BAB I
PENDAHULUAN
1. Deskripsi Singkat Materi
Modul ini membahas materi mengenai spesifikasi bahan perkerasan jalan yang terus
berkembang saat ini. Untuk dapat mempelajari dan memahami teori yang ada maka modul ini
perlu dibaca dan dipelajari dengan seksama. Pengetahuan siswa mengenai spesifikasi bahan
perkerasan jalan ini akan sangat berguna untuk bisa mempelajari kompetensi dasar
selanjutnya mengenai jenis konstruksi perkerasan jalan.
2. Relevansi Modul
Kompetensi Dasar yang diharapkan dari modul ini sesuai dengan KD 4 yaitu Memahami
Spesifikasi Bahan Perkerasan Jalan. Tugas pekerjaan yang akan dijalankan siswa adalah
sebagai berikut :
Menjelaskan pengertian perkerasan jalan.
Merinci jenis-jenis perkerasan jalan.
Merinci bahan-bahan perkerasan jalan.
Menjelaskan syarat-syarat bahan perkerasan jalan.
3. Petunjuk Belajar
Berikut petunjuk belajar bagi siswa dalam mempelajari isi modul ini. Bacalah dengan seksama
agar dapat dipahami dengan baik.
a. Agar siswa mudah mempelajari dan memahami modul ini dan untuk mencapai hasil yang
optimal, maka setiap materi ajar dipelajari dengan baik mulai dari awal sampai tuntas.
b. Bacalah dan pahamilah modul ini secara berurutan masing-masing kegiatan pembelajaran
mulai dari uraian materi hingga gambar bangunan pelengkap drainase yang disajikan.
c. Pada saat siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari uraian materi, siswa bisa
konsultasi dan diskusi dengan guru melalui sarana yang ada.
d. Silahkan berdiskusi dengan teman sejawat untuk menyelesaikan permasalahan yang siswa
hadapi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan materi ajar ini.
e. Semua tugas, test formatif, dan lembar kerja harus siswa kerjakan sebaik- baiknya. Utamakan
ketelitian, kebenaran, dan kualitas hasil pekerjaan, jangan suka membuang-buang waktu dan
juga jangan terburu-buru yang menyebabkan kurangnya ketelitian dan menimbulkan
kesalahan.
f. Nilai ketuntasan pada seluruh tugas, test formatif dan lembar kerja pada materi ajar ini
adalah 70 (tujuh puluh). Apabila siswa mendapatkan nilai dibawah angka tersebut,
wajib melakukan remedial dengan melapor terlebih dahulu kepada guru yang mengampu
mata pelajaran ini.
g. Kerjakan tugas/test dengan penuh tanggung jawab dan sikap jujur.
h. Siswa harus tetap bersemangat untuk meningkatkan kompetensi melalui pembelajaran
sepanjang hayat dan memanfaatkan sumber belajar yang tersedia secara offline/online.
1
BAB II
KEGIATAN INTI
1. Capaian Pembelajaran
Setelah membaca modul ini siswa mampu memahami dan menyajikan spesifikasi bahan
perkerasan.
2. Sub Capaian Pembelajaran
Setelah mendalami kegiatan belajar drainase jalan dan jembatan ini siswa dapat :
1. Menjelaskan pengertian perkerasan jalan.
2. Merinci jenis-jenis perkerasan jalan.
3. Merinci bahan-bahan perkerasan jalan.
4. Menjelaskan syarat-syarat bahan perkerasan jalan.
3. Tujuan Pembelajaran
Melalui penggalian informasi dan diskusi siswa diharapkan mampu :
a. Menjelaskan pengertian perkerasan jalan.
b. Merinci jenis-jenis perkerasan jalan.
c. Merinci bahan-bahan perkerasan jalan.
d. Menjelaskan syarat-syarat bahan perkerasan jalan.
Setelah melakukan pengamatan dan praktik keterampilan siswa diharapkan mampu :
a. Menjelaskan pengertian perkerasan jalan.
b. Merinci jenis-jenis perkerasan jalan.
c. Merinci bahan-bahan perkerasan jalan.
d. Menjelaskan syarat-syarat bahan perkerasan jalan.
