BC-FRM-A-02 v01
TATA TERTIB PEMBANGUNAN RENOVASI RUMAH
DI LlNGKUNGAN PIK 2
A. ADMINISTRASI
1. Menyerahkan fotocopy Berita Acara Serah Terima bangunan.
2. Menyerahkan fotocopy Closing / Keterangan Komplainan.
3. Menyerahkan Gambar Pelaksanaan.
4. Menyerahkan Perhitungan Besaran Ruang.
5. Menandatangani Tata Tertib Pembangunan Renovasi.
6. Menyerahkan fotocopy pelunasan luran Pengelolaan Lingkungan (lPL).
7. Menyerahkan fotocopy pelunasan Deposit Renovasi.
8. Mengurus IMB renovasi ke instansi terkait.
9. Menyerahkan surat penunjukan Kontraktor.
10. Menyerahkan Diagram Wiring instalasi listrik.
11. Menyerahkan Gambar MEP
B. PEMBAYARAN
1. Melunasi luran Pengelolaan Lingkungan (IPL), untuk 12 bulan dengan mendapatkan
free 1 bulan untuk pembayaran bulan berikutnya.
2. Membayar Rp 10.000.000,- di muka sebagai biaya Deposit. Selain itu dikenakan biaya
administrasi sebesar Rp. 200.000,-/bulan dikalikan jangka waktu selama pekerjaan
renovasi berlangsung.
C. TATA TERTIB DAN TEKNIS PEMBANGUNAN
1. Kegiatan proyek (proses pembangunan dan keluar masuk kendaraan proyek) dimulai
dari jam 08.00 WlB sampai dengan jam 17.00 WlB.
2. Hari Minggu dan hari Libur Nasional, kegiatan proyek libur. Dilarang melakukan
kegiatan yang menimbulkan suara bising (seperti pemancangan, pemotongan
keramik, pengecoran, dll.).
3. Kontraktor wajib menyerahkan data pekerja dengan menyerahkan foto copy KTP dan
pas foto pekerja 2x3.
4. Pekerja setelah jam 17.30 WIB wajib meninggalkan lokasi perumahan PIK 2. Sanksi
dari ketentuan ini adalah proyek dihentikan dan kontraktor bertanggung jawab atas
segala gangguan lingkungan baik secara langsung dan tidak langsung akibat
keamanan, kenyamanan, kerusakan lingkungan dan kebersihan.
Paraf pemilik
BC-FRM-A-02 v01
5. Dilarang melakukan tindakan yang menimbulkan kerawanan keamanan seperti:
1) Judi dan mabuk-mabukkan
2) Berkelahi
3) Pelecehan seksual dan tindakan yang berbau SARA
4) Membawa, menyimpan, menggunakan senjata tajam atau senjata api
5) Membawa, menyimpan, atau memakai obat-obatan terlarang (narkoba)
6) Menimbulkan suara-suara bising / berteriak
6. Pelaksanaan pembangunan harus sesuai dengan gambar arsitektur yang diizinkan.
7. Setelah diukur ulang dan pemasangan patok batas tanah, sekeliling areal harus
dipasang seng untuk keamanan dan kenyamanan bersama selama pembangunan.
8. Apabila di sekitar rukan yang akan dibangun/direnovasi (kanan, kiri, depan,
belakang) sudah berdiri bangunan lain maka diwajibkan untuk memenuhi syarat-
syarat sebagai berikut:
a. Membuat berita acara dengan pemilik bangunan disekitanya untuk
mengidentifikasi kondisi bangunan disekitarnya sebelum dilakukan
pembangunan (dilengkapi dengan bukti foto). Apabila proses pembangunan
mengakibatkan kerusakan lingkungan / bangunan disekitanya, maka pemilik /
kontraktor wajib memperbaiki atau memberikan ganti rugi sesuai dengan
kerusakan yang ditimbulkan.
b. Melengkapi Formulir Izin Lingkungan dan ditandatangani oleh tetangga sisi
kanan, kiri dan belakang serta diketahui oleh Kepala Rukun Tetangga (RT)
setempat.
9. Setiap alat dan bahan material yang masuk/ keluar ke/ dari lokasi pembangunan
harus memiliki izin dari pihak pengelola dengan mengisi Surat Izin Kegiatan
Kendaraan (BC-FRM-A-07).
