Pedoman Implementasi Program 5R
Pedoman Implementasi Program 5R
IMPLEMENTASI PROGRAM 5R
(RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN)
DAFTAR ISI
BAGIAN 1
PENDAHULUAN
GAMBARAN UMUM
Gerakan Inovasi Semen Inndonesia (GI-SI) merupakan salah satu strategi untuk
meningkatkan keunggulan kompetitif korporasi yang sekaligus merupakan langkah
konkrit dalam mengembangkan budaya korporasi “CHAMPS”. Ide-ide kreatif yang
dihasilkan dari seluruh karyawan menciptakan operational excellence dan menjadi
leading practice.
Lingkup gerakan inovasi mencakup tiga level inovasi yang saling terkait, yaitu:
1. Daily Routine & System Maintenance: Program 5R dan Total Productive
Maintenance
2. Incremental Innovation: Sistem Saran (SS), Gugus Kendali Mutu (GKM), Tim
Manajemen Menengah (TMM) dan Proyek Kendali Mutu (PKM)
3. Breakthrough Innovation: Inovasi
Gerakan 5R merupakan landasan utama dalam gerakan inovasi yang bertujuan
menglelo lingkungan kerja dan membangun mentalitas dasar untuk lebih peduli
dengan lingkungan kerja dalam meningkatkan produktivitas kerja melalui pengelolan
unsafe condition, unsafe action dan abnormalitas yang terjadi, sehingga
meningkatkan efisiensi efektivitas kerja.
Mengingat pentingnya program 5R dalam gerakan inovasi, maka telah dirumuskan
dan disusun pedoman teknis 5R yang diharapkan mampu memandu implementasi 5R
per tahapan berikut dengan standarisasi penggunaan visual control & format kerja
dan standarisasi sistem penilaian 5R yang sekaligus memberikan acuan dalam
melakukan self assessment oleh unit kerja dalam rangka peningkatan implementasi
5R di unit kerja.
TUJUAN
Pedoman Teknis 5R disusun sebagai buku pedoman bagi seluruh unit kerja dan
karyawan dalam menerapkan 5R secara teknis untuk meningkatkan kemudahan
dalam penerapan 5R dan meningkatkan kepedulian karyawan atas pentingnya
penerapan 5R di unit kerja dalam peningkatan efisiensi dan efektifitas kerja sekaligus
sebagai sumber inovasi dalam menyelesaikan permasalahan yang terjaadi di unit
kerja
LOGO 5R
BAGIAN 2
TAHAPAN IMPLEMENTASI 5R
SIKLUS PDCA 5R
1 Komitmen
Manajemen
Review dan
Evaluasi Standar 9 2 Identifikasi
Area Kegiatan
R5
ACTION PLAN
3 Merencanakan Kebutuhan
Barang/Bahan di Area Kegiatan
R1
4
CHECK DO Melakukan Inventarisasi &
Pemilahan Barang
R2
R4
Mengevaluasi Hasil
Perbaikan 8
R3
5 Melakukan Pengelolaan &
Tata Letak Barang
6 Identifikasi Sumber
Penyebab Masalah
7 Memperbaiki Sumber
Penyebab Masalah
PLAN
1. DASAR IMPLEMENTASI
Kebijakan 5R
Kebijakan perusahaan dalam penerapan 5R, meliputi:
o Surat Keputusan Direksi mengenai Penerapan Manajemen Inovasi
Semen Indonesia (lampiran 1)
o Komitmen Manajemen mengenai Gerakan Inovasi semen Indonesia
(lampiran 2)
o Kebijakan Inovasi (lampiran 3)
Komitmen Implementasi
Kesepakatan bersama untuk melaksanakan Implementasi 5R secara
konsisten, konsekuen dan berkesinambungan oleh seluruh anggota Unit kerja.
(lampiran 4)
Struktur Organisasi
Membuat struktur organisasi implementasi 5R di Unit Kerja dengan
menetapkan ketua, sekretaris, anggota dan fasilitator (Kepala Unit Kerja).
