0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan7 halaman

Perbandingan OSI dan TCP/IP dalam Jaringan

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai perbandingan antara model OSI dan TCP/IP. Model OSI memiliki 7 lapisan sedangkan TCP/IP hanya memiliki 4 lapisan. Dokumen juga membahas berbagai jenis protokol seperti TCP/IP, UDP, DNS, HTTPS, dan fungsi serta istilah penting yang terkait dengan protokol komunikasi data.

Diunggah oleh

Ufik Rach
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan7 halaman

Perbandingan OSI dan TCP/IP dalam Jaringan

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai perbandingan antara model OSI dan TCP/IP. Model OSI memiliki 7 lapisan sedangkan TCP/IP hanya memiliki 4 lapisan. Dokumen juga membahas berbagai jenis protokol seperti TCP/IP, UDP, DNS, HTTPS, dan fungsi serta istilah penting yang terkait dengan protokol komunikasi data.

Diunggah oleh

Ufik Rach
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Muhammad Taufik Rahman

Nim : 19302039

Kelas : 4b-1

1.

Persamaan

OSI Layer dan TCP/IP memiliki layer (lapisan).Sama memiliki Aplication Layer meskipun berbeda layanan.

Memiliki transport dan network yang sama.

OSI Layer dan TCP/IP sama menggunakan packet switching.

Mempunyai transport dan network yang bisa diperbandingkan.

OSI dan TCP/IP menggunakan topologi packet switching.

Perbedaan

Didalam OSI Layer terdapat tiga layer yang berkaitan dengan Aplikasi (Application, Presentation, dan
Session) sedangkan dalam TCP/IP hanya satu Layer yaitu Application Layer

Dalam OSI Layer Proses komunikasi data di dalam jaringan secara physical, dimodelkan dalam dua layer
(Data Link dan Physical Layer) sedangkan pada TCP/IP dimodelkan dalam satu layer yaitu Network
Access.

Dalam OSI Layer memiliki 7(tujuh) Layer dalam menjelaskan proses komunikasi data di dalam jaringan
sedangkan pada TCP/IP hanya memiliki 4(empat) Layer .

TCP/IP lebih populer untuk digunakan karena lebih sederhana ketimbang model OSI. Teknologi yang
sebagian digunakan oleh

kita sehari-hari untuk mengakses internet adalah teknologi TCP/IP, bukan teknologi OSI.

OSI mengembangkan modelnya berdasarkan teori, sedangkan TCPmengembangkan modelnya setelah


sudah diimplementasikan.

Untuk jangka panjang, kemungkinan TCP/IP akan menjadi standart dunia jaringan komputer, tidak
seperti OSI.
Pengertian Protokol

Protokol adalah sistem peraturan yang memungkinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan
perpindahan data antara dua komputer atau lebih. Aturan ini harus dipenuhi oleh pengirim dan
penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik.

Sederhananya, protokol adalah media yang digunakan untuk menghubungkan pengirim dan penerima.
Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras dan perangkat lunak. Jadi hampir semua komunikasi
yang terjadi pada jaringan komputer pasti melibatkan protokol.

Sebagai contoh, seperti orang yang mengirimkan email. Email dalam komputer bisa disebut dengan
sebuah data. Sehingga email yang dikirimkan pada seseorang dari komputer satu ke komputer lain
sebenarnya adalah pengiriman data.

Setiap orang mengirimkan email, pasti email akan melewati beberapa protokol. Semua protokol harus
dilalui agar email bisa keluar dan diterima komputer lain pada jaringan yang sama atau berbeda.

Fungsi Protokol

Protokol memegang peran yang cukup vital dalam perpindahan data di internet. Secara umum fungsi
protokol adalah untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima agar bisa berkomunikasi. Secara
lebih khusus, berikut ini adalah fungsi-fungsi protokol:

1. Addressing

Header IP paket mengandung alamat yang memberikan identifikasi ke komputer pengirim dan
penerima. Router menggunakan informasi ini untuk menuntun setiap paket melewati network
komunikasi dan menghubungkan antara komputer pengirim dan penerima.

2. Reassembly

Kegunana internet protokol adalah memastikan pesan dipecah menjadi paket. Hal ini dikarenakan
sebagian besar pesan terlalu besar untuk dimasukan ke dalam satu paket, dan karena paket tidak
dikirimkan dalam urutan yang benar. Paket harus tersusun ulang saat tiba di penerima.

3. Timeouts

Setiap IP paket mengandung self-destructive counter yang membatasi umur dari paket. Jika paket sudah
kadaluarsa, paket dihancurkan sehingga jaringan internet tidak mengalami overloaded dengan paket
yang rusak.

4. Options
IP terdapat fitur tambahan yang mengizinkan komputer pengirim untuk memutuskan paket bagian
mana yang didapatkan komputer penerima. Untuk menemukan bagian yang diambil maka perlu
ditambahkan keamanan pada paket.

