Kapasitas Oli Axle LC300 dan Pelatihan
Kapasitas Oli Axle LC300 dan Pelatihan
MECHANIC DEVELOPMENT
PT KARUNIA MANDIRI BERKARYA
AXLE, SUSPENSION
AND WHEEL
GAMBARAN UMUM PELATIHAN
Materi pembelajaran Axle, Suspension and Wheel terdiri atas 3 (tiga) bab. Bab 1
membahas mengenai axle system. Bab 2 membahas mengenai suspension dan bab 3
membahas wheel.
DAFTAR ISI
PENJELASAN PELATIHAN
SASARAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
REFERENSI
GLOSARIUM
BAB I. AXLE SYSTEM
Pelajaran 1 : Axle 2
Pelajaran 2 : Propeler Shaft, Final Gear dan Differential Gear 13
Ringkasan 24
Soal Latihan 25
BAB II. SUSPENSION
Pelajaran 1 : Steel Spring 27
Pelajaran 2 : Air Spring 37
Pelajaran 3 : Trunnion Shaft Suspension System 44
Pelajaran 4 : Shock Absorber 47
Ringkasan 50
Soal Latihan 52
BAB II. WHEEL
Pelajaran 1 : Wheel 54
Pelajaran 2 : Tire 56
Ringkasan 64
Soal Latihan 65
AXLE, SUSPENSION
AND WHEEL
PENJELASAN PELATIHAN
Metode
Di dalam kelas (40%)
a. Ceramah
b. Diskusi
Workshop (60%)
a. Demonstrasi
b. Praktek
Durasi
3 hari kerja
Jumlah Siswa
Maksimal 16 orang
Kriteria Kelulusan
Kehadiran minimal 90 % dari total hari pelatihan.
Evaluasi akhir
a. Nilai minimal test teori: 75
b. Nilai minimal test praktek: 75
Pemberian Sertifikat
Sertifikat akan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria kelulusan.
Surat keterangan akan diberikan kepada siswa yang memenuhi syarat
kehadiran minimal tetapi tidak memenuhi syarat minimal nilai kelulusan.
AXLE, SUSPENSION
AND WHEEL
SASARAN PELATIHAN
REFERENSI
Multi, Scania
Shop Manual, Nissan
Shop Manual HD785-5
Text Book Automotive Engineering Chasis
AXLE, SUSPENSION
AND WHEEL
GLOSARIUM
Air Spring: salah satu jenis sistem suspension dengan menggunakan gaya reaksi dari udara
pada sistem suspensionnya.
Bead: cincin yang terbuat dari kawat baja dengan kadar karbon yang tinggi. Bead
digunakan di carcass, berfungsi untuk menahan kedua ujung dari cord, menjamin
pemasangan yang kuat dari ban ke rim (pelek).
Breaker: Bagian ban yang ditempatkan diantara tread dan carcass dengan tujuan sebagai
peredam goncangan/tumbukan.
Camber Angle: garis tengah ban yang tidak vertical akan tetapi miring membentuk sudut
dengan arah keluar sebesar sekitar 1 ketika axle dilihat dari depan kendaraan.
Carcass: bagian dari ban yang terletak di dalamyang berfungsi menahan berat, goncangan,
tumbukan dan tekanan angin. Carcass dibuat dari lembaran-lembaran ply cords.
Karet yang membungkus/melapisi cord tidak hanya melindungi dari kerusakan luar,
tetapi mencegah pergeseran diantara cords.
Caster Angle: kingpin akan miring kebelakang dari garis vertical jika dilihat dari sisi
samping kendaraan.
Coil Spring: salah satu jenis steel spring yang terbuat dari baja yang dilingkar, yang akan
menggunakan elastisitas baja untuk torsion (puntiran).
Damping Forces: Gaya yang menimbulkan getaran yang tidak diperlukan pada shock
absorbers, dan efeknya disebut dengan a damping effect.
Differential: suatu komponen untuk meneruskan tenaga putar dari transmisi melalui
propeller shaft yang selanjutnya akan membuat penyaluran tenaga lebih halus dari
final gear keroda kiri dan kanan pada kondisi apapun.
Disc wheel: salah satu jenis wheel yang dibentuk dengan proses moulding. Disc wheel
sangat cocok untuk produksi massal dan lebih ekonomis, banyak dipakai pada
passenger cars, trucks, buses, dan yang lainnya.
Front Dead Axle: axle yang menyangga beban kendaraan atau unit bagian belakang.
Front Drive Axle: kendaraan yang hanya bergerak dengan roda depan dan sebagai roda
untuk kemudi
Front Wheel Alignment: Penyetelan roda depan kendaraan agar kendaraan dapat
berjalan stabil ketika di jalan lurus dan lembut sewaktu berbelok.
Hydropneumatic suspension: merupakan jenis suspensi yang menggunakan udara
sebagai medianya dan dibantu slinder hydropneumatic untuk mengurangi getaran.
Pada sistem ini silinder suspensi diisi dengan oli dan gas nitrogen.
Kingpin Anclination Angle (): sudut antara kingpin shaft dengan garis vertical
kepermukaan jalan.
Plies: lapisan-lapisan tali (layers of cord) yang biasanya terbuat dari nylon, rayon atau
polyester fiber yang diisi dengan karet sehingga menyusun badan ban atau carcass.
Ply Rating (PR): Suatu index dari kekuatan ban dengan kata lain spesifik beban
maksimum yang diijinkan dari ban.
Rear Wheel Drive Truck: Truk yang menggunakan roda belakang sebagai penggerak.
Shock Absorbers: komponen yang digunakan untuk meningkatkan kenyamanan
berkendaraan dengan menahan getaran kendaraan dengan lambat dan menjaga
kontaknya wheel dengan permukaan jalan dengan cara menahan besar dan
kecepatan getaran.
Stabilizer: torsion bar spring yang terbuat dari spring steel dipasang pada kendaraan yang
menggunakan air spring untuk memberikan kestabilan ketika kendaraan berbelok
atau berjalan pada kondisi jalan yang kurang bagus.
Tandem Axle: rear axle yang berjumlah lebih dari satu.
Tire: penahan berat unit yang bersinggungan langsung dengan permukaan tanah dan
merupakan komponen yang terletak pada pelek (rim) sebuah kendaraan.
Torsion Spring Bar: salah satu jenis steel spring yang strukturnya terbentuk dengan
stretching (puntiran) sebuah coil spring lurus. Satu ujung dari sebuah torsion bar
spring fixed ke frame, sedang ujung yang lain dihubungkan dengan mekanisme link.
Tread: Bagian ban yang merupakan kulit luar dari ban, melindungi carcass dari keausan
dan kerusakan.
Tread Pattern: merupakan bentuk kulit luar dari ban (bentuk pola dari tread).
Tube Tire Type: ban yang menggunakan tube (istilah untuk ban dalam) memungkinkan
untuk mudah berkurangnya angin akibat adanya tusukkan dari benda asing.
Tubeless Tire Type: ban yang tidak menggunakan ban dalam.
BAB I
AXLE SYSTEM
Tujuan Bab 1:
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 1, siswa mampu menyebutkan dan
menjelaskan klasifikasi, struktur dan cara kerja axle, propeller shaft, final gear dan
differential.
Referensi :
[Link]
Multi Scania
Pelajaran 1: Axle
Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan klasifikasi axle,
menjelaskan struktur dan cara kerja front axle serta tujuan front wheel alignment, selain itu siswa
dapat menjelaskan struktur dan cara kerja rear axle.
