Humas Bawaslu Tingkatkan Partisipasi Pemilih Muda
Humas Bawaslu Tingkatkan Partisipasi Pemilih Muda
Kelompok 5
KENDARI
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala, yang telah melimpahkan
karunia-Nya berupa kesehatan, dan petunjuk sehingga proposal dengan judul “Peran Humas
Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda 2024 di kota kendari” dapat
terselesaikan.
Sholawat serta salam dipanjatkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam,
para sahabat, dan pengikut-pengikutnya yang setia. Proposal ini ditulis sebagai salah satu
persyaratan untuk menyelesaikan Tugas pada Matakuliah Riset Humas .Dalam Proposal ini
banyak pihak yang telah membantu dan memberi dukungan serta motivasi.
Oleh karena itu melalui kesempatan ini, penulis menyampaikan penghargaan yang setinggi-
tingginya dan mengucapkan terimakasih yang sebesarnya kepada rekan-rekan Dan ibu
IRMAWATI ,M,[Link] Sebagai dosen pengampu atas segala perhatian, kasih sayang, doa, serta
dukungan yang senantiasa hingga saat [Link] yang dapat penulis katakan, semoga Allah
subhana wata’ala melimpahkan rahmat kepada semua pihak yang telah membantu, Amiin,
Penulis
I
DAFTAR ISI
Catalog
KATA PENGANTAR....................................................................................................................I
DAFTAR ISI.................................................................................................................................II
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................................1
A. Latar Belakang............................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.......................................................................................................................3
C. Tujuan..........................................................................................................................................4
D. Manfaat Penelitian......................................................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR.....................................................5
A. Tinjauan Pustaka.........................................................................................................................5
B. Kerangka Pikir...........................................................................................................................14
BAB III METODE PENELITIAN.............................................................................................20
A. Lokasi dan Waktu Penelitian....................................................................................................20
B. Menode Pendekatan..................................................................................................................20
C. Ruang Lingkup dan Fokus Penelitian.......................................................................................20
D. Jenis dan Sumber Data..............................................................................................................21
E. Informan Penelitian...................................................................................................................22
F. Teknik Pengumpulan Data........................................................................................................22
G. Teknik Alalisis Data..................................................................................................................23
H. Definisi Konseptual...................................................................................................................24
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................26
II
III
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Humas (hubungan masyarakat) yang juga biasa disebut dengan istilah public
relations memiliki peranan penting dalam sebuah perusahaan atau organisasi yang
dimana memiliki peranan dalam membentuk citra baik dan citra positif maupun negatif
sebuah lembaga. Humas juga merupakan fungsi manajemen yang khas membantu
pembentukan dan pemeliharaan garis komunikasi dua arah, saling pengertian,
penerimaan, dan kerjasama antara organisasi dan masyarakatnya yang melibatkan
manajemen problem, membantu manajemen untuk selalu mendapatkan dan merespon
pendapat umum, mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen dalam
melayani kepentingan masyarakat (Nova, 2011: 44). Humas juga sangat memiliki peran
penting dalam meningkatkan kredibilitas sebuah lembaga, yaitu seperti untuk mengelola
hubungan baik antar lembaga, masyarakat, dan karyawan agar dapat mempertahankan
kredibilitas lembaga di mata publik, serta humas juga memiliki fungsi mengelola krisis
dan mengemas informasi yang menarik perhatian publik . Sehingga sama halnya dengan
humas bawaslu yang menjadi media bagi lembaganya.
1
pemilu juga merupakan sarana pelaksanaan demokrasi yang merupakan jembatan untuk
menghubungkan suara rakyat sebagai pemilik kedaulatan dan kekuasaan untuk memilih
wakil mereka baik itu dalam eksekutif dan legislatif ditingkat nasional dan daerah
dilakukan melalui pemilihan umum. Pemilu telah dilaksanakan sejak tahun 1955 sampai
terahkir kali yaitu tahun 2019 dan akan di adakan kembali tahun 2024 mendatang. Yang
dimana proses penyelenggaran pemilu semakin berkembang, dimulai dari pertimbangan
hukum, kemudian berlanjut ke tahapan, peserta, kelembagaan, pelanggaraan, dan
pengatur pelaksanaan. Meski demikian, partisipasi politik yang ditunjukkan oleh orang-
orang yang sudah memiliki hak pilih hingga meluaskannya kepada orang lain merupakan
penentu utama hasil pemilu. Kualitas pemilu tergantung pada tinggi rendahnya tingkat
partisipasi, karena dari partisipasi ini akan terlihat seberapa besar masyarakat menaruh
perhatiannya pada masalah negara (Muhaling, 2013).
