Program Layanan BK MA Tahfizh 2021/2022
Program Layanan BK MA Tahfizh 2021/2022
TAHUN 2021/2022
LEMBAR PENGESAHAN
Kepala
MA Tahfizh Nurul Iman
Yadi, [Link]
NIP. -
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat Rahmat dan Karunia
– Nya kami dapat menyusun program kerja bimbingan dan konseling ini. Dengan program
kerja ini, guru bimbingan konseling/konselor diharapkan dapat lancar dan sukses
menyelenggarakan tugas – tugasnya dalam bidang bimbingan konseling, sehingga membantu
sukses kegiatan belajar mengajar. Guru bimbingan konseling diharapkan selalu
mengembangkan wawasan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap berkenaan dengan
tugas pokoknya dalam bidang bimbingan dan konseling. Segenap personal sekolah lainnya,
terutama kepala sekolah, guru mata pelajaran dan wali kelas diharapkan dapat bekerjasama
untuk membantu kelancaran tugas – tugas guru bimbingan dan konseling sesuai dengan
wewenang dan tanggung jawabnya.
A. LATAR BELAKANG
Bimbingan konseling sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam proses
pendidikan. Secara keseluruhan, merupakan upaya yang memungkinkan peserta didik
mengenal dan menerima diri sendiri serta mengenal dan menerima lingkungan secara
positif dan dinamis, serta mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan
mewujudkan diri sendiri secara efektif dan produktif sesuai dengan peran yang
diinginkan di masa depan.
Dalam pasal 27 PP No 29 tahun 1990 menegaskan bahwa Bimbingan
merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam upaya menemukan pribadi,
mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Maka layanan bimbingan dan
konseling yang diberikan di sekolah tidak lain adalah untuk menunjang
pengembangan potensi para siswa secara utuh dan menyeluruh. Oleh karena itu,
layanan bimbingan dan konseling harus diselenggarakan secara professional dengan
berpedoman pada rambu-rambu yang telah ditentukan, yang dituangkan dalam
program yang jelas dan lengkap sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah masing-
masing.
B. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal
1 butir 6 yang mengemukakan bahwa konselor adalah pendidik, Pasal 3 bahwa
pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, dan Pasal
4 ayat (4) bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan,
membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses
pembelajaran, dan Pasal 12 Ayat (1b) yang menyatakan bahwa setiap peserta didik
pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai
dengan bakat, minat, dan kemampuannya
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
Pasal 5 s.d Pasal 18 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memuat pengembangan diri
peserta didik dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan difasilitasi dan/atau
dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan.
4. Dasar Standarisasi Profesi Konseling yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Tahun 2004 untuk memberi arah pengembangan profesi
konseling disekolah dan di luar sekolah.
C. VISI DAN MISI BIMBINGAN DAN KONSELING
1. VISI
Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang
membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian
dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik
berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.
2. MISI
a. Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui
pembentukan perilaku afektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan
masadepan.
b. Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan
kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah/madrasah,
keluarga dan masyarakat.
c. Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah
peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.
D. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Tujuan umum program bimbingan dan konseling adalah sabagai berikut:
a. Sebagai pedoman pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam rangka
mewujudkan pendidikan nasional yaitu terwujudnya manusia Indonesia
seutuhnya yang cerdas, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dan berbudi
pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan
rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab
kemasyarakatan dan kebangsaan.
b. Sebagai pedoman dalam melaksanakan bimbingan dan konseling dalam
rangka membantu siswa mengenal bakat, minat dan kemampuannya serta
memilih dan menyesuaikan diri dengan kesempatan pendidikan untuk
merencanakan karir yang sesuai dengan tuntutan dunia pendidikan.
2. Tujuan Khusus
Tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu peserta didik dalam
pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta
perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi
pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal,
sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta
peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi
kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.
E. FUNGSI
1. Fungsi Pemahaman
Adalah fungsi layanan bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
pemahaman tentang sesuatu oleh pihak tertentu sesuai dengan keperluan
pengembangan siswa yang meliputi:
a. Pemahaman tentang diri sendiri, terutama olah siswa sendiri, orang tua, guru
dan pembimbing.
b. Pemahaman tentang lingkungan siswa ( keluarga, sekolah, masyarakat)
c. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (informasi tentang
pendidikan, jabatan/pekerjaan, budaya/ nilai-nilai) terutama oleh siswa sendiri.