Klasifikasi Axle
Axle merupakan poros (shaft) sebagai penyangga beban kendaraan dan padanya terpasang roda dan
berputar, secara fungsional axle dibagi menjadi dua yaitu front axle (axle bagian depan) dan rear axle
(axle bagian belakang). Bagan dibawah ini menunjukkan klasifikasi axle secara umum:
RIGID
SUSPENSION
INDEPENDEN
REVERSE
ELLIOT
FRONT BENTUK
MERMAN
DRIVE LAMOINE
AXLE
FULL
DEAD AXLE FLOATING
HALF
SUPPORT
REAR FLOATING
¾ FLOATING
DRIVE
BANJO
HOUSING BUILD UP
SPLIT
Klasifikasi Axle
2
Axle, Suspension and wheel
Pada rear wheel drive truck, power yang dihasilkan dalam engine ditransmisikan ke rear tires,
urutannya adalah sebagai berikut:
Rear differential
Hydrostatic motor
Proppeler shaft
Front differential
Power Train
Front Axle
Front axle berfungsi untuk menyangga sebagian dari beban kendaraan pada roda depan (front
wheels) dan untuk steering kendaraan. Secara garis besar front axle dibagi menjadi front dead axle
dan front drive axle. Drive axle dapat disebut dengan live axle atau powered axle.
Front Axle
Front Dead Axle
Tipe front dead axle
Front dead axle merupakan axle yang menyangga beban kendaraan atau unit bagian depan.
Berdasarkan jenis konstruksi dari suspensi yang digunakan front dead axle dibagi menjadi dua
tipe yaitu rigid axle suspensi dan independent axle suspensi. Rigid axle suspensi digunakan pada
truk dan bis untuk membawa beban besar, dimana ketika salah satu roda naik karena kondisi
permukaan jalan maka body atau frame dari unit akan miring tetapi hanya dapat untuk
kemiringan dengan sudut kecil. Keuntungan tipe ini mudah dalam perawatannya karena
strukturnya sederhana.
3
Axle, Suspension and wheel
4
Axle, Suspension and wheel
5
Axle, Suspension and wheel
(a) (b)
Struktur Front Dead Axle (a) Reverse Elliot Type (b) Elliot Type
Thrust bearing disisipkan antara bagian tengah axle beam dengan knuckle sehingga kendaraan
dapat dikemudikan dengan mudah ketika mendapat beban yang besar. Clearance dengan thrust
bearing dapat diadjust dengan shim. Komponen dari sistem brake terpasang pada flange dari
knuckle.
1. Axle Beam
2. Steering Knuckle
3. Ball Joint
4. Drag Link
5. Track Rod/Tie Rod
6. Drag Link Arm
6
Axle, Suspension and wheel
7
Axle, Suspension and wheel
Camber angle
Ketika axle dilihat dari depan kendaraan, akan terlihat garis tengah ban tidak vertical tetapi akan
miring membentuk sudut dengan arah keluar yang dinamakan camber angle dengan besar sekitar
1. Ban akan cenderung miring kedalam ketika unit mendapat beban atau muatan, maka adanya
camber ini akan menghilangkan efek tersebut. Selain itu, camber angle juga membantu unit
berbelok tiba-tiba dari kondisi berjalan lurus dengan lebih mudah.
LOAD
(a) (b)
(a) Sebelum mendapat beban (b) Setelah mendapat beban
Toe-in
Ketika roda kemudi dilihat dari atas akan terlihat jarak yang beda antara A dan B, A akan lebih
pendek inilah yang dinamakan toe-in. Ketika unit belok maka membentuk suatu radius yang titik
pusatnya jika ditarik garis ke titik tengah masing-masing roda kemudi akan membentuk dua garis
yang berbeda oleh karena itu agar beban jalan ke masing-masing roda sama dan tidak terjadi slip
pada roda bagian dalam maka sudut untuk roda kemudi bagian luar harus lebih tajam sehingga
diperlukan toe-in.
a a
b b
cenderung untuk bergerak maju atau mundur kembali. Besarnya caster anglebiasanya 1-2.
Caster
8
Axle, Suspension and wheel
REAR AXLE
Rear drive axle
Rear axle disebut juga back axle. Rear axle akan menyangga beban dan meneruskan tenaga
penggerak keroda belakang yang disebut juga driving axle. Bagiannya yaitu rear axle housing, axle
shaft dan bearing roda. Selain itu ada rear axle yang tidak meneruskan tenaga atau dead axle. Rear
axle tipe rigid digunakan pada kendaraan sedang dan heavy-duty.
Pada sebuah truk, rear axle dapat berjumlah satu buah dan mungkin juga dua atau tiga buah. Rear
axle yang berjumlah satu disebut single axle. Rear axle yang berjumlah lebih dari satu dinamakan
tandem axle.
Single Axle
Tandem Axle
Untuk tipe tandem axle dikenal dua istilah yaitu tag axle dan pusher axle. Ilustrasi kedua tipe ini
adalah sebagai berikut:
9
Axle, Suspension and wheel
(a) (b)
Pusher Axle dan Tag Axle
Berdasar metode pembebanan (support) pada axle shaft, terdiri dari:
Half Floating Type
Roda dipasang langsung pada axle shaft. Axle shaft ini didukung oleh axle housing melalui
bearing. Axle shaft dan axle housing menerima beban yang sama diteruskan ke roda.
Bagaimanapun axle shaft akan menerima moment bending yang dihasilkan oleh gaya vertical,
melintang dan memanjang pada roda serta momen torsi yang dihasilkan oleh tenaga kendali
(driving). Tipe ini banyak digunakan untuk kendaraan kecilsebab strukturnya sederhana dan
hanya untuk beban ringan.
10
Axle, Suspension and wheel
¾ Floating Type
¾ floating type
Struktur tipe ini antara tipe half floating dan full floating. Roda didukung oleh axle housing melalui
sebuah bearing. Axle shaft sangat mudah menyalurkan kekuatan driving. Karena itu hampir ¾
momen bending dari beban vertical dan melintang oleh roda akan diteruskan ke axle housing.
Axle shaft menerima momen torsi dan momen bending ¼ dari beban melintang. Tipe ini jarang
digunakan karena strukturnya komplek.
Bentuk rear drive axle bervariasi tergantung dari jenis kendaraan. Perbedaan yang paling mencolok
dari axle adalah axle housingnya. Axle housing berfungsi menutup dan melindungi axle shaft,
mendukung berat kendaraan dan beban. Final gear terpasang dekat dengan bagian tengah axle
housing. Berdasarkan bentuknya axle housing dapat diklasifikasikan menjadi:
Banjo type
Tipe ini mudah dibuat sehingga saat ini banyak digunakan.
Build-up type
Tipe ini mempunyai struktur yang paling komplek, dibanding yang lain.
Split type
Axle housing terpisah antara bagian kiri dan kanan. Final gear terpasang ditengah dengan
menggunakan bolt untuk menghubungkannya. Pada tipe ini pemeriksaan dan pengadjustan
differential carrier (final gear) lebih sulit dari tipe lain.
Axle Housing
Axle shaft akan meneruskan tenaga melalui final gear dan differential gear ke roda. Hub terpasang
pada kedua sisi axle housing melalui dua bearing pada masing-masing sisi. Brake drum dan disc roda
terpasang pada hub. Tapered roller bearing digunakan pada rear axle karena adanya beban
melintang dari roda.
11
Axle, Suspension and wheel
12
Axle, Suspension and wheel
Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan struktur propeller
shaft, selain itu siswa dapat menyebutkan dan menjelaskan klasifikasi, struktur dan cara kerja final
gear dan differential.
Propeller Shaft
Kendaraan dengan posisi engine di depan memiliki propeller shaft untuk menyalurkan tenaga dari
transmisi ke rear axle. Transmisi terletak di belakang engine menempel pada chasis, sedangkan rear
axle dipasang pada posisi lebih bawah di bagian belakang.
Pada saat kendaraan sedang berjalan maka antara transmisi dan rear axle bergerak keatas dan
kebawah. Pergerakan tersebut memaksa propeller shaft untuk bergerak keatas dan kebawah, hal ini
menyebabkan posisi dan jarak antara transmisi dan rear axle berubah.
