Daftar Simak PBG Arsitektur 2021
Daftar Simak PBG Arsitektur 2021
PENILAIAN DIRI
NO RINCIAN KETENTUAN KETERANGAN PENERAPAN
(SELF ASSESSMENT )
A. UMUM
1. Data Umum Bangunan
- Luas Lahan Sesuai hasil perencanaan = …....... m2
- Luas Total Bangunan Sesuai hasil perencanaan = …....... m2
- Jumlah Lapis Sesuai hasil perencanaan = ….... Lantai
- Ketinggian Bangunan Sesuai hasil perencanaan = …....... m
- Luas Dasar Bangunan Sesuai hasil perencanaan = …....... m2
- Luas Basemen Sesuai hasil perencanaan = …....... m2
- Luas Daerah Hijau Sesuai hasil perencanaan = …....... m2
2. Penanggung jawab Perencanaan Arsitektur Memiliki Lisensi Arsitek Apabila Lisensi belum diterapkan pada provinsi □ Ada □ Tidak Ada Untuk semua bangunan gedung
bersangkutan, maka Penanggung Jawab Arsitek
harus memiliki STRA
3. Gambar Teknik Perencanaan
a Notasi Ruang Ada dan jelas □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
b Notasi Warna Ada dan jelas □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
c Garis Acuan Sempadan GSB : Garis Merah □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
GSJ : Garis Biru
Area Daerah Perencanaan : Garis Kuning
Perubahan : Arsir Biru
Penambahan : Garis Merah Keliling
d Kesesuaian Skala 1:500, 1:250, 1:200, 1:100, 1: 50, 1:40, 1:25, 1:20, 1:10 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
e Penggunaan Bahasa Indonesia □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
f Penggunaan BIM (Building Information Modelling) Disarankan penggunaan BIM (Building Information Modelling) untuk □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan kepentingan umum
bangunan >2 lantai dengan luas > 5000m2 >2 lantai dengan luas >5000m2
2. Persyaratan Intensitas
a Perhitungan luas per lantai Hasil perencanaan □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
b Luas lantai basemen Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
c KTB Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
d Luas lantai dasar Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
e KDB Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
f Luas seluruh lantai Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
g KLB Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
h Luas area hijau Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
i KDH Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
j Jumlah Lapis bangunan (lantai) Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
k Ketinggian bangunan (m) Hasil perencanaan disandingkan batasan KKOP □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
3 Jarak Bebas
a GSB
- Terhadap Jalan Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
- Terhadap Sungai Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
- Terhadap Pantai Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
PENILAIAN DIRI
NO RINCIAN KETENTUAN KETERANGAN PENERAPAN
(SELF ASSESSMENT )
- Terhadap Danau, Waduk, Situ Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
- Terhadap Ngarai Hasil perencanaan disandingkan batasan KRK/KKPR □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
b Jarak Bebas Basemen maksimal 3 m dari GSJ dan Batas Kepemilikan tanah □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
c Jarak Bebas ke Batas Persil (Samping dan Belakang) y = 4 m di lantai dasar, ditambahkan 0,5m setiap penambahan lantai, Ketentuan penerapan jarak bebas: □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
hingga maksimal 12,5m - 1y = bila fasade bangunan merupakan bidang
terbuka (transparan / jendela)
Dalam hal ketentuan dalam Peraturan Zonasi menyatakan bahwa - 0,5y = bila fasade bangunan merupakan bidang
lokasi tapak merupakan: tertutup (masif)
- Tipe Deret, maka jarak bebas samping (kiri-kanan) sama dengan
nol (0)
- Tipe Kopel, maka jarak bebas samping salah satu sisi (kiri atau
kanan) sama dengan nol (0), sedangkan sisi lainnya berlaku
ketentuan jarak bebas (y)
