0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan10 halaman

Pendidikan Vokasi di Era Industri 4.0

Pendidikan vokasi diperlukan untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 karena membutuhkan SDM yang memiliki keahlian teknis dan soft skills sesuai dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan studi pustaka untuk menganalisis peran pendidikan vokasi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi kognitif, soft skills, dan kemampuan teknologi sesuai dengan tuntutan

Diunggah oleh

oedhie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan10 halaman

Pendidikan Vokasi di Era Industri 4.0

Pendidikan vokasi diperlukan untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 karena membutuhkan SDM yang memiliki keahlian teknis dan soft skills sesuai dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan studi pustaka untuk menganalisis peran pendidikan vokasi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi kognitif, soft skills, dan kemampuan teknologi sesuai dengan tuntutan

Diunggah oleh

oedhie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace

ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021

Pendidikan Vokasi Sebagai Elemen


Fundamental Menghadapi Tantangan
Revolusi Industri 4.0

Ratna Fajarwati Meditama


Universitas Islam Raden Rahmat Malang, Kepanjen Jawatimur Indonesia
Email: anantafajar92@[Link]

ABSTRAK
Sumber Daya Manusia yang kompeten sesuai dengan pengembangan teknologi menjadi
tantangan yang harus dihadapi dalam menghadapi Era Industri 4.0. Dalam perspektif
global, banyak negara maju seperti seperti Jerman, Austria dan Jepang yang memiliki
sistem pendidikan vokasi yang unggul dan menjadi rujukan dari banyak negara. Termasuk
Switzerland dalam beberapa tahun terakhir ini menduduki peringkat teratas dengan salah
satu keunggulan memiliki sistem pendidikan vokasi yang menjadi tujuan studi banding
(benchmarking) dari negara- negara berkembang termasuk Indonesia. Jika melihat kondisi
tersebut, Indonesia masih mempunyai banyak pekerjaan rumah besar untuk melakukan
pembenahan sistem pendidikan vokasi agar dapat memiliki daya saing di kancah
internasional. Gambaran tren dalam Industri 4.0 yang berkembang yaitu menuju otomasi
dan pertukaran data dalam teknologi dan proses dalam industri manufaktur. Tren-tren
tersebut diantaranya adalah Internet of Things (IoT), Industrial Internet of Things (IioT),
Sistem fisik siber (CPS), artificial intelligence (AI), Sistem Cloud Computing dan Pabrik pintar.
Menurut Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 15 dijelaskan pendidikan
vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki
pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu. Dalam pembelajarannya pendidikan
vokasi membutuhkan lingkungan yang menyerupai dunia kerja dengan peralatan yang
memadai dan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan kerja sehingga apa yang diajarkan
di pendidikan vokasi harus sejalan (in line) dengan apa yang dikerjakan di tempat kerja.
Selain itu pendidikan vokasi juga dituntut untuk dapat membentuk peserta didik yang
memiliki kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship), hal tersebut merupakan dampak
era disrupsi. Pengembangan kompetensi lulusan dalam pendidikan vokasi diantaranya
critical and creative thingking, problem solving, communication skills, information/digital literacy,
inquiry/reasoning skills, multicultural/ multilingual literacy, interpersonal skills, dan technological
skills. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan studi
pustaka. Dengan hadirnya pendidikan vokasi ini diharapkan dapat menghasilkan calon
tenaga kerja yang memiliki tiga kemampuan yang dibutuhkan di era industri 4.0 yaitu 1)
kemampuan kognitif yang artinya memiliki kecakapan dalam memecahkan masalah yang
kompleks dan mempunyai kemampuan memahami sesuatu (literasi), serta berpikir kritis,
2) softskills yang merupakan kecakapan berkomunikasi, berempati, punya growth mindset,
dan adaptif sehingga dapat memecahkan masalah yang kompleks atau disebut dengan High
Order Thinking Skill (HOTS), 3) teknologi dimana kemampuan teknologi yaitu, kemampuan
untuk mengimplementasikan seperangkat platform umum (misalnya, komponen fisik,
jaringan, basis data, perangkat lunak) dan untuk menentukan sejauh mana seseorang
dapat mengelolanya dengan baik dan menggunakannya. Target pembinaan peserta didik
dalam menyongsong era industri 4.0 siantaranya adalah 1) pembinaan mental dan fisik,

443
Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021

2) dasar K3, 2) dasar teknik, 4) proses bisnis, 5) pembekalan soft skills, dan 6) penempaan
kualitas, budaya industri dan kewirausahaan
Kata Kunci: Tantangan SDM, Era Industri 4.0, Pendidikan Vokasi, softskills, HOTS

