TUGAS 2
NAMA : Ana Rohayani
NIM : 859134367
UPBJJ : UT- Mataram
Jawaban :
1. Contoh wacana paragraf deskriptif:
Wacana jenis deskripsi adalah sebuah wacana yang isi paragrafnya menjelaskan segala
sesuatu secara rinci. Dalam wacana deskripsi ini, seluruh indera manusia akan
dipergunakan. Hal ini dikarenakan pembaca akan merasa seperti sedang melihat langsung
atau merasakan langsung apa yang penulis tuliskan.
- Mengelilingi dunia atau travelling adalah kegiatan yang sangat menyenangkan.
Aku baru bisa merasakannya setelah duduk di bangku kuliah. Di pertengahan
semester 4, aku mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi beberapa kampus di
Brunei Darussalam. Pintu rumah baru seakan terbuka saat aku mengijakkan kaki di
sana.
- Pemandangannya jauh berbeda dengan kampung halamanku. Di sana begitu
sangat banyak lahan kosong yang berdampingan dengan gedung-gedung tinggi. Saat
aku berjalan di trotoar, aku melihat semua kendaraan yang tampak hanyalah mobil
dan sepeda. Seakan masyarakat di sana tidaklah ada yang mengendarai motor.
Pemandangannya sangatlah mengejutkan untukku.
- Kebiasaan masyarakat Brunei Darussalam terlihat sangat teratur dan
menghargai pejalan kaki. Saat aku berhenti di pinggir jalan, mobil-mobil di sana
pun ikut berhenti seakan memberiku jalan untuk menyebrang. Padahal, aku hanya
sedang mengamati sekitarku. Kelihatannya, tidak ada orang yang tergesa-gesa di sana
atau sekedar membunyikan klakson mobil. Situasinya terasa sangat tenang.
2. Skenario Pembelajaran yang memuat 8 komponen Pendekatan Whole Language.
Skenario Pembelajaran: "Mengembangkan Kemampuan Menulis Cerpen dengan
Pendekatan Whole Language".
Pendahuluan:
Pendekatan Whole Language adalah pendekatan pembelajaran bahasa yang menekankan
pemahaman keseluruhan teks dan pemahaman bahasa dalam konteks yang bermakna.
Dalam skenario pembelajaran ini, siswa akan diajak untuk mengembangkan kemampuan
menulis cerpen melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan pemilihan topik,
pencatatan ide, pengorganisasian ide, dan penulisan cerpen.
Kegiatan Inti:
1. Pemilihan Topik (Explorasi Konsep Cerpen)
Guru memulai pelajaran dengan merangsang pikiran siswa melalui pertanyaan
terbuka tentang cerita pendek yang mereka suka baca atau dengar.
Siswa diminta untuk berbagi ide tentang topik cerita yang menarik bagi mereka
dan mengapa.
2. Pencatatan Ide (Mengumpulkan Materi Inspirasi)
Siswa diberi tugas untuk mencatat ide-ide, gambaran, dan detail-detail yang
muncul ketika mereka memikirkan topik cerpen mereka.
Mereka juga dapat menggunakan media seperti gambar, kliping, atau catatan.
3. Pengorganisasian Ide (Merencanakan Alur Cerita)
Siswa bekerja dalam kelompok untuk membantu satu sama lain dalam
merencanakan alur cerita mereka.
Mereka memikirkan karakter, latar, konflik, dan resolusi cerita mereka.
4. Penulisan Cerpen (Menghasilkan Karya)
Setelah merencanakan, siswa mulai menulis cerpen mereka masing-masing.
Guru memberikan panduan dan bimbingan saat mereka menulis.
Kegiatan Penutup:
5. Refleksi dan Diskusi (Mengingat Proses)
Siswa dan guru melakukan refleksi bersama tentang proses menulis cerpen.
Mereka berdiskusi tentang apa yang mereka pelajari, kendala yang mereka alami,
dan bagaimana mereka dapat meningkatkan karya mereka di masa depan.
6. Penilaian (Evaluasi Hasil)
Guru mengevaluasi cerpen siswa berdasarkan kriteria yang telah ditentukan
sebelumnya.
Siswa juga diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik satu sama lain.