- Tipe Tunggal, maka jarak bebas samping (kiri dan kanan) berlaku
ketentuan jarak bebas (y)
d Jarak Bebas Antar Bangunan y = 4 m di lantai dasar, ditambahkan 0,5m setiap penambahan lantai, Ketentuan penerapan jarak bebas: □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
hingga maksimal 12,5m - 2y = bila fasade kedua bangunan berhadapan
merupakan bidang bukaan (transparan / jendela)
- 1y = bila fasade bangunan merupakan bidang
masif tertutup (masif) berhadapan dengan fasade
bidang bukaan (transparan / jendela)
- 0,5y = bila fasade kedua bangunan berhadapan
merupakan bidang tertutup (masif)
c Manuver Parkir Gambarkan garis manuver kendaraan sesuai dimensinya pada area Memastikan akses kendaraan memenuhi □ Sesuai □ Tidak Sesuai
parkir dan tikungan kebutuhan manuver kendaraan
d Arah Sirkulasi Kendaraan Gambarkan arah kendaraan dari pintu masuk, keliling bangunan, memastikan sirkulasi kendaraan sesuai □ Sesuai □ Tidak Sesuai
hingga pintu keluar kebutuhan, nyaman dan idealnya dapat loop
e Ramp Kendaraan Lurus - kemiringan 1:7 □ Sesuai □ Tidak Sesuai
- lebar ram minimal 3 m
- Kemiringan lantai parkir pada ram maksimal 1:20 Untuk bangunan kepentingan umum
- Ram menuju besmen atau tempat parkir memiliki ruang datar (selain rumah tinggal tunggal dan
minimal s ebesar 3m dari GSJ deret)
f Ramp Kendaraaan Melingkar - Maksimal 5 lantai secara menerus □ Sesuai □ Tidak Sesuai
- Radius = 9 m (as jalan terdekat)
- lebar ram =3,65 m (1 arah) atau 7 m (2 arah)
g Dilengkapi rambu parkir dan marka pengarah Sesuai ketentuan dalam Bidang Perhubungan □ Sesuai □ Tidak Sesuai
2. Pengelolaan Air Hujan
a Perhitungan volume limpasan Sesuai rekomendasi Peil Banjir atau diperhitungkan sesuai Hitungan disajikan dalam dokumen perencanaan □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan kepentingan umum,
ketentuan Permen PU No. 11 tahun 2014 termasuk perumahan (selain rumah
tinggal tunggal dan deret perorangan)
b Kapasitas Sumur Resapan 1 m3 per 25 m2 bidang atap dan perkerasan kedap air - Semua titik sumur resapan digambarkan pada □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
siteplan
- dibuatkan gambar detail sumur resapan
c Kapasitas Kolam Retensi/Detensi 1% dari luas daerah perencanaan (di luar perhitungan sumur - Posisi kolam retensi digambarkan pada siteplan □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan kepentingan umum,
resapan) - dibuatkan gambar detail kolam retensi termasuk perumahan (selain rumah
tinggal tunggal dan deret perorangan)
d Sistem Zero Run Off - Gambarkan skematis sistem pengelolaan air hujan dari talang atap, □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
talang vertikal, saluran pada halaman masuk ke sumur resapan dan
kolam retensi, tidak langsung ke saluran kota
- Menyediakan Water Trap pada setiap lokasi pintu masuk dan pintu
keluar persil
D. KETENTUAN ARSITEKTUR
1. Penampilan Bangunan Mengikuti ketentuan RTBL setempat dan/atau peraturan lokalitas □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
(apabila ada)
2. Tata Ruang Dalam
a Peil Lantai Dasar Maksimal 1,2m di atas tinggi rata-rata tanah pekarangan atau tinggi □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
rata-rata jalan
b Lantai Basement - Dimanfaatkan selain kegiatan hunian □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung yang
- Luas lantai B1 tidak boleh melebihi tapak Lantai Dasar memiliki basemen
- Atap B2 dst (bila di luar tapak bangunan) berkedalaman min 3m
dari tanah diperkenankan maksimal 75%
- Ram dari lantai dasar ke B1 dapat berada di luar lantai B1
- Head clearance besmen utk parkir min 2,25 m
- Bila jarak atap besmen dengan muka tanah rata-rata halaman > 1,2
m maka lantai besmen dinyatakan sebagai lantai dasar
- Besmen perlu dibuat penahan dan saluran pembuangan air.
c Jarak Vertikal dari Lantai penuh ke Lantai penuh - Maksimal 5 m □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
- Jika > 5m, dianggap sebagai 2 Lantai.
