OSILOSKOP DIGITAL
DOSEN PEMBIMBING
Achmad Hardito,[Link], [Link]
Disusun oleh :
Erlangga Devin Aristya
Hartadi Priyo Hastomo
Oki Surya Sahputra
Politeknik Negeri Semarang
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun
makalah kami dengan baik dan benar,dalam makalah ini kami akan
membahas mengenai
“ OSILOSKOP DIGITAL”
Makalah ini membahas mengenai ,fungsi ,bagian-bagian ,aplikasi serta
komponen komponen yang terdapat Osiloskop serta cara penggunaan
dengan benar sesuai dengan buku panduan. Kami harap makalah ini
dapat memberi pemahaman terhadap pembaca bagaimana menggunakan
Osiloskop digital .
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Tujuan 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Osiloskop 2
2.1.1 Osiloskop Digital 2
2.1.2 Bagian Tombol Osiloskop Beserta Fungsinya 3
2.1.3 Cara kalibrasi osiloskop 5
2.1.4 Cara menggunakan osiloskop 6
2.1.5 Kelemahan dan kelebihan osiloskop digital 7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 8
3.2 Saran 8
DAFTAR PUSTAKA 15
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan Indonesia memiliki berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang kualitas
pembelajaran siswa contohnya laboratorium fisika. Pada laboratorium fisika terdapat seperangkat
alat praktikum yang dapat digunakan sebagai media belajar fisika. Beberapa alat yang berada di
laboratorium fisika, adalah osiloskop.
Alat-alat praktikum seperti osiloskop tersebut merupakan alat yang digunakan untuk
melakukan pengukuran yang berhubungan dengan materi listrik. Umumnya, alat-alat tersebut
kerap digunakan di tingkat perguruan tinggi, walaupun di tingkat SMP dan SMA juga digunakan
pada percobaan tertentu.
Pengukuran menggunakaan osiloskop memerlukan tingkat ketelitian yang lebih tinggi
dan penuh kehati-hatian agar hasil pengukuran yang diperoleh tepat. Saat melakukan pengukuran
menggunakan osiloskop hendaknya praktikan memperhatikan prosedur-prosedur tertentu agar
alat yang digunakan tetap terjaga kualitasnya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang, maka dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud osiloskop?
2. Apa fungsi osiloskop?
3. Apa saja bagian-bagian osiloskop?
4. Bagaimana cara menggunakan osiloskop?
1.3 Tujuan
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut:
[Link] pengertian osiloskop.
[Link] fungsi osiloskop.
[Link] bagian-bagian osiloskop.
[Link] cara penggunan osiloskop
BAB II PEMBAHASAN
2.1 OSILOSKOP
Osiloskop adalah alat yang berfungsi untuk menampilkan sinyal listrik, lebih spesifiknya untuk
memvisualisasikan tegangan yang berbentuk sinusoidal, kotak, segitiga, dan lain-lain. Karena
kita bicara mengenai tegangan berubah bentuk terhadap perubahan waktu maka pada layar
osiloskop (yang terdiri dari sumbu x dan sumbu y) terdiri dari frekuensi dan periode pada
sumbu x, serta tegangan dalam sumbu y. Supaya lebih jelas, perhatikan layar osiloskop berikut
ini:
Gambar 1. Tampilan tegangan listrik berbentuk kotak pada layar osiloskop digital
Osiloskop terdiri dari dua jenis, osiloskop CRT (cathode ray tube) dan osiloskop DSO (digital
storage oscilloscope). Osiloskop CRT atau biasa disebut juga dengan osiloskop sinar katoda
adalah tipe osiloskop lama, alat ini menampilkan sinyal listrik (tegangan listrik) menggunakan
sinar katoda. Sedangkan osiloskop DSO atau osiloskop digital memvisualisasikan sinyal listrik
pada layar LCD dengan memanfaatkan ADC (analog to digital converter). Alat ini adalah
osiloskop yang lebih modern karena kita bisa menyimpan data-data dan bentuk sinyal yang
ditampilkannya ke dalam flash disk, serta masih banyak fitur menarik lainnya.
