Linfox - Indonesia
Defensive & Safety Riding Training
Agenda
▪ Diskusi dan Pemahaman Mengenai Kecelakaan
Lalu Lintas (KLL)
▪ Defensive Riding
▪ Pendekatan Berkendara Proaktif dan Reaktif
▪ Hazard (Bahaya)
▪ Risk Management
Tujuan Utama Dalam Berkendara
Memungkinkan bagi pengendara dan penumpang
beserta kendaraannya untuk dapat bergerak dari
satu tempat ke tempat yang lain dengan Aman,
Benar, Efisien serta Bertanggung Jawab
Apa yang
menyebabkan
KECELAKAAN
ini bisa terjadi ?
Diskusi Awal KLL (Kecelakaan Lalu Lintas)
Pada gambar kecelakaan tersebut sebagian
besar karena FAKTOR MANUSIA
Dan itu hanya sebagian kecil saja
dari keseluruhan kecelakaan yang
terjadi
Statistik KLL Dunia
DUNIA tahun 2009
+ 1,2 juta jiwa meninggal setiap tahun
(setiap hari lebih dari 3.000 jiwa termasuk 500 adalah anak-anak)
+ 50 juta orang cacat seumur hidup
85% terjadi di negara berkembang!!
Data : Kompas Newspaper, Feb 20th 2010
Statistik KLL di Indonesia
INDONESIA pada 2012
Tercatat 117.949 kecelakaan lalu lintas
Jumlah yang meninggal 29.544
Atau 25% dari angka kejadian
INDONESIA pada 2013
Tercatat 100.106 kecelakaan lalu lintas
Jumlah yang meninggal 26.416
Atau 26% dari angka kejadian
Data : dari Korlantas POLRI
Statistik KLL di Indonesia
INDONESIA pada 2013
Atau 2.000 orang meninggal
setiap bulannya !
Atau 70 – 75 orang meninggal
setiap harinya !!
Atau 3 orang meninggal
setiap jamnya !!!
Data : dari Kepolisian RI
Statistik Usia Pengendara Yang Mengalami KLL
Road Traffic Accidents by Age
Range of Age %
5-15 years 3.13
16-21 years 26.03
22-30 years 33.43
31-40 years 23.00
41-50 years 10.85
51-60 years 3.55
Source: Indonesian National Police, 2003
Ranking Kematian Akibat KLL
Source: World Health Organization (WHO)
Pertanyaan Untuk Diskusi Awal
Apa yang dapat dilakukan untuk
mengurangi resiko dan meningkatkan
keselamatan berkendara?
Agenda
▪ Diskusi dan Pemahaman Mengenai Kecelakaan
Lalu Lintas (KLL)
▪ Defensive Riding
▪ Pendekatan Berkendara Proaktif dan Reaktif
▪ Hazard (Bahaya)
▪ Risk Management
Definisi Safety Riding
Berkendara dengan ketrampilan dan
pengalaman (skill based) berdasarkan
standar keselamatan dan cara-cara berkendara
yang aman dan benar, ditambah dengan sikap
mental positif & kewaspadaan secara
terus menerus
Definisi Defensive Riding
Adalah perilaku berkendara yang dapat
membuat kita terhindar dari masalah, baik yang
disebabkan oleh orang lain atau diri kita sendiri.
Lebih merupakan pendekatan intelektual
tentang bagaimana cara berkendara dengan
aman, benar, efisien dan bertanggung jawab
Tujuan Defensive Riding
“Untuk mengurangi resiko
berkendara di jalan raya dengan
mengantisipasi potensi bahaya,
kondisi berbahaya atau kesalahan
pengguna jalan yang lain”.