Tube
Universal Joint Splined Yoke
13
Axle, Suspension and wheel
Proppeler shaft terdiri dari universal joint, propeller shaft tube dan sliding joint (sleeve, yoke, sloding
yoke dan splined yoke).
Flange Yoke
Tube
Splined
5. Trunnion Block
6. Bearing Carrier
7. Bearing
8. Protection Plate
9. Grease Nipple
17. Bolt
19. End Yoke
Universal Joint
Sliding Joint
Sliding joint terdiri dari satu pasang hollow shaft dan round bar shaft yang menyalurkan tenaga
karena perubahan jarak. Gambar sliding joint adalah sebagai berikut:
14
Axle, Suspension and wheel
Splined Sleeve
Seal
Sliding Joint
Final Gear
Dibawah ini bagan klasifikasi dari final gear:
Worm Gear
Hypoid Gear
15
Axle, Suspension and wheel
tetapi torque yang besar. Oleh karena itu, untuk menambah torque dari output transmisi dibuat gear
reduksi yang dinamakan final gear. Selain itu, final gear berfungsi untuk merubah arah tenaga dari
propeller shaft ke roda kanan dan kiri, oleh karena itu umumnya digunakan kombinasi bevel gear.
Gear Type
Di bawah ini dijelaskan beberapa tipe gear (bevel gear) pada final gear :
Worm Gear
Karakteristik tipe ini smooth dan saat meshing tidak bersuara karena poros drive gear dan driven
gear tidak lurus, level lantai dapat lebih rendah dan ratio reduksinya lebih besar lebih mudah
dicapai. Tetapi tipe ini hanya digunakan untuk sedikit jenis kendaraan tipe heavy-duty dan
cenderung untuk panas karena efisiensi transmisi rendah.
Spiral Bevel Gear
Karakteristiknya terus-menerus, smooth, saat meshing tidak bersuara, kapasitas torque besar dan
efisiensi transmisi tinggi karena itu tipe ini sekarang banyak digunakan untuk efisiensi bahan
bakar kendaraan. Konstruksi antara poros pinion dan ring gear pada tipe ini satu garis lurus.
Hypoid Gear
Hypoid gear mempunyai tipe spiral bevel gear,keduanya mempunyai bentuk gear yang hampir
sama tetapi antara poros drive gear dan driven gear pada tipe hypoid tidak lurus (garis tengah
pinion lebih rendah dari garis tengah ring gear). Sehingga level lantai dapat lebih rendah. Selain
itu tipe ini lebih tahahan lama dan tidak menimbulkan kebisingan.
Selain tipe tersebut pada kendaraan heavy-duty ada yang menggunakan tipe planetary gear. Final
gear dapat pula diklasifikasikan berdasarkan speed reduction method dan driving method seperti
pada diagram sebelumnya.
16
Axle, Suspension and wheel
Bevel Gear
Two stage reduction type
Spiral bevel gear atau hypoid gear membutuhkan main gear dengan ukuran yang sangat besar
apabila dibutuhkan untuk mereduksi kecepatan dengan rato yang tinggi, tetapi final gear yang
besar akan mengurangi jarak antara rear axle dengan permukaan jalan.
Hal ini dapat diatasi dengan mengurangi kecepatan menggunakan spiral bevel gear pada tahap
pertama untuk mereduksi drive pinion dan mereduksi driven gear pada tahap kedua. Ukuran dari
drive gear dapat diperkecil karena kecepatan direduksi dengan dua tahapan. Struktur two stage
reduction type dan planetary type two stage reduction type final gear diperlihatkan oleh gambar
dibawah ini:
17
Axle, Suspension and wheel
Planetary Type
Two speed type
Two speed type memiliki high gear dan low gear pada final gearnya. Engenge dikontrol dengan
menggunakan solenoid valve dan udara. Final gear ini dapat melipatgandakan kecepatan sesuai
dengan perubahan stage pada transmisi. Tipe ini jarang digunakan karena harus disesuaikan
dengan transmisi yang memenuhi tipe final gear ini.
18
Axle, Suspension and wheel
Driving Method
Tandem type
Pada tipe ini termasuk kedalam kelompok two stage reduction type dan digunakan pada
kendaraan yang memiliki dua buah rear drive axle. Pada prinsipnya tipe ini hampir sama dengan
two stage reduction type seperti yang telah dijelaskan diatas.
Penerusan Tenaga
19
Axle, Suspension and wheel
a < b
Penggunaan Differential
Tujuan dari differential ini akan secara otomatis membuat kecepatan roda berbeda antara kiri dan
kanan sehingga perputaran menjadi halus. Komponen utama differential diantaranya adalah spider
shaft, pinion gear dan side gear. Struktur differential adalah sebagai berikut:
Struktur Differential
20
Axle, Suspension and wheel
Planetary gear differential type, yaitu tipe differential yang menggunakan planetary gear type
pada final gearnya.
Non Spin Differential
Pada tipe non spin ini akan terjadi suatu kondisi dimana tenaga tidak diteruskan kesalah satu roda
yang mempunyai hambatan sehingga diharapkan akan bergerak lebih bebas karena dia akan dapat
berputar lebih cepat.
22
Axle, Suspension and wheel
Ketika unit berjalan membelok, maka putaran roda bagian luar atau yang hambatannya lebih
kecil akan berputar lebih cepat. Karena hambatan yang timbul antara permukaan jalan dan
roda beda maka center cam akan mendorong driven clutch kearah luar, akibatnya hubungan
antara spider dengan driven clucth sebelah luar menjadi bebas (disengaged), maka roda
sebelah luar bebas dan dapat berputar lebih cepat
23
Axle, Suspension and wheel
Ringkasan
Axle
Axle merupakan poros sebagai penyangga beban kendaraan, secara garis besarnya axle dibagi
menjadi dua yaitu front axle (axle bagian depan) dan rear axle (axle bagian belakang). Front axle
berfungsi untuk mendukung beban pada roda depan dan untuk steering kendaraan. Secara garis
besar front axle dibagi menjadi front dead axle dan front drive axle. Rear axle akan menyangga
beban dan meneruskan tenaga penggerak keroda belakang yang disebut juga driving axle.
Front dead axle merupakan axle yang menyangga beban kendaraan atau unit bagian belakang.
Berdasarkan jenis konstruksi dari suspensi yang digunakan front dead axle dibagi menjadi dua tipe
yaitu rigid axle suspensi dan independent axle suspensi. Front drive axle digunakan pada kendaraan
yang bergerak dengan seluruh rodanya seperti pada kendaraan yang dibuat untuk daerah dengan
jalan yang kurang bagus serta kendaraan yang hanya bergerak dengan roda depan saja.
Pada kendaraan roda depan harus dapat bergerak dengan lembut dan akurat ketika berbelok. Hal ini
dapat dicapai dengan melakukan front wheel alignment/steering wheel alignment. Front wheel
alignment mempunyai beberapa faktor yang harus disetel (adjust) dengan tepat, yaitu: Kingpin
Inclination Angle (KIP), camber angle, toe in/toe out dan caster angle.
24
BAB II
SUSPENSION
Tujuan Bab 2:
Referensi :
Multi Scania
Shop Manual Nissan
Shop Manual HD785-5
Text Book Automotive Engineering Chasis
Axle, Suspensi and Wheel
Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menjelaskan struktur dan cara kerja
leaf spring, coil spring dan torsion bar spring.
Pendahuluan
Fungsi utama dari sistem suspensi adalah mendukung berat unit melawan permukaan jalan, selain
Itu juga melindungi transmisi dari getaran vertikal roda ke badan unit. Ada juga sistem suspensi yang
mempunyai perlengkapan untuk buffer. Ketika kendaraan melewati jalan yang rusak atau ada
gundukan pada kecepatan tinggi pengendara dan penumpang merasakan ada beban kejut dari
permukaan jalan. Suspensi akan melindungi komponen dari kerusakan, menjaga kenyamanan supir
dan penumpang serta muatan tidak ikut rusak.
