Hal 44
UJI KELEMBAPAN PELEMBAB BIBIR EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA
(Aloe vera L.)
MOISTURE TEST OF ALOE VERA (Aloe vera L.) LEAF EXTRACT LIP BALM
1
Cahaya Firdausi Imani, 1Fenita Shoviantari*
1
Fakultas Farmasi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
Info Artikel Abstrak
Sejarah Artikel : Latar Belakang: Pelembab bibir atau biasa dikenal dengan lip balm merupakan suatu
Submitted:10 Mei 2022 sediaan yang berfungsi untuk melembabkan bibir dengan mempertahankan
Accepted: 2 Juni 2022 kelembapan, mencegah kekeringan, kerusakan kulit dan kerusakan kulit akibat sinar
Publish Online: 27 Juni matahari, serta menciptakan lapisan pelindung yang membantu menghidrasi kulit,
2022 serta mencegah penguapan air dari kulit. Lidah buaya (Aloe Vera L) merupakan salah
satu bahan dari alam yang dapat berfungsi sebagai pelembab kulit. Lidah buaya
mengandung banyak manfaat untuk kosmetik seperti vitamin C dan E yang
melembabkan kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan
Kata Kunci:
hasil uji mutu fisik dan hasil uji kelembapan dalam sediaan Lip balm ekstrak Lidah
pelembab, bibir, formulasi, buaya (Aloe Vera L) dengan variasi konsentrasi 3%, 6%, dan 9%. Metode: Penelitian
mutu fisik, yang dilaksanakan merupakan penelitian eksperimental dengan 3 tahapan proses, yang
pertama formulasi sediaan lip balm, kedua uji mutu fisik, dan ketiga uji kelembapan
dan uji iritasi pada subyek. Hasil: Dihasilkan formula lip balm yang stabil. Hasil uji
Keywords: mutu fisik pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji
lip balm, formulation, stabilitas menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna pada perbedaan
physical quality konsentrasi ekstrak. Pada uji kelembapan didapatkan nilai peresentase kelembapan
pada formula 1 sebesar 24,2%, formula 2 sebesar 27,9%, dan pada formula 3 sebesar
41%; dan semua formula tidak mengiritasi kulit. Simpulan: Perbedaan konsentrasi
lidah buaya pada setiap formula tidak mempengaruhi hasil uji mutu fisik. Formula
dengan daya kelembapan paling tinggi adalah formula 3 dengan konsentrasi ekstrak
sebesar 9%.
Abstract
Background: Lip moisturizer or commonly known as lip balm is a preparation that
functions to moisturize the lips by retaining moisture, preventing dryness, skin
damage and skin damage due to sunlight, as well as creating a protective layer that
helps hydrate the skin, and prevents evaporation of water from the skin. Aloe vera
(Aloe Vera L) is one of the natural ingredients that can function as a skin moisturizer.
Aloe vera contains many benefits for cosmetics such as vitamins C and E which
moisturize the skin. Objective: This study aims to determine the difference between
the results of the physical quality test and the results of the moisture test in the
preparation of Lip balm extract of Aloe Vera (Aloe Vera L) with varying
concentrations of 3%, 6%, and 9%. Methods: This research is an experimental study
with 3 stages of process, the first is the formulation of lip balm preparations, the
second is a physical quality test, and the third is a moisture test and irritation test on
the subject. Result: A stable lip balm formula was produced. The results of the
Korespondensi : [Link]@[Link] ISSN 2797-1163
Hal 45
Cahaya Firdausi dkk | Uji Kelembapan Pelembab Bibir ….
