0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
101 tayangan48 halaman

Minat UKM Terhadap Pembayaran QRIS

Proposal ini membahas analisis minat pelaku usaha UKM terhadap metode pembayaran QRIS di Kota Ternate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat pelaku usaha UKM dalam menggunakan QRIS serta manfaatnya bagi pelaku usaha dan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat penerimaan dan persepsi pelaku usaha UKM terhadap sistem pembayaran non-tunai

Diunggah oleh

Mfernando sineke
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
101 tayangan48 halaman

Minat UKM Terhadap Pembayaran QRIS

Proposal ini membahas analisis minat pelaku usaha UKM terhadap metode pembayaran QRIS di Kota Ternate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat pelaku usaha UKM dalam menggunakan QRIS serta manfaatnya bagi pelaku usaha dan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat penerimaan dan persepsi pelaku usaha UKM terhadap sistem pembayaran non-tunai

Diunggah oleh

Mfernando sineke
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

ANALISIS MINAT PELAKU USAHA (UKM) TERHADAP METODE


PEMBAYARAN QRIS STUDI KASUS DI KOTA TERNATE
(Tinjauan Ekonomi Islam)

OLEH :

RISKI KIFLI
20.146.010

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TERNATE

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

2023
PERSETUJUAN PEMBIMBING

Proposal yang di tulis oleh Riski Kifli Nim. 20.146.010 program studi Ekonomi

Syariah dengan judul “Analisi Minat Pelaku Usaha (Ukm) Terhadap Metode

Pembayaran Qris Studi Kasus Di Kota Ternate (Tinjauan Ekonomi Islam)” ini

telah di periksa dan disetujui untuk dimunaqasahkan.

Ternate,

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Amin Bendar, S.H.,[Link] Asep Hedi Turmudi, [Link].,M.A


NIP: 196303151994031002 NIP: 197609162001121002

Mengetahui

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Koordinator Program Studi Ekonomi


Islam Syariah

Dr. Abu Sanmas, S.H., M.H Nursinita Kilian


NIP: 19690930199031001 NIP: 198910082019032016

i
DAFTAR PUSTAKA

PERSETUJUAN PEMBIMBING......................................................................................

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................

A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................7
C. Tujuan Penelitian..........................................................................................7
D. Manfaat Penelitian........................................................................................7
E. Definisi Operasional.....................................................................................8
F. Tinjawan Pustaka........................................................................................10
G. Sistematika Penulisan.................................................................................13
BAB II LANDASAN TEORITIS...................................................................................

A. Kajian Pustaka.............................................................................................15
1. Transaksi Online (E-Comerse)............................................................................

2. Gambaran Umum QRIS..............................................................................18


3. Usaha Kecil Memengah (UKM).................................................................24
4. Dasar Hukum Uang Elektronik Dalam Pandangan Islam...........................27
BAB III METODOLOGI PENELITIAN........................................................................

A. Jenis Penelitian............................................................................................38
B. Lokasi Dan Waktu Penelitian......................................................................39
C. Data Dan Sumber Data...............................................................................39
D. Teknik Pengumpulan Data..........................................................................40
E. Teknik Analisis Data...................................................................................40
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dunia bergerak semakin cepat dan inovatif sehingga menimbulkan

perubahan di segala aspek kehidupan manusia, salah satunya di bidang

teknologi yang terus berkembang pesat. Seiring dengan perkembangan

teknologi dan ilmu pengetahuan diera modern saat ini, banyak teknologi dan

inovasi baru bermunculan. Kehadiran e-commerce pun menjadi salah satu

pemicu yang berdampak signifikan terhadap peningkatan pengguna

pembayaran elektronik. Hal tersebut terlihat, karena sistem pembayaran

elektronik telah menjadi mesin fasilitator utama dalam e-commerce yang

menjadi andalan kesuksesan bisnis elektronik karena transaksi antara penjual

dan pembeli didunia maya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan

transaksi elektronik.1

Secara umum orang-orang saat melakukan proses transaksi atau

melakukan pembayarn harus mendatangi loket atau kasir untuk proses

pembayaran secara manual atau secara langsung namun, dengan pesatnya

perkembangan teknologi saat ini orang-orang tidak lagi perlu mendatangi loket

atau kasir untuk melakukan proses pembayaran, maka dari itu hal ini dianggap

sangatlah efektif dan efisien karena tidak lagi membuat orang-orang menunggu

1
Sari, Ivo Intany Permata, “Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Minat Mengunakan E-
Money Yang Dimediasi Oleh Perkembangan Era Digital: Studi Kasus OVO” Malang;
Undergraduate thesis,2022, hlm.1

1
lama dan tidak menghabiskan waktu hanya untuk melakukan proses

pembayaran.

Perkembangan sistem pembayaran berbasis teknologi secara dramatis

mengubah arsitektur sistem pembayaran secara langsung yang mengandalkan

mata uang fisik sebagai alat pembayaran. Namun pengunaan mata uang fisik

masih banyak digunakan sebagai alat pembayaran didunia internasional,

dengan hadirnya sistem pembayaran non tunai, maka cara pembayaran tunai

secara bertahap berubah menjadi pembayaran tanpa uang tunai. Melihat

kondisi tersebut, Bank Indonesia yang memiliki tugas menentukan kebijakan

moneter dan mengatur sistem pembayaran telah mengeluarkan kebijakan

sistem melalui Qris yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia

No.16/08/PBI/2014 (Bank Indonesia, 2014). Qris memberikan alternatif

metode pembayaran non-tunai secara lebih efisien. Melalui pengunaan satu

standar QR Code, penyedia barang dan jasa (merchant) tidak perlu memiliki

berbagai jenis QR Code dari penerbit yang berbeda. Penggunaan Qris menjadi

trend positif belakangan ini bagi pelaku usaha dan juga konsumen. Mengingat

manfaatnya dalam membantu proses transaksi non-tunai secara lebih efisien.2

Diharapkan dengan adanya Qris dapat membantu kinerja dari para pelaku

usaha dalam mengembangkan kinerja usahanya, sampai saat ini masih banyak

para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang belum mengunakan sistem

pembayaran non tunai (Qris), olehnya itu penelitian kali ini di harapkan

2
I Wayan Arta Setiawan dan Luh Putu Mahyuni “Qris Di Mata Umkm: Eksplorasi Persepsi
Dan Intensi Umkm Menggunakan Qris”, (E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis: Deepublid, 2020)
hlm.922.

2
mampu mengetahui factor-faktor apa saja yang membuat para pelaku usaha

hingga saat ini belum juga mengunakan sistem pembayaran non tunai (Qris).

Saat ini masyarakat Indonesia banyak menggunakan uang elektronik atau

e-money dalam pembayaran, tetapi di Kota Ternate masih kurang masyarakat

yang mengetahui dan menggunakan uang elektronik dalam pembayaran.

Dalam “Bimtek Penggunaan Digital Payment (Digipay) yang disampaikan oleh

Bapak Imam sebagai Kasi MSKI KPPN Ternate bahwa penggunaan

marketplace digipay ini kedepan akan digunakan sebagai tolak ukur penilaian

kinerja satker dan menurut data per 30 September 2022 penggunaan

marketplace digipay di Provinsi Maluku Utara adalah peringkat yang paling

rendah se-Indonesia”. Hal tersebut didukung oleh Kepala Unit Implementasi

Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Maluku Utara Trisno Sumaryadi

(2022) bahwa “masyarakat Kota Ternate menggunakan sistem pembayaran

Qris terbilang masih minim.3

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara, Indra

Gunawan, mengatakan per November 2022 pengguna Qris di Maluku Utara

sebanyak 29.796 pengguna. Yang mana, jika dibandingkan dengan tahun 2021,

angka tersebut mengalami peningkatan. Dengan adanya peningkatan tersebut,

pada tahun 2022, di wilayah Maluku Utara terdapat 27.057 pengguna baru

Qris. Pengguna Qris pada tahun 2021 sebanyak 2.739 pengguna, di tahun 2022

3
Agatha Christy S, dan Mahardika Catur P. M “Pengaruh Minat Penggunaan Payment
Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) Terhadap Masyarakat di Kota Ternate”
(Manarang: Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 2023), hlm.141

3
meningkat sebesar 987,8 persen.”Lebih jelasnya bisa dilihat pada table 1.1

berikut.4

Tabel 1.1

Perkembangan Qris 2021-2022

Perkembangan Qris Di Provinsi Maluku Utara

Maluku Utara 2021 2022

2.739 29.796

Sumber : Ternate Kalesang.

