0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
182 tayangan14 halaman

Rancangan Program Pelatihan Tahu

Program pelatihan pembuatan tahu di Desa Saguling bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pemuda tentang cara membuat tahu secara mandiri serta meningkatkan penghasilan mereka. Pelatihan dilaksanakan selama seminggu dan mencakup proses pemilihan bahan baku, pengolahan, dan penyimpanan hasil produksi tahu.

Diunggah oleh

Dike Melyka Anisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
182 tayangan14 halaman

Rancangan Program Pelatihan Tahu

Program pelatihan pembuatan tahu di Desa Saguling bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pemuda tentang cara membuat tahu secara mandiri serta meningkatkan penghasilan mereka. Pelatihan dilaksanakan selama seminggu dan mencakup proses pemilihan bahan baku, pengolahan, dan penyimpanan hasil produksi tahu.

Diunggah oleh

Dike Melyka Anisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM PEMBINAAN MASYARAKAT

PEMBUATAN TAHU
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mata Kuliah Pembelajaran Berwawasan
Kemasyarakatan

OLEH :
NAMA : DIKE MELYKA ANISA
NIM : 859658388

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PROGRAM STUDI S1. PGSD
2023
A. PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Tahu merupakan salah satu produk makanan yang sudah popular di
masyarakat Indonesia. Sejak dulu, masyarakat Indonesia terbiasa
mengonsumsi tahu sebagai lauk pauk pendamping nasi atau sebagai makanan
ringan. Tahu menjadi makanan yang sangat diminati oleh masyarakat
Indonesia karena rasanya enak dan harganya juga relatif murah. Tahu
mengandung beberapa nilai gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, kalori,
mineral, fosfor, dan vitamin B-kompleks. Tahu juga kerap dijadikan salah
satu menu diet rendah kalori karena kandungan hidrat arangnya yang rendah
(Utami, 2012).

Masyarakat biasanya mengonsumsi tahu yang terbuat dari bahan


dasar kedelai. Akan tetapi, kondisi yang tidak menguntungkan kini harus
dialami oleh masyarakat Indonesia. Hal itu karena dalam kurun waktu
terakhir, harga kedelai yang merupakan bahan baku utama tahu terus
melonjak. Akibatnya, banyak produsen tahu yang merugi sehingga akhirnya
gulung tikar. Sementara itu, tuntutan kebutuhan gizi para konsumen juga
harus dipenuhi mengingat tahu merupakan sumber protein nabati sebagian
besar masyarakat Indonesia.
Selama ini, bahan baku pembuatan tahu yang telah dikenal hanya
kacang kedelai. Padahal, ada beberapa jenis biji-bijian yang dapat
dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pembuatan tahu. Salah satu biji-bijian
yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pembuatan tahu adalah biji
munggur. Biji munggur dihasilkan dari pohon trembesi atau pohon munggur.
Tanaman ini mudah ditemukan karena biasanya ditanam di pinggir jalan, di
halaman, dan di taman sebagai perindang.

Hasil penelitian Felinia dan Alfred (2008), menunjukkan bahwa


kombinasi kedelai dan kecipir terbaik adalah 50% berat kedelai dan 50%
berat kecipir karena dapat menghasilkan tahu yang putih, tidak langu,
memiliki rasa yang enak serta tekstur yang kenyal.
Hasil penelitian Djaafar (2011), menunjukkan bahwa tahu
kerandang yang paling baik adalah tahu kerandang yang dibuat dengan
subtitusi kedelai 75% dengan bahan koagulan cuka beras 25% yang
menghasilkan tahu yang kenyal, berwarna putih, rendeman yang dihasilkan
tinggi, dan aroma yang baik. Tahu kerandang memiliki kandungan protein
13,69% dan lemak 3,40%.

