0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan7 halaman

Pola Makan dan Status Gizi Remaja Advent

This document summarizes a study on eating patterns and nutritional status of adolescents at SMP Advent Lubuk Pakam in North Sumatra, Indonesia. The study found that 44.4% of adolescents had a good diet category and 55.5% had a poor diet category. The nutritional status based on BMI/age index was 68.8% in the normal category. There were differences seen between the eating patterns of Adventist adolescents who generally avoid certain foods like pork and between Adventist and non-Adventist adolescents. It is hoped there will be more education on good eating patterns.

Diunggah oleh

putri audya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan7 halaman

Pola Makan dan Status Gizi Remaja Advent

This document summarizes a study on eating patterns and nutritional status of adolescents at SMP Advent Lubuk Pakam in North Sumatra, Indonesia. The study found that 44.4% of adolescents had a good diet category and 55.5% had a poor diet category. The nutritional status based on BMI/age index was 68.8% in the normal category. There were differences seen between the eating patterns of Adventist adolescents who generally avoid certain foods like pork and between Adventist and non-Adventist adolescents. It is hoped there will be more education on good eating patterns.

Diunggah oleh

putri audya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

WAHANA INOVASI VOLUME 8 No.

2 JULI-DES 2019 ISSN : 2089-8592

GAMBARAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI REMAJA


DI SMP ADVENT LUBUK PAKAM
Lusyana Gloria Doloksaribu
Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Medan

ABSTRACT akibat memiliki status gizi overweight


maupun obesitas (Niswah, 2014).
Background : One of the things that Menurut Gambaran Konsumsi
can affect nutritional status is diet. Diet Pangan Tahun 2015, prevalensi remaja
shows the culture and habits and beliefs penderita obesitas di Sumatera Utara
of a certain group of people. This causes mencapai 1,4% dengan Kabupaten Deli
one group to be different from another serdang mencapai 1,5%.
group. Based on a preliminary survey of Sementara menurut Survei
adolescent at SMP Advent Lubuk Pakam, Konsumsi Makanan Individu tahun 2014,
it was found that only 63% of adolescents diperoleh bahwa konsumsi protein hewani
were in normal category. This varied penduduk Indonesia sebesar 78,4 gram
nutritional status is influenced by varied per orang per hari. Protein nabati lebih
diet. Knowing the description of eating banyak dikonsumsi penduduk
patterns and nutritional status of dibandingkan protein hewani, dapat dilihat
adolescents based on amount of pada konsumsi kacang-kacangan,
consumption, type of consumption and serealia dan olahan bahan makanan ini
frequency of eating. This research was a yang mencapai 56,7 gram dan 257,7
descriptive study with cross-sectional gram per orang per hari. Konsumsi
design. The population in this study was kelompok sayur dan olahan serta buah-
as many as 45 people and the sample buahan dan olahan penduduk masih
was total sampling. Collecting data by rendah yaitu 57,1 gram per orang per hari
distributing semi-quantitative forms of dan 33,5 gram per orang per hari.
food frequency questionaire to samples Remaja adalah kelompok umur 10-
that have been educated about filling out 18 tahun yang mengalami perubahan-
forms. The results showed that 44,4% of perubahan hormonal, kognitif, dan
Adventist diets were in good category and emosional dalam pertumbuhannya
55,5% were in bad category with sehingga banyak membutuhkan zat-zat
nutritional status based on BMI / age gizi secara khusus (Almatsier, 2011).
index of 68,8% in the normal category. It Masa remaja ini adalah masa saat tubuh
is hoped that there will be more education mulai mengalami perkembangan kognitif
about good eating patterns for dan emosional dalam memasuki masa
adolescents at SMP Adent Lubuk Pakam dewasa (Masthalina, 2015). Di usia
so that they can practice it in their daily remaja, ada beberapa hal yang dapat
lives to obtain good diet and optimal mempengaruhi status gizi mereka yaitu
nutritional status. kejadian infeksi, sanitasi lingkungan,
status ekonomi keluarga, pengetahuan
Keywords : Eating Patterns, Adolescent gizi, dan pola makan (Susanti, 2012).
Nutritional Status. Pola makan menunjukkan budaya
dan kebiasaan serta kepercayaan suatu
PENDAHULUAN kelompok masayarakat tertentu. Hal ini
menyebabkan satu kelompok dapat
Status gizi merupakan gambaran berbeda dengan kelompok lainnya. Dari
ekspresi dari keadaan keseimbangan zat pola makan dapat ditemukan bagaimana
gizi sebagai akibat dari konsumsi cara suatu kelompok memperoleh
makanan dan penggunaan zat-zat gizi. makanan, jenis-jenis makanan yang
(Supariasa, 2016 dan Almatsier, 2009). dikonsumsi, jumlah yang dipakai saat
Menurut laporan Global Health menghidang dan berapa banyak
Observatory (GHO), paling sedikit 2.8 juta konsumsi terhadap bahan makanan
orang di dunia meninggal setiap tahun tersebut (Putri, 2017).
29
Lusyana Gloria Doloksaribu : Gambaran Pola Makan dan Status Gizi …………………………..

