SMK NEGERI 47 JAKARTA
BIDANG KEAHLIAN OTOMATISASI TATA KELOLA
PERKANTORAN
Jl. Condet Pejaten No.2, RW.7, Pejaten Barat, Kec. Ps.
Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota
Jakarta 12510
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
KEARIFAN LOKAL
X - OTKP
Guru Pembimbing:
Tri Wahyulinda Nurul Hikmah, [Link]
Anita Arta Firdaus, [Link]
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG USAHA
Dalam dunia kuliner, banyak sekali bentuk dan macam-macam aneka ragam jenis
makanan khas Betawi. Dengan berkembangnya perkembangan zaman, banyak orang yang
tertarik untuk mengolah makanan khas Betawi, seperti Soto Betawi, Biji Ketapang, dll.
Tapi sudah pernah denger belum? banyak orang yang menjual makanan tersebut dengan
variasi yang baru.
Soto Betawi merupakan salah satu hidangan pelengkap makanan di rumah yang
sangat diminati oleh banyak orang. Biji ketapang juga menjadi salah satu cemilan alternatif
yang disukai banyak orang. Selain cara pembuatannya yang terbilang cukup mudah, Biji
Ketapang juga tidak memerlukan modal yang banyak. Oleh karena itu, banyak sekali orang
yang tertarik untuk membuat Biji Ketapang sebagai cemilan maupun bisnis kuliner.
B. TUJUAN KEGIATAN
● Mendapatkan keuntungan dari praktik penjualan produk makanan.
● Melestarikan budaya dan makanan-makanan khas Betawi.
● Membuat produk yang akan disukai oleh kalangan masyarakat banyak.
● Menambah pengalaman dalam dunia dagang dan bisnis.
JI PA PE : 0896-9163-8818
SOTEKAPE : 0857-3206-4624
C. ALASAN KEGIATAN
Alasan yang menjadikan kegiatan ini penting untuk dilakukan, yaitu :
1. kegiatan ini dapat menambah wawasan para siswa tentang makanan maupun
minuman khas Betawi.
2. Dengan diadakannya kegiatan ini, para siswa dapat ikut berpertisipasi dalam rangka
melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang berasal dari Betawi.
3. Kegiatan ini juga dapat melatih para siswa dalam berbisnis.
D. TARGET KEGIATAN
Usaha ini diadakan di SMK Negeri 47 Jakarta. yang menargetkan para guru, siswa,
serta staf karyawan sebagai konsumen.
E. KAJIAN TEORI SOTO BETAWI
Soto Betawi merupakan salah satu warisan kuliner Nusantara yang patut dijaga
keberadaannya. Soto ini merupakan Soto yang berasal dari DKI Jakarta. Soto Betawi
merupakan Soto santan dengan isian daging sapi beserta jeroan dan organ hewan lainnya.
Banyak orang yang menggemari jenis Soto ini. Penggemarnya tidak hanya masyarakat di
DKI Jakarta saja, namun juga masyarakat lain dari berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran Soto yang satu ini sejatinya tak terlepas dari gelombang kedatangan
orang China ke Nusantara, termasuk Jakarta pada tahun 1740. Mereka; para pendatang,
memutuskan untuk berontak dari Belanda yang saat itu mulai menjajah Indonesia.
Percampuran budaya antara warga asli Betawi dengan pendatang menghasilkan berbagai
kebudayaan baru, termasuk di bidang kuliner seperti Soto.
Nama Soto Betawi sendiri baru dikenal oleh masyarakat umum di tahun 1977 -
1978. Lie Boen Po adalah seorang penjual soto keturunan Tionghoa yang pertama kali
menggunakan istilah Soto Betawi pada Soto dagangannya. Uniknya, istilah Soto Betawi
sendiri baru mulai populer dan banyak digunakan oleh masyarakat setelah penjual Soto itu
menutup usahanya di tahun 1991. Sejak saat itulah Soto Betawi menjadi populer di
seantero Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia.
F. KAJIAN TEORI BIJI KETAPANG
Biji Ketapang adalah kue khas Betawi dengan bahan dasar terigu, margarin, gula
pasir, telur, kelapa, dan sedikit garam juga vanili. Bahan kue yang ada dicampur menjadi
satu hingga menjadi adonan. Adonan kemudian dipotong kecil-kecil menyerupai Biji
Ketapang dan digoreng hingga berwarna kuning keemasan. Karena bentuknya yang mirip
Biji Ketapang, maka kue asal Betawi ini pun dinamai dengan nama kue Biji Ketapang.
Kue ini dinamakan Biji Ketapang karenakan kue ini memang mirip dengan biji
pada pohon bunga Ketapang (Terminalia cattapa L) yang dahulu banyak ditemukan di
pinggir jalan kota Jakarta.
