7.55
Re ( Padi )
II 2.88 6.58 3.92 3.97 6.04 6.06 6.88 5.39 4.03 2.03 4.65 6.12
I 0.80 2.91 3.68 5.37 3.19 6.78 4.02 3.15 1.49 3.28 4.51 5.39
Re ( Palawija )
II 2.19 4.07 2.98 2.83 4.60 4.33 5.24 4.11 2.88 1.54 3.32 4.66

(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

Gambar 3.1 Grafik curah hujan efektif


(Sumber: Hasil analisa grafik, 2023)

Berdasarkan Gambar 3.1 di atas, terlihat bahwa dalam satu tahun curah hujan
tidak dapat diandalkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan air tanaman pada
daerah irigasi karena ada beberapa bulan dengan nilai curah hujan efektif relatif
rendah. Sehingga diperlukan perencanaan pola tata tanam untuk mengoptimalkan
kebutuhan air terhadap ketersediaan air, agar diperoleh pembagian air yang cukup
pada semua daerah irigasi.

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

3.1.2 Perkolasi

Laju perkolasi sangat bergantung kepada sifat-sifat tanah. Pada tanah-tanah


lempung berat dengan karakteristik pengelolaan (puddling) yang baik, laju
perkolasi dapat mencapai 1-3 mm/hari.

Tabel 3.4 Laju Perkolasi Berdasarkan Macam Tanah


No. Macam Tanah Perkolasi (mm/hari)
1. Sandy Loam 3-6
2. Loam 2-3
3. Clay 1-2
(Sumber: Soemarto, 1987)
Diasumsikan bahwa jenis klasifikasi tanah yang terdapat di lokasi
perencanaan irigasi adalah jenis Loam dengan nilai Perkolasi sebesar P = 3
mm/hari.

3.1.3 Penggantian Lapisan Air

Setelah pemupukan, usahakan untuk menjadwalkan dan mengganti lapisan


air menurut kebutuhan air. Jika tidak ada penjadwalan semacam itu, lakukan
penggantian sebanyak dua kali, masing-masing 50 mm (atau 3,3 mm/hari selama ½
bulan) selama sebulan dan dua bulan setelah transplantasi. Sehingga nilai WLR =
3,3 mm/hari.

3.1.4 Perhitungan Kebutuhan Air Netto untuk Pengolahan dan Penggenangan


Lahan (IR)

Untuk perhitungan kebutuhan irigasi selama penyiapan lahan, digunakan


metode yang dikembangkan oleh Van De Goor dan Zijlstra (1968). Metode tersebut
didasarkan pada laju air konstan dalam 1/dt selama periode penyiapan lahan dan
menghasilkan rumus berikut.

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Rumus:

IR =

M = E0 + P
×
K =

Keterangan:

IR = kebutuhan air irigasi ditingkat persawahan (mm/hari)

M = kebutuhan air untuk mengganti kehilangan air akibat evaporasi


dan perkolasi di sawah yang sudah dijenuhkan (mm/hari)

E0 = evaporasi air terbuka yang diambil (1,1 x ETp) (mm/hari)

P = perkolasi (mm/hari

K = konstanta

T = jangka waktu pengolahan (hari)

S = kebutuhan air untuk penjenuhan (mm/hari)

Untuk menentukan penjadwalan masa tanam, maka perhitungan nilai IR


sangat perlu dicoba setiap bulannya untuk mendapatkan nilai kebutuhan air
minimum yang diperlukan dalam persiapan lahan.

Berikut adalah contoh analisa IR untuk Bulan Januari

Dik :

P = 3,0 mm/hari

S = 250 mm

T = 30 hari

Dit :

IR = …?

NFR = …?

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Peny :

 Perhitungan IR Bulan Januari serta NFR pada Periode ke-I:

ETp = 3,36 mm/hari

Re = 1,12 mm/hari

 M = E0 + P

= (ETp x 1,1) + P

= (3,36 x 1,1) + 3

= 6,70 mm/hari
×
 K =

, ×
=

= 0,80

 IR =

, ,
= ,

= 12,13 mm/hari

 NFR = IR – Re

= 12,13 – 1,12

= 11,01 mm/hari

= 1,27 lt/det/ha

Berikut tabel rekapitulasi perhitungan nilai IR setiap bulannya serta tabel


perhitungan NRF ketika persiapan lahan dengan mencoba setiap bulannya.