Studi Lintas Nasional oleh WHO kg dan 155 cm. Dari berat badan dan
tahun 2010 melalui kegiatan survey di 43 tinggi badan dapat diketahui status gizi
negara terhadap remaja diperoleh bahwa remaja dengan menggunakan indeks
anak laki-laki cenderung tidak sarapan antropometri IMT/U.
pagi jika dibandingkan dengan anak Berdasarkan survei pendahuluan
perempuan seumurannya. Konsumsi pada remaja di SMP Advent Lubuk
buah harian juga tidak lebih dari 30% Pakam, sebanyak 1 orang (2,6%) sangat
pada anak laki-laki, namun konsumsi kurus, 3 orang (7,8%) kurus, 8 orang
harian minuman ringan (soft drink) pada (21%) gemuk, 24 orang (63%) normal,
anak laki-laki lebih banyak dibandingkan dan dan 2 orang (5,2%) obesitas.
pada anak perempuan. Variasi konsumsi Keadaan status gizi yang bervariasi
sarapan diberbagai negara dapat seperti ini dipengaruhi oleh pola makan
disebabkan oleh praktik budaya pola yang bervariasi. Dengan mengetahui pola
makan tidak mengonsumsi sarapan dan makan remaja advent dan non-advent
oleh factor social ekonomi. Pola makan dapat diketahui gambaran makanan yang
yang tidak sarapan sudah dikonsumsi dan keterkaitannya dengan
mengidentifikasi frekuensi makan yang status gizi mereka.
kurang. Hal ini dapat melibatkan jumlah
makanan yang masuk serta keberagaman Tujuan Penelitian
jenis makanan yang dikonsumsi remaja. a. Menilai jumlah makanan yang
Jika tidak ada keseimbangan, maka akan dikonsumsi remaja di SMP Advent
timbul masalah kesehatan pada remaja Lubuk Pakam
seperti kurus, obesitas, anemia, dan lain b. Menilai jenis makanan yang
sebagainya. dikonsumsi remaja di SMP Advent
Pola makan seseorang dapat Lubuk Pakam
dipengaruhi oleh sosial budaya dan c. Menilai frekuensi makan remaja di
lingkungan, pengetahuan, iklan, citra diri, SMP Advent Lubuk Pakam
serta agama dan kepercayaan (Almatsier, d. Menilai status gizi remaja di SMP
2011). Meskipun tidak dapat digolongkan Advent Lubuk Pakam
ke dalam vegetarian, pola makan khusus e. Menilai pola makan dan status gizi
yang dianut oleh umat gereja Advent remaja di SMP Advent Lubuk Pakam
masih dipertahankan oleh pengikutnya
sampai hari ini. Hal ini berhubungan METODE PENELITIAN
dengan pola makan mereka sehari-hari
yang tidak bebas mengonsumsi daging Desain, Subjek, dan Waktu
dan hasil laut yang sebenarnya dominan Jenis penelitian adalah
sebagai sumber protein. Remaja Advent observasional dengan rancangan Cross
di SMP Advent Lubuk Pakam pada sectional yaitu mengetahui gambaran
umumnya menghindari beberapa pola makan dan status gizi remaja di SMP
makanan tertentu dalam hidangan Advent Lubuk Pakam pada siswa/siswi
makanan sehari-hari, seperti ikan lele, SMP Advent Lubuk Pakam yaitu
ikan hiu, udang, kerang, belut, daging sebanyak 45 orang. Waktu penelitian
babi, daging anjing, ikan hiu, teh dan kopi. dilaksanakan pada Februari 2018.
Di SMP Advent Lubuk Pakam
terdapat 18 orang remaja yang Jenis dan Cara Pengumpulan Data
merupakan umat gereja advent dan 27 Data dalam penelitian ini adalah data
remaja lainnya adalah non-advent. primer dan data sekunder. Data primer
Tentunya terdapat perbedaan yang meliputi : Data karakteristik sampel
terlihat dari pola makan antar teman meliputi umur, jenis kelamin dan
sehari-hari. Dengan melihat gambaran kepercayaan, data pola makan
pola makan dan status kedua kelompok menggunakan semi kuantitatif FFQ dan
ini, akan terlihat adanya perbedaan yang data Berat Badan dan Tinggi Badan. Data
signifikan. Sekunder meliputi gambaran umum lokasi
Rata-rata pertumbuhan tinggi remaja penelitian.
mencapai 20% dan pertambahan berat Data pola makan diperoleh melalui
badan 50% (Penuntun Diet Anak, 2014). wawancara langsung kepada sampel
Rata-rata berat badan dan tinggi badan di menggunakan formulir semi kuantitatif
usia remaja menurut AKG 2013 adalah 45 FFQ. Data berat badan (BB) dan tinggi
30
Lusyana Gloria Doloksaribu : Gambaran Pola Makan dan Status Gizi …………………………..