- diperkenankan maksimal 10m dan tidak diperhitungkan sebagai 2
lantai untuk fungsi: tempat ibadah, pertemuan, pertunjukan, sekolah,
monumental, olahraga, serbaguna, dan sejenisnya
d Mezanin - Mezanin bersifat terbuka (berdinding tinggi max 1,2 m) □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
- Luas lantai mezanin max 50% dari luas lantai di bawahnya tidak
diperhitungkan sebagai lapis lantai
- Apabila terdapat bukaan jendela pada mezanin, maka tampak
muka bangunan harus berkesan tetap 1 lantai
PENILAIAN DIRI
NO RINCIAN KETENTUAN KETERANGAN PENERAPAN
(SELF ASSESSMENT )
e Rongga Atap
- Penggunaan pada rumah tinggal - diizinkan untuk penggunaan sesuai dengan kegiatan utama dan □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk rumah tinggal tunggal dan deret
tidak diperkenankan untuk ruang yang mengandung bahaya api
- Luas lantai rongga atap paling besar 50% dari luas lantai di
bawahnya.
- harus mempunyai penghawaan dan pencahayaan alami yang
memadai.
- Ketinggian dinding terluar ruang rongga atap minimum 1,8 m.
- Penggunaan selain rumah tinggal - Ruang utilitas di atas atap (penthouse) digunakan untuk melindungi □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
alat-alat, mekanikal, elektrikal, tangki air, cerobong (shaft) dan fungsi umum (selain rumah tinggal tunggal
lain dan deret)
- ketinggian ruangan max 2,4 m dari pelat atap bangunan.
- Tinggi ruang mesin lif dapat > 2,4 m sesuai keperluan.
- Apabila luas lantai melebihi 50% dari luas lantai dibawahnya maka
ruang utilitas tersebut diperhitungkan sebagai penambahan lantai
f Tinggi bebas bersih (head Clearence) Parkir = min 2,25m □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
Koridor = min 2,2m
Ruang hunian = min 2,7m
g Tinggi parapet (barustrade) Tinggi min 1,2 m □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
h Landasan helikopter (helipad) - Luas helipad min 7x7 m □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
- ruang bebas di sekeliling min 5 m umum (selain rumah tinggal tunggal
- Ruang di antara helipad dan lantai atap tidak boleh digunakan dan deret)
untuk kegiatan lain.
- Area helipad dan sarana jalan keluar harus bebas dari cairan yang
mudah terbakar.
- Helipad di atas atap dapat dicapai dengan tangga khusus dari
lantai di bawahnya.
- Perencanaan dan pemanfaatan helipad harus mendapat
persetujuan dari instansi berwenang
i Ruang-Ruang Penunjang Utilitas Dipastikan semua kebutuhan ruang penunjang utilitas sudah □ Sesuai □ Tidak Sesuai
disediakan sesuai dengan sistem utilitas yang digunakan
j Komponen-Komponen Penunjang Utilitas Dipastikan semua komponen penunjang utilitas sudah disediakan □ Sesuai □ Tidak Sesuai
sesuai dengan sistem utilitas yang digunakan
PENILAIAN DIRI
NO RINCIAN KETENTUAN KETERANGAN PENERAPAN
(SELF ASSESSMENT )
k Sistem, Tipe dan Manuver Gondola Dipastikan sistem, tipe dan manuver gondola sudah disediakan □ Sesuai □ Tidak Sesuai
sesuai dengan sistem utilitas yang digunakan
l Shaft Utilitas - Dilengkapi dengan fire stop □ Sesuai □ Tidak Sesuai
- Apabila digunakan shaft sampah, harus dilengkapi dengan manual
penggunaan (do's and don’t's )
3. Tata Ruang Luar (Keseimbangan, Keserasian & Keselarasan)
a Akses pejalan kaki dan pesepeda disediakan terpisah dari akses kendaraan dengan memperhatikan □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
kenyamanan dan keselamatan penggunanya
b Akses masuk kendaraan pada persil sudut - > 20 m (bukan Rumah Tinggal) □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
- > 8 meter (Rumah Tinggal)
c Pagar - tidak boleh melebihi GSJ □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung,
- tinggi pagar depan max 1,5 m (transparan) dikecualikan untuk bangunan dengan
- tinggi pagar samping dan belakang max 3 m pertimbangan keamanan/privasi
tertentu (misalnya gudang, industri,
lapas, area rekreasi, atau sejenisnya)
d Komponen / Bagian Bangunan - Kanopi tanpa kolom diperkenankan max 2/3 jarak dari GSB-GSJ □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
dan max 3 meter dari GSB.