PENDAHULUAN yang semakin ketat dalam hal jasa, permodalan,


Revolusi industri keempat (4.0) saat ini barang dan tenaga kerja atau sumber daya
mengubah ekonomi, pekerjaan, dan bahkan manusia, untuk itu agar manusia dapat
masyarakat itu sendiri. Hakikat Industri 4.0, berkiprah dalam era ini diperlukan Sumber
adalah penggabungan teknologi fisik dan Daya Manusia (SDM) yang mempunyai daya
digital melalui kecerdasan buatan, analitik, saing secara terbuka dengan negara lain, adaptif
teknologi kognitif, dan Internet of Things (IoT) dan antisipatif terhadap berbagai perubahan
untuk menciptakan perusahaan digital yang dan kondisi baru, terbuka terhadap perubahan,
saling terkait dan mampu menghasilkan mampu belajar bagaimana belajar (learning
keputusan yang lebih tepat. Lee et al., (2015) how to learn), memiliki berbagai keterampilan,
menjelaskan, industri 4.0 ditandai dengan mudah dilatih ulang, serta memiliki dasar-
peningkatan digitalisasi manufaktur yang dasar kemampuan luas, kuat, dan mendasar
didorong oleh empat faktor yaitu diantaranya: untuk berkembang di masa yang akan datang.
1) peningkatan volume data, kekuatan Indikasi ini menunjukkan bahwa tenaga kerja
komputasi, dan konektivitas; 2) munculnya dengan kualifikasi profesional sangat dituntut
analisis, kemampuan, dan kecerdasan bisnis; dalam dunia kerja di era revolusi industri 4.0
3) terjadinya bentuk interaksi baru antara ini.
manusia dengan mesin; dan 4) perbaikan Tantangan lain yang dihadapi oleh
instruksi transfer digital ke dunia fisik, seperti Indonesia berkaitan dengan pengembangan
robotika dan 3D printing. Lifter dan Tschiener SDM terutama untuk pendidikan vokasi
(2013) menambahkan, prinsip dasar industri 4.0 dan persaingan usaha antara lain, pada era
adalah penggabungan mesin, alur kerja, dan digitalisasi membawa dampak pada perubahan
sistem, dengan menerapkan jaringan cerdas di pola bekerja dan berpotensi menghilangkan
sepanjang rantai dan proses produksi untuk pekerjaan yang bersifat sederhana dan repetitif.
mengendalikan satu sama lain secara mandiri. Dengan demikian kualitas SDM merupakan
Menurut (Tjandrawinata, 2016; Ghufron, salah satu faktor penentu terpenting dalam
2018; Savitri, 2019) Industri 4.0 sebagai mencapai keberhasilan program pembangunan.
fase revolusi teknologi mengubah cara Kamal (2019) menjelaskan bahwa SDM yang
beraktifitas manusia dalam skala, ruang berkualitas akan mampu mengelola sumber
lingkup, kompleksitas, dan transformasi dari daya alam dengan baik dan efisien. Masalah
pengalaman hidup sebelumnya. Manusia SDM tidak bisa lepas dari masalah tenaga kerja.
bahkan akan hidup dalam ketidakpastian Kualitas tenaga kerja sangat tergantung pada
(uncertainty) global, oleh karena itu manusia kualitas SDM. Oleh karena itu, menurut Ruhana
harus memiliki kemampuan untuk memprediksi (2012) kualitas SDM harus mendapatkan
masa depan yang berubah sangat cepat. Tiap prioritas utama untuk ditingkatkan dan
negara harus merespon perubahan tersebut dikembangkan guna mendapatkan kualitas
secara terintegrasi dan komprehensif. Respon tenaga kerja yang baik. Tenaga kerja yang
tersebut dengan melibatkan seluruh pemangku berkualitas dan memiliki etos kerja yang tinggi
kepentingan politik global, mulai dari sektor akan memperkuat posisi industri yang pada
publik, swasta, akademisi, hingga masyarakat akhirnya akan mempekuat perekonomian
sipil sehingga tantangan industri 4.0 dapat negara.
dikelola menjadi peluang. Peningkatan kemampuan dan
Dampak dari revolusi industri 4.0 menurut keterampilan SDM bagi generasi muda
Winangun (2017) yaitu timbulnya persaingan calon tenaga kerja menurut Winangun (2017)

