0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan11 halaman

Praktik Laboratorium Medik yang Baik

Makalah ini membahas tentang Good Laboratory Practice (GLP) dalam manajemen laboratorium medik. Makalah ini menjelaskan pengertian laboratorium medik, jenis dan klasifikasi laboratorium medik, kebijakan laboratorium medik, serta kode etik yang berlaku bagi tenaga kesehatan yang bekerja di laboratorium medik."

Diunggah oleh

fianiswara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan11 halaman

Praktik Laboratorium Medik yang Baik

Makalah ini membahas tentang Good Laboratory Practice (GLP) dalam manajemen laboratorium medik. Makalah ini menjelaskan pengertian laboratorium medik, jenis dan klasifikasi laboratorium medik, kebijakan laboratorium medik, serta kode etik yang berlaku bagi tenaga kesehatan yang bekerja di laboratorium medik."

Diunggah oleh

fianiswara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Makalah Manajemen Laboratorium Medik

Good Laboratory Practice


Dosen Pembimbing : Dian Nurmansyah, [Link], [Link]

Oleh Kelompok 2 :

1. Desti Meiliadi
2. Liani Diah Kesuma
3. Lucky Hediati
4. Muhamad Rinaldi
5. Putri Amalga
6. Ramadhan
7. Yuniartie Shafarina

YAYASAN BORNEO LESTARI


AKADEMI ANALIS KESEHATAN BORNEO LESTARI
BANJARBARU
2018
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat
dan karunia-Nya kami sudah dapat menyelesaikan Makalah Manajemen Laboratorium
ini yang berjudul Good Laboratory Practice (GLP) , Shalawat serta salam kita haturkan
kepada Nabi Muhammad S.A.W beserta keluarga dan sahabatnya sekalian.
Disini kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini memang masih
banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi bahasa, penulisan
dan pengolahan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritikan, saran dan masukan
yang sifatnya membangun. Atas saran dan kritikan penulis ucapkan terima kasih.

Banjarbaru, 11 April 2018


DAFTAR ISI
Cover i
Kata Pengantar ii
Daftar isi iii
1. Pendahuluan
1.1 Latar belakang 4
1.2 Tujuan 4
1.3 Manfaat 4
2. Isi
2.1 Pengertian Laboratorium Medik dan prinsip 5
2.2 Jenis dan Klasifikasi Laboratorium Medik 5
2.3 Kebijakan Laboratorium Medik 6
2.4 Kode Etik Profesi 7
3. Penutup
3.1 Kesimpulan 8
3.2 Saran 8
Daftar Pustaka 9
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mendengar kata laboratorium tentu sudah tidak asing lagi bagi Anda. ketika Anda
sakit dan pergi ke rumah sakit atau ke dokter, sebelum tindakan pengobatan
biasanya Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke laboratorium. Sebagian
dari Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa harus diperiksa dahulu di
laboratorium? Mengapa dokter tidak langsung saja memberi obat atau tindakan
medis selanjutnya? Seberapa penting hasil pemeriksaan laboratorium itu
berpengaruh terhadap tindakan pengobatan? Untuk menjawab beberapa pertanyaan
tersebut, maka tentu Anda harus memahami terlebih dahulu apa itu laboratorium
medik. Sekarang, dengan tugas Anda sebagai Ahli Teknologi Laboratorium Medik
(ATLM), mengetahui apa itu laboratorium medik tentu menjadi sangat penting untuk
meningkatkan mutu layanan Anda. laboratorium kesehatan. Dalam beberapa kondisi
laboratorium medik juga biasanya dikenal hanya dengan istilah laboratorium saja.
Maka tidak heran bila Anda berada di rumah sakit istilah yang tertulis pada nama
ruangan hanya Laboratorium . Tetapi pada beberapa rumah sakit yang cukup besar
-dengan jumlah laboratorium yang cukup banyak- biasanya laboratorium ini juga
memiliki nama-nama khusus tergantung dari jenis pemeriksaannya, seperti
Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Patologi, dan lain-lain. Keberadaan
laboratorium ini sangat penting untuk rumah sakit khususnya bagi para dokter
dalam menentukan jenis dan cara pengobatan. Selain di rumah sakit, beberapa
laboratorium medik juga dikelola secara mandiri/swasta. Fungsinya sama saja,
hanya pengelolaannya yang berbeda. Untuk mengetahui bagaimana peran
laboratorium dalam dunia kesehatan, maka Anda harus memahami terlebih dahulu
tentang prinsip dasar laboratorium medik.