(lampiran 5)
Program Kerja & Anggaran
Untuk mewujudkan tercapainya target aktifitas 5R maka setiap unit kerja wajib
membuat dan menetapkan program kerja beserta rancangan anggaran yang
dibutuhkan dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi. (lampiran 6
dan lampiran 7)
accident dan
zero defect
KETERANGAN :
Seluruh area kerja : 91 -100 %
Hampir seluruh area kerja : 71 - 90 %
Sebagian besar area kerja : 51 – 70 %
Sebagian kecil area kerja : 0 – 50 %
5
Berdampak pada 5 10 15 20 25
proses unit kerja lainnya
DO
4. RINGKAS (SEIRI) = PEMILAHAN
Definisi
Ringkas (Seiri, Pemilahan) adalah kegiatan pengelolaan barang/bahan yang
meliputi :
a. Inventarisasi adalah kegiatan mengidentifikasi jenis, jumlah dan kondisi
barang atau bahan di area kerja.
b. Pemilahan adalah kegiatan mengklasifikasikan barang/bahan yang
dibutuhkan atau tidak dibutuhkan di area kerja
Action
1. Membagi area tanggungjawab, menetapkan fungsi dan penempatan
barang/bahan.
2. Menginventarisasi barang/bahan di area kerja. (lampiran 10)
3. Memilah barang/bahan sesuai tingkat kebutuhan. (lampiran 11):
o Tidak dibutuhkan; dipilah untuk diklasifikasikan menjadi:
barang yang masih bisa digunakan TPS (Tempat Penyimpanan
Sementara)
barang yang tidak bisa digunakan TPA
o Dibutuhkan:
barang dalam kondisi siap pakai Area kerja
barang dalam kondisi tidak siap pakai TPS
4. Memindahkan barang/bahan sesuai dengan hasil pemilahan yang disertai
dengan dokumen pemindahan (berita acara pemindahan barang/bahan ke
TPA dan rekap pemindahan barang/bahan ke TPS/TPA)
5. Membuat standar R1
Standar R1
a. Tidak ditemukan barang/bahan yang tidak dibutuhkan berada di area kerja
b. Barang/bahan yang dibutuhkan dalam kondisi siap pakai
c. Barang/bahan yang dibutuhkan namun dalam kondisi tidak siap pakai
dipindahkan ke TPS.
d. Barang/bahan yang belum/tidak dibutuhkan namun dalam kondisi siap
pakai dipindahkan ke TPS dengan ketentuan memiliki batasan waktu
penyimpanan.
e. Barang/bahan yang tidak dibutuhkan dipindahkan ke TPA.
f. Barang/bahan yang dipindahkan ke TPS dan TPA disertai dengan
dokumen yang telah ditetapkan.
g. Seluruh area kerja sebagai obyek implementasi 5R.
Action
1. Pengelolaan :
o Visualisasi dan labelisasi
Identitas barang/bahan
Layout (area kerja & tanggap darurat)
Marka
Visual control
o Memberikan tagging (kartu kendali) pada barang/bahan yang masuk
ke TPS. (Lampiran 12, 13, 14)
o Menyimpan dan menggunakan barang/bahan berdasarkan prinsip
FIFO (First In First Out). (Lampiran 15)
2. Penataan :
o Penempatan barang/bahan yang frekwensi penggunaannya tinggi
pada posisi terdekat dengan pengguna
o Memposisikan barang/bahan sesuai dengan alur proses operasional
kerja dengan mempertimbangkan safety, ergonomi kerja, fast/slow
moving, tata letak & fasilitas kerja
o Menetapkan standar minimal/maksimal penyimpanan barang/bahan
sesuai kebutuhan
3. Membuat standar R2
Standar R2
a. Barang/bahan memiliki identitas dan tempat yang jelas
b. Area kerja memiliki batasan dan penanggung jawab area
c. Visual control berada di tempat yang tepat
d. Barang/bahan memiliki standar minimal/maksimal penyimpanan
CHECK
7. RAWAT (SEIKETSU) = PEMANTAPAN
Definisi
Pemantapan adalah proses memelihara dan meningkatkan kondisi area kerja
terhadap pencapaian R1–R3 secara berkesinambungan.