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Tabel 3.5 Rekapitulasi Perhitungan IR & NRF Padi

ETp P M T S K IR Re NFR NFR


Bulan Periode
(mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) lt/det/ha

I 3.36 3 6.70 30 250 0.80 12.13 1.12 11.01 1.27


Jan
II 3.55 3 6.90 30 250 0.83 12.25 2.88 9.38 1.09
I 3.29 3 6.62 30 250 0.79 12.08 4.07 8.01 0.93
Feb
II 3.23 3 6.55 30 250 0.79 12.03 6.58 5.45 0.63
I 3.43 3 6.77 30 250 0.81 12.17 5.16 7.02 0.81
Mar
II 3.31 3 6.64 30 250 0.80 12.09 3.92 8.18 0.95
I 3.58 3 6.93 30 250 0.83 12.28 7.51 4.76 0.55
Apr
II 3.77 3 7.15 30 250 0.86 12.41 3.97 8.44 0.98
I 3.17 3 6.48 30 250 0.78 11.99 4.47 7.52 0.87
Mei
II 2.89 3 6.18 30 250 0.74 11.80 6.04 5.76 0.67
I 2.85 3 6.14 30 250 0.74 11.77 9.50 2.28 0.26
Jun
II 2.37 3 5.61 30 250 0.67 11.45 6.06 5.39 0.62
I 2.75 3 6.02 30 250 0.72 11.70 5.62 6.08 0.70
Jul
II 2.82 3 6.11 30 250 0.73 11.76 6.88 4.87 0.56
I 3.37 3 6.70 30 250 0.80 12.13 4.41 7.72 0.89
Agt
II 3.43 3 6.77 30 250 0.81 12.17 5.39 6.78 0.78
I 3.79 3 7.17 30 250 0.86 12.43 2.09 10.34 1.20
Sep
II 3.81 3 7.19 30 250 0.86 12.44 4.03 8.41 0.97
I 3.80 3 7.18 30 250 0.86 12.43 4.59 7.85 0.91
Okt
II 4.06 3 7.46 30 250 0.90 12.61 2.03 10.59 1.23
I 4.25 3 7.68 30 250 0.92 12.75 6.31 6.44 0.75
Nov
II 4.21 3 7.63 30 250 0.92 12.72 4.65 8.07 0.93
I 3.49 3 6.84 30 250 0.82 12.22 7.55 4.66 0.54
Des
II 3.19 3 6.51 30 250 0.78 12.01 6.12 5.89 0.68
MIN 2.28 0.26

(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Tabel 3.6 Rekapitulasi Perhitungan IR & NRF Palawija