- Dropoff dengan kolom diperkenankan max 2/3 jarak dari GSB-GSJ
dan min 6 meter dari GSB.
- Balkon diperkenankan max 1,5 m dari GSB, bila melebihi dihitung
sebagai luas lantai
- Pondasi dan kolom dapat melewati GSB selama dinding terluar
tetap berada di dalam GSB
- diperkenankan antara GSB-GSJ:
1) Cerobong udara masuk dan udara keluar
2) Jalur pejalan kaki dan pesepeda
3) Tangga kebakaran yang bersifat terbuka
4) Bukaan tangga kebakaran dari basement
5) Sirkulasi untuk pemeliharaan AC
6) IPAL
e Area Hijau Pekarangan Area yang dihitung sebagai KDH harus bersifat permiabel dengan □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
penutup bukan perkerasan
f Sirkulasi Manusia dan Kendaraan disediakan terpisah dengan memperhatikan kenyamanan dan □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
keselamatan penggunanya
PENILAIAN DIRI
NO RINCIAN KETENTUAN KETERANGAN PENERAPAN
(SELF ASSESSMENT )
g Prasarana Di Luar Bangunan Gedung - Pos jaga, Gardu PLN, security check, Tempat penyimpanan bahan □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
mudah terbakar. umum (selain rumah tinggal tunggal
- pos jaga diperkenankan di depan GSB, dengan dimensi max 2x2m dan deret)
dan jumlah max 2 unit
- security check harus di belakang GSB, dengan dimensi max 5x5m
h Prasarana Penunjang Pemanfaatan Dapat berada di depan GSB untuk fungsi: □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
- Bangunan ruang genset/diesel; umum (selain rumah tinggal tunggal
- Utilitas bangunan/cerobong asap; dan deret)
- Pos jaga;
- Perkerasan;
- Gapura;
- Pagar pekarangan;
- Ruang instalasi atau panel listrik;
- Sarana pengolahan air kotor atau air bersih atau pengolahan
limbah, tangki penyimpanan;
- Tempat penampungan dan pengolahan sampah
- Sarana untuk ritual keagamaan (misalnya untuk Hindu dan
Buddha)
i Prasarana Penunjang Pembangunan Dapat berada di depan GSB untuk fungsi: □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
- Pagar proyek; umum (selain rumah tinggal tunggal
- Bangunan direksi keet / bedeng kerja; dan deret)
- Bangunan kantor pemasaran (bersifat sementara);
- Bangunan unit contoh (mock up); dan
- Gudang penyimpan material bangunan.