Action
1. Menjadwalkan kegiatan monitoring dan evaluasi :
Menejemen patrol. (Lampiran 20)
Pemeriksaan secara mandiri. (Lampiran 17)
Penilaian secara berkala
2. Menindaklanjuti umpan balik dari kegiatan monitoring
3. Membuat dan memasang visual reinforcement di tempat strategis untuk
meningkatkan motivasi karyawan dalam gerakan 5R
4. Melakukan pengukuran pencapaian kinerja, termasuk dampak dan benefit
hasil implementasi 5R. (Lampiran 21)
5. Mendokumentasikan hasil monitoring, evaluasi dan pencapaian kinerja di
unit kerja. (Lampiran 22)
6. Membuat standar R4
Standar R4
1. Area kerja memiliki jadwal kegiatan monitoring dan evaluasi secara
berkala
2. Area kerja memiliki bukti tindak lanjut umpan balik
3. Visual reinforcement terpasang di tempat strategis
4. Area kerja memiliki bukti hasil pencapaian kinerja, dampak dan benefit
hasil implementasi 5R
ACTION
8. RAJIN (SHITSUKE) = PEMBIASAAN
Definisi
Rajin (Shitsuke, pembiasaan) adalah komitmen seluruh personel untuk
membudayakan implementasi 5R dengan memiliki sifat ketaatan dan
kepatuhan terhadap seluruh prosedur di area kerja secara konsisten dan
berkesinambungan
Action
1. Review dan Evaluasi Standar yang telah ditetapkan
2. Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman sebagai upaya
mewujudkan zero accident dan zero defect dengan
o Mematuhi Peraturan perundangan dan persyaratan lain terkait aspek
K-3 dan lingkungan (lampiran 23)
o Mengelola barang dan bahan sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan.
3. Membuat standar R5
Standar R5
a. Area kerja memiliki standar baru yang merupakan peningkatan dari
standar yang lama
b. Area kerja bebas dari kecelakaan dan kesalahan kerja
BAGIAN 3
STANDARISASI VISUAL CONTROL
2. Standarisasi perpipaan
WARNA PIPA WARNA PANAH ARTI CONTOH CONTOH
& TULISAN APLIKASI
Pemadam Api
MERAH PUTIH HIDRAN
Cairan mudah
terbakar KUNING
KUNING HITAM
(flammable)
Gas
Cairan mudah
COKLAT terbakar KUNING
PUTIH
(combustible)
Minyak
Air pendingin,
HIJAU PUTIH broiler HIJAU
Udara
BIRU PUTIH bertekanan BIRU
Penempatan Putih
APAR
BAGIAN 4
SISTEM PENILAIAN 5R
A. SIKLUS PENILAIAN
Penilaian 5R adalah suatu kegiatan penilaian 5R secara berkala terhadap
penerapan 5R di unit kerja yang bertujuan untuk memastikan gerakan 5R tetap
terjaga secara simultan meningkatkan produktivitas kerja.
