0 penilaian0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara) 263 tayangan14 halamanSampling Batubara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda,
ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
Stay Connected, Stay Updated
Stay Informed
SAMPLING, PREPARAS! DAN ANALISA
KUALITAS BATUBARA
Apa itu Sampling Batubara?
Pengambilan Contoh (Sampling) adalah Suatu proses pengambilan contoh material/
bbatubara yang mewakili dan representatif dari 1 lot batubara sesuai dengan standar yang
digunakan /diminta.
Dalam buku J.W. Merck:
“Sampling and weighing of Bulk Solids”, sampling didefinisikan sebagai “Proses pengumpulan suatu set primary
increment dari suatu sampling unit dengan suatu cara sehingga pengukuran contoh analisis atau pengujian signifikan
untuk sampling unit tersebut.”
Apa Tujuan Sampling Batubara?
Sampling bertujuan untuk mempersiapkan contoh untuk
dianalisa / tes di laboratorium untuk diketahui kualitas
batubara tersebut berdasarkan sifat fisika dan kimia yang
dimilik.
“Sampling merupakan proses yang paling penting dalam
penentuan kualitas Atau mutu dari suatu material”
“"Reliabilitas dari suatu hasi! pengujian 80 % terletak pada
reliabilitas samplingnya”
© [Link] © elferdy5 Stay Connected, Stay Updated
( ) Stay Informed
JENIIS - JENIS SAMPLING
batubara terbagi menjadi 2 berdasarkan
1. Kondisi Batubara
2. Teknik Sampling
8 KONDISI BATUBARA
——_ el
Batubara Insitu
Batubara Curah
(Coal in Bed) (Coal In Bulk)
Channel Coring. Batubara Diam Batubara Bergerak
‘Sampling ‘Sampling. (Stationary) (Moving)
oe TEKNIK SAMPLING
Batubara Diam
Batubara Bergerak
(stationary) (Moving)
Manual Mekanis
[Link]Stay Connected, Stay Updated
Stay Informed
0 SAMPLING BERDASARKAN KONDIS! BATUBARA
Batubara Insitu (Coal in Bed)
a. Channel Sampling
adalah proses pengambilan sample dari suatu seam batubara dengan cara membuat channel atau saluran dari bagian top
sampai ke bottom seam batubara tersebut atau sebagian dari tebal seam tersebut.
Channel Sampling dapat di lakukan pada
* Outcrop
+ Seam Face (pada saat penambangan)
'* Cut box sampling
llustrasi Channel Sampling Peralatan dan Perlangkapan Channel Sampling
Channel sameing una ante
«ses 5"
b. Core Sampling oscsems “un iy “peat
adalah proses pengambilan contoh batubara dengan cara drilling atau pengeboran terhadap seam batubara,
llustrasi Coring Sampling ing Machine _lustrasi Lapisan Batubara ‘Sampel CoringStay Connected, Stay Updated
Stay Informed
0 SAMPLING BERDASARKAN KONDIS! BATUBARA
@ Batubara Curah (Coal in Bulk)
a. Stationary Sampling (Batubara Diam)
adalah proses pengambilan contoh terhadap kondisibatubara diam, seperti pengambilan contoh batubara distockpile, diatastingkang,
kereta apidan palka.
Hustrasi Pengambilan Sampel Pada Kondi
Diam
aocenie
yO
Di Stockpile
Diatas Tongkang
[tas rowexane |
"Sitionary Sampling Dengan Merganakan
Diatas Kereta Api Diatas palka Mother Vessel
Sampling terhadap batubara diam atau stationary
Sampling, lebih bersifat indikasi, karena sampel yang
terambil hanya di bagian permukaan saja, sedangkan
bagian dalam tumpukan batubara tidak terambil
b. Moving Sampling (Batubara bergerak)
adalah proses pengambilan contoh yang dilakukan pada saat batubara bergerak, seperti pengambilan contoh batubara pada
saat hauling, muat didump truck, diatas belt conveyor dan pada saat muat ke palka (pada grab kapal).
“Sampling yang dilakukan pada saat
batubara bergerak lebih baik dan
representatif, karena kemungkinan
terambilnya contoh di setiap bagian
‘atau posisi batubara lebih besar”
Pada saat dimuat ke DT Pada saat muat ke kapal
[Link] @® elferdy
@el_ferdyStay Connected, Stay Updated
Stay Informed
; oe SAMPLING BERDASARKAN TEKNIK SAMPLING
Manual Sampler
a. Manual Cutter
b. Shovel
c. Scoops
Penggunaan alat sampling Frame (Stop Belt}dengan cara menghentikan
Belt Conveyor dan kemudian diikuti dengan mengambil sebagian contoh
yang ada pada Belt Compensor yang menggunakan Frame sebagaiStay Connected, Stay Updated
Stay Informed
oe SAMPLING BERDASARKAN TEKNIK SAMPLING
@ Mechanical Sampler
jiverter Cutter d. Primary Cross Belt
b. Diverter Chute
System With Sample Direct
to Sample Collector
e Primary & Secondary Cross Belt
Cross Belt Sampling Systems dapat mengumpulkan
sampel dari ban berjalan yang bergerak
Cross Belt Sample Plant With Secondary Divider and
Crusher and Rejects Back to Main Conveyor
—$_— — ————— i —
@® elferdy/ 7 Stay Connected, Stay Updated
( ) Stay Informed
t
DEFINISI - DEFINIS! PENTING DALAM SAMPLING
Increment
Sejumlah batubara yang terambil dari satu kali operasisuatu alat sampling.
Lot
‘Adalah Sejumlah batubara tertentu yang mutunya harus diukur pada presisi tertentu. Dalam jasa inspeksi kargo, analisis lot-nya didapat
melalui analisis komposit kargonya,
Nominal Top Particlesize
Ukuran partikel yang ekivalen dengan ukuran ayakan berlubang persegi empat dimana 95% dari masa yang diayaknya akan lolos.
‘Time Basis Sampling
Pengambilan increment dari material batubara yang sedang diambil contchnya dengan interval waktu di antara pengambilan increment
yang berurutannya sama
‘Mass Basis Sampling
Pengambilan increment dari batubara yang melewati sampling point pada setiap berat masa yang telah ditentukan
Variance
Kuadrat rata-rata darinilairata-rata suatu set observasi
Standard Deviation
‘Akar positif dari variance.
‘Common Sample
‘Suatu contoh yang diambil untuk penetapan total moisture dan untukpreparasicontoh general analysis.
Precision
Kecermatan pengukuran.
Bias
‘Suatu kesalahan sistematik, dimana hasilnya selalu mengarah lebih besar atau lebih kecil dar nilai sesungguhnya.
Partial Sample
‘Suatu contoh yang mewakilisebagian dari sampling unit, yang diambil untuk contoh laboratorium atau contoh pengujianStay Connected, Stay Updated
Stay Informed
4 PRINSIP SAMPLING
Sampling batubara baik secara manual maupun secara mekanis memiliki kaidah-kaidah atau prinsip yang sama yang harus
diikuti agar sample yang diperoleh representatif atau mewakili seluruh batubara yang diambil samplenya.
A Jumlah increment (primary) = Berat minimum sample setiap
> setiaplot sample ncrementnya
Alat yang digunakan untuk (UL intervalincrement
Representative and Reliable Sampling mengambil increment
Ferment
Dalam prosedure General Purpose Of Sampling, untuk kuantitas sampat 1000 MT, direkomendasikan bahwa satu gross sample
mewakil lot. Gross sample diambil berdasarkan jumlah increment seperti pada tabel berikut
180 Standard ASTM Standard
PoE
in Beat ncement GD as
Mi. lah erement aes eiaree a Mia laniahinrement seme asiases ass
in erat nrement gy —[ 1 pan lecra Min Brat ncement@)—[—t 3-7
Untuk kuantitas yang > 1000 MT, guniakan alternatif sebagai berikut
N=KxVi/ 1,000
N=Jumlah Increment
K=15 (untuk mechanical cleanned coal)
35 (untuk Raw Coal)
L =LotSize
Qi asemotng
Alat yang digunakan untuk mengekstraksi increment harus mengikuti rekomendasi dari
standard baik pada manual sampling maupun pada sampling secara mekanis.Stay Connected, Stay Updated
Stay Informed
PRINSIP SAMPLING
Berat minimum sample dari setiap incrementnya adalah mengikuti persamaan sebagai berikut
M= 0.06D
M= berat minimum per increment (kg)
D= Diameter atau ukuran nominal topsize batubara yang disampling (mm)
Berat sample yang diperoleh dari suatu mechanical sample biasanya lebih besar dari berat minimum yang diperlukan.
Berat sample kalkulast dari mechanical sampler adalah
M = Berat sample setiap increment
C = Flowrate batubara (TPH)
a = bucket aperture (M)
ae
Interval increment yang diambil dari seluruh lot atau sub-lot harus merata dari awal pemindahan sampai akhir pemindahan (awal
Joading-akhir loading) baik berdasarkan waktu (Time basis sampling) ataupun berdasarkan berat (Mass Basis Sampling)Stay Connected, Stay Updated
Stay Informed
; PROSEDUR SAMPLING
STATIONARY SAMPLING
Tandaititikttik rencana pengambilan increment tersebut dengan tongkat atau dengan kantong sample itu sendiri,
Tampak Atas Titik Pengambilan Sampel Tampak Samping Titik Pengambilan Sampel
+ Lakukan observasiterhadap tumpukan batubara tersebut terutam mengenai size segregasi yang mungkin terjadi
‘Tentukan alat yang akan digunakan untuk mengambil increment tersebut sesual dengan kesepakatan semua pihak yang,
berkepentingan
‘Lakukan pengambilan increment dari tiap-tiap titik yang sudah ditandai sebelumnya dengan cara
‘Gali etiap titikincrement kira-kira 0.5 meter
*Kemudian ambilincrement sample tersebut dari dasarlubang yang telah digali tersebut.
*Usahakan tidak terjadi selective pengambilan particle size batubara.
*Segera masukan sample tersebut kedalam kantong plastik
Notes:
‘Sampling terhadap batubara diam atau stationary Sampling lebih bersifat indikasi karena sampel yang terambil hanya di
permukaan saja
‘+ Harus ada kesepakatan antara Pembeli & Penjual jika tujuan sampling untuk komersial dan para pihak masing-masing
mengetahui akan kelemahan metode sampling tersebut.
MOVING SAMPLING
a. Production
+ Tergantung pada kapasitas produksi, penentuan lotsize untuk batubara produksi bisa ditentukan berdasarkan tonase,
produksisetiap shift, atau produksisetiap hari
+ Terlepas dari cara sampling manual atau mekanis, pada prinsipnya penentuan jumlah primary increment adalah sama dan
tergantung pada standar yang digunakan dan tergantung pada lot sizenya,
+ Jumlah increment (N)=k\Tonase/1000Stay Connected, Stay Updated
Stay Informed
PROSEDUR SAMPLING
a. Production (Lanjutan)
Suatutambang memilik kapasitas produks' 5.000 ton per hari, atau 2.500 per shi
Tentukan bagaimana cara menentukan samplinghatubara produksitersebut dengan stander ASTM apabila:
2. Batubaradistock dengen menggunakan dump truck dengan kapasitas 20ton,
» Batubara distock dengan menggunakan conveyor dengan kapasitas 400ton/jam dan sampling menggunakan mechanical sampler
Jawab:
2. Jumlah increment yang harus diambil adalah :
=kxVTonase 71.000
35 x V2.500/1.000
55,355 increment/shift
Interval Tonase per increment
2.500 Ton/ 55 increment
= 45,45~ 45 ton
Jumlah ritasi DT /shift yang diperlukan untuk memindahkan batubara produksi tersebut adalah = 2,500 : 20 = 125 DT.
Interval pengambilan increment adalah
= 125 DT:55 increment,
= 5DI/increment (artinya setiap 5 DT mengambil 1 increment sampel batubara)
, Waktu yang diperiakan conveyor untuk menumpuk batubara tersebut per shift adalah
2.500 Ton / 400 TPH
6,25 jam 375 menit
Interval increment berdasarkan time basis jadi
= Total jam / increment
375 meni: 55 increment
6,8 menit/increment (artinya setiap 6,8 menit mengambil 1 increment sampel batubara)Stay Connected, Stay Updated
Stay Informed
PROSEDUR SAMPLING
b. Barging
‘Suatu tongkang memiliki kapasitas 7.500 ton dan akan loading di Jetty menggunakan conveyor dengan kapasitas 500 ton per jam.
Tentukan cara sampling barging tersebut apabila samplingmenggunakan mechanical sample
a. Time asissampling
[Link] sampling
Jawab:
a. Time basis
Jumlah Increment yang diperiukan
kxVfTonase [1.000
35x 7500/1000
= 95,85 ~96 increment
Waktu loading yang di butuhkan :
7.500 Ton : 500 Ton/jam
15 jam ~900 menit
Interval pengambilan increment adalah :
900 ment: 96 increment
375 ~ 9 menit(artinya setiap 9 menit mer
ymbil 1 increment sampel batubara)
b. Time basis
Jumlah Increment yang diperlukan
kxVTonase 71.000
35x 7500/1000
= 95,85 ~96 increment
Interval increment (Mass)
7.500 Ton : 96 Increment
78,125 Ton/increment (artinya setiap 78,125 Ton mengambil 1 increment sampel batubara)Stay Connected, Stay Updated
Stay Informed
| PROSEDUR SAMPLING
c. Transhipment
Suatu barge dengan muatan 7.500 MT, sedang dimuat ke suatu kapal dengan menggunakan grab dengan kapasitas 12 on.
Tentukan bagaimana cara sampling transhipmenttersebut
Jawab:
Jumlah Increment yang diperlukan
= kxVffonase 71.000,
= 35x V7500/1,000
35,85 ~ 96 increment
Jumlah grab yang di butuhkan untuk memindahkan muatan dari tongkang tersebut
500 Ton : 12 Ton
25 Grab
Interval pengambilan increment adalah
25 Grab : 96 inerement
5 ~ 6 Grab/increment (artinya setiap 6 grab di muat mengambil 2 increment sample)FOLLOW ME ®t ery
Stay Connected, Stay Updated
Stay Informed
Efe
Stay Humble, Work Smart. Professional and be kind
Anda mungkin juga menyukai