Umumnya, tanaman munggur hanya dimanfaatkan kayu dan


daunnya, sedangkan biji munggur dibiarkan begitu saja. Sedikit orang yang
kreatif bisa memanfaatkan biji munggur menjadi sesuatu yang bernilai lebih,
dengan cara diolah menjadi camilan, seperti biji bunga matahari yang diolah
menjadi kwaci. Berdasarkan penelitian Sulistyanto (2005), biji munggur
dalam dunia industri dapat digunakan untuk pembuatan bahan makanan.
Contohnya tempe, tahu, kecap, dan susu. Akan tetapi, potensi ini belum dapat
dikembangkan oleh masyarakat luas.
2. Tujuan pelaksanaan pelatihan pembuatan Tahu

a. Tujuan umum
Tujuan dari pembuatan inovasi tahu yang bercita rasa, atraktif serta benilai
gizi tinggi ini adalah agar image tahu sebagai makanan rakyat dapat berubah
menjadi makanan berkelas tinggi dengan harga yang terjangkau serta tahu
dapat disukai oleh anak-anak karena warnanya yang menarik dan rasanya
yang bervariasi.

b. Tujuan khusus
1. Melaksanakan Program Pelatihan Pembuatan Tahu karang taruna Desa
Saguling Rt 06/ Rw 08 Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis
2. Membantu dan meringankan tugas pengurus karang taruna
mengembangkan potensi pemuda/pemudi terutama dalam memberikan
pelatihan pembuatan tahu.
3. Memberikan pengetahuan pembuatan tempe kepada para pemuda/pemudi
di Desa Saguling Rt 06/ Rw 08 Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis.

3. Hasil pelatihan secara umum


Dengan adanya kegiatan pelatihan pembuatan tahu oleh mahasiswa peserta
pelatihan di Desa Saguling Rt 06/ Rw 08 yang semula belum mengenal atau yang
baru saja mengenal cara membuat tahu dapat membuat tahu dengan mudah dan
lancar.
BAB 11
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Tempat, waktu dan jadwal pelaksanaan program

1. Tempat pelaksanaan program


Pelaksanaan program pembuatan tahu bertempat di rumah Bapak Titing
di Desa Saguling Rt 06/ Rw 08 Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis
2. Waktu pelaksanaan program
Kegiatan Pembinaan Dilaksanakan Sebanyak 8 Kali Pertemuan, Dari Tanggal
16-23 Oktober 2023, Pada pukul 13.00 WIB sampai selesai,

3. Jadwal pelaksanaan program

Perte- Hari/ Kegiatan


muan Tanggal

1 Senin Mengidentifikasi warga binaan dan menjelaskan tujuan


16-10-2023 dan manfaat berwirausaha tahu

11 Selasa, Memberi penjelasan tentang proses pembuatan tahu


17-10-2023

III Rabu,
18-10- Mulai menyiapkan semua peralatan
2023
IV Kamis,
19-10- Menyiapkan bahan-bahan untuk tahu
2023

V Jum’at,
20-10- Cara Pembuatan Tahu dan Mempraktikan
2023

V1 Sabtu, Praktik Membuat Tahu, sendiri – sendiri


21-10-
2023

VII Sabtu, Mengatasi kendala-kendala saat proses berlangsung


22-10-
2023

VIII Rabu, Melihat hasil pembuatan tahu


23-10-
2023
[Link] Pelatihan
Alat:
1. Bak atau drum untuk merendam kedelai
2. Panci atau drum untuk memasak
3. Blender atau mesin penggiling kedelai
4. Kompor atau tungku bakar
5. Kain atau saringan tahu
6. Blakbak atau cetakan tahu
7. Ember atau plastik besar
8. Rak bambu

Bahan:
1. Kedelai kuning
2. Bahan penggumpal
3. Air bersih
Adapun yang termasuk bahan-bahan tambahan dalam pembuatan tahu adalah:
1. Bahan pelunak
2. Garam
3. Pewarna
4. Penyedap rasa
5. Bahan pengawet.

2. Materi Pelatihan Kegiatan.


1. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memilih kedelai dengan kualitas bagus (biji
besar dan tidak digerogoti ulat). Pada proses ini kita bisa menggunakan Tampi/tampah agar
lebih mudah.

2. Setelah kita mendapatkan kedelai yang super, kemudian dicuci, kemudian direndam dalam
air kurang lebih selama 6 jam.

3. Setelah proses perendaman selesai, kedelai dicuci dengan air bersih sampai benar-benar
bersih. Hal ini bertujuan agar kebersihan kedelai terjamin.