SIKLUS PENILAIAN 5R
PLANNING
SOCIALI-
REPORT
ZATION
MONEVA
5R DESK
EVALUAT-
ION
CLOSING
OUT SITE VISIT
FINDINGS
2. Tahap Pelaksanaan:
1) Penilai mendatangi unit kerja untuk melaksanakan penilaian dengan
disertai surat tugas, site visit issue, temuan lalu dan kriteria penilaian
2) Penilai menanyakan progress tindak lanjut temuan lalu kepada auditee
dan melakukan klarifikasi langsung atas evidence yang ada
3) Penilai menggali informasi dan bersama-sama dengan auditee
mengamati dan mencermati area 5R berdasarkan kriteria penilaian
4) Penilai mengisi form penilaian dan menuliskan setiap ketidaksesuaian
yang ada dengan mengkonfirmasikan kepada auditee
5) Penilai menandatangani form penilaian dan meminta tandatangan
auditee atas kesanggupan tindak lanjut temuan
6) Penilai membuat Laporan Hasil Penilaian Pendahuluan (LHPP)
3. Tahap Monitoring:
7) Penilai memantau progress tindak lanjut temuan di unit kerja dan
memastikan temuan telah ditindaklanjuti
8) Penilai meminta evidence tindak lanjut kepada penanggung jawab area
5R/ Ka. Unit Kerja
4. Tahap Pelaporan:
9) Penilai membuat Laporan Hasil Penilaian Final (LHPF) berdasarkan
LHPP dan LTLT
10) Penilai melaporkan LHPF kepada Dewan Inovasi untuk entry realisasi
kinerja 5R dan atau tindak lanjut pembinaan dan peningkatan
implementasi 5R
START
MENJADWALKAN MENJADWALKAN
KEGIATAN PENILAIAN 5R KEGIATAN PENILAIAN 5R
JADWAL JADWAL
PENILAIAN 5R PENILAIAN 5R
TEMUAN 5R KRITERIA
SEBELUMNYA PENILAIAN 5R
MENYUSUN
SITE VISIT ISSUE
JADWAL
PENILAIAN 5R
MEMBUAT
SURAT TUGAS PENILAI 5R
SURAT TUGAS
PENILAI 5R
MELAKSANAKAN MENERIMA/MENDAMPINGI
PENILAIAN 5R PROSES PENILAIAN 5R
MONITORING
MENINDALANJUTI TEMUAN
TINDAK LANJUT TEMUAN
LHPP
LHPF
END
SELF ASSESSMENT
Kegiatan self assessment/ penilaian secara mandiri bertujuan mengukur tingkat
implementasi 5R di suatu unit kerja dalam rangka peningkatan implementasi 5R
di Unit Kerja. Rangkaian kegiatan self assessment yang dilaksanakan
implementor, yaitu:
1. Melakukan observasi dan menilai seluruh area berdasarkan kriteria dan format
penilaian 5R
2. Menetapkan grade/level implementasi 5R berdasarkan grading guideline
dibagian bawah pedoman teknis ini
3. Melakukan diagnosis area kritis berdasarkan kriteria kritis dan tabel dampak
yang tercantum pada bagian 2 pedoman teknis ini
4. Membuat daftar area kritis sesuai hasil diagnosis area kritis dan menentukan
area prioritas implementasi 5R
5. Membuat dan menjalankan program implementasi/peningkatan 5R
6. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kelancaran pelaksanaan
program implementasi/peningkatan 5R
7. Kembali pada item 1
START
KRITERIA FORMAT
PENILAIAN 5R PENILAIAN 5R
MENETAPKAN GRADE
IMPLEMENTASI 5R
MENENTUKAN AREA
PRIORITAS IMPLEMENTASI 5R
MENYUSUN PROGRAM
IMPL./PENINGKATAN 5R
MELAKSANAKAN PROGRAM
IMPL./PENINGKATAN 5R
END
C. KRITERIA PENILAIAN
Kriteria Penilaian disusun dengan metode scoring system dengan rasio nilai 1-5
di setiap kriteria per tahapan 5R secara langsung tanpa pembobotan dan
dikonversikan ke dalam grading system sebagai nilai maturity level penerapan 5R.
Adapun kriteria penilaian setiap tahapan penerapan 5R sebagai pedoman dalam
melakukan penilaian secara berkala dan melakukan diagnostic assessment/self
assessment, meliputi:
1. PERSIAPAN
Kriteria NILAI PERSIAPAN
Persiapan 1 2 3 4 5
Kebijakan Tidak ada Ada salah satu Ada 2 ( dua ) Ada 3 ( tiga ) Ada dokumen
dokumen untuk dokumen ( dokumen ( dokumen ( secara lengkap
melaksanakan 5R KPTS Dir./ KPTS Dir./ KPTS Dir./ (KPTS Dir.,
Kebijakan Kebijakan Kebijakan Kebijakan
Perusahaan / Perusahaan / Perusahaan / Perusahaan serta
Komitmen Komitmen Komitmen Komitmen
Implementasi 5R / Implementasi 5R / Implementasi 5R / Implementasi 5R
kick off kick off kick off & kick off
manajemen ) manajemen ) manajemen ) manajemen)
untuk untuk untuk untuk
melaksanakan 5R melaksanakan 5R melaksanakan 5R melaksanakan 5R
diseluruh Area
Kerja.
