0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
99 tayangan31 halaman

Humas Bawaslu Tingkatkan Partisipasi Pemilih Muda

Proposal ini membahas peran Humas Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda pada Pemilu 2024 di Kota Kendari. Pemilih muda atau Gen Z berperan penting dalam demokrasi, namun tingkat partisipasinya perlu ditingkatkan. Humas Bawaslu dituntut membantu mengedukasi dan meyakinkan pemilih muda untuk ikut serta dalam Pemilu melalui berbagai kegiatan sosialisasi.

Diunggah oleh

Muhammad Gibran
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
99 tayangan31 halaman

Humas Bawaslu Tingkatkan Partisipasi Pemilih Muda

Proposal ini membahas peran Humas Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda pada Pemilu 2024 di Kota Kendari. Pemilih muda atau Gen Z berperan penting dalam demokrasi, namun tingkat partisipasinya perlu ditingkatkan. Humas Bawaslu dituntut membantu mengedukasi dan meyakinkan pemilih muda untuk ikut serta dalam Pemilu melalui berbagai kegiatan sosialisasi.

Diunggah oleh

Muhammad Gibran
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

PERAN HUMAS BAWASLU DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH


MUDA 2024 DI KOTA KENDARI

Kelompok 5

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala, yang telah melimpahkan
karunia-Nya berupa kesehatan, dan petunjuk sehingga proposal dengan judul “Peran Humas
Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda 2024 di kota kendari” dapat
terselesaikan.
Sholawat serta salam dipanjatkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam,
para sahabat, dan pengikut-pengikutnya yang setia. Proposal ini ditulis sebagai salah satu
persyaratan untuk menyelesaikan Tugas pada Matakuliah Riset Humas .Dalam Proposal ini
banyak pihak yang telah membantu dan memberi dukungan serta motivasi.

Oleh karena itu melalui kesempatan ini, penulis menyampaikan penghargaan yang setinggi-
tingginya dan mengucapkan terimakasih yang sebesarnya kepada rekan-rekan Dan ibu
IRMAWATI ,M,[Link] Sebagai dosen pengampu atas segala perhatian, kasih sayang, doa, serta
dukungan yang senantiasa hingga saat [Link] yang dapat penulis katakan, semoga Allah
subhana wata’ala melimpahkan rahmat kepada semua pihak yang telah membantu, Amiin,

Kendari, Oktober 2023

Penulis

Kelompok Humas Bawaslu

I
DAFTAR ISI

Catalog
KATA PENGANTAR....................................................................................................................I
DAFTAR ISI.................................................................................................................................II
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................................1
A. Latar Belakang............................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.......................................................................................................................3
C. Tujuan..........................................................................................................................................4
D. Manfaat Penelitian......................................................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR.....................................................5
A. Tinjauan Pustaka.........................................................................................................................5
B. Kerangka Pikir...........................................................................................................................14
BAB III METODE PENELITIAN.............................................................................................20
A. Lokasi dan Waktu Penelitian....................................................................................................20
B. Menode Pendekatan..................................................................................................................20
C. Ruang Lingkup dan Fokus Penelitian.......................................................................................20
D. Jenis dan Sumber Data..............................................................................................................21
E. Informan Penelitian...................................................................................................................22
F. Teknik Pengumpulan Data........................................................................................................22
G. Teknik Alalisis Data..................................................................................................................23
H. Definisi Konseptual...................................................................................................................24
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................26

II
III
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Humas (hubungan masyarakat) yang juga biasa disebut dengan istilah public
relations memiliki peranan penting dalam sebuah perusahaan atau organisasi yang
dimana memiliki peranan dalam membentuk citra baik dan citra positif maupun negatif
sebuah lembaga. Humas juga merupakan fungsi manajemen yang khas membantu
pembentukan dan pemeliharaan garis komunikasi dua arah, saling pengertian,
penerimaan, dan kerjasama antara organisasi dan masyarakatnya yang melibatkan
manajemen problem, membantu manajemen untuk selalu mendapatkan dan merespon
pendapat umum, mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen dalam
melayani kepentingan masyarakat (Nova, 2011: 44). Humas juga sangat memiliki peran
penting dalam meningkatkan kredibilitas sebuah lembaga, yaitu seperti untuk mengelola
hubungan baik antar lembaga, masyarakat, dan karyawan agar dapat mempertahankan
kredibilitas lembaga di mata publik, serta humas juga memiliki fungsi mengelola krisis
dan mengemas informasi yang menarik perhatian publik . Sehingga sama halnya dengan
humas bawaslu yang menjadi media bagi lembaganya.

Bawaslu (badan pengawas pemilihan umum), adalah lembaga penyelenggara


pemilu yang bertanggungjawab mengawasi penyelenggaraan pemilu baik dari teknis
pelaksanaan dan terhadap KPU, peserta pemilu, dan pemantau pemilu di seluruh wilayah
negara indonesia. Sebagai sebuah lembaga yang memiliki peran atau kewenangan besar
tidak hanya sebagai pengawas namun juga sebagai eksekutor hakim pemutus perkara
berdasarkan amanat dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum
(pemilu).

Pemilu adalah untuk mempraktekkan sistem demokrasi dan mempraktekkan sila


keempat pancasila dan pasal 1 (2) UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, dan

1
pemilu juga merupakan sarana pelaksanaan demokrasi yang merupakan jembatan untuk
menghubungkan suara rakyat sebagai pemilik kedaulatan dan kekuasaan untuk memilih
wakil mereka baik itu dalam eksekutif dan legislatif ditingkat nasional dan daerah
dilakukan melalui pemilihan umum. Pemilu telah dilaksanakan sejak tahun 1955 sampai
terahkir kali yaitu tahun 2019 dan akan di adakan kembali tahun 2024 mendatang. Yang
dimana proses penyelenggaran pemilu semakin berkembang, dimulai dari pertimbangan
hukum, kemudian berlanjut ke tahapan, peserta, kelembagaan, pelanggaraan, dan
pengatur pelaksanaan. Meski demikian, partisipasi politik yang ditunjukkan oleh orang-
orang yang sudah memiliki hak pilih hingga meluaskannya kepada orang lain merupakan
penentu utama hasil pemilu. Kualitas pemilu tergantung pada tinggi rendahnya tingkat
partisipasi, karena dari partisipasi ini akan terlihat seberapa besar masyarakat menaruh
perhatiannya pada masalah negara (Muhaling, 2013).