1.2 Tujuan
1. Menjelaskan pengertian laboratorium medik
2. Menjelaskan klasifikasi laboratorium medik
3. Menjelaskan kebijakan laboratorium medik
4. Mengaplikasikan etika bekerja di laboratorium medik
5.
1.3 Manfaat
1. Untuk menjelaskan pengertian laboratorium medik
2. Untuk menjelaskan klasifikasi laboratorium medik
3. Untuk menjelaskan kebijakan laboratorium medik
4. Untuk mengaplikasikan etika bekerja di laboratorium medik
BAB II
ISI

2.1 Pengertian Laboratorium Medik


Menurut Permenkes RI No. 411/Menkes/Per/III/2010, Laboratorium Klinik adalah
laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik
untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan perorangan terutama untuk
menunjang upaya diagnosis penyakit, dan memulihkan kesehatan. Definisi lain
laboratorium klinik diberikan oleh Seyoum (2006:14): laboratorium adalah tempat
yang dilengkapi dengan berbagai instrumen, peralatan dan bahan kimia (reagen),
untuk melakukan karya eksperimental, kegiatan penelitian dan prosedur
pemeriksaan. Laboratorium medik merupakan salah satu bagian laboratorium yang
dilengkapi dengan berbagai instrumen biomedis, peralatan, bahan dan reagen
(bahan kimia) untuk melakukan berbagai kegiatan pemeriksaan laboratorium
dengan menggunakan spesimen biologis (whole blood, serum, plasma, urine, tinja,
dll). Bila melihat kedua definisi di atas baik menurut Permenkes RI No.
411/Menkes/Per/III/2010 maupun menurut Seyoum, dapat dikatakan bahwa
laboratorium klinik adalah sebuah tempat di mana di dalamnya terdapat instrumen,
peralatan, serta bahan dan reagen yang digunakan untuk pemeriksaan laboratorium
dengan menggunakan spesimen biologis sebagai penunjang diagnosis penyakit dan
pemulihan kesehatan.

2.2 Jenis dan Klasifikasi Laboratorium Medik


Laboratorium klinik umum adalah laboratorium yang melaksanakan pelayanan
pemeriksaan spesimen klinik di bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi klinik,
parasitologi klinik, dan imunologi klinik. Contohnya adalah Laboratorium Rumah
Sakit. Laboratorium klinik umum diklasifikasikan menjadi :
a) Laboratorium klinik umum pratama, yaitu laboratorium yang
melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik dengan
kemampuan pemeriksaan terbatas dengan teknik sederhana. Contohnya
Laboratorium Puskesmas
b) Laboratorium klinik umum madya, yaitu laboratorium yang melaksanakan
pelayanan pemeriksaan spesimen klinik dengan kemampuan pemeriksaan
tingkat laboratorium klinik umum pratama dan pemeriksaan imunologi
dengan teknik [Link] Laboratorium Rumah Sakit type C
c) Laboratorium klinik umum utama, yaitu laboratorium yang melaksanakan
pelayanan pemeriksaan spesimen klinik dengan kemampuan pemeriksaan
lebih lengkap dari laboratorium klinik umum madya dengan teknik
automatik. Contohnya adalah Laboratorium Rumah Sakit Type A dan B

Laboratorium klinik khusus adalah laboratorium yang melaksanakan pelayanan


pemeriksaan spesimen klinik pada 1 (satu) bidang pemeriksaan khusus dengan
kemampuan tertentu. Laboratorium klinik khusus diklasifikasikan menjadi :
a) Laboratorium mikrobiologi klinik, yaitu laboratorium yang melaksanakan
pemeriksaan mikroskopis, biakan, identifikasi bakteri, jamur, virus, dan uji
kepekaan.
b) Laboratorium parasitologi klinik, yaitu laboratorium yang melaksanakan
pemeriksaan identifikasi parasit atau stadium dari parasit baik secara
mikroskopis dengan atau tanpa pulasan, biakan atau imunoesai
c) Laboratorium patologi anatomi, yaitu laboratorium yang melaksanakan
pembuatan preparat histopatologi, pulasan khusus sederhana, pembuatan
preparat sitologi, dan pembuatan preparat dengan teknik potong beku.