4. Langkah berikutnya kedelai hancurkan menggunakan mesin pemecah kedelai, jika tidak
ada Anda bisa memanfaatkan Alu.

5. Pada proses kelima, kedelai yang sudah hancur tersebut digiling sampai halus(lembut)
menggunakan mesin giling kedelai. Pada proses ini akan dihasilkan santan kedelai hasil
penggilingan kedelai tadi.

6. Santan kedelai yang dihasilkan pada proses nomor 5 langsung direbus dengan
menggunakan wajan sampai mendidih.

7. Setelah itu santan kedelai dipindahkan dari wajan ke dalam bak yang telah kita siapkan
sebelumnya. Kemudian saring dengan menggunakan kain belacu yang telah dibuat
sedemikan rupa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal proses penyaringan ini harus
dilakukan secara berulang-ulang.
8. Campur santan kedelai hasil penyaringan dengan asam cuka agar menggumpal. Selain
dicampur dengan asam cuka, Anda juga dapat menambahkan air kelapa atau bubuk/serbuk
batu tahu (sulfat kapur).

9. Gumpalan hasil campuran santan kedelai yang sudah mulai mengendap itu dituangkan
dalam cetakan tahu yang sebelumnya telah dialasi dengan menggunakan kain belacu.

10 Adonan tahu dalam cetakan dikempa/dipress selama kurang lebih 2 menit agar air yang
terkandung di dalam adonan tahu tersebut dapat terperas habis tak tersisa.

11. Setelah itu adonan tahu tersebut sudah dapat dipotong-potong sesuai ukuran yang
diinginkan.

F. Strategi dan Diskripsi Jalannya Kegiatan


Pembelajaran dilaksanakan dengan tatap muka secar langsung, nara sumber
memberikan materi yang mudah di pahami. Dengan menggunakan metode ceramah,
tanya jawab, demotrasi dan pengamatan.
Pertemuan pertama yang dilakukan penulis adalah perekrutan peserta yang akan
mengikuti pelatihan pembuatan tahu dengan mengisi identitas diri yang telah diberikan.
Pertmuan kedua memberikan sosialisai tentang bagaiamana manfaaf dan pembuatan
tahu. Pertemuan ketiga nara sumber menjelaskan orientasi kegiatan dan tujuan kegiatan.
Pertemuan keempat peserta memperhatikan penjelasan dari nara sumber. Pertemuan
kelima nara sumber menjelaskan tentang bahan dan alat – alat yang akandigunkan dalam
membuat tahu. Pertemuan keenam bagamana cara menyiapkan bahan – bahan dan alat
yang akan di gunakan dalam membuat tahu. Pertemuan ketujuh narasumber
mempraktikan bagaimana cara mencuci kedelai yang benar dan pertemuan kedelapan
menjelaskan cara mengukus kedelai, pertemuan kesembilan nara sumber mempraktikan
cara penyaringan santan kedelai dan penyimpanan tahu yang benar.
Pertemuan kesepuluh peserta membawa semua bahan dan alat – alat yang akan
di gunakan untuk membuat tahu kemuadian peserta mempraktikan membuat tahu
dengan dibimbing oleh nara sumber, kemudian dilajutkan pertemuan kesebelas para
peserta praktik menyimpan dan menyajikan tahu dengan baik dan dipertemuan
keduabelas para peserta mengerjakan evaluasi yang diberikan oleh nara sumber.

B. Strategi dan Diskripsi kegiatan


a. Strategi kegiatan
1. Pengamatan
Melalui kegiatan ini praktikan mencoba mengamati kegiatan yang dilakukan
oleh pemuda di lingkungan sekitar hasilnya diperoleh bahwa sebagian besar para
pemuda/pemudi kurang memanfaatkan waktunya dengan baik dan kebanyakan
pemuda tidak peduli terhadap lingkungan