Sesuai hal diatas, Hemafitria juga berpendapat bahwa bentuk perwujudan dari
negara demokrasi yang mengutamakan keterlibatan masyarakat secara langsung dalam
pemilu dilihat dari partisipasi politik masyarakat (Hemafitria et al., 2021). Bahwa
masyarakat memiliki peranan yang sangat penting dalam pemilu yaitu untuk
menggunakan suaranya memilih wakil rakyat yang tepat, peran penting ini juga
dibebankan pada para pemilih pemula atau para Gen Z di pemuli 2024 para Gen Z sudah
dapat berpartisipasi menggunakan hak suaranya untuk memilih dan menyeleksi para
penjabat yang akan duduk dikursi pemerintahan. Dengan banyaknya peran pemuda dalam
mensukseskan pemilu 2024 akan membuat agen perubahan dan mengarahkan demokrasi
ke arah yang lebih baik.

Serta, Gen Z merupakan generasi yang tumbuh ditengah berkembang pesatnya


teknologi, semua kebutuhan informasi yang didapatkan Gen Z semakin mudah. Media
sosial merupakan alat untuk Gen Z mendapatkan informasi baik itu kampanye politik,
pengembangan intelektual dan menyuarkan aspirasi masyarakat terkait beberapa hal yang
menjadi ketimpangan dalam hukum, serta politik. Sehingga pentingnya partisipasi
pemilih pemula untuk menggunakan suara mereka untuk memilih para partisi
pemerintahan yang tepat untuk menjadi wakil rakyat.

2
KPU (komisi pemilihan umum)kota kendari, sulawesi tenggara menyebutkan
bahwa pemilih pemula tahun 2024 yaitu sekitar 42.000 jiwa atau 21 % dari total nama
dalam daftar pemilih tetap (DPT), Data KPU menyebutkan DPT Kota Kendari pada
bulan Februari 2022 sebanyak 213.202 jiwa, terdiri atas 105.089 laki-laki dan 108.113
perempuan. Sementara itu. Ketua Bawaslu Kota Kendari Sahinuddin menyebutkan ciri
khas pemilih melenial itu adalah pemilih cerdas karena dominan pemilih pemula itu
orang-orang yang saat ini masih duduk di bangku SMA maupun bangku kuliah.
Sahinuddin mengatakan bahwa masa depan bangsa terletak di tangan generasi muda,
terutama pemilih pemula. Oleh karena itu, konstitusi bangsa ini sudah mengamanatkan
kedaulatan itu berada di tangan rakyat, termasuk dalam kedaulatan menggunakan hak
pilih.

Dan, dari data diatas pemilih pemula mengalami peningkatan yang perlu
dipertahankan.. Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana peranan humas bawaslu dalam
meningkatkan partisipasi pemilih pemula pada pemilu 2024. Keberadaan humas yang
profesional berfungsi sebagai manajemen komunikasi. Dalam menjalankan fungsi
manajemen, public relations/ humas mengidentifikasi kebijaksanaan, menilai sikap
publik dan tata cara organisasi demi kepentingan publiknya, serta merencanakan suatu
program kegiataan komunikasi untuk memperoleh dan dukungan publiknya, sehingga
humas bawaslu sangat diperlukan dalam menarik simpati pemilih pemula.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dirumuskan masalah
penelittian :

1. Bagaimana peran humas bawaslu dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula pada
pemilu 2024 ?
2. Bagaimana peran media digittal dalam mendukung upaya humas bawaslu dalam
meningkatkan partisipasi pemilih pemula dikota kendari ?

3
C. Tujuan

Berdasarkan pembahaan masalah yang telah diuraikan diatas, maka tujua pada penelittian
ni adalah sebagai berkut :

1. Untuk mengetahui peran humas bawaslu dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula
pada pemilu 2024 ?

2. Untuk mengetahui media digittal dalam mendukung upaya humas bawaslu dalam
meningkatkan partisipasi pemilih pemula dikota kendari ?

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi dan memberikan kontribusi


secara konseptual pada penelitian sejenis yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan untukk kemajan di bidang penddikan khususnya bidaang komunikasi.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Peneliti diharapkan peneitian ini dapat meningkatkan kepekaan mengenai


fenomena yang terjadi disekitar lingkungann, diiharapkan penelitian ini dapat berguna
untuk mengkaji lebih spesifik mengnai peran humas bawaslu provnsi kota kendari.

b. Bagi Mahasiswa : Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk membantu menambah
referensi bagi penelitian-penelitiian selanjutnya supaya dapat lebih mendalam.

4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

A. Tinjauan Pustaka

1. Humas (Hubungan Masyarakat )

1.1 Pengertian Hubungan Masyarakat

Menurut Haris Munandar (1992:9) menerjemahkan definisi humas dari Frank


Jefkins yaitu “humas adalah sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang
terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua
khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada
saling pengertian”. Sedangkan R. Sudiro Muntahar (1985:5) mengartikan “humas sebagai
suatu kegiatan usaha yang berencana yang menyangkut itikad baik, rasa simpati, saling
mengerti, untuk memperoleh pengakuan, penerimaan dan dukungan masyarakat melalui
komunikasi dan sarana lain (media massa) untuk mencapai manfaat dan kesepakatan
bersama”

Menurut Effendy (2002:23) Humas adalah sebuah seni sekaligus ilmu sosial dalam
menganalisa kecendrungan, meramaikan konsekuensinya, memberikan pengarahan
kepada pimpinan institusi atau lembaga dan melaksanakan program-program terencana
yang dapat memenuhi kepentingan baik institusi atau lembaga tersebut maupun
masyarakat yang terkait.