4. Uraian Materi
Pengetahuan Awal :
1. Gambar Perkerasan :
Gambar 1. Jalan Sudirman-Toboali
2
Gambar 2. Bandara Depati Amir Pangkalpinang
2. Temukan perbedaan antara gambar tersebut!
3
MATERI
SPESIFIKASI BAHAN PERKERASAN JALAN
Perkerasan jalan raya adalah bagian jalan raya yang diperkeras dengan lapis konstruksi tertentu
yang memiliki ketebalan, kekuatan, dan kekakuan, serta kestabilan tertentu agar mampu menyalurkan
beban lalu lintas di atasnya ke tanah dasar secara aman.
Perkerasan jalan merupakan lapisan perkerasan yang terletak di antara lapisan tanah dasar dan roda
kendaraan, yang berfungsi memberikan pelayanan kepada sarana transportasi yang mampu memikul beban,
aman dan nyaman dan selama pelayanannya diharapkan tidak terjadi kerusakan yang berarti.
A. JENIS-JENIS PERKERASAN JALAN
Ditinjau dari cara penyebaran tegangan akibat beban kendaraan ke tanah dasar, konstruksi
perkerasan jalan dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
1. PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT)
Perkerasan lentur banyak digunakan dibandingkan dengan perkerasan kaku. Perkerasan yang
umumnya menggunakan bahan campuran beraspal sebagai lapis permukaan serta bahan berbutir
sebagai lapisan di bawahnya. Sehingga lapisan perkerasan tersebut mempunyai fleksibilitas/kelenturan
yang dapat menciptakan kenyamanan kendaraan dalam melintas di atasnya.
Perlu dilakukan kajian yang lebih intensif dalam penerapannya, dan harus diperhitungkan secara
ekonomis, sesuai dengan kondisi setempat, tingkat keperluan, kemampuan pelaksanaan dan syarat
teknis lainnya, sehingga konstruksi jalan yang direncanakan itu adalah yang optimal.
Keseluruhan dari konstruksi perkerasan lentur dapat dikatakan secara umum terdiri dari :
a. Lapisan Tanah Dasar (Sub Grade)
b. Lapisan Pondasi Bawah (Sub Base Course)
c. Lapisan Pondasi (Base Course)
d. Lapisan Permukaan (Surface Course)
Gambar 4. Konstruksi Perkerasan Lentur
4
a. Lapisan Tanah Dasar (Sub Grade)
adalah permukaan tanah semula atau permukaan galian atau permukaan tanah timbunan yang
dipadatkan dan merupakan permukaan dasar untuk perletakan bagian-bagian perkerasan lainnya.
Kekuatan dan keawetan konstruksi jalan sangat bergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah
dasar.
b. Lapisan Pondasi Bawah (Sub Base Course)
Lapis pondasi bawah adalah perkerasan yang terletak antara lapis pondasi dan tanah dasar.
Fungsi lapis pondasi bawah adalah :
1. Sebagai bagian dari konstruksi perkerasan untuk mendukung dan menyebarkan beban roda.
2. Mencapai efisiensi penggunaan material yang relatif murah agar lapisan-lapisan selebihnya
dapat dikurangi tebalnya (penghematan biaya konstruksi)
3. Untuk mencegah tanah dasar masuk ke dalam lapisan pondasi.
4. Sebagai lapis pertama agar pelaksanaan dapat berjalan lancar.
Hal ini sehubungan dengan terlalu lemahnya daya dukung tanah dasar terhadap roda-roda alat
besar atau karena kondisi lapangan yang memaksa harus segera menutup tanah dasar dari
pengaruh cuaca.
Bermacam-macam tipe tanah setempat yang relatif baik dari tanah dasar yang dapat digunakan
sebagai lapisan pondasi bawah. Campuran-campuran tanah setempat dengan kapur atau semen
Portland dalam beberapa hal sangat dianjurkan, agar dapat bantuan yang efektif terhadap
kestabilan konstruksi perkerasan.
c. Lapisan Pondasi (Base Course)
Adalah bagian perkerasan yang terletak antara lapis permukaan dengan lapis pondasi bawah atau
dengan tanah dasar bila tidak menggunakan lapis pondasi bawah.