Jurnal Pharma Bhakta, Vol. 2 No. 1 Tahun 2022
physical quality test on the organoleptic test, homogeneity test, pH test, dispersion
test, and stability test showed that there was no significant difference in the difference
in extract concentration. In the humidity test, the percentage of humidity in formula
1 is 24.2%, formula 2 is 27.9%, and formula 3 is 41%; and all formulas do not irritate
the skin. Conclusion: The difference in concentration of aloe vera in each formula
did not affect the results of the physical quality test. The formula with the highest
moisture power is formula 3 with an extract concentration of 9%
PENDAHULUAN
Kosmetik merupakan suatu campuran bahan yang digunakan pada tubuh bagian luar dengan
berbagai macam cara untuk merawat dan mempercantik diri sehingga dapat menambah daya tarik dan
menambah rasa percaya diri pemakai dan tidak bersifat mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit
tertentu (Ambari et al., 2020). Sediaan lip balm atau pelembab bibir yaitu sediaan yang memiliki kandungan
utama minyak, lilin, lemak atau ekstrak bahan alami yang memiliki tujuan dapat mencegah kekeringan pada
bibir dengan meningkatkan kelembaban dan melindungi bibir dari pengaruh buruk (Kwunsiriwong, 2016).
Emolien dalam sediaan Lip balm bertujuan untuk melembabkan bibir dengan mempertahankan
kelembapan, mencegah kekeringan dan kerusakan kulit dan kerusakan kulit akibat sinar matahari dan
mencegah penguapan air dari kulit dengan membentuk lapisan pelindung sehingga dapat membantu
kelembaban kulit (Agustiana, 2019)
Salah satu bahan dari alam yang dapat berfungsi sebagai pelembab kulit adalah lidah buaya (Aloe
vera L) (Dal’Belo et al., 2006). Selain itu lidah buaya (Aloe vera L) sangat mudah didapat, lidah buaya
(Aloe Vera) juga sudah banyak dikembangkan dan dibudidayakan di Indonesia. Lidah buaya (Aloe vera)
bermanfaat sebagai bahan baku, industri farmasi dan kosmetik, serta sebagai bahan baku makanan dan
minuman kesehatan, obat-obatan tanpa mengandung bahan pengawet kimia (Mulianingsih dan Ambarwati,
2021).
Berbagai kandungan dari lidah buaya antara lain vitamin A, B1, B2, B3, B12, C, E, Choline,
Inositol dan juga asam folat. Kandungan mineralnya yaitu magnesium (Mg), kalsium (Ca), kromium (Cr),
potassium (K), sodium (Na), besi (Fe), dan Zin (Zn), banyak sekali kandungan lidah buaya yang bermanfaat
pada kosmetik, salah satunya Vitamin C, E, dan beta karoten, menjaga kulit untuk tetap terhidrasi
(Mulianingsih dan Ambarwati, 2021).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil uji mutu fisik formulasi dan uji
kelembapan sediaan lip balm dari ekstrak lidah buaya (Aloe Vera L.) dengan konsentrasi yang berbeda.
METODE PENELITIAN
Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) yang diperoleh
dari koleksi PT. Rocchem Jaya Sentosa, virgin coconut oil, propil paraben, gliserin, cera alba, BHT,
Vaseline Album, Serbuk Magnesium, dan HCl pekat.
ISSN 2797-1163
Hal 46
Cahaya Firdausi dkk | Uji Kelembapan Pelembab Bibir ….
Jurnal Pharma Bhakta, Vol. 2 No. 1 Tahun 2022
Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini timbangan digital, kertas perkamen, tabung gelas, gelas
ukur, penangas air, pH meter, skin analyzer, kaca skala, alat daya lekat, wadah lip balm, dan alat – alat
gelas.
Metode penelitian
Skrining flavonoid
Ekstrak ditambahkan serbuk magnesium dan HCL pekat. Terbentuk larutan berwarna jingga, merah
atau kuning menunjukkan adanya flavonoid (Aryantini et al., 2017).