2. Penentuan Masalah
Setelah penulis mengadakan pengamatan dengan hasil bahwa sebagian dari
mereka melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat dan kurang peduli
lingkungan. Maka dilakukan kegiatan peduli lingkungan yang dapat
menghasilkan uang.
3. Penentuan Pemuda / pemudi Binaan
Dalam menentukan pemuda yang akan dibina dipilih pemuda yang tinggal di
lingkungan sekitar pratikan, yaitu di desa Saguling Rt 06 Rw 08. Hal itu untuk
memudahkan hubungan komunikasi antara praktikan dengan pemuda/pemudi
dan warga binaan. Dan diambilah 7 peserta pemuda dan warga binaan., yaitu
Warso ,Titing, Tono, Dedeh, Rosyid, Sri, Asep Wawan.
.
4. Pemilihan Kegiatan
Dalam memilih kegiatan diadakan musyawarah dengan pemuda dan warga
binaan dan mengingat beberapa pemuda dan warga binaan juga membutuhkan
pelatihan kewirausahaan maka diambillah kesepakatan untuk melakukan
kegiatan pelatihan pembuatan tahu.

5. Pelaksanaan.
Agar pelaksanaan dapat berjalan dengan baik, dalam kegiatan tidak bersifat
kaku, artinya kedudukan kita sama tidak ada yang lebih tinggi pemuda dan
warga binaan mempunyai kebebasan untuk mengeluarkan ide atau gagasan
dalam kegiatan pembinaan.

6. Evaluasi
Dalam tahap ini dapat dilihat hasil pembuatan tahu dari ketujuh pemuda dan
warga binaan dapat dilakukan dengan baik, walaupun hasilnya berbeda-beda.

7. Tindak lanjut
Diharapkan pemuda dapat berwirausaha melalui kegiatan pembinaan ini,
serta pemuda dan warga binaan dapat mengajak pemuda lainnya agar tinggat
pengangguran di desa Saguling semakin sedikit.
b. Deskripsi Kegiatan

Perte- Hari/ Materi Waktu


Muan Tanggal

I Senin Mengidentifikasi warga binaan dan menjelaskan 2 jam


16-10- tujuan dan manfaat berwirausaha tahu
2023
II Selasa, Memberi penjelasan tentang proses pembuatan tahu 2 jam
17-10-
2023
III Rabu, Mulai menyiapkan semua peralatan 3 jam
18-10-
2023
IV Kamis, Menyiapkan bahan-bahan untuk tahu 2 jam
19-10-
2023
V Jum’at Cara Pembuatan Tahu dan Mempraktikan 2 jam
20-10-
2023
VI Sabtu, Praktik Membuat Tahu, sendiri – sendiri 2 jam
21-10-
2023
VII Sabtu, Mengatasi kendala-kendala saat proses berlangsung 2 jam
22-10-
2023
VIII Rabu, Melihat hasil pembuatan tahu 2 jam
23-10-
2023
BAB III
TEMUAN DAN HASIL