Data diatas bisa di simpulkan bahwa terdapat peningkatan pengunaan Qris

di maluku utara yakni sebesar 27.057 penguna baru pada tahun 2022 maka dari

itu penguna Qris dimaluku utara menungkat sebesar 987,8% ditahun 2022

namun pada saat pemaparan data Bank Indonesia pada kegiatan Diseminasi

Fiskal dan Moneter pada 13 Desember 2022 lalu jika dibandingkan dengan

wilayah Sulawesi dan Papua, Maluku Utara termasuk yang paling rendah

dalam dalam pengunaan Qris.

Artinya pengetahuan tentang sistem pembayaran Qris sangatlah di

butuhkan oleh setiap individu yang melakukan kegiatan ekonomi baik itu

seorang pebisnis atau seorang pelaku usaha, terutama pada pelaku usaha kecil

menengah yang berada Maluku Utara yang juga ikut terlibat dalam melakukan

aktifitas ekonomi. Dan sasaran utama dalam meningkatan para penguna Qris

adalah pada para pelaku usaha.

4
Ternate Kalesang, [Link]
maluku-utara-naik-9878-persen/ (Diakses 17 Juni 2023).

4
UKM di Indonesia telah menjadi bagian penting dari sistem perekonomian

di Indonesia. Hal ini dikarenakan UKM merupakan unit-unit usaha yang lebih

banyak jumlahnya dibandingkan usaha industri berskala besar dan memiliki

keunggulan dalam menyerap tenaga kerja lebih banyak dan juga mampu

mempercepat proses pemerataan sebagai bagian dari pembangunan.

UMKM dipaksa untuk bisa segera berinovasi dan beradaptasi, antara lain

dengan mengadopsi model bisnis digital. Hingga saat ini terdapat 132 juta

pengguna internet di Indonesia.5 Industri fintech (financial technology)

berupaya mengoptimalkan potensi tersebut dengan menawarkan berbagai

bentuk produk keuangan yang memberi kemudahan bagi penggunanya untuk

mengakses berbagai layanan keuangan. Produk-produk keuangan digital itu

antara lain Go-Pay, Ovo, Dana, dan sebagainya. Selain itu, terdapat pula

alternatif pembayaran menggunakan Qris.6

Peningkatan Kompetensi Bagi Pelaku Usaha Nasional di Daerah secara

daring pada Senin (15/8/2022), menyampaikan di Provinsi Maluku Utara Pada

kuartal II tahun 2022, pertumbuhan mencapai sebesar 5,44 persen atau tumbuh

29,63 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara kuartal

II mencapai Rp 17,06 Triliun. Dengan demikian, Maluku Utara dapat menjadi

lokomotif pendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur,

karena memiliki potensi yang besar terutama di industri pengolahan. Begitu

pula, di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Zakiyah

menuturkan capaian ini tentunya tidak lepas dari kerja keras pemerintah dan
5
Rhenald Kasali, “The Great Shifting”, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2018)
hlm.40.
6
Ibid, hlm.922.

5
masyarakat khususnya para pelaku usaha Usaha Mikro Kecil (UMK) yang

tetap menjalankan kegiatannya meski dalam kondisi yang berat serta adanya

dukungan kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang

kondusif.7

Dalam Islam uang elektronik dijelaskan dalam fatwa DSN-MUI terkait

uang elektronik, diatur dalam Fatwa DSN-MUI No: 116/DSN-MUI/IX/2017

tentang Uang Elektronik Syariah, fatwa ini berkaitan dengan pedoman

penggunaan Uang Elektronik Syariah. Fatwa DSN-MUI ini berlandaskan

hukum:

‫ِاَّن َهّٰللا َيْأُم ُر ُك ْم َاْن ُتَؤ ُّد وا اَاْلٰم ٰن ِت ِآٰلى َاْهِلَهۙا‬

Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada

yang berhak menerimanya... (Q.S An-Nisa [4] :58)

Salah satu objek yang menarik untuk dibahas adalah UKM yang berada di

Kota Ternate Provinsi Maluku Utara yang juga terlibat dalam melakukan

aktifitas ekonomi. Peneliti memilih UKM Kota Ternate sebagai objek

penelitian karena peneliti melihat masih banyak para pelaku usaha kecil yang

belum memanfatkan sistem pembayaran Qris.

Maka berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik untuk melakukan

penenilitan dengan judul “Analisis Minat Pelaku Usaha (UKM) Terhadap

Metode Pembayaran Qris Studi Kasus di Kota Ternate (Tinjauan Ekonomi

Islam)”

7
[Link]
sebagai-lokomotif-pendukung-pertumbuhan-ekonomi, (Diakses 17 Juni 2023)

6
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penelitian ini di lakukan

dengan rumusan masalah yaitu:

1. Apa saja faktor yang dapat mempengaruhi minat para pelaku usaha

UKM di Kota Ternate, dalam menggunakan sistem pembayaran

Qris?....

2. Bagaimana Dampak Penggunaan Qris Tterhadap Para Pelaku Usaha

UKM di Kota Ternate?

C. Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan penelitiannya

adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui teantang minat para pelaku usaha kecil, menengah

terhadap penggunaan sistem pembayaran Qris di Kota Ternate.

2. Untuk mengetahui dampak penggunaan Qris terhadap para pelaku

usaha UKM di Kota Ternate

D. Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini diharapkan dapat bermanfat yang baik bagi para

pembaca baik dari segi teoritis maupus secara praktis.

1. Manfaat Teoritis

7
a. Penelitian ini selain menambah pengalaman, juga diharapkan dapat

berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dimasa akan dating.

b. Untuk dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan terhadap para

pelaku usaha yang ada di Kota Ternate.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini juga berpengaruh terhadap peningkatan ilmu

pengetahuan bagi peneliti tentang pengaruh sistem pembayaran

online. serta diharapkan dapat memberikan informasi tentang

perkembangan teknologi pada masyarakat khususnya para pelaku

usaha tentang Sistem Pembayaran Online.

E. Definisi Operasional

1. Quick Response Indonesia Standard

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat Qris

(dibaca KRIS)8 adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai

Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.

QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan

Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah,

cepat, dan terjaga keamanannya. Semua Penyelenggara Jasa Sistem

Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib

menerapkan QRIS9

2. UKM (Usaha Kecil Menengah)

8
Selanjutnya penulisan kalimat Quick Response Indonesia Standard akan di singkat
Menjadi Qris
9
[Link] (Diakses 22 Juni 2023)

8
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Kecil

Menengah (UKM) memiliki Kriteria sebagai berikut: (1) Usaha Mikro,

yaitu usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha milik

perorangan yang memenuhi kriteria yakni: (a) Memiliki kekayaan bersih

paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk

tanah dan bangunan tempat usaha (b) Memiliki hasil pnjualan tahunan

paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) (2) Usaha Kecil ,

yaitu usaha ekonomi yang produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan

oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak

perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau

menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha

menengah atau usaha besar yang memnuhi criteria yakni: (a) Memilki

kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 (lima puluh) sampai dengan

paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk

tanah dan bangunan tempat usaha atau (b) Memiliki hasil penjualan

termasuk tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah)

sampai dengan paling banyak Rp [Link],00 (dua milyar ratus juta

rupiah) (3) Usaha Menengah, yaitu usaha ekonomi produtif yang berdiri

sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang

bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki,

dikuasi, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan

usaha kecil atau usaha besar yang memenuhi criteria : a) Memiliki

kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)

9
sampai dengan paling banyak Rp [Link] (sepuluh milyar rupiah)

tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha : atau memiliki 111 hasil

penjualan tahunan lebih dari Rp [Link],00 (dua milyar lima ratus

juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp [Link],00 (lima

puluh milyar rupiah).10

F. Tinjauan Pustaka

Tinjawan pustaka berisi sumber-sumber yang relefan dengan materi yang

diteliti unruk memperkuat landasan teori penelitian, 11 Berikut adalah hasil dari

penelusuran kajian pustaka atas penelitian terdahulu yang refefan dengan objek

penelitian iniadalah:

1. Meida Kusumah Mardani, pada tahun 2023 pada Skripsinya yang berjudul

Optimalisasi Penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris)