Sesuai hal diatas, Hemafitria juga berpendapat bahwa bentuk perwujudan dari
negara demokrasi yang mengutamakan keterlibatan masyarakat secara langsung dalam
pemilu dilihat dari partisipasi politik masyarakat (Hemafitria et al., 2021). Bahwa
masyarakat memiliki peranan yang sangat penting dalam pemilu yaitu untuk
menggunakan suaranya memilih wakil rakyat yang tepat, peran penting ini juga
dibebankan pada para pemilih pemula atau para Gen Z di pemuli 2024 para Gen Z sudah
dapat berpartisipasi menggunakan hak suaranya untuk memilih dan menyeleksi para
penjabat yang akan duduk dikursi pemerintahan. Dengan banyaknya peran pemuda dalam
mensukseskan pemilu 2024 akan membuat agen perubahan dan mengarahkan demokrasi
ke arah yang lebih baik.
2
KPU (komisi pemilihan umum)kota kendari, sulawesi tenggara menyebutkan
bahwa pemilih pemula tahun 2024 yaitu sekitar 42.000 jiwa atau 21 % dari total nama
dalam daftar pemilih tetap (DPT), Data KPU menyebutkan DPT Kota Kendari pada
bulan Februari 2022 sebanyak 213.202 jiwa, terdiri atas 105.089 laki-laki dan 108.113
perempuan. Sementara itu. Ketua Bawaslu Kota Kendari Sahinuddin menyebutkan ciri
khas pemilih melenial itu adalah pemilih cerdas karena dominan pemilih pemula itu
orang-orang yang saat ini masih duduk di bangku SMA maupun bangku kuliah.
Sahinuddin mengatakan bahwa masa depan bangsa terletak di tangan generasi muda,
terutama pemilih pemula. Oleh karena itu, konstitusi bangsa ini sudah mengamanatkan
kedaulatan itu berada di tangan rakyat, termasuk dalam kedaulatan menggunakan hak
pilih.
Dan, dari data diatas pemilih pemula mengalami peningkatan yang perlu
dipertahankan.. Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana peranan humas bawaslu dalam
meningkatkan partisipasi pemilih pemula pada pemilu 2024. Keberadaan humas yang
profesional berfungsi sebagai manajemen komunikasi. Dalam menjalankan fungsi
manajemen, public relations/ humas mengidentifikasi kebijaksanaan, menilai sikap
publik dan tata cara organisasi demi kepentingan publiknya, serta merencanakan suatu
program kegiataan komunikasi untuk memperoleh dan dukungan publiknya, sehingga
humas bawaslu sangat diperlukan dalam menarik simpati pemilih pemula.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dirumuskan masalah
penelittian :
1. Bagaimana peran humas bawaslu dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula pada
pemilu 2024 ?
2. Bagaimana peran media digittal dalam mendukung upaya humas bawaslu dalam
meningkatkan partisipasi pemilih pemula dikota kendari ?
3
C. Tujuan
Berdasarkan pembahaan masalah yang telah diuraikan diatas, maka tujua pada penelittian
ni adalah sebagai berkut :
1. Untuk mengetahui peran humas bawaslu dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula
pada pemilu 2024 ?
2. Untuk mengetahui media digittal dalam mendukung upaya humas bawaslu dalam
meningkatkan partisipasi pemilih pemula dikota kendari ?
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
2. Manfaat Praktis
b. Bagi Mahasiswa : Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk membantu menambah
referensi bagi penelitian-penelitiian selanjutnya supaya dapat lebih mendalam.
4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
A. Tinjauan Pustaka
Menurut Effendy (2002:23) Humas adalah sebuah seni sekaligus ilmu sosial dalam
menganalisa kecendrungan, meramaikan konsekuensinya, memberikan pengarahan
kepada pimpinan institusi atau lembaga dan melaksanakan program-program terencana
yang dapat memenuhi kepentingan baik institusi atau lembaga tersebut maupun
masyarakat yang terkait.
