PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG JAGUNG MANIS TERHADAP
KUALITAS CUPCAKE
PROPOSAL PENELITIAN
BOBY ERTANTO
NIM 19075236
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN KELUARGA
FAKULTAS PARIWISATA DAN PERHOTELAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan atas kehadiran Allah SWTyang telah
memberikan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
proposal penelitian yang berjudul “PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG
JAGUNG MANIS TERHADAP KUAITAS CUPCAKE” Sholawat beserta salam
penulis ucapkan kepada junjungan alam yakni Nabi Muhammad Salallahu Alaihi
Wasalam yang telah membawa perubahan kepada umat manusia berupa ilmu
pengetahuan dan akhlakul karimah.
Dalam penyusunan proposal penelitian ini, penulis banyak mendapatkan
bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, baik moral maupun material. Untuk
itu dalam kesempatan ini, dengan kerendahan hati penulis mengucapkan
terimakasih kepada:
1. Ibu Prof. Dra. Asmar Yulastri, [Link]. Ph.D, selaku Dekan Fakulats
Pariwisata Dan Perhotelan Universitas Negeri Padang.
2. Ibu Sri Zulfia Novita, [Link], [Link], selaku Ketua Departemen ilmu
Kesejahteraan Keluarga Fakultas Pariwisata Dan Perhotelan Universitas
Negeri Padang.
3. Ibu Cici Andriani , [Link], selaku Sekretaris departemen Il,u Kesejahteraan
Keluarga Fakultas Pariwisata Dan Perhotelan Universitas negeri Padang.
4. Ibu Dra. Reno Yelfi, [Link], se;alu Penasehat Akademik.
5. Ibu Juliana Siregar,[Link], [Link]. T,selaku Pembimbing Skripsi yang telah
banyak meluangkan waktu, pikiran, tenaga, serta memberikan
bimbingannasehat dan aranselama membimbing penulis.
6. Seuruh staf pengajar, karyawan dan teknisiDepartemen Ilmu
Kesejahteraan Keluarga Fakultas Pariwisata Dan Perhotelan Universitas
Negeri Padang.
7. Uca[an terimakasih yang tak terhingga kepada Orang Tua yang selalu
memnerikan Doa, bantuan material, dorongan dan motivasi kepada penulis
sehinggasehingga proosal penelitian ini dapat terselesaikan dengan
[Link] terimakasi kepada teman-teman seperjuanganyang memberi
semangat, motivasi, bantun dan dorongan pada penulis dalam
menyelesaikan proposal [enelitian ini.
Dalam penulisan proposal penelitian inipenulis berupaya
sepenuhnyadalam segala keterbatasan waktu, pikiran danpengalamanyang
ada guna tersusunya proposal penelitianini dengan baik. Namun sebagai
manusia tentu tidak liput dari kekurangan,maka dari itu penulis
mengharapkan kritik dan saran sertamasukan dari berbagai pihakuntuk
kebaikan dan kemajuan penulis dimasa yang akan datang. Semoga
proposal penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya srta bagi
penulis khususnya, Aamin Yaa Rabbal alamin.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ii
DAFTAR
ISI..........................................................................................................iii
BAB 1
PENDAHULUAN.......................................................................................1
A. Latar Belakang......................................................................................1
B. Identifikasi Masalah..............................................................................7
C. Batasan Masalah....................................................................................7
D. Rumusan Masalah.................................................................................8
E. Tujuan Penelitian...................................................................................8
BAB II KAJIAN TEORI.....................................................................................11
A. Capcake ..............................................................................................11
B. Jagung Manis.......................................................................................23
C. Tepung Jagung Manis.........................................................................25
D. Kerangka Konseptual..........................................................................27
E. Hipotesis Penelitian.............................................................................28
BAB III METODOLOGI PENELITIAN..........................................................28
A. Metode Penelitian................................................................................28
B. Tempat Dan Waktu Penelitian............................................................30
C. Objek Penelitian..................................................................................30
D. Definisi Operasional Dan Variabel.....................................................30
E. Jenis Dan Sumber data ......................................................................32
F. Prosedur Penelitian..............................................................................33
G. Rancangan penelitian..........................................................................38
H. Kontrol Validasi..................................................................................40
I. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian.........................40
J. Teknik Analisis Data...........................................................................41
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Cupcake merupakan salah satu jenis yang cukup terkenal di Indonesia
karena memiliki rasa yang lezat, ukuran yang mini, memiliki bentuk yang
menarik dan sering dijadikan makanan selingan atau kudapan oleh masyarakat
sehingga banyak digemari oleh berbagai kalagan usia, Cupcake pertama kali
berkembang di Amerika pada abad ke-19, di Australia dikenal dengan nama
fairy cake atau party cake sedangkan di Inggris dikenal dengan nama fairy
cake. Resep Cupcake pertama kali dikenal tahun 1976 pada buku American
Cookery yang ditulis oleh amelia simons dan tahun 1828 dalam resep berjudul
Seventy-five Receipts for pastry, Cakes and Sweearmeats yang ditulis oleh
Eliza Leslie sehingga dari buku tersebut isitilah Cupcake mulai dikenal
(Candra, 2019).
Semakin meningkatnya perkembangan kuliner, maka perlu dibuat inovasi
baru dari cupcake yang pada umumnya masih menggunakan tepung terigu
bahan utamanya. Tepung terigu menjadi produk yang penting bagi masyarakat
Indonesia karena tepung terigu telah menjadi bahan baku yang telah banyak
digunakan untuk menghasilkan berbagai macam produk makanan. Kebutuhan
tepung terigu di Indonesia setiap tahun terus meningkat. Mengutip data Badan
Pusat Satistik (BPS) , impor gandum Indonesia mencapai 4,3 juta ton
disepanjang Januari-Mei 2022.
Himbauan pemerintahan kepada para produsen makanan agar
mengurangi penggunaan tepung terigu sebgai bahan dasar pembuatan makana
dalam rangka mengurangi penggunaan bahan impor agar dapat meningkatkan
pengguanaan bahan pangan local yang berlimpah. Salah satu yang bisa
dikembangkan untuk mengatasi ketergantungan terhadap tepung terigu adalah
menggunakan tepung dari bahan pangan local seperti tepung jagung masis.
Tepung jagung manis dapat digunakan sebagai bahan alternatif untuk
substitusi tepung terigu dalam pembuatan berbagai macam produk makanan.
Pembuatan kue nastar yang diinovasikan dengan penggunaan tepung jagung
manis sebagai bahan substitusi tepung terigu dalam olahan cupcake dapat
menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan dalam penggunaan tepung
terigu sekaligus menciptakan inovasi baru dalam produk makanan. Selain itu,
penggunaan tepung jagung dalam pembuatan kue nastar juga dimaksudkan
sebagai upaya penambahan keanekaragaman produk olahan tepung jagung
dari hasil pertanian lokal. Tepung jagung manis mengandung serat pangan larut
dan tidak larut dalam air. Seperti telah diketahui, serat pangan sangat
dibutuhkan untuk kesehatan tubuh. Tepung jagung adalah bentuk hasil
pengolahan bahan dengan cara penggilingan atau penepungan. Tepung jagung
adalah produk setengah jadi dari biji jagung kering pipilan yang dihaluskan
dengan cara penggilingan kemudian di ayak (Anonim, 2015).