444 Universitas Islam Raden Rahmat Malang


Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021

merupakan tanggung jawab dunia pendidikan, METHOD


baik pendidikan formal maupun non formal. Pendekatan yang digunakan dalam
Pendidikan merupakan bagian integral yang penelitian adalah penelitian deskriptif dan
tidak dapat dipisahkan dari proses penyiapan studi pustaka.
SDM yang berkualitas, tangguh dan terampil.
1. Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif
Dengan kata lain, melalui pendidikan akan
merupakan sebuah metode penelitian
diperoleh calon tenaga kerja yang berkualitas
yang bertujuan untuk menjelaskan
sehingga lebih produktif dan mampu bersaing
fenomena-fenomena yang ada dan yang
dengan negara lain.
sedang berlangsung saat ini maupun yang
Untuk mengatasi tantangan-tantangan lampau.
tersebut, memerlukan peningkatan kualitas 2. Studi pustaka Yaitu mencari data serta
SDM salah satunya melalui revitalisasi mengambil data dari referensi buku-buku
pendidikan atau sejenisnya yang terkait dengan objek
vokasi. (Hanafi, 2012; Triyono, 2017) yang sedang dicari informasinya.
menjelaskan bahwa pendidikan kejuruan dan
pendidikan vokasi merupakan penyelenggaraan RESULTS AND DISCUSSION
program pendidikan yang terkait erat dengan
Pendidikan Vokasi
ketenagakerjaan. Menurut Sapto Kuntoro
sebagaimana dikutip Soeharsono (1989), Pendidikan vokasi merupakan jenjang
hubungan antara jenjang pendidikan di sekolah pendidikan yang selalu dinamis dalam
dengan ketenagakerjaan dapat diilustrasikan melakukan perubahan kurikulum pendidikan
seperti Gambar 1. sesuai dengan pertumbuhan pasar kerja dan
beradaptasi dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Hal ini berarti
pendidikan vokasi akan selalu mengalami
pergeseran paradigma. Menurut Pavlova (2009)
dengan pertimbangan bahwa aktivitas ekonomi
sangat ditentukan adanya perubahan teknologi
yang cepat pada masa mendatang, maka
orientasi pendidikan vokasi diarahkan menjadi
work education atau technology education.
Clark & Winch (2008) menyebut “vocational
Gambar 1. Piramida ketenagakaerjaan dan jenjang education is confined to preparing young people and
pendidikan sekolah adults for working life, a process often regarded
as of rather technical and practical nature”, yang
Kondisi di atas menunjukkan bahwa
atinya bahwa pendidikan vokasi merupakan
pendidikan vokasi harus mampu memenuhi
pendidikan untuk memasuki dunia kerja
permintaan knowledge society pada era revolusi
dan diperuntukkan bagi siapa saja yang
industri 4.0. Melalui pendidikan vokasi yang
menginginkan dan membutuhkan yang bersifat
efektif dan efisien ini diharapkan dapat
teknis dan praktis.
menghasilkan calon tenaga kerja yang memiliki
soft skills dan hard skills dengan kemampuan Beberapa prinsip dasar program dalam
berfikir kritis dan ketrampilan dalam Pendidikan vokasi menurut (Miller, 1984;
memecahkan masalah untuk menghadapi Martinez Jr, 2007), antara lain a) kurikulum
dunia kerja dalam industri 4.0. Berdasarkan Pendidikan vokasi merupakan turunan/derivasi
latar belakang di atas maka peneliti melakukan dari kebutuhan dalam dunia kerja, b) jenis
penelitian dengan judul” Pendidikan pekerja merupakan basis/dasar pengembangan
Vokasi Sebagai Elemen Fundamental Dalam kurikulum pendidikan vokasi, c) inovasi
Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0” merupakan bagian dari pendidikan vokasi, dan
d) melalui pendidikan vokasi, peserta didik

Pendidikan Vokasi Sebagai Elemen Fundamental Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 445
Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021