Kebanyakan sistem suspensi yang menggunakan spring akan membentuk sistem penahan getaran
terhadap gaya luar yang tidak beraturan dari permukaan jalan. Tingkat penyerapan beban kejut dan
karakteristik getaran tergantung dari metode suspensi pada unit yang terdiri dari tipe spring,
mekanismenya, struktur dan susunan axle baik yang menggunakan shock absorber atau tidak.
Suspension System
Fungsi suspensi secara umum adalah sebagai berikut:
Sebagai pendukung berat unit.
Menyangga getaran vertikal roda yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak rata,
melindungl kabin, pengemudi dan muatan unit.
27
Axle, Suspensi and Wheel
Leaf
Spring
Steel Coil
Spring Spring
Torsion
Suspension Rubber
Bar
Spring Spring
Basic Air
Component Spring
Hydraulic
SUSPENSION Damper Shock
SYSTEM Absorber
Leaf Spring
28
Axle, Suspensi and Wheel
digabung pada frame dengan pin, ketika ujung yang lain dipasang dengan shackle atau dengan
metoda slidding. Spring menerima beban pada kedua center boltnya yang dinamakan semi-elliptic
spring.
Leaf spring yang umum diqunakan adalah tipe konvensional. Leaf spring dan helper spring dipakai
pada rear axle truck heavy-duty karena perbedaan beban saat kosong dan saat bermuatan tinggi.
Pada truck sedang, bus dan beberapa heavy-duty truck digunakan tipe progressive yang mempunyai
fungsi seperti pada leaf spring denqan helper spring.
Leaf spring menggunakan kelenturan material bajanya untuk melengkung, bentuk yang panjang
mempunyai kekonstanan spring kecil dan akan lebih terasa nyaman. Susunan leaf spring dapat
mendukung beban yang besar jika kekonstanan spring bisa bertambah dengan merubah bentuk,
jumlah serta lebar dan tebalnya leaf.
Leaf spring meneruskan gaya kemudi dan gaya pengereman kendaraan serta mepunyai kekuatan
untuk arah melintang. Keuntungan dari sistem suspensi bentuk leaf spring adalah strukturnya
sederhana dan kuat tetapi berat, tidak menyerap getaran kecil serta cenderung berisik karena ada
internal friksi yang besar.
Leaf Spring
Leaf spring mempunyai kontruksi yang berbeda-beda, perbedaan tersebut dapat dilihat dari bentuk
leaf end, spring eye dan komponen pendukung lainnya. Dibawah ini merupakan penjelasan dari
komponen dari leaf spring.
Leaf
Masing-masing lapisan pada leaf spring dinamakan leaf. Leaf dibuat secara seimbang melengkung
dengan tidak ada celah diantaranya, sehingga menimbulkan friksi tinggi yang akan menyebabkan
spring efektif untuk mengurangi getaran tetapi tidak sesuai untuk getaran kecil. Graphite grease yang
terbuat dari karet atau sintetis resin dipakai sebagai sebuah peredam suara dengan cara dimasukkan
29
Axle, Suspensi and Wheel
diantara leaf untuk menghindari keretakan atau noise yang disebabkan oleh friksi antar leaf sehingga
efek pengurangan getaran akan ditingkatkan.
Leaf
Penampang melintang leaf
Selain berbentuk datar, leaf ada juga yang mempunyai bentuk penampang melintang dengan grove
atau yang lainnya. Groove pada leaf bertujuan untuk mengurangi berat dari leaf spring.
30
Axle, Suspensi and Wheel
Pads bentuk B ini leaf nomer dua tidak hanya melindungi spring eye main leaf utama tetapi juga
menggantikan main leaf apabila patah. Bentuk dan ukuran spring eye sangat menentukan
kekuatannya, oleh karena itu perlu diperhatikan untuk mengantisipasi gaya dari luar.
31
Axle, Suspensi and Wheel
Wind Up
Clip
Dinamakan juga rebound clip. Clip digunakan untuk melindungi main leaf, menjaga pemindahan
shifting dari leaf dan menjaga gap antar leaf selama unit memantul. Umumnya sebuah clip blinds
terdiri dari tiga leaf dengan posisi paling dekat yang memungkinkan ke spring eye sesuai permintaan
untuk melindungi main leaf. Untuk menjaga penerusan shifting, sebuah clip dipasang pada leaf yang
pendek dimana ini tidak mempengaruhi pemasangan spring ke axle.
Bentuk Clip
Shackle
Leaf spring umumnya dipasang pada chassis atau frame dengan pin yang dimasukkan pada spring
eye diujungnya. Sebuah shackle sering dipakai pada satu ujung yang lain (umumnya bagian
belakang) untuk menyerap perubahan bentuk yang terjadi akibat defleksi dari spring. Shackle
diklasifikasfkan dua tipe. Shackle yang diaplikasikan dengan gaya tekan dinamakan compression
shackle sedang gaya tarik dinamakan tension shackle.
32
Axle, Suspensi and Wheel
(a) (b)
(a) Compression Shackle dan (b)Tension Shackle
Baik compression shackle maupun tension shackle posisinya dapat berputar pada spinnya karena
perubahan beban. Karena itu sebuah shackle berusaha memakai tenaga reaktif yang menekan atau
menarik spring sesuai dengan sudutnya. Karena panjang shackle, sudut dan kelengkungan dari spring
mempunyai hubungan sebagai berikut, dimana faktor-faktor tersebut saling mempengaruhi.
Ketika spring melengkung, compression shackle berusaha memakai gaya reaktifnya untuk menekan
kembali agar leaf memanjang, karena itu konstanta spring agak meningkat. Bagaimanapun
perubahan pada konstanta spring tersebut tidak terlalu berpengaruh sebab sangat kecil dibandingkan
peningkatan pada konstanta spring yang disebabkan penambahan bentangan spring. Kebalikannva,
tension shackle berusaha memakai gaya reaktifnya membantu leaf memanjang, menjadikan spring
lebih fleksibel sehingga posisi unit lebih rendah. Tension shackle digunakan pada kendaraan
penumpang tetapi tidak pada kendaraan heavy duty.
33
Axle, Suspensi and Wheel
Sliding contact
Sliding Contact
Dalam beberapa kasus, salah satu atau kedua sisi dari leaf spring tidak tetap tetapi mendukung berat
unit pada hubungannya dengan contact seat. Ketika ada beban, bentuknya menjadi pendek dan
konstanta spring meningkat. Metode ini strukturnya sangat sederhana karena leaf tidak perlu spring
eye. Bagaimanapun hal itu cenderung untuk meneruskan suara berisik dan knocking antara spring
dan contact seat sebab leaf tidak fixed.
Leaf Surface
Nip
Masing-masing leaf yang membentuk leaf spring berbentuk bengkok. Jika lapisan itu tidak dipasang
antara leaf yang berdekatan akan terbentuk celah yang dinamakan nip.
34
Axle, Suspensi and Wheel
Nip
Ketika leaf terpasang dengan center bolt, beban yang dihasilkan oleh pengikat akan mengerjakan
pada masing-masing leaf. Leaf yang lebih pendek akan memberikan gaya ke leaf yang berikutnya
dengan arah berlawanan dengan beban kerja. Ketika spring terpasang pada unit maka berat unit
akan memberi beban, gaya yang bekerja ke main leaf lebih kecil dari berat sebenarnya karena berat
unit dan gaya dari nip bekerja bersama pada leaf yang pendek, hal ini disebut nip effect. Nip akan
mengurangi beban ke main leaf yang menghubungkan axle dengan chasis.
