0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan7 halaman

Luas dan Kode Pos Pulau Saparua

Dokumen tersebut memberikan gambaran umum tentang lokasi penelitian di Kecamatan Saparua dan Saparua Timur, Maluku. Kecamatan Saparua memiliki luas wilayah 79,902 km2 dengan desa terluas Porto, sedangkan Kecamatan Saparua Timur luasnya 96,602 km2 dengan desa terluas Siri Sori Amalatu. Dokumen ini juga menjelaskan tentang jumlah penduduk dan kepadatannya, serta mata pencaharian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan7 halaman

Luas dan Kode Pos Pulau Saparua

Dokumen tersebut memberikan gambaran umum tentang lokasi penelitian di Kecamatan Saparua dan Saparua Timur, Maluku. Kecamatan Saparua memiliki luas wilayah 79,902 km2 dengan desa terluas Porto, sedangkan Kecamatan Saparua Timur luasnya 96,602 km2 dengan desa terluas Siri Sori Amalatu. Dokumen ini juga menjelaskan tentang jumlah penduduk dan kepadatannya, serta mata pencaharian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Secara geografis pulau Saparua memmpunyai luas wilayah 207 Km² dan
termasuk dalam gugusan Pulau-Pulau Lease. Namun dalam perkembangan
pembangaunan hingga sekarang ini pulau Saparu telah dibagi menjadi dua
kecamatan yakni Kecamatan Saparua dan Kecamatan Saparua Timur.
a. Kecamatan Saparua
1. Letak Geografis dan Iklim
Kecamatan Saparua berada dalam gugusan kepulauan Lease dan
pernah dijadikan sebagai suatu pusat pemerintahan pada masa pemerintahan
Belanda. Sebelum dimekarkan menjadi dua kecamatan pulau Saparu
memiliki 17 desa, namun setelah di mekarkan kecamatan Saparua hanya
terdiri dari 7 negegeri yakni; Saparua, Tiouw, Paperu, Booi, Haria, Porto
dan kulur. Secara geografis kecamatan saparua berada pada posisi 3 030-3050
lintang selatan dan 127050-127058 bujur timur. Luas wilayah keseluruhan
Kecamatan Saparua 79,902, dengan desa yang terluas ialah Porto sebesar
23,50 km2. Topografi negeri-negeri di Kecamatan Saparua berada pada
daerah pegunungan dan bukit, namun persebaran desa-desa yang ada di
kecamatan Saparua ada pada wilayah-wilayah pesisir. Tempratur dan suhu
di Kecamatan Saparua berkisar pada suhu 23°C-30°C disertai dengan cura
hujan rata-rata 2731mm/tahun. Biasanya musim yang berlaku di Kecamatan
Saparua tidak berbeda dengan daerah-daerah di Maluku yaitu musim
Barat/Utara (panas) dari Bulan Oktober sampai dengan Bulan Maret
sehingga laut disebelah Utara Pulau Saparua biasanya bergelombang
sedangkan Musim Timur mulai dari Bulan April sampai dengan Bulan
September menyebabkan laut disebelah Selatan dan Tenggara Pulau
Saparua biasanya bergelombang tetapi disebelah Utara Biasanya tenang.

17
No Desa Luas Area Presentase
1. Saparua 8,00 10,01
2. Tiouw 7,9 9,89
3. Paperu 9,10, 11,39
4. Booi 8,20 10, 26
5. Haria 16,70 20,90
6. Porto 23,50 29,41
7. Kulur 6,50 8,14
Jumlah 79, 90 100,00
Sumber : Saparua dalam angka 2019
Tabel luas wilayah kecamatan Saparua berdasarkan petuanan Desa

Gambar 2.1.
Tim peneliti di lokasi penelitian
Doc. Tim peneliti

2. Penduduk
Modal utama pembangunana suatu bangsa bertumpu pada sumber
daya manusia, dengan kata lain sumber daya manusia menjadi modal utama
dalam menggerakan suatu aktifitas pembangunan suatu bangsa atau daerah.
Jumlah penduduk kecamatan Saparua berjumlah 18.004 jiwa, mengalami
peningkatan sebesar 6,53% tahun 2017 yang jumlah penduduknya 16,901