dipersiapkan untuk awal memasuki dunia Di Indonesia, Kemendikbud yang diberikan


kerja. Sedangkan untuk prinsip dasar proses amanah untuk mengemban dan mengendalikan
dalam pendidikan vokasi menurut Miller pembangunan SDM, meningkatkan mutu
(1984), yaitu: a) peran serta masyarakat (dunia pendidikan dan memajukan kebudayaan,
kerja) merupakan bagian yang menentukan selalu memperhitungkan tren global terkait
dalam menyusun program pendidikan vokasi, kemajuan ilmu pengetahuan, kemajuan
b) artikulasi dan koordinasi merupakan teknologi, pergeseran sosio-kultural, dan
bagian pokok dalam pendidikan vokasi, dan perbedaan dunia kerja masa depan. Oleh karena
c) penilaian (evaluasi) dilakukan secara terus itu Kemendikdud melalui kebijakan Merdeka
menerus. Belajar berupaya merangkul semua pemangku
Senada dengan hal tersebut, dengan kepentingan Pendidikan dan kebudayaan
berpedoman pada Pasal 15 Undang-Undang antara lain Keluarga, Pendidik dan Tenaga
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Kependidikan, Lembaga Pendidikan, Industri
menyatakan Pendidikan vokasi merupakan dan Pemberi Kerja, serta Masyarakat untuk
pendidikan tinggi yang mempersiapkan menghela semua potensi bangsa mensukseskan
peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan pemajuan pendidikan dan kebudayaan yang
keahlian terapan tertentu maksimal setara bermutu tinggi bagi semua rakyat sesuai dengan
dengan program sarjana. Pendidikan vokasi citacita kemerdekaan Indonesia (Rencana
merupakan penyelenggaraan jalur pendidikan Strategis Vokasi Tahun 2020).
formal yang diselenggarakan pada pendidikan Dibentuknya Direktorat Jenderal Pendidi-
tinggi, seperti: Politeknik, Akademi, Sekolah kan Vokasi berdasarkan Permendikbud Nomor
Tinggi, Institut dan Universitas (UU Sistem 26 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan
Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45
Tujuan Pendidikan Vokasi yaitu: (a) Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja
membantu individu untuk mengidentifikasi Kemendikbud merupakan program revitalisasi
pekerjaan yang cocok untuk mereka, dan (b) pendidikan vokasi guna menyiapkan sumber
mengembangkan kemampuan individu untuk daya manusia yang siap menghadapi era
dapat melakukan suatu pekerjaan. Secara Revolusi Industri 4.0, yang membutuhkan
tradisional, menurut Pavlova (2009) pendidikan tenaga-tenaga terampil yang ahli dibidangnya.
vokasi merupakan pendidikan dengan tujuan Hal ini sejalan dengan Visi dan Misi
utama mempersiapkan untuk bekerja dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
menggunakan pendekatan pendidikan berbasis 2020-2024 yang tertuang di Permendikbud
kompetensi. Knoll (1997); Finch & Asselin (1984); Nomor 22 Tahun 2020 yaitu : “Kementerian
Calhoun & Finch (1976) menyatakan bahwa Pendidikan dan Kebudayaan mendukung
salah satu tujuan utama pendidikan vokasi Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan
adalah untuk meningkatkan kemampuan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan
peserta didik untuk memperoleh kehidupan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar
yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri,
menurut Miner (1974) menyatakan bahwa bekal beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan
yang dipelajari dalam pendidikan kejuruan berakhlak mulia, bergotong- royong, dan
akan menjadi bekal untuk mengembangkan berkebinekaan global”.
diri dalam bekerja Selanjutnya, menurut Ditjen Pendidikan Vokasi merumuskan
Pavlova (2009) pendidikan bekerja merupakan menjadi Sasaran Program dan Indikator
program pendidikan dengan tiga komponen Kinerja Program tahun 2020-2024, untuk
yang saling terkait, yaitu: pembelajaran untuk menggambarkan ukuran terlaksananya misi
bekerja (learning for work), pembelajaran tentang dan tercapainya visi Kementerian. Sasaran
bekerja (learning about work), dan pemahaman Program dan Indikator kinerja Program
sifat dasar bekerja (understanding the nature of Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi di
work). lingkungan Kementerian Pendidikan dan