Formula lip balm ekstrak
Tabel 1. Formula lip balm ekstrak aloe vera
Formulasi Fungsi Formula (%)
1 2 3
Ekstrak Lidah Buaya Bahan Aktif 3 6 9
VCO Basis Lemak 30 30 30
Gliserin Humektan 8 8 8
Cera Alba Agen Pengeras 15 15 15
Propil Paraben Pengawet 0,2 0,2 0,2
BHT Antioksidan 0,1 0,1 0,1
Vaselin Album Basis Lemak Ad 100 Ad 100 Ad 100
Pembuatan sediaan lip balm
Vaselin album dan cera alba ditimbang sesuai jumlah yang dibutuhkan lalu dilelehkan (campuran
1), selanjutnya ditimbang propil paraben, BHT dan gliserin kemudian dicampurkan dengan propil paraben,
BHT dan gliserin (campuran 2). Virgin coconut oil yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam lelehan
basis (campuran 1) sambil terus diaduk, kemudian ketika suhu sudah tidak terlalu panas dimasukkan ekstrak
lidah buaya sambil diaduk. Kemudian dimasukkan ke dalam cetakan yang telah diolesi dengan gliserin lalu
dibiarkan pada suhu ruangan sampai membeku (Handayani et al., 2020)
Uji organoleptis
Organoleptis adalah suatu pengujian dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama
untuk pengukuran daya penerimaan terhadap suatu sediaan. Macam-macam uji yang dilakukan yaitu
dengan melihat warna, bau, dan bentuk (Ambari et al., 2020).
Uji homogenitas
Sediaan di letakkan di atas kaca objek di perhatikan secara saksama apakah terdapat butiran-butiran
kasar atau tidak. Apabila terdapat butiran-butiran kasar pada sediaan tersebut tidak homogen (Yusuf et al.,
2019).
ISSN 2797-1163
Hal 47
Cahaya Firdausi dkk | Uji Kelembapan Pelembab Bibir ….
Jurnal Pharma Bhakta, Vol. 2 No. 1 Tahun 2022
Uji pH
Pengujian ini menggunakan alat yaitu pH meter yang telah dikalibrasi. Sampel ditimbang 1gram
lalu didispersikan dalam aquadest ad 10 ml, kemudian dipanaskan di atas hot plate. pH sediaan memenuhi
syarat jika berada pada rentang pH bibir yaitu 4,5 – 7,0 (Sarwanda et al., 2021).
Uji daya sebar
Sampel sediaan lip balm ditimbang sebanyak 0,5gram diletakkan di atas alat uji daya sebar yang
berupa lempengan kaca beralaskan kertas skala, tutup dengan lempengan pasangannya. dan dibiarkan
selama 1 menit, diukur diameter penyebaran lip balm dengan cara mengukur dari berbagai sisi dan dihitung
rata-ratanya, diulang sebanyak 3 kali Replikasi dengan cara yang sama dengan penambahan beban secara
berkala (50 g, 100 g, 150 g, 200 g) (Ambari et al., 2020).
Uji daya lekat
Sampel sediaan lip balm ditimbang sebanyak 0,25 gram, lalu diletakkan diatas gelas objek. Kedua
gelas objek ditempelkan sampai menyatu. Kemudian diletakkan dengan beban seberat 1 kg selama 5 menit
setelah itu dilepaskan, lalu diberi beban 80gram dan dicatat waktunya hingga kedua objek gelas tersebut
terlepas. Replikasi dilakukan sebanyak 3 kali (Ambari et al., 2020).
Uji iritasi
Teknik yang dilakukan pada uji iritasi ini adalah uji tempel terbuka (open patch) pada bagian lengan
bawah bagian dalam terhadap 9 panelis yang bersedia dan menulis surat pernyataan. Uji tempel terbuka
dilakukan dengan mengoleskan sediaan pada lokasi lekatan dengan luas tertentu (2,5x2,5 cm), dibiarkan
terbuka dan diamati apa yang terjadi. Uji ini dilakukan sebanyak 3 kali sehari selama dua hari berturut-
turut. Kriteria inklusi uji iritasi meliputi: wanita berusia 20-30 tahun, sehat jasmani dan rohani, tidak
memiliki riwayat penyakit alergi, dan menyatakan kesediaanya untuk dijadikan responden. Reaksi yang
diamati adalah terjadinya eritema, papula, vesikula atau edema (Ambari et al., 2020).