Pada Pelaku Usaha Kecil Menengah (Ukm) Di Kecamatan

Majenang .Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan

pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan

observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan

dengan reduksi data, penyajian dan kemudian penarikan kesimpulan. Untuk

menguji keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian

ini menunjukkan bahwa (1) Penerapan Qris pada pelaku UKM umumnya

sudah sesuai dengan sosialisasi tentang Qris, namun untuk penerapan

sehari-hari yang terjadi di pelaku usaha ataupun konsumen masih jarang


10
M Irman, dan V Azani. “Perancangan Akuntansi Pada Usaha Kecil Menengah (Ukm)
Toko Etek Jas: Studi Kasus Bukittinggi” (Jurnal Ilmiah Manajemen: Deepublished, 2016)
hlm.110-111
11
Tim Penyusun, Buku Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi, (IAIN Ternate)

10
yang menerapkan Qris. (2) Hambatan yang terjadi pada penerapan Qris di

UKM diantaranya, jarangnya konsumen yang bertransaksi yang

menggunakan Qris di toko/merchant mereka. Serta adanya biaya yang

dikenakan pada salah satu UKM yaitu sebesar 0,7% dari nilai transaksi

pembayaran UKM. (3) Dampak penjualan setelah menggunakan Qris pada

pelaku UKM yaitu tidak mempengaruhi pada omzet penjualan mereka.

Walaupun demikian ada beberapa UKM yang mengalami perbedaan

sebelum dan sesudah memakai QRIS yaitu mempermudah konsumen untuk

bertransaksi di toko/merchant mereka.

2. I Wana Arta Setiawan, dkk Pada tahun 2020 pada jurnalnya yang berjudul

Qris Di Mata Umkm: Eksplorasi Persepsi Dan Intensi Umkm

Menggunakan Qris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini

mengunakan strategi wawancara dan analisis data. Data dikumpulkan

melalui proses wawancara mendalam semi-terstruktur yang melibatkan 16

pelaku usaha (UMKM) yang tinggal di kota Denpasar. Data kemudian

dianalisis melalui proses coding dan theming. Penelitian ini

mengindikasikan bahwa UMKM memiliki persepsi positif terhadap Qris,

sebagai alternatif cara pembayaran yang mudah dan dapat mengurangi

kontak fisik. Penelitian ini juga menemukan bahwa intensi UMKM

menggunakan Qris dipengaruhi oleh:

a. Persepsi positif terhadap Qris

b. Pengaruh pihak luar, antara lain pembeli, teman dekat, dan para

influencer

11
c. Persepsi hambatan menggunakan Qris, antara lain kualitas koneksi

internet, biaya penggunaan, dan batas transaksi.

3. Syafira Aulia Fadlillah, dkk dalam jurnalnya yang berjudul Pengaruh

Kemudahan Dan Keamanan Terhadap Minat Menggunakan Quick Response Code

Indonesian Standard (Qris) Pada Pelaku UMKM Binaan Bank Indonesia Kpw

Solo.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Teknik

pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dengan jumlah

15 UKM binaan Bank Indonesia KPw Solo sebagai populasi dan sampel

yang digunakan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan

analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:

a. Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kenyamanan dan

minat menggunakan Qris pada UMKM binaan Bank Indonesia KPw

Solo, penggunaan Qris dinilai mudah digunakan dan tidak

membutuhkan banyak waktu dan tenaga.

b. Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara keamanan dan minat

penggunaan Qris pada UMKM binaan Bank Indonesia KPwSolo,

keamanan Qris terjamin karena diawasi dari satu pintu oleh Bank

Indonesia.

c. Terdapat pengaruh antara kenyamanan dan keamanan terhadap minat

menggunakan Qris.

Persamaan penelitian dan penelitian sebelumnya terletak pada subjeknya

yaitu Qris dimata UKM, sebagai contoh penelitian yang dilakukan Meida

12
Kusumah Mardani, I Wana Arta Setiawan, dkk, dan Syafira Aulia Fadlillah,

dkk, yang sama-sama meneliti tetang Qris dimata UKM, sedangkan

perbedaan terletak pada objek penelitiian dan metode yang digunakan

dalam penelitian.

G. Sistematika Penulisan

Penelitian ini difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi minat pelaku

usaha (UKM) dikota ternate dalam mengunakan Qris dengan sistematika sebagai

berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini membahas tentang latar belakang masalah, rumusah masalah tujuan

penelitian, manfaat penelitian, definisi opersional, kajian pustaka, dan sistematika

penulisan.

BAB II LANDASAN TEORITIS

Bab ini berisi penjelasan kajian pustaka tentang Transaksi Online, Gambaran

Umum Quick Response Indonesia Standard, dan Usaha Kecil Menengah.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini berisi tentang metode penelitian sebagai alat untuk penelitian

dilapangan, yang berisi sifat dan jenis penlitian, lokasi dan waktu pelitian, sumber

data, teknik pengumpulan data dan teknik analisa data.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHSAN

13
Bab ini terdiri dari gambaran umum dari para pelaku usaha kecil (UKM) Kota

Ternate, serta hasil dan pembahasan mengenai bagaimana minat para pelaku usaha

dalam tingkat pengunaan Qris dikota Ternate tahun 2023

BAB V PENUTUP

Bab ini memuat tentang kesimpulan dari semua pembahasan dan juga

merupakan jawaban dari semua permasalahan yang dikaji dan saran yang diajukan

untuk penelitian selanjutnya.

14
BAB II

LANDASAN TEORITIS

A. Kajian Pustaka

1. Transaksi Online (E-Comerse)

Adapun teori yang mengatakan bahwa e-commerce terbagi dalam

tiga periode yaitu: 12

a. Invention, merupakan periode penemuan, dimulai pada tahun 1995

dimana penggunaan web pertama kali sebagai alat untuk mengiklankan

produk. Selama periode ini e-commerce hanya memasarkan produk

melalui iklan statis yang ditampilkan di web perusahaan. Mesin pencari

belum canggih dan bandwidth internet kecil. Periode ini berakhir pada

tahun 2000 ketika pasar saham anjlok dan ribuan perusahaan

menghilang atau di istilahkan “dot-com crash”.

b. Consolidation, merupakan periode konsolidasi, dimulai dari tahun

2001 sampai 2006. Selama periode ini e-commerce berubah tidak hanya

menjual produk ritel tetapi juga memberikan layanan yang kompleks,

seperti layanan pengiriman dan keuangan. Periode ini internet sudah

tersebar luas dengan jaringan broadband. Pemasaran produk sudah

merambah melalui web, mesin pencari, email, iklan video, iklan media

12
Decky Hendarsyah, “E-Commerce Di Era Industri 4.0 Dan Society 5.0”, Jurnal Ilmiah
ekonomi Kita, (2019), hlm.173

15
dan iklan mesin pencari. Kemudian sudah menyediakan fasilitas umpan

balik di web perusahaan.

c. Reinvention, merupakan periode penemuan kembali, dimulai tahun

2007 beriringan dengan diperkenalkannya iPhone, hingga saat ini e-

commerce ditransformasikan ke jejaring sosial yang bisa diakses secara

luas oleh perangkat seluler konsumen seperti smartphone dan komputer

tablet. Pemasaran ditransformasikan melalui jejaring sosial kemudian

menjadi pembicaraan mulut ke mulut dan viral. Perusahaan sudah

menggunakan repositori data yang jauh lebih kuat dan menggunakan

alat analisis pemasaran sehingga pemasaran terkoordinasi berdasarkan

jejaring sosial, mesin pencari, web, platform ponsel dan email.

Pada periode reinvention banyak fitur unik dari teknologi e-

commerce dan internet yang datang secara bersamaan dalam satu set

aplikasi dengan teknologi media sosial yang disebut sebagai web 2.0,

web 2.0 menggunakan lusinan alat seperti wiki, rss atau xml, blog,

mikroblog dan lain-lain. Selain itu Turban secara tersirat berpendapat

web 2.0 merupakan representasi e-commerce 2.0, kemudian dia juga

mengatakan bahwa e-commerce termasuk e-commerce 2.0 difasilitasi

oleh perkembangan ekonomi, sosial dan perusahaan secara digital.13

Pada tahun 1999 Internet mulai masuk di Indonesia dan pada setiap

tahunnya mengalami perkembangan yang begitu pesat, hal ini

merupakan dasar dari muncul dan berkembangnya e-commerce di

13
Ibid, hlm.173

16
Indonesia. Berikut data Pengguna Internet di Indonesia tahun 1999

sampai dengan tahun 2015.