Jenis-Jenis Protokol

Pada jaringan komputer di seluruh dunia, ada beberapa jenis protokol yang digunakan untuk
berhubungan. Beberapa jenis protokol yaitu:

1. TCP/IP

Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP) merupakan standar dari komunikasi data
yang dipakai oleh komunitas internet. Standar ini mengatur dalam proses tukar-menukar data atau
informasi dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet.

2. User Datagram Protokol (UDP)

User Datagram Protocol (UDP) adalah transport TCP/IP yang dapat mendukung komunikasi yang
unreliable, tanpa adanya koneksi antar host di dalam suatu jaringan.

3. Domain Name System (DNS)

Domain Name Server (DNS) adalah distribute database yang dipakai dalam pencarian nama komputer di
dalam jaringan menggunakan TCP/IP. DNS dapat bekerja pada jaringan dengan skala kecil sampai
dengan global. Terkadang DNS juga digunakan pada aplikasi yang terhubung langsung dengan internet.

4. HTTPS

Protokol HTTPS pasti sudah sering Anda dengar. Kata HTTPS bisa dilihat di browser pada saat mengakses
halaman website yang menggunakan SSL. Apalagi HTTPS sudah banyak digunakan di beberapa website.

HTTPS berasal dar Hypertext Transfer Protocol (HTTP) yang merupakan protokol untuk mengatur
komunikasi antara client dan server. Sedangkan HTTPS merupakan versi aman dari HTTP biasa.

HTTPS merupakan kombinasi dari komunikasi HTTP biasa melalui Socket Secure Layer (SSL) atau
Transport Layer Security (TLS), jadi bukan merupakan protokol yang berbeda. Sehingga, ada dua jenis
lapisan enkripsi.

Kombinasi dilakukan untuk menjaga keamanan beberapa serangan pihak ketiga. Biasanya serangan yang
dilakukan adalah menyadap informasi dari komunikasi yang terjadi.

5. SSH (Secure Shell)


SSH adalah sebuah protocol jaringan yang memungkinkan terjadinya pertukaran data antara dua
komputer dengan aman. Mulai dari mengirim file, mengendalakan pada jarak yg jauh dan lain
sebagainya. Dibanding dengan Telnet, FT, protokol ini mempunyai tingkat keamanan yang unggul.

6. Telnet (Telecommunication network)

Dikembangkan pada 1969, Telnet memiliki standarisasi sebagai IETF STD 8 yang merupakan standar
internet pertama kali. Protokol ini berjalan pada koneksi Internet atau LAN. Namun sayangnya Telnet
mempunyai keterbatasan keamanan yang masih beresiko.

7. OSI Layer

protokol komunikasi

OSI Layer merupakan standar komunikasi yang diterapkan untuk jaringan komputer. Standar ini
digunakan untuk menentukan aturan sehingga seluruh alat komunikasi bisa saling terkoneksi melalui
jaringan internet.

OSI Layer dikembangkan untuk komputer agar dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara
efisien. Protoko ini digambarkan sebagai informasi dari suatu aplikasi komputer yang berpindah melalui
jaringan internet ke komputer yang lainnya. OSI Layer secara konseptual terbagi ke dalam tujuh lapisan
dimana masing-masing lapisan memiliki tugas yang spesifik.

Ketujuh lapisan OSI Layer adalah sebagai berikut:

1. Application Layer

Layer OSI ini paling berdekatan dengan end user. Layer ini bertanggung-jawab atas pertukaran informasi
antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server
printer atau aplikasi komputer lainnya.

2. Presentation Layer

Layer OSI ini bertanggung jawab dalam pengkodean dan konversi data dari application layer.
Presentation later bertanggung jawab untuk memastikan semua data yang berasal dari application layer
dapat dibaca pada sistem lainnya.

3. Session Layer

Layer OSI ini mempunyai tugas untuk menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan
mengatur koneksi. Selain itu layer ini berfungsi untuk membentuk, me-manage, dan memutuskan
session komunikasi antara entitas presentation layer.
4. Transport Layer

Layer OSI ini bertanggung jawab untuk membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika antar
terminal, dan menyediakan penanganan error.

5. Network Layer

Layer OSI ini bertanggung jawab untuk menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus
diambil selama perjalanan, dan menhaga antrian trafik di jaringan.

6. DataLink Layer

Layer OSI ini mempunyai tugas untuk menyediakan link untu data dan memaketkannya menjadi frame
yang berhubungan dengan hardware kemudian didistribusikan melalui media.

7. Physical Layer

Layer OSI yang terakhir ini bertugas untuk mengirimkan dan menerima data mentah pada media fisik.

Tujuan utama penggunaan OSI Layer adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari
tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protokol jaringan
dan metode transmisi.