Nip Effect
Coil Spring
Coil spring terbuat darl baja yang dilingkar, yang akan menggunakan elastisitas baja untuk torsion
(puntiran). Karena coil spring hampir tidak menimbulkan friksi maka kenyamanannya akan lebih baik.
Energi dari beratnya dapat ditahan dalam jumlah besar sehingga kondisi spring akan lebih konstan
tanpa menempatl jarak yanq besar. Coil spring biasanya digunakan pada sistem suspensi
independent.
35
Axle, Suspensi and Wheel
Coil Spring
Torsion Spring Bar
Sebuah torsion bar spring mempunyai struktur yang terbentuk dengan stretching (puntiran) sebuah
coil spring lurus. Seperti coil spring, torsion bar spring menggunakan torsional elastisitasnya. Satu
ujung dari sebuah torsion bar spring fixed ke frame, sedang ujung yang lain dihububungkan dengan
mekanisme link. Pergerakan vertikal dari unit dlteruskan ke mekanisme link dan torsion bar spring
akan twist.
36
Axle, Suspensi and Wheel
Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan
struktur dan cara kerja air spring. Selain siswa mampu menjelaskan struktur stabilizer dan
hydropneumatic suspension.
Pendahuluan
Pada dasarnya ketika udara mendapat tekanan maka akan bereaksi atau berarti udara bersifat elastis.
Air spring menggunakan gaya reaksi dari udara yang ada. Dibandingkan dengan steel spring, air
spring lebih konstan seiring dengan kenaikan beban. Ketika beban ringan air spring akan berfungsi
sebagai soft spring dan pada saat bebannya besar akan berfungsi sebagai rigid spring, ini artinya tipe
air spring lebih maju dibandingkan dengan leaf spring.
37
Axle, Suspensi and Wheel
Penggunaan air spring sudah pasti mempunyai beberapa kelebihan. Keuntungan air spring
dibandingkan dengan leaf spring diantaranya adalah:
Stabilizer
Pada umumnya walaupun kendaraan yang menggunakan air spring lebih fleksibel, kecenderungan
untuk terguling tetap ada ketika kendaraan berbelok atau berjalan pada kondisi jalan yang kurang
bagus. Oleh karena itu, torsion bar spring tipe stabilizer dipasang pada kendaraan yang
menggunakan air spring untuk memberikan kestabilan. Stabilizer terbuat dari spring steel. Stabilizer
tidak akan bekerja ketika roda kanan dan kiri bergerak ke atas dan ke bawah secara bersamaan.
Ketika bergerak secara sendiri-sendiri stabilizer akan menerima torsi. Kemiringan kendaraan akan
dikurangi oleh stabilizer dengan mengurangi torsinya secara elastis.
38
Axle, Suspensi and Wheel
Hydropneumatic Suspension
2
5
Suspension System HD785-5
Hydropneumatic suspension merupakan jenis suspensi yang menggunakan udara sebagai medianya.
Silinder hydropneumatic digunakan pada silinder suspensi untuk mengurangi getaran. Pada sistem ini
silinder suspensi diisi dengan oli dan gas nitrogen. Prinsip kerjanya adalah dengan contracting atau
expanding gas nitrogen dan oli untuk meredam beban dari permukaan jalan. Pada unit dump truck
sillnder suspensi ini terbagi dua yaitu front suspensi dan rear suspensi.
39
Axle, Suspensi and Wheel
Pada valve body (12) terdapat orifice plate (8) dan leaf spring (9a) dan (9b) yang akan menahan
aliran oil antara ruang B dan ruang C sehingga akan menqhasilkan damping force. Saat gas nitrogen
mendapat tekanan dari luar, oli dari ruang B mengalir melalui valve (12) dan tube (11) ke ruang C.
Oil mengalir melalui valve dari arah Z ke orifice plate (8) dimana volumenya akan dikurangi melalui
orifice pada empat tempat, ini adalah proses retracting (memendek). Sedangkan saat extending
(memanjang), ketika sudah tidak ada gaya dari luar tekanan dari nitrogen mendorong rod, oli akan
melewati tube (11) dan valve (12) untuk mengalir ke ruang B. Oli mengalir dari arah X melafui dua
orifice pada orifice plate (8). Dari proses tersebut akan dihasilkan damping force dimana proses
retracting cepat sedang proses extending (memendek) akan lebih lama.
40
Axle, Suspensi and Wheel
Front Suspension
41
Axle, Suspensi and Wheel
Rear suspensi
Pada rear suspensi ketika ada beban dari luar rod akan tertekan masuk sehingga oil akan mengalir
dari ruang oli (6) melalui orifice (4) dan (5) ke rongga (2) dengan cepat. Setelah tidak ada beban dari
luar oil pada rongga (2) akan didesak keluar. 0li akan menodong check ball (3) menutup orifice (4)
sehingga oli hanya akan melewati orifice (5) menuju ruang (6). Karena itu proses extending akan
lama.
42
Axle, Suspensi and Wheel
Rear Suspension
43
Axle, Suspensi and Wheel
Tujuan Pelajaran 3
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 3, siswa mampu menjelaskan nama, fungsi dan letak
struktur dan cara kerja dari trunnion shaft suspension system.
Trunnion Shaft
Trunnion shaft dipasang pada frame melalui trunnion bracket. Leaf spring dipasang pada trunnion
shaft yang dimounting menggunakan U-bolts. Leaf spring terletak diantara front-rear axle dan rear-
rear axle yang menyangga kendaraan.
Offset
Sistem suspension trunnion shaft digunakan pada kendaraan dengan single rear drive axle dan
kendaraan dengan tandem rear drive axle. Pada kendaraan yang menggunakan tandem rear drive
axle, titik tengah trunnion shaft terletak di tengah dua drive axle sehingga distribusi bebannya sama
(1:1) antara front rear axle dan rear rear axle.
Pada kendaraan single rear drive axle, titik tengah trunnion shaft di-offset kedepan untuk menaikkan
pembebanan pada driving axle (front rear axle) untuk mencegah slipnya roda penggerak. Perbedaan
posisi trunnion shaftnya adalah sebagai berikut:
44
Axle, Suspensi and Wheel
Parallel Beam
Hendrickson Suspension
Hendrickson suspension merupakan sebuah equalizer beam suspension yang dilengkapi dengan leaf
spring. Kombinasi ini membuat beban lebih ringan dan kenyamanan dalam berkendaraan. Kendaraan
dengan berat yang ringan dapat menggunakan suspensi jenis ini. Berat seluruh sistem suspension
dikurangi dengan menggunakan alumunium equalizer beam. Bersama dengan torque rod, equalizer
beam menahan axle untuk bergerak karena menerima beban dari arah longitudinal, transversal dan
vertikal.
45
Axle, Suspensi and Wheel
Hendrickson Suspension
46
Axle, Suspensi and Wheel
Tujuan Pelajaran 3
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 3, siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan
fungsi, klasifikasi, struktur dan cara kerja shock absorbers.
47
Axle, Suspensi and Wheel
48
Axle, Suspensi and Wheel
49
Axle, Suspensi and Wheel
Ringkasan
Fungsi utama sistem suspensi adalah mendukung berat unit melawan permukaan jalan, selain Itu
juga melindungi transmisi dari getaran vertikal roda ke badan unit. Berbagal tipe spring digunakan
pada sistem suspensi, namun dapat diklasifikasikan pada tiga tipe utama, yaitu: Steel spring
(laminated leaf spring, coil spring, torsion bar), Rubber spring dan air spring.
Steel Spring
Steel spring dibagi menjadi tiga jenis, yaitu leaf spring, coil spring dan torsion bar. Leaf spring
sebagai bagian dari struktur sistem suspensi yang pemasangannya sangat mudah. Jumlah leaf, lebar
dan ketebalan menentukan besarnya beban yang diijinkan. Keuntungan dari sistem suspensi bentuk
leaf spring adalah strukturnya sederhana dan kuat tetapi berat, tidak menyerap getaran kecil serta
cenderung berisik karena ada internal friksi yang besar. Leaf spring mempunyai kontruksi yang
berbeda-beda, perbedaan tersebut dapat dilihat dari bentuk leaf end, spring eye dan komponen
pendukung lainnya.