Fungsi lapis pondasi adalah :
1. Sebagai bagian perkerasan yang menahan beban roda.
2. Sebagai perletakan terhadap lapis permukaan.
Bahan-bahan untuk lapis pondasi umumnya harus cukup kuat dan awet sehingga dapat menahan
beban-beban roda. Sebelum menentukan suatu bahan untuk digunakan sebagai bahan pondasi,
hendaknya dilakukan penyelidikan dan pertimbangan sebaik-baiknya sehubungan dengan
persyaratan teknik.
Bermacam-macam bahan alam/bahan setempat yang dapat digunakan sebagai bahan lapis
pondasi, antara lain : batu pecah, kerikil pecah dan stabilisasi tanah dengan semen atau kapur.
d. Lapisan Permukaan (Surface Course)
adalah bagian perkerasan yang paling atas.
Fungsi lapis permukaan adalah :
1. Sebagai bahan perkerasan untuk menahan beban roda.
2. Sebagai lapisan rapat air untuk melindungi badan jalan rusak akibat cuaca.
3. Sebagai lapis aus.
5
Bahan untuk lapis permukaan umumnya adalah sama dengan bahan untuk lapis pondasi dengan
persyaratan yang lebih tinggi. Penggunaan bahan aspal diperlukan agar lapisan dapat bersifat
kedap air, disamping itu bahan aspal memberikan bantuan tegangan tarik, yang berarti
mempertinggi daya dukung lapisan terhadap beban roda lalu lintas.
Pemilihan bahan untuk lapis permukaan perlu dipertimbangkan kegunaan, umur rencana serta
pertahapan konstruksi, agar dicapai manfaat yang sebesar-besarnya dari biaya yang dikeluarkan.
Gambar 5. Perkerasan Lentur
JENIS-JENIS LAPIS PERMUKAAN (SURFACE COURSE)
Jenis lapis permukaan bermacam-macam, antara lain :
1. Lapis Aspal Buton (LASTON)
adalah merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari : agregat kasar, agregat
halus, filler dan aspal keras, yang dicampur, dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada
suhu tertentu. Karena dicampur dalam keadaan panas maka sering disebut Hotmix.
Karakteristik campuran yang harus dimiliki aspal Hotmix adalah :
1) Stabilitas
adalah kemampuan perkerasan menerima beban lalu lintas, tidak berubah bentuk (tidak
bergelombang) dengan kata lain bleeding.
2) Durabilitas
adalah kemampuan perkerasan menahan keausan akibat cuaca, akibat air, akibat perubahan
suhu dan akibat gesekan kendaraan.
3) Fleksibilitas
adalah kemampuan perkerasan yang tidak mengalami retak (fleksibel meskipun menahan
beban kendaraan yang lewat)
4) Tahanan Gesek
adalah kemampuan perkerasan yang kesat (tidak menyebabkan licin) meskipun dilewati
kendaraan pada waktu hujan maupun waktu kering.
6
5) Kelelehan Plastis
adalah keadaan perubahan bentuk perkerasan (dalam persen %).
6) Kemudahan dalam pelaksanaan
adalah mudahnya suatu campuran dihampar dan dipadatkan sehingga diperoleh hasil yang
diharapkan (kepadatannya sesuai)
2. Lapis Penetrasi Macadam (LAPEN)
Lapis Penetrasi Macadam (LAPEN) adalah merupakan suatu lapis perkerasan yang terdiri dari
agregat pokok dengan agregat pengunci bergradasri terbuka dan seragam yang dikat oleh aspal
dengan cara disemprotkan di atasnya dan dipadatkan lapis demi lapis dan apabila akan digunakan
sebagai lapis permukaan, perlu diberi laburan aspal dengan batu penutup.
3. Lapis Asbuton Campuran Dingin (LASBUTAG)
adalah campuran yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, asbuton, bahan peremaja dan filler
(bila diperlukan) yang dicampur, dihampar dan dipadatkan secara dingin.
4. Hot Rolled Asphalt (HRA)
Merupakan lapis penutup yang terdiri dari campuran antara agregat bergradasi timpang, filler dan
aspal keras dengan perbandingan tertentu, yang dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas
pada suhu tertentu.