Cutlip & Center (dalam Suhandang, 2004: 45) mengemukakan definisi Humas atau
Public Relations sebagai suatu kegiatan komunikasi dan penafsiran, serta komunikasi-
komunikasi dan gagasan-gagasan dari suatu lembaga kepada publiknya. Serta pendapat
dari publiknya itu kepada lembaga tadi, dalam usaha yang jujur untuk menumbuhkan
kepentingan bersama sehingga dapat tercipta suatu kesesuaian yang harmonis dari
5
lembaga itu dengan masyarakatnya. Penyebaran suatu pesan humas tidak bisa dilakukan
secara merata ke semua orang. Kepada khalayak yang terbatas inilah humas senantiasa
menjalin komunikasi, baik secara internal maupun eksternal (Morissan, 2008:11).
Dari pernyataan para ahli tersebut dapat di ambil garis bawah bahwa Hubungan
Masyarakat adalah komunikasi yang terencana dengan itikad baik dengan menggunakan
Media untuk memperoleh pengakuan, penerimaan dan dukungan dari Masyarakat dengan
tujuan menciptakan tujuan bersama atau tujuan Lembaga.
Menurut Rosady Ruslan (2007 : 10) menjelaskan secara rinci empat peran
utama humas adalah sebagai berikut :
6
3). Memelihara dan menciptakan kerjasama Dari pendapat tersebut tujun humas
pada intinya adalah menciptakan dan memelihara hubungan saling percaya
dengan publik dalam rangka menjalin kerja sama yang baik.
Menurut Effendy (dalam Ruslan, 2007:9) fungsi Humas ketika menjalankan tugas
dan operasionalnya, yaitu:
2. Membina hubungan yang harmonis antar organisasi dengan Publik internal dan
publik eksternal.
Renald Kasali, (dalam Ruslan, 2012: 36) menjelaskan bahwa fungsi public
relations atau manajemen humas adalah : Fungsi manajemen humas yang bertujuan
menciptakan dan mengembangkan persepsi terbaik bagi suatu lembaga,organisasi,
perusahaan atau produknya terhadap segmen masyarakat, yang kegiatannya langsung
7
ataupun tidak langsung mempunyai dampak bagi masa depan organisasi, lembaga,
perusahaan dan produknya. Maksud dari pendapat.
Menurut Frank Jefkins Humas adalah semua bentuk komunikasi yang terencana,
baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya
dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.
8
penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Pemilihan Umum.
3. Partisipasi
Kata Partisipasi telah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, baik yang di
ucapkan para ahli maupun orang awam. Sampai saat ini belum ada pengertian atau
defenisi yang dapat diterima secara umum tentang partisipasi. Hal ini disebabkan oleh
adanya perbedaan sudut pandang yang dipakai dalam memberikan pengertian atau
defenisi. “Partisipasi adalah keterlibatan seseorang dalam situasi baik secara mental,
pikiran atau emosi dan perasaan yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan
dalam upaya untuk memberikan sumbangan dalam usaha mencapai tujuan yang telah
ditentukan dan ikut bertanggung jawab terhadap kegiatan pencapaian tujuan tersebut”
(Syamsuddin Adam dalam Prasetya, 2008:54).
4. Pemilih muda
Pemilih pemula adalah pemilih yang baru pertama kali memilih karena usia
mereka baru memasuki usia pemilih. Menurut pasal I ayat (22) UU No. l0 Tahun 2008,
9
pemilih adalah warga negara Indonesia yang telah genap berumur 17 tahun atau lebih,
sudah kawin, atau sudah pernah kawin yang mempunyai hak memilih, didaftar satu kali
oleh penyelenggara Pemilu dalam daftar pemilih, tidak sedang terganggu jiwanya, tidak
sedang dicabut hak pilihnya dan terdaftar sebagai pemilih.
Pemilih muda atau pemula adalah kelompok pemilih dengan rentang usia antara
17-37 tahun. Pada pemilu serentak 2024, diprediksi jumlah pemilih muda akan mengalami
peningkatan. Pemilih muda diprediksi menjadi kelompok pemilih dengan proporsi
terbesar di pemilu 2024. Pada pemilu serentak 2019, data dari KPU menunjukkan jumlah
pemilih muda sudah mencapai 70 juta – 80 juta jiwa dari 193 juta pemilih.