Tepung jagung manis adalah tepung yang diperoleh dengan cara
menggiling biji jagung yang bersih dan baik melalui proses pemisahan kulit,
endosperm, lembaga, dan tip cap. Endosperm merupakan bagian biji jagung
yang digiling menjadi tepung dan memiliki kadar karbohidrat yang tinggi.
Kulit memiliki kandungan serat yang tinggisehingga kulit harus dipisahkan
dari endosperm karena dapat membuat tepung bertekstur kasar, sedangkan
lembaga merupakan bagian biji jagung yang paling tinggi kandungan lemaknya
sehingga harus dipisahkan karena lemak yang terkandung di dalam lembaga
dapat membuat tepung tengik. Tip cap merupakan tempat melekatnya biji
jagung pada tongkol jagung yang harus dipisahkan sebelum proses penepungan
agar tidak terdapat butir-butir hitam pada tepung (Anonim, 2015).
Berdasarkan studi pendahulu pembuatan kue naster dengan daun kelor,
peneliti mencoba menggunakan perlakuan penambahan tepung jagung manis
dengan 15%, 30%, 45%. Dengan cara berinovasi membuat produk cupcake
dengan penambahan tepung jagung sebagai salasatuh tanaman buah yang
memiliki kandungan serat dan vitamin yang lengkap untuk meningkatkan
kandungan gizi dan agar semakin dikenal serta digemari masyarakat.
Tingginya kandungan nutrisi pada tepung jagung menjadikannya sebagai
alternatif bahan yang dapat ditambahkan keberbagai pangan olahan untuk
meningkatkan nilai gizi (fortipikasi) (Valdivie-Navarro dkk.,2019).
Berdasarkan penjelasan di atas maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian yang berjudul “Pengaruh Substitusi Tepung Jagung Manis Terhadap
Kualitas Cupcake”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, makapdentifikasi masalah pada
penelitian ini yaitu :
1. Ketergantungan penduduk indonesia dalam mengonsumsi tepung terigu
sangat tinggi.
2. Kurangnya keanekaragaman dari olahan tepung jagung manis
3. Cupcake merupakan makanan yang cukup digemari masyarakat Indonesia
namun masih menggunakan tepung terigu sebagai bahan utamanya dimana
gandum sebagai bahan dasar terigu merupakan bahan impor dengan jumlah
besar di Indonesia.
4. Belum adanya penelitian mengenai pengaruh subsitusi tepung jagung manis
terhadap kualitas Cupcake.
C. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka peneliti membatasi
masalah pada penelitian yaitu pengaruh subsitusi tepung jagung manis
dengan komposisi yang bervariasi yaitu 15%, 30%, dan 45% dari jumlah
keseluruhan tepung terigu yang digunakan terhadap kualitas bentuk, warna,
aroma, tekstur dan rasa pada produk Cupcake.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan Batasan masalah di atas, maka penulis memberikan
rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh subsitusi penggunaan tepung jagung manis
sebanyak 15%. 30%. 45% terhadap bentuk Cupcake?
2. Bagaimana pengaruh subsitusi penggunaan tepung jagung manis
sebanyak 15%, 30%, 45% terhadap warna Cupcake?
3. Bagaimana pengaruh subsitusi penggunaan tepung jagung manis
sebanyak 15%, 30%, 45% terhadap aroma Cupcake?
4. Bagaimana pengaruh subsitusi pengunaan tepung kahung manis
sebanyak 15%, 30%, 45% terhadap tekstur Cupcake?
5. Bagaimana pengaruh substitusi penggunaan tepung jagung manis
sebanyak 15%, 30%, 45% terhadap rasa Cupcake.
E. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas, maka tujuan yang ingin
dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Mengetahui pengaruh subsitusi penggunaan tepung jagung manis
sebanyak 15%, 30%, 45% terhadap bentuk Cupcake
2. Mengetahui pengaruh subsitusi penggunaan tepung jagung manis
sebanyak 15%, 30%,45% terhadap warna Cupcake
3. Mengetahui pengaruh subsitusi penggunaan tepung jagung manis
sebanyak 15%, 30%,45% terhadap aroma Cupcake
4. Mengetahui pengaruh subsitusi penggunaan tepung jagung manis
sebanyak 15%, 30%,45% terhadap tekstur Cupcak.
5. Mengetahui pengaruh subsitusi penggunaan tepung jagung manis
sebanyak 15%, 30%,45% terhadap rasa Cupcake.
F. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang telah diuraikan , manfaat penelitian
yang dapat diambil dari penelitian ini antara lain:
[Link] Teoritis
a). Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai sumber bacaan dan literatur
tentang pengaruh substitusi tepung jagung manis terhadap kualitas
Cupcake.
b). Memberi kontribusi bagi ilmu pengetahuan dan Pendidikan yang
berkaitan dengan jagung manis dan Cupcake.
[Link] Praktkis
a). Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan
jagung manis sebagai substitusi tepung terigu pada Cupcake.
b). Meningkatkan nilai jual jagung manis sehingga meningkatkan
perekonomian para petani.
c). Menambah literatur bagi mahasiswa yang melakukan penelitian
mengenai jagung manis dan Cupcake.
[Link] Akademis
a). Sebagai syarat untuk menyelesaikan program studi S1 Tata
Boga Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga Fakultas
Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang
BAB II
KAJIAN TEORI
[Link]
[Link] CupCake
Cupcake merupakan makanan kaya rasa yang berbahan dasar tepung
terigu, telur, gula dan lemak. Cupcake merupakan salah satu kudapan yang
banyak digemari mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa.
Cupcake memiliki nilai gizi protein yang cukup tinggi sehingga dapat
dijadikan sebagai makanan tambahan (Hartati dkk, 2020). Sejarah Cupcake
bermula pada abad ke-19 di Amerika Serikat. Awalnya Cupcake disebut
dengan kue 1234 karena jumlah bahan yang diperlukan dalam
pembuatannya yaitu 1 cangkir mentega, 2 cangkir gula, 3 cangkir tepung
terigu, dan 4 butir telur. Istilah Cupcake hadir karena dahulu bahan-bahan
untuk membuat kue diukur dengan menggunakan cup (cangkir) (Candra
2019). Popularitas Cupcake di Amerika Serikat berdampak hingga ke
negara lain termasuk Indonesia.
2. Ciri-ciri Cupcake
Cupcake adalah kue kecil yang dirancang untuk melayani satu orang,
yang dipanggang dalam kertas tipis atau cangkir alumunium (Wikipedia).
Cupcake memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang manis. Cupcake
merupakan makanan yang dimodifikasi dari cake dengan ukuran kecil dan
memiliki bentuk yang menarik. Sesuai dengan namanya, penyajian cake di
lakukan di dalam cup berbahan dasar [Link] dihias semenarik
mungkin sehingga Cupcake memiliki bentuk yang unik sehingga membuat
orang tertarik untuk mencobanya. Hiasan yang biasa digunakan untuk
menghias Cupcake yaitu butter cream, fondant, coklat, springkle dan lain-
lain.
Kini Cupcake sudah mengalami banyak perubahan baik dari segi
ukuran, cetakan, hiasan hingga wadah pengemasan yang menarik sehingga
Cupcake semakin digemari masyarakat dan banyak dijadikan pilihan acara
seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, hantaran natal dan lain-lain.