Cutlip & Center (dalam Suhandang, 2004: 45) mengemukakan definisi Humas atau
Public Relations sebagai suatu kegiatan komunikasi dan penafsiran, serta komunikasi-
komunikasi dan gagasan-gagasan dari suatu lembaga kepada publiknya. Serta pendapat
dari publiknya itu kepada lembaga tadi, dalam usaha yang jujur untuk menumbuhkan
kepentingan bersama sehingga dapat tercipta suatu kesesuaian yang harmonis dari

5
lembaga itu dengan masyarakatnya. Penyebaran suatu pesan humas tidak bisa dilakukan
secara merata ke semua orang. Kepada khalayak yang terbatas inilah humas senantiasa
menjalin komunikasi, baik secara internal maupun eksternal (Morissan, 2008:11).

Dari pernyataan para ahli tersebut dapat di ambil garis bawah bahwa Hubungan
Masyarakat adalah komunikasi yang terencana dengan itikad baik dengan menggunakan
Media untuk memperoleh pengakuan, penerimaan dan dukungan dari Masyarakat dengan
tujuan menciptakan tujuan bersama atau tujuan Lembaga.

1.2 Peran Dan Tujuan Humas

Menurut Rosady Ruslan (2007 : 10) menjelaskan secara rinci empat peran
utama humas adalah sebagai berikut :

1) Sebagai communicator atau penghubung antara organisasi atau lembaga yang


diwakili dengan publiknya.
2) Membina relationship, yaitu berupaya membina hubungan yang positif dan saling
menguntungkan dengan pihak publiknya,
3) Peranan back up Pariwisata, yakni sebagai pendukung dalam fungsi Pariwisata
organisasi atau perusahaan.
4) Membentuk corporate image, artinya peranan humas berupaya menciptakan citra
bagi organisasi atau lembaganya. Dalam berbagai situasi dan kondisi yang penuh
tantangan di era globalisasi humas mempunyai peran utama yaitu bertindak
sebagai komunikator, mediatordan bertindak sebagai pendukung Pariwisata.

Tujuan humas adalah menciptakan citra positif masyarakat terhadap organisasi


atau lembaga, agar masyarakat percaya bahwa organisasi atau lembaga tersebut
merupakan organisasi atau lembaga yang memberikan manfaat untuk masyarakat,
terutama masyarakat di sekitar organisasi tersebut berdiri. Menurut Frida Kusumastuti
(2002:20) tujuan humas adalah sebagai berikut :

1). Terpeliharanya saling pengertian


2). Menjaga dan membentuk saling percaya

6
3). Memelihara dan menciptakan kerjasama Dari pendapat tersebut tujun humas
pada intinya adalah menciptakan dan memelihara hubungan saling percaya
dengan publik dalam rangka menjalin kerja sama yang baik.

1.3 Fungsi Humas

Humas berfungsi menumbuhkan hubungan baik antar segenap komponen pada


suatu lembaga / perusahaan dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan
motivasi dan partisipasi (Soemirat dan Ardianto, 2010:12). Semua ini bertujuan untuk
menumbuhkan dan mengembangkan goodwill (kemauan baik) publiknya serta
memperoleh opini publikyang menguntungkan (alat untuk menciptakan kerjasama
berdasarkan hubungan yang baik dengan pablik).

Menurut Effendy (dalam Ruslan, 2007:9) fungsi Humas ketika menjalankan tugas
dan operasionalnya, yaitu:

1. Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi

2. Membina hubungan yang harmonis antar organisasi dengan Publik internal dan
publik eksternal.

3. Menciptakan komunikasi dua arah dengan menyebarkan informasi dari organisasi


kepada publiknya dan menyalurkan opini publik kepada organisasi.

4. Melayani public dan menasihati pimpinan organisasi demi kepentingan umum

5. Operasionalisasi dan organisasi public relations adalah bagaimana membina


hubungan harmonis antar organisasi dengan publiknya, untuk mencegah terjadinya
rintangan psikologis, baik yang ditimbulkan dari pihak organisasi maupun dari pihak
publiknya.

Renald Kasali, (dalam Ruslan, 2012: 36) menjelaskan bahwa fungsi public
relations atau manajemen humas adalah : Fungsi manajemen humas yang bertujuan
menciptakan dan mengembangkan persepsi terbaik bagi suatu lembaga,organisasi,
perusahaan atau produknya terhadap segmen masyarakat, yang kegiatannya langsung

7
ataupun tidak langsung mempunyai dampak bagi masa depan organisasi, lembaga,
perusahaan dan produknya. Maksud dari pendapat.

Renald Kasali tersebut adalah bahwa humas mempunyai fungsi dalam


menciptakan persepsi atau kesan baik dari masyarakat yang berhubungan langsung atau
yang memberikan dampak bagi masa depan organisasi atau lembaga itu sendiri.

2. Badan Pengawas Pemilu atau BAWASLU


Badan Pengawas Pemilu yang selanjutnya dalam penulisan skripsi ini disingkat
BAWASLU adalah lembaga pelaksana pemilihan umum yang memiliki tugas atau
pekerjaan yaitu mengawasi penyelenggara pemilihan umum di semua wilayah Republik
Indonesia sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai
pelaksana pemilihan umum yang menjalankan tugas dan wewenang dalam pengawasan
penyelenggaraan pemilihan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan
walikota .

