100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
36 tayangan24 halaman

Sistem Deteksi Kecurangan Terintegrasi

Dokumen tersebut membahas mengenai deteksi kecurangan (fraud) dengan empat pilar ruang lingkupnya yaitu pencegahan, pendeteksian dini, investigasi, dan penegakan hukum. Dibahas pula tanggung jawab auditor internal dalam mendeteksi fraud, teknik-tekniknya seperti sosialisasi budaya anti fraud, identifikasi kerawanan, dan whistle blowing system.

Diunggah oleh

Affano Lahou
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
36 tayangan24 halaman

Sistem Deteksi Kecurangan Terintegrasi

Dokumen tersebut membahas mengenai deteksi kecurangan (fraud) dengan empat pilar ruang lingkupnya yaitu pencegahan, pendeteksian dini, investigasi, dan penegakan hukum. Dibahas pula tanggung jawab auditor internal dalam mendeteksi fraud, teknik-tekniknya seperti sosialisasi budaya anti fraud, identifikasi kerawanan, dan whistle blowing system.

Diunggah oleh

Affano Lahou
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

FRAUD

DETECTION
BELAJAR YUK BY : IAS
Your best quote that reflects your
approach… “It’s one small step for
man, one giant leap for mankind.”

- NEIL ARMSTRONG -
DAFTAR ISI

1 2 3 4

Tujuan & 4 Pilar Ruang Lingkup Deteksi Motivasi melakukan Metodologi dan Teknik
Manfaat Mendeteksi Kecurangan Kecurangan (Fraud) mendeteksi Kecurangan
Kecurangan (Fraud)

5 6 7 8

Teknik Mendeteksi Kategori Jenis/Tipe Kecurangan Kategori Jenis/Tipe Kecurangan Pelaku Kecurangan
Kecurangan Menurut ACFE

9 10 11

Pendapat Wolfe & Red Flags Penyebab Timbulnya


Hermanson (2004) Kecurangan
Telaah & menilai
kebaikan, memadai
atau tidak memadainya
penerapan sistem 1
pengendalian
manajemen, struktur
pengendalian intern, &
pengendalian
operasional lainnya
serta mengembangkan
pengendalian yang
efektif dengan biaya
6 Menyarankan
yang tidak terlalu mahal; 2
perbaikan- Memastikan ketaatan
perbaikan terhadap kebijakan,
operasional dalam rencana dan prosedur-
rangka prosedur yang telah
meningkatkan ditetapkan oleh
efisensi dan manajemen
efektifitas

Big concept Tujuan &


Manfaat Mendeteksi
Kecurangan (Fraud)

Menilai mutu
5 pekerjaan setiap Memastikan seberapa
jauh harta perusahaan
3
bagian dalam dipertanggungjawabkan
melaksanakan & dilindungi dari
kemungkinan terjadinya
tugas yang segala bentuk
diberikan oleh pencurian, kecurangan
& penyalahgunaan;
A concept is stronger than fact manajemen
-Charlotte Perkins Gilman- Memastikan
an American humanist, novelist, writer, lecturer, advocate for social reform, and pengelolaan
eugenicist data yang
dikembangkan
dalam
organisasi dapat
dipercaya;
4
4 PILAR RUANG LINGKUP DETEKSI KECURANGAN (FRAUD)

FRAUD
POJK No.39/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019 tentang Penerapan
Strategi Anti Fraud Bagi Bank Umum Pasal 1 angka 2 menyatakan :
2. Fraud adalah tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau
memanipulasi Bank, nasabah, atau pihak lain, yang terjadi di lingkungan Bank dan/atau menggunakan sarana Bank
sehingga mengakibatkan Bank, nasabah, atau pihak lain menderita kerugian dan/atau pelaku Fraud memperoleh
keuntungan keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung
Tanggungjawab & kewajiban auditor internal untuk mampu mendeteksi kecurangan tertuang dalam Standard Audit Statement (SAS No 82)
dari AICPA menyatakan secara jelas bahwa masalah pokok dalam pemeriksaan (audit) adalah mendeteksi material misstatement in
financial statements. Auditor internal sebenarnya memiliki posisi yang lebih baik untuk mendeteksi kecurangan. Due Professional Care
Standar menugaskan auditor internal untuk membantu pengendalian kecurangan dengan memeriksa & mengevaluasi sistem pengendalian
internal