[Link] Cupcake
Resep standar pada penelitian ini yaitu menggunakan resep dari
Ismayeni (2007:22) dimana bahan dan langkah kerjanya sebagai berikut:
Tabel 1. Sesep standar cupcake
Bahan Jumlah
Tepung terigu 230 gram
Margarin 225 garm
Gula halus 150 gram
Telur 4 butir
Susu cair 60 ml
Beking powder 1 sdt
Vanili ½sdt
Sumber : Ismayeni (2007:12)
Cara membuat :
a) Campurkan margarin dan gula halus lalu aduk menggunakan mixer
hingga lembut.
b) Kemudian masukkan telur satu persatu lalu aduk lagi hingga
tercampur rata.
c) Masukkan tepung terigu, baking powder dan vanili yang telah
dicampur dalam satu wadah. Aduk menggunakan rubber spatula
hingga tercampur rata.
d) Masukkan susu cair sedikit demi sedikit lalu aduk hingga rata.
e) Terakhir masukkan adonan kedalam cetakan yang telah di alas dengan
paper cup lalu panggang menggunakan oven pada suhu 1800 C
selama 20-25 menit.
[Link]-bahan yang Digunakan dalam Membuat Cupcake
a. Tepung terigu
Terigu adalah hasil dari pengolahan biji gandum yang sering
digunakan dalam berbagai produk pangan (Yuliatmoko, 2012).
Tepung terigu mengandung gluten yang ketika disatukan bersama
cairan dapat berubah menjadi elastis sehingga membantu dalam
pembuatan tekstur roti dan kue (McKeon, 2007). Ada 3 jenis tepung
terigu yang beredar dipasaran yaitu tepung terigu protein tinggi (untuk
roti dan mie), tepung terigu protein sedang (untuk cake dan aneka
makanan) dan protein rendah (untuk kue dan biscuit). Tepung terigu
yang digunakan dalam penelitian ini adalah tepung terigu protein
sedang dengan merk Segitiga Biru.
b. Margarin
Margarin merupakan mentega sintetis yang terbuat dari lemak
nabati (Faridah, 2008). Margarin merupakan salah satu jenis lemak
yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Fungsi lemak dalam cake adalah
membantu dalam aerasi (pengisian udara dalam adonan cake
embutkan tekstur, memperbaiki rasa, memperbaiki kualitas
penyimpanan, memberi warna pada permukaan cake (Faridah dkk,
2008). Dikutip dari buku Kunci Sukses Pengolahan Cake, fungsi
margarin dalam pembuatan cake yaitu: 1). Melembutkan tekstur, 2).
Memperbaiki rasa, 3). Memperbaiki kualitas penyimpanan, 4).
Memberi warna yang lenih baik pada permukaan cake, 5). Membantu
dalam aerasi (mempertahankan udara yang masuk karena kocokan
pengadukan). Margarin yang digunakan dalam pembuatan Cupcake
pada penelitian ini adalah margarin dengan merk Blue Band.
[Link] Halus
Gula halus adalah gula pasir yang telah digiling / diblender /
dihaluskan menjadi halus sehingga tebentuk menjadi bubuk gula. Gula
halus digunakan karena lebih mudah larut dalam pencampuran pada
telur dan margarin. Fungsi gula halus pada Cupcake dalam buku
Kunci Sukses Pengolahan Adonan Cake yaitu untuk memberikan rasa
manis, menghaluskan crumb, memberi warna crumb lebih putih dan
juga warna kulit, membantu penangkapan udara, meningkatkan masa
simpan, melunakkan gluten dan protein telur sehingga crumb lebih
lembut. Gula halus yang digunakan dalam penelitian ini adalah gula
pasir dengan merk Berlian Jaya yang di haluskan menggunakan
blender.
[Link]
Telur merupakan salah satu bahan baku yang penting dalam
pembuatan kue-kue/roti yang baik (Faridah, 2008). Umumnya telur
yang digunakan dalam pembuatan cake adalah telur ayam ras dan
boiler (Sufiat, 2019). Fungsi telur telur pada pembuatan cake ialah
sebagai pengikat adonan cake, sebagai bahan pengembang, memberi
aroma harum, mempermudah pencampuran bahan-bahan dan
memperlama masa penyimpanan. Telur yang digunakan dalam
penelitian ini adalah telur ayam ras utuh yaitu kuning dan putihnya
dengan kondisi telur yang bersih dari kotoran dan tanpa ada bagian
yang rusak.
[Link] Cair
Susu adalah suatu emulsi dari bagian-bagian lemak yang sangat
kecil dalam larutan protein cair, gula dan mineral-mineral. Susu
digolongkan menjadi 3 golongan yaitu susu murni, susu pekat, susu
kering. Susu cair tergolong kedalam susu murni. Fungsi susu dalam
pembuatan cake adalah sebagai bahan pengempuk adonan cake
(Suryati Sufiat, 2019). Susu yang digunakan dalam pembuatan
Cupcake pada penelitian ini adalah susu cair UHT dengan merk Ultra
Milk.
[Link] Powder
Baking Powder merupakan bahan pengembang pada cake yang
merupakan modifikasi dari baking soda. Dikutip dari buku Kunci
Sukses Pengolahan Adonan Cake yang ditulis oleh Suryati
Sufiat(2019), didalam adonan baking powder akan melepaskan
gas selam pembakaran sehingga adoanan kue mengembang
sempurna. Baking Powder yang digunakan pada pembuatan Cupcake
dalam penelitian ini adalah Baking Powder dengan merk Koepoe
Koepoe.
[Link] bubuk
Vanili merupakan fermentasi polong buah (pod) vanili (Faridah,
dkk 2008). Fungsi vanili pada makanan dan minuman yaitu sebagai
pemberi aroma dan menghilangkan bau-bau yang kurang sedap
(Masuku, 2021). Vanili yang digunakan dalam pemuatan Cupcake
adalah vanili bubuk merk Koepoe Koepoe.
[Link] yang Digunakan dalam Membuat Cupcake
Alat yang digunakan dalam pembuatan Cupcake ini terbagi atas 3
kelompok yaitu alat persiapan, alat pengolahan dan alat penyajian.
a. Alat Persiapan
Alat persiapan merupakan alat yang digunakan sebelum
pengolahan. Berikut merupakan alat persiapan yang digunakan dalam
pembuatan Cupcake:
1) Timbangan Digital
Timbangan merupakan alat yang dipakai untuk mengukur
berat suatu benda dengan tampilan digital. Menurut Elida (2012)
“Timbangan terbuat dari besi, tembaga, aluminium, plastik,
stainless steel, dan digunakan untuk menimbang bahan makanan
yang padat dan cair seperti tepung, minyak, daging, air, susu,
dan sebagiannya”. Timbangan digital memiliki tingkat ketelitian
yang lebih tinggi dan lebih efisien dibandingkan timbangan
analog (Yandra dkk, 2016). Timbangan yang digunakan dalam
pembuatan Cupcake ini adalah timbangan digital dengan
kapasitas 10kg.
