PROPOSAL
ANALISIS MINAT PELAKU USAHA (UKM) TERHADAP METODE
PEMBAYARAN QRIS STUDI KASUS DI KOTA TERNATE
(Tinjauan Ekonomi Islam)
OLEH :
RISKI KIFLI
20.146.010
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TERNATE
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
2023
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Proposal yang di tulis oleh Riski Kifli Nim. 20.146.010 program studi Ekonomi
Syariah dengan judul “Analisi Minat Pelaku Usaha (Ukm) Terhadap Metode
Pembayaran Qris Studi Kasus Di Kota Ternate (Tinjauan Ekonomi Islam)” ini
telah di periksa dan disetujui untuk dimunaqasahkan.
Ternate,
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. Amin Bendar, S.H.,[Link] Asep Hedi Turmudi, [Link].,M.A
NIP: 196303151994031002 NIP: 197609162001121002
Mengetahui
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Koordinator Program Studi Ekonomi
Islam Syariah
Dr. Abu Sanmas, S.H., M.H Nursinita Kilian
NIP: 19690930199031001 NIP: 198910082019032016
i
DAFTAR PUSTAKA
PERSETUJUAN PEMBIMBING......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................
A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................7
C. Tujuan Penelitian..........................................................................................7
D. Manfaat Penelitian........................................................................................7
E. Definisi Operasional.....................................................................................8
F. Tinjawan Pustaka........................................................................................10
G. Sistematika Penulisan.................................................................................13
BAB II LANDASAN TEORITIS...................................................................................
A. Kajian Pustaka.............................................................................................15
1. Transaksi Online (E-Comerse)............................................................................
2. Gambaran Umum QRIS..............................................................................18
3. Usaha Kecil Memengah (UKM).................................................................24
4. Dasar Hukum Uang Elektronik Dalam Pandangan Islam...........................27
BAB III METODOLOGI PENELITIAN........................................................................
A. Jenis Penelitian............................................................................................38
B. Lokasi Dan Waktu Penelitian......................................................................39
C. Data Dan Sumber Data...............................................................................39
D. Teknik Pengumpulan Data..........................................................................40
E. Teknik Analisis Data...................................................................................40
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dunia bergerak semakin cepat dan inovatif sehingga menimbulkan
perubahan di segala aspek kehidupan manusia, salah satunya di bidang
teknologi yang terus berkembang pesat. Seiring dengan perkembangan
teknologi dan ilmu pengetahuan diera modern saat ini, banyak teknologi dan
inovasi baru bermunculan. Kehadiran e-commerce pun menjadi salah satu
pemicu yang berdampak signifikan terhadap peningkatan pengguna
pembayaran elektronik. Hal tersebut terlihat, karena sistem pembayaran
elektronik telah menjadi mesin fasilitator utama dalam e-commerce yang
menjadi andalan kesuksesan bisnis elektronik karena transaksi antara penjual
dan pembeli didunia maya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan
transaksi elektronik.1
Secara umum orang-orang saat melakukan proses transaksi atau
melakukan pembayarn harus mendatangi loket atau kasir untuk proses
pembayaran secara manual atau secara langsung namun, dengan pesatnya
perkembangan teknologi saat ini orang-orang tidak lagi perlu mendatangi loket
atau kasir untuk melakukan proses pembayaran, maka dari itu hal ini dianggap
sangatlah efektif dan efisien karena tidak lagi membuat orang-orang menunggu
1
Sari, Ivo Intany Permata, “Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Minat Mengunakan E-
Money Yang Dimediasi Oleh Perkembangan Era Digital: Studi Kasus OVO” Malang;
Undergraduate thesis,2022, hlm.1
1
lama dan tidak menghabiskan waktu hanya untuk melakukan proses
pembayaran.
Perkembangan sistem pembayaran berbasis teknologi secara dramatis
mengubah arsitektur sistem pembayaran secara langsung yang mengandalkan
mata uang fisik sebagai alat pembayaran. Namun pengunaan mata uang fisik
masih banyak digunakan sebagai alat pembayaran didunia internasional,
dengan hadirnya sistem pembayaran non tunai, maka cara pembayaran tunai
secara bertahap berubah menjadi pembayaran tanpa uang tunai. Melihat
kondisi tersebut, Bank Indonesia yang memiliki tugas menentukan kebijakan
moneter dan mengatur sistem pembayaran telah mengeluarkan kebijakan
sistem melalui Qris yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia
No.16/08/PBI/2014 (Bank Indonesia, 2014). Qris memberikan alternatif
metode pembayaran non-tunai secara lebih efisien. Melalui pengunaan satu
standar QR Code, penyedia barang dan jasa (merchant) tidak perlu memiliki
berbagai jenis QR Code dari penerbit yang berbeda. Penggunaan Qris menjadi
trend positif belakangan ini bagi pelaku usaha dan juga konsumen. Mengingat
manfaatnya dalam membantu proses transaksi non-tunai secara lebih efisien.2
Diharapkan dengan adanya Qris dapat membantu kinerja dari para pelaku
usaha dalam mengembangkan kinerja usahanya, sampai saat ini masih banyak
para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang belum mengunakan sistem
pembayaran non tunai (Qris), olehnya itu penelitian kali ini di harapkan
2
I Wayan Arta Setiawan dan Luh Putu Mahyuni “Qris Di Mata Umkm: Eksplorasi Persepsi
Dan Intensi Umkm Menggunakan Qris”, (E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis: Deepublid, 2020)
hlm.922.
2
mampu mengetahui factor-faktor apa saja yang membuat para pelaku usaha
hingga saat ini belum juga mengunakan sistem pembayaran non tunai (Qris).
Saat ini masyarakat Indonesia banyak menggunakan uang elektronik atau
e-money dalam pembayaran, tetapi di Kota Ternate masih kurang masyarakat
yang mengetahui dan menggunakan uang elektronik dalam pembayaran.
Dalam “Bimtek Penggunaan Digital Payment (Digipay) yang disampaikan oleh
Bapak Imam sebagai Kasi MSKI KPPN Ternate bahwa penggunaan
marketplace digipay ini kedepan akan digunakan sebagai tolak ukur penilaian
kinerja satker dan menurut data per 30 September 2022 penggunaan
marketplace digipay di Provinsi Maluku Utara adalah peringkat yang paling
rendah se-Indonesia”. Hal tersebut didukung oleh Kepala Unit Implementasi
Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Maluku Utara Trisno Sumaryadi
(2022) bahwa “masyarakat Kota Ternate menggunakan sistem pembayaran
Qris terbilang masih minim.3
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara, Indra
Gunawan, mengatakan per November 2022 pengguna Qris di Maluku Utara
sebanyak 29.796 pengguna. Yang mana, jika dibandingkan dengan tahun 2021,
angka tersebut mengalami peningkatan. Dengan adanya peningkatan tersebut,
pada tahun 2022, di wilayah Maluku Utara terdapat 27.057 pengguna baru
Qris. Pengguna Qris pada tahun 2021 sebanyak 2.739 pengguna, di tahun 2022
3
Agatha Christy S, dan Mahardika Catur P. M “Pengaruh Minat Penggunaan Payment
Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) Terhadap Masyarakat di Kota Ternate”
(Manarang: Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 2023), hlm.141
3
meningkat sebesar 987,8 persen.”Lebih jelasnya bisa dilihat pada table 1.1
berikut.4
Tabel 1.1
Perkembangan Qris 2021-2022
Perkembangan Qris Di Provinsi Maluku Utara
Maluku Utara 2021 2022
2.739 29.796
Sumber : Ternate Kalesang.
Data diatas bisa di simpulkan bahwa terdapat peningkatan pengunaan Qris
di maluku utara yakni sebesar 27.057 penguna baru pada tahun 2022 maka dari
itu penguna Qris dimaluku utara menungkat sebesar 987,8% ditahun 2022
namun pada saat pemaparan data Bank Indonesia pada kegiatan Diseminasi
Fiskal dan Moneter pada 13 Desember 2022 lalu jika dibandingkan dengan
wilayah Sulawesi dan Papua, Maluku Utara termasuk yang paling rendah
dalam dalam pengunaan Qris.