10. Kendaraan pengangkutan material yang diizinkan adalah mobil truk sejenis Colt
Diesel 3/4 kebawah. Pengangkutan material jenis tiang pancang, mobil pompa dan
ready mix, dan pengangkutan material lain yang menggunakan jenis kendaraan di
atas Colt Diesel 3/4 atau yang lebih berat harus mendapatkan izin tertulis dari
Pengelola yaitu Surat Izin Kegiatan Kendaraan (BC-FRM-A-07). Izin berlaku untuk
sekali jalan (form disediakan oleh Pengelola).
11. Pemancangan harus dilakukan dengan system hidrolik.
12. Kendaraan pengangkut material yang menimbulkan kerusakan lingkungan PIK 2
wajib memperbaiki atau mengganti kerusakan tersebut, sanksi ketentuan ini adalah
kendaraan tersebut tidak diperbolehkan keluar dari areal perumahan sebelum
permasalahan diselesaikan.
13. Dilarang menggunakan kavling lainnya atau diluar batas kavling untuk kegiatan
renovasi, penyimpanan material, sampah, puing dan membangun bedeng, kecuali
telah mendapatkan izin tertulis dari pihak pengelola atau pemilik kavling tersebut.
Sanksi dari ketentuan ini adalah penghentian kegiatan pembangunan sementara dan
atas pelanggaran penempatan material/ barang maka biaya pengangkutan menjadi
tanggung jawab kontraktor/pemilik atau dipotong dari uang Deposit yang dibayarkan.
Paraf pemilik
BC-FRM-A-02 v01
14. Puing dari proyek harus dibersihkan dalam waktu 3x24 jam oleh pihak kontraktor /
pemilik, dan jika ketentuan ini dilanggar maka pengelola akan melakukan tindakan
sepihak dan biaya yang digunakan akan diambil dari uang deposit pembangunan /
renovasi yang disetor oleh kontraktor I pemilik.
15. Dilarang membakar sampah di area lingkungan perumahan PIK 2.
16. Setiap kegiatan pengecoran atau pemancangan tiang yang menggunakan
kendaraan molen dan mengambil tempat di badan jalan maka harus diberi alas
(triplek atau terpal yang ditaburi pasir) agar tidak mengotori jalan.
17. Tanah merah tidak diperbolehkan keluar area perumahan PIK 2 kecuali mendapat
izin tertulis dari pengelola.
18. Dilarang memotong atau memindahkan pohon tanpa ada izin tertulis dari pengelola.
19. Kontraktor menyediakan tempat sampah (dari tong) dan menjaga kebersihan di area
proyek dan sekitar kavling.
20. Menjaga agar operasional rukan dapat berjalan dengan baik, maka untuk
penambahan daya listrik harus mematuhi ketentuan di bawah ini:
a. Penambahan daya listrik di bawah 23 KVA dapat menggunakan kabel existing
NYFGBY 4x16 mm2 dari Panel SR.
b. Penambahan daya listrik sampai dengan 23 KVA ke atas harus dilakukan
penarikan kabel langsung ke gardu PLN.
21. Seluruh puing / sampah renovasi tidak diizinkan diletakkan di luar property line.
Apabila dilakukan sweeping puing, maka biaya pengangkutan puing / sampah
renovasi yang berada di luar area property line akan dibebankan kepada tagihan IPL
Pemilik sebesar Rp................... ,-/M3.
22. Apabila pihak kontraktor / pemilik tidak melaksanakan tata tertib ini maka Badan
Pengelola / Estate Management akan mengenakan sanksi terhadap kontraktor
tersebut berupa surat peringatan sampai dengan pemberhentian pekerjaan
sementara. Apabila pekerjaan akan dilanjutkan setelah pemberhentian pekerjaan
sementara, maka konsumen harus melakukan perbaikan dan membuat surat
pernyataan tidak akan melanggar izin lagi. Apabila setelah penandatanganan surat
pernyataan dan konsumen masih melakukan pelanggaran maka POM akan
menghentikan pekerjaan pembangunannya dan penghentian fasilitas perumahan.
Dan apabila permasalahan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka akan
dilanjutkan melalui hukum yang berlaku.
Jakarta, ……………………..
Pemilik
Paraf pemilik