PENCEGAHAN PENDETEKSIAN INVESTIGASI PENEGAKAN HUKUM ATAU


DINI KECURANGAN PENJATUHAN SANKSI
KECURANGAN KECURANGAN

Anti Fraud Awareness WBS Investigasi Pemantauan

Identifikasi Kerawanan Surprise Audit Pelaporan Evaluasi

KYE Surveillance System Sanksi Tindak lanjut


PENCEGAHAN 1. Sosialisasi Budaya Anti Fraud yang dilakukan kepada pihak internal
KECURANGAN
perusahaan & kepada pihak eksternal (mitra) yang berhubungan
dengan perusahaan.
2. Identifikasi kerawanan dilaksanakan oleh PIC Anti Fraud yang
ditetapkan perusahaan untuk melakukan proses identifikasi kerawanan
terhadap potensi terjadinya fraud di unit kerja atau karyawan yang
Anti Fraud Awareness
menjadi tanggung jawabnya.
3. Pelaksanaan Know Your Employee (KYE) melalui pengendalian sistem
Identifikasi Kerawanan
rekrutmen, media social, proses mutasi, rotasi & kebijakan cuti wajib
KYE
karyawan (block leave)
PENDETEKSIAN
Deteksi indikasi fraud dikenal dengan istilah Redflag, dilakukan dengan cara :
DINI KECURANGAN 1. Pelaksanaan Whiste Blowing System (Pengaduan Pelanggaran), dengan cara pembuatan
pedoman, kebijakan, SOP dan juknisnya serta jenis-jenis yang dilaporkan dsbnya.
2. Surprise Audit, pelaksanaan surprise audit mengacu kepada kebijakan atau pedoman Audit &
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kebijakan Internal Audit perusahaan yang
berlaku
3. Surveillance, merupakan suatu tindakan pengujian atau pemeriksaan yang dilakukan tanpa
WBS diketahui atau disadari pihak yang diuji atau diperiksa. Surveillance adalah salah satu teknik
investigasi yang didasarkan pada pengamatan & perekaman fakta-fakta fisik, kegiatan &
gerakan, yang diduga merupakan bagian dari fraud. Surveillance merupakan operasi
Surprise Audit terselubung (undercover operation) yang pelaksanaannya memerlukan keahlian khusus, dimana
memiliki tingkat risiko yang tinggi bagi keamanan pelaksanaan operasi, kasus yang sedang
ditangani & rentan terjadi pelanggaran hukum atas pelaksanaan surveillance itu sendiri. Oleh
Surveillance System karena itu, dengan mempertimbangkan jenis kasus fraud, materialitas potensi kerugian yang
dihadapi, risiko reputasi dan risiko hukum Perusahaan. Maka jika pengungkapan suatu dugaan
fraud memerlukan proses surveillance, pelaksanaan proses surveillance ditetapkan
menggunakan alih daya pihak ke-3 (tiga) yang menguasai aspek teknis & memiliki legalitas
melakukan kegiatan Surveillance.
INVESTIGASI 1. Investigasi Kejadian Fraud, beberapa faktor dipertimbangkan apakah suatu dugaan
KECURANGAN fraud perlu diinvestigasi lebih lanjut atau tidak berdasarkan kriteria tertentu (unsur 5W
+ 1H dan/atau 5W + 2H). Perusahaan menetapkan pedoman & prosedur Investigasi
sebagai acuan dalam pelaksanaannya
2. Penanganan Kasus & Pelaporan, untuk memitigasi kemungkinan kerugian baik
secara material maupun immaterial. Maka setelah hasil investigasi menyimpulkan
Investigasi telah terjadi tindak fraud, maka Penanganan Kasus Tindak Fraud yang ditetapkan dari
hasil investigasi. Selanjutnya ditangani Tim Penanganan Fraud dan hasil penanganan
kasus dilaporkan kepada Direksi untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan &
Pelaporan
sanksi yang diperlukan baik sesuai ketentuan peraturan dan aturan perusahaan.
3. Pengenaan Sanksi, apabila berdasarkan hasil investigasi terbukti melakukan dugaan
Sanksi fraud / pelanggaran, maka pihak terkait sebagai pejabat pemutus akan memberikan
sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihak-pihak yang berwenang dalam
pemberian sanksi bagi pelaku fraud ditetapkan sbb :
a. Dewan Komisaris, jika pelanggaran melibatkan pihak Direksi Perusahaan
b. Direksi, jika pelanggaran melibatkan karyawan perusahaan
PENEGAKAN HUKUM ATAU
PENJATUHAN SANKSI 1. Pemantauan hasil tindak lanjut audit investigasi wajib dilakukan dengan
melakukan permintaan konfirmasi kepada bagian atau unit kerja terkait yang
diduga terlibat fraud untuk proses pembenahannya.
2. Evaluasi dapat dilakukan dengan meminta bukti/evidence yang telah
dilaksanakan oleh unit kerja yang diduga terlibat pada peristiwa fraud untuk
proses perbaikan kedepannya
Pemantauan 3. Tidaklanjut juga dapat dilaksanakan dengan melaksanakan kegiatan audit
operasional untuk memastikan bahwa proses tindaklanjut telah dilaksanakan
oleh unit kerja yang diduga terlibat pada peristiwa fraud.
Evaluasi