Artinya pengetahuan tentang sistem pembayaran Qris sangatlah di
butuhkan oleh setiap individu yang melakukan kegiatan ekonomi baik itu
seorang pebisnis atau seorang pelaku usaha, terutama pada pelaku usaha kecil
menengah yang berada Maluku Utara yang juga ikut terlibat dalam melakukan
aktifitas ekonomi. Dan sasaran utama dalam meningkatan para penguna Qris
adalah pada para pelaku usaha.
4
Ternate Kalesang, [Link]
maluku-utara-naik-9878-persen/ (Diakses 17 Juni 2023).
4
UKM di Indonesia telah menjadi bagian penting dari sistem perekonomian
di Indonesia. Hal ini dikarenakan UKM merupakan unit-unit usaha yang lebih
banyak jumlahnya dibandingkan usaha industri berskala besar dan memiliki
keunggulan dalam menyerap tenaga kerja lebih banyak dan juga mampu
mempercepat proses pemerataan sebagai bagian dari pembangunan.
UMKM dipaksa untuk bisa segera berinovasi dan beradaptasi, antara lain
dengan mengadopsi model bisnis digital. Hingga saat ini terdapat 132 juta
pengguna internet di Indonesia.5 Industri fintech (financial technology)
berupaya mengoptimalkan potensi tersebut dengan menawarkan berbagai
bentuk produk keuangan yang memberi kemudahan bagi penggunanya untuk
mengakses berbagai layanan keuangan. Produk-produk keuangan digital itu
antara lain Go-Pay, Ovo, Dana, dan sebagainya. Selain itu, terdapat pula
alternatif pembayaran menggunakan Qris.6
Peningkatan Kompetensi Bagi Pelaku Usaha Nasional di Daerah secara
daring pada Senin (15/8/2022), menyampaikan di Provinsi Maluku Utara Pada
kuartal II tahun 2022, pertumbuhan mencapai sebesar 5,44 persen atau tumbuh
29,63 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara kuartal
II mencapai Rp 17,06 Triliun. Dengan demikian, Maluku Utara dapat menjadi
lokomotif pendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur,
karena memiliki potensi yang besar terutama di industri pengolahan. Begitu
pula, di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Zakiyah
menuturkan capaian ini tentunya tidak lepas dari kerja keras pemerintah dan
5
Rhenald Kasali, “The Great Shifting”, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2018)
hlm.40.
6
Ibid, hlm.922.
5
masyarakat khususnya para pelaku usaha Usaha Mikro Kecil (UMK) yang
tetap menjalankan kegiatannya meski dalam kondisi yang berat serta adanya
dukungan kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang
kondusif.7
Dalam Islam uang elektronik dijelaskan dalam fatwa DSN-MUI terkait
uang elektronik, diatur dalam Fatwa DSN-MUI No: 116/DSN-MUI/IX/2017
tentang Uang Elektronik Syariah, fatwa ini berkaitan dengan pedoman
penggunaan Uang Elektronik Syariah. Fatwa DSN-MUI ini berlandaskan
hukum:
ِاَّن َهّٰللا َيْأُم ُر ُك ْم َاْن ُتَؤ ُّد وا اَاْلٰم ٰن ِت ِآٰلى َاْهِلَهۙا
Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada
yang berhak menerimanya... (Q.S An-Nisa [4] :58)
Salah satu objek yang menarik untuk dibahas adalah UKM yang berada di
Kota Ternate Provinsi Maluku Utara yang juga terlibat dalam melakukan
aktifitas ekonomi. Peneliti memilih UKM Kota Ternate sebagai objek
penelitian karena peneliti melihat masih banyak para pelaku usaha kecil yang
belum memanfatkan sistem pembayaran Qris.
Maka berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik untuk melakukan
penenilitan dengan judul “Analisis Minat Pelaku Usaha (UKM) Terhadap
Metode Pembayaran Qris Studi Kasus di Kota Ternate (Tinjauan Ekonomi
Islam)”
7
[Link]
sebagai-lokomotif-pendukung-pertumbuhan-ekonomi, (Diakses 17 Juni 2023)
6
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penelitian ini di lakukan
dengan rumusan masalah yaitu:
1. Apa saja faktor yang dapat mempengaruhi minat para pelaku usaha
UKM di Kota Ternate, dalam menggunakan sistem pembayaran
Qris?....
2. Bagaimana Dampak Penggunaan Qris Tterhadap Para Pelaku Usaha
UKM di Kota Ternate?
C. Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan penelitiannya
adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui teantang minat para pelaku usaha kecil, menengah
terhadap penggunaan sistem pembayaran Qris di Kota Ternate.
2. Untuk mengetahui dampak penggunaan Qris terhadap para pelaku
usaha UKM di Kota Ternate
D. Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini diharapkan dapat bermanfat yang baik bagi para
pembaca baik dari segi teoritis maupus secara praktis.
1. Manfaat Teoritis
7
a. Penelitian ini selain menambah pengalaman, juga diharapkan dapat
berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dimasa akan dating.
b. Untuk dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan terhadap para
pelaku usaha yang ada di Kota Ternate.
2. Manfaat Praktis
Penelitian ini juga berpengaruh terhadap peningkatan ilmu
pengetahuan bagi peneliti tentang pengaruh sistem pembayaran
online. serta diharapkan dapat memberikan informasi tentang
perkembangan teknologi pada masyarakat khususnya para pelaku
usaha tentang Sistem Pembayaran Online.
E. Definisi Operasional
1. Quick Response Indonesia Standard
Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat Qris
(dibaca KRIS)8 adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai
Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.
QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan
Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah,
cepat, dan terjaga keamanannya. Semua Penyelenggara Jasa Sistem
Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib
menerapkan QRIS9
2. UKM (Usaha Kecil Menengah)
8
Selanjutnya penulisan kalimat Quick Response Indonesia Standard akan di singkat
Menjadi Qris
9
[Link] (Diakses 22 Juni 2023)
8
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Kecil
Menengah (UKM) memiliki Kriteria sebagai berikut: (1) Usaha Mikro,
yaitu usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha milik
perorangan yang memenuhi kriteria yakni: (a) Memiliki kekayaan bersih
paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk
tanah dan bangunan tempat usaha (b) Memiliki hasil pnjualan tahunan
paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) (2) Usaha Kecil ,
yaitu usaha ekonomi yang produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan
oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak
perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau
menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha
menengah atau usaha besar yang memnuhi criteria yakni: (a) Memilki
kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 (lima puluh) sampai dengan
paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk
tanah dan bangunan tempat usaha atau (b) Memiliki hasil penjualan
termasuk tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah)
sampai dengan paling banyak Rp [Link],00 (dua milyar ratus juta
rupiah) (3) Usaha Menengah, yaitu usaha ekonomi produtif yang berdiri
sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang
bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki,
dikuasi, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan
usaha kecil atau usaha besar yang memenuhi criteria : a) Memiliki
kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)
9
sampai dengan paling banyak Rp [Link] (sepuluh milyar rupiah)
tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha : atau memiliki 111 hasil
penjualan tahunan lebih dari Rp [Link],00 (dua milyar lima ratus
juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp [Link],00 (lima
puluh milyar rupiah).10
F. Tinjauan Pustaka
Tinjawan pustaka berisi sumber-sumber yang relefan dengan materi yang
diteliti unruk memperkuat landasan teori penelitian, 11 Berikut adalah hasil dari
penelusuran kajian pustaka atas penelitian terdahulu yang refefan dengan objek
penelitian iniadalah:
1. Meida Kusumah Mardani, pada tahun 2023 pada Skripsinya yang berjudul
Optimalisasi Penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris)
Pada Pelaku Usaha Kecil Menengah (Ukm) Di Kecamatan
Majenang .Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan
pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan
observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan
dengan reduksi data, penyajian dan kemudian penarikan kesimpulan. Untuk
menguji keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa (1) Penerapan Qris pada pelaku UKM umumnya
sudah sesuai dengan sosialisasi tentang Qris, namun untuk penerapan
sehari-hari yang terjadi di pelaku usaha ataupun konsumen masih jarang
10
M Irman, dan V Azani. “Perancangan Akuntansi Pada Usaha Kecil Menengah (Ukm)
Toko Etek Jas: Studi Kasus Bukittinggi” (Jurnal Ilmiah Manajemen: Deepublished, 2016)
hlm.110-111
11
Tim Penyusun, Buku Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi, (IAIN Ternate)
10
yang menerapkan Qris. (2) Hambatan yang terjadi pada penerapan Qris di
UKM diantaranya, jarangnya konsumen yang bertransaksi yang
menggunakan Qris di toko/merchant mereka. Serta adanya biaya yang
dikenakan pada salah satu UKM yaitu sebesar 0,7% dari nilai transaksi
pembayaran UKM. (3) Dampak penjualan setelah menggunakan Qris pada
pelaku UKM yaitu tidak mempengaruhi pada omzet penjualan mereka.