badan (TB) dengan menggunakan Tabel 2. Distribusi Sampel berdasarkan


timbangan digital dengan ketelitian 0,1 kg Kategori Pola Makan
dan microtoa (microtoise) yang Kategori Remaja Remaja Total
mempunyai ketelitian 0,1 cm. Pola Advent Non-
Makan Advent
Pengolahan dan Analisis Data n % n % n %
Data dianalisis menggunakan Baik 9 20 11 24,4 20 44,4
Tidak 8 17,7 17 37,7 25 55,5
computer yaitu program SPSS. Data pola
Baik
makan dalam semi Kuantititatif FFQ
Total 17 37,7 28 62,2 45 100
diolah berdasarkan jumlah, jenis, dan
frekuensi konsumsi, sedangkan data
Pola makan baik di SMP Advent
status gizi berdasarkan IMT/U
secara keseluruhan adalah 44,4% dan
menggunakan aplikasi WHO Antro-plus
pola makan tidak baik adalah 55,5%.
dan untuk klasifikasi dibandingkan SK
Sehingga perlu edukasi lebih tentang pola
Antropometri 2010.
makan yang baik kepada remaja di SMP
Advent Lubuk Pakam. Dengan adanya
HASIL DAN PEMBAHASAN
edukasi yang mendalam bagaimana
menciptakan pola makan yang baik, maka
Karakteristik sampel pada penelitian
diharapkan remaja dan orangtua dapat
ini dapat dilihat pada Tabel 1.
saling mempraktekannya di rumah dan di
Tabel 1. Distribusi Sampel berdasarkan
kegiatan sehari-hari, sehingga dapat
Karakteristik
terwujud pola makan yang baik dan status
Karakteristik Sampel n % gizi yang optimal.
Umur
12 tahun 12 26,6 Jumlah Konsumsi
13 tahun 10 22,2 Tabel 3. Distribusi Pola Makan Sampel
14 tahun 13 28,8 berdasarkan Kategori Jumlah
15 tahun 7 15,5 Kosumsi
16 tahun 2 4,4 Remaja Total
Jumlah 45 100 Kategori
Remaja Non-
Jumlah
Jenis Kelamin Advent Advent
Konsum
Laki-laki 30 66,6 % n %
si n % n
Perempuan 15 33 26,6 20 44,4
Jumlah 45 100 Baik 8 17,7 12
13,3 8 17,7
Kepercayaan Sedang 2 4,4 6
Advent 17 37,7 4,4 4 8,8
Kurang 2 4,4 2
Non-Advent 28 62,2 17,7 13 28,8
Defisit 5 11,1 8
Jumlah 45 100
45 100
Total 17 37,7 28 62,2
Sampel dalam penelitian ini
sebanyak 45 siswa di SMP Advent Lubuk Jumlah konsumsi baik pada remaja
Pakam. Rata-rata umur sampel adalah Advent adalah 17,7% sedangkan pada
12-16 tahun. Usia 14 tahun memiliki remaja Non-advent lebih besar yakni
persentase sebanyak 28,8%, sedangkan 26,6%. Namun, secara keseluruhan
yang paling sedikit adalah 16 tahun jumlah konsumsi baik pada remaja di
sebanyak 4,4%. SMP Advent Lubuk Pakam adalah 44,4%.
Jumlah konsumsi yang tidak baik pada
Hasil Pengukuran Pola Makan remaja di SMP Advent Lubuk Pakam
Pola makan merupakan kesesuaian diakibatkan karena tidak seimbangnya
jumlah, jenis makanan dan frekuensi yang antara konsumsi sumber KH, Protein,
dikonsumsi setiap hari atau setiap kali sayur dan buah sehari-harinya. Dapat
makan oleh responden yang terdiri dari dilihat dari perhitungan AKGI yang
jenis makanan pokok, lauk pauk (lauk kemudian dibandingkan dengan energy
hewani dan nabati serta sayur dan buah dari AKG 2013 yang merupakan
(Khairiyah, 2016). kecukupan energy seseorang dilihat dari
umur dan berat badan masih didapat
jumlah konsumsi yang deficit sebanyak
31
Lusyana Gloria Doloksaribu : Gambaran Pola Makan dan Status Gizi …………………………..

28,8%, sementara dalam masa remaja yang baik, kualitas pangan yang
pertumbuhan ini dibutuhkan asupan gizi baik dan tidak adanya penyakit infeksi
yang cukup dengan adanya sehingga dapat mencegah timbulnya
keseimbangan antara konsumsi makanan masalah status gizi pada remaja
dengan kalori yang dibutuhkan tubuh. Hal (Khusniati, 2015).
ini didukung dengan perilaku makan

Jenis Konsumsi
Tabel 4. Distribusi Pola Makan Sampel berdasarkan Kategori Jenis Konsumsi
Kategori Jenis Remaja Remaja Total
Konsumsi Advent Non-Advent
n % n % n %
Baik 14 31,1 18 40 32 71,1
Tidak Baik 3 6,6 10 22,2 13 28,8
Total 17 37,7 28 62,2 45 100

Jenis konsumsi baik pada remaja Frekuensi Makan


Advent adalah 31,1% lebih besar jika Frekuensi makan akan
dibandingkan dengan remaja Non-advent menggambarkan seberapa sering
yakni 6,6%. Namun, secara keseluruhan responden mengonsumsi suatu bahan
jenis konsumsi baik pada remaja di SMP pangan tertentu dalam periode waktu hari,
Advent Lubuk Pakam adalah 71,1%. minggu, bulan, dan makanan yang tidak
pernah dikonsumsi.

Tabel 5. Distribusi Pola Makan Sampel berdasarkan Kategori Frekuensi Makan


Kategori Remaja Remaja Total %
Frekuensi Advent Non-Advent
Makan
N % n %
Baik 10 22,2 22 48,8 32 71,1
Tdk Baik 7 15,5 6 13,3 13 28,8
Total 17 37,7 28 62,2 45 100

Frekuensi makan yang baik pada Setelah didapat Z-Skor melalui program
remaja Advent adalah 22,2% lebih besar WHO Antroplus
jika dibandingkan dengan remaja Non- Status gizi sampel pada penelitian ini
advent yakni 15,5%. Namun, secara dapat dilihat pada Tabel 6 di bawah ini :
keseluruhan frekuensi makan baik pada
remaja di SMP Advent Lubuk Pakam Tabel 6. Distribusi Sampel
adalah 71,1%. Studi Lintas Nasional oleh Berdasarkan Status Gizi
WHO yang melakukan survey di 43 Status Gizi n %
negara pada tahun 2010 terhadap remaja Sangat 1 2,2
mendapatkan bahwa anak laki-laki Kurus 3 6,6
cenderung tidak sarapan pagi jika Kurus 31 68,8
dibandingkan dengan anak perempuan Normal 7 15,5
seumurannya. Gemuk 3 6,6
Obesitas
Hasil Pengukuran Status Gizi Jumlah 45 100
Status Gizi merupakan gambaran
ekspresi dari keadaan keseimbangan zat Status gizi sampel penelitian paling
gizi sebagai akibat dari konsumsi banyak dalam kategori normal sebesar
makanan dan penggunaan zat-zat gizi 68,8%. Hasil penelitian ini menunjukkan
(Supariasa, 2016 dan Alamtsier, 2009). status gizi sangat kurus mencapai 2,2%
Indikator dalam penentuan status gizi dan obesitas mencapai 6,6%. Sedangkan
remaja umur 5-18 tahun menggunakan status gizi kurus adalah 6,6%. Hasil ini
Indeks Massa Tubuh berdasarkan umur. termasuk kategori rendah jika
dibandingkan dengan hasil Pemantauan
32
Lusyana Gloria Doloksaribu : Gambaran Pola Makan dan Status Gizi …………………………..

Status Gizi tahun 2017 dengan indeks baik yaitu 35,5%. Status gizi sangat kurus
IMT/U berdasarkan persentase sangat ternyata memiliki pola makan baik yakni
kurus dan kurus di Indonesiapada remaja sebesar 2,2% sedangkan status gizi kurus
umur 13-15 tahun yang berturut-turut yang memiliki pola makan baik sebesar
sebesar2,6% dan 6,7%. Namun termasuk 4,4% dan pola makan tidak baik sebesar
kateogri tinggi jika dibandingkan dengan 2,2%. Dan status gizi gemuk yang
di Sumatera Utara, persentase sangat memiliki pola makan baik adalah sebesar
kurus dan kurus pada remaja umur 13-15 2,2% dan pola makan tidak baik sebesar
tahun sebesar 2,2% dan 4,4%. 13,3%. Dan status gizi obesitas yang
Pada Tabel 7 dapat terlihat bahwa memiliki pola makan baik adalah 2,2%
status gizi normal memiliki pola makan dan pola makan tidak baik adalah 4,4%.
yang baik sebesar 33,3% sedangkan
sisanya adalah pola makan yang tidak

Tabel 7. Gambaran Status Gizi dan Pola Makan Sampel


Status Gizi Pola Makan Pola Makan Total
Baik Tidak Baik
n % n % n %
Sangat Kurus 1 2,2 0 0 1 2,2
Kurus 2 4,4 1 2,2 4 6,6
Normal 15 33,3 16 35,5 31 68,8
Gemuk 1 2,2 6 13,3 7 15,5
Obesitas 1 2,2 2 4,4 3 6,6
Total 20 44,4 25 55,5 45 100

Terpenuhinya kebutuhan zat gizi kurus dengan pola makan baik


sangat diperlukan dalam mencapai tingkat berturut-turut adalah 2,2% dan 4,4%.
kesehatan yang optimal. Asupan zat-zat Sedangkan status gizi gemuk dan
gizi yang seimbang dengan kebutuhan obesitas dengan pola makan baik
remaja akan membantu remaja mencapai masing-masing didapat 2,2%.
pertumbuhan dan perkembangan yang
optimal. Ketidakseimbangan asupan Saran
kebutuhan zat gizi dapat menimbulkan 1. Sebaiknya perlu diberi edukasi lebih
masalah gizi baik itu masalah gizi lebih tentang pola makan yang baik
maupun masalah gizi kurang kepada remaja di SMP Advent
(Sulistyoningsih, 2012). Lubuk Pakam.
2. Diharapakan edukasi yang telah
KESIMPULAN DAN SARAN diberikan dapat dilaksanakan dalam
kehidupan sehari-hari agar dicapai
Kesimpulan pola makan yang baik dan status
1. Pola makan baik pada remaja di SMP gizi yang optimal.
Advent Lubuk Pakam adalah 44,4%
dan pola makan tidak baik adalah DAFTAR PUSTAKA
55,5%.
2. Jumlah konsumsi makan yang baik Aisyah. (2016). Pengetahuan, sikap, dan
pada remaja di SMP Advent Lubuk tindakan konsumsi makanan
Pakam adalah 44,4%. berserat pada siswa SMK Negeri 6
3. Jenis konsumsi baik pada remaja di Yogyakarta.
SMP Advent Lubuk Pakam adalah
71,1%. Alakaam, A. A., Castellanos, D. C.,
4. Frekuensi makan baik pada remaja di Bodzjo, J., & Harrison, L. (2015).
SMP Advent Lubuk Pakam adalah The Factors That Influence Dietary
71,1%. Habits Among International
5. Status gizi normal pada remaja Students in the United States.
dengan pola makan baik di SMP Journal of the American Dietetic
Advent Lubuk Pakam adalah 33,3%. Association, 5(2), 104–120.
Dan status gizi sangat kurus dan [Link]
33
Lusyana Gloria Doloksaribu : Gambaran Pola Makan dan Status Gizi …………………………..

Almatsier, Sunita, dkk. 2011. Gizi Kusumaryani, M. (2017). Brief notes :


Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Prioritaskan kesehatan reproduksi
Jakarta: Pt. Gramedia Pustaka remaja untuk menikmati bonus
Utama Jakarta. demografi. Lembaga Demografi
FEB UI, 1–6. Retrieved from
Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar [Link]
Ilmu Gizi. Jakarta: Pt. Gramedia content/uploads/2017/08/BN-06-
Pustaka Utama Jakarta. [Link]

Arista, A. D., Widajanti, I. L., Si, M., & Manampiring, K. J. M. T., E., A., &
Aruben, D. R. (2017). No Title, 5, [Link], B. (2014). Prevalensi
585–591. Obesitas Pada Remaja. Jurnal E-
Biomedik (EBM), 2(2), 481–484.
Balitbangkes, & Siswanto. (2014). Buku
Studi Diet Total : Survei Konsumsi Masthalina, H., Laraeni, Y., & Dahlia, Y.
Makanan Individu. P. (2015). Jurnal Kesehatan Pola
[Link] Konsumsi (Faktor Inhibitor dan
Enchancer FE) terhadap Status
Buku-sk-antropometri-2010[1].pdf. (n.d.). Anemia Remaja Putri Masyarakat.
Kemas, 11(1), 80–86.
Hamzar, Achdazani. 2012. Gambaran [Link] 1858-1196
Pola Makan Dan Status Gizi Siswa
Sekolah Smp Bosowa Bina Insani Nila Oktamia, D. (2014). 1 , 2 , 3.
Bogor. Jurnal Gizi Dan Pangan, Juli Penerapan Model Pembelajaran
2014, 9(2): 97-102 Group Investigation, 1–10.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Buku Niswah, I., Damanik, M. R. M., &
Saku Pemantauan Status Gizi Ekawidyani, K. R. (2014).
Tahun 2017, 140. Retrieved from Kebiasaan Sarapan, Status Gizi,
[Link] dan Kualitas Hidup Remaja SMP
aca/rilis- Bosowa Bina Insani Bogor. Jurnal
media/20170203/0319612/inilah- Gizi Dan Pangan, 9(10), 97–102.
hasil-pemantauan-status-gizi-psg-
2016/ Notoatmodjo, Soekidjo. 2011. Kesehatan
Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta:
Khairiyah, Evi Luthfiah. (2016). Pola Rineka Cipta.
Makan Mahasiswa Fakultas
Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Nurwulan, Endah, Dkk. 2017. Hubungan
(FKIK) UIN Asupan Zat Gizi, Pola Makan, Dan
Pengetahuan Gizi Dengan Status
Khusniyati, E., Sari, A. K., & Ro, I. (2015). Gizi Santri Di Pondok Pesantren
Hubungan Pola Konsumsi Makanan Yatim At-Thayyibah Sukabumi.
dengan Status Gizi Santri Pondok Argipa Vol. 2 No. 2 : 65-74.
Pesantren Roudlatul Hidayah Desa
Pakis Kecamatan Trowulan Nuzrina, R. (2016). Analisis Perbedaan
Kabupaten Mojokerto. Pola Konsumsi Makanan Dan
Asupan Pulau Sumatera Dan Jawa
Kristianti, N., & Sarbini, D. (2009). (Analisis Data Riskesdas 2010).
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan
Frekuensi Konsumsi Fast Food Penuntun Diet Anak. 2014. Badan
Dengan Status Gizi Siswa SMA Penerbit Fakultas Kedokteran
Negeri 4 Surakarta. Jurnal Univeristas Indonesia.
Kesehatan, 2, 39–48.
[Link]
0070083
34
Lusyana Gloria Doloksaribu : Gambaran Pola Makan dan Status Gizi …………………………..