Tindak lanjut
Jeda Iklan

Teori “kepala ikan” :


“Ikan membusuk dimulai dari bagian kepalanya.
Teori ini menggambarkan sebuah kepemimpinan,
dimana kalau terjadi kesalahan dalam lembaga,
maka yang bertanggung jawab atas kesalahan
itu adalah kepalanya.”
Ling Liong Sik
Presiden Asosiasi China Malaysia (MCA)

Cicero mengatakan :
“Untuk menghindari membusuknya seluruh tubuh
ikan itu, maka kepalanya harus dipotong” ujarnya
lagi. “Kebusukan itu dimulai dari puncak. Kebusukan
itu dimulai dari pemimpin-pemimpin”.
Begitulah dia berteriak.

3 January 106 BC – 7 December 43 BC)


a Roman statesman, lawyer, scholar, philosopher, writer and Academic skeptic
Motivasi melakukan Kecurangan (Fraud)

Peluang untuk melakukan fraud


02
Oportunity (kesempatan/peluang)
Meliputi :
1. Pengendalian buruk;
Insentif atau tekanan 2. Kepedulian terhadap fraud rendah;
untuk melakukan fraud 3. Kebijakan tidak konsisten;
Pressure (tekanan)
Meliputi :
01 4. Perputaran pegawai tinggi; dan
5. Tidak adanya kesempatan cuti.
1. Tekanan keuangan;
2. Kebiasaaan buruk individu
(Judi, Narkoba, Alkohol); 03
3. Ketidakpuasan kerja;
4. Mencari hasil tertentu; dan
5. Kesulitan keuangan. Sikap atau rasionalisasi untuk
membenarkan tindakan fraud
Rationalization (Pembenaran)
Meliputi :
1. Mencontoh atasan atau temen sekerja;
2. Merasa sudah berbuat banyak terhadap
organisasi namun tidak dianggap;
3. Menganggap yang diambil tidak seberapa;
4. Dianggap meminjam nanti dibayar; dan
5. Perbuatan yang dilakukan umum atau sama Menurut Donald R Cressey (1953)
FRAUD TRIANGLE
dilakukan oleh yang lain
Opportunity
Greed
Terkait dengan sistem yang memberi lubang terjadinya korupsi.
Terkait keserakahan dan kerakusan para pelaku
korupsi. Koruptor adalah orang yang tidak puas pada Sistem pengendalian tidak rapi, yang memungkinkan seseorang
keadaan dirinya. bekerja asal-asalan. Mudah timbul penyimpangan. Pada saat
Sesuai kata pepatah : bersamaan, sistem pengawasan tidak ketat. Oknum gampang
“Punya satu gunung emas, berhasrat punya gunung memanipulasi angka & bebas berlaku curang dimana peluang
emas yang lain. Punya harta segudang, ingin pulau korupsi terbuka lebar.
pribadi.”