ETp P M T S K IR Re NFR NFR


Bulan Periode
(mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) lt/det/ha

I 3.36 3 6.70 30 250 0.80 12.13 0.80 11.33 1.31


Jan
II 3.55 3 6.90 30 250 0.83 12.25 2.19 10.06 1.16
I 3.29 3 6.62 30 250 0.79 12.08 2.91 9.17 1.06
Feb
II 3.23 3 6.55 30 250 0.79 12.03 4.07 7.96 0.92
I 3.43 3 6.77 30 250 0.81 12.17 3.68 8.49 0.98
Mar
II 3.31 3 6.64 30 250 0.80 12.09 2.98 9.11 1.05
I 3.58 3 6.93 30 250 0.83 12.28 5.37 6.91 0.80
Apr
II 3.77 3 7.15 30 250 0.86 12.41 2.83 9.58 1.11
I 3.17 3 6.48 30 250 0.78 11.99 3.19 8.80 1.02
Mei
II 2.89 3 6.18 30 250 0.74 11.80 4.60 7.20 0.83
I 2.85 3 6.14 30 250 0.74 11.77 6.78 4.99 0.58
Jun
II 2.37 3 5.61 30 250 0.67 11.45 4.33 7.12 0.82
I 2.75 3 6.02 30 250 0.72 11.70 4.02 7.69 0.89
Jul
II 2.82 3 6.11 30 250 0.73 11.76 5.24 6.51 0.75
I 3.37 3 6.70 30 250 0.80 12.13 3.15 8.98 1.04
Agt
II 3.43 3 6.77 30 250 0.81 12.17 4.11 8.06 0.93
I 3.79 3 7.17 30 250 0.86 12.43 1.49 10.94 1.27
Sep
II 3.81 3 7.19 30 250 0.86 12.44 2.88 9.56 1.11
I 3.80 3 7.18 30 250 0.86 12.43 3.28 9.16 1.06
Okt
II 4.06 3 7.46 30 250 0.90 12.61 1.54 11.07 1.28
I 4.25 3 7.68 30 250 0.92 12.75 4.51 8.25 0.95
Nov
II 4.21 3 7.63 30 250 0.92 12.72 3.32 9.40 1.09
I 3.49 3 6.84 30 250 0.82 12.22 5.39 6.82 0.79
Des
II 3.19 3 6.51 30 250 0.78 12.01 4.66 7.35 0.85
MIN 4.99 0.58

(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

3.1.5 Koefisien Tanaman

Harga-harga koefisien tanaman diasumsikan dan direncanakan untuk harga


koefisien tanaman padi dengan metode FAO untuk varietas unggul dengan waktu
1 bulan (30 hari) dan tanaman jagung berikut harga –harga koefisien tanaman pada
dan palawija berupa jagung.

Menentukan pola tanam dapat kita rencanakan dengan pola tanam berupa
Padi – Padi – Padi serta Padi – Padi – Palawija dan lain sebagainya. Dalam satu
periode tanam terdiri dari 4 bulan dengan satu bulan waktu penyiapan lahan dan 3
bulan masa tanam sehingga dalam satu tahun terdapat 3 periode tanam dikarenakan
penyesuaian terhadap nilai data curah hujan efektif yang ada tergantung kondisi
curah hujan efektif yang ada seperti kita ketahui untuk tanaman padi memerlukan
jumlah air yang lebih besar di bandingkan tanaman palawija berupa jagung.

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Tabel 3.7 Harga-Harga Koefisien Tanaman Padi

Nedeco / Prosida FAO


Bulan Variates Variates Variates Variates
Biasa Unggul Biasa Unggul
0.5 1.2 1.2 1.1 1.1
1 1.2 1.27 1.1 1.1
1.5 1.32 1.33 1.1 1.05
2 1.4 1.3 1.1 1.05
2.5 1.35 1.3 1.1 0.95
3 1.24 0 1.05 0
3.5 1.12 0.95
4 0 0
(Sumber: Dirjen Pengairan, Bina Program PSA. 010, 1985)

Tabel 3.8 Harga Koefisien Tanaman Palawija

1/2
Jangka
Tanaman bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Tumbuh/hari
NO.
Kedelai 85 0.5 0.75 1.0 1.0 0.82 0.45*
Jagung 80 0.5 0.59 0.96 1.1 1.02 0.95 *
Kacang Tanah 130 0.5 0.51 0.66 0.85 0.95 0.95 0.95 0.95 0.55 0.55*
Bawang 70 0.5 0.51 0.69 0.90 0.95*
Buncis 75 0.5 0.64 0.89 0.95 0.88
Kapas 195 0.5 0.50 0.58 0.75 0.91 1.04 1.05 1.05 1.05 0.78 0.65 0.65 0.65

*untuk sisahnya kurang dari 1/2 bulan

3.1.6 Evapotranspirasi Konsumtif Tanaman (ETc)

Persamaan yang digunakan:

ETc = Kc × ETp

Keterangan:

ETc = Evapotranspirasi konsumtif tanaman (mm/hari)


