Pendidikan Vokasi di Era Industri 4.0
Pendidikan Vokasi di Era Industri 4.0
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021
ABSTRAK
Sumber Daya Manusia yang kompeten sesuai dengan pengembangan teknologi menjadi
tantangan yang harus dihadapi dalam menghadapi Era Industri 4.0. Dalam perspektif
global, banyak negara maju seperti seperti Jerman, Austria dan Jepang yang memiliki
sistem pendidikan vokasi yang unggul dan menjadi rujukan dari banyak negara. Termasuk
Switzerland dalam beberapa tahun terakhir ini menduduki peringkat teratas dengan salah
satu keunggulan memiliki sistem pendidikan vokasi yang menjadi tujuan studi banding
(benchmarking) dari negara- negara berkembang termasuk Indonesia. Jika melihat kondisi
tersebut, Indonesia masih mempunyai banyak pekerjaan rumah besar untuk melakukan
pembenahan sistem pendidikan vokasi agar dapat memiliki daya saing di kancah
internasional. Gambaran tren dalam Industri 4.0 yang berkembang yaitu menuju otomasi
dan pertukaran data dalam teknologi dan proses dalam industri manufaktur. Tren-tren
tersebut diantaranya adalah Internet of Things (IoT), Industrial Internet of Things (IioT),
Sistem fisik siber (CPS), artificial intelligence (AI), Sistem Cloud Computing dan Pabrik pintar.
Menurut Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 15 dijelaskan pendidikan
vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki
pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu. Dalam pembelajarannya pendidikan
vokasi membutuhkan lingkungan yang menyerupai dunia kerja dengan peralatan yang
memadai dan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan kerja sehingga apa yang diajarkan
di pendidikan vokasi harus sejalan (in line) dengan apa yang dikerjakan di tempat kerja.
Selain itu pendidikan vokasi juga dituntut untuk dapat membentuk peserta didik yang
memiliki kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship), hal tersebut merupakan dampak
era disrupsi. Pengembangan kompetensi lulusan dalam pendidikan vokasi diantaranya
critical and creative thingking, problem solving, communication skills, information/digital literacy,
inquiry/reasoning skills, multicultural/ multilingual literacy, interpersonal skills, dan technological
skills. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan studi
pustaka. Dengan hadirnya pendidikan vokasi ini diharapkan dapat menghasilkan calon
tenaga kerja yang memiliki tiga kemampuan yang dibutuhkan di era industri 4.0 yaitu 1)
kemampuan kognitif yang artinya memiliki kecakapan dalam memecahkan masalah yang
kompleks dan mempunyai kemampuan memahami sesuatu (literasi), serta berpikir kritis,
2) softskills yang merupakan kecakapan berkomunikasi, berempati, punya growth mindset,
dan adaptif sehingga dapat memecahkan masalah yang kompleks atau disebut dengan High
Order Thinking Skill (HOTS), 3) teknologi dimana kemampuan teknologi yaitu, kemampuan
untuk mengimplementasikan seperangkat platform umum (misalnya, komponen fisik,
jaringan, basis data, perangkat lunak) dan untuk menentukan sejauh mana seseorang
dapat mengelolanya dengan baik dan menggunakannya. Target pembinaan peserta didik
dalam menyongsong era industri 4.0 siantaranya adalah 1) pembinaan mental dan fisik,
443
Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021
2) dasar K3, 2) dasar teknik, 4) proses bisnis, 5) pembekalan soft skills, dan 6) penempaan
kualitas, budaya industri dan kewirausahaan
Kata Kunci: Tantangan SDM, Era Industri 4.0, Pendidikan Vokasi, softskills, HOTS
Pendidikan Vokasi Sebagai Elemen Fundamental Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 445
Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021
Tabel 1. Dampak Penerapan Teknologi Revolusi Industri 4.0 pada Bidang Kerja
Bidang Kerja
No Reshape Reduce Regrow
Revolusi Industri 4.0
1 Manufaktur Operator produksi, Operator Robotic, operator jarak jauh