18
jiwa. Pada tahun 2018 konsentrasi penduduk tertinggi terkonsentrasi pada
desa Haria dengan kepadatan penduduk 440 jiwa per km 2 sedangkan
konsentrasi penduduk terendah terdapat di desa Porto yaitu 114 jiwa per
km2. Secara keseluruhan kepadatan penduduk Kecamatan Saparua adalah
225 jiwa per km2 1.
Kepadatan
No Desa Luas Wilayah Penduduk
Penduduk
1. Saparua 8,00 3.126 391
2. Tiouw 7,90 1.460 185
3. Paperu 9,10 1.412 155
4. Booi 8,20 943 115
5. Haria 16,70 7.352 440
6. Porto 23,50 2.677 114
7. Kulur 6,50 1.032 159
Jumlah 79,90 18.004 225
Sumber : Saparua dalam angka 2019

b. Kecamatan Saparua Timur


1. Kondisi Geografis dan Iklim
Secara geografis kecamatan Saparua Timur terletak pada posisi 3 024 –
3048 lintang selatan dan 127058 - 128010 bujur timur, dengan batas-batas
wilayah:
Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Seram
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Saparua
Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Banda
Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Sirsawoni
Topografi Kecamatan Saparua Timur berada pada wilayah yang
bergunung dan berbukit serta desa-desa yang terletak pada pesisir pantai.
Secara kuantitas jumlah desa dalam kecamatan Saparua Timur berjumlah 10
antara lain; Ouw, Ullath, Siri-Sori, Siri Sori Amalatu, Tuhaha, Ihamahu, Iha,

1
Saparua dalam angka 2019

19
Nolloth, Itawaka dan Mahu. Dengan kondisi geografis satu daratan iklim
dan curah hujan pada Kecamatan Saparua Timur sama dengan yang ada di
Kecamatan Saparua. Luas wilayah kecamatan Saparua secara keseluruhan
96,602 dengan desa terluas adalah desa Siri Sori Amalatu yakni 18.00 dan
desa dengan luas wilayah terkecil pada desa Iha yakni 0,75.
No Desa Luas Area Presentase
1. Ouw 9,50 9,83
2. Ullath 6,80 7,02
3. Siri Sori 8,20 8,49
4. Siri Sori Amalatu 18,00 18,63
5. Tuhaha 13,30 13,77
6. Ihamahu 12,10 12,53
7. Iha 0,75 0,78
8. Noloth 11,20 11,59
9. Itawaka 10,20 10,58
10. Mahu 6,55 6,78
Jumlah 96,60 100,00
Sumber : Saparua Timur dalam angka 2019
Tabel luas wilayah kecamatan Saparua Timur berdasarkan petuanan Desa

Gambar 2.2. Kantor Camat Saparua Timur


Doc. Tim peneliti
2. Penduduk

20
Dalam penuturan sejarah lokal penduduk pulau Saparua, diyakini
sungguh bahwa leluhur mereka merupakan para pendatang dari pulau Seram
serat berbagai tempat dari luar yang menempati wilayah-wilayah
pegunungan pada awalnya. Pemukiman-pemukiman lama digunug itulah
yang dikenal dengan sebutan negeri lama serta menjadi pusat kosmos
masyarakat setempat.
Dari komposisi penduduk pada tabel dibawah ini tergambar bahwa
penduduk terbanyak pada kecamatan Saparua Timur berada pada negeri
Noloth dan yang tersedikit adalah negeri Iha. Dari data sebaran penduduk di
kecamatan Saparua Timur, dapat dilihat masih terdapat area yang masih
kosong dan potensial
Luas Kepadatan
No Desa Penduduk
Wilayah Penduduk
1. Ouw 9,50 1.599 163
2. Ullath 6,80 1.620 238
3. Siri Sori 8,20 1.999 244
4. Siri Sori Amalatu 18,00 2.238 124
5. Tuhaha 13,30 2.295 172
6. Ihamahu 12,10 1.613 133
7. Iha 0,75 337 432
8. Noloth 11,20 2.952 263
9. Itawaka 10,20 2.099 206
10. Mahu 6,55 792 121
Jumlah 96,60 17.544 182
Sumber: Saparua Timur dalam angka 2019

3. Mata Pencaharian.
Secara umum dapat digambarkan bahwa mata pencaharian masyarakat
di Saparua memiliki fariasi yang cukup tinggi berdasarkan keahlian serta
pendidikan. Dengan potensi laut yang unggul sudah barang tentu banyak
penduduk yang berprofesi sebagai nelayan, pun juga petani serta ada pula
yang berprofesi ganda dan juga profesi lain seperti Tukang bakar sagu,

21
tukang, suwasta, papalele, wirasuwasta, PNS, TNI dan POLRI, serta
berbagai profesi lainnya yang digeluti guna memenuhi kebutuhan hidup
raumah tangga.