Kc = Koefisien tanaman (harga koefisien tanaman padi/palawija
berdasarkan koefisien FAO dapat dilihat pada lampiran II KP 01 Perencanaan)
ETp = Evapotranspirasi potensial (mm/hari)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Setelah menganalisa penjadwalan dengan menentukan nilai kebutuhan air


yang paling efisien serta jenis pertanian yang paling sesuai di lapangan, maka dapat
disimpulkan bahwa pola tanam yang sesuai untuk perencanaan yaitu:
1. Pola Tanam Padi-Padi-Padi
Berikut adalah contoh analisa perhitungan ETc untuk Masa Tanam I Bulan
Juli (Periode 15 hari ke-I) pola tanam Padi-Padi-Padi:
Dik :
ETp = 2,747 mm/hari
Kc = 1,10 (Nilai Kc untuk tanaman padi berdasarkan nilai FAO)

Dit :

ETc = …?
Peny :
ETc = Kc x ETp
= 1,10 x 2,747
= 3,021 mm/hari

2. Pola Tanam Padi-Padi-Palawija


Berikut adalah contoh analisa perhitungan ETc untuk Masa Tanam I Bulan
Agustus (Periode 15 hari ke-I) pola tanam Padi-Palawija-Padi:

Dik :

ETp = 3,367 mm/hari

Kc = 1,10 (Nilai Kc untuk tanaman padi berdasarkan nilai FAO)

Dit :

ETc = …?

Peny :

ETc = Kc x ETp

= 1,10 x 3,367

= 3,703 mm/hari

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

3. Pola Tanam Padi-Palawija-Padi


Berikut adalah contoh analisa perhitungan ETc untuk Masa Tanam I Bulan
Februari (Periode 15 hari ke-I) pola tanam Padi-Palawija-Padi:

Dik :

ETp = 3,290 mm/hari


Kc = 1,10 (Nilai Kc untuk tanaman padi berdasarkan nilai FAO)

Dit :

ETc = …?
Peny :
ETc = Kc x ETp
= 1,10 x 3,290
= 3,619 mm/hari

4. Pola Tanam Padi-Palawija-Palawija


Berikut adalah contoh analisa perhitungan ETc untuk Masa Tanam I Bulan
April (Periode 15 hari ke-I) pola tanam Padi-Palawija-Palawija:

Dik :

ETp = 3,577 mm/hari

Kc = 1,10 (Nilai Kc untuk tanaman padi berdasarkan nilai FAO)

Dit :

ETc = …?

Peny :

ETc = Kc x ETp

= 1,10 x 3,577

= 3,934 mm/hari

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

5. Pola Tanam Palawija- Padi-Palawija


Berikut adalah contoh analisa perhitungan ETc untuk Masa Tanam I Bulan
April (Periode 15 hari ke-I) pola tanam Padi-Palawija-Palawija:

Dik :

ETp = 3,577 mm/hari

Kc = 0,50 (Nilai Kc untuk tanaman jagung berdasarkan nilai FAO)

Dit :

ETc = …?

Peny :

ETc = Kc x ETp

= 0,50 x 3,577

= 1,788 mm/hari

Untuk hasil perhitungan ETc dengan pola tanam Padi-Padi-Padi (varietas


unggul), pola tanam Padi-Padi-Palawija, pola tanam Padi-Palawija-Padi, pola
tanam Padi-Palawija-Palawija, dan pola tanam Palawija-Padi-Palawija dapat dlihat
pada tabel berikut.

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Tabel 3.9 Rekapitulasi Perhitungan ETc dengan Pola Tanam Padi-Padi-Padi


Periode
Masa
Bulan 15 hari Kc ETp ETc
Tanam
ke-
Persiapan Jun
I 1.10 2.747 3.021
Jul
II 1.10 2.823 3.106
I 1.05 3.367 3.535
I Aug
II 1.05 3.430 3.602
I 0.95 3.790 3.601
Sep
II 0.00 3.807 0.000
Persiapan Okt
I 1.10 4.250 4.675
Nov
II 1.10 4.207 4.627
I 1.05 3.490 3.665
II Des
II 1.05 3.190 3.350
I 0.95 3.363 3.195
Jan
II 0.00 3.547 0.000
Persiapan Feb
I 1.10 3.430 3.773
Mar
II 1.10 3.313 3.645
I 1.05 3.577 3.756
III Apr
II 1.05 3.770 3.959
I 0.95 3.167 3.008
Mei
II 0.00 2.890 0.000
(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Tabel 3.10 Rekapitulasi Perhitungan ETc dengan Pola Tanam Padi-Padi-Palawija