Gambar 1.2 pertumbuhan pengguna internet di Indonesia tahun 1998

sampai 2015

Sumber: [Link]

Berdasarkan data gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa

pengguna internet di Indonesia sejak tahun 1998 mulai mengalami

pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 1998 pengguna internet di

Indonesia hanya sekitar 500 ribu orang. Pada tahun 1999 pengguna

internet mencapai 1 juta orang. Jumlah tersebut terus berkembang

dalam tahun-tahun berikutnya hingga tahun 2012 mengalami

pertumbuhan yang pesat yakni berjumlah 63 juta orang. Dan terus

mengalami peningkatan sampai pada tahun 2015 mencapai jumlah 139

juta orang.

Pemanfaatan internet pada bidang ekonomi adalah munculnya situs

jual-beli online atau e-commerce yang mempermudah proses transaksi

tanpa adanya pertemuan antara penjual dan pembeli secara langsung. E-

commerce muncul dikarenakan anggapan ketidak efisiensi manusia

17
dalam melakukan perdagangan secara konvensional, dengan langsung

mendatangi toko-toko, pasar, mall, dan tempat perdagangan lainnya.

Hal ini juga ditambah faktor perkembangan internet yang membuat

belanja online menjadi alternatif baru seperti layanan, efisiensi,

keamanan, dan juga popularitas.14

Pada tahun 1999 hingga 2005, mayoritas masyarakat Indonesia

masih memilih melakukan jual-beli konvensional. E-commerce belum

terlalu diminati karena belum banyak yang mengetahui cara melakukan

jual-beli secara online. Hingga tahun berikutnya e-commerce mulai

diminati dan telah banyak situs jual-beli online yang gencar melakukan

promosi. Mudahnya dalam mengakses internet memudahkan

masyarakat melakukan transaksi jual-beli online dalam segenggam

tangan yang hampir semua manusia memilikinya yaitu handphone atau

gadget. E-commerce menawarkan banyak kemudahan dan keuntungan

untuk para pembelinya. E- commerce menjadi kebiasaan baru

masyarakat Indonesia dalam bertransaksi.15

2. Gambaran Umum QRIS

a. Awal Munculnya QR Code

Kode QR atau biasa dikenal dengan QR Code adalah bentuk

evolusi kode batang dari satu dimensi menjadi dua dimensi. Penggunaan

kode QR sudah sangat lazim di Jepang Hal ini dikarenakan

14
Mustajibah Tutik, Trilaksana Agus “Dinamika E-Commerce Di Indonesia Tahun 1999-
2015”, Jurnal Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya,Vol. 10, No.3, (2021). hlm.5-6
15
Ibid, hlm.5-6

18
kemampuannya menyimpan data yang lebih besar daripada kode batang

sehingga mampu mengkodekan informasi dalam bahasa Jepang sebab

dapat menampung huruf kanji. Kode QR telah mendapatkan standardisasi

internasional dan standardisasi dari Jepang berupa ISO/IEC18004 dan

JIS-X-0510 dasasan telah digunakan secara luas melalui ponsel di Jepang

Kode QR adalah suatu jenis kode matriks atau kode batang dua dimensi

yang dikembangkan oleh Denso Wave, sebuah divisi Denso Corporation

yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dan dipublikasikan pada

tahun 1994 dengan fungsionalitas utama yaitu dapat dengan mudah

dibaca oleh pemindai.16

QR merupakan singkatan dari quick response atau respons cepat,

yang sesuai dengan tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi

dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan

kode batang, yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode

QR mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal, oleh

karena itu secara otomatis Kode QR dapat menampung informasi yang

lebih banyak daripada kode batang.17

Munculnya QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard

sudah dimulai sejak 2019. Pada saat itu, di Indonesia terdapat berbagai

macam sistem pembayaran elektronik yang beroperasi secara terpisah,

seperti QR code yang dimiliki oleh masing-masing penyedia jasa

16
Yohana Tri Widayat, “Aplikasi Teknologi Qr (Quick Response) Code Implementasi Yang
Universal” Jurnal Fakultas Ilmu Komputer Universitas AKI, KOMPUTAKI Vol.3, No.1, (2017),
hlm. 68
17
Ibid, hlm. 69

19
pembayaran. Kondisi ini membuat pengguna dan pemilik usaha

mengalami kerumitan dalam melakukan transaksi, karena setiap penyedia

jasa memiliki QR code yang berbeda.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Bank Indonesia (BI)

sebagai bank sentral mengambil langkah dengan mengembangkan

standar nasional yang mengintegrasikan semua QR code ke dalam satu

sistem tunggal. Tujuannya menciptakan sistem pembayaran yang lebih

efisien, inklusif, dan mudah digunakan oleh semua individu. BI telah

memulai program QRIS yang melibatkan beberapa bank dan penyedia

jasa pembayaran. Mereka bekerja sama untuk mengembangkan standar

QR code yang dapat diterima oleh semua pihak, tanpa memandang jenis

penyedia jasa pembayaran yang digunakan.18 Setelah melalui serangkaian

uji coba dan evaluasi, QRIS secara resmi diluncurkan oleh BI pada 17

Agustus 2019, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-74 Indonesia. Bank

sentral baru mengimplementasikan layanan pembayaran ini pada 1

Januari 2020 untuk memfasilitasi persiapan bagi para penyelenggara jasa

sistem pembayaran (PJSP). Saat peluncuran, QRIS dihadirkan sebagai

standar nasional untuk sistem pembayaran berbasis QR code di

Indonesia.19

Melalui QRIS, semua transaksi pembayaran dapat dilakukan

dengan menggunakan satu QR code yang dapat di-scan oleh berbagai

18
Wahyu A. [Link]
dan-manfaat-yang-luar-biasa-bagi-transaksi-keuangan (Diakses 18 Oktober 2023)
19
Lavinda. [Link]
tunai-transfer-dan-setor-mulai-1-september (Diakses 18 Oktober 2023)

20
aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Adapun peluncuran QRIS

bahkan disebut oleh [Link] merupakan salah satu implementasi Visi

Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada

Mei 2019 lalu.

b. Pengertian

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat

Qris (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai

Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.

QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan

Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih

mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Semua Penyelenggara Jasa

Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran

wajib menerapkan Qris. Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi

pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang

digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang,

warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo Qris, meskipun

penyedia Qris di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang

digunakan masyarakat. Merchant hanya perlu membuka rekening atau

akun pada salah satu penyelenggara Qris yang sudah berizin dari BI.

Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari

masyarakat menggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya.

Nominal Transaksi Qris dibatasi paling banyak sebesar Rp10.000.000,00

(Sepuluh Juta Rupiah) per transaksi. Penerbit dapat menetapkan batas

21
nominal kumulatif harian dan/atau bulanan atas Transaksi Qris yang

dilakukan oleh setiap Pengguna Qris, yang ditetapkan berdasarkan

manajemen risiko Penerbit.20

Berdasarkan pengertian di atas Qris merupakan suatu metode

pembayaran yang mengunakan QR Code yang di keluarkan oleh Bank

Indonesia bersama industri sistem pembayaran dengan tujuan agar

masyarakat dapat melakukan proses transaksi dengn lebih mudah dan

aman karena sudah tersedia di seluruh aplikasi pembayaran yang ada di

Indonesia.

c. Keuntungan Dan Manfaat Qris

1) Keuntungan

Qris mengakomodir 2 model penggunaan QR Code Pembayaran yaitu

Merchant Presented Mode (MPM) dan Customer Presented Mode (CPM).

Namun demikian, implementasinya mengacu pada standar Qris yang

ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai standar nasional.

2) Manfaat

Standarisasi QR Code dengan Qris memberikan banyak manfaat, antara

lain:

a) Bagi pengguna aplikasi pembayaran: just scan and pay!

 Cepat dan kekinian.

 Tidak perlu repot lagi membawa uang tunai.

 Tidak perlu pusing memikirkan QR siapa yang terpasang.

20
Bank Indonesia, [Link] (Diakses 19 Juli 2023)

22
 Terlindungi karena semua PJSP penyelenggara Qris sudah

pasti memiliki izin dan diawasi oleh Bank Indonesia.

b) Bagi Merchant:

 Penjualan berpotensi meningkat karena dapat menerima

pembayaran berbasis QR apapun.