Coil spring terbuat darl baja yang dilingkar, yang akan menggunakan elastisitas baja untuk torsion
(puntiran). Karena coil spring hampir tidak menimbulkan friksi maka kenyamanannya akan Iebih baik.
Coil spring biasanya digunakan pada sistem suspensi independent. Torsion bar spring mempunyai
struktur yang terbentuk dengan stretching (puntiran) sebuah coil spring lurus. Satu ujung dari sebuah
torsion bar spring fixed ke frame, sedang ujung yang lain dihububungkan dengan mekanisme link.
Pergerakan vertikal dari unit dlteruskan ke mekanisme link dan torsion bar spring akan twist.
Air Spring
Air spring lebih konstan seiring dengan kenaikan beban dibandingkan dengan steel spring. Ketika
beban ringan air spring akan berfungsi sebagai soft spring dan pada saat bebannya besar akan
berfungsi sebagai rigid spring, ini artinya tipe air spring lebih maju dibandingkan dengan leaf spring.
Air spring terdiri dari bebrapa komponen utama, yaitu Bellows, air beam atau auxiliary air chamber
dan levelling valve seperti ilustrasi gambar dibawah ini. Pada umumnya walaupun kendaraan yang
menggunakan air spring lebih fleksibel, kecenderungan untuk terguling tetap ada ketika kendaraan
berbelok atau berjalan pada kondisi jalan yang kurang bagus. Oleh karena itu, torsion bar spring tipe
stabilizer dipasang pada kendaraan yang menggunakan air spring untuk memberikan kestabilan.
Hydropneumatic suspension merupakan jenis suspensi yang menggunakan udara sebagai medianya.
Silinder hydropneumatic digunakan pada silinder suspensi untuk mengurangi getaran. Pada sistem ini
silinder suspensi diisi dengan oli dan gas nitrogen.
Trunnion Shaft
Sistem suspension tipe trunnion shaft biasanya digunakan untuk truk dengan dua rear axle. Trunnion
shaft dipasang pada frame melalui trunnion bracket. Pada kendaraan yang menggunakan tandem
rear drive axle, titik tengah trunnion shaft terletak di tengah dua drive axle sehingga distribusi
50
Axle, Suspensi and Wheel
bebannya sama (1:1) antara front rear axle dan rear rear axle. Pada kendaraan single rear drive axle,
titik tengah trunnion shaft di-offset kedepan untuk menaikkan pembebanan pada driving axle (front
rear axle) untuk mencegah slipnya roda penggerak.
Parallel beam suspension system merupakan steel beam, dinamakan equalizer beam atau bogie
beam. Pada sistem ini tidak menggunakan spring sehingga kendaraan dapat lebih ringan dan biaya
yang dikeluarkan lebih murah. Hendrickson suspension merupakan sebuah equalizer beam
suspension yang dilengkapi dengan leaf spring. Kombinasi ini membuat beban lebih ringan dan
kenyamanan dalam berkendaraan. Bersama dengan torque rod, equalizer beam menahan axle untuk
bergerak karena menerima beban dari arah longitudinal, transversal dan vertikal.
Shock Absorbers
Shock absorber dapat juga disebut dengan damper, suspension damper atau buffer. Fungsi secara
umum dari shock absorber adalah meningkatkan kenyamanan berkendaraan dengan menahan
getaran kendaraan dengan lambat dan menjaga kontaknya wheel dengan permukaan jalan dengan
cara menahan besar dan kecepatan getaran. Media yang digunakan shock absorber untuk
mengurangi getaran dibagi menjadi tiga, yaitu: Viscosity resistance of fluid, Resistance of conductors
moving in magnetic fields dan Friction of solid parts.
Berdasarkan strukturnya shock absorbers ini dibagi menjadi dua tipe, yaitu: Telescopic Shock
Absorbers dan Lever Type Shock Absorbers. Telescopic Shock Absorbers paling banyak digunakan di
automobiles karena dari struktur yang sederhana dan biaya yang lebih kecil. Telescopic shock
absorbers dibagi menjadi dua tipe yaitu single acting type dan double acting type.
51
BAB III
WHEEL
Tujuan Bab 3:
Referensi :
Pelajaran 1: Wheel
Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan klasifikasi wheel.
Selain itu, siswa dapat menjelaskan struktur disc wheel dan kode pada rim.
Pendahuluan
Wheel dan tire menahan beban kendaraan dan sebagai bantalan dari beban kendaraan tersebut.
wheel dan tire mengendalikan traksi yang diteruskan ke permukaan tanah. Ketika kendaraan
berjalan, wheel dan tire menahan kendaraan tetap terhadap permukaan tanah. Keseimbangan wheel
membantu menghindari terjadinya suara bising ketika kendaraan berjalan dengan kecepatan tinggi.
Klasifikasi Wheel
Wheel di bagi dalam beberapa tipe dibawah ini:
Disc Wheel
Disc wheel dibentuk dengan proses moulding. Disc wheel sangat cocok untuk produksi massal
dan lebih ekonomis, banyak dipakai pada passenger cars, trucks, buses, dan yang lainnya.
Spoke Wheel
Spoke wheel tersusun atas rim, center hub dan spokes. Dalam kehidupan sehari–hari spoke biasa
disebut dengan jeruji. Tipe spoke ini biasa digunakn pada motorcycles dan sports cars karena
memiliki berat yang ringan.
Light Alloy Wheel
Tipe ini dibentuk dengan proses casting atau forging menggunakan bahan alumunium alloy atau
magnesium alloy. Memiliki karakteristik ringan, kuat, tahan lama, dan mudah dibentuk dengan
hasil yang akurat. Banyak digunakan pada passenger cars dan beberapa truck dan bus.
Spider Wheel
Tipe ini sama halnya dengan tipe disc wheel, tetapi disc tidak langsung bertumpu pada wheel
melainkan menggunakan adaptor yang disebut spider yang terletak pada hub. Spider berfungsi
untuk dudukan disc. Disc duduk pada adaptor dengan cara di clamping. Dilakukan seperti ini agar
pemasangan dan melepasnya lebih mudah.
Trilex Wheel
Trilex wheel sam dengan spider wheel, tetapi tipe ini dibagi menjadi tiga bagian yang berpusat
pada hubnya.
Disc Wheel
Disc wheel diklasifikasikan menjadi empat tipe, penggolongan ini berdasarkan JASO C603 (Japanese
Automobile Standard Organization). Tabel penggolongannya adalah sebagai berikut:
54
Axle, Suspension and Wheel
Aplicable Rim
Disc Wheel Type
Rim Type Symbol (JIS)
Type For Light Passenger Two-piece Rim DT
Cars and Light Truck
Well Base Rim DC
Type For Passenger Cars
Wide Well Base Rim WDC
Disc wheel terdiri dari rim yang menahan ban dan disc yang menyatukan wheel pada hub dari
kendaraan. Disc terbuat dari plat baja tipis, disatukan dengan cara dirivet atau dilas. Rim terbuat dari
plat baja yang dirol.
7.00 T x 20 162 ‐ 12 T
55
Axle, Suspension and Wheel
Pelajaran 2: Tire
Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan
klasifikasi, struktur dan arti kode tire.
Pendahuluan
Tire atau ban merupakan penahan berat unit yang bersinggungan langsung dengan permukaan tanah
dan merupakan komponen yang terletak pada pelek (rim) sebuah kendaraan. Fungsi dari ban adalah
sebagai berikut:
Menahan berat suatu kendaraan dan muatan yang bersinggungan dengan permukaan
tanah/jalan.