446 Universitas Islam Raden Rahmat Malang


Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021

Kebudayaan tahun 2020-2024, dapat dijabarkan 2. Aplikasi teori matematika dalam


sebagai berikut: kehidupan sehari-hari
a. Meningkatnya jumlah lulusan pendidikan 3. Teori dan aplikasi computer untuk berbagai
dan pelatihan vokasi yang memperoleh keperluan
pekerjaan dan berwirausaha dalam satu 4. Melakukan penelitian laboratorium/
tahun setelah kelulusan lapangan
b. Meningkatnya pendidikan SMK yang 5. Membuat karya ilmiah dalam bahasa
berstandar industri Indonesia Baku
c. Terwujudnya Pendidikan Tinggi Vokasi 6. Teori dan praktek bahasa Inggris (reading,
yang berkualitas dan berstandar industri listening, conversation)
d. Terwujudnya Pelatihan Vokasi yang sesuai 7. Project work dan praktek kewirausahaan
dengan kebutuhan dan standar industri 8. Praktek kejuruan dibengkel/laboratorium/
e. Terwujudnya tata kelola Ditjen Pendidikan lapangan
Vokasi yang berkualitas
Spektrum Bidang Keahlian Pendidikan
Strategi Pembelajaran Pendidikan Vokasi Vokasi Era Industri 4.0
Strategi pembelajaran yang diterapkan Hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah
sangat tergantung dimana tempat pendidikan mendisrupsi dunia kerja secara total baik
berlangsung. Jika tempat pendidikan disekolah/ pekerjaan formal maupun pekerjaan nonformal.
kampus pendidikan vokasi, maka strategi- Proses produksi dan proses layanan Industri 4.0
strategi di bawah ini relevan untuk dipakai. berbasis Cyber Physical Production System (CPPS)
Namun, jika tempat pendidikan di DUDI dan merubah sistem kerja, prosedur dan proses
di teaching factory, maka strategi yang paling kerja. Akibatnya bidang-bidang pekerjaan,
tepat adalah learning by doing, dengan diikuti jabatan pekerjaan, kompetensi dan skill kerja,
metode evaluasi performance test. struktur pekerjaan, teknik kerja, kapabilitas
know-how dalam bekerja juga berubah total.
Untuk memberikan gambaran strategi
Teknologi Revolusi Industri 4.0 memberikan
pembelajaran mana yang akan dipilih di
dampak pada struktur ketenagakerjaan ke
sekolah, di bawah ini diberikan contoh-contoh
dalam 3 kelompok yaitu: reshape, regrow, dan
strategi pembelajaran yang bisa dipakai.
reduce. Dari dampak hadirnya revolusi industry
1. Teori dan praktek komunikasi (presentasi 4.0 akan mengurangi beberapa jenis pekerjaan
dan diskusi) yang terancam hilang atau berkurang disajikan
pada Tabel berikut ini.

Tabel 1. Dampak Penerapan Teknologi Revolusi Industri 4.0 pada Bidang Kerja

Bidang Kerja
No Reshape Reduce Regrow
Revolusi Industri 4.0
1 Manufaktur Operator produksi, Operator Robotic, operator jarak jauh
draft, teknisi, welder
2 Agribisnis Krani/ pencatat Operator pompa, Operator jarak jauh
produksi (IoT), plan operator genset
station controller,
teknisi
3 Energi dan Operator jarak jauh, Operator manual, Operator jarak jauh, digital
Pertambangan digital- equipped maintenance dengan equipped maintenance,
maintenence tool manual, driver engineer/ operator ROV,
for survey programable logic control
engineer

Pendidikan Vokasi Sebagai Elemen Fundamental Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 447
Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021

Bidang Kerja
No Reshape Reduce Regrow
Revolusi Industri 4.0
4 Kesehatan Front officer, dokter, Administrator dan Perawat jarak jauh, dokter
perawat operator online, asisten robotic surgery
5 Transportasi dan Driver, mekanik, Operator jalan Operator jarak
logistik service adviser, tol, operator parkir, jauh
operator forklift, front office, kasir
karyawan gudang
6 Pelayanan Terapis, pengajar, administrator Konsultan
sosial pengasuh kesejahteraan
7 Ekonomi SEO, CS, online Teller bank, Seles marketing
digital marketing kasir, operator telpon, digital, data scientist, startup
tenaga pembukuan creator, social media officer,
dan akuntan content creator
8 Pariwisata Sales marketing Barista, Chef molekular
digital online steward, pekerjaan gastronomy, digital food
administrasi (back stylish, virtual tourism creator
office), reseptionist,
agen perjalanan.
Busana: pattern,
cutting, penjahit
9 ICT UI/UX designer cyber Data entry Digital work
security, software experience expert, industrial
and applications data scientist, data separator,
developers, database software and applications
and network analysts, data scientist
proffetional,ICT
operation and user
support technicians
10 Seni dan Programmers, sales Administrator, Ilustrator,internet
Industri marketing (online) operator marketer, game designer, data
Kreatif miner, digital story taller.
11 Desain dan Konstruksi drafter Perancang printer 3D
12 Kemaritiman Managerial Retributor, Produsen pasca
marketing, teknisi operator panen (tenaga pengolah
mesin dan kelistrikan pengemasan produk, pascapanen), ocean data
administrator analytic

Model Pendidikan Vokasi yang Efektif dan


Efisien
Yang menjadi tujuan utama dalam 7. Problem Solving
pendidikan vokasi adalah membangun Delapan 8. Technological Skills
Kompetensi Lulusan, yakni :
1. Communication Skills Kompetensi 1 s.d. 7 disebut soft skills,
sedangkan Kompetensi 8 disebut hard skills.
2. Critical and Creative Thinking
Untuk menghasilkan calon tenaga keja yang
3. Information/Digital Literacy
memiliki Delapan Kompetensi Lulusan
4. Inquiry/Reasoning Skills sebagaimana dirumuskan di atas, model
5. Interpersonal Skills pendidikan vokasi yang efektif dan efisien
6. Multicultural/Multilingual Literacy seperti pada Gambar 2 berikut.