TCP/IP

TCP/IP merupakan standar komunikasi data dari komputer satu ke komputer yang lain di dalam jaringan
internet. Protokol ini banyak digunakan oleh komunitas untuk standarisasi komunikasi yang digunakan.

Protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite) atau kumpulan protokol. Jadi protokol ini tidak
dapat berdiri sendiri. Protokol TCP/IP paling banyak digunakan pada saat ini.

Pada TCP/IP terdapat protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP
diimplementasikan arsitektur berlapis yang terdiri dari empat lapis, yaitu: Application Layer, Transport
Layer, Internet Layer, dan Network Access Layer

Website Lambat Bisa Menjadi Sumber Petaka – Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi? Temukan
Faktanya Di Sini!

Istilah Penting di Protokol

Istilah-istilah yang harus diperhatikan saat berhubungan dengan protokol adalah sebagai berikut:

1). Syntax

Merupakan format data atau struktur data yang sudah diubah bentuknya menjadi kode. Sebagai contoh,
sebuah protokol sederhana akan memiliki urutan pada delapan bit pertama adalah alamat pengirim,
delapan bit kedua adalah alamat penerima dan bit stream sisanya merupakan informasinya sendiri.
2). Semantics

Digunakan untuk mengetahui maksud dari informasi yang dikirim dan mengoreksi kesalahan yang terjadi
dari informasi tadi. Semantics bisa diartikan sebagai setiap section bit.

3). Timing

Digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data. Timing juga digunakan untuk mengetahui
karakteristik data harus dikirim dan seberapa cepat data tersebut dikirim.

Kesimpulan

Hampir semua proses pertukaran informasi antar komputer melibatkan protokol. Hal inilah yang
membuat protokol sebagai bagian yang penting untuk diketahui. Perkembangan bermacam-macamnya
sistem informasi dan komunikasi saat ini tidak lepas dari peran perkembangan standar protokol.

Protokol adalah aturan yang memudahkan untuk berinteraksi dengan sistem yang lain. Protokol
membantu dalam proses pengiriman dan penerimaan data dalam proses komunikasi. Jika tidak ada
standar protokol yang digunakan, maka proses pengiriman dan penerimaan suatu data akan sulit
bahkan mustahil untuk dilakukan. Dikarenakan pada saat ini berbagai sistem informasi tidak hanya
dikembangkan oleh satu vendor saja.

2. -Tujuan dari pembuatan OSI Layer adalah menjadi model rujukan bagi setiap vendor atau developer,
sehingga produk atau perangkat lunak yang dibuat memiliki sifat interpolate. Yang berarti, user dapat
melakukan kerja sama dengan produk atau sistem tanpa perlu melakukan penanganan secara khusus
atau special.

-TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol), merupakan protokol standar yang mengatur
komunikasi data komputer (baik proses download dan upload data) di internet, serta dapat berdiri
sendiri tanpa harus dipasang pada perangkat keras jaringan apapun.

3. -Cara kerja OSI layer bisa dibilang sangatlah panjang dan cukup rumit. Ambil contoh ketika Anda
hendak mengirim sebuah email ke komputer lain. Berikut inilah tahapannya:

Application layer mengirim data ke komputer lainPresentation layer melakukan konversi email menjadi
format jaringanSession layer membentuk sesi perjalanan data sampai proses pengiriman selesai
dilaksanakanTransport layer pengirim memecah data dan dikumpulkan lagi di transport layer
penerimaNetwork layer membuatkan sebuah alamat dan menuntun data sampai ke tujuanData link
layer kemudian membentuk data menjadi frame dan juga alamat fisikLalu di physical layer data akan
dikirim lewat medium jaringan ke lapisan transport penerimaSetelahnya alur berbalik dari physical layer
ke application layer pada komputer penerima

4. - Physical layer untuk mengartikan media transmisi jaringan, metode pensiyalan, arsitektur jarungan
dan pengkabelan.

- Data link layer untuk memastikan bit - bit data disatukan menjadi format yang disebut frame.

- Network layer untuk mengartikan alamat ip, membuat header buat paket, melakukan routing melalui
internetworking dengan melakukan switch layer.

- Transport layer untuk membagi data pada paket data dan memberikan nomor urut ke paket - paket
sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima.

- Session layer untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara atau dihancukan.

- Presentasion layer untuk mentranslasikan data yang akan ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format.

- Application layer untuk aplikasi jaringan berkomunikasi dengan layanan jaringan.

5 .OSI Layer juga memiliki 7 model layer yang terdiri atas, application, presentation, session, transport,
network, data-link, dan physicallayer. Untuk setiap level mempunyai peran dan fungsi masing – masing
dengan cara kerja pengiriman dari setiap model dilakukan secara berurutan.

Anda mungkin juga menyukai