Hirarki Defensive Riding
“Mengajarkan kita untuk
selalu berpikir jauh
kedepan dan selalu
waspada terhadap
segala kemungkinan
resiko yang akan terjadi”
Sifat-sifat Defensive Riding
ALTRUISTIC :
Sifat mementingkan kepentingan orang banyak dan bersifat pemaaf
• Tidak egois, dapat bersikap adil terhadap pengguna jalan lain dan memberi hak yang
sama
• Selalu waspada terhadap kemungkinan kesalahan yang disebabkan oleh pengguna jalan
lain
• Takut menyebabkan celaka terhadap orang lain dan kerusakan terhadap barang
• Selalu menerapkan cara-cara berkendara yang aman dan benar
KINDNESS (Kebaikan Hati):
Mau bekerja sama dengan pengguna jalan lain
• Berkendara dengan bersikap santai
• Dapat mempertahankan suasana hati yang positif
• Selalu berpikiran positif dan selalu membuat alasan yang masuk akal terhadap cara-
cara berkendara/mengemudi pengguna jalan yang lain
Sifat-sifat Defensive Riding
CALMNESS (Ketenangan) :
Santai & Tidak Tegang
• Selalu tenang dan menghindari setiap provokasi oleh pengguna jalan lain
• Selalu menganalisa situasi jalan terhadap apa yang sedang terjadi
• Selalu berkendara berdasarkan standar keselamatan yang berlaku
• Sopan dalam berkendara dan selalu dapat mengontrol emosi
SOCIAL RESPONSIBILITY
(Tanggung jawab sosial) :
Kontrol emosi & Berbagi hak
• Mempunyai tanggung jawab sosial yang besar
• Mau berbagi hak dengan pengguna jalan yang lain
• Dapat mengontrol emosi dengan baik dan tidak mudah terprovokasi
• Berbudaya keselamatan (Safety Culture)
Agenda
▪ Diskusi dan Pemahaman Mengenai Kecelakaan
Lalu Lintas (KLL)
▪ Defensive Riding
▪ Pendekatan Berkendara Proaktif dan Reaktif
▪ Hazard (Bahaya)
▪ Risk Management
Pendekatan Berkendara Proaktif
• Adalah perilaku berkendara defensive yang bertujuan
untuk meminimalkan resiko
• Merupakan pendekatan cara berkendara secara
mental (cognitive)
• Pendekatan secara Proaktif adalah hal yang paling
masuk akal untuk meminimalkan resiko, tetapi
justru kita paling jarang melakukannya
Contoh Pendekatan Berkendara Secara Proaktif
1. SCAN DEPAN, SAMPING & BELAKANG KENDARAAN
2. SEDIAKAN RUANG
3. MENYALAKAN LAMPU PADA SAAT KENDARAAN
BERJALAN
4. MELIHAT & DILIHAT (SEEN & BE SEEN)
5. KONSENTRASI
6. PIKIRKAN JALAN KELUARNYA
7. BUNYIKAN KLAKSON
8. PAHAMI BATASAN (ANDA & KENDARAAN)
Proaktif
✓ Lalu lintas 2 arah
Pengendara harus selalu waspada untuk menghindar
kemungkinan yang akan terjadi (berbahaya) dari arah
berlawanan.
Proaktif
✓ Pejalan kaki & mobil parkir
Pengendara berhati – hati dan siap untuk
menghindar segala kemungkinan yang berbahaya
Proaktif
✓Persimpangan Jalan
Pengendara siap melakukan perlambatan/pengereman
dan menghindar.
Pendekatan Berkendara Reaktif
REAKTIF :
Berkendara dengan mengandalkan ketrampilan dan
kemampuan (skill based)
Lebih berharga bertindak proaktif untuk mencegah
terjadinya kecelakaan dari pada hanya bergantung
kepada ketrampilan (skill) mengemudi semata.
Esensi Dari Pendekatan Berkendara Reaktif
Bagaimanapun hebatnya ANDA
mengendalikan kendaraan
bukan berarti mampu mencegah
terjadinya kecelakaan
Agenda
▪ Diskusi dan Pemahaman Mengenai Kecelakaan
Lalu Lintas (KLL)
▪ Defensive Riding
▪ Pendekatan Berkendara Proaktif dan Reaktif
▪ Hazard (Bahaya)
▪ Risk Management
Contoh Hazard (Bahaya)
Mana Yang Lebih Berbahaya ?
MENGEMUDI
DIJALAN LURUS & RATA
MENGEMUDI
DI PEGUNUNGAN
&
JALAN YANG
BERLIKU
PASTI INI YANG
LEBIH
BERBAHAYA
Ternyata ...
Kecelakaan justru banyak terjadi di
JALAN YANG MULUS, LURUS DAN KERING
Kewaspadaan dan Hazard (Bahaya)
Dalam kehidupan sehari-hari, bila dirasa tidak ada bahaya maka kita
mengurangi kewaspadaan & tidak akan mampu bereaksi
dengan benar, disinilah bahayanya
Banyak kecelakaan terjadi saat
korban merasa hafal
jalan karena sering melewatinya setiap
hari
Hazard Perception
• Perkiraan bahaya merupakan kemampuan
mata & otak kita untuk memperkirakan
adanya potensi bahaya sebelum benar-
benar terjadi
• Ini yang disebut PROAKTIF, hasilnya akan
berbeda bila dibandingkan dengan hanya
BEREAKSI setelah bahaya itu benar-benar
terjadi
• Berikut ini adalah contoh dari perkiraan bahaya
APA YANG MUNGKIN TERJADI ?
PENGENDARA AKAN MENGHINDAR DAN MASUK JALUR KITA
APA YANG MUNGKIN TERJADI ?