E KETENTUAN KESELAMATAN
1. Akses Pemadam Kebakaran
a Keliling Damkar - >7.100m3 Minimal 1/6 keliling bangunan gedung Permen PU 26/2008 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
- >28.000 m3 minimal 1/4 keliling bangunan gedung umum dengan volume > 7.100m3
- >56.800 m3 minimal 1/2 keliling bangunan gedung
- >85.200 m3 minimal 3/4 keliling bangunan gedung
- >113.600 m3 harus sekeliling bangunan gedung.
b Akses Damkar - lebar min 4m Permen PU 26/2008 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
- clearance atas min 4,5m umum dengan volume > 7.100m3
- radius putar luar min 10,5m, radius putar dalam min 9,5m
PENILAIAN DIRI
NO RINCIAN KETENTUAN KETERANGAN PENERAPAN
(SELF ASSESSMENT )
c Perkerasan Damkar (Hardstand) - diletakan pada posisi yang memudahkan pemadaman dan Permen PU 26/2008 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
evakuasi darurat pada lantai typikal umum dengan volume > 7.100m3
- Dimensi 6 x 15 meter
- jarak dari dinding bangunan min 2m dan max 10m
- perkerasan mampu mendukung beban mobil damkar
d FCC - diletakan pada lantai dasar (untuk bangunan gedung selain fungsi Permen PU 26/2008 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
rumah tinggal) dengan jarak 2-10 m dari hardstand dan terlihat dari umum dengan volume > 7.100m3
jalur damkar
- luas min 10m2, dengan lebar min 2,5m
- dilengkapi pintu mengarah keluar dengan TKA 2 jam
- perbedaan elevasi max 30cm dari elevasi luar
e Saf Damkar (tangga, lift, dan smoke stop lobi) - Dipersyaratkan untuk bangunan dengan: Permen PU 26/2008 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
1) Ketinggian (lantai) min 20 m dengan:
2) Kedalaman (basemen) min 10 m 1) Ketinggian (lantai) min 20 m
- Jumlah yang disediakan: 2) Kedalaman (basemen) min 10 m
1) < 900m2 = 1 saf kebakaran
2) 900-2000m2 = 2 saf kebakaran
3) tiap kelipatan 1500m2 ditambahkan 1 saf
- saf damkar harus melayani radius max 48m
- jika tidak menerus atau berbeda letak harus memiliki koridor kedap
asap dan TKA min 2 jam sebagai penghubung dengan lebar min 3m
- dimensi lift damkar min 1,6m x 2,8m (dimensi bersih diperhitungkan
terhadap proyeksi/tonjolan komponen struktur: kolom dan balok)
- luas smoke stop lobby min 6m2
- Jarak Saf Pemadam Kebakaran dengan pintu masuk ke lobi max
60m
2. Evakuasi Darurat
a Eksit Pintu pada Ruang - Ruang kapasitas besar (>50 org) tersedia 2 alternatif pintu untuk Permen PU 26/2008 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk ruang / bangunan gedung
eksit dengan kapasitas besar (>50 org)
- diletakan pada jarak min 1/2 diagonal ruang
PENILAIAN DIRI
NO RINCIAN KETENTUAN KETERANGAN PENERAPAN
(SELF ASSESSMENT )
b Tangga Kebakaran - kapasitas >50 orang/lantai dan jarak tempuh terjauh menuju Permen PU 26/2008 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
tangga kebakaran >25 m = minimal 2 buah umum
- diletakan pada jarak min 1/2 diagonal bangunan
- lintasan terjauh menuju tangga sesuai ketentuan (berdasarkan
fungsi bangunan dan penggunaan sprinkler)
- memperhatikan lintasan buntu max 15m
- memiliki railing pada 2 sisi
- lebar bersih di antara railing min 120cm (lebar bersih
diperhitungkan terhadap proyeksi/tonjolan komponen struktur: kolom
dan balok)
- antrade 30cm, optrade max 18cm
c Akses Eksit - Lebar koridor sebagai akses eksit minimal 1,80 m (lebar bersih Permen PU 26/2008 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
diperhitungkan terhadap proyeksi/tonjolan komponen struktur: kolom umum
dan balok)
- koridor sebagai akses eksit harus terbebas dari tonjolan atau
perabot
d Refuge Floor - Disediakan untuk bangunan >24 lantai Permen PU 26/2008, Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
- Disediakan setiap interval max 16 lantai umum >24 lantai
- Min 50% dari luas lantai dirancang sebagai area berkumpul
(holding area)
- Bukan merupakan area komersial