Buah ketapang berbentuk bulat, kulitnya keras dan ujungnya runcing. Jika dibuka,
isinya berwarna putih seperti almond. Oleh karena itu dipanggil juga dengan Almond
Malabar atau Almond Singapura. Dahulu saat Pohon Ketapang masih banyak tumbuh di
tanah Betawi, Buah Ketapang banyak tercecer di jalanan dan sering dipungut untuk
dimakan bijinya. Rasanya gurih dan teksturnya renyah. Itulah yang menginspirasi kue biji
ketapang.
BAB II
ISI
A. RINCIAN KEGIATAN
Penjualan Soto Betawi dan Biji Ketapang akan dilakukan di lingkungan SMK
Negeri 47 Jakarta.
B. PESERTA KEGIATAN
Kegiatan ini mendapat partisipasi penuh dari seluruh siswa kelas 10 OTKP. Tidak
lupa dengan bimbingan dari wali kelas serta guru penanggung jawab.
C. FASILITAS KEGIATAN
Fasilitas yang disediakan oleh sekolah untuk keiatan ini yaitu, meja, kursi, dan
standing tripod yang digunakan sebagai tempat untuk menaruh papan menu.
D. WAKTU DAN LOKASI KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka merayakan hari guru, yang bertepatan pada
hari Jum’at tanggal 25 November 2022, yang berlokasi di lapangan SMK negeri 47 Jakarta.
BAB III
RENCANA KEGIATAN
A. SUSUNAN KEGIATAN
❖ SUSUNAN KEGIATAN PEMBUATAN SOTO BETAWI
• Pembelian bahan-bahan dilakukan oleh Nazriah dan Suci Amalia, pada hari
Rabu, 23 November 2022, bertempat di Pasar Ariad. Durasi yang
dibutuhkan untuk berbelanja bahan-bahan pembuatan Soto Betawi kurang-
lebih sekitar 1 Jam.
• Pembuatan Soto Betawi dilakukan pada hari Kamis, 24 November 2022, di
rumah Nazriah. Pembuatan Soto Betawi dilakukan oleh Nazriah dan Suci
Amalia. Durasi yang dibutuhkan untuk membuat Soto Betawi kurang-lebih
sekitar 4 Jam.
❖ SUSUNAN KEGIATAN PEMBUATAN BIJI KETAPANG
• Pembelian bahan-bahan dilakukan oleh Intan, pada hari Minggu, 20
November 2022, bertempat di Alfamart. Durasi yang dibutuhkan untuk
berbelanja bahan-bahan pembuatan Biji Ketapang kurang-lebih sekitar 10
menit.
• Pembuatan Biji Ketapang dilakukan pada hari Minggu, 20 November 2022,
di rumah Dica. Pembuatan Biji Ketapang dilakukan oleh Rifka, Intan, dan
Dica. Durasi yang dibutuhkan untuk membuat Biji Ketapang kurang-lebih
sekitar 3 Jam.
BAB IV
ANGGOTA DAN PEMBAGIAN TUGAS
A. PANITIA YANG BERTANGGUNG JAWAB
• Tim Soto Betawi
1. Nazriah Nur Aprilia
2. Suci Amalia Putri
3. Ifdha Aura Bilqisthi
4. Yunitasari Safitri
5. Eka Nabila Lestari
6. Vadia Algadisyah
7. Syahfirly Ariyanto
8. Muhammad Fikri Abdillah
9. Raditya Hayfa
Infografis
1. Dika Ayu Nurohmah
2. Alya Deliana
PPT
1. Zahra Salsabilah
Dokumentasi
1. Nurul Aulia
• Tim Biji Ketapang
1. Intan Nur Hasanah
2. Rifka Cahya Maulidina
3. Dica Damar Bintang
4. Kaylla Jasmine
5. Sifa Fanzilah
6. Masya Dwi Rahma Oktaviani
7. Nur Azizah Muthia Latifa
Infografis
1. Putri Safina Juneidi Abdillah
2. Syahra Adzni Andriani
PPT
1. Maryam
Dokumentasi
1. Arimbi Wildania Putri
• Tim Proposal
1. Rifka Cahya Maulidina
2. Eka Nabila Lestari
3. Dara Nur Halimah
4. Muhammad Haykal Faiz
• Tim Dekor
1. Elisa Agustina
2. Suci Anggraini
3. Difa Nurazizah
4. Gasya Zarqa Nur Rifda
5. Daniyal Luthfir Rahman
6. Ibni Zulian
7. Muhammad Valiano Al Ubaidah
8. Sandie Widiarto Ramadhan
B. DESKRIPSI TENTANG USAHA
●JENIS USAHA
Usaha ini adalah tugas projek P5 kelas 10 OTKP yang bertujuan untuk melestarikan
kearifan lokal dengan mengangkat tema kebudayaan Betawi.