5. Laburan Aspal (BURAS)
adalah merupakan lapis penutup dengan ukuran butir maksimum dari lapisan aspal taburan pasir
9,6 mm atau 3/8 inc.
6. Laburan Batu Satu Lapis (BURTU)
adalah merupakan lapis penutup yang terdiri lapisan aspal yang ditaburi dengan satu lapis agregat
bergradasi seragam. Tebal maksimum 20 mm.
7. Laburan Batu Dua Lapis (BURDA)
adalah merupakan lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal yang ditaburi agregat
yangdikerjakan dua kali secara berurutan. Tebal maksimum 35 mm.
8. Lapis Aspal Beton Pondasi Atas (LASTON ATAS)
adalah merupakan pondasi perkerasan yang terdiri dari campuran agregat dan aspal dengan
perbandingan tertentu, dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas.
9. Lapis Aspal Beton Pondasi BAwah (LASTON BAWAH)
Umumnya merupakan lapis perkerasan yang terletak antara lapis pondasi dan tanah dasar jalan
yang terdiri dari campuran agregat dan aspal dengan perbandingan tertentu dicampur dan
dipadatkan pada temperatur tertentu.
10. Lapis Tipis Aspal Beton
Merupakan lapis penutup yang terdiri dari campuran antara agregat bergradasi timpang, filler, dan
aspal keras dengan perbandingan tertentu yang dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas
pada suhu tertentu. Tebal padat antara 25-30 mm.
7
11. Lapis Tipis Aspal Pasir (LATASIR)
Merupakan lapis penutup yang terdiri dari campuran pasir dan aspal keras yang dicampur,
dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu.
12. Aspal Macadam
Merupakan lapis perkerasan yang terdiri dari agregat pokok dan/atau agregat pengunci bergradasi
terbuka atau seragam yang dicampur dengan aspal cair, diperam dan dipadatkan secara dingin.
2. PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)
Perkerasan kaku sudah sangat lama dikenal di Indonesia. Perkerasan ini lebih dikenal pada masyarakat
umum dengan nama jalan beton. Perkerasan ini sudah lama dikembangkan di negara-negara maju
seperti : Inggris, Amerika, Jepang, Jerman, dll. Faktor yang paling penting untuk perencanaan
perkerasan kaku adalah kekuatan beton yang akan menanggung beban nantinya. Perkerasan kaku baik
untuk konstruksi jalan maupun konstruksi landasan pacu.
Aspal Beton Semen
Merupakan konstruksi perkerasan kaku dengan menggunakan agregat dan semen sebagai bahan
pengikatnya, sehingga mempunyai tingkat kekakuan yang cukup tinggi. Perkerasan kaku lapisan atas
digunakan pelat beton yang terletak di atas pondasi atau di atas tanah dasar pondasi atau langsung di
atas tanah dasar (Sub Grade).
Gambar 6. Perkerasan Kaku
8
Perkerasan kaku dibedakan menjadi 3, yaitu :
a) Perkerasan kaku bersambung tanpa tulangan
Gambar 7. Perkerasan Kaku Tanpa Tulangan
b) Perkerasan kaku bersambung dengan tulangan
Gambar 8. Perkerasan Kaku Bersambung Dengan Tulangan
c) Perkerasan menerus dengan tulangan
Gambar 9. Perkerasan menerus dengan tulangan
9
d) Perkerasan kaku prategang
Gambar 10. Perkerasan kaku prategang
e) Perkerasan kaku pracetak
Gambar 9. Perkerasan Menerus Dengan Tulangan
Gambar 11. Perkerasan kaku pracetak
Syarat perkerasan kaku Aspal Beton Semen adalah :
1. Tanah dasar (CBR)
adalah kapasitas daya dukung tanah. Jika CBR tanah < 2%, harus dibuat pondasi bawah dari beton
setebal 15 cm. Adapun campuran untuk pondasi bawah adalah : material berbutir, stabilitas dengan
beton giling padat, dan campuran beton kurus.
2. Beton semen
Kekuatan beton semen dinyatakan dalam nilai kuat tarik uji lentur mencapai 28 hari pembuatannya.