 Meningkatkan branding.

 Kekinian.

 Lebih praktis karena cukup menggunakan satu Qris.

 Mengurangi biaya pengelolaan kas.

 Terhindar dari uang palsu.

 Tidak perlu menyediakan uang kembalian.

 Transaksi tercatat otomatis dan bisa dilihat setiap saat.

 Terpisahnya uang untuk usaha dan personal.

 Memudahkan rekonsiliasi dan berpotensi mencegah tindak

kecurangan dari pembukuan transaksi tunai.

 Membangun informasi credit profile untuk memudahkan

memperoleh kredit kedepan.

3) Dasar Hukum Qris

Dasar hukum dari pelaksanaan Qris ini mengacu kepada

Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21/18/PADG/2019

(PADG 21/2019). Dalam peraturan tersebut, diatur beberapa hal

mulai dari ruang lingkup penggunaan QR Code pembayaran,

23
implementasi Qris sebagai standar nasional, pemrosesan transaksi

Qris serta pengawasan penggunaan OR Code untuk pembayaran.21

3. Usaha Kecil Memengah (UKM)

a. Pengertian

Usaha kecil sebagaimana di atur dalam Undag-Undang Nomor 9 Tahun

1995 tentang Usaha Kecil adalah usaha produktif yang bersekala kecil dan

memenuhi keriteria kekayaan bersih paling banyak Rp.200.000.000. (dua

ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau

memiliki hasil penjualan paling banyak Rp.[Link]. (satu milyar

rupiah) pertahun serta dapat menerima kreditdari banyak maksimal diatas.

Rp.50.000.000. (lima puluh juta rupiah).22

Usaha kecil di jelaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008

tentang Usaha Kecil dan Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang

berdiri sendiri, yang di lakukan oleh orang perorangan atau badan usaha

yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang di

miliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung

dari usaha menengan atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil

sebagaimana dimaksud dalam undang-undang ini.

Adapun kriteria usaha kecil menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun

1995 tentang Usaha Kecil adalah sebagai berikut:

21
Admin, [Link] (Diakses 19 Juli 2023)
22
Kusuma Wijaya, et al. “Kewirausahaan Dan Manajemen Usaha Kecil”. (Sumatra Barat:
PT Globat Eksekutif Teknologi, 2022), hlm. 21.

24
1) Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.200.000.000. (Dua Ratus

Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha

2) Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.[Link].

(Satu Miliar Rupiah)

3) Milik Warga Negara Indonesia

4) Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang

perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung

maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar

5) Berbentuk usaha orang perorangan, badan usaha yang tidak berbadan

hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

Menurut Keputusan Presiden RI Nomor 9 Tahun 1998 tentang

Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 89 Tahun 1996 Tentang

Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu, pengertian usaha kecil adalah

kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha mayoritas

merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari

persaingan yang tidak sehat.23

b. Batasan Usaha Kecil24

Batasan usaha kecil menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah usaha

yang memiliki pekerja lima sampai Sembilan belas orang yang terdiri atas

(termasuk) pekerja kasar yang di bayar, pekerja pemilik, dan pekerja

23
Wijaya Kusuma, et al, Kewirausahaan Dan Manajemen Usaha Kecil. (Sumatra Barat:
PT Globat Eksekutif Teknologi, 2022), hlm.22.
24
Wijaya Kusuma, loc. cit

25
keluarga. Perusahaan industry yang memiliki tenaga kerja kurang dari lima

orang diklasifikasikan sebagai industry rumah tangga.

Batasan usaha kecil menurut Bank Indonesia adalah usaha ekonomi

produktif yang berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau

cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau berafiliasi baik langsung

maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau usaha besar yang

memiliki kekeyaan bersih lebih dari Rp.50.000.000. (lima puluh juta rupiah)

sampai dengan paling banyak Rp.500.000.000. (lima ratus juta rupiah) tidak

termasuk tanah dan bangunan ttempat usaha atau memiliki hasil penjualan

tahunan lebih dari Rp.300.000.000. (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan

paling banyak Rp.[Link]. (dua milyar lima ratus juta rupiah)

sedangkan Batasan usaha kecil menurut Bank Dunia adallah usaha yang

memiliki pekerja kurang dari dua puluh orang.

c. Ciri-Ciri Usaha Kecil

Adapun ciri-ciri usaha kecil yang perlu di perhatikan di antaranya

adalah:

1) Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap

tidak gampang berubah.

2) Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-

pindah.

3) Sumber daya manusia atau (pengusaha) memiliki pengalaman

dalam berwirausaha.

26
4) Sudah memiliki izin usaha dan persiapan legalitas lainya termasuk

NPWP.

5) Sudah melakukan administrasi keuangan meskipun masih

sederhana, keuangan perusahaan sudah terpisah dengan keuangan

keluarg, sudah membuat naraca usaha.25

4. Dasar Hukum Uang Elektronik Dalam Pandangan Islam

a. Dasar Hukum

Di era 4.0 saat ini teknologi sangat berpengaruh pada tingkat

perkembangan dunia perbankan dan juga para pelaku usaha salah satunya

adalah dngan adanya transaksi online yang bias akita kenal dengan e-money.

Berikut pengertian e-money menurut Bank for International Settlements

yaitu:

“stored-value or “prepaid” products in which a record of the funds or

“value” available to a consumer is stored on an electronic device in the

consumer’s possession. The electronic value is purchased by the

consumer (for example, in the way that other prepaid instruments such

as travellers’ cheques might be purchased) and is reduced whenever the

consumer uses the device to make purchases. Traditional electronic

payment transactions such as those with debit or credit cards typically

require online authorisation and involve the debiting of the consumer’s

bank account after the transaction”26

25
Ibid, hlm.22
26
Bank for International Settlements, Implications for Central Banks of the Development of
Electronic Money (Bank For International Settlements 1996).

27
“Produk dengan nilai tersimpan atau produk “prabayar” yang mana

catatan dana atau “nilai” yang tersedia bagi konsumen disimpan pada

perangkat elektronik yang dimiliki konsumen. Nilai elektronik dibeli oleh

konsumen (misalnya, dengan cara membeli instrumen prabayar lainnya

seperti cek perjalanan) dan dikurangi setiap kali konsumen menggunakan

perangkat tersebut untuk melakukan pembelian. Transaksi pembayaran

elektronik tradisional seperti kartu debit atau kredit biasanya memerlukan

otorisasi online dan melibatkan pendebitan rekening bank konsumen

setelah transaksi”.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat di ketahui bahwa e-money adalah

produk yang nilai uangnya di simpan (stored-value), atau produk prabayar

(prepaid) dimana sjumblah dana atau nilai yang di miliki oleh konsumen di

simpan dalam suatu media elektronik. Nilai elektronik dibeli oleh konsumen

(misalnya, dengan cara instrumen prabayar lainnya seperti cek perjalanan

dapat dibeli) dan dikurangi setiap kali konsumen menggunakan perangkat

tersebut untuk melakukan pembelian. Transaksi pembayaran elektronik

tradisional seperti dengan kartu debit atau kredit biasanya memerlukan

otorisasi online dan melibatkan pendebitan rekening bank konsumen setelah

transaksi.

Dasar hukum uang elektronik juga dijelaskan dalam Pasal 2 Ayat (1)

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Transaksi Elektronik adalah

28
perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan

Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.

b. Pandangan Islam Tentang Uang Elektronik

Pada dasarnya uang elektronik sama saja dengan uang biasa karena

sama-sama memiliki fungsi sebagai alat pembayaran saat proses transaksi

jual beli barang, dalam prespektif syariah uang elektronik di angap halal

atau di bolehkan. Kehalalan ini juga berlandaskan kaidah: a). setiap

transaksi pada hukum muamalah pada dasarnya di bolehkan kecuali ada

dalil yang mengharamkanya maka transaksi tersebut menjadi haram. Maka

dari itu uang elektronik juga harus memenuhi kriteria dan ketentuang sesuai

dengan prinsip syariah; b). Adanya tuntutan akan kebtuhan manusia tentang

uang elektronik, dan pertimbangan banyaknya kemaslahatan yanga ada di

dalamnya.