448 Universitas Islam Raden Rahmat Malang


Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021

Gambar 3. Fokus revitalisasi Vokasi (Sumber: Renstra


Vokasi 2021-2024)

Reformasi program pendidikan vokasi


di Indonesia sudah dimulai, hal ini dapat
dibuktikan dengan program: 1) pengembangan
kompetensi SDM (guru/dosen/instruktur/
tenaga kependidikan lainnya) berbasis industri,
Gambar 2. Tiga Jalur Alternatif Model pendidikan
2) pendidikan vokasi harus dekat dengan realita
Vokasi pekerjaan, yang harus dilakukan adalah dengan
meningkatkan keterlibatan industri dalam
Pada jalur 1 siswa baru (input) terdaftar pendidikan vokasi, menyesuaikan akreditasi
di pendidikan vokasi. Pendidikan aspek soft lembaga pendidikan vokasi dengan kebutuhan
skills ditambah dasar-dasar kejuruan, dan industri, menyelaraskan kurikulum dengan
kewirausahaan dilaksanakan di sekolah, industri dengan menyederhanakan spektrum
sedangkan pendidikan aspek hard skills keahlian dan mengembang-kan kurikulum
dilaksanakan di DUDI. Pada jalur 2 siswa soft skills, 3) vokasi tidak lagi dibedakan, salah
baru (input) terdaftar di pendidikan vokasi. satunya dengan mentransformasikan Politeknik
Pendidikan aspek soft skills saja yang menjadi Universitas Terapan, kemudian 4)
dilaksanakan di sekolah. Pendidikan aspek melakukan evaluasi terhadap persentase
lainnya (aspek hard skills, dasar-dasar kejuruan, keterserapan lulusan di industri, median gaji
dan kewirausahaan) dilaksanakan langsung lulusan dan persentase waktu memperoleh
sambil praktek kerja di DUDI. Pada jalur 3 pekerjaan.
siswa baru (input) terdaftar di pendidikan Pemerintah dan industri telah bekerjasama
vokasi. Pendidikan aspek soft skills saja yang untuk meningkatkan kualitas lulusan
dilaksanakan di sekolah. Pendidikan aspek pendidikan vokasi dengan mewajibkan
lainnya (aspek hard skills, dasar-dasar kejuruan, mahasiswa belajar di dua tempat, yaitu di
dan kewirausahaan) dilaksanakan langsung kampus dan di industri. Standar nasional yang
sambil praktek kerja di teaching factory. berlaku sebagai acuan proses, serta staf pengajar
dan instruktur yang berkualitas merupakan
Reformasi dan Paradigma Baru Pendidikan faktor-faktor penentu keberhasilan pendidikan
Vokasi vokasi. Lulusan vokasi diharapkan memiliki
Menyesuaikan dengan Visi Indonesia 2045 kompetensi dan daya saing tinggi melalui
dan RPJMN 2020-2024, diperlukan peningkatan penerapan kurikulum 321(tiga semester aktif
kualitas SDM vokasi sehingga revitalisasi di kampus, dua semester di industri, dan satu
pendidikan vokasi terfokus pada bidang semester akhir di kampus atau industri).
pekerjaan 1) Pengembangan Vokasi Bidang Link and match antara pendidikan vokasi
Mesin dan Konstruksi; 2) Ekonomi Kreatif; 3) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI)
Perhotelan; dan 4) Jasa Keperawatan seperti terus diupayakan (Kemdikbudristek, 22
terlihat pada gambar 2 berikut ini: Desember 2020). Kebijakan insentif perpajakan

Pendidikan Vokasi Sebagai Elemen Fundamental Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 449
Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021

