0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan2 halaman

Pernyataan Tujuan: Spesialis Radiologi

Dokumen ini berisi statement of purpose dari Lettu CKM dr. Dudus Indra Gunawan yang berniat mendaftar ke Program Pendidikan Ilmu Radiologi Universitas Padjajaran. Dudus tertarik belajar radiologi sejak kuliah dan pengalaman sebagai dokter militer menangani berbagai kasus yang membutuhkan pemeriksaan radiologi. Pengalaman di Papua menemukan kasus luka tembak dan abdomen yang membutuhkan diagnosa radiologi. Selama pandemi, radiologi berperan pent

Diunggah oleh

Indra dig Dr
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan2 halaman

Pernyataan Tujuan: Spesialis Radiologi

Dokumen ini berisi statement of purpose dari Lettu CKM dr. Dudus Indra Gunawan yang berniat mendaftar ke Program Pendidikan Ilmu Radiologi Universitas Padjajaran. Dudus tertarik belajar radiologi sejak kuliah dan pengalaman sebagai dokter militer menangani berbagai kasus yang membutuhkan pemeriksaan radiologi. Pengalaman di Papua menemukan kasus luka tembak dan abdomen yang membutuhkan diagnosa radiologi. Selama pandemi, radiologi berperan pent

Diunggah oleh

Indra dig Dr
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Statement of Purpose

Nama Saya Lettu CKM dr. Dudus Indra Gunawan, saat ini bertugas sebagai Kepala Unit Rikkes
dan Kepala Komite Medik RSAD Mataram. Saya Lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah, Jakarta. Saya bergabung menjadi dokter tantara Angkatan Darat melalui
PaPK Tenaga Kesehatan, tahun 2017. Saya sangat tertarik dengan Ilmu Radiologi sejak
pendidikan profesi dokter (Coass) di RS Islam, Cempaka Putih dan semakin tertarik setelah
menjalani profesi sebagai dokter tentara.
Di lapangan, saat penugasan pertama saya menjadi dokter tentara di Kesdam Udayana,
Denpasar Bali, saya ikut serta dalam werving calon siswa tentara, yang dalam prosesnya juga
melalui tahap seleksi kesehatan yang cukup ketat, termasuk diadakannya pemeriksaan
radiologi ([Link]). Merupakan salah satu standar penilaian bagi calon siswa untuk memiliki
hasil pemeriksaan radiologi yang baik guna mendapatkan calon tantara yang terbaik untuk
Indonesia. Adapun di penugasan berikutnya, saya banyak menemukan berbagai macam kasus
pasien yang dalam pemeriksaan dan penanganannya membutuhkan ruang lingkup ilmu
radiologi.
Saat bertugas di wilayah Puncak Jaya Papua, dalam giat satuan penugasan daerah rawan, dari
Yonif Raider 900/SBW tahun 2019-2020, saya menemukan beberapa kasus pasien dengan
luka tembak dan akut abdomen yang membutuhkan pemeriksaan radiologi dalam penentuan
diagnosis guna mendapatkan penanganan dengan baik. Pada kasus di wilayah rawan konflik,
seringnya menemukan pasien dengan luka tembak, dimana permeriksaan radiologi sangat di
perlukan untuk menilai lokasi peluru dan organ dalam yang terdampak dari tembakan dalam
penanganan pasien-pasien tersebut. Begitu pula dengan kasus pasien yang ditemui,
merupakan seorang prajurit dengan keluhan sakit perut, mual, muntah, dan demam. Pada
saat pemeriksaan klinis ditemukan nyeri tekan perut bagian kanan bawah, tanda Rovsing,
tanda Dunphy, dan tanda Psoas dengan jelas. Dari hasil pemeriksaan tersebut, mengarah ke
diagnosa appendicitis. Dalam menegakkan diagnosa dan penatalaksanaan pasien tersebut,
saya merujuk ke RS Marthen Indey di Jayapura karena RS di lokasi penugasan kami belum
adanya departemen radiologi yang tentunya sangat dibutuhkan pada setiap Rumah Sakit,
dengan seiringnya bertambahnya kasus pasien yang ditangani.
Pada 2-3 tahun terakhir, dalam masa pandemic covid di Indonesia. Saya bertugas sebagai
dokter di RS Angkatan Darat ikut serta dalam penanganan kasus tersebut, yang dalam
mendiagnosa kasus ini, radiologi merupakan salah satu bagian ilmu kedokteran yang sangat
berperan, baik dalam menentukan diagnosa dan evaluasi kondisi pasien. Dan dalam lingkup
Angkatan darat salah satu contohnya di RS Pusat Angkatan Darat, Jakarta, perkembangan
ilmu radiologi sudah sampai pada tahap sebagai ilmu radiologi intervensi. Hal ini menarik
untuk saya, karena perkembangan ilmu radiologi sudah berkembang di Indonesia. Selain itu
salah satu motivasi saya ingin belajar ilmu radiologi karena kebutuhan dokter spesialis
radiologi di lingkup Angkatan Darat dan lingkungan kementerian pertahanan masih banyak
dibutuhkan.
Demikian statetment of purpose ini saya tulis, besar harapan untuk diberikan kesempatan
dalam mewujudkan cita-cita saya sebagai dokter spesialis radiologi melalui Progam
Pendidikan Ilmu Radiologi, Universitas Padjajaran Bandung.

Mataram, 12 Juni 2022


Hormat Saya,

Lettu Ckm dr. Dudus Indra Gunawan

Anda mungkin juga menyukai