Evaluasi:
7. Sumber Belajar (Bahan Referensi)
Sumber belajar mencakup buku cerpen, artikel tentang teknik menulis cerpen, dan
contoh-contoh cerpen yang diberikan oleh guru.
Selain itu, sumber belajar juga mencakup sumber daya daring dan perpustakaan.
8. Metode Pembelajaran dan Media:
Metode pembelajaran melibatkan pembelajaran kooperatif dan diskusi kelompok.
Media pembelajaran termasuk papan tulis, proyektor, komputer, dan bahan tulisan
seperti buku catatan dan kertas.
Penilaian:
Penilaian mencakup penilaian formatif selama proses penulisan dan penilaian
sumatif terhadap hasil akhir cerpen.
Kriteria penilaian melibatkan pemahaman konsep cerpen, kemampuan berpikir
kreatif, penggunaan bahasa, dan struktur naratif.
Dengan skenario ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan menulis cerpen mereka
dengan memanfaatkan pendekatan Whole Language, yang menekankan pemahaman
keseluruhan teks dan pemahaman bahasa dalam konteks yang bermakna. Mereka juga
diberi kesempatan untuk berkolaborasi, merefleksikan proses, dan memahami aspek-
aspek penting dalam menulis cerpen.
3. Skenario Pembelajaran dalam rangka Meningkatkan Penguasaan Komunikasi melalui
kegiatan Proyek Presentasi dapat dilakukan sebagai berikut:
Tujuan Pembelajaran:
Meningkatkan penguasaan komunikasi siswa dalam bahasa Indonesia.
Mengembangkan kemampuan siswa untuk berbicara dengan percaya diri dan
efektif.
Memahami pentingnya menyampaikan informasi secara jelas dan terstruktur.
Langkah-langkah Skenario Pembelajaran:
Pendahuluan:
Guru memperkenalkan tujuan pembelajaran dan relevansinya dalam kehidupan
sehari-hari.
Guru menjelaskan bahwa siswa akan bekerja dalam kelompok dan
mempresentasikan topik yang mereka pilih.
Kegiatan Inti:
1. Pemilihan Topik (Mendefinisikan Topik Presentasi)
Siswa diberi kebebasan untuk memilih topik yang mereka minati atau yang
relevan dengan kurikulum.
Mereka diminta untuk merumuskan tujuan presentasi dan audiens target.
2. Penelitian dan Pemahaman Materi (Pengumpulan Informasi)
Siswa melakukan penelitian tentang topik mereka menggunakan sumber daya
seperti buku, internet, dan wawancara.
Mereka merinci informasi yang relevan dan mengorganisasi data.
3. Perencanaan Presentasi (Mengembangkan Struktur)
Siswa bekerja dalam kelompok untuk merencanakan presentasi mereka.
Mereka merancang struktur presentasi, memilih metode visual yang sesuai, dan
menetapkan peran dalam tim.
4. Praktik dan Umpan Balik (Meningkatkan Keterampilan Berbicara)
Setiap kelompok melakukan praktik presentasi sebelum presentasi sebenarnya.
Guru memberikan umpan balik konstruktif dan siswa memberi umpan balik satu
sama lain.
Kegiatan Penutup:
5. Presentasi (Menyampaikan Informasi)
Setiap kelompok memaparkan topik yang dimiliki ke depan kelas.
Siswa mendemonstrasikan kemampuan berbicara, menyampaikan informasi
secara jelas, dan berinteraksi dengan audiens.
6. Refleksi dan Evaluasi (Merengkuh Pembelajaran)
Siswa dan guru melakukan refleksi bersama setelah presentasi. Mereka membahas
kelebihan dan kekurangan presentasi.
Siswa menilai kemajuan pribadi mereka dalam penguasaan komunikasi.
Evaluasi:
7. Sumber Belajar (Referensi dan Materi)
Sumber belajar mencakup buku, internet, dan panduan presentasi.
Media pembelajaran mencakup proyektor, komputer, dan peralatan presentasi.
8. Penilaian:
Penilaian mencakup evaluasi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan
sebelumnya, seperti kemampuan berbicara, kemampuan berkomunikasi, struktur
presentasi, dan efektivitas penggunaan media visual.
