LAPORAN PENDAHULUAN KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN
“RJP (RESUSITASI JANTUNG DAN PARU)”
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1B
Nama :
NIM :
Kelas :
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2023
A. Definisi
Salah satu upaya pertolongan pertama gawat darurat secara medis yang
dilakukan ketika ada seorang pasien henti jantung.
B. Tujuan
Untuk mengembalikan kemampuan bernapas serta sirkulasi darah dalam tubuh
seorang pasien.
C. Indikasi
Pasien mengalami henti jantung
D. Alat dan Bahan
1. Resusitasi bag
2. Tonge spatel
3. Orofaring tube
4. Sarung tangan
5. BVM (Bag Value Mask)
E. Prosedur
a. Perhatikan Lokasi (Danger)
Pastikan lokasi di sekitar pasien henti jantung aman dan terhindar dari
bahaya. Bila pasien berada pada lokasi berbahaya, segera pindahkan ke tempat
aman terdekat.
b. Periksa Tingkat Kesadaran Pasein (Respones)
Panggil atau tepuk bahu pasien perlahan-lahan untuk memeriksa
kesadaran pasien. Jika tidak ada respon (baik respon mata, jawaban, erangan,
atau bahkan batuk), periksa napas serta denyut nadi pasien di bagian
pergelangan tangan atau lehernya. Pemeriksaan napas dan nadi dilakukan
bersamaan secara cepat, sebisa mungkin diperiksa selama 3 detik.
c. Hubungi Ambulans
Jika pasien tidak memberikan respon, segera hubungi ambulans untuk
mendapatkan penanganan lebih lanjut.
d. Kompresi Dada (Commpression)
Compression dalam teknik CPR adalah tindakan berupa penekanan
dinding dada pasien sebagai pijat jantung eksternal. Untuk melakukan
compression, Anda bisa menerapkan langkah-langkah berikut:
1. Baringkan tubuh korban pada permukaan datar dan keras
2. Posisikan diri Anda di samping bahu dan leher pasien
3. Letakkan salah satu telapak tangan pada bagian tengah dada pasien,
tepatnya pada ⅓ tulang sternum. Sedangkan, telapak tangan lainnya
diletakkan di atas tangan tersebut
4. Lakukan metode push fast, yaitu penekanan dada pasien sebanyak 100
- 120 kali per menit atau 1 - 2 kali per detik. Pastikan penekanan dada
tersebut memiliki kedalaman 5 - 6 cm (push hard)
e. Membuka Jalur Napas (Airway)
Langkah berikutnya dari CPR adalah airways atau membuka jalur
napas pasien. Cara ini dilakukan setelah tahapan compression.
Caranya, mendongakkan kepala pasien dan letakkan satu tangan pada
dahinya. Kemudian, tangan lainnya digunakan untuk mengangkat dagu secara
perlahan sampai saluran napas pasien terbuka.
f. Pemberian Napas Buatan (Breathing)
Apabila pasien masih belum menunjukkan respon, Anda dapat
memberi bantuan napas melalui mulut. Pemberian napas buatan ini lakukan
untuk mengembalikan pernapasan spontan dari pasien. Selain dari mulut ke
mulut, Anda juga dapat memberikan napas buatan dari mulut ke hidung.
Dalam CPR, tekning breathing ini dibarengi dengan compression, yaitu 30 kali
kompresi dada diikuti dengan 2 kali bantuan napas.
Langkah-langkah untuk memberikan napas buatan dalam CPR adalah sebagai
berikut:
1. Letakkan mulut Anda ke mulut atau hidung pasien. Jika memberikan
napas bantuan dari mulut ke mulut, jepit hidung korban menggunakan
tangan
2. Berikan udara dari mulut Anda sebanyak 2 kali ke pasien
3. Perhatikan dada pasien apakah terangkat seperti ketika bernapas
4. Lakukan kompresi dada kembali sebanyak 30 kali jika pasien tidak
menunjukkan tanda bernapas