MAKALAH PERALATAN TERAPI
RELAY
DISUSUN OLEH:
MUHAMMAD HASBY 2232038
POLITEKNIK KESEHATAN SITEBA PADANG
2022/2023
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata`ala karena atas berkat
rahmat dan hidayah-Nya kami bisa menyelesaikan makalah [Link] ini kami buat untuk
memenuhi tugas dengan dosen dan mampu memahami tugas ini dengan sebaik-
[Link] berharap semoga makalah ini berguna dan bermanfaat,terutama dalam
menambah pengetahuan juga pengalaman bagi pembaca.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak [Link],S.T selaku dosen mata
kuliah Peralatan Terapi di Politeknik Kesehatan [Link] terima kasih ini juga penulis
sampaikan kepada semua yang terlibat dalam penyuusunan makalah [Link] terususunnya
makalah ini,penulis menyadari masih banyak kekurangan,oleh sebab itu,saran dan kritik
diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Padang,13 Oktober 2023
penulis
i
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR………………………………………………………..............
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang..................................................................................................
Rumusan Masalah............................................................................................
Tujuan Penulisan...............................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Relay.........................................................................................
2.2 Fungsi Relay................................................................................................
2.3 Komponen Relay.........................................................................................
2.4 Cara Kerja...................................................................................................
2.5 Jenis-jenis ....................................................................................................
2.6 Keuntungan Relay......................................................................................
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..................................................................................................
3.2 Saran............................................................................................................
Daftar Pustaka..............................................................................................................
ii
BAB I
PENDAHULUAN
[Link] Belakang
Kendali automekanik telah memegang peranan yang sangat penting dalam
perkembangan ilmu dan [Link] sangat diperlukan pada saat pesawat ruang
angkasa,peluru kendali,system pengemudian pesawat,dan [Link] automatik telah
menjadi bagian yang terpenting dan terpadu datri proses-proses dalam pabrik dan industry
modern.
Karena kemajuan dalam teori dan praktek kendali automatic memberikan kemudahan
dalam mendapatkan performansi dari system mempertinggi kualitas dan menurunkan biaya
produksi,mempertinggi jual produksi,meniadakan pekerjaan -pekerjaan rutin dan
membosankan yang harus dilakukan oleh manusia dan sebagainya,maka Sebagian besar
insyinyur dan ilmuwan sekarang harus mempunyai pemahaman yang baik dalam bidang
kendali.
[Link] Masalah
[Link] defenisi Relay?
[Link] fungsi dari Relay dan cara kerja relay?
[Link] saja jenis-jenis Relay?
C. Tujuan
[Link] mengetahui defenisi Relay
[Link] mengetahui fungsi dari Relay
[Link] mengetahui cara kerja relay
[Link] mengetahui Komponen dalam Relay
[Link] mengtahui jenis-jenis relay
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Relay
Relay adalah komponen elektronika berupa saklar yang dioperasikan secara listrik dan
terdiri dari 2 bagian utama yaitu Elektromagnet(coil) dan mekanikal (seperangkat kontak
saklar/switch).Komponen ini menggunakan prinsip elektromagnetik untuk menggerakkan
saklar sehingga arus listrik yang kecil dapat menghantarkan listrik bertegangan lebih tinggi.
Contohnya relay yang memiliki elektromagnetik 5v dan 50mA dapat menggerakkan
Armature relay yang menghantarkan listrik 220v dan 2A . Relay juga terdapat pada starter dan
juga klakson mobil serta jenis kendaraan lainnya.
2.2 Fungsi Relay
Menjalankan fungsi logika(logic function)
Memberikan fungsi penundaan waktu (time delay function)
Mengendalikan sirkuit tegangan tinggi dengan bantuan dari sinyal rendah
Melindungi motor ataupun komponen lainnya dari kelebihan tegangan
maupun hubungan singkat arus listrik.
2.3 Komponen Relay
Relay mempunyai tiga komponen utama yaitu common,koil,dan kontak.
Common
Bagian yang menyambung Normally Close (dalam keadaan normal).
Koil
Disebut juga komponen yang berfungsi untuk menciptakan medan magnet
Kontak
Terdiri atas Normally Close (dalam keadaan normal tertutup setelah diberi
tegangan akan terbuka) dan Normally Open (dalam keadaan normal terbuka
dan setelah diberi tegangan akan tertutup).
