0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan7 halaman

Taman Kota Andhang Pangrenan Purwokerto

Taman Kota Andhang Pangrenan Purwokerto merupakan taman kota yang dulunya terminal bus dan diresmikan pada 2011, Taman Satria Purwokerto memiliki fasilitas taman bermain, piknik, museum dan kereta wisata, serta Monumen Jenderal Gatot Soebroto Purwokerto menggambarkan patung sang jenderal di tengah kota.

Diunggah oleh

Nur Arif
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan7 halaman

Taman Kota Andhang Pangrenan Purwokerto

Taman Kota Andhang Pangrenan Purwokerto merupakan taman kota yang dulunya terminal bus dan diresmikan pada 2011, Taman Satria Purwokerto memiliki fasilitas taman bermain, piknik, museum dan kereta wisata, serta Monumen Jenderal Gatot Soebroto Purwokerto menggambarkan patung sang jenderal di tengah kota.

Diunggah oleh

Nur Arif
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Taman Kota Andhang Pangrenan Purwokerto merupakan tempat rekreasi alternatif selain alun-
alun Purwokerto. Terletak di Kelurahan Karangklesem Purwokerto Selatan. Diresmikan pada
tanggal 13 April 2011 oleh Bupati Banyumas pada saat itu Drs. Mardjoko.
Dulunya Taman Kota Andhang Pangrenan merupakan terminal bus Purwokerto, dikarenakan ada
perubahan pemerintahan pada waktu itu terminal bus Purwokerto dipindahkan ke Teluk. Dan tempat
bekas terminal tersebut dibuat sebuah taman kota yang kita kenal dengan Taman Kota Andhang
Pangrenan.
Lebih dikenal dengan sebutan akronim yaitu TRAP (Taman Rekreasi Andhang Pangrenan) Nama
Andhang Pangrenan sendiri memiliki sebuah arti, kata Andhang berarti tempat
dan Pangrenan memiliki arti hati yang riang atau senang. Jadi Andhang Pangrenan berarti tempat
untuk bersenang-senang.
Anda boleh bersenang-senang sepuasnya di Andhang Pangrenan, tetapi ada yang perlu diingat
Anda dilarang membawa makanan/minuman, membawa minuman keras, membawa hewan
peliharaan, membawa benda tajam, membawa sepeda/otopet/sepatu roda, dan dilarang membawa
bola/bermain bola. Peraturan tersebut tentunya dibuat demi untuk menjaga keamanan dan
kenyamanan pada saat Anda berekreasi.[
2. Taman Satria Purwokerto adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Purwokerto, Jawa
Tengah. Tempat wisata ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati
pemandangan yang indah dan juga belajar tentang sejarah kerajaan Majapahit.

Taman Satria Purwokerto memiliki berbagai macam fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung.
Salah satu fasilitas yang paling terkenal adalah taman bermain yang lengkap dengan wahana yang
menyenangkan seperti perosotan, ayunan, dan taman miniatur. Selain itu, Taman Satria juga
memiliki area piknik yang luas dan nyaman untuk bersantai bersama keluarga atau teman-teman.

Selain fasilitas taman bermain dan area piknik, Taman Satria Purwokerto juga memiliki museum
yang menampilkan berbagai macam koleksi senjata kuno, alat musik tradisional, dan benda-benda
peninggalan kerajaan Majapahit. Museum ini sangat cocok bagi pengunjung yang ingin belajar
tentang sejarah dan budaya Jawa Tengah.

Taman Satria Purwokerto juga memiliki wahana yang unik dan menarik yaitu kereta wisata yang
akan mengantar pengunjung mengelilingi area taman dengan cara yang menyenangkan. Dalam
perjalanan, pengunjung akan dapat melihat berbagai macam tanaman dan bunga yang cantik, serta
pemandangan yang indah dari sekitar Taman Satria.