C. RENCANA PRODUKSI
1. BAHAN-BAHAN PEMBUATAN SOTO BETAWI
Bahan-bahan untuk membuat Soto Betawi adalah:
a) Daging
b) Kentang
c) Emping
d) Bawang merah dan bawang putih
e) Acar
f) Bumbu dapur
g) Santan
h) Tomat
i) Cabai
2. BAHAN-BAHAN PEMBUATAN BIJI KETAPANG
Bahan-bahan untuk membuat Biji Ketapang adalah:
a) Tepung terigu
b) Margarin
c) Telur
d) Vanilli
e) Gula
f) Garam
g) Kelapa sangria
h) Minyak goreng
BAB V
ANGGARAN DANA
A. RENCANA PERMODALAN
• BIAYA AWAL
Modal berasal dari pribadi
Total anggota 34 orang. 1 orang Rp. 20.000
Modal = 34 x 20.000
Total = Rp. 680.000
B. HARGA PENJUALAN SOTO BETAWI
• Harga Pokok Penjualan
HPP = Modal: Produksi
HPP = Rp. 500.000:30
HPP = Rp. 16.666 (dibulatkan menjadi Rp. 17.000)
• Laba yang diinginkan
1. Tanpa nasi = 5%
2. Dengan nasi = 17%
• Harga Jual Produk
1. Tanpa nasi
Laba = Persentase Laba * HPP
Laba = 5% * Rp. 17.000
Laba = Rp. 850 (dibulatkan menjadi Rp. 1.000)
HJP = Laba + HPP
HJP = Rp. 1.000 + Rp. 17.000
HJP = Rp. 18.000
2. Dengan nasi
Laba = Persentase Laba * HPP
Laba = 17% * Rp. 17.000
Laba = Rp. 2.890 (dibulatkan menjadi Rp. 3.000)
HJP = Laba + HPP
HJP = Rp. 3.000 + Rp. 17.000
HJP = Rp. 20.000
• HARGA SOTO BETAWI =
1. Soto Betawi = Rp. 18.000/pcs
2. Soto Betawi + nasi = Rp. 20.000/pcs
• Total Keuntungan Penjualan Soto Betawi
1. Tanpa nasi
Total laba Soto Betawi tanpa nasi
= PCS * harga
= 20 * Rp. 18.000
= Rp. 360.000
2. Dengan nasi
Total laba Soto Betawi dengan nasi
= PCS * harga
= 10 * Rp. 20.000
= Rp. 200.000
3. Total pendapatan
= Rp. 360.000 + Rp. 200.000
= Rp. 560.000
4. Total laba yang didapat
Laba = Pendapatan – Modal
Laba = Rp. 560.000 – Rp. 500.000
Laba = Rp. 60.000
C. HARGA PENJUALAN BIJI KETAPANG
• Harga Pokok Penjualan
HPP = Modal: Produksi
HPP = Rp. 100.000 : 25
HPP = Rp. 4.000
• Laba yang diinginkan = 25%
• Harga Jual Produk
❖ Laba = Persentase Laba * HPP
❖ Laba = 25% * Rp. 4.000
❖ Laba = Rp. 1.000
HJP = Laba + HPP
HJP = Rp. 1.000 + Rp. 4.000
HJP = Rp. 5.000
• HARGA BIJI KETAPANG = Rp. 5.000/pcs
• Total Keuntungan Penjualan Biji Ketapang
= (Hasil Produksi * HJP) – M
= (25 * Rp. 5.000) – Rp. 100.000
= Rp. 125.000 – Rp. 100.000
= Rp. 25.000
• TOTAL KEUNTUNGAN PENJUALAN SOTO BETAWI DAN BIJI KETAPANG
= keuntungan soto Betawi + keuntungan biji ketapang
= Rp. 60.000 + Rp. 25.000
= Rp. 85.000
BAB VI
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan proposal yang sudah dibuat, kami dapat menyimpulkan bahwa selain
bertujuan untuk melestarikan kebudayaan khas Betawi, projek ini juga bisa digunakan
sebagai wadah para siswa untuk mengembangkan kreativitas serta menumbuhkan jiwa
kewirausahaan dalam berbisnis.
B. KESAN
Kesan kami mengikuti kegiatan P5 dengan Tema “Kearifan Lokal” yang bertepatan dengan
hari guru, memberikan antusias kepada kami untuk mengisi dan memeriahkan acara
tersebut. Kami sangat mengapresiasikan kegiatan tersebut karena kami dapat ikut
berpartisipasi dan melestarikan kebudayaan Betawi. Dengan diadakannya kegiatan ini
dapat meningkatkan kesolidaritasan dan kekompakan kami.