0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan12 halaman

Title

Title

Diunggah oleh

Bayu Amarta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan12 halaman

Title

Title

Diunggah oleh

Bayu Amarta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA. BADAN GEOLOGI JALAN DIPONEGORO NOMOR §7 BANDUNG 40122 JALAN JENDERAL GATOT SUBROTO KAV, 49 JAKARTA 1205 TELEPON :o22.72182071021-5228971 FAKSIMILE 022-7216444t21-5225072 ela: ntegelogiest gai Nomor 418 /45/BGL.V/2020 Maret 2020 Sifat Segera Lampiran —: 8 (delapan) lembar Hal Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Desa Curugkembar, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Yang terhormat 1. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2. Gubemur Jawa Barat 3. Bupati Sukabumi Menindaklanjuti surat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten ‘Sukabumi No.360/185/II/Sekret tanggal 10 Februari 2020, perihal Permohonan Kajian Pergerakan Tanah di Desa Curugkembar, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten ‘Sukabumi, Provinsi Jawa Barat sebagai berikut 41. Lokasi Bencana Dan Waktu Kejadian Lokasi gerakan tanah di Desa Curugkembar, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat berada pada dua titik: ‘* Diwilayah pemukiman Kampung Cibuluh RT/RW 04/02, pada koordinat 106° 55° 53,8" BT, 07° 12’ 10,8" LS. Gerakan tanah terjadi setelah gempa bumi berkekuatan 6,1 SR yang berpusat di Banten pada tanggal 23 Januari 2018. * Diwilayah pemukiman Kampung Cikadu RT/RW 01/05, pada koordinat 106° 56 22,6" BT, 07° 12 58,9" LS. Gerakan tanah terjadi setelah hujan sekitar bulan November 2019. 2. Kondisi Daerah Bencana * Morfologi Morfologi lokasi bencana di Desa Curugkembar merupakan daerah landai sampai curam dengan kemiringan lereng antara 5°- 15° di lokasi pemukiman, di pinggiran tebing mencapai lebih dari 25°. Gerakan tanah terjadi pada tanah di pemukiman Kp. Cibuluh pada ketinggian 339 — 365 mdp * Geologi Berdasarkan Peta Geologi Lembar Jampang dan Balekambang, Jawa (Sukamto, 1975), kedua lokasi gerakan tanah tersusun oleh Batuan Formasi Beser (Tmbv) berupa breksi andesit, breksi tuf, tuf Kristal, dan batulempung. Berdasarkan pengamatan lapangan, batuan dasar penyusun di sekitar lokasi bencana Kp. Cibuluh merupakan breksi, andesit, tuf, dan batulempung yang tersingkap segar di S. Cihideung. Tanah pelapukan berupa lempung lanauan — pasiran berwarna coklat muda hingga coklat tua, dengan ketebalan antara 1 hingga mencapai 3 meter, bersifat sarang, gembur, dan tidak kompak. Sedangkan di Kp. Cikadu tidak ditemukan batuan segar, tanah pelapukan berupa lempung pasiran berwama coklat, bersifat gembur dan mudah luruh ketika terkena air. * Keairan Kondisi keairan di sekitar lokasi gerakan tanah ini cukup baik. Masyarakat di Kp. Cibuluh memanfaatkan air dari mata air gunung terdekat untuk keperluan rumah tangga, dan irigasi dari Sungai Cihideung untuk mengairi pesawahan dan kebun di sekitar pemukiman yang disalurkan melalui pipa-pipa paralon. Selain itu masyarakat juga memanfaatkan sumur gali dengan kedalaman 6 — 10 meter. Sedangkan masyarakat Kp. Cikadu memanfaatkan sumur bor dengan kedalaman 8 — 12 meter untuk keperiuan rumah tangga dan irigasi dari Sungai Cikadu untuk mengairi pesawahan dan kebun di sekitar pemukiman * Tata Guna Lahan ‘Secara umum tata guna lahan di kedua lokasi gerakan tanah merupakan daerah pemukiman yang dikelilingi oleh areal persawahan. Di lereng atas Kp. Cibuluh terdapat kebun campuran. Tipe bangunan di Kp. Cibuluh berupa rumah Panggung, semi permanen, dan permanen. Lahan di lokasi Kp. Cikadu berupa pemukiman, yang di sebelahnya terdapat pesawahan dan kolam. Kerentanan Gerakan Tanah Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) secara regional derah pemeriksaan di Kp. Cibuluh termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah lama dapat aktif Kembali terutama akibat curah hujan yang tinggi. Sedangkan di Kp. Cikadu termasuk dalam zona Potensi Gerakan Tanah Rendah. Pada zona ini Jarang terjadi gerakan tanah, kecuali pada daerah tebing sungai, dan jika tidak mengalami gangguan pada lereng. 