draft, teknisi, welder
2 Agribisnis Krani/ pencatat Operator pompa, Operator jarak jauh
produksi (IoT), plan operator genset
station controller,
teknisi
3 Energi dan Operator jarak jauh, Operator manual, Operator jarak jauh, digital
Pertambangan digital- equipped maintenance dengan equipped maintenance,
maintenence tool manual, driver engineer/ operator ROV,
for survey programable logic control
engineer
Pendidikan Vokasi Sebagai Elemen Fundamental Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 447
Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021
Bidang Kerja
No Reshape Reduce Regrow
Revolusi Industri 4.0
4 Kesehatan Front officer, dokter, Administrator dan Perawat jarak jauh, dokter
perawat operator online, asisten robotic surgery
5 Transportasi dan Driver, mekanik, Operator jalan Operator jarak
logistik service adviser, tol, operator parkir, jauh
operator forklift, front office, kasir
karyawan gudang
6 Pelayanan Terapis, pengajar, administrator Konsultan
sosial pengasuh kesejahteraan
7 Ekonomi SEO, CS, online Teller bank, Seles marketing
digital marketing kasir, operator telpon, digital, data scientist, startup
tenaga pembukuan creator, social media officer,
dan akuntan content creator
8 Pariwisata Sales marketing Barista, Chef molekular
digital online steward, pekerjaan gastronomy, digital food
administrasi (back stylish, virtual tourism creator
office), reseptionist,
agen perjalanan.
Busana: pattern,
cutting, penjahit
9 ICT UI/UX designer cyber Data entry Digital work
security, software experience expert, industrial
and applications data scientist, data separator,
developers, database software and applications
and network analysts, data scientist
proffetional,ICT
operation and user
support technicians
10 Seni dan Programmers, sales Administrator, Ilustrator,internet
Industri marketing (online) operator marketer, game designer, data
Kreatif miner, digital story taller.
11 Desain dan Konstruksi drafter Perancang printer 3D
12 Kemaritiman Managerial Retributor, Produsen pasca
marketing, teknisi operator panen (tenaga pengolah
mesin dan kelistrikan pengemasan produk, pascapanen), ocean data
administrator analytic
Pendidikan Vokasi Sebagai Elemen Fundamental Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 449
Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021
super tax deduction bagi DUDI akan menjadi Selain tuntutan generasional, perubahan peran
pendorong dalam memajukan pendidikan pendidikan juga disebabkan oleh muncul-
vokasi dan serta memperluas kesempatan nya realitas baru tentang berubahnya ekologi
pendidikan vokasi bekerja sama dengan industri belajar, kemudahan koneksi keluar-masuk
dalam pengembangan kurikulum, peningkatan dalam dunia sibernetik, dan makin meluasnya
kualitas dan kuantitas pembelajaran, serta teacher- preneurism. Realitas itu telah hadir
kesempatan pemagangan. di tengah kehidupan saat ini dan mengubah
Konsekuensi dari meningkatnya keterlibat- tugas pendidikan 180 derajat dari sebelumnya.
an industri dalam proses Pendidikan antara Keberhasilan pendidikan dalam menjalankan
lain: tugas dan fungsinya pada abad ini akan
ditentukan oleh inovasi dalam mengelola
1. Kesiapan fasilitas teaching factory,
pembelajaran seiring dengan munculnya
penguasaan teknologi, penguasaan
realitas baru tersebut. Perubahan cara pandang
standar (norm and code), etos dan sikap
tentang pendidikan dan peran pendidik ini tidak
kerja yang relevan dengan situasi industri.
lepas dari perubahan generasional yang sangat
Jika syarat di atas belum dipenuhi satuan
fenomenal pada awal abad ini. Implikasinya
pendidikan vokasi, maka dapat membawa
adalah, sudah barang tentu, praksis pendidikan
peserta didik ke industri melalui kegiatan
kita perlu inovasi dan dinamika evolusi, sebagai
magang.
kata lain dari revitalisasi pendidikan.
2. Capaian kompetensi standar yang dapat
diterima industri dalam kegiatan magang Perubahan orientasi pendidikan dari
industri harus cukup sehingga tidak kompetensi ke kapabilitas telah menjadi
dianggap memindahkan tanggung jawab kesadaran umum di dunia pendidikan vokasi
pendidikan. Di sisi lain industri harus sejak dasawarsa yang lalu (Staron, 2006).
tetap melihat program magang sebagai Seperti dikatakan juga oleh Stephenson &
kegiatan mendorong perkembangan Weil (1992), salah satu model yang menantang
kompetensi dari batas standar menuju konsep pembelajaran tradisional berorientasi
kesiapan mendukung daya saing industri. kompetensi adalah model pembelajaran
Industri tidak boleh menggunakan tenaga berorientasi kapabilitas. Orang yang kapabel
magang sebagai tenaga kerja murah yang adalah mereka yang tahu bagaimana belajar,
disediakan oleh institusi pendidikan. kreatif, memiliki tingkat self- efficacy yang
3. Keterlibatan industri di dalam proses tinggi, dapat menerapkan kompetensi dalam
pendidikan vokasi baik di dalam atau di situasi baru (novel) serta situasi yang familier,
luar kampus menuntut tata kelola yang dan bekerja sama yang baik dengan orang
bermartabat, transparan dan akuntabel lain. Dibandingkan dengan kompetensi,
menyangkut kepercayaan dan prinsip yang melibatkan akuisisi pengetahuan dan
yang dianut oleh DUDI, sehingga tata keterampilan, kapabilitas adalah atribut
kelola menyangkut aset SDM dan barang holistik. Orang yang kapabel lebih mungkin
serta pembiayaan perlu diakomodasi agar dapat menangani persoalan secara efektif dalam
proses reformasi program pendidikan lingkungan yang bergolak karena mereka
vokasi dapat diwujudkan. memiliki kapasitas “serba bisa”.
Perluasan dari model kompetensi ke model
Cara pandang bahwa misi pendidikan pengembangan kapabilitas ini merupakan
adalah menyiapkan peserta didik untuk perubahan mendasar orientasi dan fokus
memasuki profesi tertentu pada jenis peran pendidikan vokasi dalam dasawarsa kedua
sosial yang sudah terstruktur di masyarakat abad ke-21 ini, yakni apa yang kita kenal dengan
akan segera usang, dan tugas pendidikan pergeseran dari paradigma “pengajaran” ke
akan berbalik menjadi lebih utama memenuhi paradigma “belajar”, atau dari orientasi “job”
kebutuhan pengembangan diri peserta didik diperluas ke orientasi “kehidupan”, yang
dalam menciptakan profesinya (Berry, 2013). memberi peluang tumbuhnya kemandirian.
Pendekatan pendidikan vokasi yang lekat baik dalam bentuk surat keputusan maupun
dengan expert-centered learning dan work- kebijakan operasional lainnya yang meliputi
based learning, di abad ke-21 bergerak atau peningkatan peran industri dalam pendidikan
memperluas orientasi belajarnya dari expert- vokasi, reformasi penyelenggaran pendidikan
centered learning ke life based learning (Staron, vokasi, peningkatan kualitas SDM, penguatan
2006). Model pendidikan- nya mengalami tata kelola pendidikan dan pelatihan vokasi
perluasan dari model pelatihan (training serta penguatan sistem Sertifikasi Kompetensi
model) dan model pengembangan profesional dan hal-hal teknis lainnya, diharapkan dapat
(professional development model) ke model bermanfaat bagi para pemangku kepentingan
pengembangan kapabilitas (capability dan masyarakat dalam rangka membentuk
development model). sumber daya manusia yang unggul dan
berkarakter serta untuk meningkatkan
produktivitas tenaga kerja Indonesia serta daya
CONCLUSION
saing bangsa di tingkat internasional.
Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas,
maka dapat diketahui bahwa potensi pasar
tenaga kerja lulusan pendidikan vokasih masih BIBLIOGRAPHY
sangat luas. Kompetensi yang dibutuhkan Calhoun, C. C., & Finch, A. V. (1976). Vocational
secara garis besar meliputi soft skills dan hard and Career Education: Concepts and
skills yang dirumuskan ke dalam Delapan Operations.
Kompetensi Lulusan. Untuk menghasilkan Finch, C. R., & Asselin, S. B. (1984). A Conceptual
tenaga kerja yang memilik kompetensi tersebut Framework for Vocational Special Needs
dapat ditempuh melalui tiga Jalur Alternatif. Teacher Competence.