Pengertian Humas menurut Frida Kusumastuti dalam Yusmawati (2017:3)


“humas adalah aktivitas komunikasi dua arah dengan publik (perusahaan/organisasi), yang
bertujuan untuk menumbuhkan saling pengertian, saling percaya, dan saling
membantu/kerja sama”. Menurut Howard Bohham Pengertian humas atau public relations
adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian publik yang lebih baik yang dapat
memperdalam kepercayaan publik yang lebih baik atau pemberdayaan lebih tinggi
terhadap suatu lembaga atau organisasi.

Menurut Frank Jefkins Humas adalah semua bentuk komunikasi yang terencana,
baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya
dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.

Menurut Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Pengawasan


kampanye Pemilihan Umum Pasal 1 Ayat 10 yang berbunyi: Badan Pengawas Pemilu
yang selanjutnya disebut Bawaslu adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang mengawasi

8
penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Pemilihan Umum.

3. Partisipasi

Kata Partisipasi telah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, baik yang di
ucapkan para ahli maupun orang awam. Sampai saat ini belum ada pengertian atau
defenisi yang dapat diterima secara umum tentang partisipasi. Hal ini disebabkan oleh
adanya perbedaan sudut pandang yang dipakai dalam memberikan pengertian atau
defenisi. “Partisipasi adalah keterlibatan seseorang dalam situasi baik secara mental,
pikiran atau emosi dan perasaan yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan
dalam upaya untuk memberikan sumbangan dalam usaha mencapai tujuan yang telah
ditentukan dan ikut bertanggung jawab terhadap kegiatan pencapaian tujuan tersebut”
(Syamsuddin Adam dalam Prasetya, 2008:54).

Menurut Salusu (1998:104) :“Partisipasi secara garis besar dapat dikatagorikan


sebagai desakan kebutuhan psikologis yang mendasar pada setiap individu”. Hal ini berarti
bahwa manusia ingin berada dalam suatu kelompok untuk terlibat dalam setiap
[Link] merupakan suatu konsep yang merujuk pada keikutsertaan seseorang
dalam berbagai aktivitas pembangunan. Keikutsertaan ini sudah barang tentu didasari
oleh motif–motif dan keyakinan akan nilai–nilai tertentu yang dihayati seseorang.

Partisipasi oleh banyak kalangan disamakan pengertiannya dengan keikut sertaan,


turut serta mengambil bagian. Hal ini menunjukkan adanya unsur keterlibatan dari dalam
suatu kegiatan. Secara Etimilogi kata partisipasi berasal dari bahasa Inggris yaitu
participation ialah kata benda orang ikut mengambil bagian, peserta, TO Participate adalah
kata kerja, ikut mengambil bagian,“participation” adalah hal mengambil bagian.

4. Pemilih muda

Pemilih pemula adalah pemilih yang baru pertama kali memilih karena usia
mereka baru memasuki usia pemilih. Menurut pasal I ayat (22) UU No. l0 Tahun 2008,

9
pemilih adalah warga negara Indonesia yang telah genap berumur 17 tahun atau lebih,
sudah kawin, atau sudah pernah kawin yang mempunyai hak memilih, didaftar satu kali
oleh penyelenggara Pemilu dalam daftar pemilih, tidak sedang terganggu jiwanya, tidak
sedang dicabut hak pilihnya dan terdaftar sebagai pemilih.
Pemilih muda atau pemula adalah kelompok pemilih dengan rentang usia antara
17-37 tahun. Pada pemilu serentak 2024, diprediksi jumlah pemilih muda akan mengalami
peningkatan. Pemilih muda diprediksi menjadi kelompok pemilih dengan proporsi
terbesar di pemilu 2024. Pada pemilu serentak 2019, data dari KPU menunjukkan jumlah
pemilih muda sudah mencapai 70 juta – 80 juta jiwa dari 193 juta pemilih.
Para pemilih pemula adalah mereka yang belum pernah menggunakan hak
suaranya di pemilu. Pemilih pemula termasuk dalam kategori pemilih muda. Pemilih
pemula diprediksi memiliki antusiasme tinggi terhadap pemilu. Awalnya, pemilih pemula
mudah dipengaruhi oleh orang terdekat seperti anggota keluarga dan juga sosial media.
Namun, pemilih muda saat ini sudah semakin kritis dan banyak strategi kampanye di
media sosial yang semakin mempengaruhi mereka.
Pemilih muda memiliki peran penting dalam pemilu karena mereka memiliki
kekuatan dan pengaruh besar terhadap hasil pemilu yang nantinya berpengaruh kepada
kemajuan bangsa. Namun, para pemilih muda juga bisa berpeluang menjadi penyumbang
“golput” dalam pemilu 2024.
Peran pemilih muda sangat dinantikan dalam pemilu 2024 karena proporsi pemilih
muda diprediksi mendekati 60 persen dan berpotensi menjadi penentu kemenangan pada
kontestasi politik di 2024. Namun, partisipasi pemilih muda dalam pemilu tidak bisa
dilihat hanya dari partisipasi anak muda “an sich” karena hal ini berkelindan dengan
tanggung jawab semua pihak, termasuk pemerintah, partai politik, masyarakat sipil, dan
penyelenggara pemilu.