Klasifikasi Tire
Kendaran Kontruksi
Automobiles
Mesin Agrikultur
Aplikasi
Kendaraan Industri
Kendaraan Roda
Snow Tire
Struktur Tube Tire
Pneumatic
Tubeless Tire
Spike Tire
Klasifikasi Tire
56
Axle, Suspension and Wheel
Klasifikasi tire yang akan dibahas pada modul ini hanya pada pneumatic tire yaitu tube dan tubeless
tire. Selain itu akan dibahas juga tire berdasarkan plies, diantaranya bias tire, belted bias tire dan
radial tire.
Pneumatic Tire
Pneumatic tire dibagi menjadi dua, pertama adalah tube tire yang menggunakan ban dalam dan valve
(pentil ban) melekat pada ban dalam. Kedua dinamakan tubeless tire, yaitu tire yang tidak
menggunakan ban dalam (tubeless) dengan rim (velg/pelek) khusus dan valve (pentil ban) berdiri
terpisah dengan ban. Pada gambar berikut ini, warna merah pada tube tire menggambarkan ban
dalam.
TYRE INNER
TUBE
RIM
VALVE
TR
TREAD
TREAD
D
SHOULDER
SH
SHOULDER
ER
CASING
BELTS
BELTS
L
TS SISID
DEWAA
SIDEWALLL
LL
L
LIN EE
LILIN
NRR
R
BE
BEADAREA
BEADAREA OOOO
OOOO
OOOO RIMH
IRIM
MHUU
MM
P
H
OOOO
OOOO
OOOO
A UMP
BE
BEA DCO
DCORE
BEA
A CO
RE
RE
57
Axle, Suspension and Wheel
TREAD
TR
TREAD
SHOULDER
SH
SHOULDER
D ER
CAASI
CSI
ING
SIN
NG SIDEW
SISID AA
DEWLL
L
A
BELTS
BELTS
L
TS LL
L
TUBE
TUBE
E
BEAD
OOOO OOOO
BE
BEA
AD OOOO
OOOO
OOOO
OOOO
A
DREA BE
BEA DCO
DCORE
BEA
A CO
ARE
AR RE
RE
EA
A
Tube Tire Type
Plies
Plies adalah lapisan-lapisan tali (layers of cord) yang biasanya terbuat dari nylon, rayon atau
polyester fiber yang diisi dengan karet sehingga menyusun badan ban atau carcass. Masing-masing
dari layer ini disebut ply.
Struktur bias
Ban dengan struktur bias adalah paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar cord yang
digunakan sebagai rangka (frame) dari ban. Cord ditenun dengan cara zig-zag membentuk
sudut 40o-65o terhadap keliling lingkaran ban.
Struktur radial
Konstruksi carcass cord membentuk sudut 90o terhadap keliling lingkaran ban. Jadi dilihat dari
samping konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap pusat atau crown dari ban.
Bagian dari ban yang berhubungan langsung dengan permukaan jalan diperkuat oleh
semacam sabuk pengikat yang dinamakan breaker atau belt. Ban jenis ini hanya mengalami
sedikit deformasi karena bentuknya yang sentrifugal, walaupun pada kecepatan tinggi. Ban
radial ini juga mempunyai rolling resistance yang kecil.
58
Axle, Suspension and Wheel
TREAD
CASING CROWN
SIDEWALL
BIAS RADIAL
BELTED BIAS
Untuk aplikasi pada alat-alat berat pemilihan ban tergantung dari kebutuhan dan kemampuan daya
beli user/owner. Kecuali untuk jobsite yang mempunyai spesifikasi/keunikan medan tertentu, maka
penggunaan ban bias, radial dan belted bias dapat saling menggantikan.
Ban radial biasa dipakai di unit baru, saat ini hampir semua unit yang didelivery memakai ban radial
sebagai standard unit baru. Penggantian ban selanjutnya tergantung dari owner sendiri tergantung
dari aplikasi dan terutama kemampuan ekonomi owner dalam mengelola alat-alat beratnya.
Struktur Tire
Secara garis besar struktur tire tersusun dari empat bagian utama: carcass, tread, breaker dan bead.
Dibawah ini merupakan gambar bagian dari tire:
Carcass
Carcass terletak di dalam ban, yang berfungsi menahan berat, goncangan, tumbukan dan
tekanan angin. Carcass dibuat dari lembaran-lembaran ply cords. Karet yang
membungkus/melapisi cord tidak hanya melindungi dari kerusakan luar, tetapi mencegah
pergeseran diantara cords.
Tread
Tread merupakan kulit luar dari ban, melindungi carcass dari keausan dan kerusakan. Bagian
tread yang berhubungan langsung dengan permukaan jalan disebut Crown. Bagian samping dari
ban disebut Side Wall dan daerah pertemuannya dengan tread disebut Shoulder. Alur – alur yang
dibuat pada permukaan ban disebut Groove atau Non-Skid. Dalamnya alur tersebut dinamakan
Non Skid Depth, bagian dibawah groove dinamakan Skid Base. Karena side wall menerima gaya
59
Axle, Suspension and Wheel
tekan dan gaya tarik selama ban beroperasi, maka side wall dinamakan flexing area.. Shoulder
juga dinamakan Buttress dan merupakan bagian penyangga crown.
Breaker
Breaker ditempatkan diantara tread dan carcass dengan tujuan sebagai peredam
goncangan/tumbukan. Sebagai tambahan untuk mencegah pemisahan dan untuk mengurangi
perubahan tiba-tiba dari elastisitas, selembar karet disisipkan diantara carcass dan breaker
supaya berfungsi sebagai cushion (bantalan).
Bead
Bead digunakan di carcass, berfungsi untuk menahan kedua ujung dari cord, menjamin
pemasangan yang kuat dari ban ke rim (pelek). Bead wire (kawat bead) adalah cincin yang
terbuat dari kawat baja dengan kadar karbon yang tinggi. Flipper menutup bead wire dan di
dalamnya terisi bead filler, karet keras yang berbentuk segitiga (apex rubber). Bead filler
membantu flipper agar bisa bercampur dengan baik di dalam ban. Bagian ujung yang
berhubungan dengan pelek dan lebih dekat dengan pusat ban dinamakan bead toe. Bagian yang
berhubungan dengan flens dari pelek dinamakan bead heel. Bagian luar dari daerah bead dilapisi
oleh semacam ply cord (yang sudah dilapisi karet), dinamakan chafer.
Struktur Tire
Tread yang merupakan kulit luar dari ban memiliki bentuk yang berbeda-beda dan dinamakan tread
pattern. Tread Pattern pada dasarnya digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:
Rib
Lug
Block
Rib–lug
60
Axle, Suspension and Wheel
Tread Pattern
Tire Code
Dimensi Ban dan Pelek
Do = Diameter keseluruhan
B’ = Lebar keseluruhan
B = Lebar penampang
r = Radius Tread atau radius Crown
Dr = Diameter pelek
W = Lebar pelek
H = Tinggi penampang
( H = Do – Dr )
2
Dalam keadaan dibebani secara statis
R = Radius dari ban
H’ = Tinggi penampang
B’’ = Lebar keseluruhan
TinggiPenampang
Aspect Ratio =
LebarPenampang
Ply Rating (PR) = Suatu index dari kekuatan ban dengan kata lain spesifik beban maksimum yang
diijinkan dari ban.