Uji kelembapan
Uji ini menggunakan 9 panelis, pengelompokan dibagi menjadi 3 kelompok. 3 orang panelis
mengunakan formula F1, 3 orang panelis mengunakan formula F2, 3 orang panelis mengunakan formula
F3. Kriteria inklusi panelis yaitu wanita, sehat, usia 20-25 tahun, tidak memiliki riwayat penyakit yang
berhubungan dengan alergi pada kulit, dan bersedia menjadi panelis dengan mengisi formulir kesediaan
sebagai panelis. Uji kelembapan sediaan lip balm dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan lip balm
pada lengan bawah panelis, dilakukan setiap pagi dan malam hari. Uji ini dilakukan selama 6 hari dengan
pengukuran setiap hari. Pengamatan hasil dilakukan dengan mengamati langsung perubahan fisik dan
menguji kelembapan kulit dengan alat skin analyzer (Yusuf et al., 2019).
Analisis data
Data hasil penelitian formulasi dan uji kelembapan Lip balm ekstrak lidah buaya (Aloe Vera L.)
yaitu uji kelembapan dan uji mutu fisik dianalisis menggunakan program SPSS (Statistical Product and
Service Solution). Apabila hasil data penelitian formulasi dan uji kelembapan Lip balm ekstrak lidah buaya
(Aloe Vera L.) terdistribusi normal dan homogeny maka dilanjutkan dengan uji Oneway Anova (Anova satu
ISSN 2797-1163
Hal 48
Cahaya Firdausi dkk | Uji Kelembapan Pelembab Bibir ….
Jurnal Pharma Bhakta, Vol. 2 No. 1 Tahun 2022
arah) untuk menentukan perbedaan rata-rata di antara kelompok. Jika terdapat perbedaan, dilanjutkan
dengan uji Post Hoc LSD (Least Significant Difference) untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Apabila
tidak terdistribusi normal dan homogeny maka data dianalisis dilanjutkan dengan Kruskal-Wallis Test untuk
mengetahui efektivitas kelembaban pada bibir di antara formula.
HASIL PENELITIAN
Skrinning Fitokimia
Hasil skrining flavonoid menunjukkan warna kuning yang artinya ekstrak (Aloe Vera L.) positif
mengadung senyawa flavonoid.
Uji mutu fisik
Tabel 2. Hasil uji mutu fisik sediaan lip balm ekstrak aloe vera
Uji Mutu Fisik Formula 1 Formula 2 Formula 3
Organoleptis Putih, semipadat, bau Putih, semipadat, bau Putih, semipadat, bau
khas lemah aloe vera khas lemah aloe vera khas lemah aloe vera
Homogenitas Homogen Homogen Homogen
pH 6,7±0,100 6,6±0,100 6,5±0,321
Daya sebar (cm) 1,6±0,100 1,7±0,115 1,8±0,115
Daya lekat (detik) 6,42±0,537 4,31±1,047 3,04±0,461
Stabilitas Stabil selama 14 hari Stabil selama 14 hari Stabil selama 14 hari
Uji iritasi
Tabel 3. Hasil uji iritasi sediaan Lip balm ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.)
Sediaan Eritema Papula Vesikula Edema
F1 - - - -
F2 - - - -
F3 - - - -
Keterangan:
(-) : Tidak menunjukkan reaksi apa-apa
(+) : Timbul reaksi
Uji kelembapan
Tabel 4. Persentase kelembapan kulit sebelum dan sesudah diaplikasikan lip balm ekstrak lidah buaya
Selisih Sebelum dan
Formula Sebelum Perlakuan Sesudah Perlakuan
Sesudah Perlakuan
1 21,2 ± 1,67 25,3 ± 1,93 4,1 ± 0,32
2 23,4 ± 0,65 28,2 ± 1,19 4,8 ± 0,54
3 23,9 ± 1,85 30,8 ± 1,63 6,9 ± 1,16
ISSN 2797-1163
Hal 49
Cahaya Firdausi dkk | Uji Kelembapan Pelembab Bibir ….
