KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ROYAL TARUMA
NOMOR : 006/SK-DIR/RSRT/IV/2017
TENTANG
PEMBERLAKUAN DAN PEMBENTUKAN CODE BLUE RUMAH SAKIT ROYAL TARUMA
Menimbang : a. Bahwa kegawatdaruratan medis dapat terjadi di seluruh area rumah sakit
b. Bahwa untuk penanganan kegawatdaruratan medis diperlukan penanganan
komprehensif dan tepat waktu
c. Bahwa diperlukan pedoman penanganan kegawatdaruratan medis dan tim
penanganan kegawatdaruratan medis yang terjadi di area rumah sakit
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran
Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495);
2. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang praktik Kedokteran
(Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4431);
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159.b/Menkes/Per/II/1998 tentang
Rumah Sakit;
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Keputusan Direktur Rumah Sakit Royal Taruma tentang Pemberlakuan Code
Blue yang tercantum dalam keputusan [Link] penanganan
kegawatdaruratan medis di area rumah sakit
Pertama : Pemberlakuan tim Code Blue yaitu personil yang melaksanakan Code Blue
seperti yang tercantum di
Kedua : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 3 April 2017
Rumah Sakit Royal Taruma
dr. Liman Harijono, MARS, MH
Direktur
Lampiran Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Royal Taruma 006/SK-DIR/RSRT/IV/2017
Tentang Pemberlakuan Code Blue dan Tim Code Blue
1
Kebijakan
1. Code Blue diberlakukan untuk penanganan kegawatdaruratan medis diluar area Unit Gawat Darurat
dan Intensive Care Unit Rumah Sakit Royal Taruma.
2. Code Blue merupakan suatu rangkaian penanganan kegawatdaruratan medis di area Rumah Sakit
Royal Taruma oleh tim Code Blue dengan datang dan membawa peralatan medis yang diperlukan
ke tempat dimana terjadinya kejadian kegawatdaruratan medis dan membawa orang tersebut ke Unit
Gawat Darurat.
3. Tujuan dari Code Blue adalah untuk melakukan penanganan kegawatdaruratan medis ‘on the spot’
dengan waktu secepat mungkin agar menghindari penundaan penanganan akibat kendala
pemindahan pasien ke UGD dan/atau ICU.
4. Code Blue dapat diinisiasi oleh baik petugas medis maupun non medis dengan mengaktifkan Code
Blue yaitu dengan menghubungi bagian informasi atau menghubungi Unit Gawat Darurat atau
Intensive Care Unit.
5. Inisiasi Code Blue akan memulai rangkaian persiapan tim Code Blue dan peralatan medis yang
diperlukan untuk berangkat menuju area dimana diidentifikasi terjadi kegawatdaruratan medis
6. Tim Code Blue yaitu terdiri dari personil yang saat tersebut bekerja di Unit Gawat Darurat dan
Intensive Care Unit.
Tim Code Blue dari UGD: 1 orang Perawat UGD
Tim Code Blue dari ICU/IMC: 1 orang Dokter Umum , 1 orang Perawat ICU/IMC
Tim Code Blue dari ruang perawatan: Dokter Umum yang sedang bertugas
7. Peralatan medis yang dibawa:
a. Emergency Kit
b. Trolley Code Blue
c. Defibrilator
8. Setelah pemindahan pasien memungkinkan, maka pasien dipindahkan ke Unit Gawat Darurat, atau
Intensive Care Unit untuk pasien yang sedang dirawat di ruang perawatan.
Prosedur:
A. Code Blue yang terjadi di luar perawatan
1. Setiap karyawan RS Royal Taruma yang menemukan adanya kegawatdaruratan
medis yang terjadi yang ditandai dengan henti napas dan/ atau henti jantung dan
dapat ditandai dengan penurunan kesadaran mendadak serta kondisi akut lain
yang dapat menyebabkan henti napas dan henti jantung dengan segera : segera
menghubungi Bagian Informasi (extention 0) dan menyatakan : ”Code Blue” dan
sebutkan nama tempat kejadian/ sisi bangunan, dan sebutkan nama karyawan
tersebut ”.
Contoh : ” Code Blue di area Parkir P1, saya Agus, Petugas Rekam Medis”.
2
2. Karyawan tersebut kemudian menunggu di tempat sambil menunggu bantuan
datang, dan memberi bantuan hidup dasar apabila karyawan telah mendapat
pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) / BLS.
3. Petugas informasi mencatat letak ”Code Blue” kemudian mengumumkan lewat
paging sebanyak 2 kali. Code Blue diumumkan sebagai : ”Code Blue Area Parkir
P1”.
4. Petugas Informasi lalu menelpon ulang UGD dan ICU dan menginformasikan :
”Code Blue Area Parkir P1”
5. Untuk Petugas UGD : 1 orang Perawat UGD (sesuai jadual) menuju lokasi Code
Blue sesegera mungkin setelah mendapat informasi Code Blue dengan membawa
Peralatan yang telah ditentukan.