Plan R1 – R5 Tidak ada Ada Ada Ada Ada
perencanaan R1 - perencanaan R1 perencanaan R1 perencanaan R1 perencanaan R1
R5 . - R5 secara - R5 global & - R5 secara - R5 secara
global serta ada detail tetapi global, detail & global, detail,
Nilai /Foto awal belum sistematis sistematis yang sistematis &
Kegiatan. serta ada Nilai tercermin Ada lengkap yang
HKR dan Foto nilai awal & foto tercermin dengan
Global = jadwal awal kegiatan awal adanya Nilai HKR
saja dan Foto kegiatan
Detail = Ada Sistematis =
Struktur detail rencana Lengkap = Ada
organisasi dan terjadwal dari R1 - target yang ingin
detail kegiatan R5 dicapai
yang akan
dikerjakan
3. RAPI
NILAI R2
Kriteria R2
1 2 3 4 5
Ditemukan di Ditemukan di
Ditemukan di
sebagian besar hampir seluruh
Ditemukan di seluruh area
Visualisasi area memiliki area memiliki
Tidak ada sebagian kecil area memiliki
Denah visualisasi denah visualisasi denah
visualisasi denah memiliki visualisasi visualisasi denah
Ruang/Area area dan jalur area dan jalur
area dan jalur denah area dan jalur area dan jalur
dan jalur evakuasi evakuasi
evakuasi evakuasi evakuasi
evakuasi
Ditemukan Ditemukan
Pengelolaan Ditemukan banyak Ditemukan Ditemukan
hampir seluruh seluruh barang/
Barang/Baha barang/bahan sebagian kecil sebagian besar
barang/ bahan bahan tertata
n tidak tertata rapi barang/ bahan barang/ bahan
tertata rapi rapi,teratur &
tertata namun tertata rapi & teratur & dalam dalam jumlah
kurang rapi teratur jumlah yang yang efisien
efisien dan
Ada standar
Ada standar Rapi Ada standar
Rapi(R2) secara
Ada standar Rapi (R2) dan Rapi (R2) dan
Tidak ada standar detail dan
Standar R2 (R2) tapi belum dilaksanakan dilaksanakan
Rapi (R2) dilaksanakan
dilaksanakan dengan cukup dengan baik &
dengan baik &
baik konsisten
konsisten
Keterangan Sebagian kecil : < 50 %
Sebagian Besar : 51 – 70 %
Hampir seluruh : 71 – 90 %
Seluruh : 91 – 100 %
4. RESIK
NILAI R3
Kriteria R3
1 2 3 4 5
Ditemukan Ditemukan
Ditemukan
kegiatan kegiatan Ditemukan
kegiatan
pembersihan dan pembersihan dan kegiatan
pembersihan dan
alat/sarana alat/sarana pembersihan dan
Tidak alat/sarana
Pembersihan kebersihan dalam kebersihan dalam alat/sarana
ditemukan kebersihan dalam
dan Alat bantu jumlah yg sesuai jumlah yg sesuai kebersihan dalam
kegiatan jumlah yg sesuai
kebersihan. dan mudah dan mudah jumlah yg sesuai
pembersihan dan mudah
dijangkau di dijangkau di dan mudah
dijangkau di
sebagian kecil hampir seluruh dijangkau di
sebagian besar
area area seluruh area
area
Ada upaya Ada upaya
Ada upaya untuk Ada upaya untuk
Upaya Tidak ada dilakukan untuk dilakukan untuk
mengatasi sumber mengatasi sumber
mengatasi upaya mengatasi sumber mengatasi
kotor & gangguan kotor & gangguan
sumber kotor mengatasi kotor & gangguan sumber kotor &
aktifitas di aktifitas di
& gangguan sumber kotor & aktifitas di hampir gangguan
sebagian kecil sebagian besar
aktifitas gangguan seluruh area aktifitas di
area area
seluruh area
Ada standar
Ada standar Resik Ada standar Resik