Para pemilih pemula adalah mereka yang belum pernah menggunakan hak
suaranya di pemilu. Pemilih pemula termasuk dalam kategori pemilih muda. Pemilih
pemula diprediksi memiliki antusiasme tinggi terhadap pemilu. Awalnya, pemilih pemula
mudah dipengaruhi oleh orang terdekat seperti anggota keluarga dan juga sosial media.
Namun, pemilih muda saat ini sudah semakin kritis dan banyak strategi kampanye di
media sosial yang semakin mempengaruhi mereka.
Pemilih muda memiliki peran penting dalam pemilu karena mereka memiliki
kekuatan dan pengaruh besar terhadap hasil pemilu yang nantinya berpengaruh kepada
kemajuan bangsa. Namun, para pemilih muda juga bisa berpeluang menjadi penyumbang
“golput” dalam pemilu 2024.
Peran pemilih muda sangat dinantikan dalam pemilu 2024 karena proporsi pemilih
muda diprediksi mendekati 60 persen dan berpotensi menjadi penentu kemenangan pada
kontestasi politik di 2024. Namun, partisipasi pemilih muda dalam pemilu tidak bisa
dilihat hanya dari partisipasi anak muda “an sich” karena hal ini berkelindan dengan
tanggung jawab semua pihak, termasuk pemerintah, partai politik, masyarakat sipil, dan
penyelenggara pemilu.
10
Pemilihan umum adalah sebuah instrument dalam rangka melaksanakan
kedaulatan rakyat yakni dengan menyusun organ pemerintahan yang dapat menampung
suara dan kepentingan rakyat. Konsep pemilihan umum bermula dari sistem demokrasi
suatu negara. Adanya konsep pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat
(“democracy is government of the people, by the people, and for the people”)
mengandung makna bahwa berjalannya suatu pemerintahan berada pada tangan rakyat
dan bertindak untuk rakyat, dengan kata lain adanya kedaulatan tertinggi yang berada
pada rakyat. Maka dari itu pemilihan umum merupakan salah satu langkah dalam
mewujudkan kedaulatan rakyat. Landasan Yuridis perlunya dilaksanakan pemilihan
umum di Indonesia telah diatur secara konstitusional yaitu dalam UUD NRI Tahun 1945,
meliputi :
1. Pasal 1 ayat (2) UUD NRI 1945 yang menyatakan bahwa: “Kedaulatan berada di
tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.”
2. Pasal 2 ayat (1) UUD NRI 1945 yang berbunyi: “Majelis Permusyawaratan Rakyat
terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan
Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan
undang-undang.”
3. Pasal 6A ayat (1) UUD NRI 1945 menyebutkan: “Presiden dan Wakil Presiden
dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.”
4. Pasal 18 ayat (4) UUD NRI 1945 yang berbunyi: “Gubernur, Bupati, dan Walikota
masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota
dipilih secara demokratis.”
5. Pasal 22E yang terdiri dalam enam yang dan berikatan dengan pemilihan umum,
yaitu Pasal 22E ayat (1), (2), (3), (4), (5), dan (6).
11
juga mengalami perkembangan. Kemudian sebab lain juga dikarenakan semakin
berkembangnya jaman, penduduk di Indonesia juga mengalami pertambahan yang
semakin banyak jumlahnya, hal tersebut berdampak pada semakin banyaknya rakyat
yang telah memenuhi syarat umur dewasa dalam menggunakan hak pilihnya. Sebab
terakhir yaitu agar dapat menjamin adanya pengaturan kepemimpinan yang baik dalam
ranah legislatif dan eksekutif.
12
5.3. Asas Pemilihan Umum
a. Langsung
Artinya rakyat memiliki hak untuk memberikan suaranya secara langsung sesuai
dengan kehendak hati nuraninya tanpa perantara.
b. Umum
Artinya semua warga negara yang telah berusia 17 tahun atau telah menikah
memiliki hak untuk ikut memilih dan warga negara yang telah berusia 21 tahun
berhak dipilih tanpa adanya diskriminasi.
c. Bebas
Artinya rakyat bebas memilih siapa pun menurut hati nuraninya tanpa ada
paksaan, tekanan, dan pengaruh dari siapa pun atau dengan apa pun.
d. Rahasia
Artinya Peraturan perundang-undangan menjamin bahwa dalam melaksanakan
pemilihan umum akan dijamin kerahasiaan dan tidak akan diketahui oleh
siapapun atas pilihan rakyat dalam memberikan suara nya.
e. Jujur
Dalam pelaksanaan pemilihan umum, semua pihak yang terlibat seperti pemilih,
partai politik, penyelenggara pelaksana dan pengawas pemilu, serta semua pihak
yang terlibat secara tidak langsung, harus bertindak secara jujur dengan mematuhi
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
f. Adil
Dalam melaksanakan pemilihan umum setiap partai politik peserta pemilu dan
konstituen memperoleh perlakuan tanpa diskriminasi serta bebas dari tindakan-
tindakan curang dari pihak manapun.