Periode
Masa
Bulan 15 hari Kc ETp ETc
Tanam
ke-
Persiapan Jul
I 1.10 3.367 3.703
Aug
II 1.10 3.430 3.773
I 1.05 3.790 3.980
I Sep
II 1.05 3.807 3.997
I 0.95 3.800 3.610
Okt
II 0.00 4.057 0.000
Persiapan Nov
I 1.10 3.490 3.839
Des
II 1.10 3.190 3.509
I 1.05 3.363 3.532
II Jan
II 1.05 3.547 3.724
I 0.95 3.290 3.126
Feb
II 0.00 3.230 0.000
I 0.50 3.430 1.715
Mar
II 0.59 3.313 1.955
I 0.96 3.577 3.434
III Apr
II 1.05 3.770 3.959
I 1.02 3.167 3.230
Mei
II 0.95 2.890 2.746
(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Tabel 3.11 Rekapitulasi Perhitungan ETc dengan Pola Tanam Padi-Palawija-Padi


Periode
Masa
Bulan 15 hari Kc ETp ETc
Tanam
ke-
Persiapan Jan
I 1.10 3.290 3.619
Feb
II 1.10 3.230 3.553
I 1.05 3.430 3.602
I Mar
II 1.05 3.313 3.479
I 0.95 3.577 3.398
Apr
II 0.00 3.770 0.000
I 0.50 3.167 1.583
Mei
II 0.59 2.890 1.705
I 0.96 2.850 2.736
II Jun
II 1.05 2.370 2.489
I 1.02 2.747 2.802
Jul
II 0.95 2.823 2.682
Persiapan Aug
I 1.10 3.790 4.169
Sep
II 1.10 3.807 4.187
I 1.05 3.800 3.990
III Okt
II 1.05 4.057 4.260
I 0.95 4.250 4.038
Nov
II 0.00 4.207 0.000
(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Tabel 3.12 Rekapitulasi Perhitungan ETc dengan Pola Tanam Padi-Palawija-


Palawija
Periode
Masa
Bulan 15 hari Kc ETp ETc
Tanam
ke-
Persiapan Mar
I 1.10 3.577 3.934
Apr
II 1.10 3.770 4.147
I 1.05 3.167 3.325
I Mei
II 1.05 2.890 3.035
I 0.95 2.850 2.708
Jun
II 0.00 2.370 0.000
I 0.50 2.747 1.373
Jul
II 0.59 2.823 1.666
I 0.96 3.367 3.232
II Aug
II 1.05 3.430 3.602
I 1.02 3.790 3.866
Sep
II 0.95 3.807 3.616
I 0.50 3.800 1.900
Okt
II 0.59 4.057 2.393
I 0.96 4.250 4.080
III Nov
II 1.05 4.207 4.417
I 1.02 3.490 3.560
Des
II 0.95 3.190 3.031
(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Tabel 3.13 Rekapitulasi Perhitungan ETc dengan Pola Tanam Palawija-Padi-


Palawija
Periode
Masa
Bulan 15 hari Kc ETp ETc
Tanam
ke-
I 0.50 3.577 1.788
Apr
II 0.59 3.770 2.224
I 0.96 3.167 3.040
I Mei
II 1.05 2.890 3.035
I 1.02 2.850 2.907
Jun
II 0.95 2.370 2.252
Persiapan Jul
I 1.10 3.367 3.703
Aug
II 1.10 3.430 3.773
I 1.05 3.790 3.980
II Sep
II 1.05 3.807 3.997
I 0.95 3.800 3.610
Okt
II 0.00 4.057 0.000
I 0.50 4.250 2.125
Nov
II 0.59 4.207 2.482
I 0.96 3.490 3.350
III Des
II 1.05 3.190 3.350
I 1.02 3.363 3.431
Jan
II 0.95 3.547 3.369
(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Berikut diagram kebutuhan air bersih di sawah dari 5 alternatif pola tata tanam.