2) Waskom Stainless Steel
Menurut Anni Faridah, dkk (2008:99) “Mangkuk atau
Waskom terdapat dalam berbagai ukuran dan bahan, seperti
kaca, porselen, stainless steel dan palstik, digunakan untuk
mencampur bahan”. Penggunaan Waskom dalam penelitian
ini bertujuan untuk tempat meletakkan bahan-bahan yang
telah di timbang yang siap untuk diolah.
3) Saringan Tepung/Ayakan
Ayakan pada umumnya digunakan untuk mengayak
atau menyaring bahan-bahan berbentuk bubuk seperti
tepung-tepungan, gula halus, susu bubuk, dan lain-lain
(Ruaida, 2013). Ayakan/Saringan tepung yang digunakan
dalam pembuatan Cupcake adalah ayakan yang memiliki
lubang halus dengan bahan plastik.
4) Sendok Ukur
Sendok ukur merupakan alat ukur dalam bentuk
sendok. Sendok ukur berfungsi mengatur komposisi dalam
pembuatan kue (Isnaini dkk, 2020). Sendok ukur terdiri dari
satu set dengan ukuran yang berbeda-beda yang digunakan
untuk mengukur bahan kering maupun cair.
5) Sendok Makan
Sendok adalah alat makan yang memiliki cekungan
berbentuk lonjong atau bulat lonjong di satu ujung dan
gagang di ujung lainnya sebagai pegangannya. Sendok
merupakan alat mengambil makanan dari piring atau
mangkuk (Elida, 2012). Sendok makan dalam pembuatan
Cupcake berfungsi untuk mengambil bahan yang akan
ditimbang.
6) Lap Kerja
Lap kerja adalah kain berbentuk persegi empat dengan
bahan yang mudah menyerap air. Lap kerja berfungsi sebagai
alat untuk mengeringkan peralatan kerja serta membersihkan
kotoran pada area kerja.
b. Alat Pengolahan
1) Mixing Bowl
Mixing Bowl merupakan wadah berbentuk mangkuk
yang digunakan sebagai tempat untuk mencapurkan dan
mengaduk bahan-bahan yang akan diolah. Menurut Anni
Faridah, dkk (2008:99) “Mangkuk atau Waskom terdapat
dalam berbagai ukuran dan bahan, seperti kaca, porselen,
stainless steel dan palstik, digunakan untuk mencampur
bahan”. Mixing Bowl yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Mixing Bowl dengan bahan stainless steel.
2) Sendok Makan
Sendok adalah alat makan yang memiliki cekungan
berbentuk lonjong atau bulat lonjong di satu ujung dan
gagang di ujung lainnya sebagai pegangannya. Sendok
merupakan alat mengambil makanan dari piring atau
mangkuk (Elida, 2012). Sendok makan dalam pembuatan
Cupcake berfungsi untuk mengambil bahan yang akan
ditimbang.
3) Lap Kerja
Lap kerja adalah kain berbentuk persegi empat dengan
bahan yang mudah menyerap air. Lap kerja berfungsi sebagai
alat untuk mengeringkan peralatan kerja serta membersihkan
kotoran pada area kerja.
c. Alat Pengolahan
1) Mixing Bowl
Mixing Bowl merupakan wadah berbentuk mangkuk
yang digunakan sebagai tempat untuk mencapurkan dan
mengaduk bahan-bahan yang akan diolah. Menurut Anni
Faridah, dkk (2008:99) “Mangkuk atau Waskom terdapat
dalam berbagai ukuran dan bahan, seperti kaca, porselen,
stainless steel dan palstik, digunakan untuk mencampur
bahan”. Mixing Bowl yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Mixing Bowl dengan bahan stainless steel.
2) Cetakan Cupcake
Cetakan Cupcake merupakan cetakan berbahan dasar
alumunium yang berfungsi sebagai wadah Cupcake selama
proses pemanggangan agar bentuk Cupcake konsisten saat
mengembang selama proses pemanggangan.
3) Oven
Oven merupakan alat yang berfungsi untuk
memanggang. Oven berfungsi sebagai alat untuk
memanggang adonan hingga menjadi produk yang siap untuk
disajikan (Subagjo, 2007). Oven memiliki sumber panas
yang berbeda-beda seperti gas, listrik, minyak atau kayu
bakar. Oven yang digunakan dalam penelitian ini adalah
oven yang memiliki sumber panas yang berasal dari gas.
d. Alat Penyajian
Alat penyajian yang digunakan dalam menyajikan
Cupcake dalam penelitian ini adalah piring B&B (Bread
and Butter) yang ukuran diameternya 15 cm.
[Link] Cupcake
Kualitas makanan dapat dilihat dari pengaruh yang ditimbulkan
ketika terjadi rangsangan yang dapat dirasakan oleh indera perasa dalam
tubuh manusia, terutama indera penglihatan, indera penciuman dan
indera pengecapan. Ditinjau dari uji organoleptik kualitas suatu makanan
dapat dirasakan indera secara langsung, meliputi bentuk, warna, aroma,
tekstur dan rasa (Ayustaningwarno, 2014). Dalam penelitian ini kualitas
Cupcake yang akan diteliti meliputi:
a. Bentuk
Bentuk atau penampilan merupakan hal pertama yang dinilai dari
suatu makanan. Bentuk dan tampilan dari suatu makanan sangat perlu
diperhatikan, karena bentuk merupakan hal yang pertama kali dilihat
oleh mata ketika berhadapan dengan suatu produk. Makanan yang
diolah akan memiliki bentuk sesuai dengan wadahnya (Wati, 2019).
Bentuk Cupcake yang diharapkan adalah bentuk yang seragam dan
simetris. Untuk mendapatkan bentuk yang seragam pada Cupcake
digunakan cetakan berupa cetakan Cupcake yang terbuat dari
alumunium yang di alas paper cup yang dapat digunakan langsung pada
proses pemanggangan.
[Link]
Daya tarik makanan dipengaruhi oleh penampilan fisik seperti
warna. Warna pada makanan merupakan mutu yang pertama kali dinilai
dalam penerimaan suatu produk makanan karena warna dapat
mempengauhi penilaian seseorang (Rahmi Holinesti dan Pupe Selvia
Dewi, 2020). Menurut Wisnu dalam Wirnelis Syarif (2017) “Warna
makanan terbagi dua, yaitu pewarna alami dan pewarna sintesis.
Pewarna alami dapat diperoleh dari bahan makanan itu sendiri,
sedangkan pewarna sintesis berupa pewarna buatan bubuk dan cair”.
Warna yang diharapkan pada Cupcake dengan substitusi tepung pisang
kepok adalah bagian dalam nya berwarna coklat dan bagian permukaan
luar berwarna coklat tua.
cAroma
Aroma adalah bau harum yang berasal dari makanan atau
minuman. Aroma timbul disebabkan oleh terbentuknya suatu senyawa
yang mudah menguap yang akan merangsang indera penciuman. Aroma
merupakan bau yang dapat dicium oleh indra penciuman manusia yang
dikeluarkan oleh makanan memiliki daya tarik yang kuat dan
membangkitkan selera (Raudhatul, 2017). Menurut Herliani dalam
Wirnelis Syarif (2013) “Makanan yang beraroma harum ditentukan oleh
pemakaian bahan yang berkualitas. Menurut Anni Faridah, dkk (2008)
“Aroma cake harus sedap. Udara dalam susunan sel mengantarkan
aroma harus harum, manis, segar dan murni”. Aroma Cupcake yang
diharapkan dalam penelitian ini adalah aroma tepung jagung manis.