10
3. Lalu lintas
Dinyatakan dalam hasil perhitungan volume lalu lintas berdasarkan data terbaru minimal
2 tahun terakhir. Kendaraan yang dihitung adalah kendaraan seberat 5 ton.
4. Bahu aspal beton semen
adalah bahu yang memiliki ukuran lebar minimal 1,5 meter atau ditambah dengan 0,6 meter untuk
saluran kerb.
5. Sambungan
Jarak maksimum sambungan memanjang adalah 3-4 meter, sedangkan jarak maksimum
sambungan melintang adalah 5 meter (atau 25x tebal plat).
3. PERKERASAN KOMPOSIT
Jenis perkerasan ini memadukan antara jenis konstruksi perkerasan kaku dan perkerasan lentur.
Perkerasan lentur diposisikan di atas perkerasan kaku, atau sebaliknya.
PERBEDAAN PERKERASAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR
Berikut ini perbedaan perkerasan lentur, perkerasan kaku dan perkerasan komposit disajikan dalam
bentuk tabel.
Gambar 12. Perbedaan Perkerasan Lentur, Perkerasan Kaku dan Perkerasan Komposit
11
Gambar 13. Perbedaan Konstruksi Perkerasan Lentur, Perkerasan Kaku dan Perkerasan Komposit
B. BAHAN-BAHAN PERKERASAN JALAN
Bahan perkerasan jalan adalah bahan-bahan yang dihampar di atas permukaan tanah dasar, meliputi
bahan-bahan untuk pondasi bawah, pondasi atas dan lapis permukaan. Secara prinsip, bahan perkerasan
lentur terdiri atas agregat, filler dan aspal, yang memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan Bina
Marga.
1. ASPAL (BITUMEN)
adalah cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan sedikit mengandung sulfur,
oksigen dan klor. Aspal terbuat dari minyak mentah melalui proses penyulingan. Aspal sebagai bahan
pengikat dalam perkerasan lentur mempunyai sifat Viskoelastis (aspal akan padat pada suhu ruang
dan akan cair bila dipanaskan). Penghasil aspal terbesar di Indonesia adalah di Pulau Buton (Sulawesi
Tenggara).
Gambar 14. Aspal (Bitumen)
12
Aspal merupakan material yang berwarna hitam sampai coklat tua, yang mempunyai sifat :
a. Thermoplastik
artinya berubah sesuai temperatur, memiliki daya lekat tinggi dan mampu mengisi rongga
agregat secara merata. Tetapi pemanasan yang terlalu tinggi juga akan merusak sifat-sifat aspal,
menyebabkan aspal cepat mengeras, sedangkan bila pemanasannya kurang, aspal menjadi kental
sehingga tidak menyelimuti agregat secara merata.
b. Keawetan (Durabilitas)
didasarkan pada daya tahannya terhadap pengerasan dan tetap mempertahankan sifat aslinya
pada saat pelaksanaan konstruksi, pengaruh cuaca dan beban lalu lintas.
c. Sifat Mekanis (Rheology)
adalah sifat aspal dimana hubungan antar tegangan dan regangan dipengaruhi waktu. Artinya :
apabila mengalami pembebanan dengan jangka waktu cepat (aspal bersifat elastis), tetapi jika
pembebanan dalam jangka waktu lambat (aspal bersifat plastis)
2. AGREGAT
adalah batu pecah, kerikil, pasir (mineral pengisi lainnya) yang digunakan sebagai bahan penyusun
utama perkerasan jalan, dan mempunyai syarat : ukuran, gradasi, kekuatan, kekerasan, tekstur, daya
lekat, kebersihan dan sifat kimiawi.
a) Ukuran
Asphalt Institute mengelompokkan agregat menjadi 4, yaitu :
1. Agregat Kasar (lolos saringan no.8 dengan ø 2,36 mm)
2. Agregat Halus (lolos saringan no.8 tapi tertahan saringan saringan no.30 dengan ø 0,59 mm)
3. Mineral Pengisi (lolos saringan no.30 tetapi tertahan saringan no.200 dengan ø 0,074 mm)
4. Filler adalah debu (dust) yang lolos saringan no.200.
Gambar 15. Agregat
13
Sebagai bahan penyusun campuran, agregat harus memenuhi syarat yang ditetapkan Bina Marga,
seperti pada tabel berikut :
Gambar 16. Syarat-Syarat Agregat
b) Gradasi
adalah persentase pembagian ukuran butiran agregat.