super tax deduction bagi DUDI akan menjadi Selain tuntutan generasional, perubahan peran
pendorong dalam memajukan pendidikan pendidikan juga disebabkan oleh muncul-
vokasi dan serta memperluas kesempatan nya realitas baru tentang berubahnya ekologi
pendidikan vokasi bekerja sama dengan industri belajar, kemudahan koneksi keluar-masuk
dalam pengembangan kurikulum, peningkatan dalam dunia sibernetik, dan makin meluasnya
kualitas dan kuantitas pembelajaran, serta teacher- preneurism. Realitas itu telah hadir
kesempatan pemagangan. di tengah kehidupan saat ini dan mengubah
Konsekuensi dari meningkatnya keterlibat- tugas pendidikan 180 derajat dari sebelumnya.
an industri dalam proses Pendidikan antara Keberhasilan pendidikan dalam menjalankan
lain: tugas dan fungsinya pada abad ini akan
ditentukan oleh inovasi dalam mengelola
1. Kesiapan fasilitas teaching factory,
pembelajaran seiring dengan munculnya
penguasaan teknologi, penguasaan
realitas baru tersebut. Perubahan cara pandang
standar (norm and code), etos dan sikap
tentang pendidikan dan peran pendidik ini tidak
kerja yang relevan dengan situasi industri.
lepas dari perubahan generasional yang sangat
Jika syarat di atas belum dipenuhi satuan
fenomenal pada awal abad ini. Implikasinya
pendidikan vokasi, maka dapat membawa
adalah, sudah barang tentu, praksis pendidikan
peserta didik ke industri melalui kegiatan
kita perlu inovasi dan dinamika evolusi, sebagai
magang.
kata lain dari revitalisasi pendidikan.
2. Capaian kompetensi standar yang dapat
diterima industri dalam kegiatan magang Perubahan orientasi pendidikan dari
industri harus cukup sehingga tidak kompetensi ke kapabilitas telah menjadi
dianggap memindahkan tanggung jawab kesadaran umum di dunia pendidikan vokasi
pendidikan. Di sisi lain industri harus sejak dasawarsa yang lalu (Staron, 2006).
tetap melihat program magang sebagai Seperti dikatakan juga oleh Stephenson &
kegiatan mendorong perkembangan Weil (1992), salah satu model yang menantang
kompetensi dari batas standar menuju konsep pembelajaran tradisional berorientasi
kesiapan mendukung daya saing industri. kompetensi adalah model pembelajaran
Industri tidak boleh menggunakan tenaga berorientasi kapabilitas. Orang yang kapabel
magang sebagai tenaga kerja murah yang adalah mereka yang tahu bagaimana belajar,
disediakan oleh institusi pendidikan. kreatif, memiliki tingkat self- efficacy yang
3. Keterlibatan industri di dalam proses tinggi, dapat menerapkan kompetensi dalam
pendidikan vokasi baik di dalam atau di situasi baru (novel) serta situasi yang familier,
luar kampus menuntut tata kelola yang dan bekerja sama yang baik dengan orang
bermartabat, transparan dan akuntabel lain. Dibandingkan dengan kompetensi,
menyangkut kepercayaan dan prinsip yang melibatkan akuisisi pengetahuan dan
yang dianut oleh DUDI, sehingga tata keterampilan, kapabilitas adalah atribut
kelola menyangkut aset SDM dan barang holistik. Orang yang kapabel lebih mungkin
serta pembiayaan perlu diakomodasi agar dapat menangani persoalan secara efektif dalam
proses reformasi program pendidikan lingkungan yang bergolak karena mereka
vokasi dapat diwujudkan. memiliki kapasitas “serba bisa”.
Perluasan dari model kompetensi ke model
Cara pandang bahwa misi pendidikan pengembangan kapabilitas ini merupakan
adalah menyiapkan peserta didik untuk perubahan mendasar orientasi dan fokus
memasuki profesi tertentu pada jenis peran pendidikan vokasi dalam dasawarsa kedua
sosial yang sudah terstruktur di masyarakat abad ke-21 ini, yakni apa yang kita kenal dengan
akan segera usang, dan tugas pendidikan pergeseran dari paradigma “pengajaran” ke
akan berbalik menjadi lebih utama memenuhi paradigma “belajar”, atau dari orientasi “job”
kebutuhan pengembangan diri peserta didik diperluas ke orientasi “kehidupan”, yang
dalam menciptakan profesinya (Berry, 2013). memberi peluang tumbuhnya kemandirian.