[Link]
Tekstur merupakan kualitas yang dapat menentukan baik atau
tidaknya suatu makanan. Tekstur suatu makanan dapat dilihat dari
penampakan suatu makanan tersebut karena makanan yang sudah
kehilangan tekstur aslinya akan dapat dikatakan sudah lama atau tidak
menarik untuk dimakan. Tekstur merupakan salah satu sifat bahan yang
dapat dirasakan melalui sentuhan kulit dan pencicipan (Susanto, 2019).
Menurut Tuti (2013) “Tekstur makanan adalah berkaitan dengan
struktur makanan yang dirasakan didalam mulut kering atau garing,
lembut, kenyal atau liat, kasar, kental dan halus”. Tektur Cupcake
yangdiharapkan dalam penelitian ini adalah lembut. Tekstur
lembut ini diperoleh dari penggunaan margarin, gula dan telur.
[Link]
Rasa merupakan syarat konsumen untuk mengulang kembali
dalam mengkonsumsi suatu makanan. Jika suatu makanan memiliki
bentuk yang menarik namun tidak memiliki rasa yang baik, akan sulit
untuk menarik konsumen untuk mencoba kembali. Rasa merupakan
perasaan yang dihasilkan oleh barang atau sesuatu yang dimasukkan ke
dalam mulut yang dirasakan oleh indera rasa yaitu lidah (Annisa, 2020).
Rasa pada Cupcake dipengaruhi oleh bahan-bahan yang digunakan.
Rasa yang diharapkan dari Cupcake ini adalah rasa manis yang
dihasilkan oleh gula dan rasa pisang kepokyang diperoleh dari
penggunaan tepung.
[Link] MANIS
Jagung merupakan tanaman serelia yang paling produktif di dunia,
sesuai ditanam di wilayah bersuhu tinggi, dan pematangan tongkol ditentukan
oleh akumulasi panas yang diperoleh tanaman. Luas pertanaman jagung di
seluruh dunia lebih dari 100 juta ha, menyebar di 70 negara, termasuk 53
negara berkembang. Penyebaran tanaman jagung sangat luas karena mampu
beradaptasi dengan baik pada berbagai lingkungan. Pusat produksi jagung di
dunia tersebar di Negara tropis dan subtropis (Iriany dkk, 2007:1).
Menurut Ekowati & Nasir (2011:221), "Jagung (Zea mays L) merupakan
salah satu bahan pangan yang penting di Indonesia karena jagung merupakan
sumber karbohidrat kedua setelah beras.
Kebutuhan jagung di Indonesia untuk konsumsi meningkat sekitar 5,16%
per tahun". Jagung yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia
adalah jagung manis. Jagung manis (Sweet corn) merupakan komoditas
palawija dan termasuk dalam keluarga (family) rumput-rumputan (gramineae)
genus zea dan spesies Zea mays saccharata. Jagung manis memiliki ciri-ciri
endosperm bewarna bening, kulit biji tipis, kandungan pati sedikit, pada waktu
masak biji berkerut. Produk utama jagung manis adalah buah/tongkolnya, biji
jagung manis mempunyai bentuk, warna dan kandungan endosperm yang
bervariasi tergantung pada jenisnya, biji jagung manis terdiri atas 3 bagian
utama yaitu kulit biji (seed coat). endosperm dan embrio (Hakiki, 2018:2).
a. Klarifikasi Jagung
Menurut Iriany, dkk (2007:12) tanaman jagung merupakan tanaman
tingkat tinggi dengan klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Division : Spermatophyta
Sub division : Angiosperma
Class : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Familia : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L
[Link] jagung dan sifat jagung
Tipe jagung dan sifat jagung dapat dsilihat pada tabel 2. Dibawah ini.
Tabel 2. Tipe jagung dan sifat jagung
No. Tipe jagung Sifat Jagung
1. Jagung mutiara Biji berbentuk bulat, licin, mengkilap dan keras karena
(flin corn) bagian pati yang keras terdapat di bagian atas dari biji.
Zea Mays Indurata Pada umumnya varietas lokal di 10 Indonesia tergolong
dalam tipe biji mutiara. Tipe biji ini disukai oleh petani
karena tahan hama gudang
2. agung Gigi Kuda Bagian pati keras pada tipe biji dent berada di bagian sisi
(Dent corn) biji, sedangkan pati lunaknya di tengah sampai ke ujung
Zea Mays Mays biji Tipe biji dent ini bentuknya besar, pipih dan
berlekuk.
3 Jagung Manis Bentuk biji jagung manis pada waktu masak keriput dan
(Sweet corn) transparan. Biji jagung manis yang belum masak
Zea Mays Saccharata mengandung kadar gula lebih tinggi dari pada pati.
4 Jagung Berondong Tipe jagung pop proporsi pati lunak dibandingkan
/Pop dengan pati keras, jauh lebih kecil dari pada jagung tipe
(Pop corn) flint. Biji jagung akan meletus kalau dipanaskan karena
Zea Mays Everta mengembangnya uap air dalam biji.
5 Jagung Tepung Zat pati yang terdapat pada endosperma jagung tepung
(Floury corn seinuanya pati lunak, kecuali di bagian sisi biji yang tipis
Softcorn) adalah pati keras. Pada umumnya tipe jagung floury ini
Zea Mays Amylacea berumur dalam (panjang) dan khususnya ditanam di
dataran tinggi Amerika Selatan (Peru dan Bolivia).
6 Jagung Ketan Endosperma pada tipe jagung waxy seluruhnya terdiri
(waxy corn) dari amylopectine, sedangkan jagung biasa mengandung
Zea Mays Ceratina ± 70 % amylopectine dan 30 % amylopose. Jagung waxy
digunakan sebagai bahan perekat, selain sebagai bahan
makanan
7 Jagung Pod Setiap biji jagung pod terbungkus dalam klobot, dan
(Pod corn) seluruh tongkolnya juga terbungkus dalam kelobot.
Zea Mays Tunicata
Sumber: Analisis Kualitas Nata De Corn Dengan Berbagai Konsentrasi Gula
Pasir (Ratnasari, 2019).
1).Kandungan Gizi Jagung
Nilai gizi pada jagung dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 6. Kandungan Jimia Dab Zat Gizi Jagung Kuning Muda Per100
Gram
Kandungan Nutrisi Satuan Per 100 Gram
Air G 61,8
Energi Kkal 147
Protein G 5,1
Lemak G 0,7
Karbohidrat G 31,5
Kalsium (Ca) Mg 6
Besi (Fe) Mg 1,1
Fosfor (P) Mg 122
Kalium (K) Mg 336
Thiamin Mg 0,24
Niasin Mg 1,10
Sumber : Komposisi Pangan Indonesia (2017).
Jagung manis merupakan sumber sayuran yang kaya vitamin A, B, E
dan banyak mineral. Kandungan serat yang tinggi dapat berperan dalam
pencegahan penyakit pencernaan. Jagung manis merupakan salah satu
komoditas pertanian yang disukai oleh masyarakat karena rasanya yang
enak, mengandung karbohidrat, protein dan vitamin yang tinggi serta
kandungan lemak yang rendah. Jagung manis mengandung kadar gula,
vitamin A dan C yang lebih tinggi dibanding jagung biasa, serta memiliki
kadar lemak yang lebih rendah dibanding jagung biasa (Iskandar, 2006)
[Link] Konseptual
Pada umumnya bahan baku pengolahan nastar 100%tepung terigu.