6. Untuk Petugas ICU/IMC : 1 orang Dokter Jaga ICU (sesuai jadual) dan 1 orang
Perawat (sesuai jadual) membawa peralatan bergerak menuju lokasi Code Blue
sesegera mungkin.
7. Untuk dokter jaga ruangan : 1 orang Dokter (sesuai jadual) yang mendengar
pengumuman Code Blue bergerak menuju lokasi.
8. Setibanya di lokasi Dokter dan Perawat melakukan penanganan kegawatdaruratan
resusitasi yang diperlukan sesuai dengan ATLS/ACLS/BTCLS dan pedoman
penanganan kegawadaruratan medis dan melakukan assesment ulang untuk
perawatan selanjutnya apabila terjadi stabilitasi kondisi pasien untuk penentuan
perawatan selanjutnya.
9. Perawat berkoordinasi dengan Petugas Security, dan/ atau Perawat lain, suster
keliling dan untuk transfer pasien ke UGD dan selanjutnya dilakukan penanganan
pasien di UGD.
10. Apabila pasien meninggal, pasien tetap dibawa ke UGD terlebih dahulu untuk
proses selanjutnya.
11. Apabila sudah tertangani oleh Dokter dan Perawat, Dokter Jaga dan Perawat yang
lain yang telah datang ke lokasi dapat kembali ke pos masing-masing.
12. Perawat UGD / ICU mencatat pemakaian obat dan alat pada trolley emergency.
13. Laporan Code Blue dibuat oleh Dokter yang menangani Code Blue.
B. Code Blue yang terjadi di ruang perawatan (kecuali di UGD dan ICU/IMC) :
1. Setiap petugas medis/ petugas RS Royal Taruma di ruang perawatan yang
menemukan adanya kegawatdaruratan medis yang terjadi yang ditandai dengan
henti napas dan/ atau henti jantung dan dapat ditandai dengan penurunan
kesadaran mendadak serta kondisi akut lain yang dapat ditandai dengan
penurunan kesadaran mendadak serta kondisi akut lain yang dapat menyebabkan
henti napas dan henti jantung dengan segera : segera menghubungi Bagian
Informasi (extension 0) dan menyatakan : “ Code Blue” dan sebutkan nama
tempat kejadian, dan sebutkan nama karyawan tersebut “.
Contoh : “Code Blue di Zircon 356, saya Sr. Susi
3
2. Perawat/ Dokter/ Petugas yang ada ditempat kemudian menunggu di pasien dan
memberi bantuan hidup/resusitasi . Petugas Informasi mencatat letak “Code Blue”
kemudian mengumumkan lewat paging sebanyak 2 kali (kecuali pukul 22.00 –
06.00 dimana paging tidak dilakukan maka Code Blue akan diinformasikan oleh
bagian Informasi ke bagian UGD dan ICU sebanyak 2 x melalui telepon). Code
Blue diumumkan sebagai : “Code Blue Zircon”, “Code Blue Zircon”.
3. Setelah paging dilakukan Petugas Informasi segera menelpon UGD dan ICU dan
menginformasikan : “Code Blue Zircon”.
4. Petugas informasi mencatat letak ”Code Blue” kemudian mengumumkan lewat
paging sebanyak 2 kali. Code Blue diumumkan sebagai : ”Code Blue Area Parkir
P1”.
5. Petugas Informasi lalu menelpon ulang UGD dan ICU dan menginformasikan :
”Code Blue Area Parkir P1”
6. Untuk Petugas UGD : 1 orang Perawat UGD (sesuai jadual) menuju lokasi Code
Blue sesegera mungkin setelah mendapat informasi Code Blue dengan membawa
Peralatan yang telah ditentukan.
7. Untuk Petugas ICU/IMC : 1 orang Dokter Jaga ICU (sesuai jadual) dan 1 orang
Perawat (sesuai jadual) membawa peralatan bergerak menuju lokasi Code Blue
sesegera mungkin.
8. Untuk dokter jaga ruangan : 1 orang Dokter (sesuai jadual) yang mendengar
pengumuman Code Blue bergerak menuju lokasi.
9. Setibanya di lokasi Dokter dan Perawat melakukan penanganan kegawatdaruratan
resusitasi yang diperlukan sesuai dengan ATLS/ACLS/BTCLS dan pedoman
penanganan kegawadaruratan medis dan melakukan assesment ulang untuk
perawatan selanjutnya apabila terjadi stabilitasi kondisi pasien untuk penentuan
perawatan selanjutnya.
10. Dokter memberikan informasi dan edukasi kepada keluarga pasien mengenai
kondisi pasien.
11. Apabila sudah tertangani Dokter dan Perawat, Dokter Jaga dan Perawat yang lain
yang telah datang ke lokasi dapat kembali ke pos masing-masing.
12. Dilakukan transfer pasien ke ruang intensif dengan persetujuan keluarga pasien
atau dapat tetap dirawat perawatan tersebut tergantung kondisi pakaian.
13. Perawat UGD mencatat pemakaian obat dan alat pada trolley emergency. Laporan
Code Blue oleh Dokter yang menangani Code Blue.