- Dimensi tempat berkumpul harus menampung min 1/2 total
beban hunian dari seluruh lantai di atas dan di bawah lantai
tempat berkumpul (@0,3 m2 per orang)
- dilengkapi dengan ventilasi alami dan bukaan permanen paling
sedikit pada 2 sisi dinding luar
- Luasan total bukaan ventilasi pada area berkumpul min 25% dari
luas area berkumpul
e Eksit Pelepasan - eksit pelepasan membuka ke arah luar, tidak untuk dibuka ke arah Permen PU 26/2008 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk ruang / bangunan gedung
dalam dengan kapasitas besar (>50 org)
- apabila menerus sampai basemen, dibuat pemisahan 2 eksit
pelepasan pada lantai dasar (jalur dari atas dan jalur dari basemen
harus terpisah)
PENILAIAN DIRI
NO RINCIAN KETENTUAN KETERANGAN PENERAPAN
(SELF ASSESSMENT )
f Titik Kumpul - titik kumpul disediakan dengan luas sesuai beban hunian dikali Permen PU 26/2008 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk ruang / bangunan gedung
0,3m2 per orang dengan kapasitas besar (>50 org)
- jarak dari bangunan min 20m
- diberikan marka penanda
F. KETENTUAN KESEHATAN
1. Penghawaan Alami Bukaan ventilasi min 5% dari luas masing-masing ruang Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
2. Pencahayaan Alami Bukaan pencahayaan min 10% dari luas masing-masing ruang Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
3. Bahan Bangunan Dipastikan tidak menggunakan material berbahaya untuk kesehatan, Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
misalnya asbestos (penutup atap / partisi), timbal (pada pipa);
mengakibatkan silau dan panas berlebihan, merambatkan api
(kecuali menggunakan mekanisme/bahan fire stop)
G. KENYAMANAN
1. Ruang Gerak - Mempertimbangkan proporsi jumlah pengguna bangunan sesuai Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
fungsi bangunan
- memperhatikan perletakan perabot dikaitkan dengan akses menuju
dan akses evakuasi
2. Pandangan - meminimalisir pandangan ke dalam untuk fungsi yang memerlukan Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
privasi
- mengoptimalkan pandangan ke luar apabila terdapat potensi
pemandangan (view)
H. KEMUDAHAN
1. Hubungan Horisontal
a Pintu Mempertimbangkan lebar pintu terhadap perhitungan beban hunian Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
ruang / bangunan dengan kebutuhan waktu evakuasi
b Koridor Mempertimbangkan lebar koridor terhadap kebutuhan akses eksit Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
atau sirkulasi (1 arah atau 2 arah) umum
2. Hubungan Vertikal
a Tangga Tangga yang bukan sebagai evakuasi darurat disediakan Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk semua bangunan gedung
mempertimbangkan lebar, optrade, dan antrade minimal
b Escalator Eskalator menerus maksimal sampai 4 lantai Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
umum
PENILAIAN DIRI
NO RINCIAN KETENTUAN KETERANGAN PENERAPAN
(SELF ASSESSMENT )
c Lift Disediakan untuk bangunan 5 lantai ke atas atau pertimbangan khususLampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
umum
3. Sarana Prasarana
a Toilet Disediakan mempertimbangkan jumlah pengguna (pria, wanita) SNI 8153-2015 □ Sesuai □ Tidak Sesuai
b Ibadah/mushola Disediakan dengan luas sesuai kapasitas hunian Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai
c Laktasi Disediakan dengan luas sesuai kebutuhan Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai Untuk bangunan gedung kepentingan
d Parkir Difabel Disediakan dengan luas sesuai kapasitas hunian Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai umum
e Ramp Difabel Disediakan dengan kemiringan 1:12 untuk di luar ruang dan 1:10 Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai
untuk di dalam ruang
f Toilet Difabel Disediakan dengan luas sesuai kebutuhan Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai
g Kantin Disediakan dengan luas sesuai kebutuhan Lampiran PP 16/2021 □ Sesuai □ Tidak Sesuai