0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan7 halaman

Pentingnya Ketertelusuran Produk Pangan

Ketertelusuran adalah kemampuan suatu sistem untuk mengenali dan menelusuri produk dari bahan baku hingga konsumen. Tujuannya adalah mencatat produk sepanjang rantai pasok untuk keamanan pangan.

Diunggah oleh

Salma anjaliya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan7 halaman

Pentingnya Ketertelusuran Produk Pangan

Ketertelusuran adalah kemampuan suatu sistem untuk mengenali dan menelusuri produk dari bahan baku hingga konsumen. Tujuannya adalah mencatat produk sepanjang rantai pasok untuk keamanan pangan.

Diunggah oleh

Salma anjaliya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Ketertelusuran adalah kemampuan suatu sistem untuk mengenali dan

menelusuri suatu produk pada setiap tahapan produksi, pengolahan


maupun pemasaran. Untuk produk pangan, tujuan utama sistem
ketertelusuran adalah untuk mencatat/mendokumentasikan produk
mulai dari bahan baku sampai kepada konsumen (from farm to fork).

COA bisa dilakukan verifikasi dan dilakukan pengujian di COA

Kadar air yang ditetapkan oleh supplier 14%

Telusur produsen berarti factorynya,


Laporan stok bahan baku, ada berapa produk jadi yang tidak sesuai
Lebih banyak case yang disebabkan internal perusahaan: kadar air yang didapatkan di bawah standar.

Isu ini berkembang karena materialnya: kalau penyimpanannya sampai di warehouse. Supaya produk
tidak terkirim.

Marketing akan menginformasikan, produksi dilihat ada stok nggak, lalu quality control akan mengecek,
ppic akan memproduksi kembali,
 Fstl: fast safety team leader
 Team tracebility dan recall berkaitan dengan warehouse, ppic, quality, produksi, marketing,
purchasing. Semua departemen akan masuk.
 Syarat kecukupan: alat yang kita lakukan untuk pengujian bisa dikalibrasi ke penelitian dan
validasinya.
 Reportnya harus valid dan sesuai
 Proses penyimpanannya harus sesuai dengan standarisasi: suhu dan kelembaban
 Proses delivery nya: dalam pengiriman bercampur dengan chemical
 Dalam pengirimannya di container ada tumpahan chemical dan bisa basah, merupakan
keberhasilan dari traceability
 Target pelaksanaan traceability: 2 jam dengan keberhasilan 100%
 Auditor akan menanyakan bagaimana traceability
 Traceability harus dilakukan secara real
 Trace dan recall -> biasanya ada data mengenai bahan baku, wajib mencantumkan quantity nya
berapa, syarat kecukupannya,
 Dari mulai sanitasi proses produksi dan laporan2 yang dilakukan dalam proses produksi, setelah
dilakukan trace dan recall bisa dilakukan analisa,
 Trace dan recall test dilakukan sekurangnya 1 tahun 2 kali

Complain dari customer ada kode produksi dan bisa dijadikan sebagai acuan
 Berapa banyak kuantiti yang diperlukan
 Ketua tim dari tracebility akan memberi informasi
 Warehouse mengumpulkan stok produksinya
 Recall berlaku ketika sudah mendistribusikan ke customer
 Recall akan berkaitan dengan bpom, dari manufacture
Keluhan dari pelanggan = marketing
Informasi targetnya bermasalah

 Purchasing perlu dilakukan untuk melakukan traceability,


 Ke BPOM, legal yang akan mengkomunikasikan disana,
 Semua barang yang di recall sudah masuk ke manufacture, harus memikirkan barang tersebut
mau diapakan. Mungkin dibakar. Kalau dilakukan pembuangan bahan jadi ada potensi untuk
dimanfaatkan dijual oleh oknum tertentu
 Ada barang tiruan dan secara kualitas good dan ada isu disana, contohnya dibakar.
 FSTL mau diapakan produknya. Kalau di tracing, ketidaksesuaian sampai dimana. Menurut
quality bahan jadi ada gosongnya, secara standar kualitas tidak diperbolehkan.
 Kalau melihat defectnya, apakah pelanggan bisa membedakan, kita bisa melakukan triangle test,
di tes ke orang yang nggak ahli organoleptic, bisa ke security, driver, kita minta mereka untuk
menilai produk kita sesuai atau tidak.
Untuk real case, COA supplier apakah wajib verifikasi uji oleh pabrik?
- Ujinya metodenya harus sama
- COA Supplier di kadar air, larutan dalam asam atau lemak atau pengujian terhadap [Link],
dari 5 parameter merupakan parameter critical yang tidak bisa dihandle di lapangan
- Kadar air kalau penyimpanannya tidak sesuai maka akan menggumpal dan berpengaruh
terhadap proses produksi maka perlu ditentukan critical point nya seperti apa.

Jika traceability dari complain probelmnya hanya terjadi ketidaksesuaian mutu produk seperti
kerusakan produk dan kemasan bukan keamanan produk yang sudah release maka langkah apa
yang perlu diambil, apa perlu melakukan recall pada semua produk pada batch tersebut?

- Tetap harus dilakukan recall

Anda mungkin juga menyukai