DSN MUI memutuskan menetapkan fatwa tentang uang elektronik

syariah dengan beberapa ketentuan umum sebagai berikut:27

1) Uang elektronik adalah alat pembayaran yang memenuhi unsur-

unsur berikut:

a) Diterbitkan atas dasar jumlah nominal uang yang disetor

terlebih dahulu kepada penerbit.

b) Jumlah nominal uang disimpan secara elektronik dalam suatu

media seperti server atau chip.

27
Zahra Aulia M, dan Rachmad Risqy K, Electronic Money Sebagai Alat Transaksi Dalam
Pandangan Islam, Jurnal: Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darul
Qur’an, Bogor, (2022) hal.5-6

29
c) Jumlah nominal uang elektronik yang dikelola oleh penerbit

bukan merupakan simpanan sebagimana dimaksud dalam

undang-undang yang mengatur mengenai perbankan.

d) Digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang

bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut

2) Uang elektronik syariah adalah uang elektronik yang sesuai dengan

prinsip syariah.

3) Jumlah nominal uang elektronik adalah jumlah nominal uang yang

disimpan secara elektronik yang dapat dipindahkan karena keperluan

transaksi pembayaran atau transfer dana.

4) Penerbit adalah bank atau lembaga selain bank yang menerbitkan

uang elektronik.

5) Pemegang uang elektronik adalah pihak yang menggunakan uang

elektronik

Fatwa Dewan Syariah Nasional-MUI No:116/DSN-MUI/IX/2017 tentang

Uang Elektronik Syariah. Dalam ketentuan terkait akad dan personalia hukum,

akad antara penerbit dengan pemegang uang elektronik adalah akad Wadi’ah atau

akad Qardh.

1. Ketentuan dalam akad wadi’ah: (1) Jumlah nominal uang elektronik

sifatnya titipan yang dapat digunakan/diambil oleh pemegang kapan saja

(2) Jumlah nominal uang elektronik yang dititipkan tidak boleh

digunakan oleh penerbit, kecuali atas izin pemegang kartu (3) Dalam hal

30
uang titipan digunakan penerbit dan mengalami resiko kerugian, maka

penerbit bertanggung jawab secara penuh (4) Otoritas dapat menjamin

atau tidak menjamin dana pemegang uang elektronik yang dititipkan di

Penerbit.

2. Ketentuan dalam akad Qardh: (1) Jumlah nominal uang elektronik

sifatnya hutang piutang yang dapat digunakan/diambil oleh pemegang

kapan saja (2) Penerbit dapat menggunakan (menginvestasikan) uang

hutang dari Pemegang Uang Elektronik (3) Penerbit wajib

mengembalikan jumlah pokok piutang pemegang uang elektronik kapan

saja sesuai kesepakatan (4) Otoritas boleh membatasi penerbit dalam

penggunaan dana hutang dalam pertimbangan masalah.

Berikut ini adalah beberapa dalil yang menjelaskan tentang hukum uang

elektronik:28

1. Alquran

a. QS An-Nisa [4]: 58

‫ِاَّن َهّٰللا َيْأُم ُر ُك ْم َاْن ُتَؤ ُّد وا اَاْلٰم ٰن ِت ِآٰلى َاْهِلَهۙا َوِاَذ ا َح َك ْم ُتْم َبْيَن الَّناِس َاْن َتْح ُك ُم ْو ا ِباْلَع ْد ِل ۗ ِاَّن َهّٰللا ِنِعَّم ا‬

‫َيِع ُظُك ْم ِبٖه ۗ ِاَّن َهّٰللا َك اَن َسِم ْيًع ۢا َبِص ْيًرا‬

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada

yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di

antara manusia, hendaklah dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi

pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah

adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Nisa’ [4]: 58).
28
[Link] (Diakses 20 Juli 2023)

31
b. QS Al-Maidah [5]: 1

‫ٰٓيَاُّيَها اَّلِذ ْيَن ٰا َم ُنْٓو ا َاْو ُفْو ا ِباْلُع ُقْو ِۗد ُاِح َّلْت َلُك ْم َبِهْيَم ُة اَاْلْنَع اِم ِااَّل َم ا ُيْتٰل ى َع َلْيُك ْم َغْيَر ُمِح ِّلى الَّصْيِد‬

‫َو َاْنُتْم ُحُر ٌۗم ِاَّن َهّٰللا َيْح ُك ُم َم ا ُيِر ْيُد‬

“Hai orang yang beriman! Tunaikanlah akad-akad itu. Dihalalkan

bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu.

(Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu

sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hokum-

hukum menurut yang dikehendaki-Nya” (QS Al-Maidah [5]: 1)

c. QS Al-Isra [17]: 34

‫َو اَل َتْقَر ُبْو ا َم اَل اْلَيِتْيِم ِااَّل ِباَّلِتْي ِهَي َاْح َس ُن َح ّٰت ى َيْبُلَغ َاُش َّد ۖٗه َو َاْو ُفْو ا ِباْلَع ْهِۖد ِاَّن اْلَع ْهَد َك اَن َم ْسُٔـْو اًل‬

“Dan tunaikanlah janji-janji itu, sesungguhnya janji itu akan dimintai

pertanggungjawaban” (QS Al-Isra [17]: 34)

d. QS An-Nisa [4]: 29

‫ٰٓيَاُّيَها اَّلِذ ْيَن ٰا َم ُنْو ا اَل َتْأُك ُلْٓو ا َاْم َو اَلُك ْم َبْيَنُك ْم ِباْلَباِط ِل ِآاَّل َاْن َتُك ْو َن ِتَج اَر ًة َع ْن َتَر اٍض ِّم ْنُك ْم ۗ َو اَل‬

‫َتْقُتُلْٓو ا َاْنُفَس ُك ْم ۗ ِاَّن َهّٰللا َك اَن ِبُك ْم َر ِح ْيًم ا‬

“Hai orang yang beriman! Janganlah kalian memakan (mengambil)

harta orang lain secara batil, kecuali jika berupa perdagangan yang

dilandasi atas sukarela di antara kalian” (QS An-Nisa [4]: 29)

e. QS Al-Kahfi [18]: 19

‫َو َك َٰذ ِلَك َبَع ْثَٰن ُهْم ِلَيَتَس ٓاَء ُلو۟ا َبْيَنُهْم ۚ َقاَل َقٓاِئٌل ِّم ْنُهْم َك ْم َلِبْثُتْم ۖ َقاُلو۟ا َلِبْثَنا َيْو ًم ا‬

‫َأْو َبْع َض َيْو ٍم ۚ َقاُلو۟ا َر ُّبُك ْم َأْع َلُم ِبَم ا َلِبْثُتْم َفٱْبَع ُثٓو ۟ا َأَح َد ُك م ِبَو ِر ِقُك ْم َٰه ِذِهٓۦ ِإَلى‬

32
‫ٱْلَم ِد يَنِة َفْلَينُظْر َأُّيَهٓا َأْز َك ٰى َطَع اًم ا َفْلَيْأِتُك م ِبِر ْز ٍق ِّم ْنُه َو ْلَيَتَلَّطْف َو اَل‬

‫ُيْش ِعَر َّن ِبُك ْم َأَح ًدا‬

“Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota

dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah

makanan yang paling baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu

untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-

kali menceritakan halmu kepada seorang pun.” (QS Al-Kahfi [18]: 19)

f. QS Al-Furqan [25]: 67

‫َو ٱَّلِذ يَن ِإَذ ٓا َأنَفُقو۟ا َلْم ُيْس ِر ُفو۟ا َو َلْم َيْقُتُرو۟ا َو َك اَن َبْيَن َٰذ ِلَك َقَو اًم ا‬

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak

berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu)

di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS Al-Furqan [25]: 67)

g. QS Al-Qashash [28]: 26

‫َقاَلْت ِاْح ٰد ىُهَم ا ٰٓيَاَبِت اْسَتْأِج ْر ُهۖ ِاَّن َخْيَر َمِن اْسَتْأَج ْر َت اْلَقِو ُّي اَاْلِم ْيُن‬

“Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai

ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya

orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita)

ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.” (QS Al-Qashash [28]: 26)

h. QS Al-Baqarah [2]: 275

‫َاَّلِذ ْيَن َيْأُك ُلْو َن الِّر ٰب وا اَل َيُقْو ُم ْو َن ِااَّل َك َم ا َيُقْو ُم اَّلِذ ْي َيَتَخَّبُطُه الَّش ْيٰط ُن ِم َن‬
‫اْلَم ِّۗس ٰذ ِلَك ِبَاَّنُهْم َقاُلْٓو ا ِاَّنَم ا اْلَبْيُع ِم ْثُل الِّر ٰب وۘا َو َاَح َّل ُهّٰللا اْلَبْيَع َو َح َّر َم الِّر ٰب وۗا‬