2. Fungsi Pencegahan
Adalah Fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan tercegahnya
siswa dari berbagai masalah yang akan mengganggu, menghambat atau
menimbulkan kesulitan – kesulitan dalam proses perkembangannya.
3. Fungsi Pengentasan
Adalah fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terpecahnya/
teratasinya berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa.
4. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Adalah Fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terpeliharanya
dan berkembangnya berbagai potensi siswa dalam rangka mengembangkan diri
secara mantap dan berkelanjutan.
F. SASARAN
Sasaran yang ingin dicapai melaluai program bimbingan dan konseling adalah
terlaksananya layanan bimbingan dan konseling yang menyeluruh terhadap para
peserta didik dalam rangka mewujudkan diri melalui pengembangan segenap potensi
yang dimilikinya secara optimal.
A. ORGANISASI
Organisasi pelayanan bimbingan dan konseling meliputi segenap unsur-unsur
sebagai berikut :
1. Kepala Sekolah
Kepala Sekolah adalah penanggungjawab pelakanaan teknis bimbingan dan
konselingdi sekolah.
2. Wakil kepala sekolah
Wakil kepala Sekolah adalah pembantu kepala sekolah dalam pelaksanaan
bimbingankonseling sehari-hari.
3. Guru BK
Guru BK adalah pelaksana utama yang mengkoordinir semua kegiatan yang
terkait dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah.
4. Wali kelas
Adalah Guru yang diberi tugas khusus disamping mengajar untuk mengelola satu
kelas tertentu dan bertanggungjawab membantu kegiatan bimbingan dan
konseling.
5. Siswa
Adalah peserta didik yang berhak menerima pendidikan, pelatihan,dan
pelayananbimbingan dan konseling dari guru BK/Konselor.
B. STRUKTUR ORGANISASI
KEPALA MASYARAKAT
SEKOLAH
WAKA
KESISWAAN
D. MEKANISME KERJA
Dalam pembinaan kesiswaan di sekolah diperlukan adanya kerjasama diantara semua
personil sekolah yang meliputi: Kepala sekolah, Guru BK/Konselor, dan wali kelas.
1. Kepala Sekolah
Kepala sekolah merupakan penanggungjawab terselenggaranya pelaksanaan
Bimbingan dan konseling di sekolah. Kepala Sekolah memiliki kewajiban
memeriksa semua kegiatan yang dilakukan olah guru BK/Konselor dan wali kelas.
Guru BK/Konselor sebagai pelaksana utama layanan Bimbingan dan Konseling
perlu memberikan laporan dari hasil kegiatan Bimbingan dan konseling yang
dilakukan sesuai dengan kewenangan dan tanggungjawabnya.
2. Guru BK/Konselor
Di samping bertugas memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa,
juga sebagai sumber data yang meliputi data akademis siswa, catatan konseling,
catatan konferensi kasus, catatan kunjungan rumah dan kelengkapan yang lainnya
yang diperlukan. Oleh karena itu maka Guru BK/Konselor perlu melengkapi data
yang diperoleh dari wali kelas, guru mata diklat dan sumber lainya yang
memungkinkan dimasukkan dalam buku catatan pribadi siswa.
3. Wali Kelas
Disamping sebagai orang tua kedua di sekolah, wali kelas juga dituntut
mengkoordinir informasi dan kelengkapan data yang meliputi: daftar nilai, angket
siswa, angket orang tua, catatan anekdot, laporan observasi, catatan home visit
dan catatan wawancara.
4. Siswa Konsultasi
WALI KELAS
SISWA
GURU BK
KEPALA SEKOLAH
C. FORMAT KEGIATAN
Format kegiatan layanan bimbingan dan konseling meliputi:
a. Individual, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang
melayani peserta didik secara perorangan.
b. Kelompok, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani
sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
c. Klasikal, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani sejumlah
peserta didik dalam satu kelompok.
d. Lapangan, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani
seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau di
lapangan.
e. Pendekatan khusus/kolaboratif, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling
yang melayani kepentingan peserta didik melalui kegiatan pendekatan kepada
pihak-pihak yang memberikan kemudahan
f. Jarak jauh, format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani kepentingan
siswa melalui media/saluranjarak jauh sperti surat dan sarana elektronik
D. PROGRAM PELAYANAN
1. Jenis program
a. Program tahunan, yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi
seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas.
b. Program semester, yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi
seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program
tahunan.
c. Program bulanan, program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi
seluruh kegiatanselama satu bulan yang merupakan jabaran program semester.
d. Program mingguan, program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi
seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program
bulanan.
e. Program harian, program pelayanan bimbingan dan konseling yang
dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian
merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk rencana program
pelayanan/pendukung (RPP).