2.1.1 OSILOSKOP DIGITAL
Osiloskop DSO atau digital pertama kali dibuat oleh perusahaan bernama Nicolet Test
Instrument pada tahun 1980an, saat itu frekuensi ADC (analog-to-digital-converter) yang
digunakan masih relative lambat yaitu sebesar 1 MHz. Osiloskop digital yang digunakan saat ini
merupakan sebuah computer dengan kemampuan konversi analog ke digital (ADC) yang sangat
presisi untuk pengambilan sampel tegangan yang akan divisualisasikan. Gambar di bawah ini
adalah diagram alur kerja dari osiloskop digital:
Gambar 2. Diagram alur kerja osiloskop (sumber: [Link])
Penjelasan masing-masing bagian pada gambar di atas adalah sebagai berikut:
Probe
Probe berfungsi untuk mengukur tegangan pada dua titik / terminal, jadi sinyal masuk pertama
kali melalui probe.
Amplifier/attenuator
Pada bagian ini terdiri dari rangkaian listrik yang berfungsi untuk melakukan penguatan
(amplify) sinyal masukan sehingga sampel sinyal tersebut dapat ditampilkan pada layar.
Kenapa yang ditampilkan sinyal hasil capture dan bukan sinyal aslinya? Karena itu bertujuan
untuk menghindari kerusakan komponen atau rangkaian yang ada di dalam osiloskop.
Trigger select
Sebagian besar osiloskop modern memiliki fitur ini, fungsinya adalah kita sebagai user
diberikan pilihan untuk memilih sinyal internal atau external untuk mentrigger tampilan bentuk
gelombang
Control logic
Pengguna diberikan pilihan untuk mengatur/ setting bagaimana sinyal dicapture dan
ditampilkan.
ADC
ADC berfungsi untuk mengambil sampel dari sinyal listrik yang sudah dikuatkan (amplify) pada
waktu tertentu (diatur oleh control logic). Sample sinyal tersebut kemudian dikonversi menjadi
bilangan biner, kemudian disimpan dalam memory.
Memory
Memory berisi informasi digital yang merepresentasikan sampel dari sinyal listrik. Informasi ini
kemudian digunakan untuk membuat sinyal tiruan semirip mungkin dengan sinyal listrik
aslinya.
Time base
Dikontrol oleh control logic, time base berfungsi untuk mengontrol sumbu horizontal pada
layar osiloskop. Pengguna dapat mengatur lebar sinyal listrik baik itu sinusoidal, kotak, dan lain-
lain.
Display
Display berfungsi untuk menampilkan data yang diperoleh di memory, dikombinasikan dengan
informasi dari time base kemudian menampilkan bentuk gelombangnya di layar oslioskop.
2.1.2 BAGIAN TOMBOL PADA OSILOSKOP
Gambar 3. Osiloskop digital
Berdasarkan gambar 3 di atas, fungsi dari tiap tombolnya dijelaskan sebagai berikut:
Tombol 1
1 adalah tombol untuk memilih channel, jika ingin menampilkan gelombang pada channel 1
maka CH1 dipencet, begitu juga dengan yang lain. Kita bisa menampilkan lebih dari satu
gelombang dalam satu waktu, bisa menampilkan 2, 3 dan 4 gelombang.
Tombol 2
Masuk ke dalam blok pengaturan sinyal secara vertical, jadi pada tombol ini kita bisa mengatur
ketinggian gelombang. Di atasnya terdapat tombol position, fungsinya adalah untuk mengatur
letak gelombang. Jika dirasa terlalu atas maka bisa diturunkan ke bawah, begitu juga
sebaliknya.
Tombol 3
Masuk ke dalam blok pengaturan sinyal secara horizontal, jadi pada tombol ini kita bisa
mengatur lebar gelombang. Di atasnya terdapat tombol position, fungsinya adalah untuk
mengatur letak gelombang. Jika dirasa terlalu kiri maka bisa digeser ke kanan, begitu juga
sebaliknya.
Blok 4
Pada blok ini merupakan tempat menghubungkan probe ke channel 1 sampai dengan channel
4.
Tombol 5
Tanda print, merupakan tombol yang digunakan untuk menyimpan file gambar dari tampilan
osiloskop yang kemudian disimpan pada flash disk.
Blok 6
Blok ini berisi berbagai macam pengaturan seperti: coupling, BW limit, Probe, invent, volt/div,
dan unit (satuan, bisa V, mV, dll)
Blok 7
Blok ini berisi berbagai pengaturan untuk: periode, frekuensi, rise time, fall time dan width
(lebar sinyal).