Greed Opportunity

Exposes Need
Exposes
Need
Berkaitan dengan hukuman pada pelaku korupsi
Berhubungan dengan sikap mental yang tidak pernah
yang rendah. Hukuman yang dikenakan tidak
Jack Bologne cukup, penuh sikap konsumerisme, & selalu sarat akan
membuat efek jera untuk sang pelaku maupun orang
kebutuhan yang tak pernah usai
(The GONE theory) lain. Deterrence effect yang minim
Jeda Iklan

Rumus Korupsi :
“Korupsi dapat terjadi jika ada monopoli kekuasaan yang
dipegang oleh seseorang, memiliki kemerdekaan bertindak
atau wewenang yang berlebihan tanpa didukung oleh
pertanggungjawaban yang jelas.”

(C=D+M-A)
Coruption = Discretion + Monopoly – Accountability
Prof. Robert Klitgaard
American academic, former president of Claremont
Graduate University & former dean of the Frederick
S. Pardee RAND Graduate Scholl
Metodologi dan Teknik mendeteksi Kecurangan

Untuk metodologi yang digunakan dalam penilaian resiko kecurangan khusunya dalam ruang
lingkup audit dapat menggunakan panduan yang diterbitkan oleh IFAC Audit Guide (2007;145)
dimana dijelaskan dalam prosedur penaksiran resiko kecurangan, audit team harus
mengindentifikasikan risiko – risiko kecurangan secara bersama-sama ke dalam eleman-
elemen fraud triangle. Selanjutnya risiko-risiko yang telah diklasifikasikan ke dalam elemen-
eleman fraud triangle nantinya akan dinilai tingkat signifikasinya berdasarkan profesional
judgement oleh auditor. Prosedur penaksiran risiko kecurangan (Fraud Risk assessment
Procedure) dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut (IFAC Audit Guide, 2007;145-
151) :
Asessment
01 Audit Team
Discussion
Identification of
Fraud Risk Factor 02 03 of fraud Risk 04 Fraud
Register
Risk

Merupakan proses identifikasi faktor Melakukan taksiran


Hal ini mengenai informasi risiko kecurangan yang dilakukan tingkat kemungkinan Merupakan salah satu
yang di peroleh anggota melalui prosedur, inquiry of (Likelihood) bentuk format untuk
tim audit untuk management, observation, & terjadinya Risiko & mengidentifikasikan dan
memperoleh keyakinan analytical. Perlu kecermatan dalam besarnya dampak menilai resiko-resiko
yang terintegrasi mengenai mengolah hasil identifikasi karena (Impact) kecurangan
faktor risiko kecurangan kecurangan selalu disembunyikan & menggunakan Risk
yang mungkin terjadi, manajemen tentunya akan selalu Register
memberikan respon positif mengenai
kondisi perusahaannya.

06 Responding to
05 Penilaian terhadap
Saat kemudian
diklasifikasikan
risiko
menjadi
signifikan, Auditor Harus
signifikant Risks

tingkat signifikansi melakukan respon


Determination risiko-risiko terhadap desain &
teridentifikasi dengan implementasi
of significant mengalihkan nilai yang pengendalian internal
terdapat pada yang tidak tergantung
risks pada hasil evaluasi
kemungkinan terjadi
pengendalaian tahun
dan dampak yang
sebelumnya
ditimbulkan
Teknik Mendeteksi Kecurangan

Critical Point Auditing (CPA)


Suatu teknik dimana melalui pemeriksaan
atas catatan pembukuan, gejala suatu
manipulasi dapat diidentifikasi.