2. Penyusunan program
a. Program pelayanan bimbingan dan konseling disusun berdasarkan kebutuhan
peserta didik yang diperoleh melalui aplikasi instrumen.
b. Substansi program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi empat bidang
pengembangan, jenis layanan dan kegiatan pendukung, bentuk kegiatan,
sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas guru pembimbing/konselor
sekolah.
E. PENILAIAN KEGIATAN
1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling dilakukan melalui:
a. Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan
dan kegiatan pendukung untuk mengetahui perolehan peserta didik yang
dilayani
b. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu
(satu minggu sampai satu bulan) setelah jenis layanan dan/atau kegiatan
pendukung dilaksanakan untuk mengetahui dapak layanan/pendukung
terhadap peserta didik.
c. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu
tertentu (satu bulan sampai satu semester) setelah layanan/pendukung
dilaksanakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan/kegiatan terhadap
peserta didik.
2. Penilaian proses kegiatan layanan bimbingan dan konseling dilakukan melalui
analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum dalam RPP
(Rencana Program Pelayanan/Pendukung) untuk mengetahui efektivitas dan
efisiensi pelaksana kegiatan.
3. Hasil penilaian kegiatan layanan bimbingan dan konseling dicantumkan dalam
Layanan Pelaksanaan Program (LAPELPROG).
4. Hasil kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dalam
satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif.
BAB IV
PENUTUP
Pelayanan bimbingan dan konseling memiliki arti sebagai upaya memadukan berbagai
fungsi dari suatu administrasi yang meliputi aspek: perencanaan, pengorganisasian, dan
evaluasi dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang spesifik. Perencanaan program
pelayanan bimbingan dan konseling ini berdasarkan hasil analisis kebutuhan nyata siswa.
Program pelayanan ini disusun dalam rencana yang jelas, baik rincian setiap kegiatan yang
akan dilakukan, jangka waktunya, maupun siapa yang akan melakukannya.
Keberhasilan program pelayanan bimbingan dan konseling ini, dipengaruhi oleh banyak
faktor, diantaranya:
1. Guru pembimbing.
Guru pembimbing merupakan tenaga profesional, hendaknya memiliki modal personal
dan modal profesional yang dapat diandalkan untuk tugas-tugas profesional bimbingan
dan konseling.
2. Prasarana pelayanan bimbingan dan konseling
Prasarana pokok yang diperlukan adalah ruang pelayanan bimbingan dan konseling yang
memadai, yang diatur sedemikian rupa sehingga di satu segi guru pembimbing dan siswa
yang berkunjung merasa nyaman, di segi lain ruangan tersebut dapat digunakan untuk
pelaksanaan berbagai jenis kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling, baik individu
maupun kelompok sesuai dengan azas-azas dan kode etik pelayanan bimbingan dan
konseling. Ruang pelayanan bimbingan dan konseling juga memuat berbagai informasi,
seperti informasi pendidikan, jabatan, kegiatan ekstrakurikuler, dan sebagainya.
3. Sarana pelayanan bimbingan dan konseling
Sarana yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan program, diantaranya (1) alat
pengumpul data, tes maupun non tes, (2) alat penyimpan data, (3) kelengkapan penunjang
teknis, misalnya data informasi, paket bimbingan, alat bantu bimbingan, dan sebagainya,
(4) perlengkapan administrasi, seperti alat tulis, format rencana kegiatan, blanko laporan
kegiatan, dan sebagainya.
Program akan mudah dilaksanakan apabila ada kerjasama diantara semua pihak yang
berkepentingan dalam kesuksesan pelayanan bimbingan dan konseling. Kerjasama antara
kepala sekolah, guru mata pelajaran dengan guru pembimbing terjalin sesuai dengan tugas
dan peranan masing-masing dalam kegiatan pelayanan, maka kegiatan pelayanan bimbingan
dan konseling di sekolah dapat berjalan optimal. Tanpa kerjasama antarpersonil di sekolah,
kegiatan pelayananini akan banyak mengalami hambatan.