1. Temuan/hasil evaluasi proses pelatihan pembuatan tahu


Selama proses berjalannya pelatihan pembuatan tahu di desa Saguling rt 06/rw 08,ada
beberapa hal yang menjadi perhatian penyelenggara pelatihan baik itu yang bersifat
mendukung maupun menghambat proses pelatihan antara lain :
a. Faktor Pendukung
1. Terciptanya suasana aman dan nyaman, dan kondusif yang diciptakan
masing-masing peserta pelatihan.
2. Adanya kerjasama yang baik antara peserta, pengajar (mahasiswa), tutor
pendukung serta pengurus Balai desa setempat.
3. Jadwal pelatihan yang dilakukan pada hari yang sama Karang taruna
melakukan latihan rutin kebugaran jasmani sehingga peserta pelatihan
bisa hadir pada setiap pelatihan pembuatan tahu tanpa meluangkan waktu
khusus untuk pelatihan dan tidak mengganggu kegiatan sehari hari.
b. Faktor Pengahambat
1. Sebagian peserta ada yang bekerja mengikuti shift dalam bekerja.
Sehingga dapat menghambat kehadiran peserta pelatihan secara rutin
sesuai jadwal.
2. Temuan / hasil evaluasi produk pembuatan tahu
Dari pelatihan pembuatan tempe yang telah dilaksanakan mulai tanggal 16
Oktober s/d 23 Oktober 2023 di Desa Saguling rt 06/ rw 08 dapat penyusun
sampaikan hasilnya.
1. Penilaian sebelum proses pelatihan
Kemampuan setiap peserta pelatihan di Desa Saguling rt 06/ rw 08 pada awal
belajar, baik kemampuan mengenal tahu. Dinilai sejak pertama kali kegiatan
pelatihan membuat tahu dimulai. Dari pengamatan yang dilakukuan peserta
masih terlihat kaku dan canggung.
2. Penilaian selama proses pelatihan
Selama proses pelatihan pembuatan tahu di Desa Saguling rt 06/ rw 08, dapat
dilihat perkembangan tiap peserta. Peningkatan kemampuan belajar dan
keterampilan membuat tahu sudah dapat terlihat setelah pelatihan berlangsung
selama satu minggu. Peserta antusias mengikuti pelatihan dan tidak
kaku/canggung.
3. Penilaian pada akhir pelatihan
Setelah pelatihan selama satu minggu berlangsung mulai tanggal 16 Oktober 2023 –
23 Oktober 2023, kemampuan peserta pelatihan mengalami kemajuan atau tingkat
kemampuan yang berbeda.
3. Pembahasan proses pelatihan pembuatan tahu
a. Proses pendataan peserta dan pelaksanaaan kegiatan pelatihan
Ada beberapa langkah yang dapat diambil pada perkembangan pelatihan adalah sebagai
berikut :
1. Memberikan motivasi secara personal kepada peserta pelatihan yang
mengalami kesulitan .
2. Memperbanyak dan memberikan modul bahan ajar dalam kegiatan pelatihan
agar peserta dapat belajar dirumah masing-masing.
3. Peserta yang sudah cukup mampu diberi kesempatan untuk membantu
peserta yang belum mampu.
4. Memberikan pre test untuk meningkatkan kemampuan.
5. Menindaklanjuti dan memberikan pelatihan privat kepada peserta

b. Pelaksanaan Evaluasi dan Tingkat Pencapaian Hasil Pelatihan


Tingkat pencapaian hasil pelatihan (nilai akhir) diperoleh dari penilaian secara tidak
langsung setiap pertemuan pelatihan serta hasil ujian terakhir. Bagi peserta yang tidak
lulus ujian dengan kriteria bersyarat akan memperoleh piagam penghargaan.

1. Pelaporan
a. Laporan dibuat oleh mahasiswa dilaporkan kepada tutor mata kuliah pembelajaran
berwawasan kemasyarakatan.
b. Laporan ini dilampiri dengan data peserta dan piagam penghargaan atas nama
pengurus Pemuda.
2. Evaluasi
a. Evaluasi Program
b. Yaitu penilaian terhadap berjalannya program pelatihan pembuatan tahu, berjalan
dengan baik atau tanpa ada kendala.
c. Evaluasi Pelatihan
Penilaian formatif yaitu penilaian yang dilakukan setelah peserta pelatihan
menyelesaikan bahan ajar pelatihan pada tahap tertentu.

4. Keaktifan / partisipasi peserta pelatihan


Gambaran keaktifan / partisipasi para peserta pelatihan pembuatan tempe di Desa
Saguling rt 06/ rw 08 ditinjau dari kehadiran,keaktifan proses,serta hasil pencapaian
pelatihan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Pemuda/karang tauna di Saguling khususnya para peserta pelatihan pembuatan tahu
sebagian adalah wiraswasta sehingga memudahkan dalam proses pelatihan dan
pelaksanaan pelatihan. Selain itu jadwal pelatihan pembuatan tahu yang sesuai dengan
jadwal rutin latihan kebugaran jasmani karang taruna Desa Saguling sehingga peserta
pelatihan tidak perlu meluangkan waktu khusus untuk pelatihan pembuatan tahu.
Peserta juga memiliki antusias yang tinggi ingin belajar membuat tahu meskipun ada
yang belum pernah mengenal pembuatan tahu secara detail yakni bagi pekerja kasar.