Tombol 8
Auto adalah fitur yang digunakan untuk menampilkan gelombang pada skala (volt/div dan
time/div) terbaik, sehingga kita tidak perlu lagi mengatur volt/div dan time/div. osiloskop yang
melakukannya secara otomatis.
Tombol 9
Tombol intensity berfungsi untuk pengaturan kecerahan gelombang, diputar ke kanan artinya
makin cerah sedangkan ke kiri makin redup.
Tombol 10
Dua buah kaitan/terminal, biasanya digunakan untuk menghubungkan probe pada channel ke
pin ini. Tujuannya adalah untuk melakukan kalibrasi pada osiloskop.
Colokan 11
Tempat memasang flash disk. Pada sat gambar diambil, flash disk sedang dicolokkan ke
osiloskop.
2.1.3 CARA KALIBRASI OSILOSKOP
Langkah terpenting sebelum menggunakan osiloskop adalah kalibrasi. Kenapa harus kalibrasi?
Kalibrasi berfungsi untuk memastikan oslioskop menampilkan gelombang terbaik yaitu semirip
mungkin dengan sumber gelombang yang diukur. Jika tidak terkalibrasi dengan baik, maka
gambar yang ditampilkan tidak sesuai dengan sumber sinyal yang sebenarnya. Bagaimana cara
mengkalibrasi osiloskop? Ikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Nyalakan osiloskop
2. Colokkan probe ke channel yang akan dikalibrasi, pada kasus ini saya gunakan
channel 1, lalu kaitkan probe tersebut ke pin/kaitan 10 (lihat gambar 3).
Perhatikan gambar berikut ini:
Gambar 4. Probe osiloskop dihubungkan ke kaitan
3. Tekan tombol AUTO, maka seketika osiloskop akan mengeluarkan bentuk
gelombang kotak. Jika tampilannya adalah sebagai berikut:
Gambar 5. Gelombang kotak tidak sempurna
4. Maka osiloskop harus dikalibrasi, caranya putar sekrup yang ada di dalam lubang
ditunjukkan pada gambar 6 di bawah ini:
Gambar 6. Sekrup untuk kalibrasi di dalam lubang probe
5. putar ke kiri atau ke kanan sampai diperoleh gelombang seperti pada gambar di
bawah ini:
Gambar 7. Gelombang kotak sempurna
Jika mendapatkan bentuk gelombang kotak sempurna maka dipastikan osiloskop berfungsi
normal dan siap digunakan.
CATATAN: pada layar sebelah kanan, terdapat tulisan Probe: 10x, artinya nanti jika kita
menampilkan sinyal maka ampitudonya dikali 10. Itulah nilai sebenarnya.
2.1.4 CARA MENGGUNAKAN OSILOSKOP
Mengukur satu sinyal listrik
Jika kita ingin memvisualisasikan tegangan listrik, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Hubungkan kutub positif (probe merah) sumber tegangan ke probe berbentuk
pengait di osiloskop, kita gunakan function generator sebagai sumber tegangan.
Sumber berupa tegangan sinusoidal, frekuensi 15kHz dan amplitudo 5V.
Sedangkan probe hitam(negative) dihubungkan dengan capit kecil osiloskop.
Perhatikan ilsutrasi di bawah ini:
Gambar 8. Menghubungkan sinyal listrik ke osiloskop
2. Selanjutnya tekan tombol AUTO, tunggu sebentar maka sinyal ditampilkan pada
layar. Perhatikan gambar berikut ini:
Gambar 9. Menampilkan sinyal sinusoidal pada osiloskop
3. Untuk mengetahui amplitude gelombang, perhatikan pada bagian bawah layar
yang ditandai dengan warna kuning (untuk channel 1). Tertulis 500mV, apa
artinya? Amplitudonya sebesar 500mV x 10 = 5V. 10 adalah factor pengali, kita
ketahui saat kalibrasi atau sebenarnya pengali ini dapat dipilih pada probe
osiloskop, ada dua pilihan yaitu pengali 1 dan 10, sebaiknya pakai pengali 10
supaya oslioskop lebih maksimal dalam menampilkan sinyal.