Walaupun demikian ada beberapa UKM yang mengalami perbedaan
sebelum dan sesudah memakai QRIS yaitu mempermudah konsumen untuk
bertransaksi di toko/merchant mereka.
2. I Wana Arta Setiawan, dkk Pada tahun 2020 pada jurnalnya yang berjudul
Qris Di Mata Umkm: Eksplorasi Persepsi Dan Intensi Umkm
Menggunakan Qris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
mengunakan strategi wawancara dan analisis data. Data dikumpulkan
melalui proses wawancara mendalam semi-terstruktur yang melibatkan 16
pelaku usaha (UMKM) yang tinggal di kota Denpasar. Data kemudian
dianalisis melalui proses coding dan theming. Penelitian ini
mengindikasikan bahwa UMKM memiliki persepsi positif terhadap Qris,
sebagai alternatif cara pembayaran yang mudah dan dapat mengurangi
kontak fisik. Penelitian ini juga menemukan bahwa intensi UMKM
menggunakan Qris dipengaruhi oleh:
a. Persepsi positif terhadap Qris
b. Pengaruh pihak luar, antara lain pembeli, teman dekat, dan para
influencer
11
c. Persepsi hambatan menggunakan Qris, antara lain kualitas koneksi
internet, biaya penggunaan, dan batas transaksi.
3. Syafira Aulia Fadlillah, dkk dalam jurnalnya yang berjudul Pengaruh
Kemudahan Dan Keamanan Terhadap Minat Menggunakan Quick Response Code
Indonesian Standard (Qris) Pada Pelaku UMKM Binaan Bank Indonesia Kpw
Solo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dengan jumlah
15 UKM binaan Bank Indonesia KPw Solo sebagai populasi dan sampel
yang digunakan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan
analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:
a. Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kenyamanan dan
minat menggunakan Qris pada UMKM binaan Bank Indonesia KPw
Solo, penggunaan Qris dinilai mudah digunakan dan tidak
membutuhkan banyak waktu dan tenaga.
b. Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara keamanan dan minat
penggunaan Qris pada UMKM binaan Bank Indonesia KPwSolo,
keamanan Qris terjamin karena diawasi dari satu pintu oleh Bank
Indonesia.
c. Terdapat pengaruh antara kenyamanan dan keamanan terhadap minat
menggunakan Qris.
Persamaan penelitian dan penelitian sebelumnya terletak pada subjeknya
yaitu Qris dimata UKM, sebagai contoh penelitian yang dilakukan Meida
12
Kusumah Mardani, I Wana Arta Setiawan, dkk, dan Syafira Aulia Fadlillah,
dkk, yang sama-sama meneliti tetang Qris dimata UKM, sedangkan
perbedaan terletak pada objek penelitiian dan metode yang digunakan
dalam penelitian.
G. Sistematika Penulisan
Penelitian ini difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi minat pelaku
usaha (UKM) dikota ternate dalam mengunakan Qris dengan sistematika sebagai
berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas tentang latar belakang masalah, rumusah masalah tujuan
penelitian, manfaat penelitian, definisi opersional, kajian pustaka, dan sistematika
penulisan.
BAB II LANDASAN TEORITIS
Bab ini berisi penjelasan kajian pustaka tentang Transaksi Online, Gambaran
Umum Quick Response Indonesia Standard, dan Usaha Kecil Menengah.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini berisi tentang metode penelitian sebagai alat untuk penelitian
dilapangan, yang berisi sifat dan jenis penlitian, lokasi dan waktu pelitian, sumber
data, teknik pengumpulan data dan teknik analisa data.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHSAN
13
Bab ini terdiri dari gambaran umum dari para pelaku usaha kecil (UKM) Kota
Ternate, serta hasil dan pembahasan mengenai bagaimana minat para pelaku usaha
dalam tingkat pengunaan Qris dikota Ternate tahun 2023
BAB V PENUTUP
Bab ini memuat tentang kesimpulan dari semua pembahasan dan juga
merupakan jawaban dari semua permasalahan yang dikaji dan saran yang diajukan
untuk penelitian selanjutnya.
14
BAB II
LANDASAN TEORITIS
A. Kajian Pustaka
1. Transaksi Online (E-Comerse)
Adapun teori yang mengatakan bahwa e-commerce terbagi dalam
tiga periode yaitu: 12
a. Invention, merupakan periode penemuan, dimulai pada tahun 1995
dimana penggunaan web pertama kali sebagai alat untuk mengiklankan
produk. Selama periode ini e-commerce hanya memasarkan produk
melalui iklan statis yang ditampilkan di web perusahaan. Mesin pencari
belum canggih dan bandwidth internet kecil. Periode ini berakhir pada
tahun 2000 ketika pasar saham anjlok dan ribuan perusahaan
menghilang atau di istilahkan “dot-com crash”.
b. Consolidation, merupakan periode konsolidasi, dimulai dari tahun
2001 sampai 2006. Selama periode ini e-commerce berubah tidak hanya
menjual produk ritel tetapi juga memberikan layanan yang kompleks,
seperti layanan pengiriman dan keuangan. Periode ini internet sudah
tersebar luas dengan jaringan broadband. Pemasaran produk sudah
merambah melalui web, mesin pencari, email, iklan video, iklan media
12
Decky Hendarsyah, “E-Commerce Di Era Industri 4.0 Dan Society 5.0”, Jurnal Ilmiah
ekonomi Kita, (2019), hlm.173
15
dan iklan mesin pencari. Kemudian sudah menyediakan fasilitas umpan
balik di web perusahaan.
c. Reinvention, merupakan periode penemuan kembali, dimulai tahun
2007 beriringan dengan diperkenalkannya iPhone, hingga saat ini e-
commerce ditransformasikan ke jejaring sosial yang bisa diakses secara
luas oleh perangkat seluler konsumen seperti smartphone dan komputer
tablet. Pemasaran ditransformasikan melalui jejaring sosial kemudian
menjadi pembicaraan mulut ke mulut dan viral. Perusahaan sudah
menggunakan repositori data yang jauh lebih kuat dan menggunakan
alat analisis pemasaran sehingga pemasaran terkoordinasi berdasarkan
jejaring sosial, mesin pencari, web, platform ponsel dan email.
Pada periode reinvention banyak fitur unik dari teknologi e-
commerce dan internet yang datang secara bersamaan dalam satu set
aplikasi dengan teknologi media sosial yang disebut sebagai web 2.0,
web 2.0 menggunakan lusinan alat seperti wiki, rss atau xml, blog,
mikroblog dan lain-lain. Selain itu Turban secara tersirat berpendapat
web 2.0 merupakan representasi e-commerce 2.0, kemudian dia juga
mengatakan bahwa e-commerce termasuk e-commerce 2.0 difasilitasi
oleh perkembangan ekonomi, sosial dan perusahaan secara digital.13
Pada tahun 1999 Internet mulai masuk di Indonesia dan pada setiap
tahunnya mengalami perkembangan yang begitu pesat, hal ini
merupakan dasar dari muncul dan berkembangnya e-commerce di
13
Ibid, hlm.173
16
Indonesia. Berikut data Pengguna Internet di Indonesia tahun 1999
sampai dengan tahun 2015.