Gambar 3.2 Grafik NFR

(Sumber: Hasil analisa grafik, 2023)

Berdasarkan gambar grafik di atas, terlihat bahwa nilai NFR tertinggi terdapat
pada alternatif Padi-Palawija-Padi, yaitu sebesar 1,27 lt/dt/ha. Dalam hal ini pola
tata tanam akan dimulai pada periode I Januari.

3.1.7 Perhitungan Kebutuhan Air Bersih Daerah Irigasi (DR)

 Kebutuhan Air Irigasi Netto di Sawah (NFR)

Rumus :

Untuk persiapan lahan:

NFR = IR – Re

Untuk masa tanam:

NFR = (ETc + P) – (Re + WLR)

Keterangan:

NFR = kebutuhan air irigasi di sawah (lt/det/ha)

Re = hujan efektis (mm/hari)


KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

IR = kebutuhan air untuk pengolahan dan penggenangan (mm/hari)

ETc = evapotranspirasi konsumtif tanaman (mm/hari)

P = Perkolasi (mm/hari)

WLR = pengganti lapisan air (mm/hari)

Berikut adalah contoh analisa NFR pada masa tanam I pola tanam Padi-Padi-
Padi:

1. Bulan Juni Period ke-I (persiapan lahan)

Dik :

IR = 11,77

Re = 9,50

Dit :

NFR = …?

Peny :

NFR = IR – Re

= 11,77 – 9,50

= 2,28 mm hari = 0,26 lt/dt/ha

2. Bulan Juli Period ke-I (masa tanam)

Dik :

ETc = 3,02 mm/hari

Re = 5,62 mm/hari

P = 3 mm/hari

WLR = 3,3 mm

Dit :

NFR = …?

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Peny :

NFR = (ETc + P) – (Re + WLR)

= (3,03 + 3) – (5,62 + 3,3)

= 3,70 mm hari = 0,43 lt/dt/ha

Hasil analisa IR dan NFR untuk pola tanam lainnya dapat dilihat pada tabel
rekapitulasi berikut.

Tabel 3.14 Rekapitulasi Kebutuhan Air Irigasi Netto di Sawah (NFR) dengan Pola
Tanam Padi-Padi-Padi

POLA PADI-PADI-PADI
WLR NFR
IR Re Etc P
Masa Tanam Bulan Periode (mm/ha (mm/ (lt/dt/
(mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari)
ri) hari) ha)
I 11.77 9.50 2.28 0.26
Penyiapan
Jun
Lahan II 11.45 6.06 5.39 0.62

I 5.62 3.02 3.00 3.3 3.70 0.43


Jul
I II 6.88 3.11 3.00 3.3 2.52 0.29
Masa Tanam I 4.41 3.54 3.00 3.3 5.43 0.63
Aug
I (Padi) II 5.39 3.60 3.00 3.3 4.51 0.52
I 2.09 3.60 3.00 3.3 7.81 0.90
Sept
II 4.03 0.00 3.00 -1.03 -0.12
Penyiapan I 12.43 4.59 7.85 0.91
Okt
Lahan II 12.61 2.03 10.59 1.23
I 6.31 4.68 3.00 3.3 4.67 0.54
Nov
II II 4.65 4.63 3.00 3.3 6.27 0.73
Masa Tanam I 7.55 3.66 3.00 3.3 2.41 0.28
Des
II (Padi) II 6.12 3.35 3.00 3.3 3.53 0.41
I 1.12 3.20 3.00 3.3 8.38 0.97
Jan
II 2.88 0.00 3.00 0.12 0.01
Penyiapan I 12.08 4.07 8.01 0.93
Feb
Lahan II 12.03 6.58 5.45 0.63
I 5.16 3.77 3.00 3.3 4.92 0.57
Mar
II 3.92 3.64 3.00 3.3 6.03 0.70
II
Masa Tanam I 7.51 3.76 3.00 3.3 2.54 0.29
Apr
III (Padi) II 3.97 3.96 3.00 3.3 6.29 0.73
I 4.47 3.01 3.00 3.3 4.84 0.56
Mei
II 6.04 0.00 3.00 -3.04 -0.35
MAKSIMAL 10.59 1.23

