Making Requests, Accepting and Declining
Making Requests
Ada banyak cara untuk making requests ke orang lain. Sebenarnya, simpelnya sih kamu bisa
bilang, “Can you help me?”. Tapi, itu adalah ekspresi yang umum banget digunakan.
Kamu udah tau belum apa yang dimaksud dengan request? Umumnya, request berarti meminta
tolong atau meminta seseorang melakukan sesuatu untuk kita.
Ada berbagai ekspresi lainnya untuk making requests, baik dalam konteks informal, formal,
hingga menanyakan kesediaannya terlebih dahulu. Yuk lihat di bawah ini!
1. Konteks Informal
Dalam konteks informal, kamu bisa menggunakan ekspresi making requests sebagai berikut:
Can you help me?
Can I ask a favour?
Can you…..? (isi sesuai permintaan yang kamu ajukan)
Can you give me a hand with this?
2. Konteks Formal
Dalam konteks formal, kamu bisa menggunakan berbagai ekspresi making requests seperti:
Could you help me?
Could you….? (isi sesuai permintaan yang kamu ajukan)
Could/May I ask for….? (isi sesuai permintaan yang kamu ajukan)
Catatan: Ekspresi making requests dalam bentuk formal dan informal hanya berbeda pada
penggunaan kata “can” dan “could”. “Could” digunakan dalam situasi yang lebih formal
dan sopan, ke orang yang lebih tua.
3. Menanyakan Kesediaan Terlebih Dahulu
Apabila kamu mau memastikan apakah orang yang mau kamu mintai bantuan keberatan atau
nggak, kamu bisa bertanya menggunakan ekspresi making requests seperti:
Do you mind….?
Do you mind if….?
Would you mind….?
Catatan: Kalau belakangnya “mind”, teruskan dengan gerund (verb+ing).
Contoh: “Do you mind printing the paper?”
Kalau belakangnya “if”, teruskan dengan kalimat lengkap alias perlu subject + verb ya.
Contoh: “Do you mind if I ask you to check my writing?” Kamu juga bisa nambahin “Excuse
me” di awal kalimat.
4. Menyatakan Harapan
Kamu juga bisa making requests secara nggak langsung, tapi lebih ke menyatakan harapan
agar orang yang mau kamu mintain tolong bisa ngebantu kamu. Gunakan ekspresi seperti di
bawah ini:
I’d appreciate it if….
I’d love it if….
Ingat! Ketika kamu mau making requests ke orang lain, jangan lupa menggunakan tiga kata
ajaib: “Please”, “Sorry”, “Thank you”. Kalau kamu menginterupsi orang untuk meminta
bantuannya, awali dengan “Sorry” atau “Excuse me”, akhiri dengan “Please”, dan jangan lupa
tutup dengan “Thank you”.
Making Requests Menggunakan Kalimat Perintah? Emang Bisa?
Coba deh lihat ilustrasi di atas. Kira-kira, kalau seumpama kamu making requests menggunakan
kalimat yang begitu, bisa nggak?
Hmmm..bisa-bisa aja sih. Kamu bisa menggunakan contoh making requests di atas ke teman
sebaya atau orang yang udah akrab banget sama kamu. Tapi, sebenarnya penggunaan seperti
contoh di atas belum tentu diterima dengan baik, karena kesannya nyuruh atau ngasih perintah.
Bentuk ekspresi di atas disebut dengan imperative sentence, atau kalimat perintah. Imperative
sentence digunakan untuk memberi sebuah perintah secara langsung tanpa basa-
basi. So, penggunaan imperative sentence jadi nggak sopan buat making requests, apalagi ke
orang yang lebih tua.
Meskipun begitu, kamu tetep bisa ekspresi di atas ke orang lain menggunakan imperative
sentence tanpa terkesan kasar. Jangan lupa menggunakan tiga kata ajaib tadi ya! Kamu
bisa making requests menggunakan ekspresi:
Would you please…..?
Can you please…..?
Do you mind……?