Resik (R3) secara
Tidak ada Ada standar Resik (R3) dan (R3) dan
detail dan
Standar R3 standar Resik (R3) tapi belum dilaksanakan dilaksanakan
dilaksanakan
(R3) dilaksanakan dengan cukup dengan baik &
dengan baik &
baik konsisten
konsisten
Keterangan Sebagian kecil : < 50 %
Sebagian Besar : 51 – 70 %
Hampir seluruh : 71 – 90 %
Seluruh : 91 – 100 %
5. RAWAT
NILAI R4
Kriteria R4
1 2 3 4 5
Ada bukti jadwal Ada bukti jadwal
Ada bukti jadwal Ada bukti jadwal
Evaluasi Evaluasi
Evaluasi Evaluasi
pelaksanaan pelaksanaan R1-R3
pelaksanaan R1- pelaksanaan R1-R3
R1-R3 oleh oleh Manajemen
R3 oleh oleh Manajemen
Tidak ada Manajemen serta ditemukan 3
Manajemen serta serta ditemukan 3
Jadwal Audit Audit serta ditemukan item (Visualisasi
ditemukan 1 item (Visualisasi
Manajemen & Manajemen 2 item pencapaian HKR,
item (Visualisasi pencapaian HKR,
Pengukuran dan (Visualisasi foto sesudah
pencapaian HKR, foto sesudah
kinerja Pengukuran pencapaian implementasi &
foto sesudah implementasi &
program . Kinerja HKR, foto laporan pencapaian
implementasi & laporan pencapaian
Program. sesudah kinerja), diletakkan
laporan kinerja), diletakkan
implementasi & di tempat yang
pencapaian di tempat yang
laporan strategis, ada
kinerja), strategis & ada
pencapaian komitmen untuk
diletakkan di komitmen untuk
kinerja), meningkatkan
6. RAJIN
NILAI R5
Kriteria R5
1 2 3 4 5
Tidak ada
Sikap kerja Sikap kerja Sikap kerja
sikap kerja
sebagian kecil sebagian besar hampir semua Sikap kerja seluruh
yang
personil sudah personil sudah personil sudah personil sudah
menunjukkan
menunjukkan menunjukkan menunjukkan menunjukkan
kebiasaan
kebiasaan positif kebiasaan positif kebiasaan positif kebiasaan positif
Penerapan positif secara
secara aktif dan secara aktif dan secara aktif dan secara aktif dan
Budaya 5R aktif dan kreatif
kreatif memberi kreatif memberi kreatif memberi kreatif memberi saran
memberi saran
saran perbaikan saran perbaikan saran perbaikan perbaikan baik
perbaikan baik
baik kelompok baik kelompok baik kelompok kelompok maupun
kelompok
maupun maupun maupun perorangan
maupun
perorangan perorangan perorangan
perorangan
Tidak ada
Ada peningkatan
peningkatan Ada sedikit Ada peningkatan Ada peningkatan
yang cukup
terhadap peningkatan yang tinggi yang luar biasa
perbaikan significant
standar terhadap terhadap standar terhadap standar
standar terhadap standar
kegiatan standar kegiatan kegiatan (proses kegiatan (proses &
kegiatan (proses
(proses & (proses & hasil) & hasil) hasil)
& hasil)
hasil)
Tidak di
temukan
Tidak ditemukan Tidak ditemukan
kecelakaan
kecelakaan kerja, kecelakaan kerja, Tidak ditemukan
kerja,dan
kesalahan kesalahan kecelakaan kerja,
kesalahan
Pengelolaan Pengelolaan kesalahan
Ada Pengelolaan
Lingkungan/Perala Lingkungan/Perala Pengelolaan
Kecelakaan Lingkungan/Pe
tan/Proses kerja tan/Proses kerja Lingkungan/Peralata
Zero Accident kerja dan ralatan/Proses
dan ada dan ada n/Proses kerja dan
& Zero Defect kesalahan di kerja dan ada