5. Pemilihan Umum (Pemilu)

5.1 Pengertian Pemilihan Umum

10
Pemilihan umum adalah sebuah instrument dalam rangka melaksanakan
kedaulatan rakyat yakni dengan menyusun organ pemerintahan yang dapat menampung
suara dan kepentingan rakyat. Konsep pemilihan umum bermula dari sistem demokrasi
suatu negara. Adanya konsep pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat
(“democracy is government of the people, by the people, and for the people”)
mengandung makna bahwa berjalannya suatu pemerintahan berada pada tangan rakyat
dan bertindak untuk rakyat, dengan kata lain adanya kedaulatan tertinggi yang berada
pada rakyat. Maka dari itu pemilihan umum merupakan salah satu langkah dalam
mewujudkan kedaulatan rakyat. Landasan Yuridis perlunya dilaksanakan pemilihan
umum di Indonesia telah diatur secara konstitusional yaitu dalam UUD NRI Tahun 1945,
meliputi :

1. Pasal 1 ayat (2) UUD NRI 1945 yang menyatakan bahwa: “Kedaulatan berada di
tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.”
2. Pasal 2 ayat (1) UUD NRI 1945 yang berbunyi: “Majelis Permusyawaratan Rakyat
terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan
Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan
undang-undang.”
3. Pasal 6A ayat (1) UUD NRI 1945 menyebutkan: “Presiden dan Wakil Presiden
dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.”
4. Pasal 18 ayat (4) UUD NRI 1945 yang berbunyi: “Gubernur, Bupati, dan Walikota
masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota
dipilih secara demokratis.”
5. Pasal 22E yang terdiri dalam enam yang dan berikatan dengan pemilihan umum,
yaitu Pasal 22E ayat (1), (2), (3), (4), (5), dan (6).

Setelah diadakan amandemen UUD 1945 lembaga perwakilan rakyat, Presiden


serta Kepala Daerah dipilih melalui Pemilihan Umum yang dilangsungkan secara berkala
yakni setiap 5 (lima) tahun sekali. Menurut Jimly Asshidiqqie pelaksanaan Pemilihan
Umum secara berkala dinilai penting dikarenakan adanya sebab-sebab yaitu dikarenakan
kondisi dan kebutuhan masyarakat yang dari waktu ke waktu mengalami perubahan
sehingga aspirasi dari rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam sebuah negara

11
juga mengalami perkembangan. Kemudian sebab lain juga dikarenakan semakin
berkembangnya jaman, penduduk di Indonesia juga mengalami pertambahan yang
semakin banyak jumlahnya, hal tersebut berdampak pada semakin banyaknya rakyat
yang telah memenuhi syarat umur dewasa dalam menggunakan hak pilihnya. Sebab
terakhir yaitu agar dapat menjamin adanya pengaturan kepemimpinan yang baik dalam
ranah legislatif dan eksekutif.

5.2. Fungsi Pemilihan Umum


Syamsuddin Harris mengemukakan bahwa pemilihan umum mempunyai fungsi
yakni sebagai sarana 14:

a. Fungsi Perwakilan Politik, mengandung makna bahwa melalui pemilu rakyat


dapat memilih siapa saja wakil nya untuk menduduki jabatan eksekutif ataupun
legislatif;
b. Legitimasi Politik, mengandung makna bahwa melalui pemiludapat
diwujudkannya suatu keabsahan pemerintah yang berkuasa;
c. Sarana Pendidikan politik, memiliki makna bahwa pemilu dapat mengajarkan
masyarakat mengenai pendidikan politik yang langsung dan terbuka agar
masyarakat sadar terhadap kehidupan politik yang demokratis;
d. Pergantian atau Sirkulasi Elit Penguasa, mengandung makna bahwa pemilu
memiliki relevansi dengan penguasa yang bertugas dan mewakili rakyat atau
disebut sirkulasi elit.

Bagi beberapa negara demokrasi di dunia, pemilihan umum merupakan pilar


atau tolak ukur dalam menjalankan demokrasi. enurut Refly Harun pemilihan umum
adalah alat untuk menginterpretasikan kehendak umum sebagai pemilih menjadi
perwakilan pemerintahan. Rakyat sebagai pemilik kekuasaan tertinggi atau kedaulatan
tertinggi suatu negara berhak menentukan sistem penyelanggaraan suatu pemerintahan
dalam rangka mencapai tujuan suatu negara. Maka dari itu akan menjadi sulit apabila
rakyat secara perorangan menyampaikan kehendaknya yang berkaitan dengan
kebijakan pemerintahan. Sehingga dalam hal ini dibuatlah suatu konsep yakni sistem
demokrasi perwakilan atau demokrasi tidak langsung (indirect democracy) supaya
rakyat tetap dapat menyampaikan kehendaknya melalui sistem perwakilan.

12
5.3. Asas Pemilihan Umum

Asas pemilihan umum termuat dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2003


tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang meliputi :

a. Langsung
Artinya rakyat memiliki hak untuk memberikan suaranya secara langsung sesuai
dengan kehendak hati nuraninya tanpa perantara.
b. Umum
Artinya semua warga negara yang telah berusia 17 tahun atau telah menikah
memiliki hak untuk ikut memilih dan warga negara yang telah berusia 21 tahun
berhak dipilih tanpa adanya diskriminasi.
c. Bebas
Artinya rakyat bebas memilih siapa pun menurut hati nuraninya tanpa ada
paksaan, tekanan, dan pengaruh dari siapa pun atau dengan apa pun.
d. Rahasia
Artinya Peraturan perundang-undangan menjamin bahwa dalam melaksanakan
pemilihan umum akan dijamin kerahasiaan dan tidak akan diketahui oleh
siapapun atas pilihan rakyat dalam memberikan suara nya.
e. Jujur
Dalam pelaksanaan pemilihan umum, semua pihak yang terlibat seperti pemilih,
partai politik, penyelenggara pelaksana dan pengawas pemilu, serta semua pihak
yang terlibat secara tidak langsung, harus bertindak secara jujur dengan mematuhi
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
f. Adil
Dalam melaksanakan pemilihan umum setiap partai politik peserta pemilu dan
konstituen memperoleh perlakuan tanpa diskriminasi serta bebas dari tindakan-
tindakan curang dari pihak manapun.