Imperative sentence juga bisa digunakan untuk kondisi lain, seperti:
1. Memberi saran
Penggunaan imperative sentence wajar digunakan untuk memberi saran, dan nggak dianggap
kasar. Kamu bisa menggunakannya seperti contoh:
Eat more vegetables, it’s good for your health.
Don’t listen to him, he’s just jealous.
You should take care of yourself.
2. Menyatakan harapan
Kamu bisa menggunakan imperative sentence untuk menyatakan harapan, seperti:
Be safe!
Have a good day!
3. Memberi peringatan
Dalam konteks darurat, kamu bisa menggunakan imperative sentence, seperti:
Watch out!
Call an ambulance!
Catatan: Ingat! Imperative sentence akan dianggap kasar jika digunakan untuk meminta tolong,
karena tujuannya emang buat memerintah, kecuali pada tiga kondisi di atas. Jangan lupa
ditambahi dengan tiga kata ajaib: “Please,” “Sorry”, dan “Thank you”.
Accepting Requests
Kalau tadi gue udah jelasin tentang making requests, sekarang gue akan ngasih tahu gimana
caranya menerima permintaan tolong dari orang lain, alias accepting requests.
Kamu bisa menggunakan berbagai ekspresi, seperti:
Yes!
Ok!
Sure!
Certainly!
Of course!
No problem!
I’ll help you.
I’d love that!
What can I help you with?
Catatan: Kamu bisa menambahkan “How can I help?” setelah setuju untuk membantu orang
yang minta tolong ke kamu.
Declining Requests
Terus, gimana caranya menolak ketika ada orang yang minta tolong tapi kamu lagi nggak bisa?
Kamu bisa menjawabnya dengan menggunakan “Sorry”, diikuti dengan penjelasan kenapa nggak
bisa membantunya.
Contoh:
Sorry, I can’t.
Sorry, but…..
Sorry, I can’t right now.
Sorry, but I have something else to do.
Sorry, I’d love to, but…..
“Gue orangnya nggak enakan nih. Mau nolak, takutnya menyinggung atau ngecewain.”
Cuy, kamu nggak perlu jadi Yes Man yang selalu nge-iyain permintaan orang lain. It’s ok to say
no. Ada cara yang tepat buat menolak permintaan tolong secara halus tanpa menyinggung
perasaan orang yang minta bantuan.
Kamu bisa menggunakan tips berikut.
1. Katakan maaf
Say sorry, dan jelaskan kenapa kamu nggak bisa ngebantu dia. Itu menunjukkan kalau
kamu menyesal karena nggak bisa bantu dia.
Kamu bisa ngucapin:
I’m sorry, but I can’t.
Sorry, I can’t help.
2. Tawarin bantuan lain
Ketika kamu nggak bisa bantu dia, kamu bisa menawarkan bantuan lain yang kamu bisa.
Contoh: I’m sorry, I can’t cut people’s hair, but I can help you color it.
3. Tawarkan permintaan bantuan ke orang lain
Jika kamu nggak bisa bantu, kamu bisa merekomendasikan orang lain yang sekiranya bisa
membantu mengatasi permasalahan orang yang minta bantuan.
Contoh: Sorry, I’m busy, but try asking Mia. Maybe she can help.
4. Tawari bantuan di waktu lain
Kamu sebenarnya bisa bantu, tapi sekarang lagi sibuk banget. Kalau kamu mau bantu di
waktu lain yang lebih luang, kamu bisa mengatakan seperti: “How about I help you this
weekend?”
5. Ketika kamu nggak bisa bantu sekarang maupun dalam bentuk lain
Kasih tahu aja kalau kamu emang nggak bisa bantu. Yang penting kamu bersikap jujur dan
jangan buat alasan palsu.
Misalnya, ketika kamu diajak nongki sama temen tapi kamu lagi nggak punya uang. Jujur aja
dengan bilang, “Sorry, I’m saving my money.”
6. Cut to the point
Langsung aja bilang kalau kamu nggak bisa dan nggak usah jelasin panjang-panjang, karena
nanti malah kayak bohong. Langsung aja bilang “I’m sorry, I can’t help you because I have
another plan”.
The keys of declining requests: Say sorry, be honest, offer for another help, and it’s ok to say no!