Gambar 1.2 pertumbuhan pengguna internet di Indonesia tahun 1998
sampai 2015
Sumber: [Link]
Berdasarkan data gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa
pengguna internet di Indonesia sejak tahun 1998 mulai mengalami
pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 1998 pengguna internet di
Indonesia hanya sekitar 500 ribu orang. Pada tahun 1999 pengguna
internet mencapai 1 juta orang. Jumlah tersebut terus berkembang
dalam tahun-tahun berikutnya hingga tahun 2012 mengalami
pertumbuhan yang pesat yakni berjumlah 63 juta orang. Dan terus
mengalami peningkatan sampai pada tahun 2015 mencapai jumlah 139
juta orang.
Pemanfaatan internet pada bidang ekonomi adalah munculnya situs
jual-beli online atau e-commerce yang mempermudah proses transaksi
tanpa adanya pertemuan antara penjual dan pembeli secara langsung. E-
commerce muncul dikarenakan anggapan ketidak efisiensi manusia
17
dalam melakukan perdagangan secara konvensional, dengan langsung
mendatangi toko-toko, pasar, mall, dan tempat perdagangan lainnya.
Hal ini juga ditambah faktor perkembangan internet yang membuat
belanja online menjadi alternatif baru seperti layanan, efisiensi,
keamanan, dan juga popularitas.14
Pada tahun 1999 hingga 2005, mayoritas masyarakat Indonesia
masih memilih melakukan jual-beli konvensional. E-commerce belum
terlalu diminati karena belum banyak yang mengetahui cara melakukan
jual-beli secara online. Hingga tahun berikutnya e-commerce mulai
diminati dan telah banyak situs jual-beli online yang gencar melakukan
promosi. Mudahnya dalam mengakses internet memudahkan
masyarakat melakukan transaksi jual-beli online dalam segenggam
tangan yang hampir semua manusia memilikinya yaitu handphone atau
gadget. E-commerce menawarkan banyak kemudahan dan keuntungan
untuk para pembelinya. E- commerce menjadi kebiasaan baru
masyarakat Indonesia dalam bertransaksi.15
2. Gambaran Umum QRIS
a. Awal Munculnya QR Code
Kode QR atau biasa dikenal dengan QR Code adalah bentuk
evolusi kode batang dari satu dimensi menjadi dua dimensi. Penggunaan
kode QR sudah sangat lazim di Jepang Hal ini dikarenakan
14
Mustajibah Tutik, Trilaksana Agus “Dinamika E-Commerce Di Indonesia Tahun 1999-
2015”, Jurnal Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya,Vol. 10, No.3, (2021). hlm.5-6
15
Ibid, hlm.5-6
18
kemampuannya menyimpan data yang lebih besar daripada kode batang
sehingga mampu mengkodekan informasi dalam bahasa Jepang sebab
dapat menampung huruf kanji. Kode QR telah mendapatkan standardisasi
internasional dan standardisasi dari Jepang berupa ISO/IEC18004 dan
JIS-X-0510 dasasan telah digunakan secara luas melalui ponsel di Jepang
Kode QR adalah suatu jenis kode matriks atau kode batang dua dimensi
yang dikembangkan oleh Denso Wave, sebuah divisi Denso Corporation
yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dan dipublikasikan pada
tahun 1994 dengan fungsionalitas utama yaitu dapat dengan mudah
dibaca oleh pemindai.16
QR merupakan singkatan dari quick response atau respons cepat,
yang sesuai dengan tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi
dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan
kode batang, yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode
QR mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal, oleh
karena itu secara otomatis Kode QR dapat menampung informasi yang
lebih banyak daripada kode batang.17
Munculnya QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard
sudah dimulai sejak 2019. Pada saat itu, di Indonesia terdapat berbagai
macam sistem pembayaran elektronik yang beroperasi secara terpisah,
seperti QR code yang dimiliki oleh masing-masing penyedia jasa
16
Yohana Tri Widayat, “Aplikasi Teknologi Qr (Quick Response) Code Implementasi Yang
Universal” Jurnal Fakultas Ilmu Komputer Universitas AKI, KOMPUTAKI Vol.3, No.1, (2017),
hlm. 68
17
Ibid, hlm. 69
19
pembayaran. Kondisi ini membuat pengguna dan pemilik usaha
mengalami kerumitan dalam melakukan transaksi, karena setiap penyedia
jasa memiliki QR code yang berbeda.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Bank Indonesia (BI)
sebagai bank sentral mengambil langkah dengan mengembangkan
standar nasional yang mengintegrasikan semua QR code ke dalam satu
sistem tunggal. Tujuannya menciptakan sistem pembayaran yang lebih
efisien, inklusif, dan mudah digunakan oleh semua individu. BI telah
memulai program QRIS yang melibatkan beberapa bank dan penyedia
jasa pembayaran. Mereka bekerja sama untuk mengembangkan standar
QR code yang dapat diterima oleh semua pihak, tanpa memandang jenis
penyedia jasa pembayaran yang digunakan.18 Setelah melalui serangkaian
uji coba dan evaluasi, QRIS secara resmi diluncurkan oleh BI pada 17
Agustus 2019, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-74 Indonesia. Bank
sentral baru mengimplementasikan layanan pembayaran ini pada 1
Januari 2020 untuk memfasilitasi persiapan bagi para penyelenggara jasa
sistem pembayaran (PJSP). Saat peluncuran, QRIS dihadirkan sebagai
standar nasional untuk sistem pembayaran berbasis QR code di
Indonesia.19
Melalui QRIS, semua transaksi pembayaran dapat dilakukan
dengan menggunakan satu QR code yang dapat di-scan oleh berbagai
18
Wahyu A. [Link]
dan-manfaat-yang-luar-biasa-bagi-transaksi-keuangan (Diakses 18 Oktober 2023)
19
Lavinda. [Link]
tunai-transfer-dan-setor-mulai-1-september (Diakses 18 Oktober 2023)
20
aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Adapun peluncuran QRIS
bahkan disebut oleh [Link] merupakan salah satu implementasi Visi
Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada
Mei 2019 lalu.
b. Pengertian
Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat
Qris (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai
Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.
QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan
Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih
mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Semua Penyelenggara Jasa
Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran
wajib menerapkan Qris. Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi
pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang
digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang,
warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo Qris, meskipun
penyedia Qris di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang
digunakan masyarakat. Merchant hanya perlu membuka rekening atau
akun pada salah satu penyelenggara Qris yang sudah berizin dari BI.
Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari
masyarakat menggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya.
Nominal Transaksi Qris dibatasi paling banyak sebesar Rp10.000.000,00
(Sepuluh Juta Rupiah) per transaksi. Penerbit dapat menetapkan batas
21
nominal kumulatif harian dan/atau bulanan atas Transaksi Qris yang
dilakukan oleh setiap Pengguna Qris, yang ditetapkan berdasarkan
manajemen risiko Penerbit.20
Berdasarkan pengertian di atas Qris merupakan suatu metode
pembayaran yang mengunakan QR Code yang di keluarkan oleh Bank
Indonesia bersama industri sistem pembayaran dengan tujuan agar
masyarakat dapat melakukan proses transaksi dengn lebih mudah dan
aman karena sudah tersedia di seluruh aplikasi pembayaran yang ada di
Indonesia.
c. Keuntungan Dan Manfaat Qris
1) Keuntungan
Qris mengakomodir 2 model penggunaan QR Code Pembayaran yaitu
Merchant Presented Mode (MPM) dan Customer Presented Mode (CPM).
Namun demikian, implementasinya mengacu pada standar Qris yang
ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai standar nasional.
2) Manfaat
Standarisasi QR Code dengan Qris memberikan banyak manfaat, antara
lain:
a) Bagi pengguna aplikasi pembayaran: just scan and pay!
Cepat dan kekinian.
Tidak perlu repot lagi membawa uang tunai.
Tidak perlu pusing memikirkan QR siapa yang terpasang.
20
Bank Indonesia, [Link] (Diakses 19 Juli 2023)
22
Terlindungi karena semua PJSP penyelenggara Qris sudah
pasti memiliki izin dan diawasi oleh Bank Indonesia.
b) Bagi Merchant:
Penjualan berpotensi meningkat karena dapat menerima
pembayaran berbasis QR apapun.
Meningkatkan branding.