Dalam kerangka konseptual ini, untuk pembuatan nastar yang akan
ditambahkan dengan tepung jagung manis sebanyak, 15%, 30%, dan
45%.pembuatan nastar terhadap penambahan tepung jagung anis diharapkan
akan menghasilkan nastar yang berkualitas baik dari segi volume bentuk,
warna, aroma, tekstur, dan rasa.
Penanbahan tepung jagung manis (x) sebanyak
15%(x1), 30%(x2), 45%(x3)
Kualitas cupcake (y) meliputi
Bentuk, warna, aroma, tekstur, dan rasa.
Gambar : Kerangka Konseptual Pengaruh Substitusi Tepung Jagung
Manis Terhadap Kualitas Cupcake
[Link]
Berdasarkan kerangka konseptual diatas, maka hipotesis yang diuji dalam
penelitian ini sebagai berikut :
Ho : tidak terdapat perbedaan pengaruh pada cupcake dengan substitusi tepung
jagung manis sebanyak 15%, 30%, dan 45% dari kualitas bentuk, warna,
aroma, tekstur dan rasa
Ha : terdapat perbedaan pengaruh pada cupcake dengan substitusi tepung
jagung manis sebanyak 15%, 30%, 45% terhadap kualitas bentuk, warna,
aroma, tekstur dan rasa
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen murni
(true eskperiment), yaitu melakukan percobaan langsung
tentang pengaruh substitusi tepung jagung manis terhadap
kualitas Cupcake. Menurut Sugiyono (2019) “Dikatakan true
experimental (eksperimen yang betul-betul), karena dalam desain
ini peneliti dapat mengontrol semua variable luar yang
mempengaruhi jalannya eksperimen”. Eksperimen ini disebut
dengan eksperimen faktor tunggal, karena hanya menganalisis
pengaruh dari satu faktor yaitu pengaruh substitusi tepung pisang
kepok terhadap kualitas Cupcake.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di workshop Tata Boga,
Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pariwisata
dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang. Penelitian ini
dilaksanakan setelah melakukan seminar proposal 2023.
C. Objek Penelitian
Berdasarkan dengan pembatasan masalah dan tujuan
penelitian, maka yang dijadikan objek penelitian adalah
substitusi tepung jagung manis dengan persentase 15%, 30%
dan 45% terhadap kualitas Cupcake yang meliputi bentuk,
warna, aroma, tekstur dan rasa.
D. Objek Penelitian
Berdasarkan dengan pembatasan masalah dan tujuan penelitian,
maka yang dijadikan objek penelitian adalah substitusi tepung jagung
manis dengan persentase 15%, 30% dan 45% terhadap kualitas
Cupcake yang meliputi bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa.
E. Defenisi Operasional dan Variabel
1. Defenisi Operasional
Definisi operasional dimaksud untuk menghindari
kesalahpahaman dan perbedaan yang berkaitan dengan
istilah-istilah dalam judul skripsi. Sesuai judul penelitian
yaitu “Pengaruh Substitusi Tepung jagung manis
Terhadap Kualitas Cupcake” maka definisi operasional yang
di jelaskan yaitu:
a. Substitusi adalah mengganti separuh atau keseluruhan
bahan yang digunakan.
b. Cupcake adalah salah satu jenis cake yang berbahan
dasar tepung terigu, telur, gula dan lemak dengan ukuran
mini yang dipanggang dalam cetakan berbentuk cup
yang dialas dengan paper cup.
c. Tepung jagung manis adalah tepung yang terbuat dari
buah jagung manis yang merupakan salah satu jenis
tanaman buahan.
d. Kualitas Cupcake jagung manis adalah mutu yang
dihasilkan dari substitusi tepung terigu dengan tepung
jagung manis , yang meliputi bentuk, warna, aroma,
tekstur dan rasa.
2. Variabel
Variabel dalam penelitian ini terbagi menjadi dua variabel yaitu:
a. Variabel bebas (X) adalah variabel penelitian yang
mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas dalam
penelitian ini terdiri (X0) sebagai kontrol, (X1) Substitusi
tepung jagung manis sebanyak 15%, (X2) substitusi
tepung jagung manis sebanyak 30%, (X3) substitusi
tepung jagung manis sebanyak 45%
b. Variabel terikat (Y) adalah variabel yang akan diukur
untuk mengetahui pengaruh lain, sehingga sifatnya
tergantung pada variabel yang lain. Pada penelitian ini,
variabel terikatnya adalah hasil substitusi tepung jagung
manis terhadap kualitas Cupcake yang dinilai dari
tampilan keseluruhan dengan indikator: bentuk (Y1),
warna (Y2), aroma (Y3), tekstur (Y4) dan rasa (Y5).
30
31
F. Jenis dan Sumber Data
1. Jenis Data
a. Data Primer
Data primer yaitu sumber data yang langsung
memberikan data kepada pengumpul data. Data
dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber
pertama atau tempat objek penelitian dilakukan
(Sugiyono, 2018). Adapun data yang diambil adalah
langsung dari panelis melalui uji organoleptik terhadap
kualitas Cupcake dengan substitusi tepung jagung manis
yang meliputi: bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa.
b. Data Sekunder
Data sekunder yaitu sumber data yang tidak
langsung memberikan data kepada pengumpul data,
misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono,
2018). Jenis data sekunder pada penelitian ini yaitu
berupa buku dan literature yang berhubungan dengan
Cupcake dan jagung manis.
2. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini berasal dari panelis,
yaitu orang yang ditunjuk untuk melakukan uji organoleptik.
Panelis akan memberikan jawaban dari angket yang
berisikan beberapa pertanyaan untuk direspon.
32
Panelis terdiri dari 3-5 orang yang mempunyai kepekaan
tinggi sehingga bisa lebih dihindari. Panelis ini mengenal
dengan baik faktor-faktor dalam penilaian organoleptik dan
mengetahui cara pengolahan dan pengaruh bahan baku
terhadap hasil akhir (Razak & Muntikah, 2017). Panelis yang
terlibat dalam uji organoleptik pada penelitian ini adalah
panelis terbatas berjumlah 3 (tiga) orang yang merupakan
dosen Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga, Program
Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Konsentrasi Tata
Boga. Panelis yang dipilih adalah panelis yang memiliki fisik
sehat dan ahli dalam melakukan uji organoleptik.
G. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian adalah langkah-langkah yang dipakai
untuk mengumpulkan data guna menjawab pertanyaan
penelitian yang diajukan di dalam penelitian ini. Tahap prosedur
penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Tahap Persiapan
a. Persiapan Bahan
Bahan – bahan yang digunakan dalam pembuatan
Cupcake pisang kepok harus berkualitas baik, karena
kualitas bahan akan berpengaruh terhadap Cupcake yang
akan dihasilkan, adapun bahan – bahan dalam pembuatan
33
Cupcake jagung manis yaitu:
1) Tepung terigu
Tepung terigu adalah jenis tepung yang terbuat
dari biji gandum yang diproses dengan cara digiling
beberapa tahap untuk
mendapatkan sari pati gandum sehingga mendapat
butiran halus. Tepung terigu yang digunakan yaitu
tepung terigu protein sedang merk Segitiga Biru.