3. Kondisi dan Dampak Gerakan Tanah Kondisi gerakan tanah di Desa Curugkembar, Kec. Curugkembar, Kab. Sukabumi: + Kp. Cibuluh berjenis rayapan yang ditandai dengan retakan pada tanah dan bangunan. Retakan-retakan berarah relatif Barat (N 265° E). Dampak gerakan tanah ini sebanyak 7 rumah dan 1 masjid rusak. Rumah-rumah permanen mengalami kerusakan yang lebih parah daripada rumah semi permanen atau pun rumah panggung, * Kp. Cikadu berjenis rayapan yang ditandai dengan nendatan pada tanah dan retakan pada bangunan. Dampak gerakan tanah ini sebanyak 1 rumah permanen rusak. Bagian bangunan yang rusak awalnya pada bangunan tambahan (dapur) yang berdiri di atas tanah timbunan/urugan. Rayapan tersebut kemudian menarik dan merusak bangunan utamanya. 4, Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah ‘Secara umum faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di Kp. Cibuluh antara lain * Material penyusun lereng yang tersusun oleh breksi telah lapuk sehingga mudah runtuh ketika terjadi guncangan gempaburni * Gempa bumi berkekuatan 6,1 SR yang berpusat di Banten pada tanggal 23 Januari 2018 yang menjadi pemicu gerakan tanah. Secara umum faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di Kp. Cikadu antara lain: * Karakteristik batulempung yang punya plastisitas tinggi dan mudah menyusut ketika kering menyebabkan Gerakan tanah tipe lambat (rayapan). * Timbunan tanah yang kurang padat sehingga terjadi retakan pada bagian rumah. * Air dari pesawahan dan kolam air yang tidak kedap membuat tanah menjadi cepat jenuh. * Curah hujan memicu terjadinya gerakan tanah. 5. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah Mekanisme gerakan tanah di Kp. Cibuluh: Guncangan gempabumi mengakibatkan daya ikat batuan mengalami penurunan dan terbentuk retakan-retakan pada permukaan tanah. Sifat material lereng yang rapuh mengakibatkan tanah semakin mudah bergerak ketika guncangan gempa terjadi Mekanisme gerakan tanah di Kp. Cikadu: Tanah/batuan yang bersifat lepas pada material urugan yang belum padat jika diguyur hujan menyebabkan terjadinya erosi, yang mengakibatkan material urugan nendat ke bawah sehingga menyebabkan bangunan di atasnya rusak. Selain itu konstruksi bangunan permanen yang terlalu berat juga menyebabkan tanah urugan bergerak mengakibatkan retakan pada lantai dan dinding bangunan. Karakteristik batulempung yang punya plastisitas tinggi dan mudah menyusut ketika kering menyebabkan Gerakan tanah tipe lambat (rayapan). 6. Rekomendasi Rekomendasi teknis untuk Kp. Cibuluh antara lain: * Kontruksi bangunan/rumah yang cocok untuk daerah ini adalah kontruksi sederhana/panggung/semipermanen agar mengurangi kerusakan jika terjadi gempabumi. * Selain faktor kegempaan harus diperhatikan juga faktor hujan. Saat memasuki musim penghujan, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi bencana harap melakukan pemantauan terhadap potensi longsoran susulan terutama pada saat dan setelah hujan deras. * Memperbaiki/menata saluran air (drainase) di sekitar lokasi bencana agar tidak memicu longsoran susulan. Saluran air dibuat kedap dan dialirkan langsung ke arah lembah/kaki lereng/sungai terdekat. * Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengenal tanda-tanda awal terjadinya gerakan tanah. * Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari aparat pemerintah setempat dan BPBD Rekomendasi teknis untuk di Kp. Cikadu antara lain: * Penataan dan pembenahan saluran air permukaan pada persawahan dan kolam di sebelah rumah sehingga aliran air tidak menambah beban tanah yang di atasnya terdapat bangunan rumah. * Tanah urugan agar dipadatkan kembali dengan metoda pemadatan yang benar agar permukaan tanah kokoh dan tidak mudah bergeser atau terjadi gerakan tanah tipe rayapan dan juga untuk meningkatkan daya dukung tanah terhadap pondasi dan bangunan di atasnya © Mengutamakan bangunan semi permanen dengan konstruksi ringan jika membangun di atas tanah urugan. * Agar melakukan pemantauan secara berkala pada tebing tegak di atas rumah terancam (bagian utara rumah). Jika ditemukan retakan segera ditutup dengan tanah lempung/liat dan dipadatkan, dan segera melapor ke kepada aparat setempat. Laporan ini bisa diunduh di [Link] Demikian laporan singkat ini kami sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya. an Kepala Badan Geologi, la Pusat Vulkanologi dan Mitigasi ana Geologi, Tembusan : OPNOAReEN= Kepala Badan Geologi Deputi | Menko PMK Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dapak Bencana Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Sekretaris Badan Geologi Biro Hukum dan Humas KESDM Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Provinsi Jawa Barat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi Camat Curugkembar, Kabupaten Sukabumi Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah di Desa Curugkembar, Kec. Curugkembar, Kab. Sukabumi, Jawa Barat. Peta Geologi Regional Kp. Cibuluh, Desa Curugkemt dan Kp. Cikadu, Desa Curugke Kec. Curugkembar, Kab. Sukabur Provinsi Jawa Barat Gambar 2. Peta Geologi Gerakan Tanah di Desa Curugkembar dan sekitarnya, Kec. Curugkembar, Kab. Sukabumi, Jawa Barat. PETA ZONA KERENTANAN GERAKAN TANAH | Legenda © -eness., ° “arcs, Potens! Gerakan Tanah BE 00) 1) Manengah Gambar 3. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah di Desa Curugkembar dan sekitarnya, Kec. Curugkembar, Kab. Sukabumi. Gambar 4. Peta Situasi Gerakan Tanah di Kp. Cibuluh, Desa Curugkembar, Kec. Curugkembar, Kab. Sukabumi. Penampang Gerakan Tanah Kp. Cibuluh, Desa Curugkembar Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat A B pemukinan sawah dan kabun campuran—_8 Fgh a Rumah rsa Rumah rusak t Ketinggian (map!) 75m sJarak (m) Gambar 5. Situasi Penampang Gerakan Tanah di Kp. Cibuluh, Desa Curugkembar, Kec. Curugkembar, Kab. Sukabumi. KP. CIKADU, DESA CURUGKEMBAR, KECAMATAN CURUGKEMBAR KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT i PETA SITUASI GERAKAN TANAH Gambar 6. Peta Situasi Gerakan Tanah di Kp. Cikadu, Desa Curugkembar, Kec. Curugkembar, Kab. Sukaburni. Foto 1. Batuan dasar yang tersingkap di Sungai Ci Hideung, Kp. Cibuluh berupa lempung berwarna hijau kebiruan dan di atasnya dijumpai bongkah bongkah breksi. Foto 2. Rumah permanen di Kp. Cibuluh yang mengalami kerusakan akibat gempabumi. Retakan terus berkembang setiap musim penghujan. Foto 3. Tataguna lahan berupa persawahan di sekeliling rumah, dapat menimbulkan perkembangan retakan akibat pelunakan pada tanah sehingga tanah bergerak ke arah lereng yang berbatasan dengan sawah tersebut. Foto 4. Rumah terdampak lainnya di Kp. Cibuluh. Rumah semi permanen ini mengalami kerusakan pada pondasi dan tidak mengalami kerusakan pada bangunannya. Foto 5. Kontak antara tanah pelapukan dengan batuan dasar pada dinding Sungai Ci Hideung di Kp. Cibuluh (kiri). Lapukan breksi yang tersingkap pada dinding jalan di sekitar permukiman. Foto 6. Bangunan tambahan yang bertumpu pada tanah urugan yang kurang padat dan mengalami pergeseran di Kp. Cikadu. Tanda panah menunjukkan bagian bangunan yang bergeser pada batas bangunan utama (paling kiri) dengan bangunan tambahan (foto tengah dan kanan),

Anda mungkin juga menyukai