33
‫َفَم ْن َج ۤا َء ٗه َم ْو ِع َظٌة ِّم ْن َّرِّبٖه َفاْنَتٰه ى َفَلٗه َم ا َس َلَۗف َو َاْم ُر ٓٗه ِاَلى ِهّٰللاۗ َو َم ْن‬
‫ٰۤل‬
‫َعاَد َفُاو ِٕىَك َاْص ٰح ُب الَّناِر ۚ ُهْم ِفْيَها ٰخ ِلُد ْو َن‬

“Orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan

seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan)

penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan

mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual–beli itu sama

dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual–beli dan

mengharamkan riba. Orang yang telah sampai kepadanya larangan dari

Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa

yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan

urusannya (terserah) kepada [Link] yang mengulangi

(mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka;

mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah [2]: 275)

i. QS Al-Baqarah [2]: 282

‫َٰٓيَأُّيَها ٱَّلِذ يَن َء اَم ُنٓو ۟ا ِإَذ ا َتَداَينُتم ِبَد ْيٍن ِإَلٰٓى َأَجٍل ُّمَس ًّم ى َفٱْك ُتُبوُهۚ َو ْلَيْك ُتب‬

‫َّبْيَنُك ْم َك اِتٌۢب ِبٱْلَع ْد ِل ۚ َو اَل َيْأَب َك اِتٌب َأن َيْك ُتَب َك َم ا َع َّلَم ُه ٱُهَّللۚ َفْلَيْك ُتْب‬

‫َو ْلُيْمِلِل ٱَّلِذ ى َع َلْيِه ٱْلَح ُّق َو ْلَيَّتِق ٱَهَّلل َر َّب ۥُه َو اَل َيْبَخْس ِم ْنُه َش ْئًـاۚ َفِإن َك اَن‬

‫ٱَّلِذ ى َع َلْيِه ٱْلَح ُّق َسِفيًها َأْو َض ِع يًفا َأْو اَل َيْسَتِط يُع َأن ُيِم َّل ُهَو َفْلُيْمِلْل َو ِلُّي ۥُه‬

‫ِبٱْلَع ْد ِل ۚ َو ٱْسَتْش ِهُد و۟ا َش ِهيَد ْيِن ِم ن ِّر َج اِلُك ْم ۖ َفِإن َّلْم َيُك وَنا َر ُج َلْيِن َفَر ُجٌل‬

‫َو ٱْمَر َأَتاِن ِمَّم ن َتْر َض ْو َن ِم َن ٱلُّش َهَدٓاِء َأن َتِض َّل ِإْح َد ٰى ُهَم ا َفُتَذِّك َر ِإْح َد ٰى ُهَم ا‬

34
‫ٱُأْلْخ َر ٰى ۚ َو اَل َيْأَب ٱلُّش َهَدٓاُء ِإَذ ا َم ا ُدُع و۟ا ۚ َو اَل َتْس َٔـُمٓو ۟ا َأن َتْك ُتُبوُه َص ِغ يًرا‬

ۖ ‫َأْو َك ِبيًرا ِإَلٰٓى َأَجِلِهۦۚ َٰذ ِلُك ْم َأْقَس ُط ِع نَد ٱِهَّلل َو َأْقَو ُم ِللَّش َٰه َد ِة َو َأْدَنٰٓى َأاَّل َتْر َتاُبٓو ۟ا‬

‫ِإٓاَّل َأن َتُك وَن ِتَٰج َر ًة َح اِض َر ًة ُتِد يُر وَنَها َبْيَنُك ْم َفَلْيَس َع َلْيُك ْم ُجَناٌح َأاَّل‬

‫َتْك ُتُبوَهاۗ َو َأْش ِهُد ٓو ۟ا َذ ا َتَباَيْع ُتْم ۚ َو اَل ُيَض ٓاَّر َك اِتٌب َو اَل َش ِهيٌد ۚ َو ن َتْفَع ُلو۟ا‬
‫ِإ‬ ‫ِإ‬

‫َفِإَّن ۥُه ُفُسوٌۢق ِبُك ْم ۗ َو ٱَّتُقو۟ا ٱَهَّللۖ َو ُيَع ِّلُم ُك ُم ٱُهَّللۗ َو ٱُهَّلل ِبُك ِّل َش ْى ٍء َع ِليٌم‬
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak

secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu

menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu

menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan

menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah

ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan

(apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah

Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada

hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau

lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan,

maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan

persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di

antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki

dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya

jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah

saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil;

dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar

35
sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi

Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak

(menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika

mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu,

maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan

persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan

saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian),

maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan

bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha

Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah [2]: 282)

2. Hadis Nabi Saw.

a. Hadis Nabi riwayat Muslim, Abu Daud, al-Tirmizi, al-Nasa’i. dan Ibn

Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit:

: ‫ َأَّن الَّنِبَّي صلى هللا عليه وسلم َقاَل‬،‫ رضي هللا عنه‬،‫َع ْن ُع َباَد َة ْبِن الَّصاِمِت‬

، ‫ َو الَّتْم ُر ِبالَّتْم ِر‬، ‫ َو الَّش ِع يُر ِبالَّش ِع يِر‬، ‫ َو اْلُبُّر ِباْلُبِّر‬،‫ َو اْلِفَّض ُة ِباْلِفَّض ِة‬،‫"الَّذ َهُب ِبالَّذ َهِب‬

" ‫ َيًدا ِبَيٍد َفَم ْن َز اَد َأِو اْسَتَز اَد َفَقْد َأَر َبى اْلُم ْنَفَع َة ِبِر ٍّب‬، ‫ ِم ْثاًل ِبِم ْثٍل‬،‫َو اْلِم ْلُح ِباْلِم ْلِح‬

‫رواه مسلم‬.

Artinya: “(Jual–beli/pertukaran) emas dengan emas, perak dengan

perak, gandum dengan gandum, syair dengan syair, kurma dengan

kurma, dan garam dengan garam (disyaratkan harus dalam ukuran

yang) sama (jika yang dipertukarkan) satu jenis dan (harus) secara

tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan

secara tunai.”

36
b. Hadis Nabi riwavat Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri:

‫ َع ِن الَّنِبِّي صلى هللا عليه وسلم‬،‫ َر ِض َي ُهَّللا َع ْنُه‬، ‫َع ْن َأِبي َسِع يٍد اْلُخ ْد ِر ِّي‬

‫ "ال َتِبُعوا الَّذ َهَب ِبالَّذ َهِب ِإال ِبَس َو اٍء َو ال َتِز يُد وا َع َلى َبْع ِض ُك ْم َع َلى‬: ‫َقاَل‬

‫َبْع ٍض َو ال َتِبُعوا اْلِفَّض َة ِباْلِفَّض ِة ِإال ِبَس َو اٍء َو ال َتِز يُد وا َع َلى َبْع ِض ُك ْم َع َلى‬

‫َبْع ٍض َو ال َتِبُعوا الَّذ َهَب َو اْلِفَّض َة ِباْلُح َو اِنَيِة ِإال َأْن َتُك وَن ِبَيٍد " متفق عليه‬.

Artinya: “Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama

(ukurannya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang

lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (ukurannya)

dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; dan

janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan

yang tunai.”

37
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Berdasarkan penelitian ini peneliti mengunakan jenis penelitian (field

reseach). Penelitian ini dapat juga dianggap sebagai pendekatan luas dalam

penelitian kualitatif atau sebagai metode untuk mengumpulkan data kualitatif.

Ide pentingnya adalah bahwa peneliti berangkat ke lapangan untuk

mengadakan pengamatan tentang suatu fenomena dalam suatu keadaan

alamiah atau “in situ”. Dalam hal demikian maka pendekataan ini terkait erat

dengan pengamatan berperan serta. Penelitian lapangan biasa membuat

catatan lapangan secara ekstensif yang kemudia di butuhkan kodenya dan

dianalisis dalam berbagai cara.29

Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti objek yang alamiah,

(sebagai lawanya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai

instrument kunci, pengambilan sampel sumber data yang dilakukan secara

Culster Sampling, teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan),

analisis data bersifat induktif/kualitatif, dimana data-data yang dikumpukan

berasal dari kata-kata, kalimat, dokumen maupun arsip-arsip yang

berhubungan dengan judul penelitian. Dengan mengunakan metode kualitatif,

maka data yang dikumpulkan akan lebih lengkap, mendalam dan bermakna

sehingga tujuan penelitian dapat dicapai.