2.3 Kebijakan Laboratorium Medik


1. Jam kerja dan pekerjaan darurat laboratorium Sedapat mungkin harus ada jam
kerja laboratorium yang pasti. Di laboratorium yang kecil tapi jumlah pasiennya
banyak seringkali lebih sulit untuk mempertahankan jam kerja. Ini karena aliran
rawat jalan yang besar dan sifat darurat sebagian besar pekerjaan. Di luar jam
kerja normal, setiap laboratorium harus mengatur sistem untuk menguji
spesimen yang mendesak.
2. Rentang tes yang akan dilakukan dan yang harus dirujuk ke level yang lebih tinggi
Dalam beberapa kasus, seringkali laboratorium tidak memiliki peralatan atau
sumber daya yang memadai untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. Hal ini
memungkinkan dilakukannya pemeriksaan di laboratorium lain dengan kualifikasi
yang lebih tinggi. Rentang tes yang akan dilakukan bergantung pada:
a. Jumlah staf yang tersedia;
b. Ketersediaan sumber daya material;
c. Jenis institusi kesehatan (rumah sakit atau puskesmas);
d. Rujukan spesimen (jika perlu). Contoh, spesimen untuk deteksi HIV dan
sampel air untuk analisis bakteriologis.
3. Koleksi spesimen laboratorium
Koleksi specimen adalah pengumpulan, penanganan dan pengiriman spesimen
medis. Berbagai jenis spesimen diterima setiap hari di laboratorium dan perlu
diperhatikan beberapa rincian untuk memastikan spesimen yang tepat
dikumpulkan. Contohnya spesimen dikumpulkan berdasarkan jenisnya dan jenis
pemeriksaannya.
4. Kapasitas beban kerja laboratorium.
Kapasitas beban kerja harus disesuaikan dengan jumlah staf dan tingkat
pelatihan, ukuran laboratorium dan ketersediaan fasilitas laboratorium. Idealnya,
pekerjaan mikroskopik (yang universal untuk semua tingkat laboratorium) per
hari tidak boleh melebihi total empat jam. Bila jumlah pekerjaan yang diminta
berada di luar kemampuan laboratorium, pengujian spesimen menjadi tidak
dapat diandalkan dan ukuran pengamanan cenderung diabaikan. Di sisi lain,
terlalu sedikit pekerjaan juga bisa menyebabkan hasil uji yang tidak dapat
diandalkan karena kurang konsentrasi. Contohnya adalah Laboratorium
Puskesmas dengan jumlah staf dan peralatan yang terbatas tidak dapat
mengerjakan pemeriksaan laboratorium yang bersifat khusus seperti
imunoserologi.

2.4 Kode Etik Profesi Laboratorium Medik


Kode etik di atas adalah beberapa sikap dan perilaku yang wajib Anda
pahami dan laksanakan saat bekerja di laboratorium. Pada prakteknya, butir-butir
tersebut dapat bertambah, disesuaikan dengan kondisi yang ada di
masing-masing laboratorium tetapi tidak boleh dikurangi atau dihilangkan.
1. Etika terhadap pasien dan keluarga, serta sejawat:
a) Tempatkan kesejahteraan dan pelayanan orang sakit di atas
kepentingan Anda sendiri
b) Jangan mengungkapkan hasil pemeriksaan kepada pasien atau
orang yang tidak berwenang.
c) Bersikap simpatik dan berilah perhatian pada orang sakit dan
keluarganya
d) Perlakukan hasil pemeriksaan dan informasi pasien Anda dengan
kerahasiaan yang ketat.
e) Menghormati rekan kerja dan bekerja secara harmonis

2. Etika terhadap profesi ATLM saat bekerja di laboratorium:


a) Jadilah loyal terhadap profesi laboratorium medis Anda dengan
mempertahankan standar kerja yang tinggi dan dengan
meningkatkan keterampilan dan pengetahuan profesional Anda.
b) Bekerja secara ilmiah dan dengan penuh kejujuran.
c) Jangan menyalahgunakan keahlian atau pengetahuan profesional
Anda untuk keuntungan pribadi.
d) Jangan pernah mengambil sesuatu dari tempat kerja yang bukan
milik Anda.
e) Mempromosikan perawatan kesehatan, pencegahan dan
pengendalian penyakit.
f) Ikuti tindakan pencegahan dan ketahui bagaimana menerapkan
pertolongan pertama pada kecelakaan di laboratorium.
g) Jangan mengkonsumsi alkohol atau bahan peledak lainnya selama
jam kerja atau saat dalam keadaan siaga darurat.
h) Gunakan peralatan dan bahan di laboratorium dengan benar dan
hati-hati.
i) Jangan membuang reagen atau perlengkapan laboratorium lainnya
sembarangan.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Prinsip-prinsip dasar laboratorium medik menguraikan tentang hal-hal mendasar
yang harus diketahui dan dipahami oleh seorang tenaga ahli laboratorium medik.
Prinsip-prinsip tersebut dimulai dari memahami pengertian laboratorium medik,
mengetahui jenis dan klasifikasi laboratorium medik, mengetahui kebijakan
laboratorium medik, dan melaksanakan kode etik profesi di laboratorium
medikBerbagai kompetensi tersebut adalah kemampuan-kemampuan dasar yang
harus dimiliki seorang ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medik) saat Anda
bekerja di laboratorium medik.

3.2 Saran
Disini kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini memang masih
banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi bahasa,
penulisan dan pengolahan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritikan, saran
dan masukan yang sifatnya membangun. Atas saran dan kritik penulis ucapkan
terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
∙ Permenkes RI No. 411/Menkes/Per/III/2010 tentang Laboratorium Klinik
∙ Seyoum, B., (2006)Introduction to Medical Laboratory Technology, Haramaya
University, Ethiopia Public Health Training Initiative (EPHTI)

Anda mungkin juga menyukai