0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan3 halaman

Prosedur Rujukan Pasien Emergency

Dokumen tersebut merupakan standar operasional prosedur rujukan pasien darurat di Puskesmas Tambelangan yang mencakup pengertian rujukan darurat sebagai proses penanganan pasien gawat dengan mengirimkannya ke fasilitas kesehatan lebih tinggi, tujuan untuk menjadikan acuan pelaksanaan rujukan, dan langkah-langkah rujukan mulai dari penerimaan pasien, pemeriksaan, konsultasi dengan dokter

Diunggah oleh

fida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan3 halaman

Prosedur Rujukan Pasien Emergency

Dokumen tersebut merupakan standar operasional prosedur rujukan pasien darurat di Puskesmas Tambelangan yang mencakup pengertian rujukan darurat sebagai proses penanganan pasien gawat dengan mengirimkannya ke fasilitas kesehatan lebih tinggi, tujuan untuk menjadikan acuan pelaksanaan rujukan, dan langkah-langkah rujukan mulai dari penerimaan pasien, pemeriksaan, konsultasi dengan dokter

Diunggah oleh

fida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RUJUKAN PASIEN EMERGENCY

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :

Halaman :1-4
UPTD
PUSKESMAS
TAMBELANGAN

1. Pengertian Rujukan pasien emergency adalah suatu proses penanganan pasien gawat dengan
mengirimkan pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih tinggi karena pasien
tidak mampu ditangani di fasilitas kesehatan saat ini dengan memperhatikan ketentuan
yang berlaku yaitu dengan menstabilkan pasien terlebih dahulu.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah agar pelaksanaan rujukan pasien
emergency yang tidak bisa ditangani di puskesmas dapat segera dirujuk untuk
mendapatkan pelayanan lebih lanjut

3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Tambelangan No. 445/ /433.102.14/2017 Tentang
Pelayanan Klinis
4. Refrensi Permenkes No 001 tahun 2012 tentang system rujukan pelayanan kesehatan perorangan
Permenkes RI No 75 tahun 2015 tentang Puskesmas
5. Prosedur / 1. Petugas medis menerima pasien.
Langkah- 2. Memakai APD
langkah 3. Memeriksa kesadaran pasien (GCS).
4. Menganamnesa pasien jika sadar, apabila tidak sadar langsung anamnesa terhadap
keluarga pasien dan cek A (Airway), B (Breathing), C (Circulation).
5. Memeriksa vital sign pasien.
6. Mengkonsulkan kepada dokter.
7. Melakukan pemeriksaan fisik.
8. Menemukan tanda tanda kegawatan.
9. Menjalankan advice dokter untuk menstabilkan pasien dengan advice pemberian
obat obatan emergency dahulu ataupun alat bantu pernafasan, pemberian cairan
infus.
10. Menyampaikan informed consent tentang kondisi pasien kepada keluarga pasien

1
dan menyampaikan bahwa pasien perlu dirujuk ke rumah sakit karena kondisi
pasien yang memerlukan penanganan segera, dengan peralatan medis yang lebih
lengkap.
11. Memberikan form informed consent untuk ditandatangani keluarga pasien tentang
persetujuan rujuk dan dilakukan tindakan medis.
12. Membuatkan surat rujukan.
13. Petugas medis memberitahukan kepada petugas ambulance untuk menyiapkan
ambulance sambil menunggu pasien stabil.
14. Menelepon RS rujukan untuk menanyakan tentang kesiapan RS tujuan rujukan
untuk menerima pasien.
15. Membawa perlengkapan emergency
16. Memonitor kondisi pasien setiap 10-15 menit sekali disesuaikan dengan keadaan
umum pasien
17. Merujuk pasien dengan ambulance kerumah sakit rujukan.

2
6. Diagram Alir Petugas
medis Memakai APD Memeriksa kesadaran pasien (GCS).
menerima
pasien.

Menganamnesa pasien jika sadar,


apabila tidak sadar langsung
anamnesa terhadap keluarga pasien Memeriksa vital sign pasien. Mengkonsulkan kepada dokter.
dan cek A (Airway), B (Breathing), C
(Circulation).

Menjalankan advice dokter untuk


menstabilkan pasien dengan advice
Melakukan pemeriksaan fisik. Menemukan tanda tanda kegawatan. pemberian obat obatan emergency
dahulu ataupun alat bantu
pernafasan, pemberian cairan infus.

Menyampaikan informed consent


tentang kondisi pasien kepada
keluarga pasien dan menyampaikan Memberikan form informed consent
bahwa pasien perlu dirujuk ke rumah untuk ditandatangani keluarga pasien
Membuatkan surat rujukan.
sakit karena kondisi pasien yang tentang persetujuan rujuk dan
memerlukan penanganan segera, dilakukan tindakan medis.
dengan peralatan medis yang lebih
lengkap.

Petugas medis memberitahukan Menelepon RS rujukan untuk


kepada petugas ambulance untuk menanyakan tentang kesiapan RS
Membawa perlengkapan emergency
menyiapkan ambulance sambil tujuan rujukan untuk menerima
menunggu pasien stabil. pasien.

Memonitor kondisi pasien setiap 10- Merujuk pasien dengan


15 menit sekali disesuaikan dengan ambulance kerumah sakit
keadaan umum pasien rujukan.

7. Unit Terkait 1. Loket Pendaftaran


[Link] IGD / Rawat Inap
8. Rekaman Historis Perubahan
No Halaman Yang Dirubah Isi Perubahan [Link] Diberlakukan

Anda mungkin juga menyukai