B. Lokasi Dan Waktu Penelitian


29
Lexy J. Moleong, Metodologi penelitian kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2018) hlm.26.

38
1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada para pelaku usaha yang berada di Kota

Ternate.

2. Waktu Penelitian

Adapun waktu penelitian yang direncanakan selama 3 bulan.

C. Data Dan Sumber Data

1. Data Primer

Data primer merupakan data yang dikumpulkan peneliti secara langsung

kepada sumbernya melalui sistem wawancara dan juga pengamatan

langsung dilapangan, dengn secara khusus untuk mengetahui masalah

riset yang sedang diteliti. Data ini juga merupakan data asli atau data baru

yang merupakan data primer dalam penelitin yang merupaka hasil dari

wawancara dan pengamatan secara langsung.

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data pendukung yang diperoleh dari laporan-

laporan, dokumen-dokumen, dan lain-lain yang berhubungan dengan

masalah yang sedang diteliti. Data sekunder, berasal dari bahan

kepustakan.

3. Sumber Data

Sumber data diperoleh dari para pelaku usaha yang berada di Kota

Ternate dengan melibatkan para pelaku usaha UKM yang berada di Kota

Ternate, yang juga ikut terlibat dalam proses penelitian. Yang dimaksud

dengan sumber data dalam suatu penelitian adalah subjek dari mana data

39
yang di peroleh, sumber data juga merupakan hal penting dalam suatu

penelitian. jika terdapat kesalahan dalam memahami sumber data maka

data yang diperoleh atau didapatkan juga akan meleset dari hasil yang

diharapkan.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan metode

Observasi, dokumentasi dan Wawancara.

1. Metode Observasi

Teknik observasi merupakan salah satu teknik yang wajib di gunakan

dalam penelitian apapun, termsuk penelitian kualitatif, dimana observasi

ini sendiri digunakan dengan cara peneliti terjun ke lokasi penelitian

untuk memperoleh informasi atau data sebagaimana tujuan dari

penelitian.

2. Wawancara

Wawacara (interview) adalah proses tanya jawab yang dilakukan guna

mengumpulkan informasi secara langsung kepada pihak yang terkait

yakni terhadap para pelaku usaha UMK mengenai metode pembayaran

Qris.

3. Metode Dokumentasi

Adalah metode pengumpulan data yang berasal dari dokumentasi berupa

gambar dan catatan-catatan yang didapatkan saat proses penelitian

berlangsung.

E. Teknik Analisis Data

40
Analisis data kualitatif adalah proses mencari dan menyusus secara

sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan

bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat

diinformasikan kepada orang lain. Di dalam penelitian ini, peneliti

menganalisa data dengan menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif

yaitu “dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah

terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang

berlaku untuk umum atau generalisasi”. 30

Penelitian ini mengunakan teknik analisis data, bahwa aktifitas dalam

analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara

terus menerus sampai tuntas, hingga datanya jauh.31

1. Reduksi Data

Reduksi data adalah analisis data yang dilakukan dengan memilah hal-hal

yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan

polanya. Data yang diperoleh didalam lapangan ditulis atau diketikdalam

uarian atau laporan terperinci.

2. Penyajian Data

Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, hubungan antara

kategori, flowchard dan sejenisnya, yang paing sering digunakan untuk

menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat

naratif.32

30
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm.88.
31
Matthew B. Miles, dan A Michael Huberman. "Analisis data kualitatif." (Jakarta:UI
Pres.1992). hal.40.
32
Ibid, hlm.40.

41
3. Penarikan Kesimpulan

Data diperoleh, kemudian dikategorikan, dicari tema dan polanya

kemudian ditarik kesimpulan. Kesimpulan awal yang dikemukakan

masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-

bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data

berikutnya.

42
DAFTAR PUSTAKA

Buku:

J Moleong, L. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja


Rosdakarya, 2018.
Kasali, R. The Great Shifting. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2018.

Miles, M. B. Analisis data kualitatif. UI Pres, 1992.

Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2010

Wijaya, K. et al. Kewirausahaan Dan Manajemen Usaha Kecil. Sumatra Barat:


PT Global Eksekutif Teknologi, 2022
Jurnal:

Hendarsyah, D. E-Commerce Di Era Industri 4.0 Dan Society 5.0, Jurnal Ilmiah
Ekonomi Kita. 2019.
Irman , M., & Azani, V. Perancangan Akuntansi Pada Usaha Kecil Menengah.
Jurnal Ilmiah Manajemen, 2016.
Mufidah, A. Z., dan Kurniawan, R. R. Electronic Money Sebagai Alat Transaksi
Dalam Pandangan Islam. Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, (2022 ed). hlm 5-6.
Sari, I. I. Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Minat Mengunakan E-Money
Yang Dimediasi Oleh Perkembangan Era Digital: Studi Kasus OVO.
Undegraduaate thesis, 2022.
Setiawan, I. A., dan Muhyuni, L. P. "Qris Di Mata Umkm: Eksplorasi Persepsi
Dan Intensi Umkm Mengunakan Qris". E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana, 2020.
Situru, A. C., dan Malik, M. C. "Pengaruh Minat Penggunaan Payment Quick
Response Code Indonesian Standard". Menarang: Jurnal Manajemen dan
Bisnis. 2023.

43
Tutik, M., dan Trilaksana, A. Dinamika E-Commerce Di Indonesia Tahun 1999-
2015. Jurna Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya. Vol. 10,
No.3, 2021.
Widayat T. Yohana, “Aplikasi Teknologi Qr (Quick Response) Code Implementasi
Yang Universal” Jurnal Fakultas Ilmu Komputer Universitas AKI.
KOMPUTAKI Vol.3, No.1, (2017).

Website:

A Wahyu. [Link]
sejarah-dan-manfaat-yang-luar-biasa-bagi-transaksi-keuangan (Diakses 18
Oktober 2023)
BSN. BSN Dorong UMKM Wilayah Maluku Utara sebagai Lokomotif Pendukung
Pertumbuhan Ekonomi. Retrieved from Badan Sentral Nasional, 2022.
[Link]
maluku-utara-sebagai-lokomotif-pendukung-pertumbuhan-ekonomi
(Diakses tanggal 17 Juli 2023)
Bank Indonesia. Kenal Dan Layanan. Retrieved from Bank Indonesia, 2019.
[Link] (Diakses tanggal 19 Juni 2023)
Bank Indonesia. Sistem Pembayaran & Pengelolaan Uang Rupiiah. Retrieved
from Bank Indonesia, 2008. [Link]
pembayaran/[Link] (Diakses tanggal 17 Juli 2023)
Bank Indonesia. Quick Response Indonesia Standard. RetrievIndonesia:
[Link] (17 juli 2023)
Kalesang, T. Tahun 2022 Pengguna Baru Qris di Maluku Utara Naik 987,8
Persen. Retrieved from kalesang, 2023.
[Link]
utara-naik-9878-persen/ (Diakses tanggal 17 Juli 2023).
Legal, K. QRIS Kini Dapat Digunakan di Thailand, Bagaimana Dasar
Hukumnya. Retrieved from Klik Legal, 2022. [Link]
kini-dapat-digunakan-di-thailand-bagaimana-dasar-hukumnya/ (Diakses
tanggal 19 Juli 2023)
Lavinda. "QRIS Bisa Dipakai Tarik Tunai, Transfer, dan Setor Mulai 1
September"
Lavinda[Link]

44
dipakai-tarik-tunai-transfer-dan-setor-mulai-1-september (Diakses 18
Oktober 2023)
Tafsir, L. Q. Hukum Uang Elektronik dalam Islam. Retrieved from Learn Quran
Tafsir. 2019. [Link] (Diakses
tanggal 20 Juli 2023)
Peraturan Hukum:

Undang-Undang Repobelik Indonesia Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil.


Undang-Undang Repobelik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Kecil
dan Menengah.

45

Anda mungkin juga menyukai