B. Kerangka Pikir
14
Peranan penting aktivis humas ini juga sangat dibutuhkan oleh
lembaga negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia, Seperti KPU
dan bawaslu dimana peran humas baik untuk mensosialisasikan pemilu pada pemilih
pemula, menginformasikan berbagai kegiatan bawaslu melalui media sosial dan dapat
membuat program yang menarik partisipasi pemilih pemula, untuk ikut berpartisipasi
dalam pemilu baik dalam bentuk mengunakan hak suara dan membantu berpartisipasi
mengawasi pemilu.
Teori yang releven pada judul dan materi diatas adalah sebagai berikut :
15
teknologi, sehingga humas bawaslu dapat menyampaikan dan mengedukasi
pemilih pemula bisa melalui media sosial dan website dengan cara mengemas
informasi semenarik mungkin.
Komunikan yang dimaksud dalam hal ini adalah pemilih pemula yang
merupakan para generasi muda dengan rentan usia 17-21 tahun, Yang
merupakan pemilih yang cenderung aktif, berfikir kritis dan memiliki idealis
tinggi sehingga pentingnya komunikator atau humas bawaslu menciptakan
persamaan kepada pemilih pemula baik persamaan pesan, metode dan yang
paling utama adalah kepentingan yang sama.
16
Apabila teori rasional ini dikaitan dengan pemilih pemula, maka
pemilih pemula sebagai aktor dalam pemilu mempunyai tujuan tertentu
dengan berpartisipasi dalam pemilu atau tidak berpartisipasi golput.
Tujuannya bermacam-macam bersikap masa bodoh, lebih mementingkan
kepentingan pribadi, sebagai reaksi protes terhadap pemerintah atau calon
kandidat yang tidak sesuai dengan pilihannya atau berpartisipaasi dengan
menggunakan hak suaranya sebaik-baiknaya.
“Startegi Tujuan dari penelitian ini untuk Hasil dari penelitian Startegi
Komunikasi Humas mengetahui strategi komunikasi Komunikasi Humas Bawaslu
Bawaslu Kabupaten Humas Bawaslu Takalar dalam Kabupaten Takalar dalam
Takalar dalam meningkatkan kepercayaan Meningkatkan Kepercayaan
Meningkatkan publik melalui penelitian Publik”. Adanya strategi
Kepercayaan deskriptif kualitatif. Hasil humas seperti Publikasi
Publik”. penelitian ini menunjukkan (publication) berkelanjutan
WARDAH,SYUKR serangkaian strategi komunikasi melalui pengelolaan sosial
I,NUR ALIM meliputi publikasi melalui media lembaga seperti
SYARIF 2022 sejumlah akun media sosial facebook, instagram, twitter,
Humas Bawaslu Kabupaten dan kanal youtube bawaslu,
Takalar; pelaksanaan event melalui pengelolaan dan
peningkatan SDM dan event pelayanan informasi publik
lainnya yang melibatkan (PPID); serta melalui
lembaga eksternal; pembuatan flyer, poster, dan
memaksimalkan pemberitaan juga banner; menggelar
melalui peran sinergitas berbagai serangkaian event seperti
media cetak, online, dan juga pelatihan peningkatan
17
media elektronik lokal kapasitas SDM kehumasan,
lainnya;strategi penggunaan talkshow dengan
corporate identity hingga upaya menggandeng radio lokal
lobi dan negosiasi internal. dalam memberikan edukasi
nilai-nilai demokrasi kepada
amasyarakat, menggelar kelas
virtual terhadap UPT SMU
setempat dengan menggandeng
KPU dalam memberikan
pemahaman politik, serta
menproduksi sejumlah video
sosialisasi ; melakukan
pemberitaan (news) dengan
memaksimalkan peran
sinergitas berbagai media
cetak, media online serta
media elektronik lokal
18
19
BAB III METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu calon Peneliti rencana dilaksanakan penelitian pada bulan Oktober
2023 sampai November 2023 di Divisi Hubungan Masyarakat Badan Pengawas Pemilu
Provinsi Kota Kendari Sulawesi Tenggara.