B. Kerangka Pikir

1.1 konsep partisipasi pemilih pemula


13
Partisipasi pemilih pemula merujuk pada partisipasi politik yaitu warga negara
berpengaruh dalam proses pembuatan dan pelaksanaan kebijakan umum serta ikut
menentukan yang akan menjadi pemimpin pemerintahan. Pada umumnya partisipasi
politik merupakan kegiatan ikut serta dalam kegiatan politik baik dalam pemilihan umum
, pembuatan kebijakan publik hingga sampai pada tahap pelaksana kebijakan.
Memberikan hak pillihnya merupakan sebagai salah satu bentuk partisipasi. Pemilih
pemula adalah pemilih yang baru pertama kali ikut memilih dalam pemilu.

Pemilih pemula juga sangat menentukan dalam pemilihan umum, dalam


pemilihan umum Semua masyarakat indonesia berhak ikut memilih dalam pemilu sesuai
dengan syarat yang ada, pemilih pemula adalah usia pelajar di sekolah menengah atas
berkisar 16-18 tahun dan sudah termasuk dalam pemilih pemula dalam pemilu sesuai
dengan peraturan pemerintah yang tercantum dalam peraturan pemerintah mengenai
pemilihan.

Menurut pasal 1 ayat (22) Undang-Undang No 10 tahun 2008, pemilih adalah


warga Negara Indonesia yang genap berumur 17 tahun atau lebih dan sudah/pernah
kawin, kemudian pasal 19 ayat (1 dan 2 ) Undang-Undang No 10 tahun 2008
menerangkan bahwa pemilih yang mempunyai hak untuk memilih adalah warga Negara
Indonesia yang didaftar oleh penyelenggaraan pemilu dalam daftar pemilih dan pada hari
pemungutan suara telah genap berusia 17 tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin.

2.1 peran humas dalam meningkat partisipasi pemilihan pemula

Humas sendiri dapat diartikan sebagai upaya yang berkesinambungan guna


menciptakan pengertian publik dengan melakukan kegiatan komunikasi baik kepada
internal organisasi maupun eksternal organisasi dan bertanggung jawab
memberikan informasi, mempersuasi,dan meraih simpati dengan menarik
ketertarikan masyarakat untuk membuat masyarakat mengerti dan menerima situasi
tertentu (Arifin, 2020). Sehingga dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
humas memiliki peranan yang begitu penting dalam sebuah organisasi/lembaga yang
merupakan wajah sebuah organisasi/lembaga untuk mempertahankan citra positif.

14
Peranan penting aktivis humas ini juga sangat dibutuhkan oleh
lembaga negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia, Seperti KPU
dan bawaslu dimana peran humas baik untuk mensosialisasikan pemilu pada pemilih
pemula, menginformasikan berbagai kegiatan bawaslu melalui media sosial dan dapat
membuat program yang menarik partisipasi pemilih pemula, untuk ikut berpartisipasi
dalam pemilu baik dalam bentuk mengunakan hak suara dan membantu berpartisipasi
mengawasi pemilu.

3.1 teori yang relevan

Teori yang releven pada judul dan materi diatas adalah sebagai berikut :

1. Teori strategi komunikasi (harold d. lasswell)

Teori strategi komunikasi terdiri dari komunikator tidak hanya


berjalan secara verbal tetapi praktik perbuatan komunikasi, terwujudnya
komunikasi yang efektif ada 3 syarat yang harus dipenuhi komunikator
(harold d. lasswell) yaitu daya tarik, kredibilitas dan kekuatan maka untuk
mengwujudkan komunikasi yang efektif bawaslu dalam meningkatkan
partisipasi maka harus diperhatikan peran komunikatornya seperti humas
bawaslu itu sendiri dalam menyampaikan informasi dengan bahasa sederhana
sehingga mudah dipahami oleh generasi muda sebagai pemilih pemula, serta
pentingnya kepercayaan komunikan kepada komunikator adapun salah satu
kepercayaan yang perlu dibangun selalu mengupdate informasi program
bawaslu dimedia sosial dan website bawaslu.

Pesan setiap pesan yang disampaikan oleh komunikator pasti memiliki


tujuan tertentu. Pesan yang disampaikan bisa disusun dan diterima oleh
komunikan dalam serangkaian makna. Agar dapat berjalan efektif perlu
diperhatikan sifat pesan informatif, edukatif dan persuasif. Pesan yang
disampaikan oleh humas bawaslu kepada pemilih pemula harus disesuaikan
dengan situasi dan kondisi mereka, seperti yang kita tau bahwa pemilih
pemula adalah generasi Z atau generasi yang tumbuh ditengah pesatnya

15
teknologi, sehingga humas bawaslu dapat menyampaikan dan mengedukasi
pemilih pemula bisa melalui media sosial dan website dengan cara mengemas
informasi semenarik mungkin.

Media dalam memilih komunikasi kita wajib mempertimbangkan


karakteristik isi dan tujuan isi pesan yang ingin disampaikan, dan jenis media
yang dimiliki komunikan, sehingga isi pesan yang ditunjukan untuk
komunikan pemilih pemula dan pesan untuk golongan Gen Z terkait
pentingnya partisipasi pemula adalah dengan menggunakan media sosial
youtube, whatsapp, instagram dan facebook. Karna para Gen Z adalah
generasi yang akrab dengan teknologi, sehingga ini juga mempermudah
humas bawaslu dalam proses penyebaran informasi kepada pemilih pemula.

Komunikan yang dimaksud dalam hal ini adalah pemilih pemula yang
merupakan para generasi muda dengan rentan usia 17-21 tahun, Yang
merupakan pemilih yang cenderung aktif, berfikir kritis dan memiliki idealis
tinggi sehingga pentingnya komunikator atau humas bawaslu menciptakan
persamaan kepada pemilih pemula baik persamaan pesan, metode dan yang
paling utama adalah kepentingan yang sama.