61
Axle, Suspension and Wheel
Spesifikasi Ban
Penulisan Ukuran Ban
Ban Mobil Penumpang
7.75 – 14 4PR
Ply Rating
Diameter Pelek (Inci)
Lebar Penampang (Inci)
G 70 – 15 B
Load Range
Diameter Pelek (Inci)
Aspect Ratio (Seri)
Batas Beban
205 S R 14
Load Range
Diameter Pelek (inci)
Aspek Ratio (seri)
Kontruksi Radial
Batas Beban
Ban Truck & Bus, Off The Road dan Industri
10.00 – 20 14PR
Ply Rating
Diameter Pelek (Inci)
Lebar Penampang
62
Axle, Suspension and Wheel
10 x 6 x 61/4
63
Axle, Suspension and Wheel
Ringkasan
Wheel
Wheel dan tire menahan beban kendaraan dan sebagai bantalan dari beban kendaraan tersebut.
Ketika kendaraan berjalan, wheel dan tire menahan kendaraan tetap terhadap permukaan tanah.
Keseimbangan wheel membantu menghindari terjadinya suara bising ketika kendaraan berjalan
dengan kecepatan tinggi. Wheel di bagi dalam beberapa yaitu disc wheel, spoke wheel, spoke wheel,
light alloy wheel, spider wheel dan trilex wheel.
Disc wheel terdiri dari rim yang menahan ban dan disc yang menyatukan wheel pada hub dari
kendaraan. Disc terbuat dari plat baja tipis, disatukan dengan cara dirivet atau dilas. Rim terbuat dari
plat baja yang dirol. Ukuran dari rim dapat dilihat dari kode rim. Kode ini berdasarkan standar dari
JIS.
Tire
Tire atau ban merupakan penahan berat unit yang bersinggungan langsung dengan permukaan tanah
dan merupakan komponen yang terletak pada pelek (rim) sebuah kendaraan. Klasifikasi tire secara
garis besar dibagi berdasarkan aplikasi dan strukturnya. Berdasarkan strukturnya dibagi lagi
berdasarkan plies, steel tire, snow tire, pneumatic tire, spike tire dan low profile tire.
Pneumatic tire dibagi menjadi dua, pertama adalah tube tire yang menggunakan ban dalam dan valve
(pentil ban) melekat pada ban dalam. Kedua dinamakan tubeless tire, yaitu tire yang tidak
menggunakan ban dalam (tubeless) dengan rim (velg/pelek) khusus dan valve (pentil ban) berdiri
terpisah dengan ban.
Plies adalah lapisan-lapisan tali (layers of cord) yang biasanya terbuat dari nylon, rayon atau
polyester fiber yang diisi dengan karet sehingga menyusun badan ban atau carcass. Masing-masing
dari layer ini disebut ply.
Secara garis besar struktur tire tersusun dari empat bagian utama: carcass, tread, breaker dan bead.
Carcass terletak di dalam ban, yang berfungsi menahan berat, goncangan, tumbukan dan tekanan
angin. Tread merupakan kulit luar dari ban, melindungi carcass dari keausan dan kerusakan. Breaker
ditempatkan diantara tread dan carcass dengan tujuan sebagai peredam goncangan/tumbukan. Bead
digunakan di carcass, berfungsi untuk menahan kedua ujung dari cord, menjamin pemasangan yang
kuat dari ban ke rim (pelek).
Tread yang merupakan kulit luar dari ban memiliki bentuk yang berbeda-beda dan dinamakan tread
pattern. Tread Pattern pada dasarnya digolongkan menjadi empat jenis, yaitu: rib, lug, block dan rib–
lug.
64
Leaf spring memiliki struktur yang sederhana dan kuat, yang membuatnya ideal untuk beban berat. Namun, leaf spring tidak menyerap getaran kecil dengan baik dan cenderung berisik karena friksi internalnya. Sementara air spring lebih konstan saat beban bertambah, menawarkan kenyamanan yang lebih baik dengan kemampuan untuk bertindak sebagai soft spring saat ringan dan rigid spring saat beban berat. Namun, air spring dapat membuat kendaraan lebih mudah terguling tanpa stabilisasi tambahan seperti torsion bar spring .
Sistem suspensi berperan penting dalam meningkatkan kenyamanan berkendara dengan menyerap getaran dari permukaan jalan yang tidak rata, melindungi kabin dan muatan. Steel spring, seperti leaf spring dan coil spring, dapat menyerap getaran besar, tetapi coil spring lebih baik dalam memberikan kenyamanan karena tidak menimbulkan friksi yang signifikan. Leaf spring, meski lebih sederhana dan kuat, cenderung berisik dan kurang menyerap getaran kecil .
Ban bias menawarkan ketahanan dan biaya lebih rendah tetapi menghasilkan lebih banyak deformasi dan panas, mengurangi umur ban pada kecepatan tinggi. Ban radial memiliki rolling resistance yang lebih kecil, meningkatkan efisiensi bahan bakar dan umur panjang namun lebih mahal. Belted bias menawarkan kompromi antara kenyamanan ban bias dan efisiensi ban radial. Pemilihan tergantung pada keperluan dan batas anggaran pemilik .
Sistem suspensi trunnion shaft melibatkan pemasangan shaft pada frame melalui bracket trunnion. Biasanya digunakan pada truk dengan dua rear axle. Titik tengah trunnion shaft terletak di tengah antara dua drive axle, sehingga mendistribusikan beban secara merata. Pemanfaatan sistem ini membantu truk dalam menjaga kestabilan dan mengurangi kerusakan pada axle saat menanggung beban berat .
Ban kendaraan terdiri dari carcass, tread, breaker, dan bead. Carcass menahan berat dan bertugas menyerap goncangan. Tread melindungi carcass dari keausan dan kerusakan. Breaker ditempatkan di antara tread dan carcass untuk meredam goncangan. Bead menjamin pemasangan kuat ban ke rim. Tread memiliki berbagai pola yang mempengaruhi performa dan keamanan ban di berbagai kondisi jalan .
Leaf spring terdiri dari susunan lapisan logam yang saling terikat oleh center bolt dan U-bolt. Struktur ini memberikan kekuatan yang cukup untuk menopang beban berat, meski friksi antara lapisan memberikan efek redaman. Leaf spring juga menyalurkan gaya kemudi dan pengereman. Meski kuat, friksi internal yang tinggi menyebabkan ketidakmampuan leaf spring dalam menyerap getaran kecil dan menimbulkan kebisingan .
Prinsip dasar dari shock absorber adalah untuk meredam getaran melalui pergerakan piston di dalam silinder. Perbedaan tekanan terjadi antara atas dan bawah piston karena aliran oli yang terhambat oleh orifice piston. Ukuran orifice dan kecepatan pergerakan piston menentukan perbedaan tekanan ini, yang pada gilirannya menentukan kemampuan peredaman getaran oleh shock absorber .
Air spring adalah tipe pegas suspensi yang menggunakan udara bertekanan untuk mendukung beban dan meredam guncangan. Sistem ini memungkinkan kenyamanan yang lebih baik karena dapat berubah dari soft ke rigid spring sesuai dengan beban. Kendaraan dengan air spring lebih mendapat manfaat fleksibilitas tetapi memerlukan stabilizer seperti torsion bar untuk mencegah terguling saat berbelok atau di medan kasar .
Final gear terdiri dari beberapa komponen utama seperti pinion gear dan bevel gear. Fungsi utama final gear adalah untuk menambah torque output dari transmisi serta merubah arah tenaga dari propeller shaft ke roda kanan dan kiri. Kombinasi dari bevel gear umumnya digunakan untuk perubahan arah ini. Selain itu, final gear dapat diklasifikasikan berdasarkan metode pengurangan kecepatan dan metode penggeraknya .
Differential berfungsi untuk meneruskan tenaga putar dari transmisi melalui propeller shaft ke roda kiri dan kanan, membantu menyeimbangkan roda dalam kondisi jalan tidak rata atau saat berbelok. Hal ini membuat penyaluran tenaga lebih halus antara roda kiri dan kanan. Terdapat dua jenis differential utama berdasarkan mekanismenya yaitu spin differential gear yang memungkinkan roda berbeda kecepatan dan non-spin differential gear yang tidak berubah .