Kekinian.
Lebih praktis karena cukup menggunakan satu Qris.
Mengurangi biaya pengelolaan kas.
Terhindar dari uang palsu.
Tidak perlu menyediakan uang kembalian.
Transaksi tercatat otomatis dan bisa dilihat setiap saat.
Terpisahnya uang untuk usaha dan personal.
Memudahkan rekonsiliasi dan berpotensi mencegah tindak
kecurangan dari pembukuan transaksi tunai.
Membangun informasi credit profile untuk memudahkan
memperoleh kredit kedepan.
3) Dasar Hukum Qris
Dasar hukum dari pelaksanaan Qris ini mengacu kepada
Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21/18/PADG/2019
(PADG 21/2019). Dalam peraturan tersebut, diatur beberapa hal
mulai dari ruang lingkup penggunaan QR Code pembayaran,
23
implementasi Qris sebagai standar nasional, pemrosesan transaksi
Qris serta pengawasan penggunaan OR Code untuk pembayaran.21
3. Usaha Kecil Memengah (UKM)
a. Pengertian
Usaha kecil sebagaimana di atur dalam Undag-Undang Nomor 9 Tahun
1995 tentang Usaha Kecil adalah usaha produktif yang bersekala kecil dan
memenuhi keriteria kekayaan bersih paling banyak Rp.200.000.000. (dua
ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau
memiliki hasil penjualan paling banyak Rp.[Link]. (satu milyar
rupiah) pertahun serta dapat menerima kreditdari banyak maksimal diatas.
Rp.50.000.000. (lima puluh juta rupiah).22
Usaha kecil di jelaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008
tentang Usaha Kecil dan Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang
berdiri sendiri, yang di lakukan oleh orang perorangan atau badan usaha
yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang di
miliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung
dari usaha menengan atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil
sebagaimana dimaksud dalam undang-undang ini.
Adapun kriteria usaha kecil menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun
1995 tentang Usaha Kecil adalah sebagai berikut:
21
Admin, [Link] (Diakses 19 Juli 2023)
22
Kusuma Wijaya, et al. “Kewirausahaan Dan Manajemen Usaha Kecil”. (Sumatra Barat:
PT Globat Eksekutif Teknologi, 2022), hlm. 21.
24
1) Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.200.000.000. (Dua Ratus
Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2) Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.[Link].
(Satu Miliar Rupiah)
3) Milik Warga Negara Indonesia
4) Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang
perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung
maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar
5) Berbentuk usaha orang perorangan, badan usaha yang tidak berbadan
hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Menurut Keputusan Presiden RI Nomor 9 Tahun 1998 tentang
Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 89 Tahun 1996 Tentang
Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu, pengertian usaha kecil adalah
kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha mayoritas
merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari
persaingan yang tidak sehat.23
b. Batasan Usaha Kecil24
Batasan usaha kecil menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah usaha
yang memiliki pekerja lima sampai Sembilan belas orang yang terdiri atas
(termasuk) pekerja kasar yang di bayar, pekerja pemilik, dan pekerja
23
Wijaya Kusuma, et al, Kewirausahaan Dan Manajemen Usaha Kecil. (Sumatra Barat:
PT Globat Eksekutif Teknologi, 2022), hlm.22.
24
Wijaya Kusuma, loc. cit
25
keluarga. Perusahaan industry yang memiliki tenaga kerja kurang dari lima
orang diklasifikasikan sebagai industry rumah tangga.
Batasan usaha kecil menurut Bank Indonesia adalah usaha ekonomi
produktif yang berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau
cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau berafiliasi baik langsung
maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau usaha besar yang
memiliki kekeyaan bersih lebih dari Rp.50.000.000. (lima puluh juta rupiah)
sampai dengan paling banyak Rp.500.000.000. (lima ratus juta rupiah) tidak
termasuk tanah dan bangunan ttempat usaha atau memiliki hasil penjualan
tahunan lebih dari Rp.300.000.000. (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan
paling banyak Rp.[Link]. (dua milyar lima ratus juta rupiah)
sedangkan Batasan usaha kecil menurut Bank Dunia adallah usaha yang
memiliki pekerja kurang dari dua puluh orang.
c. Ciri-Ciri Usaha Kecil
Adapun ciri-ciri usaha kecil yang perlu di perhatikan di antaranya
adalah:
1) Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap
tidak gampang berubah.
2) Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-
pindah.
3) Sumber daya manusia atau (pengusaha) memiliki pengalaman
dalam berwirausaha.
26
4) Sudah memiliki izin usaha dan persiapan legalitas lainya termasuk
NPWP.
5) Sudah melakukan administrasi keuangan meskipun masih
sederhana, keuangan perusahaan sudah terpisah dengan keuangan
keluarg, sudah membuat naraca usaha.25
4. Dasar Hukum Uang Elektronik Dalam Pandangan Islam
a. Dasar Hukum
Di era 4.0 saat ini teknologi sangat berpengaruh pada tingkat
perkembangan dunia perbankan dan juga para pelaku usaha salah satunya
adalah dngan adanya transaksi online yang bias akita kenal dengan e-money.
Berikut pengertian e-money menurut Bank for International Settlements
yaitu:
“stored-value or “prepaid” products in which a record of the funds or
“value” available to a consumer is stored on an electronic device in the
consumer’s possession. The electronic value is purchased by the
consumer (for example, in the way that other prepaid instruments such
as travellers’ cheques might be purchased) and is reduced whenever the
consumer uses the device to make purchases. Traditional electronic
payment transactions such as those with debit or credit cards typically
require online authorisation and involve the debiting of the consumer’s
bank account after the transaction”26
25
Ibid, hlm.22
26
Bank for International Settlements, Implications for Central Banks of the Development of
Electronic Money (Bank For International Settlements 1996).
27
“Produk dengan nilai tersimpan atau produk “prabayar” yang mana
catatan dana atau “nilai” yang tersedia bagi konsumen disimpan pada
perangkat elektronik yang dimiliki konsumen. Nilai elektronik dibeli oleh
konsumen (misalnya, dengan cara membeli instrumen prabayar lainnya
seperti cek perjalanan) dan dikurangi setiap kali konsumen menggunakan
perangkat tersebut untuk melakukan pembelian. Transaksi pembayaran
elektronik tradisional seperti kartu debit atau kredit biasanya memerlukan
otorisasi online dan melibatkan pendebitan rekening bank konsumen
setelah transaksi”.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat di ketahui bahwa e-money adalah
produk yang nilai uangnya di simpan (stored-value), atau produk prabayar
(prepaid) dimana sjumblah dana atau nilai yang di miliki oleh konsumen di
simpan dalam suatu media elektronik. Nilai elektronik dibeli oleh konsumen
(misalnya, dengan cara instrumen prabayar lainnya seperti cek perjalanan
dapat dibeli) dan dikurangi setiap kali konsumen menggunakan perangkat
tersebut untuk melakukan pembelian. Transaksi pembayaran elektronik
tradisional seperti dengan kartu debit atau kredit biasanya memerlukan
otorisasi online dan melibatkan pendebitan rekening bank konsumen setelah
transaksi.
Dasar hukum uang elektronik juga dijelaskan dalam Pasal 2 Ayat (1)
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Transaksi Elektronik adalah
28
perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan
Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.
b. Pandangan Islam Tentang Uang Elektronik
Pada dasarnya uang elektronik sama saja dengan uang biasa karena
sama-sama memiliki fungsi sebagai alat pembayaran saat proses transaksi
jual beli barang, dalam prespektif syariah uang elektronik di angap halal
atau di bolehkan. Kehalalan ini juga berlandaskan kaidah: a). setiap
transaksi pada hukum muamalah pada dasarnya di bolehkan kecuali ada
dalil yang mengharamkanya maka transaksi tersebut menjadi haram. Maka
dari itu uang elektronik juga harus memenuhi kriteria dan ketentuang sesuai
dengan prinsip syariah; b). Adanya tuntutan akan kebtuhan manusia tentang
uang elektronik, dan pertimbangan banyaknya kemaslahatan yanga ada di
dalamnya.