Gradasi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Well Graded (Gradasi Menerus/Gradasi Rapat) : mempunyai ukuran butir terbesar sampai
terkecil.
2. Gap Graded (Gradasi Senjang/Timpang) : dimana ukuran butirnya tidak mempunyai salah
satu atau beberapa ukuran tertentu.
3. Uniform Size (Gradasi Seragam) : adalah gradasi yang mengandung ukuran butirnya hampir
sama.
Gambar 17. Jenis Gradasi Agregat
14
DISKUSI
Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Toboali
Mata Pelajaran : Konstruksi Jalan & Jembatan
Kelas/ Semester : XI/ Ganjil
Topik/ Materi Pokok : Spesifikasi Bahan Perkerasan Jalan
Alokasi Waktu : 5 JP x 45 Menit / 1 Pertemuan
1. Indikator Pencapaian:
Pengetahuan
3.4.1 Menjelaskan pengertian perkerasan jalan (C2)
3.4.2 Menjelaskan tahap-tahap perkerasan jalan (C2)
3.4.3 Merinci jenis-jenis perkerasan jalan (C2)
3.4.4 Merinci bahan-bahan perkerasan jalan (C2)
3.4.5 Menjelaskan syarat-syarat bahan perkerasan jalan (C2)
3.4.6 Menganalisis bahan perkerasan jalan (C6)
Keterampilan
4.4.1 Menggambar lapis-lapis perkerasan jalan (P4)
4.4.2 Memotret jalan sekitar tempat tinggal dan menentukan jenis perkerasannya (P6)
1. Alat dan Bahan
Laptop/ PC
LCD
Kuota Internet
2. Petunjuk Kerja
a. Buatlah kelompok masing-masing 3 orang ( Maks 4 orang ).
b. Laporkan nama anggota kelompok kepada Guru dan Ketua Kelas.
c. Guru membagi masing-masing kelompok dengan tema yang akan dibahas.
d. Lakukan diskusi terhadap tema yang diberikan Guru bersama anggota kelompok.
e. Presentasikan hasil diskusi tersebut dalam bentuk PPT didepan kelas.
f. Berperan aktiflah dalam kelompokmu dan saat berdiskusi dengan kelompok lain.
g. Selamat bekerja !
15
MATERI DISKUSI
Carilah informasi tentang perkerasan jalan berikut ini :
Perkerasan Lentur Kaku Komposit
1. Gambar
2. Bahan ………………………… …………………… ………………………
perkerasannya apa ………………………… …………………… ………………………
saja ………………………… …………………… ………………………
………………………… …………………… ………………………
3. Kelebihan ………………………… …………………… ………………………
………………………… …………………… ………………………
………………………… …………………… ………………………
………………………… …………………… ………………………
4. Kekurangan ………………………… …………………… ………………………
………………………… …………………… ………………………
………………………… …………………… ………………………
………………………… …………………… ………………………
16
TUGAS KETERAMPILAN
Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Toboali
Mata Pelajaran : Konstruksi Jalan & Jembatan
Kelas/ Semester : XI/ Ganjil
Topik/ Materi Pokok : Spesifikasi Bahan Perkerasan Jalan
Alokasi Waktu : 5 JP x 45 Menit / 1 Pertemuan
1. Alat dan Bahan
HP Android
Kuota Internet
Meteran
2. Petunjuk Kerja
Dari pembelajaran hari ini, fotokanlah jalan disekitar tempat tinggalmu (minimal 3 foto).
Ukurlah lebar jalan tersebut.
Tentukan jenis perkerasannya.
Kumpulkan tugas dengan tepat waktu!
Selamat bekerja!
17
BAB III
PENUTUP
1. Rangkuman
a. Banyak kerusakan jalan terjadi disebabkan kurang cermatnya pembuatan setiap lapisan perkerasan
jalan, dan pengerasan aspal, sehingga menyebabkan aspal retak, dan kurang awet ditambah lagi
dengan beban kendaraan yang tidak sesuai dengan kelas jalan.
b. Perlu dilakukan kajian yang lebih intensif dalam mengerjakan perkerasan jalan, harus diperhitungkan
secara ekonomis, sesuai dengan kondisi setempat, tingkat keperluan, kemampuan pelaksanaan dan
syarat teknis lainnya, sehingga konstruksi jalan yang direncanakan itu adalah yang optimal.