kesalahan hasil kesalahan hasil kesalahan hasil
pengelolaan kesalahan hasil
kerja, kerusakan kerja, kerusakan kerja, kerusakan
Limbah B3 kerja,
peralatan & peralatan & peralatan &
kerusakan
lingkungan di lingkungan di lingkungan di
peralatan &
sebagian besar sebagian kecil seluruh area
lingkungan di
area area
hampir seluruh
area
Tidak pernah Melaksanakan Melaksanakan 3 Melaksanakan 3 kali
Melaksanakan 2
melaksanakan 1 kali meeting kali meeting meeting membahas
kali meeting
Periodic meeting untuk membahas membahas rencana & progress
membahas
Meeting membahas rencana & rencana & kegiatan setiap
rencana &
rencana & progress progress kegiatan periode ( 3 bulan )
progress kegiatan
progress kegiatan setiap setiap periode ( 3 serta melakukan
D. GRADING GUIDLINE
Grading system merupakan konversi dari nilai yang dihasilkan dari penilaian 5R
sesuai dengan kriteria penilaian di atas. Adapun ketentuan konversi terhadap
range nilai dalam grading system sebagai berikut:
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 4
Ketentuan :
1. Bentuk komitmen tertulis dengan jelas dan mudah dibaca
2. Komitmen Implementasi 5R ditanda tangani oleh seluruh anggota dan disetujui
oleh atasan langsung serta diketahui atasan tidak langsung
3. Lembar implementasi dicetak dalam ukuran minimal A4 dan maksimal A2 serta
dipasang pada tempat yang mudah diakses serta terpelihara dengan baik
LAMPIRAN 5
LAMPIRAN 6
LAMPIRAN 7
LAMPIRAN 8
LAMPIRAN 9
LAMPIRAN 10
LAMPIRAN 11
LAMPIRAN 12
LAMPIRAN 13
LAMPIRAN 14
LAMPIRAN 15
LAMPIRAN 16
LAMPIRAN 17
LAMPIRAN 18
LAMPIRAN 19
LAMPIRAN 20
LAMPIRAN 21
LAMPIRAN 22
Media Informasi 5R, yang terdiri dari :
o Input;
- Struktur Organisasi
- Lay Out Area
- Program kerja
- Jadwal rencana dan realisasi kegiatan
- Kontrol Manajemen
- Temuan ketidak sesuaian dan rencana tindak lanjut
o Proses;
- Foto atau dokumentasi sebelum dan sesudah implementasi
- Monitoring pelaksanaan implementasi 5R
o Output;
- Dampak implementasi 5R terhadap QCDSME & Benefit
- Grafik nilai HKR (grafik garis/balok & Radar Chart)
- Standar R1 – R5
LAMPIRAN 23
Aspek K-3 dan lingkungan, meliputi :
Menggunakan APD yang tepat sesuai dengan jenis pekerjaan
Melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan peralatan kerja secara aman
mengacu pada IPDK (Idetifikasi Penilaian Dampak Kegiatan )
Melaporkan kejadian kecelakaan kerja dan abnormalitas peralatan &
lingkungan kerja kepada Seksi K-3
Terdapat APAR dalam kondisi siap pakai yang dilengkapi dengan prosedur
pemakaian serta berada di tempat yang telah ditetapkan oleh Seksi K-3
Terdapat informasi nomor telepon penting (Seksi K-3, Ambulan, Seksi
Keamanan) yang mudah dilihat oleh semua orang
Akses jalan keluar saat emergency tidak terhalang benda/material
Terdapat kotak P3K sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengelola
pemakaiannya
Bahan kimia harus dikelola sesuai dengan MSDS (Material Safety Data sheet)
Membuang sampah sesuai dengan standar warna tempatnya