(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Tabel 3.15 Rekapitulasi Kebutuhan Air Irigasi Netto di Sawah (NFR) dengan Pola
Tanam Padi-Padi-Palawija

POLA PADI-PADI-PALAWIJA
NFR
IR Re Etc P WLR
Masa Tanam Bulan Periode
(mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (lt/dt/ha)

I 11.76 5.62 6.13 0.71


Penyiapan
Jul
Lahan II 12.13 6.88 5.25 0.61

I 4.41 3.70 3.00 3.3 5.59 0.65


Aug
I II 5.39 3.77 3.00 3.3 4.68 0.54
Masa I 2.09 3.98 3.00 3.3 8.19 0.95
Tanam 1 Sep
II 4.03 4.00 3.00 3.3 6.27 0.73
(Padi)
I 4.59 3.61 3.00 3.3 5.32 0.62
Okt
II 2.03 0.00 3.00 0.97 0.11
I 12.75 6.31 6.44 0.75
Penyiapan
Nov
Lahan II 12.72 4.65 8.07 0.93
I 7.55 3.84 3.00 3.3 2.59 0.30
Des
II II 6.12 3.51 3.00 3.3 3.69 0.43
Masa I 1.12 3.53 3.00 3.3 8.71 1.01
Tanam 2 Jan
II 2.88 3.72 3.00 3.3 7.15 0.83
(Padi)
I 4.07 3.13 3.00 3.3 5.36 0.62
Feb
II 6.58 0.00 3.00 -3.58 -0.41
I 3.68 1.72 3.00 3.3 4.33 0.50
Mar
II 2.98 1.95 3.00 3.3 5.27 0.61
Masa I 5.37 3.43 3.00 3.3 4.37 0.51
III Tanam 3 Apr
II 2.83 3.96 3.00 3.3 7.43 0.86
(Padi)
I 3.19 3.23 3.00 3.3 6.34 0.73
Mei
II 4.60 2.75 3.00 1.15 0.13
MAKSIMAL 8.71 1.01

(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Tabel 3.16 Rekapitulasi Kebutuhan Air Irigasi Netto di Sawah (NFR) dengan Pola
Tanam Padi-Palawija-Padi

POLA PADI-PALAWIJA-PADI
NFR
IR Re Etc P WLR
Masa Tanam Bulan Periode
(mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (lt/dt/ha)

I 12.13 1.12 11.01 1.27


Penyiapan
Jan
Lahan II 12.25 2.88 9.38 1.09

I 4.07 3.62 3.00 3.3 5.85 0.68


Feb
I II 6.58 3.55 3.00 3.3 3.27 0.38
Masa Tanam 1 I 5.16 3.60 3.00 3.3 4.74 0.55
Mar
(Padi) II 3.92 3.48 3.00 3.3 5.86 0.68
I 7.51 3.40 3.00 3.3 2.18 0.25
Apr
II 3.97 0.00 3.00 -0.97 -0.11
I 3.19 1.58 3.00 3.3 4.69 0.54
Mei
II 4.60 1.71 3.00 3.3 3.41 0.39
Masa Tanam 2 I 6.78 2.74 3.00 3.3 2.25 0.26
II Jun
(Padi)
II 4.33 2.49 3.00 3.3 4.46 0.52
I 4.02 2.80 3.00 3.3 5.08 0.59
Jul
II 5.24 2.68 3.00 0.44 0.05
Penyiapan I 12.13 4.41 7.72 0.89
Aug
Lahan II 12.17 5.39 6.78 0.78
I 2.09 4.17 3.00 3.3 8.38 0.97
Sep
II 4.03 4.19 3.00 3.3 6.46 0.75
III
Masa Tanam 3 I 4.59 3.99 3.00 3.3 5.70 0.66
Okt
(Padi) II 2.03 4.26 3.00 3.3 8.53 0.99
I 6.31 4.04 3.00 3.3 4.03 0.47
Nov
II 4.65 0.00 3.00 -1.65 -0.19
MAKSIMAL 11.01 1.27