DSN MUI memutuskan menetapkan fatwa tentang uang elektronik
syariah dengan beberapa ketentuan umum sebagai berikut:27
1) Uang elektronik adalah alat pembayaran yang memenuhi unsur-
unsur berikut:
a) Diterbitkan atas dasar jumlah nominal uang yang disetor
terlebih dahulu kepada penerbit.
b) Jumlah nominal uang disimpan secara elektronik dalam suatu
media seperti server atau chip.
27
Zahra Aulia M, dan Rachmad Risqy K, Electronic Money Sebagai Alat Transaksi Dalam
Pandangan Islam, Jurnal: Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darul
Qur’an, Bogor, (2022) hal.5-6
29
c) Jumlah nominal uang elektronik yang dikelola oleh penerbit
bukan merupakan simpanan sebagimana dimaksud dalam
undang-undang yang mengatur mengenai perbankan.
d) Digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang
bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut
2) Uang elektronik syariah adalah uang elektronik yang sesuai dengan
prinsip syariah.
3) Jumlah nominal uang elektronik adalah jumlah nominal uang yang
disimpan secara elektronik yang dapat dipindahkan karena keperluan
transaksi pembayaran atau transfer dana.
4) Penerbit adalah bank atau lembaga selain bank yang menerbitkan
uang elektronik.
5) Pemegang uang elektronik adalah pihak yang menggunakan uang
elektronik
Fatwa Dewan Syariah Nasional-MUI No:116/DSN-MUI/IX/2017 tentang
Uang Elektronik Syariah. Dalam ketentuan terkait akad dan personalia hukum,
akad antara penerbit dengan pemegang uang elektronik adalah akad Wadi’ah atau
akad Qardh.
1. Ketentuan dalam akad wadi’ah: (1) Jumlah nominal uang elektronik
sifatnya titipan yang dapat digunakan/diambil oleh pemegang kapan saja
(2) Jumlah nominal uang elektronik yang dititipkan tidak boleh
digunakan oleh penerbit, kecuali atas izin pemegang kartu (3) Dalam hal
30
uang titipan digunakan penerbit dan mengalami resiko kerugian, maka
penerbit bertanggung jawab secara penuh (4) Otoritas dapat menjamin
atau tidak menjamin dana pemegang uang elektronik yang dititipkan di
Penerbit.
2. Ketentuan dalam akad Qardh: (1) Jumlah nominal uang elektronik
sifatnya hutang piutang yang dapat digunakan/diambil oleh pemegang
kapan saja (2) Penerbit dapat menggunakan (menginvestasikan) uang
hutang dari Pemegang Uang Elektronik (3) Penerbit wajib
mengembalikan jumlah pokok piutang pemegang uang elektronik kapan
saja sesuai kesepakatan (4) Otoritas boleh membatasi penerbit dalam
penggunaan dana hutang dalam pertimbangan masalah.
Berikut ini adalah beberapa dalil yang menjelaskan tentang hukum uang
elektronik:28
1. Alquran
a. QS An-Nisa [4]: 58
ِاَّن َهّٰللا َيْأُم ُر ُك ْم َاْن ُتَؤ ُّد وا اَاْلٰم ٰن ِت ِآٰلى َاْهِلَهۙا َوِاَذ ا َح َك ْم ُتْم َبْيَن الَّناِس َاْن َتْح ُك ُم ْو ا ِباْلَع ْد ِل ۗ ِاَّن َهّٰللا ِنِعَّم ا
َيِع ُظُك ْم ِبٖه ۗ ِاَّن َهّٰللا َك اَن َسِم ْيًع ۢا َبِص ْيًرا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada
yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di
antara manusia, hendaklah dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi
pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah
adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Nisa’ [4]: 58).
28
[Link] (Diakses 20 Juli 2023)
31
b. QS Al-Maidah [5]: 1
ٰٓيَاُّيَها اَّلِذ ْيَن ٰا َم ُنْٓو ا َاْو ُفْو ا ِباْلُع ُقْو ِۗد ُاِح َّلْت َلُك ْم َبِهْيَم ُة اَاْلْنَع اِم ِااَّل َم ا ُيْتٰل ى َع َلْيُك ْم َغْيَر ُمِح ِّلى الَّصْيِد
َو َاْنُتْم ُحُر ٌۗم ِاَّن َهّٰللا َيْح ُك ُم َم ا ُيِر ْيُد
“Hai orang yang beriman! Tunaikanlah akad-akad itu. Dihalalkan
bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu.
(Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu
sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hokum-
hukum menurut yang dikehendaki-Nya” (QS Al-Maidah [5]: 1)
c. QS Al-Isra [17]: 34
َو اَل َتْقَر ُبْو ا َم اَل اْلَيِتْيِم ِااَّل ِباَّلِتْي ِهَي َاْح َس ُن َح ّٰت ى َيْبُلَغ َاُش َّد ۖٗه َو َاْو ُفْو ا ِباْلَع ْهِۖد ِاَّن اْلَع ْهَد َك اَن َم ْسُٔـْو اًل
“Dan tunaikanlah janji-janji itu, sesungguhnya janji itu akan dimintai
pertanggungjawaban” (QS Al-Isra [17]: 34)
d. QS An-Nisa [4]: 29
ٰٓيَاُّيَها اَّلِذ ْيَن ٰا َم ُنْو ا اَل َتْأُك ُلْٓو ا َاْم َو اَلُك ْم َبْيَنُك ْم ِباْلَباِط ِل ِآاَّل َاْن َتُك ْو َن ِتَج اَر ًة َع ْن َتَر اٍض ِّم ْنُك ْم ۗ َو اَل
َتْقُتُلْٓو ا َاْنُفَس ُك ْم ۗ ِاَّن َهّٰللا َك اَن ِبُك ْم َر ِح ْيًم ا
“Hai orang yang beriman! Janganlah kalian memakan (mengambil)
harta orang lain secara batil, kecuali jika berupa perdagangan yang
dilandasi atas sukarela di antara kalian” (QS An-Nisa [4]: 29)
e. QS Al-Kahfi [18]: 19
َو َك َٰذ ِلَك َبَع ْثَٰن ُهْم ِلَيَتَس ٓاَء ُلو۟ا َبْيَنُهْم ۚ َقاَل َقٓاِئٌل ِّم ْنُهْم َك ْم َلِبْثُتْم ۖ َقاُلو۟ا َلِبْثَنا َيْو ًم ا
َأْو َبْع َض َيْو ٍم ۚ َقاُلو۟ا َر ُّبُك ْم َأْع َلُم ِبَم ا َلِبْثُتْم َفٱْبَع ُثٓو ۟ا َأَح َد ُك م ِبَو ِر ِقُك ْم َٰه ِذِهٓۦ ِإَلى
32
ٱْلَم ِد يَنِة َفْلَينُظْر َأُّيَهٓا َأْز َك ٰى َطَع اًم ا َفْلَيْأِتُك م ِبِر ْز ٍق ِّم ْنُه َو ْلَيَتَلَّطْف َو اَل
ُيْش ِعَر َّن ِبُك ْم َأَح ًدا
“Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota
dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah
makanan yang paling baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu
untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-
kali menceritakan halmu kepada seorang pun.” (QS Al-Kahfi [18]: 19)
f. QS Al-Furqan [25]: 67
َو ٱَّلِذ يَن ِإَذ ٓا َأنَفُقو۟ا َلْم ُيْس ِر ُفو۟ا َو َلْم َيْقُتُرو۟ا َو َك اَن َبْيَن َٰذ ِلَك َقَو اًم ا
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak
berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu)
di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS Al-Furqan [25]: 67)
g. QS Al-Qashash [28]: 26
َقاَلْت ِاْح ٰد ىُهَم ا ٰٓيَاَبِت اْسَتْأِج ْر ُهۖ ِاَّن َخْيَر َمِن اْسَتْأَج ْر َت اْلَقِو ُّي اَاْلِم ْيُن
“Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai
ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya
orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita)
ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.” (QS Al-Qashash [28]: 26)
h. QS Al-Baqarah [2]: 275
َاَّلِذ ْيَن َيْأُك ُلْو َن الِّر ٰب وا اَل َيُقْو ُم ْو َن ِااَّل َك َم ا َيُقْو ُم اَّلِذ ْي َيَتَخَّبُطُه الَّش ْيٰط ُن ِم َن
اْلَم ِّۗس ٰذ ِلَك ِبَاَّنُهْم َقاُلْٓو ا ِاَّنَم ا اْلَبْيُع ِم ْثُل الِّر ٰب وۘا َو َاَح َّل ُهّٰللا اْلَبْيَع َو َح َّر َم الِّر ٰب وۗا
33
َفَم ْن َج ۤا َء ٗه َم ْو ِع َظٌة ِّم ْن َّرِّبٖه َفاْنَتٰه ى َفَلٗه َم ا َس َلَۗف َو َاْم ُر ٓٗه ِاَلى ِهّٰللاۗ َو َم ْن
ٰۤل
َعاَد َفُاو ِٕىَك َاْص ٰح ُب الَّناِر ۚ ُهْم ِفْيَها ٰخ ِلُد ْو َن
“Orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan
seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan)
penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan
mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual–beli itu sama
dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual–beli dan
mengharamkan riba. Orang yang telah sampai kepadanya larangan dari
Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa
yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan
urusannya (terserah) kepada [Link] yang mengulangi
(mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka;
mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah [2]: 275)
i. QS Al-Baqarah [2]: 282
َٰٓيَأُّيَها ٱَّلِذ يَن َء اَم ُنٓو ۟ا ِإَذ ا َتَداَينُتم ِبَد ْيٍن ِإَلٰٓى َأَجٍل ُّمَس ًّم ى َفٱْك ُتُبوُهۚ َو ْلَيْك ُتب
َّبْيَنُك ْم َك اِتٌۢب ِبٱْلَع ْد ِل ۚ َو اَل َيْأَب َك اِتٌب َأن َيْك ُتَب َك َم ا َع َّلَم ُه ٱُهَّللۚ َفْلَيْك ُتْب
َو ْلُيْمِلِل ٱَّلِذ ى َع َلْيِه ٱْلَح ُّق َو ْلَيَّتِق ٱَهَّلل َر َّب ۥُه َو اَل َيْبَخْس ِم ْنُه َش ْئًـاۚ َفِإن َك اَن
ٱَّلِذ ى َع َلْيِه ٱْلَح ُّق َسِفيًها َأْو َض ِع يًفا َأْو اَل َيْسَتِط يُع َأن ُيِم َّل ُهَو َفْلُيْمِلْل َو ِلُّي ۥُه
ِبٱْلَع ْد ِل ۚ َو ٱْسَتْش ِهُد و۟ا َش ِهيَد ْيِن ِم ن ِّر َج اِلُك ْم ۖ َفِإن َّلْم َيُك وَنا َر ُج َلْيِن َفَر ُجٌل
َو ٱْمَر َأَتاِن ِمَّم ن َتْر َض ْو َن ِم َن ٱلُّش َهَدٓاِء َأن َتِض َّل ِإْح َد ٰى ُهَم ا َفُتَذِّك َر ِإْح َد ٰى ُهَم ا
34
ٱُأْلْخ َر ٰى ۚ َو اَل َيْأَب ٱلُّش َهَدٓاُء ِإَذ ا َم ا ُدُع و۟ا ۚ َو اَل َتْس َٔـُمٓو ۟ا َأن َتْك ُتُبوُه َص ِغ يًرا
ۖ َأْو َك ِبيًرا ِإَلٰٓى َأَجِلِهۦۚ َٰذ ِلُك ْم َأْقَس ُط ِع نَد ٱِهَّلل َو َأْقَو ُم ِللَّش َٰه َد ِة َو َأْدَنٰٓى َأاَّل َتْر َتاُبٓو ۟ا
ِإٓاَّل َأن َتُك وَن ِتَٰج َر ًة َح اِض َر ًة ُتِد يُر وَنَها َبْيَنُك ْم َفَلْيَس َع َلْيُك ْم ُجَناٌح َأاَّل
َتْك ُتُبوَهاۗ َو َأْش ِهُد ٓو ۟ا َذ ا َتَباَيْع ُتْم ۚ َو اَل ُيَض ٓاَّر َك اِتٌب َو اَل َش ِهيٌد ۚ َو ن َتْفَع ُلو۟ا
ِإ ِإ
َفِإَّن ۥُه ُفُسوٌۢق ِبُك ْم ۗ َو ٱَّتُقو۟ا ٱَهَّللۖ َو ُيَع ِّلُم ُك ُم ٱُهَّللۗ َو ٱُهَّلل ِبُك ِّل َش ْى ٍء َع ِليٌم
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak
secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu
menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu
menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan
menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah
ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan
(apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah
Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada
hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau
lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan,
maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan
persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di
antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki
dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya
jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah
saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil;
dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar
35
sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi
Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak
(menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika
mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu,
maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan
persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan
saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian),
maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan
bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah [2]: 282)
2. Hadis Nabi Saw.
a. Hadis Nabi riwayat Muslim, Abu Daud, al-Tirmizi, al-Nasa’i. dan Ibn
Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit:
: َأَّن الَّنِبَّي صلى هللا عليه وسلم َقاَل، رضي هللا عنه،َع ْن ُع َباَد َة ْبِن الَّصاِمِت
، َو الَّتْم ُر ِبالَّتْم ِر، َو الَّش ِع يُر ِبالَّش ِع يِر، َو اْلُبُّر ِباْلُبِّر، َو اْلِفَّض ُة ِباْلِفَّض ِة،"الَّذ َهُب ِبالَّذ َهِب
" َيًدا ِبَيٍد َفَم ْن َز اَد َأِو اْسَتَز اَد َفَقْد َأَر َبى اْلُم ْنَفَع َة ِبِر ٍّب، ِم ْثاًل ِبِم ْثٍل،َو اْلِم ْلُح ِباْلِم ْلِح
رواه مسلم.
Artinya: “(Jual–beli/pertukaran) emas dengan emas, perak dengan
perak, gandum dengan gandum, syair dengan syair, kurma dengan
kurma, dan garam dengan garam (disyaratkan harus dalam ukuran
yang) sama (jika yang dipertukarkan) satu jenis dan (harus) secara
tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan
secara tunai.”
36
b. Hadis Nabi riwavat Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri:
َع ِن الَّنِبِّي صلى هللا عليه وسلم، َر ِض َي ُهَّللا َع ْنُه، َع ْن َأِبي َسِع يٍد اْلُخ ْد ِر ِّي
"ال َتِبُعوا الَّذ َهَب ِبالَّذ َهِب ِإال ِبَس َو اٍء َو ال َتِز يُد وا َع َلى َبْع ِض ُك ْم َع َلى: َقاَل
َبْع ٍض َو ال َتِبُعوا اْلِفَّض َة ِباْلِفَّض ِة ِإال ِبَس َو اٍء َو ال َتِز يُد وا َع َلى َبْع ِض ُك ْم َع َلى
َبْع ٍض َو ال َتِبُعوا الَّذ َهَب َو اْلِفَّض َة ِباْلُح َو اِنَيِة ِإال َأْن َتُك وَن ِبَيٍد " متفق عليه.
Artinya: “Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama
(ukurannya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang
lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (ukurannya)
dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; dan
janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan
yang tunai.”
37
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Berdasarkan penelitian ini peneliti mengunakan jenis penelitian (field
reseach). Penelitian ini dapat juga dianggap sebagai pendekatan luas dalam
penelitian kualitatif atau sebagai metode untuk mengumpulkan data kualitatif.
Ide pentingnya adalah bahwa peneliti berangkat ke lapangan untuk
mengadakan pengamatan tentang suatu fenomena dalam suatu keadaan
alamiah atau “in situ”. Dalam hal demikian maka pendekataan ini terkait erat
dengan pengamatan berperan serta. Penelitian lapangan biasa membuat
catatan lapangan secara ekstensif yang kemudia di butuhkan kodenya dan
dianalisis dalam berbagai cara.29
Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti objek yang alamiah,
(sebagai lawanya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai
instrument kunci, pengambilan sampel sumber data yang dilakukan secara
Culster Sampling, teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan),
analisis data bersifat induktif/kualitatif, dimana data-data yang dikumpukan
berasal dari kata-kata, kalimat, dokumen maupun arsip-arsip yang
berhubungan dengan judul penelitian. Dengan mengunakan metode kualitatif,
maka data yang dikumpulkan akan lebih lengkap, mendalam dan bermakna
sehingga tujuan penelitian dapat dicapai.