Guru juga dapat menggunakan rubrik penilaian untuk memberikan umpan balik
yang jelas.
Dalam skenario ini, siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan penguasaan
komunikasi mereka melalui proyek presentasi yang melibatkan pemilihan topik,
penelitian, perencanaan, praktik, dan presentasi. Mereka belajar untuk berbicara dengan
percaya diri, menyusun informasi dengan baik, dan berinteraksi dengan audiens dengan
cara yang efektif, sehingga meningkatkan keterampilan komunikasi mereka dalam bahasa
Indonesia.
4. Skenario Pembelajaran: "Meningkatkan Keterampilan Bercerita melalui Media Lagu,
Boneka Tangan, dan Teks Puisi"
Tujuan Pembelajaran:
Meningkatkan keterampilan bercerita siswa.
Menggunakan media lagu, boneka tangan, dan teks puisi untuk meningkatkan
pemahaman dan kreativitas siswa dalam bercerita.
Langkah-langkah Skenario Pembelajaran:
Pendahuluan:
Guru memulai pelajaran dengan pertanyaan terbuka kepada siswa untuk merangsang
minat mereka tentang bercerita. Misalnya, "Apa cerita favoritmu dan mengapa?"
Kegiatan Inti:
1. Pengenalan Konsep Puisi (Menggali Minat)
Guru memperkenalkan konsep puisi dengan membacakan puisi pendek yang
sederhana kepada siswa.
Guru mengajak siswa untuk merespons puisi dengan berbicara tentang perasaan
dan gambar yang muncul dalam pikiran mereka saat mendengarkan puisi.
2. Pembacaan Puisi dan Lagu (Menggunakan Media)
Guru memainkan sebuah lagu yang berkaitan dengan tema puisi yang telah
dibacakan.
Setelah itu, ia membacakan teks puisi lain yang berhubungan dengan lagu.
3. Kegiatan Bercerita dengan Boneka Tangan (Menggabungkan Media)
Siswa diberi tugas untuk berpasangan. Masing-masing pasangan akan
menggunakan boneka tangan untuk menceritakan cerita berdasarkan puisi dan
lagu yang mereka dengar.
Mereka dapat merancang boneka tangan dan memanfaatkannya sebagai karakter
dalam cerita mereka.
4. Kegiatan Berkelompok (Kolaborasi)
Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberi tugas
untuk menciptakan cerita berdasarkan puisi, lagu, dan boneka tangan.
Mereka berkolaborasi untuk merancang cerita yang kreatif dengan memadukan
unsur-unsur dari semua media yang tersedia.
Kegiatan Penutup:
5. Presentasi dan Penilaian (Pemaparan Karya)
Setiap kelompok mempresentasikan cerita mereka kepada seluruh kelas. Mereka
menggunakan media boneka tangan dan berbicara dengan percaya diri.
Guru dan siswa memberikan umpan balik positif.
6. Refleksi dan Evaluasi (Refleksi Pembelajaran)
Siswa dan guru melakukan refleksi bersama tentang pembelajaran mereka. Mereka
berdiskusi tentang apa yang mereka pelajari dan bagaimana media yang digunakan
memengaruhi kreativitas mereka dalam bercerita.
Evaluasi:
7. Sumber Belajar (Referensi dan Materi)
Sumber belajar mencakup buku puisi, lagu-lagu yang relevan, boneka tangan, dan
teks puisi.
Media pembelajaran mencakup pemutar musik, boneka tangan, dan papan tulis.
8. Penilaian:
Penilaian mencakup evaluasi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya,
seperti kemampuan siswa untuk menggabungkan unsur-unsur puisi, lagu, dan boneka
tangan dalam cerita mereka, kemampuan berbicara, kolaborasi dalam kelompok, dan
kreativitas dalam bercerita.
Dengan skenario ini, Bu Shinta menciptakan pembelajaran yang kreatif dan interaktif,
dengan memanfaatkan media lagu, boneka tangan, dan teks puisi untuk meningkatkan
keterampilan bercerita siswa. Media-media ini membantu siswa merasakan pengalaman
belajar yang menyenangkan sambil mengembangkan keterampilan komunikasi dan
kreativitas mereka.