(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Tabel 3.17 Rekapitulasi Kebutuhan Air Irigasi Netto di Sawah (NFR) dengan Pola
Tanam Padi-Palawija-Palawija

POLA PADI-PALAWIJA-PALAWIJA
NFR
IR Re Etc P WLR
Masa Tanam Bulan Periode
(mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (lt/dt/ha)

I 12.17 5.16 7.02 0.81


Penyiapan
Mar
Lahan II 12.09 3.92 8.18 0.95

I 7.51 3.93 3.00 3.3 2.72 0.31


Apr
I II 3.97 4.15 3.00 3.3 6.48 0.75
Masa Tanam 1 I 4.47 3.33 3.00 3.3 5.15 0.60
Mei
(Padi) II 6.04 3.03 3.00 3.3 3.30 0.38
I 9.50 2.71 3.00 3.3 -0.49 -0.06
Jun
II 6.06 0.00 3.00 -3.06 -0.35
I 4.02 1.37 3.00 3.3 3.66 0.42
Jul
II 5.24 1.67 3.00 3.3 2.72 0.32
Masa Tanam 2 I 3.15 3.23 3.00 3.3 6.38 0.74
II Aug
(Padi)
II 4.11 3.60 3.00 3.3 5.79 0.67
I 1.49 3.87 3.00 3.3 8.68 1.00
Sep
II 2.88 3.62 3.00 3.74 0.43
I 3.28 1.90 3.00 3.3 4.92 0.57
Okt
II 1.54 2.39 3.00 3.3 7.15 0.83
Masa Tanam 3 I 4.51 4.08 3.00 3.3 5.87 0.68
III Nov
(Padi) II 3.32 4.42 3.00 3.3 7.39 0.86
I 5.39 3.56 3.00 3.3 4.47 0.52
Des
II 4.66 3.03 3.00 1.37 0.16
MAKSIMAL 8.68 1.00

(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO
TUGAS BESAR
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR
2023

Tabel 3.18 Rekapitulasi Kebutuhan Air Irigasi Netto di Sawah (NFR) dengan Pola
Tanam Palawija-Padi-Palawija

POLA PALAWIJA-PADI-PALAWIJA
NFR
IR Re Etc P WLR
Masa Tanam Bulan Periode
(mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (mm/hari) (lt/dt/ha)

I 5.37 1.79 3.00 3.3 2.72 0.32


Apr
II 2.83 2.22 3.00 3.3 5.69 0.66
Masa Tanam 1
I I 3.19 3.04 3.00 3.3 6.15 0.71
(Padi) Mei
II 4.60 3.03 3.00 3.3 4.73 0.55
I 6.78 2.91 3.00 3.3 2.42 0.28
Jun
II 4.33 2.25 3.00 0.92 0.11
I 11.70 5.62 6.08 0.70
Penyiapan Lahan Jul
II 11.76 6.88 4.87 0.56
I 4.41 3.70 3.00 3.3 5.59 0.65
Aug
II 5.39 3.77 3.00 3.3 4.68 0.54
II
Masa Tanam 2 I 2.09 3.98 3.00 3.3 8.19 0.95
(Padi) Sep
II 4.03 4.00 3.00 3.3 6.27 0.73
I 4.59 3.61 3.00 3.3 5.32 0.62
Okt
II 2.03 0.00 3.00 0.97 0.11
I 4.51 2.13 3.00 3.3 3.92 0.45
Nov
II 3.32 2.48 3.00 3.3 5.46 0.63
Masa Tanam 3 I 5.39 3.35 3.00 3.3 4.26 0.49
III Des
(Padi) II 4.66 3.35 3.00 3.3 4.99 0.58
I 0.80 3.43 3.00 3.3 8.93 1.03
Jan
II 2.19 3.37 3.00 4.18 0.48

(Sumber: Hasil Perhitungan Kelompok VIII, 2023)

KELOMPOK VIII JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS HALU OLEO

Anda mungkin juga menyukai