2) Margarin
Margarin adalah lemak yang terbuat dari lemak
tumbuh- tumbuhan atau disebut juga dengan lemak
nabati. Margarin yang digunakan dalam penelitian ini
adalah margarin merk Blue Band.
3) Gula Halus
Gula halus adalah gula pasir yang telah
digiling / diblender / dihaluskan menjadi halus
sehingga tebentuk menjadi bubuk gula. Gula halus
yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari gula
pasir yang di blender sendiri oleh peneliti. Gula pasir
yang digunakan adalah gula pasir dengan merek
Berlian Jaya.
34
4) Telur
Telur yang digunakan dalam pembuatan
Cupcake adalah telur ayam ras yang bersih dari
kotoran dan tidak ada bagian yang rusak. Dalam
pembuatan Cupcake digunakan telur utuh (kuning dan
putihnya) yang berukuran sedang.
5) Baking Powder
Baking Powder merupakan bahan pengembang
pada cake yang merupakan modifikasi dari baking
soda. Baking Powder yang digunakan pada
pembuatan Cupcake dalam penelitian ini adalah
Baking Powder dengan merk Koepoe Koepoe.
6) Vanili
Vanili adalah bahan tambahan pada makanan
dan minuman sebagai pemberi aroma dan
menghilangkan bau-bau yang kurang sedap. Vanili
yang digunakan dalam pemuatan Cupcake adalah
vanili bubuk merk Koepoe Koepoe.
7) Susu Cair
Fungsi susu dalam pembuatan cake adalah
sebagai bahan pengempuk adonan cake. Susu yang
digunakan dalam pembuatan Cupcake pada penelitian
ini adalah susu cair UHT dengan merk Ultra Milk.
35
b. Persiapan Alat
Adapun persiapan alat dalam proses pembuatan
Cupcake tepung pisang kepok yang akan digunakan
yaitu:
1. Alat Persiapan :
a) Timbangan digital 1 buah
b) Piring email 8 buah
c) Saringan tepung 1 buah
d) Sendok ukur 1 buah
e) Sendok makan 3 buah
f) Lap Kerja 2 buah
2. Alat Pengolahan :
a) Mixing Bowl 1 buah
b) Mixer 1 buah
c) Blender 1 buah
d) Rubber Spatula 1 buah
e) Cetakan Cupcake 4 buah
f) Paper Cup 1 buah
g) Oven 1 buah
3. Alat Penyajian :
a) Box plastik ukuran 500 ml 4 buah
2. Tahap Pelaksanaan Penelitian
Tahap pelaksanaan adalah proses mengolah bahan yang
dipersiapkan dan ditimbang sesuai resep. Bahan yang diolah
dengan langkah-langkah kerja yang telah ditentukan agar tidak
terjadi kesalahan didalam proses pembuatan Cupcake. Berikut ini
36
komposisi bahan-bahan dalam pembuatan Cupcake jagung manis
yang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3. Komposisi Bahan Pembuatan Cupcake jagung manis
No. Nama Bahan Banyak Komposisi Bahan Penelitian
15% 30% 45%
1. Tepung terigu 230 gr 196 gr 161gr 127 gr
Tepung
2. - 34 gr 69 gr 103 gr
jagung manis
3. Margarin 225 gr 225 gr 225 gr 225 gr
4. Gula halus 150 gr 150 gr 150 gr 150 gr
5. Telur 4 butir 4 butir 4 butir 4 butir
6. Baking Powder 1 sdt 1 sdt 1 sdt 1 sdt
7. Vanili ½ sdt ½ sdt ½ sdt ½ sdt
8. Susu cair 60 ml 60 ml 60 ml 60 l
3. Tahap Pengolahan
Pada penelitian ini akan digunakan tepung jagung
manis sebanyak 15%, 30% dan 45% dari jumlah tepung
terigu yang digunakan dan jumlah tepung terigu akan
dikurangi sesuai dengan banyaknya penggunaan tepung
Jagung manis. Pada tahap pengolahan ini semua bahan
yang telah dipersiapkan dikerjakan sesuai dengan resep yang
digunakan.
37
Berikut ini diagram alir pembuatan Cupcake jagung
manisdapat dilihat pada gambar berikut:
Margarin dan gula halus
Dikocok hingga lembut
Masukkan telur
Masukkan :
secara bertahap
Dikocok hingga mengembang
Campuran tepung
(tepung terigu,
tepung jagung
Diaduk rata
manis, vanili dan
baking powder).
Susu cair
Masukkan kedalam cetakan
Panggang selama 20-25 menit
dengan suhu 1800
Cupcake
Uji organoleptik
Bentuk Warna rasa
Tekstur Aroma
38
4. Tahap penilaian
Cupcake yang telah dikemas diberi kode sampelsesuai
dengan perlakuan masing-masing. Cupcake dengan substitusi
tepung jagung manis tersebut disajikan kepada panelis yang
telah dipilih. Selanjutnya panelis memberikan penilaian
dengan cara mengamati, meraba, mencium, mencicipi sampel
Cupcake tanpa tepung jagung manis dan Cupcake yang
sudah disubstitusi tepung jagung manis pada masing-masing
persentase sebanyak 10%, 20% dan 30% agar dapat dilihat
perbedaannya. Respon yang akan diberikan akan ditulis
dalam format uji organoleptik meliputi bentuk, warna, aroma,
tekstur, dan rasa. Kemudian respon dari uji organoleptik yang
dirasakan oleh panelis dituliskan pada lembaran uji
organoleptik dengan memberikan tanda ceklis (√ ).
H. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali
pengulangan. Rancangan pengamatan dapat dilihat pada tabel
berikut ini:
Tabel 4. Daftar Rancangan Penelitian
Penilaian Terhadap Kualitas Cupcake
Variabel Panelis Ulangan
jagung manis (Y)
(X)
Y1 Y2 Y3 Y4 Y5
X0 X0Y1 X0Y2 X0Y3 X0Y4 X0Y5
39
X1 X1Y1 X1Y2 X1Y3 X1Y4 X1Y5
3 3
X2 X2Y1 X2Y2 X2Y3 X2Y4 X2Y5
X3 X3Y1 X3Y2 X3Y3 X3Y4 X3Y5
Keterangan :
X : Tepung jagung manis
Y : Kualitas
X0 : Kontrol
X1 : Substitusi Tepung Jagung Manis Sebanyak 15%
X2 : Substitusi Tepung Jagung ManisSebanyak 30%
X3 : Substitusi Tepung Jagung Manis
Sebanyak 45% Y1 : Kualitas Bentuk
Y2 : Kualitas Warna
Y3 : Kualitas Aroma
Y4 : Kualitas Tekstur
Y5 : Kualitas Rasa
X0Y1 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 0% terhadap bentuk Cupcake.
X0Y2 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 0% terhadap warna Cupcake.
X0Y3 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 0% terhadap aroma Cupcake.
X0Y4 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 0% terhadap tekstur Cupcake.