B. Menode Pendekatan
Berdasarkan permasalahan pada penelitian ini maka metode yang ditempuh dalam
penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
20
Adapun untuk memfokuskan pembahasan dan kejelasan penelitian dengan data yang
di bahas agar sitematis, maka penelitian ini perlu dibatasi dari pembahasan pada peran humas
bawaslu dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda, yaitu peran hubungan masyarakat.
1. Jenis Data
a. Data kualitatif adalah data yang dibuat dengan menggunakan kata-kata atau dengan
kalimat bukan dengan angka.
b. Data kuantitatif adalah data yang dibuat dengan menggunakan angka
2. Sumber Data
1. Data Primer
Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini merupakan hasil dari
wawancara observasi dan dokumentasi dengan permasalahan yang berkaitan dengan
strategi komunikasi berkenaan dengan keputusan. Menurut Sugiyono (2018:456) data
primer yaitu sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data
yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek
penelitian dilakukan. Peneliti menggunakan hasil wawancara yang didapatkan dari
informan mengenai topik penelitian sebagai data primer.
2. Data Sekunder
Data sekunder ini diperoleh dari literatur literatur jurnal atau artikel ilmiah dari
penelitian terdahulu majalah maupun data dokumen perusahaan yang diperlukan dalam
penelitian ini. Data sekunder yaitu sumber data yang tidak langsung memberikan data
kepada pengumpul data misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.
21
E. Informan Penelitian
Dalam penelitian ini adalah orang yang sangat berpengaruh dalam usaha yang
akan diteliti metode penentuan informan kunci (key informal) dalam informan
pendukung yang digunakan dalam penelitian ini dengan pertimbangan tertentu ini
misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan atau
mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek
atau situasi sosial yang diteliti.
1. Observasi
Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan cara kunjungan dan pengamatan
langsung ke objek penelitian.
2. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data lisan yang berlangsung satu arah, artinya
pertanyaan datang dari pihak yang mewawancarai dan jawaban diperoleh dari yang
diwawancara.
3. Dokumentasi
Dokumentasi menurut Sugiyono (2015: 329) adalah suatu cara yang digunakan untuk
memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip,dokumen, tulisan angka dan
gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian.
Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data kemudian ditelaah.
22
G. Teknik Alalisis Data
Analisis data dilakukan setelah semua data yang diperlukan untuk memecahkan
masalah telah terkumpul secara lengkap Menurut Sugiyono (2018 285) "Teknik analisis
data berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian
hipotesis yang diajukan.
1. Reduksi data
2. Penyajian Data
Setelah mereduksi data, maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data Dalam
penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk table, grafik,
flowchart, pictogram dan sejenisnya Melalui penyajian data tersebut, maka data dapat
terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan mudah Selain itu dalam
penelitian Pengumpulan Data Display Data Reduksi Data Kesimpulan/ Verifikasi Sumber
(Sugiyono 2018) 38 STIE INDONESIA penyajian data kualitatif dapat dilakukan dalam
bentuk uraian singkat bagan hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya namun
yang sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan
23
teks yang bersifat naratif Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan,
dan tersusun sehingga akan semakin mudah dipahami (Sugiyono, 2018 249).
3. Penarikan Kesimpulan
H. Definisi Konseptual
a. Media massa atau Pers adalah istilah yang mulai digunakan pada tahun 1920-an
untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai
masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering
disingkat menjadi media.
b. teknologi yang digunakan adalah teknologi dalam sebuah instansi untuk melakukan
sebuah program
24
25
DAFTAR PUSTAKA
Putri, Sekar Amalia, and Lintang Muliawati. "Analisis Peran Humas Komisi
Pemilihan Umum Kabupaten Magelang Dalam Menjalankan Aktivitas Kehumasan."
Jurnal Audiens 4.3 (2023): 405-413.
[Link]
[Link]
26
[Link]
%20140105128%2C%20FSH%2C%20HTN%2C%20082168602579_unlocked.pdf
[Link]
[Link]
[Link] dalam-pemilu-2024
27