Jurnal Pharma Bhakta, Vol. 2 No. 1 Tahun 2022
PEMBAHASAN
Pengamatan organoleptis sediaan didapatkan hasil bahwa sediaan lip balm ekstrak lidah buaya
(Aloe vera L.) pada masing-masing formula memiliki organoleptis yang sama yaitu berwarna putih, berbau
khas lemah dari basis lemak VCO dan berbentuk semi padat. Dari hasil uji homogenitas didapatkan hasil
sediaan Lip balm ekstrak lidah buaya (Aloe Vera L.) tidak terdapat butiran-butiran kasar pada pada masing-
masing formula.
Dari hasil uji pH sediaan Lip balm ekstrak lidah buaya (Aloe Vera L.) menunjukkan bahwa uji pH
pada masing-masing formulasi I, II dan III pada sediaan sediaan Lip balm ekstrak lidah buaya menunjukkan
perbedaan rata-rata pH berturut-turut yaitu 6,7 ; 6,6 dan 6,5. Nilai pH dapat ditentukan oleh banyak
sedikitnya asam yang ada pada bahan (Tranggono dan Sutardi, 1989). Tingkat keasaman yang sebaiknya
di dapat oleh lip balm adalah 4,5-7,0 (Sarwanda et al., 2021). Sedangkan pH dari ekstrak lidah buaya adalah
4,89. dari hasil uji pH dengan penambahan konsentrasi ekstrak lidah buaya dapat mempengaruhi nilai pH
turun (Rusanti, 2016) sehingga semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka pH yang dihasilkan semakin
rendah atau asam Dalam hal ini jumlah konsentrasi ekstrak yang digunakan dapat mempengaruhi pH
sediaan lip balm (Isnaini et al., 2020). Hail uji One Way Anova terhadap data uji pH menghasilkan nilai sig
0,717 yang berarti sig>0,05 sehingga artinya tidak terdapat perbedaan pengaruh secara signifikan dari
variasi konsentrasi ekstrak lidah buaya yang ditambahkan terhadap pH lip balm ekstrak lidah buaya.
Dari hasil uji daya sebar formulasi I, II dan III sediaan Lip balm ekstrak lidah buaya (Aloe Vera L)
menunjukkan bahwa nilai rata-rata daya sebar berturut-turut yaitu 1,6cm, 1,7cm dan 1,8cm. dalam hal ini
semakin tinggi jumlah konsentrasi ekstrak digunakan maka semakin tinggi hasil yang didapatkan pada
pengujian daya sebar. Data hasil uji daya sebar dianalisa dengan uji Kruskal wallis menghasilkan nilai sig
0,122 yang berarti sig>0,05 sehingga artinya tidak terdapat perbedaan pengaruh secara signifikan variasi
konsentrasi ekstrak lidah buaya yang ditambahkan terhadap daya sebar lip balm ekstrak lidah buaya.
Pengujian stabilitas sediaan Lip balm dari ekstrak lidah buaya dalam penyimpanan pada suhu kamar
selama 14 hari pengamatan. Parameter yang diamati dalam uji kestabilan fisik ini meliputi perubahan
bentuk, warna dan bau sediaan. Berdasarkan hasil pengamatan bentuk, diketahuin bahwa seluruh sediaan
Lip balm yang dibuat memiliki bentuk dan konsistensi yang baik yaitu tidak meleleh pada penyimpanan
suhu kamar. Warna dan bau Lip balm juga stabil dalam penyimpanan selama 14 hari pengamatan pada suhu
kamar (Zuhriah et al., 2021). Dari hasil uji stabilitas sediaan lip balm ekstrak lidah buaya tidak
menunjukkan perubahan warna, bau dan bentuk dari sediaan lip balm selama penyimpanan pada suhu
kamar pada hari ke 1 hingga hari ke 14. Dari hasil uji stabilitas sediaan lip balm menunjukkan bahwa
seluruh sediaan yang dibuat tetap stabil dalam penyimpanan pada suhu kamar selama 14 hari pengamatan.