Di dalam relay ada berbagai komponen tambahan yang masing-masing juga memiliki
fungsi sendiri-sendiri yaitu :
1. Electromagnet (Coil)
2
Electromagnet berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke iron core dan
membuat armature merubah posisi awalnya. Selain itu juga berfungsi membentuk medan
magnet ketika memeroleh tegangan listrik yang sesuai tegangan relay.
Electromagnet atau coil berbentuk lilitan kawat tembaga berlapis email.
2. Armature
Armature adalah sebuah material berupa lempengan logam yang berfungsi sebagai tuas
kontak yang bergerak merubah posisi kontak. Perubahan posisi ini bergantung dari sifat
magnetik komponen besi yang mempengaruhinya.
3. Spring
Spring adalah modul yang berfungsi mengatur kondisi dari armature. Jadi, apabila ada aliran
listrik dari coil maka spring bakal mendorong sisi belakang armature ke atas sehingga
posisinya berubah.
4. Switch Contact Point
Switch Contact Point adalah saklar yang berfungsi sebagai kontak output relay. Ada dua
kondisi yaitu normally open dan normally close.
Maksud dari normally open adalah kontak normal saat lilitan A1 dan lilitan A2 belum
memperoleh tegangan atau juga disebut sebagai kontak tertutup. Sedangkan normally close
artinya adalah kontak relay secara normal ketika lilitan A1 dan A2 belum mendapatkan
tegangan disebut sebagai kontak terbuka.
5. Inti Besi
Bagian inti besi memiliki dua fungsi dalam sistem ini. Fungsi pertama yaitu dengan sifat
magnetiknya berperan dalam hal menarik armature sehingga bisa mengubah posisi switch
contact points.
Fungsi kedua yaitu menjadi bahan bersifat magnetik saat terinduksi dari coil elektromagnetik.
3
2.4 Cara Kerja Relay
Ketika kumparan elektromagnetik yang didalamnya terdapat logam feromagnetis
dialiri arus listrik maka akan timbul medan magentik sementara. Selanjutnya bakalan menarik
tuas armature sehingga posisi kontak switch atau saklar jadi berubah. Jika sebelumnya adalah
normally close berubah menjadi normally open.
Dari sifat magnetik sementara ini akan terus ada selama coil elektromagnetik masih
dialiri listrik. Contoh penerapan sederhana relay adalah lampu otomatis 220 VAC yang
dikontrol rangkaian sensor cahaya dengan tegangan hanya 6 Volt DC.
Pada relay terdapat sebuah kumparan yang berinti besi yang bilamana kumparan
tersebut dialiri listrik maka kumparan tersebut akan menjadi magnet dan menarik plat
sehingga terjadilah [Link] kontak tersambung maka aliran listrik pada beban akan
mengalir. Beban pada relay dapat berupa lampu, pompa air serta peralatan listrik lainnya.
Kontak Poin (Contact Point) Relay terdiri dari 2 jenis yaitu :
Normally Close (NC) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di
posisi CLOSE (tertutup)
Normally Open (NO) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di
posisi OPEN (terbuka)
Berdasarkan gambar diatas, sebuah Besi (Iron Core) yang dililit oleh sebuah
kumparan Coil yang berfungsi untuk mengendalikan Besi tersebut. Apabila Kumparan Coil
diberikan arus listrik, maka akan timbul gaya Elektromagnet yang kemudian menarik
Armature untuk berpindah dari Posisi sebelumnya (NC) ke posisi baru (NO) sehingga
menjadi Saklar yang dapat menghantarkan arus listrik di posisi barunya (NO). Posisi dimana
Armature tersebut berada sebelumnya (NC) akan menjadi OPEN atau tidak terhubung. Pada
saat tidak dialiri arus listrik, Armature akan kembali lagi ke posisi Awal (NC). Coil yang
4
digunakan oleh Relay untuk menarik Contact Poin ke Posisi Close pada umumnya hanya
membutuhkan arus listrik yang relatif kecil.
2.5 Jenis-Jenis Relay
Berikut ini beberapa jenis relay yang sangat mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari :
1. Relay Elektromagnetik
Dirancang khusus menggunakan listrik mekanik dan magnetik. Ciri lainnya yaitu adanya coil
dalam kontak mekanis. Maka dari itu, ketika coil diaktifkan oleh sistem supply, maka kontak
mekanis akan terbuka.
2. Relay Induksi
Relay Induksi merupakan komponen pelindung dalam listrik AC dan DC. Gerakan pada
kontak mekanis terjadi karena konduktor cawan bergeser melalui interaksi fluks
elektromagnetik.
3. Relay Daya Tarik
Jenis relay yang satu ini dapat digunakan pada aliran listrik berarus searah maupun bolak-
balik. Saat coil dialiri arus listrik, bagian besinya akan tertarik.