2. Tes Formatif
Petunjuk :
Untuk meyakinkan bahwa siswa telah menguasai materi dalam kegiatan belajar ini, kerjakanlah soal-
soal di bawah ini! (Nilai ketuntasan minimal 70 poin)
Soal Pilihan Ganda :
Pilihlah jawaban yang paling tepat pada soal berikut ini :
1. Aspal Hotmix merupakan campuran merata antara agregat dan aspal sebagai bahan pengikatnya.
Karena dicampur dalam keadaan panas maka sering disebut Hotmix. Aspal Hotmix yang paling sering
digunakan saat ini di dalam perkerasan jalan. Yang bukan merupakan karakteristik Apal Hotmix
adalah…
A. Stabilitas
B. Mudah dalam pelaksanaan
C. Licin
D. Durabilitas
E. Fleksibilitas
2. Aspal Hotmix tidak retak meskipun dilewati kendaraan yang lewat. Hal ini menandakan bahwa aspal
Hotmix memenuhi karakteristik…
A. Mudah dalam Pelaksanaan
B. Stabilitas
C. Fleksibilitas
D. Durabilitas
E. Licin atau mulus
3. Perkerasan Aspal Beton Semen adalah perkerasan kaku, yang banyak digunakan di negara maju dan
hemat dalam perawatan. Berikut ini yang bukan merupakan syarat dari pekerjaan aspal beton semen
adalah…
A. Daya dukung tanah
18
B. Lalu lintas kendaraan yang lewat
C. Bahu aspal beton semen
D. Kekuatan beton semen
E. Panjang jalan
4. Meskipun pada saat kondisi hujan, kendaraan tidak slip/licin melewati aspal Hotmix. Hal ini
menandakan bahwa aspal Hotmix memenuhi karakteristik…
A. Stabilitas
B. Tahan Gesek
C. Tahan Aus
D. Durabilitas
E. Fleksibilitas
5. Bahan perkerasan jalan adalah bahan-bahan yang dihampar di atas permukaan tanah dasar. Baik untuk
pondasi bawah, pondasi atas dan lapis permukaan. Berikut ini yang bukan merupakan bahan untuk
perkerasan jalan adalah…
A. Aspal cair/Prime coat
B. Pasir
C. Kerikil
D. Batu pecah
E. Lempung
6. Aspal akan padat pada suhu ruang dan akan cair bila dipanaskan. Hal ini menandakan aspal memiliki
sifat…
A. Durabilitas
B. Fleksibilitas
C. Stabilitas
D. Viskoelastis
E. Rheology
7. Berikut ini yang tidak termasuk ke dalam Pengelompokan Agregat berdasarkan ukurannya adalah…
A. Kasar
B. Halus
C. Gradasi
D. Filler
E. Pengisi
8. Perhatikan gambar berikut ini.
Gradasi Seragam ditunjukkan nomor…
A. 1
B. 1 dan 2 1 2 3
19
C. 2
D. 2 dan 3
E. 3
9. Berikut ini yang bukan merupakan syarat untuk agregat adalah…
A. Ukuran
B. Kekuatan
C. Kebersihan
D. Sifat kimiawi
E. Kelenturan
10. Berikut ini yang merupakan kelebihan dari perkerasan lentur adalah…
A. Kenyamanan
B. Ketahanan
C. Kekakuan
D. Keawetan
E. Kemampuan penyebaran beban
20
DAFTAR PUSTAKA
A. Wigiyanto W, 2006. Bahan Perkerasan Jalan-UII. [Link]
Kementrian PUPR, Februari 2019. Modul 1-Konsep Dasar Konsep Perkerasan Kaku.
[Link]
Dinas PUPR Kabupaten Grobogan, 23 Juli 2014, Konstruksi Perkerasan Lentur (Flexible Pavement).
[Link]
[Link]
[Link]
Google image.
21