Job Sensitivity Analysis (JSA)

01 Teknik analisis kepekaan pekerjaan (job sensitivity analysis)


didasarkan pada suatu asumsi. Dengan kata lain, teknik ini
merupakan analisis dengan risiko kecurangan dari sudut “pelaku
potensial”, sehingga pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya
kecurangan dapat dilakukan missal :
Perketat pengendalian intern pada intern pada posisi-posisi yang
rawan kecurangan
a. Analisis Tren
Pengujian ini terutama dilakukan atas kewajaran pembukuan pada
rekening buku besar & menyangkut pula pembandingannya dengan
data sejenis untuk periode sebelumnya maupun dengan data
sejenis dari cabang2 perusahaan.

b. Pengujian Khusus
Pengujian ini dilakukan terhadap kegiatan2 yang memiliki risiko
tinggi untuk terjadinya kecurangan seperti :
1) Pembelian;
2) Pemeriksaan tingkat kewenangan Pejabat dalam melakukan
02
pembelian & menyetujui faktur;
3) Melakukan uji-petik terhadap kontrak, terutama dari pemasok
yang barang-barangnya dibeli tanpa ada harga resminya;
4) Penjualan; dan
5) Pemasaran.
Kecurangan dalam aktivitas ini biasanya dilakukan dengan cara
seolah-olah terjadi penjualan yang diikuti dengan pengiriman barang
namun tanpa pendebetan pada rekening DEBITUR.
Kategori Jenis/Tipe Kecurangan

Tipe kecurangan menurut Albrecht .[Link] ( Fraud Examination )


Kategori Jenis/Tipe Kecurangan Menurut ACFE

Hal ini dapat didefinisikan sebagai kecurangan


yang dilakukan manajemen dalam bentuk salah
saji material Laporan Keuangan yang merugikan
investor & kreditor. Kecurangan ini dapat bersifat
financial atau kecurangan non financial

Korupsi pada konteks pembahasan menurut


ACFE, bukan pengertian korupsi menurut UU
Pemberantasan TPK di Indonesia.
Menurut ACFE, korupsi terbagi ke dalam : Hal ini dapat digolongkan ke dalam
a. Pertentangan kepentingan (conflict of ‘Kecurangan Kas’ & ‘Kecurangan
interest); atas Persediaan’ & ‘Aset Lainnya’,
b. Suap (bribery); serta pengeluaran-pengeluaran
c. Pemberian illegal (illegal gratuity); dan biaya secara curang (fraudulent
d. Pemerasan (economic extortion). disbursement).
Pelaku Kecurangan

Internally communitted for the


Repeat offenders perceived benefit of the corporation
Pelaku yang melakukan Pelaku kecurangan biasanya pegawai yang
kecurangan lebih dari 2 (dua) percaya bahwa tindakan kecurangan yang
kali factor kesempatan yang dilakukan adalah untuk kebaikan
menjadi pemicunya organisasi/Perusahaan atas perintah atasan