2. Teori pilihan rasional

Dikemukan oleh James S. Coleman (dalam georgr ritzer, 2007:394)


teori rasional dalam gagasan dasarnya bahwa tindakan seseorang mengarah
jelas pada tujuan yang ditentukan oleh nilai atau pilihan. Ada dua unsur utama
dalam teori coleman, yaitu aktor dan sumberdaya.
Teori rasional memusatkan pada aktor, menurut George Ritzer
(2007:394) aktor dipandang sebagai manusia yang memiliki tujuan atau
maksud. Artinya aktor mempunyai upaya untuk mencapai tujuan selain itu
aktor juga mempunyai nilai dan pilihan. Teori ini memandang apa yang
menjadi pilihan atau apa yang menjadi pilihan sumber aktor. Hal yang paling
penting adalah aktor melakukan tindakan yang sesuai tujuan.

16
Apabila teori rasional ini dikaitan dengan pemilih pemula, maka
pemilih pemula sebagai aktor dalam pemilu mempunyai tujuan tertentu
dengan berpartisipasi dalam pemilu atau tidak berpartisipasi golput.
Tujuannya bermacam-macam bersikap masa bodoh, lebih mementingkan
kepentingan pribadi, sebagai reaksi protes terhadap pemerintah atau calon
kandidat yang tidak sesuai dengan pilihannya atau berpartisipaasi dengan
menggunakan hak suaranya sebaik-baiknaya.

4.1 penelitian terdahulu

Judul, peneliti, tahun Tujuan penelitian Hasil penelitian


terbit

“Startegi Tujuan dari penelitian ini untuk Hasil dari penelitian Startegi
Komunikasi Humas mengetahui strategi komunikasi Komunikasi Humas Bawaslu
Bawaslu Kabupaten Humas Bawaslu Takalar dalam Kabupaten Takalar dalam
Takalar dalam meningkatkan kepercayaan Meningkatkan Kepercayaan
Meningkatkan publik melalui penelitian Publik”. Adanya strategi
Kepercayaan deskriptif kualitatif. Hasil humas seperti Publikasi
Publik”. penelitian ini menunjukkan (publication) berkelanjutan
WARDAH,SYUKR serangkaian strategi komunikasi melalui pengelolaan sosial
I,NUR ALIM meliputi publikasi melalui media lembaga seperti
SYARIF 2022 sejumlah akun media sosial facebook, instagram, twitter,
Humas Bawaslu Kabupaten dan kanal youtube bawaslu,
Takalar; pelaksanaan event melalui pengelolaan dan
peningkatan SDM dan event pelayanan informasi publik
lainnya yang melibatkan (PPID); serta melalui
lembaga eksternal; pembuatan flyer, poster, dan
memaksimalkan pemberitaan juga banner; menggelar
melalui peran sinergitas berbagai serangkaian event seperti
media cetak, online, dan juga pelatihan peningkatan

17
media elektronik lokal kapasitas SDM kehumasan,
lainnya;strategi penggunaan talkshow dengan
corporate identity hingga upaya menggandeng radio lokal
lobi dan negosiasi internal. dalam memberikan edukasi
nilai-nilai demokrasi kepada
amasyarakat, menggelar kelas
virtual terhadap UPT SMU
setempat dengan menggandeng
KPU dalam memberikan
pemahaman politik, serta
menproduksi sejumlah video
sosialisasi ; melakukan
pemberitaan (news) dengan
memaksimalkan peran
sinergitas berbagai media
cetak, media online serta
media elektronik lokal

18
19
BAB III METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi dan Waktu calon Peneliti rencana dilaksanakan penelitian pada bulan Oktober
2023 sampai November 2023 di Divisi Hubungan Masyarakat Badan Pengawas Pemilu
Provinsi Kota Kendari Sulawesi Tenggara.

B. Menode Pendekatan

Berdasarkan permasalahan pada penelitian ini maka metode yang ditempuh dalam
penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.

Menurut Sugiyono (2017:9) menyatakan bahwa "Metode penelitian kualitatif adalah


metode penelitin yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme atau enterpretetif,
digunakan untuk meneliti kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah instrumen
kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (angan observa wawancant
dokumentasi), data yang diperoleh cenderung kalian analisis data bersifat induktifkualitatif,
dan hasil penelitian bersifat untuk mensalsami makna. memahami keunikan, mengkonstruksi
fenomona, dan menemukan hipotesis.

C. Ruang Lingkup dan Fokus Penelitian

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, maka dalam penelitian ini diperlukan adanya


pembatasan istilah. Ruang lingkup penelitian ini di fokuskan kepada peran humas bawaslu
dalam dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda di kota kendari.

20
Adapun untuk memfokuskan pembahasan dan kejelasan penelitian dengan data yang
di bahas agar sitematis, maka penelitian ini perlu dibatasi dari pembahasan pada peran humas
bawaslu dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda, yaitu peran hubungan masyarakat.

D. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Data

a. Data kualitatif adalah data yang dibuat dengan menggunakan kata-kata atau dengan
kalimat bukan dengan angka.
b. Data kuantitatif adalah data yang dibuat dengan menggunakan angka

2. Sumber Data

1. Data Primer

Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini merupakan hasil dari
wawancara observasi dan dokumentasi dengan permasalahan yang berkaitan dengan
strategi komunikasi berkenaan dengan keputusan. Menurut Sugiyono (2018:456) data
primer yaitu sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data
yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek
penelitian dilakukan. Peneliti menggunakan hasil wawancara yang didapatkan dari
informan mengenai topik penelitian sebagai data primer.

2. Data Sekunder

Data sekunder ini diperoleh dari literatur literatur jurnal atau artikel ilmiah dari
penelitian terdahulu majalah maupun data dokumen perusahaan yang diperlukan dalam
penelitian ini. Data sekunder yaitu sumber data yang tidak langsung memberikan data
kepada pengumpul data misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.