A. Gambaran keaktifan
Keaktifan pemuda binaan daalam pembuatan tahu di Desa Saguling RT 06 RW 08
Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Nama Respon Terhadap Materi Keattifan


NO Pemuda
/
pemudi
Binaan
1 Warso 1. Dalam menerima dan 1. Keaktifan bertanya
memahami materi baik dan kehadiran
cukup baik tepat waktu
2. Hasil kerjanya sangat 2. Cukup terampil
baik dalam menjalankan
tugas

2 Titing 1. Dalam menerima dan 1. Keaktifan bertanya


memahami materi kurang baik dan
kurang baik kehadiran tepat
2. Dalam praktik dari tahap waktu
awal pembuatan tahu 2. Kurang terampil
kurang baik. dalam menjalankan
3. Hasil kerjanya kurang tugas
baik 3. Kerjasama kurang
baik
3 Tono 1. Dalam menerima dan 1. Keaktifan bertanya
memahami materi kurang baik dan
kurang baik. kehadiran tidak
2. Dalam praktik dari tepat waktu
tahap awal pembuatan tahu 2. Kurang terampil
kurang baik. dalam menjalankan
3. Hasil kerjanya kurang tugas
baik 3. Kerjasama kurang
baik

Dedeh 1. Dalam menerima dan 1. Keaktifan bertanya baik


memahami materi cukup dan kehadiran tepat waktu
baik 2. Cukup terampil dalam
2. Hasil kerjanya sangat baik menjalankan tugas
3. Kerjasama cukup baik
Rosyid 1. Dalam menerima dan 1. Keaktifan bertanya baik
memahami materi cukup dan kehadiran tepat waktu
baik 2. Cukup terampil dalam
2. Hasil kerjanya sangat baik menjalankan tugas
3. Kerjasama cukup baik
Sri 1. Dalam menerima dan 1. Keaktifan bertanya baik
memahami materi cukup dan kehadiran tepat waktu
baik 2. Cukup terampil dalam
2. Hasil kerjanya sangat baik menjalankan tugas
3. Kerjasama cukup baik
Asep 1. Dalam menerima dan 1. Keaktifan bertanya baik
Wawan memahami materi cukup dan kehadiran tepat waktu
baik 2. Cukup terampil dalam
2. Hasil kerjanya sangat baik menjalankan tugas
3. Kerjasama cukup baik
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sesungguhnya para pemuda memiliki banyak potensi atau bakat-bakat
tersendiri yang sangat luar biasa jika mendapatkan bimbingan atau motivasi yang
tepat. Sesungguhnya peran serta masyarakat luas dan lembaga yang berkompeten
khususnya dibidang Kepemudaan dan dapat menjadi fasilitator dan moderator yang
bisa menjembatani kebutuhan para pemuda.
Dari hasil pelaksanaan program Kepemudaan yang telah saya lakukan dalam
beberapa waktu ini, ternyata secara umum hasilnya sangat mengejutkan dan
membanggakan, karena dapat dibuktikan dengan adanya semangat dan antusias
dari mereka para pemuda yang telah mengikuti bimbingan tersebut. Meskipun
adanya beberapa kendala yang telah kita lewati bersama baik dari segi kekurangan
alat. Biarpun demikian, para bimbingan saya tetap semangat dalam mengikuti
kegiatan tersebut.
Untuk memacu semangat para pemuda agar mereka dapat mengembangkan
bakat dan potensi yang telah mereka miliki, maka diperlukan bantuan dari lembaga-
lembaga yang menanggani masing-masing bidang, terutama pemerintahan daerah
agar para pemuda kita dapat mengoptimalkan bakat dan potensi yang telah mereka
miliki.

B. Saran
1. Warga Belajar
Mengingat kemajuan zaman dan kebutuhan hidup yang semakin sulit, maka
perlu kiranya warga belajar mulai merintis usaha ini sejak dini dan menekuninya
serta berusaha mengembangkannya. Menyerah bukanlah solusi yang baik untuk
setiap permasalahan. Karena dengan bakat, keterampilan, kemampuan, dan tentu
saja motivasi, masalah kebutuhan hidup akan teratasi. Contohnya dengan
menekuni usaha tahu.

Ciamis, 23 Oktober2023
Mahasiswa

Dike Melyka Anisa


NIM : 859658388

Anda mungkin juga menyukai