4. Sistem Kepercayan dan Agama


Kepercayaan dan Agama, merupakan suatu hal yang tidak dapat
dipisahkan dalam kehidupan manusia. Agama menjadi salah satu faktor
penenentu pembentukan karaktar dan kepribadian manusia. Agama dan
kepercayaan memberikan gambaran hidup kearah yang lebih baik untuk
menata hidup saat ini maupun dimasa yang akan datang. Jauh sebeluum
agama Kristen dan Isalam masuk ke Maluku abad ke-15-17 masyarakat di
Maluku telah memiliki suatu kepercayaan yang disebut dengan istilah
agama asli2. Kepercayaan ini merupakan suatu tradisi yang dibawah dari
tempat asal mereka di Pulau Seram. Masyarakata di Saparua pada umumnya
masih meyakini bahwa hingga sekarang roh leluhur mereka masih
menempati daerah-daerah yang dianggap keramat seperti, negeri lama,
baileo, rumah tua, dan tanjung-tanjung. Hubungan dengan leluhur sering
dipraktekan ketika akan dilaksanakannya ritual adat dan berbagai masalah
yang diahadapi oleh setiap pemanngku kebudayaan atau tradisi tersebut.
Selain sebagai pelindung dan sarana untuk mendamaikan manusia
dengan alam sekitar, roh-roh leluhur dipahami sebagai suatu kejayaan
dimasa lalu yang tetap hidup dalam kebatinan setiap anak-anak negeri.
Setelah masuknya pendatang-pendatang dari luar munculah berbagai
kebudayaan-kebudayaan yang kemudian mempengaruhi konstruksi berfikir
dan cara pandang masyarakat tentang sistim kepercayaannya. Kehadiran
pendatang-pendatang luar ini kemudian mampu menembusi entitas
kelokalan masyarakat Saparua dengan menyebarkan ajaran agama Islam dan
Kriten. Kedua ajaran agama inilah yang kemudian menjadi ajaran agama
yang dianut oleh masyarakat di Saparua hingga sekarang ini. Denngan kata
lain ajaran agama yang dianut oleh masyarakat Saparua dan Maluku pada
umumnya merupakan suatu warisan budaya yang lahir dari akulturasi
2
Agama asli ialah suatu kepercayaan kepada roh-roh leluhur yang diyakini masih hidup serta
dapat mendamaikan manusia dengan alam sekitar.

22
budaya luar yang dintrudusir melalui kehadiran para pendatang di daerah
ini.
Ajaran agama yang dianut oleh masyarakat saat ini menjadi suatu hal
yang sangat penting dan memiliki sensifitas yang kuat dalam dinamika
kehidupan masyarakat di Maluku. Sensifitas inilah yang menimbulkan
berbagai hal dalam dinamika sosial masyarakat seperti melemahnya iakatan-
ikatan adat yang menimbulkan renggangnya rasa solidaritas diantara negeri-
negeri yang berbeda ajaran agama, bahkan dapat menimbulkan terjadinya
gesekan yang memicu konflik. Sejarah masa lalu masuknya ajaran agama di
Maluku sesungguhnya telah melahirkan konfik agama yang begitu lama
diantara orang Maluku, walaupun eskalasi konflik yang terjadi tidak terlalu
besar dan menimbulkan dampak yang begitu kuat. Dengan demikian
masuknya orang-orang luar ke Maluku telah mempengaruhi tatanan
kehidupan masyarakat lokal. Sehingga agama yang dianut masyarakat di
Maluku saat ini merupakan suatu warisan masa lalu yang dibawah oleh para
pendatang yang hingga kini tetap hidup dalam dokma-dokma agama yang
dianut oleh masyarakat.

23

Anda mungkin juga menyukai