21
E. Informan Penelitian

Dalam penelitian ini adalah orang yang sangat berpengaruh dalam usaha yang
akan diteliti metode penentuan informan kunci (key informal) dalam informan
pendukung yang digunakan dalam penelitian ini dengan pertimbangan tertentu ini
misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan atau
mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek
atau situasi sosial yang diteliti.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan peneliti untuk


mengungkap atau menjaring informasi kuantitanf dan responden sesuai lingkup
penelitian (V Wiratna Sujarweni, 2018) Pengumpulan data dilakukan untuk
mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dalam memecahkan permasalahan yang telah
dirumuskan sebelumnya. Adapun sumber data yang akan di olah adalah sebagai berikut:

1. Observasi
Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan cara kunjungan dan pengamatan
langsung ke objek penelitian.
2. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data lisan yang berlangsung satu arah, artinya
pertanyaan datang dari pihak yang mewawancarai dan jawaban diperoleh dari yang
diwawancara.
3. Dokumentasi
Dokumentasi menurut Sugiyono (2015: 329) adalah suatu cara yang digunakan untuk
memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip,dokumen, tulisan angka dan
gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian.
Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data kemudian ditelaah.

22
G. Teknik Alalisis Data

Analisis data dilakukan setelah semua data yang diperlukan untuk memecahkan
masalah telah terkumpul secara lengkap Menurut Sugiyono (2018 285) "Teknik analisis
data berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian
hipotesis yang diajukan.

Analisis yang digunakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan


cara mengumpulkan data dari lapangan yang bermanfaat untuk memberikan gambaran
umum untuk penelitian dan sebagai pembahasan hasil penelitian. Data yang digunakan
merupakan hasil pengumpulan dari penelitian lapangan (field research) yang
dibandingkan dengan dasar-dasar teori yang didapat dari bahan pustaka (library research)
untuk dapat memecahkan masalah yang ada dan selanjutnya disusun menjadi sebuah
hasil penelitian agar menghasilkan suatu kesimpulan baru.

1. Reduksi data

Menurut Sugiyono (2018.247-249) Reduksi data adalah merangkum memilih hal-hal


yang pokok. memfokuskan pada hal-hal yang penting yang sesuai dengan topik
penelitian, mencari tema dan polanya, padaakhirnya memberikan gambaran yang lebih
jelas dan mempermudah untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.

2. Penyajian Data

Setelah mereduksi data, maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data Dalam
penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk table, grafik,
flowchart, pictogram dan sejenisnya Melalui penyajian data tersebut, maka data dapat
terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan mudah Selain itu dalam
penelitian Pengumpulan Data Display Data Reduksi Data Kesimpulan/ Verifikasi Sumber
(Sugiyono 2018) 38 STIE INDONESIA penyajian data kualitatif dapat dilakukan dalam
bentuk uraian singkat bagan hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya namun
yang sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan

23
teks yang bersifat naratif Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan,
dan tersusun sehingga akan semakin mudah dipahami (Sugiyono, 2018 249).

3. Penarikan Kesimpulan

Langkah terakhir dalam menganalisis penelitian kualitatif adalah penarikan kesimpulan


Menurut Sugiyono (2018-252-253) kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat
menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak,
karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan perumusan masalah dalam
penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian
berada dilapangan.

H. Definisi Konseptual

Untuk memperjelas ruang lingkup penelitian Humas Bawaslu dalam


meningkatkan Partisipasi Pemilih pemula pada pemilu 2024 di kota Kendari ini maka dan
defenisi konseptual dapat dijelaskan sebagai berikut; Defenisi konseptual dapat
menjelaskan tentang variabel penelitian yang meliputi indikator penting dalam
pengembangan usaha sebagai variabel independen dan pendapatan merupakan variabel
dependen dengan uraian sebagai berikut:

1. Faktor yang mempengaruhi peran humas

a. Media massa atau Pers adalah istilah yang mulai digunakan pada tahun 1920-an
untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai
masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering
disingkat menjadi media.

b. teknologi yang digunakan adalah teknologi dalam sebuah instansi untuk melakukan
sebuah program

24
25
DAFTAR PUSTAKA

Unismuh, Wardah Ilkom. "Strategi Humas Bawaslu Takalar dalam Meningkatkan


Kepercayaan Publik." MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi 5.2 (2022): 19-36.

Yusrin, Yusrin, and Salpina Salpina. "Partisipasi Generasi Millenial dalam


Mengawasi Tahapan Pemilu 2024." Journal on Education 5.3 (2023): 9646-9653.

Putri, Sekar Amalia, and Lintang Muliawati. "Analisis Peran Humas Komisi
Pemilihan Umum Kabupaten Magelang Dalam Menjalankan Aktivitas Kehumasan."
Jurnal Audiens 4.3 (2023): 405-413.

Mangngasing, Nasir, et al. "SOSIALISASI PENINGKATAN KETERLIBATAN PEMILIH


PEMULA PADA PEMILU 2024 DI KECAMATAN SARJO." Publikasi Ilmiah Bidang
Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) 2.2 (2023): 49-62.

Rimadi Agam,Efendi David,Sahirin, (2019)"PERAN PEMILIH PEMULA DALAM


PENGAWASAN PEMILU PARTISIPATIF" JPI: Jurnal of Political Issues Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Dalinama Telaumbanua,Mohamad Yunus Laia,Restu Damai Laia Seni Hati Wau


(2023), "PERAN PEMILIH MUDA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI
MASYARAKAT PADA PENYELENGGARAAN PEMILU"FKIP Universitas Nias
Raya

Agus Edi Winarto, H. M. Dimyati Huda,Trimurti Ningtyas,(2022),"PERAN


BAWASLU DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA
PENGAWASAN PEMILU 2019",IAIN Kediri

[Link]
[Link]

26
[Link]
%20140105128%2C%20FSH%2C%20HTN%2C%20082168602579_unlocked.pdf
[Link]
[Link]
[Link] dalam-pemilu-2024

27

Anda mungkin juga menyukai