0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan12 halaman

Perhitungan Tebal Perkerasan Jalan 2024

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut membahas perhitungan tebal perkerasan jalan; (2) Termasuk data lalu lintas, perkembangan lalu lintas, dan perhitungan lintas ekivalen; (3) Dokumen tersebut juga menjelaskan perhitungan tebal perkerasan berdasarkan indeks permukaan dan koefisien kekuatan relatif lapisan perkerasan.

Diunggah oleh

Rheza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan12 halaman

Perhitungan Tebal Perkerasan Jalan 2024

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut membahas perhitungan tebal perkerasan jalan; (2) Termasuk data lalu lintas, perkembangan lalu lintas, dan perhitungan lintas ekivalen; (3) Dokumen tersebut juga menjelaskan perhitungan tebal perkerasan berdasarkan indeks permukaan dan koefisien kekuatan relatif lapisan perkerasan.

Diunggah oleh

Rheza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERHITUNGAN TEBAL PERKERASAN

 Data Lalu Lintas


a. Jalan di buka tahun : 2024
Umur rancana : (10 tahun)
b. Perkembangan lalu lintas selama umur rencana 1,5% lebih dari masa kontruksi
c. Data arus kendaraan tahun (Kendaraan / hari / 2 jalur)
Jenis kendaraan Tahun 2019 Tahun 2022

Kendaraan ringan 2 ton (1+1) 3327 4555

Bus 8 ton (3+5) 2200 3117

Truk 2 as 9 ton (3+6) 1795 2500

Truk 2 as 12 ton (4+8) 895 975

Truk 3 as 21 ton (5+8,8) 375 525

Truk tempel/semi trailer truck, 5 as 31 ton (5+61 2. 61 2+ 61 2. 61 2) 58 79

Truk gandeng/trailer truck, 2 as + 2 as 24 ton (4+8+(6+6)) 15 35

a. Perkembangan Lalu lintas pada masa kontruksi sebagai berikut :


/
Mobil Penumpang 2 ton (1+1) = (( )) -1)x100% = 11,04%
/
Bus 8 ton (3+5) = (( )) -1)x100% = 12,32%
/
Truk 2 as 9 ton (3+6) = (( )) -1)x100% = 11,68 %
/
Truk 2 as 12 ton (4+8) = (( )) -1)x100% = 2,89 %
/
Truk 3 as 21 ton (5+8,8) = (( )) -1)x100% = 11,87 %

Truk tempel/semi trailer truck, 5 as 31 ton (5+6 1 2. 61 2+ 61 2. 61 2) = (( )) /


-1)x100% = 10,85%

Truk gandeng/trailer truck, 2 as + 2 as 24 ton (4+8+(6+6))

/
(( )) -1)x100% = 32,64%
b. LHR dengan n = 3 tahun (2019-2022):
Mobil Penumpang 2 ton (1+1) = 4555(1+11,04%) = 6236.26 kendaraan
Bus 8 ton (3+5) = 3117(1+12,31%) = 4416.22 kendaraan
Truk 2 as 9 ton (3+6) = 2500(1+11,67 %) = 3481.89 kendaraan
Truk 2 as 12 ton (4+8) = 975(1+2,89 %) = 1062.15kendaraan
Truk 3 as 21 ton (5+8,8) = 525(1+11,86 %) = 735.00 kendaraan
Truk tempel/semi trailer truck, 5 as 31 ton (5+6 1 2. 61 2+ 61 2. 61 2)
= 79(1+10,8%) = 107.60 kendaraan
Truk gandeng/trailer truck, 2 as + 2 as 24 ton (4+8+(6+6))
= 35(1+32,62%) = 81.67 kendaraan
c. LHR pada tahun ke 10 dengan i = 1,5% lebih dari masa kontruksi (𝐿𝐻𝑅 ):

Mobil Penumpang 2 ton (1+1) = 6236.26 (1+12,54%) = 20322.82 kendaraan

Bus 8 ton (3+5) = 4416.22 (1+13,81%) = 6732.80 kendaraan

Truk 2 as 9 ton (3+6) = 3481.89 (1+13,17%) = 4204.99 endaraan

Truk 2 as 12 ton (4+8) = 1062.15 (1+4,39%) = 1118.78 kendaraan

Truk 3 as 21 ton (5+8,8) = 735.00 (1+13,36%) = 838.85 kendaraan

Truk tempel/semi trailer truck, 5 as 31 ton (5+6 1 2. 61 2+ 61 2. 61 2)

= 107.60 (1+12,3%) = 122.90 kendaraan

Truk gandeng/trailer truck, 2 as + 2 as 24 ton (4+8+(6+6))

= 81.67 (1+34,12%) = 114.21 kendaraan


a. Angka Ekivalen (E) = Tabel
Mobil Penumpang 2 ton (1+1) = 0,0002 + 0,0002 = 0,0004
Bus 8 ton (3+5) = 0,0183 + 0,1410 = 0,1593
Truk 2 as 9 ton (3+6) = 0,0183 + 0,2923 = 0,3106
Truk 2 as 12 ton (4+8) = 0,0577 + 0,9238 = 0,9815
Truk 3 as 21 ton (5+8,8) = 0,1410 + 1,2712 = 1,4122
Truk tempel/semi trailer truck, 5 as 31 ton (5+6 1 2. 61 2+ 61 2. 61 2)

