Sistem Deteksi Kecurangan Terintegrasi
Sistem Deteksi Kecurangan Terintegrasi
DETECTION
BELAJAR YUK BY : IAS
Your best quote that reflects your
approach… “It’s one small step for
man, one giant leap for mankind.”
- NEIL ARMSTRONG -
DAFTAR ISI
1 2 3 4
Tujuan & 4 Pilar Ruang Lingkup Deteksi Motivasi melakukan Metodologi dan Teknik
Manfaat Mendeteksi Kecurangan Kecurangan (Fraud) mendeteksi Kecurangan
Kecurangan (Fraud)
5 6 7 8
Teknik Mendeteksi Kategori Jenis/Tipe Kecurangan Kategori Jenis/Tipe Kecurangan Pelaku Kecurangan
Kecurangan Menurut ACFE
9 10 11
Menilai mutu
5 pekerjaan setiap Memastikan seberapa
jauh harta perusahaan
3
bagian dalam dipertanggungjawabkan
melaksanakan & dilindungi dari
kemungkinan terjadinya
tugas yang segala bentuk
diberikan oleh pencurian, kecurangan
& penyalahgunaan;
A concept is stronger than fact manajemen
-Charlotte Perkins Gilman- Memastikan
an American humanist, novelist, writer, lecturer, advocate for social reform, and pengelolaan
eugenicist data yang
dikembangkan
dalam
organisasi dapat
dipercaya;
4
4 PILAR RUANG LINGKUP DETEKSI KECURANGAN (FRAUD)
FRAUD
POJK No.39/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019 tentang Penerapan
Strategi Anti Fraud Bagi Bank Umum Pasal 1 angka 2 menyatakan :
2. Fraud adalah tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau
memanipulasi Bank, nasabah, atau pihak lain, yang terjadi di lingkungan Bank dan/atau menggunakan sarana Bank
sehingga mengakibatkan Bank, nasabah, atau pihak lain menderita kerugian dan/atau pelaku Fraud memperoleh
keuntungan keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung
Tanggungjawab & kewajiban auditor internal untuk mampu mendeteksi kecurangan tertuang dalam Standard Audit Statement (SAS No 82)
dari AICPA menyatakan secara jelas bahwa masalah pokok dalam pemeriksaan (audit) adalah mendeteksi material misstatement in
financial statements. Auditor internal sebenarnya memiliki posisi yang lebih baik untuk mendeteksi kecurangan. Due Professional Care
Standar menugaskan auditor internal untuk membantu pengendalian kecurangan dengan memeriksa & mengevaluasi sistem pengendalian
internal
Tindak lanjut
Jeda Iklan
Cicero mengatakan :
“Untuk menghindari membusuknya seluruh tubuh
ikan itu, maka kepalanya harus dipotong” ujarnya
lagi. “Kebusukan itu dimulai dari puncak. Kebusukan
itu dimulai dari pemimpin-pemimpin”.
Begitulah dia berteriak.
Greed Opportunity
Exposes Need
Exposes
Need
Berkaitan dengan hukuman pada pelaku korupsi
Berhubungan dengan sikap mental yang tidak pernah
yang rendah. Hukuman yang dikenakan tidak
Jack Bologne cukup, penuh sikap konsumerisme, & selalu sarat akan
membuat efek jera untuk sang pelaku maupun orang
kebutuhan yang tak pernah usai
(The GONE theory) lain. Deterrence effect yang minim
Jeda Iklan
Rumus Korupsi :
“Korupsi dapat terjadi jika ada monopoli kekuasaan yang
dipegang oleh seseorang, memiliki kemerdekaan bertindak
atau wewenang yang berlebihan tanpa didukung oleh
pertanggungjawaban yang jelas.”
(C=D+M-A)
Coruption = Discretion + Monopoly – Accountability
Prof. Robert Klitgaard
American academic, former president of Claremont
Graduate University & former dean of the Frederick
S. Pardee RAND Graduate Scholl
Metodologi dan Teknik mendeteksi Kecurangan
Untuk metodologi yang digunakan dalam penilaian resiko kecurangan khusunya dalam ruang
lingkup audit dapat menggunakan panduan yang diterbitkan oleh IFAC Audit Guide (2007;145)
dimana dijelaskan dalam prosedur penaksiran resiko kecurangan, audit team harus
mengindentifikasikan risiko – risiko kecurangan secara bersama-sama ke dalam eleman-
elemen fraud triangle. Selanjutnya risiko-risiko yang telah diklasifikasikan ke dalam elemen-
eleman fraud triangle nantinya akan dinilai tingkat signifikasinya berdasarkan profesional
judgement oleh auditor. Prosedur penaksiran risiko kecurangan (Fraud Risk assessment
Procedure) dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut (IFAC Audit Guide, 2007;145-
151) :
Asessment
01 Audit Team
Discussion
Identification of
Fraud Risk Factor 02 03 of fraud Risk 04 Fraud
Register
Risk
06 Responding to
05 Penilaian terhadap
Saat kemudian
diklasifikasikan
risiko
menjadi
signifikan, Auditor Harus
signifikant Risks
b. Pengujian Khusus
Pengujian ini dilakukan terhadap kegiatan2 yang memiliki risiko
tinggi untuk terjadinya kecurangan seperti :
1) Pembelian;
2) Pemeriksaan tingkat kewenangan Pejabat dalam melakukan
02
pembelian & menyetujui faktur;
3) Melakukan uji-petik terhadap kontrak, terutama dari pemasok
yang barang-barangnya dibeli tanpa ada harga resminya;
4) Penjualan; dan
5) Pemasaran.
Kecurangan dalam aktivitas ini biasanya dilakukan dengan cara
seolah-olah terjadi penjualan yang diikuti dengan pengiriman barang
namun tanpa pendebetan pada rekening DEBITUR.
Kategori Jenis/Tipe Kecurangan
01 02 03 04
03
Keluhan dari pelanggan ataupun
kecurigaan dari rekan sekerja
Sopcholes/Sofokles
496BC – 406BC
Penulis Yunani Kuno
TERIMA KASIH