Putri, R. D., Simanjuntak, B. Y., & Sirajuddin, dkk. 2014. Suvei Konsumsi
Kusdalinah. (2017). Hubungan Pangan. Jakarta : EGC.
Pengetahuan Gizi, Pola Makan dan
Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Supariasa, dkk. 2016. Penilaian Status
dengan Kejadian Anemia Pada Gizi. Jakarta: EGC.
Remaja Putri. Jurnal Kesehatan,
VIII(3), 400–405. Widianti, N. U. R. (2012). Hubungan
[Link] Antara Body Image Dan Perilaku
1293408 Makan Dengan Status Gizi Remaja
Putri Di SMA Theresiana
RI, D. K. (2013). Angka Kecukupan Gizi Semarang. Journal of Nutrition
(AKG) 2013. Litbangkes, 2013, 2–4. College, 1(1), 398–404.
[Link]

Riset, B., Dasar, K., Total, S. D.,


Penelitian, B., Kesehatan, P.,
Kesehatan, K., & Tahun, R. I.
(2015). Gambaran Konsumsi
Pangan , Permasalahan Gizi dan
Penyakit Tidak Menular di Nusa
Tenggara Timur ( NTT ), 1–64.

Risiko, F., & Endometriosis, K. (2014).


Unnes Journal of Public Health Info
Artikel, 3(3), 1–10.

Ristrini, Andarwati, A., Hanafi, F.,


Wirawan, S., Mardiansyah,
Fihirrudin, M., … Arif, M. (2013).
Penyajian Pokok-Pokok Hasil Riset
Kesehatan Dasar 2013 Provinsi
Nusa Tenggara Barat, 1–285.
Retrieved from
[Link]

Rochmawati, Marlenywati, E. W. (2013).


Gizi Kurus ( Wasting ) Pada Balita.
Jurnal Vokasi Kesehatan, 2(2),
336–342.

Sembiring, A. C., Briawan, D., & Baliwati,


Y. F. (2015). Metode Skor
Konsumsi Pangan Untuk Menilai
Ketahanan Pangan Rumah Tangga.
Penelitian Gizi Dan Makanan (The
Journal of Nutrition and Food
Research), 38(1).
[Link]
4419.31-40

Setyawati, Ririn Indah. 2006. Hubungan


Antara Pola Konsumsi Makanan
dan Tingkat Konsumsi Gizi Dengan
Status Gizi Anak Usia Sekolah di
Panti Asuhan. Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Airlangga
Surabaya.

Anda mungkin juga menyukai