Selain itu, Taman Satria Purwokerto juga memiliki kebun binatang mini yang menampilkan berbagai
macam hewan yang lucu dan menarik seperti kucing hutan, burung hantu, dan kadal-kadal yang
langka. Kebun binatang ini sangat cocok bagi pengunjung yang ingin mengenalkan anak-anak
mereka pada dunia binatang.

Dalam mengunjungi Taman Satria Purwokerto, pengunjung juga dapat menikmati aneka makanan
dan minuman yang disajikan di kafe yang tersedia di dalam taman. Kafe tersebut menyajikan aneka
hidangan lokal dan internasional yang lezat dan menyegarkan.
Secara keseluruhan, Taman Satria Purwokerto adalah tempat wisata yang sangat menyenangkan
dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga atau teman-teman. Fasilitas lengkap yang disediakan
dan pemandangan yang indah akan membuat pengunjung merasa betah dan ingin kembali lagi ke
Taman Satria Purwokerto. Selain itu, museum yang menampilkan benda-benda peninggalan
kerajaan Majapahit juga akan memperkaya pengetahuan dan wawasan pengunjung tentang sejarah
dan budaya Jawa Tengah.

3. Monumen Jendral Gatot Soebroto Purwokerto

Monumen Jenderal Gatot Soebroto Purwokerto Banyumas menggambarkan sosok sang


jenderal yang bertubuh besar tengah duduk tegak di atas punggung kuda. Monumen dan patungnya
diletakkan persis di tengah bundaran simpang empat di pojok RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo,
Desa Berkoh, pinggiran Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Sosok pada patung Jenderal Gatot Soebroto dibuat saat ia menggunakan pakaian kebesaran yang
menjadi ciri khasnya. Topi yang dikenakan bergaya kolonial bertengger pas di kepala, dagu
berjambang lebat, bersepatu boot, tatap matanya lurus, dan sebilah tongkat komando dipegang di
tangan kirinya. Monumen Jenderal Gatot Soebroto dibuat di Purwokerto karena ia lahir di
Jatilawang, Banyumas pada 10 Oktober 1907, dan Purwokerto adalah ibukota Kabupaten. Meskipun
demikian ketika meninggal di Jakarta pada 11 Juni 1962, ia dimakamkan di Desa Sidomulyo,
Ungaran, Semarang, sesuai permintaannya sendiri.

Monumen Jenderal Gatot Soebroto Purwokerto berdiri di atas landasan berbentuk segi lima,
melambangkan Pancasila, dilengkapi taman seluas 2.270 m2. Jika hendak makan Sroto Sokaraja di
tempat aslinya, orang yang datang dari arah Purwokerto pasti akan melewati bundaran dimana
monumen berada. Bundaran dimana Monumen Jenderal Gatot Soebroto berada ini selalu dilewati
pengendara yang keluar dari Purwokerto ke arah Sokarja.

4. Menara Pandang Teratai Purwokerto

merupakan sebuah menara yang berada di Kedungwuluh, Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas.
Menara pandang setinggi 117 meter yang dibangun sejak tahun 2021 ini merupakah sebuah proyek
infrastruktur pariwisata baru di Kawasan Kota Baru Purwokerto yang berada di wilayah Jalan Bung
Karno.
Menara ini dibuka untuk tahap uji coba pada tanggal 27 April 2022 dalam tahap finalisasi fasad
bangunan.
Masuk lantai satu gratis. Naik lantai dua dan seterusnya harus bayar. Tiket weekday Rp 20.000,
tiket weekend Rp 25.000
Desain menara pandang beberapa kali mengalami perubahan konsep dalam proses
pembangunannya. Dalam tahap perencanaan awal, desain akhir bangunan yang dikehendaki
adalah menara setinggi 117 meter yang di atasnya terdapat puncak observasi berbentuk kubah dan
awalnya dinamakan sebagai Menara Gada Rujakpolo. Pada proses menuju tahap penyelesaian,
bentuk menara akhirnya mengalami perubahan desain menjadi bunga teratai yang diilhami dari
konsultasi tokoh lokal di Kabupaten Banyumas, yakni sastrawan Ahmad Tohari,
akademisi Universitas Jenderal Soedirman, dan budayawan Banyumas.
Puncak menara yang mahkota bunga teratai memiliki filosofi dari Dwipa Semarang dengan
pembagian menara menjadi tiga tingkatan, yakni tingkat bawah, tingkat tengah, dan tingkat atas.
Tingkat bawah berada di lantai dasar bawah yang menyimbolkan hubungan dengan manusia,
tingkat tengah berada di lantai satu dan dua yang menyimbolkan hubungan dengan alam, dan
tingkat atas berada di lantai tiga dan empat yang menyimbolkan hubungan dengan Tuhan.