4. Sedangkan untuk sumbu x terdiri dari frekuensi dan periode, pada layar di
gambar 5 sudah tertulis dengan jelas bahwa frekuensinya sebesar 15kHz dan
periode sebesar:
T=1f
T=115000=0,0667ms=66,7μs
Nilai perhitungan periode hamper sama dengan periode pada layar di osiloskop yaitu sebesar
66,8 us (mikro detik).
Mengukur dua sinyal listrik sekaligus
Pada osilsokop yang saya gunakan, terdapat 4 input untuk sinyal listrik artinya kita bisa
mengukur 4 sinyal listrik sekaligus. Tapi pada saat ini, kita hanya menampilkan dua sinyal
masukan. Misalkan sumber pertama adalah tegangan sinusoidal dan tegangan kedua adalah
gelombang sinusoidal dengan amplitude dan frekuensi yang sama.
1. Sinusoidal pertama dihubungkan ke channel 1 sedangkan gelombang kedua ke
channel 2 osiloskop, perhatikan gambar berikut ini:
Gambar 10. Dua sumber listrik sinusoidal dihubungkan ke osiloskop.
2. Tekan tombol AUTO pada osiloskop, maka tampilan sinyalnya adalah sebagai
berikut:
Gambar 11. Dua gelombang sinusoidal pada osiloskop
3. Kita dapat merubah tinggi sinyal dengan cara memutar tombol 2(perhatikan
gambar 3) Ke kiri ke kanan, selain itu kita juga dapat mengatur lebar sinyal
dengan cara memutar kiri kanan pada tombol 3.
4. Perhatikan bahwa tulisan berwarna kuning adalah untuk gelombang pada
channel 1 sedangkan yang warna biru untuk channel 2. Lalu apa tujuannya
menampilkan dua sinyal sekaligus? Supaya kita dapat membandingkannya,
misalkan ingin membandingkan sinyal sebelum dan setelah diberi rangkaian
penguat, dan lain sebagainya.
2.1.5 Kelemahan dan Kelebihan Osiloskop Digital
Kelebihan Digital
Dapat menangkap dan menganalisa aktivitas sinyal atau gelombang yang
sedang diukur karena jumlah cuplikan (sampling) yang disimpan dalam
memori per akuisisi (pengambilan) gelombang yang akan diukur.
Menyediakan kapasitas transmisi yang besar, serta memiliki kemampuan
memproduksi sinyal yang lebih baik
Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi
kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
Sistem komunikasi digital berhubungan dengan nilai-nilai, bukan dengan
bentuk gelombang. Nilai-nilai bisa dimanipulasi dengan rangkaian rangkaian
logika
Mempermudah operasi matematika yang rumit karena sudah mendapatkan
fungsi pemrosesan sinyal atau keamanan dalam transmisi
Kekurangan Digital
Memerlukan bandwidth yang besar, jika mentransmisikan sinyal yang sama
maka diperlukan bandwidth hingga empat kali dari sistem analog.
Harus tersedianya sinkronisasi untuk mengetahui waktu setiap simbol yang
terkirim, dan harus memastikan apakah setiap simbol sudah terkirim dengan
benar.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Secara umum fungsi dari osiloskop adalah untuk menganalisa tingkah laku besaran yang
berubah-ubah terhadap waktu yag ditampilkan pada layar, untuk melihat bentuk sinyal listrik
yang sedang kita amati. Terdapat beberapa jenis tegangan gelombang yang terdapat padaa
osiloskop yaitu gelombang sinusoida, gelombang blok, gelombang gigi gergaji dan gelombang
segitiga.
Cara penggunaan osiloskop adalah pertama pengkalibrasian kemudian menyetel fokus,
intensitas, kemiringan, x position dan y position, setelah probe dikalibrasi maka dengan
menempelkan probe ke terminal tegangan acuan maka akan muncul tegangan persegi pada layar.
Layar osiloskop terbagi atas 8 skala besar arah vertikal dan 10 kotak dalam arah horizontal.
3.2 Saran
Saran kami kepada pembaca, yaitu:
1. Selalu berhati-hati dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan listrik
terutama dalam penggunaan alat alat ukur listrik
2. Meningkatkan pemahaman fungsi dan cara penggunaan alat ukur yang akan
digunakan
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]