Dari hasil uji iritasi yang dilakukan menunjukkan bahwa semua panelis memberikan hasil negatif
terhadap iritasi yang di amati yaitu tidak adanya eritema, papula, vesikula dan edema. Dalam hal ini dapat
disimpulkan bahwa sediaan lip balm yang dibuat aman untuk digunakan.
Pengamatan hasil dilakukan dengan mengamati langsung perubahan fisik dan menguji kelembapan
kulit dengan alat skin analyzer (Yusuf et al., 2019). Dari hasil uji kelembapan formulasi I, II dan III sediaan
Lip balm ekstrak lidah buaya (Aloe Vera L) menunjukkan bahwa nilai akhir rata-rata selisih uji kelembapan
berturut-turut yaitu F I 24,2%; F II 27,9%; F III 41,0%. dalam hal ini semakin tinggi jumlah konsentrasi
ekstrak digunakan maka semakin tinggi hasil yang didapatkan pada pengujian kelembapan pada lip balm.
Terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kulit yang kering, yaitu faktor lingkungan,
ISSN 2797-1163
Hal 50
Cahaya Firdausi dkk | Uji Kelembapan Pelembab Bibir ….
Jurnal Pharma Bhakta, Vol. 2 No. 1 Tahun 2022
faktor genetik dan faktor pola makan, dan nutrisi (Butarbutar dan Chaerunnisaa, 2020). Uji One Way Anova
menghasilkan nilai sig 0,013 yang berarti sig<0,05 sehingga artinya terdapat perbedaan pengaruh secara
signifikan variasi konsentrasi ekstrak lidah buaya yang ditambahkan terhadap uji kelembapan lip balm
ekstrak lidah buaya. Maka dapat dilakukan uji lanjutan dengan metode LSD menunjukkan bahwa antara
formulasi I, II dan III terdapat perbedaan yang signifikan. Antara formulasi I dan II tidak terdapat perbedaan
dengan nilai sig 0,395 (sig>0,05). Antara formulai I dan III terdapat perbedaan dengan nilai sig 0,006
(sig<0,05). Antara formulasi II dan III terdapat perbedaan dengan nilai sig 0,017 (sig<0,05). Maka dapat
disimpulkan bahwa ada perbedaan yang nyata dari nilai uji kelembapan terhadap variasi konsentrasi ekstrak
dari ketiga formulasi. Dari hasil uji kelembapan ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah ekstrak
lidah buaya dapat meningkatkan persentase pada uji kelembapan.
SIMPULAN
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pada uji mutu fisik sediaan lip balm ekstrak lidah buaya (Aloe
vera L.) dengan konsentrasi 3%, 6% dan 9% tidak memberikan perbedaan pada uji uji organoleptis, uji
homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji stabilitas, uji iritasi dan. sedangkan pada uji daya lekat memberikan
perbedaan yang bermakna Aktivitas kelembapan sediaan lip balm ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) dengan
konsentrasi 3%, 6% dan 9% memberikan perbedaan yang bermakna, formulasi III memiliki nilai total rata-
rata selisih 41,0. Berdasarkan hasil tersebut, aktivitas kelembapan sediaan lip balm ekstrak lidah buaya
(Aloe vera L.) masuk dalam kategori lebih kuat untuk meningkatkan kelembapan dibandingkan formulasi
I dan II.
SARAN
Peneliti berharap untuk penelitian selanjutnya panelis diharapkan tidak sedang berpuasa
dimasukkan dalam kriteria inklusi karena dapat mempengaruhi kadar kelembapan konsentrasi air pada kulit
panelis saat pemeriksaan dilakukan.