X0Y5 : Pengaruh substitusi tepung jagung manisdengan
presentase 0% terhadap rasa Cupcake.
X1Y1 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 15% terhadap bentuk Cupcake.
X1Y2 : Pengaruh suntitusi tepung jagung manis dengan
persentase 15% terhadap warna Cupcake.
X1Y3 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 15% terhadap aroma Cupcake.
X1Y4 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 15% terhadap tekstur Cupcake.
X1Y5 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 15% terhadap rasa Cupcake.
X2Y1 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 30% terhadap bentuk Cupcake.
X2Y2 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 30% terhadap warna Cupcake.
X2Y3 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 30% terhadap aroma Cupcake.
X2Y4 : Pengaruh substitusi tepung jagung manisdengan
persentase 30% terhadap tekstur Cupcake.
40
X2Y5 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persenatse 30% terhadap rasa Cupcake.
X3Y1 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 45% terahadap bentuk Cupcake.
X3Y2 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 45% terhadap warna Cupcake.
X3Y3 : Pengaruh substitusi tepung jagung manisdengan
persentase 45% terhadap aroma Cupcake.
X3Y4 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 45% terhadap tekstur Cupcake.
X3Y5 : Pengaruh substitusi tepung jagung manis dengan
persentase 45% terhadap rasa Cupcake.
A. Kontrol Validitas
Menurut Matodang dkk, (2019) “Validitas adalah kesahihan
pengukuran atau penilaian dalam penelitian”. Kontrol validitas pada
penelitian ini yaitu :
1. Penggunaan bahan yang sama pada setiap perlakuan penelitian.
2. Penggunaan peralatan yang sama pada setiap perlakuan penelitian
3. Pelaksanaan prosedur yang sama pada setiap perlakuan penelitian.
4. Pelaksanaan uji organoleptik dilakukan oleh panelis yang sama.
B. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data Cupcake jagung manis yang
telah selesai dipanggang kemudian dilanjutkan dengan uji
organoleptik. Cupcake jgung manis yang telah dihidang
diberi kode sampel sesuai dengan perlakuan. Selanjutnya
diberikan kepada 3 orang panelis ahli. Masing-masing panelis
memberikan respon terhadap sampel dengan cara mengamati,
mencium, meraba dan mencicipi. Kemudian respon yang
41
diberikan panelis ditulis dalam format uji organoleptik yang
meliputi bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa.
2. Instrumen Penelitian
a. Jenis Instrumen
Instrumen dalam penelitian ini adalah format uji
organoleptik terhadap produk yang dihasilkan dilengkapi
dengan kode sampel. Analisis organoleptik merupakan
pernyataan respon setelah panelis melakukan
pengindraan, setiap panelis akan melakukan uji dan
penilaian terhadap sampel dan memberikan jawabannya.
Analisis organoleptik yang dilakukan uji jenjang untuk
melihat kualitas bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa.
b. Kisi-kisi Instrumen Penelitian
Peneliti menyusun indikator penelitian berdasarkan
kualitas yang akan dinilai oleh panelis. Berikut kisi-kisi
instrumen penilaian dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5. Kisi-kisi Instrumen Penelitian
Variabel Indikator Sub Indikator
Bentuk Bentuk seragam.
Berbentuk bulat simetris
dengan diameter atas 5 cm,
diameter bawah 4 cm dan
tinggi 3 cm
Kualitas Cupcake
Jagung Manis Warna Bagian dalam coklat
Permukaan luar kuning
Aroma Harum jagung manis
42
Tekstur Lembut
Rasa Jagung dan manis
C. Teknik Analisis Data
Setelah melakukan uji organoleptik dan memperoleh data,
kemudian ditabulasikan dalam bentuk tabel dan dianalisis sesuai
dengan uji masing- masing data. Setelah data ditabulasikan
kemudian dilakukan analisis data, jika
data yang diperoleh Fhitung lebih besar dari Ftabel maka
dilanjutkan dengan uji Duncan. Data yang diperoleh dari uji
organoleptik diberikan nilai dan dianalisis dengan menggunakan
analisis varian (ANAVA) dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 6. Daftar Analisis Varian (ANAVA)
Sumber Derajat Jumlah Kuadrat Rata-
Statistik F
Variasi Bebas Kuadrat rata
Sampel (S-1) JKS JKS/ (S1) KTS/KTG
Panelis (P-1) JKP JKP/ (P-1) KTP/KTG
Galat (S-1) (P-1) JKG JKG/ (S-1)(P-1)
Total (SP-1) JKT
Sumber : Dwi Setyaningsih, dkk (2014)
Keterangan :
JKT : Jumlah Kuadrat Total
JKS : Jumlah Kuadrat
Sampel JKP : Jumlah Kuadrat
Panelis KTS : Kuadrat Tengah
Sampel KTP : Kuadrat Tengah
43
Panelis KTG : Kuadrat Tengah
Galat
S : Banyaknya Sampel
P : Banyaknya Panelis
Jika analisis varian menunjukkan pengaruh yang
signifikan yaitu Fhitung>Ftabel, maka dilanjutkan dengan uji
Duncan multiple range test (DMRT). Rumus uji Duncan
menurut Dwi Setyaningsih (2014) adalah sebagai berikut:
Keterangan :
SE: Standar Error
qà : Sebaran wilayah (tabel uji Duncan) pada p dan derajat
bebas galat/ error LSR : Least Significant Ranges
Rp: Wilayah nyata terkecil
44
DAFTAR PUSTAKA
Lolodatu, E. S., Purwijantiningsih, L. M. E., dan Sinung Pranata, F.
2015. Kualitas Non Flaky Crackers Coklat dengan Variasi
Substitusi TepungPisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca
formatypica). Jurnal Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma
Jaya Yogyakarta. Yogyakarta
Matondang, Z., Djulia, E., Sriadhi, S., & Simarmata, J. (2019).
Evaluasi Hasil Belajar. Yayasan Kita Menulis
Maulana, dkk. 2022 . KUALITAS TEPUNG TALAS PADA
PEMBUATAN CUPCAKE DI SEKOAH TINGG
PARIWISATA
(STP) [Link] Of Responsible [Link].2, No.1
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan
R&D. Bandung: Alfabeta.
Sufiat, S. (2019). KUNCI SUKSES PENGOLAHAN ADONAN CAKE.
Syiah
Kuala University Press.
Tuti. (2013). Teori Dasar Kuliner. Pt. Gramedia
Triyono, Agus. (2010). Pengaruh Maltodekstrin dan Substitusi Tepung
Pisang (Musa Paradisiaca) terhadap Karakteristik [Link]
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan”
Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumber
Daya AlamIndonesia. Yogyakarta
Utomo, B., Marsiti, C. I. R., & Damiati, D. (2019). Uji Kualitas Tepung Pisang Mas
(Musa Acuminata). Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 9(3),
189-199
Wati, M. S. (2016). Pengaruh Substitusi Tepung Bekatul (Rice bran)
dan Jenis Shortening Terhadap Sifat Organoleptik Cupcake.
Jurnal Tata Boga, 5(1).
Wirnelis Syarif, Dkk, (2017). Inventarisasi Jenis dan Resep Kue -
Kue Tradisional di Kota Padang. Program Studi Pendidikan
Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan
Universitas Negeri Padang
45
46
47
48
49