= 0,1410 + 0,2175 . 0,2175 + 0,2175 . 0,2175 = 1,2490

Truk gandeng/trailer truck, 2 as + 2 as 24 ton (4+8+(6+6))

= 0,0577 + 0,9238 + 0,2923 + 0,2923 = 1,2738

b. Perhitungan Lintas Ekivalen Permulaan (LEP) = C x LHR x E


Mobil Penumpang 2 ton (1+1) = 0,5 x 6236.26 x 0,0004 = 1.25

Bus 8 ton (3+5) = 0,5 x 4416.22 x 0,1593 = 351.75

Truk 2 as 9 ton (3+6) = 0,5 x 3481.89 x 0,3106 = 540.74

Truk 2 as 12 ton (4+8) = 0,5 x 1062.15 x 0,9815 = 521.25

Truk 3 as 21 ton (5+8,8) = 0,5 x 735.00 x 1,4122 = 518.98

Truk tempel/semi trailer truck, 5 as 31 ton (5+6 1 2. 61 2+ 61 2. 61 2)

= 0,5 x 107.60 x 1,2490 = 67.20

Truk gandeng/trailer truck, 2 as + 2 as 24 ton (4+8+(6+6)) = 0,5 x 81.67 x 1,2738 = 52.01

TOTAL = 2053.18
c. Perhitungan Lintas ekivalen Permulaan (LEP) = C x LHR x E (10 tahun)

Mobil Penumpang 2 ton (1+1) = 0,5 x 20322.82 x 0,0004 = 4.06

Bus 8 ton (3+5) = 0,5 x 6732.80 x 0,1593 = 536.27

Truk 2 as 9 ton (3+6) = 0,5 x 4204.99 x 0,3106 = 653.04

Truk 2 as 12 ton (4+8) = 0,5 x 1118.78 x 0,9815 = 549.04

Truk 3 as 21 ton (5+8,8) = 0,5 x 838.85 x 1,4122 = 592.32

Truk tempel/semi trailer truck, 5 as 31 ton (5+6 1 2. 61 2+ 61 2. 61 2)= 0,5 x 122.90 x 1,2490

= 76.75

Truk gandeng/trailer truck, 2 as + 2 as 24 ton (4+8+(6+6)) = 0,5 x 114.21 x 1,2738 = 72.74

TOTAL = 2484.22

Perhitungan Lintas Ekivalen tengah


 LET = ½ (LEP + LEA)
LET = ½(2053.18 + 2484.22)
= 2268.70
 LER = LET X Fp, dimana Fp =

LER = LET x

= 2268.70 x

= 2268.70
Harga CBR :
11 10 13 14 12 10 11 9

Perhitungan secara Analisis


Jumlah titik pengamatan adalah 8 , maka R = 2,96 (tabel)
CBR Segmen = CBR rata – rata - ( )

= ( )- ( )
,

= 9,56%
Nilai Jumlah Nilai CBR yang Persen (%) nilai CBR yang sama atau
CBR sama atau lebih besar lebih besar

9 8
8/8x100% = 100%
10 7
7/8x100% = 87.5%
11 5
5/8x100% = 62,5%
12 3
3/8x100% = 37,5%
13 2
2/8x100% = 25%
14 1
1/8x100%=12,5%
Tabel CBR
100
% Nilai CBR yang sama atau lebih

90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Nilai CBR

grafik cbr

Dari Grafik diperoleh nilai CBR adalah

Maka :

Nilai CBR (analitis) = 9,56%

Nilai CBR (Grafis) = 9,8%

Dengan rata-rata =9,68%

Dengan nilai CBR didapat DDT =5.9%


Menghitung nilai R (Factor Regional)

Kendaraan Berat = 𝑥100%

= 𝑥100%

= 61,60% ≤ 30%
Curah hujan = 1050 mm/tahun
Kelandaian I (6%)

Dari table diatas nilai FR = 1.5


Dipakai = 1.5
Menentukan nilai IPo(indeks Permukaan Awal)
Nilai IPo ditentukan dari bahan perkerasan yang digunakan, dimana bahan perkerasan yang
digunakan adalah laston. Karena merupakan jalan baru, sehingga nilai IPo > 3,9 – 3,5
Menetukan nilai IPt (indeks Permukaan Akhir)
Klasifikasi jalan = Kolektor Premier (Jalan antar kota)
Nilai LER = 2268.70x 2,5 = 5671,75 Nilai IPt6 = 2.0-2.5 dipakai 2.5

Nomogram 4 untuk IPo = 3.9-3.5 IP = 2.5, LHR=5671,75


Dari grafik diatas didapat nilai ITP = 10,7 dan ITP 11
Koefisien kekuatan Relatif
Surface Coarse = Laston (MS 744) 𝑎 = 0.40
Base Coarse = Laston (MS 454) 𝑎 = 0.35
Sub Base Coarse = Sirtu Kelas B 𝑎 = 0.12
Menentukan Tebal Perkerasan
UR = 6 tahun
ITP = a1.D1 + a2.D2+a3.D3 Susunan Perkerasan 6 tahun
= 0,40.D1 + 0,35. 10 + 0,12 . 10 Laston (MS 744) = 19
= 0,40D1 + 4.7 Laston (MS 454) = 10
D1 = 19 cm Sub Base Kelas B = 10

Anda mungkin juga menyukai