5. Taman Apung Mas Kemambang

Taman Balai Kemambang yang diresmikan oleh Bupati Kabupaten Banyumas Ir Achmad Husein
pada 24 Februari 2014 ini menjadi kian ramai dipadati pengunjung setelah mengalami renovasi dan
dibuka kembali pada awal tahun 2022 ini.

Asal muasal nama Balai Kemambang sendiri terdiri dari dua suku kata, yakni Balai yang artinya
tempat berkumpul dan kemambang yang berarti mengapung.

Bermain ke Taman Balai Kemambang menjadi keasyikan tersendiri bagi pengunjung. Tempat wisata
dengan luas 1,2 hektar ini membuat wisatawan leluasa dan nyaman saat menghabiskan quality
time-nya.

Taman Balai Kemambang ini juga dkenal dengan tempat wisata ramah anak, dengan berbagai
fasilitas bermain yang ada serta suasana yang mendukung akan membuat anakmu nyaman main
seharian.
Disini mereka bisa bermain berbagai macam permainan di area Playground, seperti bermain
ayunan, perosotan, jungkat-jungkit, berkunjung ke rumah kincir, hingga berlari riang di luasnya
Taman Balai Kemambang.

Anak-anak juga bisa menikmati fasilitas wahana permainan berbayar seperti mobil-mobilan yang
disewakan di Playground ini.

6 Gada Rujak Pala Purwokerto

Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas memiliki ikon baru yaitu berupa sebuah tugu berbentuk
Gada Rujak Polo yang berdiri kokoh di area bundaran underpass Jenderal Sudirman. Tugu Gada
Rujak Polo ini menarik perhatian masyarakat khususnya para pesepeda untuk berswafoto ria di
lokasi tersebut.

"Gada Rujak Polo merupakan senjata dari tokoh werkudoro dalam cerita pewayangan yang
melambangkan watak satria, jujur dan berani," ujarnya. Tugu tersebut juga melambangkan agar
setiap tindakan yang dilakukan harus selalu menggunakan akal, pikiran dan nalar. "Sebagaimana
tokoh pahlawan dari Banyumas, seperti Jendral Soedirman, Gatot Subroto, R. Suprapto, dan masih
banyak lagi," imbuhnya. Buku literasi mengenai Gada Rujak Polo tersedia di Perpustakaan Daerah
Banyumas. Tidak heran jika para leluhur Banyumas yang diteruskan oleh para penerusnya
menganalogikakan dengan "Rujak Polo" Alias "Ngutek" Jadi manusia (orang banyumas ) harus
ngutek,dan Jangan bangga menjadi orang Banyumas jika tidak siap berolah pikir alias ngutek,
selalu pakai logika dalam bertindak sehari hari. Sangat kodrati, madani. Kini rujak polo bukan saja
menjadi lambang masyarakat Banyumas yang diabadikan dalam logo daerah sesuai UU No.
13/1950 yang kini sudah dibuatkan patung menjadi, ikon baru kota purwokerto

Anda mungkin juga menyukai