B. Lokasi Dan Waktu Penelitian
29
Lexy J. Moleong, Metodologi penelitian kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2018) hlm.26.
38
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada para pelaku usaha yang berada di Kota
Ternate.
2. Waktu Penelitian
Adapun waktu penelitian yang direncanakan selama 3 bulan.
C. Data Dan Sumber Data
1. Data Primer
Data primer merupakan data yang dikumpulkan peneliti secara langsung
kepada sumbernya melalui sistem wawancara dan juga pengamatan
langsung dilapangan, dengn secara khusus untuk mengetahui masalah
riset yang sedang diteliti. Data ini juga merupakan data asli atau data baru
yang merupakan data primer dalam penelitin yang merupaka hasil dari
wawancara dan pengamatan secara langsung.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data pendukung yang diperoleh dari laporan-
laporan, dokumen-dokumen, dan lain-lain yang berhubungan dengan
masalah yang sedang diteliti. Data sekunder, berasal dari bahan
kepustakan.
3. Sumber Data
Sumber data diperoleh dari para pelaku usaha yang berada di Kota
Ternate dengan melibatkan para pelaku usaha UKM yang berada di Kota
Ternate, yang juga ikut terlibat dalam proses penelitian. Yang dimaksud
dengan sumber data dalam suatu penelitian adalah subjek dari mana data
39
yang di peroleh, sumber data juga merupakan hal penting dalam suatu
penelitian. jika terdapat kesalahan dalam memahami sumber data maka
data yang diperoleh atau didapatkan juga akan meleset dari hasil yang
diharapkan.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan metode
Observasi, dokumentasi dan Wawancara.
1. Metode Observasi
Teknik observasi merupakan salah satu teknik yang wajib di gunakan
dalam penelitian apapun, termsuk penelitian kualitatif, dimana observasi
ini sendiri digunakan dengan cara peneliti terjun ke lokasi penelitian
untuk memperoleh informasi atau data sebagaimana tujuan dari
penelitian.
2. Wawancara
Wawacara (interview) adalah proses tanya jawab yang dilakukan guna
mengumpulkan informasi secara langsung kepada pihak yang terkait
yakni terhadap para pelaku usaha UMK mengenai metode pembayaran
Qris.
3. Metode Dokumentasi
Adalah metode pengumpulan data yang berasal dari dokumentasi berupa
gambar dan catatan-catatan yang didapatkan saat proses penelitian
berlangsung.
E. Teknik Analisis Data
40
Analisis data kualitatif adalah proses mencari dan menyusus secara
sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan
bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat
diinformasikan kepada orang lain. Di dalam penelitian ini, peneliti
menganalisa data dengan menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif
yaitu “dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah
terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang
berlaku untuk umum atau generalisasi”. 30
Penelitian ini mengunakan teknik analisis data, bahwa aktifitas dalam
analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara
terus menerus sampai tuntas, hingga datanya jauh.31
1. Reduksi Data
Reduksi data adalah analisis data yang dilakukan dengan memilah hal-hal
yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan
polanya. Data yang diperoleh didalam lapangan ditulis atau diketikdalam
uarian atau laporan terperinci.
2. Penyajian Data
Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, hubungan antara
kategori, flowchard dan sejenisnya, yang paing sering digunakan untuk
menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat
naratif.32
30
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm.88.
31
Matthew B. Miles, dan A Michael Huberman. "Analisis data kualitatif." (Jakarta:UI
Pres.1992). hal.40.
32
Ibid, hlm.40.
41
3. Penarikan Kesimpulan
Data diperoleh, kemudian dikategorikan, dicari tema dan polanya
kemudian ditarik kesimpulan. Kesimpulan awal yang dikemukakan
masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-
bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data
berikutnya.
42
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
J Moleong, L. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2018.
Kasali, R. The Great Shifting. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2018.
Miles, M. B. Analisis data kualitatif. UI Pres, 1992.
Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2010
Wijaya, K. et al. Kewirausahaan Dan Manajemen Usaha Kecil. Sumatra Barat:
PT Global Eksekutif Teknologi, 2022
Jurnal:
Hendarsyah, D. E-Commerce Di Era Industri 4.0 Dan Society 5.0, Jurnal Ilmiah
Ekonomi Kita. 2019.
Irman , M., & Azani, V. Perancangan Akuntansi Pada Usaha Kecil Menengah.
Jurnal Ilmiah Manajemen, 2016.
Mufidah, A. Z., dan Kurniawan, R. R. Electronic Money Sebagai Alat Transaksi
Dalam Pandangan Islam. Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, (2022 ed). hlm 5-6.
Sari, I. I. Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Minat Mengunakan E-Money
Yang Dimediasi Oleh Perkembangan Era Digital: Studi Kasus OVO.
Undegraduaate thesis, 2022.
Setiawan, I. A., dan Muhyuni, L. P. "Qris Di Mata Umkm: Eksplorasi Persepsi
Dan Intensi Umkm Mengunakan Qris". E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana, 2020.
Situru, A. C., dan Malik, M. C. "Pengaruh Minat Penggunaan Payment Quick
Response Code Indonesian Standard". Menarang: Jurnal Manajemen dan
Bisnis. 2023.
43
Tutik, M., dan Trilaksana, A. Dinamika E-Commerce Di Indonesia Tahun 1999-
2015. Jurna Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya. Vol. 10,
No.3, 2021.
Widayat T. Yohana, “Aplikasi Teknologi Qr (Quick Response) Code Implementasi
Yang Universal” Jurnal Fakultas Ilmu Komputer Universitas AKI.
KOMPUTAKI Vol.3, No.1, (2017).
Website:
A Wahyu. [Link]
sejarah-dan-manfaat-yang-luar-biasa-bagi-transaksi-keuangan (Diakses 18
Oktober 2023)
BSN. BSN Dorong UMKM Wilayah Maluku Utara sebagai Lokomotif Pendukung
Pertumbuhan Ekonomi. Retrieved from Badan Sentral Nasional, 2022.
[Link]
maluku-utara-sebagai-lokomotif-pendukung-pertumbuhan-ekonomi
(Diakses tanggal 17 Juli 2023)
Bank Indonesia. Kenal Dan Layanan. Retrieved from Bank Indonesia, 2019.
[Link] (Diakses tanggal 19 Juni 2023)
Bank Indonesia. Sistem Pembayaran & Pengelolaan Uang Rupiiah. Retrieved
from Bank Indonesia, 2008. [Link]
pembayaran/[Link] (Diakses tanggal 17 Juli 2023)
Bank Indonesia. Quick Response Indonesia Standard. RetrievIndonesia:
[Link] (17 juli 2023)
Kalesang, T. Tahun 2022 Pengguna Baru Qris di Maluku Utara Naik 987,8
Persen. Retrieved from kalesang, 2023.
[Link]
utara-naik-9878-persen/ (Diakses tanggal 17 Juli 2023).
Legal, K. QRIS Kini Dapat Digunakan di Thailand, Bagaimana Dasar
Hukumnya. Retrieved from Klik Legal, 2022. [Link]
kini-dapat-digunakan-di-thailand-bagaimana-dasar-hukumnya/ (Diakses
tanggal 19 Juli 2023)
Lavinda. "QRIS Bisa Dipakai Tarik Tunai, Transfer, dan Setor Mulai 1
September"
Lavinda[Link]
44
dipakai-tarik-tunai-transfer-dan-setor-mulai-1-september (Diakses 18
Oktober 2023)
Tafsir, L. Q. Hukum Uang Elektronik dalam Islam. Retrieved from Learn Quran
Tafsir. 2019. [Link] (Diakses
tanggal 20 Juli 2023)
Peraturan Hukum:
Undang-Undang Repobelik Indonesia Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil.
Undang-Undang Repobelik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Kecil
dan Menengah.
45