Jika hal tersebut terjadi, maka bisa merubah posisi dari off menjadi on. Relay ini tidak
memiliki waktu delay sehingga tidak cocok dipakai pada operasi instan.
4. Relay Penahan Magnetik
Merupakan jenis relay yang menggunakan magnet permanen dengan remitansi tinggi supaya
arus listrik tetap stabil. Selain itu juga untuk melindungi rangkainnya dari konsleting listrik
yang berpotensi kebakaran.
5. Relay Hibrida
Merupakan gabungan dari relay elektromagnetik dan komponen-komponen lainnya. Bagian
inputnya berisi rangkaian elektronik yang bisa menjalankan fungsi kontrol dan perbaikan.
6. Reed Relay
Terdiri atas sepasang stripe magnetic yang tersegel pada tabung gelas. Medan magnet pada
coil yang melilit membuatnya menjadi bergerak sehingga terjadi perubahan posisi pada
kontak mekanis.
5
7. Relay Thermal
Relay thermal adalah relay yang mempunyai ciri khas ketika efek panas terkena kontak
mekanis maka posisi kontaknya akan berubah. Relay thermal berfungsi untuk melindungi
bagian-bagian komponen seperti tegangan, daya, dan arus listrik.
8. Solid State Relay
Merupakan relay dengan komponen utamanya yaitu Solid State. Supaya operasi switching
bisa dilakukan tanpa harus memindahkan bagian apapun.
Selain itu, ada juga jenis relay berdasarkan jumlah pole dan throw. Pole adalah banyaknya
kontak yang dimiliki sebuah relay sedangkan throw adalah banyaknya kondisi yang dimiliki
sebuah kontak. Berikut ini jenis-jenisnya :
Single Pole Single Throw : relay yang mempunyai empat kaki terminal. Dua sebagai
kontak point dan dua lainnya untuk coil.
Single Pole Double Throw : memiliki lima kaki terminal. Tiga sebagai kontak point,
dua sebagai throw dan satu sebagai pole.
Double Pole Double Throw : memiliki delapan kaki terminal. Enam sebagai kontak
point dan dua untuk saklar single pole double throw.
2.6 Keuntungan Menggunakan Relay
Memakai relay dalam sistem listrik atau elektromnika memberikan banyak sekali
keuntungan yaitu :
Bisa memakai arus listrik kecil untuk mengendalaikan arus listrik besar.
Bisa mengendalikan lebih dari satu kontak komponen berkat adanya sebuah sinyal
kontrol.
Bisa mengaktifkan maupun menonaktifkan peralatan yang sulit
Bisa mengamankan atau mengisolasi bahaya tegangan tinggi.
Dan masib banyak lagi keunggulan lainnya.
Pada Arduino dapat membantu Arduino dalam mengendalikan arus yang lebih
besar,karena dalam Arduino tidak dapat memberikan arus yang lebih besar.
6
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Relay adalah komponen elektronika berupa saklar yang dioperasikan secara listrik dan
terdiri dari 2 bagian utama yaitu Elektromagnet(coil) dan mekanikal (seperangkat kontak
saklar/switch).Komponen ini menggunakan prinsip elektromagnetik untuk menggerakkan
saklar sehingga arus listrik yang kecil dapat menghantarkan listrik bertegangan lebih tinggi.
Contohnya relay yang memiliki elektromagnetik 5v dan 50mA dapat menggerakkan
Armature relay yang menghantarkan listrik 220v dan 2A . Relay juga terdapat pada starter dan
juga klakson mobil serta jenis kendaraan lainnya.
Relay berfungsi Menjalankan fungsi logika(logic function)
Memberikan fungsi penundaan waktu (time delay function)
Mengendalikan sirkuit tegangan tinggi dengan bantuan dari sinyal rendah
Melindungi motor ataupun komponen lainnya dari kelebihan tegangan
maupun hubungan singkat arus listrik.
3.2 SARAN
Untuk menggunakan Relay alangkah baiknya kita pada saat mengunakan
Arduino untuk lebih mempertimbangkan dahulu,apakah memerlukan daya dan
tegangan yang lebih besar,karena pada Arduino hanya dapat mengoperasikan dan
mengeluarkan tegangan yang kecil yaitu 5v.
7
DAFTAR PUSTAKA
Otomasi,Laskar.”Mengenal Relay-Komponen-dan Cara
kerjanya”,[Link]
Diakses 13 oktober 2023 pukul 10:29