REFERENSI
Agustiana Y.D., dan Herliningsih., 2019. Formulasi Sediaan Lipbalm dari Minyak Zaitun (Olive oil)
sebagai Emolien dan Penambahan Buah Ceri (prunus avium) sebagai Pewarna Alami, Jurnal of Herbs
and Farmacological, 1(1): 24 – 31
Ambari, Y., Hapsari, F. N. D., Ningsih, A. W., Nurrosyidah, I. H., & Sinaga, B. (2020). Studi Formulasi
Sediaan Lip balm Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dengan Variasi Beeswax. Journal
of Islamic Pharmacy, 5(2), 36–45.
Aryantini, D., Sari, F., & Juleha. (2017). Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Aktif Terstandar Flavonoid dari
Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Jurnal Wiyata Penelitian Sains Dan Kesehatan, 4(2),
143–150.
Butarbutar, M. E. T., dan Chaerunisaa, A. Y. (2020). Peran Pelembab dalam Mengatasi Kondisi Kulit
Kering. Majalah Farmasetika, 6(1). [Link]
Dal’Belo, S. E., Rigo Gaspar, L., & Maia Campos, P. M. B. G. (2006). Moisturizing effect of cosmetic
formulations containing Aloe Vera extract in different concentrations assessed by skin
bioengineering techniques. Skin Research and Technology, 12(4), 241–246.
ISSN 2797-1163
Hal 51
Cahaya Firdausi dkk | Uji Kelembapan Pelembab Bibir ….
Jurnal Pharma Bhakta, Vol. 2 No. 1 Tahun 2022
Handayani, R. (2020). Formulasi Sediaan Lip balm dari Ekstrak Biji Kopi Arabika (Coffea Arabica L.)
Java Preanger Sebagai Emolien. Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, 4(1), 105–111.
Isnaini, E. D., Suhesti, I., & Dewi, A. O. T. (2020). Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Lip Balm
Ekstrak Etanol Umbi Bit (Beta Vulgaris Var. Rubra (L) Moq.) sebagai Pewarna Alami. Jurnal
Farmasindo, 4(2), 45–48.
Kwunsiriwong, S. (2016). The Study on the Development and Processing Transfer of Lip balm Products
from Virgin Coconut Oil: A Case Study. Official Conference Proceedings of The Asian Conference
on Sustainability, Energy & the Environment 2016. Thailand: The International Academic Forum.
Mulianingsih, A. M. dan Ambarwati, N. S. S., (2021). Pemanfaatan Lidah Buaya (Aloe Vera) Sebagai
Bahan Baku Perawatan Kecantikan Kulit. JTR-Jurnal Tata Rias, 11(1), 91–100.
Rusanti, W.D. (2016). Pengaruh Penambahan Lidah Buaya (Aloevera Sp) Terhadap Kekentalan Dan Ph
Pada Soygurt. Jurnal Konversi, 5(2), 93. [Link]
Sarwanda, H., Fitriani, N., & Indriyanti, N. (2021). Formulasi Lip Balm Minyak Almond dan Ekstrak Biji
Kesumba Keling (Bixa orellana L.) Sebagai Pewarna Alami Lip. Proceeding of Mulawarman
Pharmaceuticals Conferences, 13(2021), 80–84.
Tranggono dan Sutardi, 1989. Biokimia dan Teknologi Pasca Panen, Pusat Antar Universitas Pangan dan
Gizi, Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Yusuf, N. A., Hardianti, B., Lestari, I. A., Sapra, A., Tinggi, S., & Farmasi, I. (2019). Formulasi Dan
Evaluasi Lip balm Liofilisat Buah Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Sebagai Pelembab. Jurnal
Ilmiah Manuntung, 5(1), 115–121.
Zuhriah, A., & et al. (2021). Evaluasi Uji Stabilitas Lip balm Dari Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera L).
Open Journal Systems, 15(8), 4987–4992
ISSN 2797-1163