450 Universitas Islam Raden Rahmat Malang


Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021

Pendekatan pendidikan vokasi yang lekat baik dalam bentuk surat keputusan maupun
dengan expert-centered learning dan work- kebijakan operasional lainnya yang meliputi
based learning, di abad ke-21 bergerak atau peningkatan peran industri dalam pendidikan
memperluas orientasi belajarnya dari expert- vokasi, reformasi penyelenggaran pendidikan
centered learning ke life based learning (Staron, vokasi, peningkatan kualitas SDM, penguatan
2006). Model pendidikan- nya mengalami tata kelola pendidikan dan pelatihan vokasi
perluasan dari model pelatihan (training serta penguatan sistem Sertifikasi Kompetensi
model) dan model pengembangan profesional dan hal-hal teknis lainnya, diharapkan dapat
(professional development model) ke model bermanfaat bagi para pemangku kepentingan
pengembangan kapabilitas (capability dan masyarakat dalam rangka membentuk
development model). sumber daya manusia yang unggul dan
berkarakter serta untuk meningkatkan
produktivitas tenaga kerja Indonesia serta daya
CONCLUSION
saing bangsa di tingkat internasional.
Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas,
maka dapat diketahui bahwa potensi pasar
tenaga kerja lulusan pendidikan vokasih masih BIBLIOGRAPHY
sangat luas. Kompetensi yang dibutuhkan Calhoun, C. C., & Finch, A. V. (1976). Vocational
secara garis besar meliputi soft skills dan hard and Career Education: Concepts and
skills yang dirumuskan ke dalam Delapan Operations.
Kompetensi Lulusan. Untuk menghasilkan Finch, C. R., & Asselin, S. B. (1984). A Conceptual
tenaga kerja yang memilik kompetensi tersebut Framework for Vocational Special Needs
dapat ditempuh melalui tiga Jalur Alternatif. Teacher Competence.
Ketiga jalur tersebut jika dilaksanakan dengan
struktur kurikulum yang sederhana dan Ghufron, M. . (2018). Revolusi Industri 4.0:
strategi pembelajaran yang produktif, serta Tantangan, Peluang, Dan Solusi Bagi
didukung oleh guru/instruktur yang kreatif Dunia Pendidikan. Seminar Nasional Dan
diyakini efektif dan efisien bila dibanding Diskusi Panel Multidisiplin Hasil Penelitian
dengan sistem yang sekarang ini berjalan. Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2018,
Efektifitasnya berada pada simplisitas sistem 1(1), 332–337.
yang ditawarkan yang bercirikan to the point. Hanafi, I. (2012). Re-orientasi keterampilan
Efisiensi bisa dicapai dengan optimalisasi kerja kerja lulusan pendidikan kejuruan. Jurnal
sama dengan DUDI dan learning by doing in Pendidikan Vokasi, 2(1).
the teaching factory, maka dihasilkan calon Kamal, M. (2019). KEBUTUHAN AKAN SDM
tenaga kerja yang memiliki soft skills dan SUATU DOKTRIN EKONOMI (KONSEP
hard skills dengan kemampuan berfikir kritis SDM, IDENTIFIKASI NILAI SDM,
dan ketrampilan dalam memecahkan masalah PENAWARAN DAN PERMINTAAN
untuk menghadapi dunia kerja dalam era TENAGA KERJA DAN KARAKTERISTIK
globalisasi. Kebijakan nasional pendidikan TENAGA TERDIDIK). Jurnal Bina Ilmu
vokasi diarahkan untuk mewujudkan Indonesia Cendekia, 1(1), 1–12.
yang unggul, berbudaya, dan menguasai
Knoll, M. (1997). The project method: Its
IPTEK, sehingga dengan sumber daya manusia
vocational education origin and international
(SDM) yang berkualitas, maka ekonomi
development.
Indonesia diharapkan dapat tumbuh maju dan
berkelanjutan, pembangunan semakin merata Lee, J., Bagheri, B., & Kao, H.-A. (2015). A
dan inklusif, serta Indonesia dapat menjadi cyber-physical systems architecture for
negara yang semakin demokratis, kuat, dan industry 4.0-based manufacturing systems.
bersih (Perpres Nomor 18 Manufacturing Letters, 3, 18–23.
Tahun 2020 Tentang RPJMN 2020-2024). Martinez Jr, R. L. (2007). An Evolving Set of
Kebijakan dan strategi yang akan dihasilkan Values-Based Principles for Career and

Pendidikan Vokasi Sebagai Elemen Fundamental Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 451
Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021

Technical Education. Journal of Career and Tjandrawinata, R. R. (2016). Industri 4.0: Revolusi
Technical Education, 23(1), 72–84. industri abad ini dan pengaruhnya pada
Miller, M. D. (1984). Principles and a philosophy for bidang kesehatan dan bioteknologi. Jurnal
vocational education. Pavlova, M. (2009). The Medicinus, 29(1), 31–39.
vocationalization of secondary education: Triyono, M. B. (2017). Tantangan revolusi
the relationships between vocational and industri Ke 4 (I4. 0) bagi pendidikan vokasi.
technology education. In International Proceeding Semnasvoktek, 2(1), 5.
handbook of education for the changing world Winangun, K. (2017). Pendidikan Vokasi
of work (pp. 1805–1821). Springer. Sebagai Pondasi Bangsa Menghadapi
Ruhana, I. (2012). Pengembangan kualitas Globalisasi. Taman Vokasi, 5(1), 72. https://
sumber daya manusia vs daya saing global. [Link]/10.30738/jtvok.v5i1.1493
PROFIT: Jurnal Administrasi Bisnis, 6(1).
Savitri, A. (2019). Revolusi Industri 4.0: Mengubah
Tantangan Menjadi Peluang di Era Disrupsi
4.0. Penerbit Genesis.

452 Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Anda mungkin juga menyukai