01 02 03 04

First time offenders Organized crime groups


Pelaku tanpa latar belakang kriminal, Pelaku yang berkelompok
dimana pelaku memiliki tekanan melakukan kecurangan
penghasilan maka mencari professional, bisa juga secara
kelemahan pengendalian internal individu seperti penyuapan,
untuk melakukan kecurangan. pemerasan dan lain-lain.
Pendapat Wolfe & Hermanson (2004)
Suatu kemampuan berkaitan dengan posisi seseorang di dalam
suatu perusahaan dalam memanfaatkan kesempatan untuk
Posisi dalam organisasi dapat memberikan melakukan penipuan. Semakin tinggi jabatan seseorang didalam
perusahaan, maka akan semakin besar pengaruhnya atas situasi
kemampuan untuk memanfaatkan tertentu atau lingkungan
kesempatan dalam melakukan fraud
Memiliki pemahaman kemampuan yang
Diperlukan kemampuan tepat akan membuat seseorang menjadi
mengendalikan stress karena cukup cerdas untuk :
menyembunyikan fraud dalam waktu 1. Memanfaatkan kelemahan pengendalian
yang lama menimbulkan stress internal;
2. Fungsi; dan
3. Akses wewenang untuk keuntungan
pribadinya
Capability of Fraudster
doing fraud activity
Dengan ego yang kuat dan keyakinan
bahwa dia tidak akan terdeteksi melakukan
kecurangan menjadi karakteristik dasar
seorang pelaku fraud. Ciri kepribadian
yang lain berupa :
Kebohongan yang efektif & konsisten
1. Percaya diri yang tinggi; dan
menjadi kunci sukses bagi si pelaku fraud
2. Sering mencintai diri sendiri
(kecurangan). Ketika menghindari deteksi,
individu dimaksud biasanya harus :
1. Mampu berbohong;
2. Meyakinkan; dan
3. Melacak cerita secara keseluruhan Pelaku fraud (kecurangan) dapat memaksa orang lain untuk :
1. Melakukan penipuan; atau
2. Menyembunyikan penipuan.
Pelaku ini merupakan pribadi yang persuasif & dapat
meyakinkan orang lain untuk bekerja sama dalam penipuan
RED FLAGS Karakterikstik yang bersifat kondisi / situasi
tertentu, perilaku / kondisi seseorang personal
Petunjuk adanya kecurangan tersebut dinamakan Red flag (Fraud indicators)
biasanya ditunjukkan oleh
munculnya gejala-gejala (symptoms)
:
Perubahan gaya hidup atau perilaku
seseorang :
1. Boros;
2. Suka pamer barang mewah
01

03
Keluhan dari pelanggan ataupun
kecurigaan dari rekan sekerja

Dokumentasi yang mencurigakan :


1. Reimburstment pengeluaran
tanpa dokumen pendukung yang 02
lengkap Yang bersangkutan selalu
muncul selaku pihak yang turut
2. Penggunaan kwitansi tidak resmi
yang ditandatangani oleh pengaju
04 terlibat pada saat terjadi
reimburstment itu sendiri & peristiwa yang diaudit
disetujui atasan tanpa diperiksa sebelumnya
PENYEBAB TIMBULNYA KECURANGAN

Pengendalian intern tidak ada atau lemah atau


dilakukan dengan longgar & tidak efektif.

01 Pegawai dipekerjakan tanpa memikirkan


kejujuran & integritas mereka

02 Pegawai dieksploitasi dengan tidak baik, bahkan disalahgunakan atau


ditempatkan dengan tekanan yang besar untuk mencapai sasaran &

03 tujuan keuangan mengarah kepada tindak kecurangan

Model manajemen sendiri melakukan kecurangan, tidak efisien


& atau tidak efektif serta tidak taat terhadap hukum &
Dikit2 aku, gajiku peraturan yang berlaku
sedikit 04 Pegawai yang dipercaya memiliki masalah pribadi yang
tidak dapat dipecahkan, biasanya keuangan, kebutuhan

05 kesehatan keluarga, gaya hidup yang berlebihan

Si A aja begitu, Bos : “Bos besar


Orang itu gampang Industri dimana perusahaan menjadi
diajak kerjasama
boleh, masa aku
ga boleh?
sudah banyak duit,
masa aku ga bisa?” 06 bagiannya, memiliki sejarah atau tradisi
kecurangan
Mengatasi fraud itu tidak mudah, namun :

“RATHER FAIL WITH HONOUR


THAN SUCCED BY FRAUD”

Sopcholes/Sofokles
496BC – 406BC
Penulis Yunani Kuno

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai