STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENYAMBUTAN KEDATANGAN ANAK
1 JUDUL Penyambutan Kedatangan Anak
2 TUJUAN Membangun kenyamanan anak dengan guru dan lingkungan
Membangun kemampuan berkomunikasi
Membiasakan berkata dan bersikap sopan dan ramah
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru Kelas
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN buku kehadiran anak, catatan perkembangan anak
6 PROSEDUR 25 menit sebelum anak datang, guru sudah siap dan berdiri
KERJA didepan pintu masuk sekolah senyuman ramah
Guru menyapa (mengucapkan salam) dan berkomunikasi
dengan anak (menanyakan kabar dan perasaan anak hari ini)
dengan posisi tubuh sejajar dengan anak.
Guru menanyakan kepada orang tua/pengantar mengenai
kondisi fisik dan perasaan anak termasuk obat yang harus
diminum bila diperlukan.
Bila anak tidak diantar, guru secara langsung menanyakan dan
mengecek keadaan anak.
Catat seluruh informasi mengenai kondisi anak dan segera
ambil tindakan sesuai prosedur
Guru mempersilahkan anak meletakkan tas di loker, melepas
sepatu dan menaruhnya di rak sepatu yang sudah disediakan.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEGIATAN CUCI TANGAN
Nama lembaga TK Al Qur’an Prestasi Kode dok. Sop/pros-003
Unit program Taman Kanak Kanak Standar Proses
1 Judul 7 Langkah Mencuci Tangan
2 Tujuan Membiasakan untuk mencuci tangan (2.1)
Membiasakan untuk tertib (2.6)
Membiasakan untuk bertanggung jawab dengan kebersihan diri (2.1)
Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan tubuh (2.12)
3 Referensi Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
Kostelnik J. Marjorie et all (2007). Developmentally Appropriate
Curriculum Best Practices in Early Childhood Education (4th ed.). USA:
New Jersey.
[Link] tanggal 04/11/2015, jam 13.26
4 Pihak-pihak Guru kelompok/ wali kelas
terkait
5 Dokumen Catatan Perkembangan Anak
6 Prosedur kerja 1. Basahilah kedua telapak tangan setinggi pertengahan
lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun
kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara
lembut.
2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara
bergantian
3. Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga
bersih
4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan
mengatupkan
5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok
perlahan
7. Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian
dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan
membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang
mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEGIATAN MAKAN
1 JUDUL Kegiatan Makan
2 TUJUAN Membiasakan untuk mencuci tangan
Pengenalan berbagai jenis makanan dan kegunaannya
untuk tubuh
Pengenalan matematika (berhitung, konsep satu ke
satu, bentuk, warna, rasa, dll)
Membiasakan untuk berdoa bersyukur pada Alloh
SWT
Membiasakan untuk berbagi
Membiasakan untuk tertib
Membiasakan untuk bertanggung jawab dengan
makanan
Membiasakan untuk bersih lingkungan
Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap alat
makan
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru Kelas
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Catatan Perkembangan Anak
6 PROSEDUR 1. Pastikan semua anak dalam kelompok sudah mencuci
KERJA tangan dengan bersih dan benar
2. Pastikan semua anak sudah ada dalam kelompoknya
3. Anak menghitung jumlah orang dalam kelompok dan
pastikan jumlah alat makan yang diperlukan
4. Anak secara bergiliran menyiapkan alat makan sesuai
dengan jumlah tempat yang tersedia.
5. Pastikan semua anak sudah duduk di tempatnya, saat
guru mengenalkan menu makan dan kandungan gizi
yang dibutuhkan tubuh.
6. Apabila anak membawa makanan dari rumah, ceklah
apakah makanan sudah memenuhi aturan yang
ditetapkan lembaga
7. Anak dibiasakan untuk berbagi bekal yang dibawanya.
8. Membiasakan anak bersyukur atas makanan yang
tersedia.
9. Berdoa sebelum makan dipimpin oleh anak secara
bergantian setiap harinya. Makan dengan tertib dan
tidak berceceran
[Link] mengambil makanan sesuai dengan kebutuhan
dan tidak menyisakan makanan yang diambilnya
11. Kenalkan pada anak cara menggunakan alat makan
yang benar dan sopan santun saat makan.
[Link] setelah selesai makan, dan mengucapkan
syukur.
[Link] makan anak menyimpan kembali alat makan ke
tempat semula. Jika memungkinkan anak diajak
mencucinya.
[Link] makan anak harus membersihkan kembali
tempat yang sudah digunakan agar tidak ada sisa
makanan yang tercecer.
[Link] makan anak mencuci tangan dan menggosok
gigi dengan tertib.
[Link] anak untuk mengikuti kegiatan transisi.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PROSEDUR KEPULANGAN
1 JUDUL Prosedur Kepulangan
2 TUJUAN Membiasakan untuk berdoa sesudah melakukan
kegiatan
Mengembangkan kemampuan berbahasa (kosakata
baru, mengungkapkan bahasa)
Mengembangkan sikap percaya diri
Membiasakan untuk berkata santun (menggunakan
kata terima kasih, maaf, tolong)
Mengembangkan kemampuan bahasa ekspresif
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru Kelas
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Catatan Perkembangan Anak
6 PROSEDUR 1. Mengajak anak untuk duduk melingkar dan
KERJA menanyakan perasaan selama mengikuti kegiatan
disekolah
2. Menanyakan kegiatan yang sudah dilakukan anak
selama disekolah.
3. Menyampaikan pesan kepada anak terkait kegiatan
disekolah selanjutnya.
4. Mengajak anak berdoa bersama sebelum pulang.
5. Mengajak anak untuk tertib mengantri menuju pintu
gerbang dengan berbaris.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
BERMAIN MOTORIK KASAR
1 JUDUL Bermain Motorik Kasar
2 TUJUAN Melatih otot-otot kasar; (kekuatan, kelenturan,
keseimbangan, kelincahan)
Mengembangkan sensorik motorik (koordinasi tangan,
mata, kaki)
Membiasakan untuk bekerjasama
Mengembangkan sikap sosial- emosional
Mengembangkansikap berani melakukan hal baru dan
mau mengambil resiko
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru Kelas
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN RKH
6 PROSEDUR 1. Pendidik menawarkan kegiatan yang beragam dan
KERJA menarik , sesuai tahapan perkembangan anak.
2. Pendidik mempersilahkan anak memilih kegiatan yang
disukai.
3. Pendidik mengajak anak yang baru datang untuk
bermain bersama teman.
4. Pendidik mengawasi, mengamati, memotivasi dan
memberikan bantuan kepada anak yang membutuhkan.
5. Pendidik mengajak anak minum air putih sebelum
pindah ke kegiatan berikutnya.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENATAAN ALAT MAIN
1 JUDUL PENATAAN ALAT BERMAIN
2 TUJUAN Menumbuhkan sikap taat terhadap aturan sehari-hari
agar bisa menjadi disiplin
Menumbuhkan perilaku yang mencerminkan
kemandirian
Mengembangkan perilaku yang mencerminkan sikap
tanggung jawab
Menumbuhkan minat anak bermain dan
mengembangkan pengalamannya dengan alat yang
disediakan
Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sesuai dengan yang tertuang dalam RKH
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru Kelas
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Rencana Kegiatan Harian (RKH)
6 PROSEDUR Satu hari sebelumnya atau 30 menit sebelum anak
KERJA datang, pendidik sudah menyiapkan alat main yang
akan digunakan.
Lingkungan belajar yang akan digunakan di dalam
ruang (indoor) dan di luar ruang (outdoor) harus
bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
RKH yang sudah dibuat harus menjadi acuan untuk
penataan alat main
Penataan alat bermain harus mewakili 3 jenis main
yaitu main sensorimotor, main peran, dan main
pembangunan, untuk memberikan pengalaman
bermain yang beragam serta harus mendukung
perkembangan nilai agama,bahasa, kognitif, sosial-
emosional anak
Peletakan alat main harus tepat sehingga anak bisa
memusatkan perhatian pada kegiatan yang
dilakukannya
Pastikan alat main ditata di area yang aman. Jika
bermain menggunakan air, pastikan bahwa lantai di
area tersebut tidak licin, sehingga tidak mudah
terpeleset.
Alat main yang disediakan harus bisa digunakan
dengan berbagai cara sehingga menumbuhkan
kreativitas anak.
Alat main yang disiapkan harus dalam kondisi baik,
lengkap jumlahnya, tidak retak/membahayakan.
Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat
yang mudah dijangkau oleh anak.
Disiapkan celemek tidak tembus air untuk digunakan
saat anak bermain air
Saat beres-beres harus disediakan tempat/wadah untuk
menyimpan mainan sesuai dengan kategorinya
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEGIATAN PIJAKAN SELAMA MAIN
1 JUDUL Pijakan Selama Bermain
2 TUJUAN Mengembangkan kemampuan mencobakan untuk
mencari tahu
Membiasakan untuk berani melakukan tantangan baru
Mengembangkan kemampuan focus
Membiasakan untuk bekerja tuntas (awal sampai akhir)
Membiasakan untuk melakukan kegiatan secara
mandiri dan bekerjasama
Membiasakan untuk saling membantu dengan guru
dan teman
Membiasakan untuk berbagi alat main
Mengenal berbagai konsep pengetahuan (matematika,
sosial, alam, sains, bahasa, alat/teknologi).
Mengembangkan keterampilan membuat karya dengan
berbagai alat dengan ide sendiri
Membiasakan untuk berkata santun (menggunakan
kata terima kasih, maaf, tolong).
Membiasakan untuk menghargai hasil karya diri dan
teman
Mengembangkan keterampilan berkomunikasi
Mengembangkan sikap percaya diri
Membiasakan untuk bertanggung jawab
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru Kelas
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Catatan Perkembangan Anak
6 PROSEDUR 1. Melakukan (pengamatan) dan membuat catatan
KERJA perkembangan anak.
2. Memberikan waktu bermain selama (45 menit – 1 jam)
3. Memberikan pijakan dengan menggunakan kalimat
bertanya yang terbuka secara tepat Misal: bagaimana
caramu menemukan warna ini?, Bangunan apa yang
sedang dibangun nak?
4. Pijakan yang diberikan harus sesuai dengan
perkembangan anak
5. Dorong anak untuk bermain dalam kelompok kecil
selain bermain secara mandiri.
6. Anak diberi kesempatan untuk membuat karya dengan
idenya sendiri
7. Anak diberi kesempatan untuk mencoba alat dan bahan
main dengan caranya sendiri
8. Anak didukung untuk bekerja sampai tuntas
9. Anak didukung untuk saling berbagi alat main
[Link] didukung untuk mau membantu guru dan
temannya.
11. Anak didukung menemukan konsep pengetahuan
(matematika, sosial, alam, sains, bahasa,
alat/teknologi) melalui alat dan bahan yang
dimainkannya.
[Link] kepercayaan diri anak dengan
memberikan kesempatan untuk mengemukakan
gagasannya melalui alat dan bahan main yang
digunakannya.
[Link] pada anak sisa waktu bermain.
[Link] anak untuk membereskan alat sesuai tempat
dan jenisnya.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEGIATAN PIJAKAN SETELAH MAIN
1 JUDUL Pijakan Setelah Bermain
2 TUJUAN Membiasakan untuk berdoa sesudah melakukan
kegiatan
Mengembangkan kemampuan berbahasa (kosakata
baru, mengungkapkan bahasa)
Mengembangkan sikap percaya diri
Mengembangkan sikap menghargai orang lain yang
berbicara
Menguatkan konsep pengetahuan sesuai dengan tema
dan RKH yang disusun
Membiasakan untuk berkata santun (menggunakan
kata terima kasih, maaf, tolong)
Mengembangkan kemampuan behasa ekspresif
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru Kelas
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Catatan Perkembangan Anak
6 PROSEDUR 6. Mengajak anak untuk duduk melingkar dan
KERJA menanyakan perasaan setelah bermain
7. Menanyakan kegiatan bermain yang sudah dilakukan
anak (recalling).
8. Anak diberi kesempatan untuk menunjukkan hasil
karya, bisa dalam bentuk gambar, tulisan, bercerita.
9. Memperkuat kembali konsep pengetahuan yang sudah
didapat anak selama bermain (sesuai dengan RKH)
[Link] penghargaan seperti ucapan terima kasih
terhadap perilaku anak yang sudah sesuai dengan
aturan dan
11. Membahas apa yang seharusnya dilakukan bila ada
anak yang belum mematuhi aturan.
[Link] kegiatan berikutnya dan perilaku yang
diharapkan pada anak untuk mengikuti kegiatan
berikutnya.
[Link] anak berdoa bersama setelah bermain
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TOILETING / TOILET TRAINING
1 JUDUL Melatih Anak Ke Kamar Mandi
2 TUJUAN Membiasakan untuk menjaga kebersihan diri sendiri
Membiasakan berperilaku hidup bersih sehat
Membiasakan untuk menentukan keinginan sendiri
(memahami keinginan diri sendiri)
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru Kelas
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Rencana Kegiatan Harian
6 PROSEDUR 1. Pendidik mempersilahkan anak untuk ke
KERJA toilet/WC/kloset pada waktu-waktu tertentu atau sesuai
dengan kebutuhan individual anak.
2. Pendidik mengingatkan aturan dan bacaan doa masuk
toilet/wc
3. Pendidik melatih anak untuk melepas dan mengenakan
celana secara mandiri/sesuai tahap perkembangan.
4. Pendidik melatih anak untuk menyiram
toilet/WC/kloset.
5. Pendidik mengawasi dan memberikan bimbingan jika
dibutuhkan.
6. Pendidik memastikan anak mencuci tangan dengan
sabun dan air bersih yang mengalir setelah BAK dan
BAB.
7. Pendidik memastikan anak untuk mengeringkan
tangannya setelah cuci tangan.
8. Pendidik mengingatkan aturan dan bacaan doa keluar
kamar mandi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
1 JUDUL Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Sekolah
2 TUJUAN Membiasakan untuk menjaga keamanan diri
Membiasakan untuk tertib
Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan tubuh
Mengetahui cara hidup sehat
Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
Kostelnik J. Marjorie et all (2007). Developmentally Appropriate
Curriculum Best Practices in Early Childhood Education (4th ed.). USA:
New Jersey.
4 PIHAK-PIHAK Guru Kelas
TERKAIT
5 DOKUMEN Catatan Perkembangan Anak
6 PROSEDUR Guru memastikan ketersedian peralatan dan obat pada kotak P3K
KERJA Guru melakukan P3K pada anak dengan kondisi :
MEMAR:
Merupakan kondisi akibat adanya trauma/benturan dengan benda keras. Bisa
berbentuk benjolan pada bagian yang terantuk, kadang disertai warna
kebiruan. Cara mengatasinya:
1. Memberikan kompres dingin pada bagian yang terbentur untuk
mencegah bertambah banyaknya darah yang merembes ke jaringan dan
juga untuk mencegah pembengkakan (udema)
2. Perhatikan pada hari berikutnya bengkak berkurang atau tidak. Untuk
mengurangi/ menghilangkan pembengkakan dilakukan kompres panas
selama 3-5 menit tujuannya untuk melebarkan pembuluh darah setempat,
setelah itu diganti dengan dikompres dingin selama 1 – 2 menit. Lakukan
sebanyak 4 -5 kali sehari sampai bengkak menghilang. Ketika melakukan
kompres panas pastikan suhu panas tidak sampai menimbulkan luka
bakar. Kompres panas dilakukan dengan menggunakan kantong air panas
atau salep/ krim pemanas kulit.
LUKA PARUT:
Biasanya disebabkan karena adanya benda keras yang merusak permukaan
kulit misal jatuh saat berlari. Cara mengatasinya:
1. Hentikan pendarahan yang terjadi dengan cara menekan bagian yang
mengeluarkan darah dengan menggunakan kain kasa steril atau
saputangan/kain bersih.
2. Dengan menggunakan air dan sabun bersihkan daerah sekitar luka. Jika
ada kerikil, kayu, atau benda lain di luka keluarkan. Setelah itu luka
dibersihkan dengan kasa steril atau benda lain yang cukup bersih. Setelah
bersih berikan anti infeksi lokal seperti povidon iodin atau kasa anti-
infeksi. Bila luka yang terjadi terlalu dalam, segera rujuk ke rumah sakit.
MIMISAN ATAU PENDARAHAN HIDUNG:
Diatasi dengan cara:
1. Anak yang mimisan didudukkan sambil agak menunduk, cuping hidung
kiri dan kanan dipencet bersama-sama, bernafas melalui mulut. Tunggu
sampai 10 menit.
2. Bila darah masih keluar, segera rujuk ke rumah sakit.
3. Menggunakan daun sirih sebagai cara tradisional juga bisa dilakukan
karena daun sirih dapat menghentikan pendarahan karena daun sirih
mengandung zat yang menyempitkan pemburuh darah.
KEMASUKAN BENDA ASING:
Adalah adanya benda yang tidak biasa di dalam tubuh misalkan duri menusuk
dan tertinggal dalam kulit, hidung atau telinga kemasukan biji- bijian, telinga
kemasukan serangga, saluran nafas tersumbat makanan. Cara mengatasinya:
1. Apabila benda yang masuk tidak terlalu besar, usahakan untuk bersin,
caranya dengan mencium bubuk merica. Jika tidak berhasil dibawa atau
dirujuk ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Jangan mengkorek atau
menyemprot dengan air karena bisa lebih berbahaya.
2. Jika ada benda asing di telinga harus dikeluarkan dengan meneteskan
minyak mineral (gliserin/parafin cair) atau obat tetes telinga, kemudian
miringkan dan amati benda asing tersebut keluar atau tidak. Kalau tidak
keluar harus segera dirujuk ke rumah sakit.
3. Jika mata kemasukan debu, bisa menggunakan cairan pencuci mata atau
dengan mengalirkan air bersih.
4. Ada benda asing di kulit misal duri. Jika ujungnya masih teraba cabut
dengan alat penjepit yang telah dibersihkan/ disucihamakan. Bila halus,
duri bambu/kaktus/ulat bulu dapat dengan menggunakan plester yang
ditempelkan pada kulit yang tertancap duri halus, kemudian plester
dicabut dengan cepat. Lakukan berulang-ulang sampai duri/bulu halus
tercabut semua
5. Jika mendapat gigitan hewan, cuci bekas gigitan dengan air bersih dan
sabun, beri antiseptik balut, dan rujuk ke rumah sakit.
6. Jika mendapat sengatan serangga, segera lepas serangga dari tempat
gigitannya dengan menggunakan minyak pelumas atau terpentin atau
minyak cat kuku. Setelah terlepas luka dibersihkan dengan sabun dan
diolesi calamin atau krim antihistamin. Bila tersengat lebah, ambil
sengatnya dengan jarum halus, bersihkan dan oleskan krim antihistamin
atau kompres es bagian yang tersengat. Jika muncul tanda-tanda seperti
mual dan mutah, pucat apalagi sampai sesak nafas segera rujuk ke rumah
sakit.
Jika terjadi insiden yang tidak dapat di atasi, guru segera membawa ke
Unit Kesehatan Sekolah / Klinik Sekolah
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
MEMBACA BUKU UNTUK ANAK
1 JUDUL Kegiatan Membaca Buku Untuk Anak
2 TUJUAN Mengembangkan kemampuan mengamati, menanya,
mencobakan untuk mencari tahu
Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sesuai dengan yang tertuang dan RKH
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru Kelas
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Rencana Kegiatan Harian
6 PROSEDUR 1. Pendidik menerapkan waktu-waktu rutin untuk
KERJA membaca, misalnya: pagi hari saat lingkaran, setelah
makan atau pada saat-saat transisi/pergantian kegiatan.
2. Pendidik menyediakan/memilih buku dengan ilustrasi
yang menarik.
3. Pendidik memulai dengan membaca basmalah
4. Pendidik menuansakan islam jika bacaan buku umum
5. Pendidik membacakan buku dengan cara-cara yang
ekspresif, kreatif dan interaktif dengan anak (membuat
anak berpartisipasi).
6. Pendidik membacakan buku dengan intonasi dan
ucapan yang jelas.
7. Pendidik menunjukkan cara memperlakukan buku
yang benar (misalnya: membuka halaman dengan hati-
hati, tidak melipat halaman, mengembalikan ke
tempatnya).
8. Mengakhiri dengan membaca hamdalah