Ketiga jalur tersebut jika dilaksanakan dengan
struktur kurikulum yang sederhana dan Ghufron, M. . (2018). Revolusi Industri 4.0:
strategi pembelajaran yang produktif, serta Tantangan, Peluang, Dan Solusi Bagi
didukung oleh guru/instruktur yang kreatif Dunia Pendidikan. Seminar Nasional Dan
diyakini efektif dan efisien bila dibanding Diskusi Panel Multidisiplin Hasil Penelitian
dengan sistem yang sekarang ini berjalan. Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2018,
Efektifitasnya berada pada simplisitas sistem 1(1), 332–337.
yang ditawarkan yang bercirikan to the point. Hanafi, I. (2012). Re-orientasi keterampilan
Efisiensi bisa dicapai dengan optimalisasi kerja kerja lulusan pendidikan kejuruan. Jurnal
sama dengan DUDI dan learning by doing in Pendidikan Vokasi, 2(1).
the teaching factory, maka dihasilkan calon Kamal, M. (2019). KEBUTUHAN AKAN SDM
tenaga kerja yang memiliki soft skills dan SUATU DOKTRIN EKONOMI (KONSEP
hard skills dengan kemampuan berfikir kritis SDM, IDENTIFIKASI NILAI SDM,
dan ketrampilan dalam memecahkan masalah PENAWARAN DAN PERMINTAAN
untuk menghadapi dunia kerja dalam era TENAGA KERJA DAN KARAKTERISTIK
globalisasi. Kebijakan nasional pendidikan TENAGA TERDIDIK). Jurnal Bina Ilmu
vokasi diarahkan untuk mewujudkan Indonesia Cendekia, 1(1), 1–12.
yang unggul, berbudaya, dan menguasai
Knoll, M. (1997). The project method: Its
IPTEK, sehingga dengan sumber daya manusia
vocational education origin and international
(SDM) yang berkualitas, maka ekonomi
development.
Indonesia diharapkan dapat tumbuh maju dan
berkelanjutan, pembangunan semakin merata Lee, J., Bagheri, B., & Kao, H.-A. (2015). A
dan inklusif, serta Indonesia dapat menjadi cyber-physical systems architecture for
negara yang semakin demokratis, kuat, dan industry 4.0-based manufacturing systems.
bersih (Perpres Nomor 18 Manufacturing Letters, 3, 18–23.
Tahun 2020 Tentang RPJMN 2020-2024). Martinez Jr, R. L. (2007). An Evolving Set of
Kebijakan dan strategi yang akan dihasilkan Values-Based Principles for Career and
Pendidikan Vokasi Sebagai Elemen Fundamental Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 451
Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace
ISSN 2829-047X
Volume 1, 2021
Technical Education. Journal of Career and Tjandrawinata, R. R. (2016). Industri 4.0: Revolusi
Technical Education, 23(1), 72–84. industri abad ini dan pengaruhnya pada
Miller, M. D. (1984). Principles and a philosophy for bidang kesehatan dan bioteknologi. Jurnal
vocational education. Pavlova, M. (2009). The Medicinus, 29(1), 31–39.
vocationalization of secondary education: Triyono, M. B. (2017). Tantangan revolusi
the relationships between vocational and industri Ke 4 (I4. 0) bagi pendidikan vokasi.
technology education. In International Proceeding Semnasvoktek, 2(1), 5.
handbook of education for the changing world Winangun, K. (2017). Pendidikan Vokasi
of work (pp. 1805–1821). Springer. Sebagai Pondasi Bangsa Menghadapi
Ruhana, I. (2012). Pengembangan kualitas Globalisasi. Taman Vokasi, 5(1), 72. https://
sumber daya manusia vs daya saing global. [Link]/10.30738/jtvok.v5i1.1493
PROFIT: Jurnal Administrasi Bisnis, 6(1).
Savitri, A. (2019). Revolusi Industri 4.0: Mengubah
Tantangan Menjadi Peluang di Era Disrupsi
4.0. Penerbit Genesis.