PENGEMUDI TIDAK DAPAT MENGHENTIKAN
KENDARAANNYA, KIJANG AKAN BERHENTI MENDADAK
Agenda
▪ Diskusi dan Pemahaman Mengenai Kecelakaan
Lalu Lintas (KLL)
▪ Defensive Riding
▪ Pendekatan Berkendara Proaktif dan Reaktif
▪ Hazard (Bahaya)
▪ Risk Management
Pengendalian Resiko
• Hal yang sangat penting dalam Defensive & Safety
Riding adalah menyadari bahwa resiko itu
selalu ada bahkan dapat lebih besar dari yang
anda bayangkan sebelumnya
• Berkendara melibatkan
resiko kemungkinan untuk
celaka yang disebabkan oleh
diri sendiri atau orang lain
selalu ada
Pengendalian Resiko
• RESIKO tabrakan dapat dikurangi tapi tidak bisa
dihilangkan sama sekali
• Semua pengendara dari segi usia, jenis kelamin atau
pengalaman berpotensi mengalami kecelakaan
• Tak ada pelatihan berkendara yang dapat menghilangkan
resiko tidak akan mengalami tabrakan
• Namun ANDA sendiri yang dapat
memperkecil resiko seminimal
mungkin
Attention: these next slide
contain
very explicit
pictures!
Kecelakaan di
Hungary
Kecelakaan di
India
Agenda
▪ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Defensive
Riding
• Kondisi Pengendara
• Karakter Pengendara
• Kondisi Kendaraan
▪ Perlengkapan Berkendara
▪ Rangkuman Pelatihan Defensive Riding
Kondisi Pengendara
Perhatikan Kondisi Mental yang kurang baik,
contoh:
• Gugup, Panik
• Tegang, Sedih
• Kecewa, Marah
• Depresi, Senang, dsb
Perhatikan Juga Kondisi Fisik Pengendara
Penglihatan
- Kemampuan melihat obyek statis dan
dinamis, buta warna, rabun ayam,
kemampuan kedalaman persepsi
Pendengaran
- Kemampuan mendengar
suara dengan frekuensi
tertentu
Perhatikan Juga Kondisi Fisik Pengendara
Gangguan fisik permanen
• Cacat tubuh, usia lanjut, sakit kronis
Gangguan fisik sementara
• Fatique, mengantuk, sakit tidak
permanen (flu, sakit kepala dll)
Agenda
▪ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Defensive
Riding
• Kondisi Pengendara
• Karakter Pengendara
• Kondisi Kendaraan
▪ Perlengkapan Berkendara
▪ Rangkuman Pelatihan Defensive Riding
Berbagai Tipe Karakter Pengendara
l BASIC RIDING:
(Safety Issues)
l SAFETY RIDING:
(Self Control)
l DEFENSIVE RIDING:
(Social Responsibility)
l AGGRESSIVE RIDING
(High Risk)
Aggressive Rider
▪ Ngebut
▪ Tidak memberi tanda waktu belok atau
pindah lajur
▪ Membuntuti kendaraan didepan terlalu dekat
▪ Melanggar rambu-rambu lalu lintas
▪ Memaki pengguna jalan yang lain
▪ Berjalan tidak pada lajurnya
▪ Memotong jalan kendaraan lain, dsb.
Tips Terhadap Aggressive Rider
Jika menemui pengendara yang menunjukkan
emosi yang kurang terkontrol (tidak sabaran),
jangan terpengaruh sediakan ruang & biarkan
dia melewati kita
Ingat !
Kita tidak akan dapat
merubah atau memberi
pelajaran padanya dalam
waktu singkat
Lalu bagaimana apabila kita
yang termasuk kategori
Aggressive Rider?
Apakah kita dapat
merubah karakter dan
sikap cara berkendara kita ?
SYARATNYA:
Niat dan Pengakuan Diri :
Mau mengakui kekurangan diri sendiri dalam
menerapkan cara-cara berkendara defensive &
bertanggung jawab
Memperbaiki Pola Aggressive Riding
Berpikiran Positif :
Berdasarkan pengalaman dan fakta mengenai cara
mengemudi yang aman, benar dan defensive
Perubahan :
Dengan menerapkan teknik- teknik cara berkendara
yang benar berdasarkan standard - standard
keselamatan berkendara secara aman dan defensive
Agenda
▪ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Defensive
Riding
• Kondisi Pengendara
• Karakter Pengendara
• Kondisi Kendaraan
▪ Perlengkapan Berkendara
▪ Rangkuman Pelatihan Defensive Riding
T – CLOCK
KONDISI KENDARAAN
Lakukan pemeriksaan kendaraan secara
rutin setiap saat sebelum dipergunakan.
Untuk pengecekan pada motor dapat
dilakukan dengan mengunakan apa yang
disebut “T-CLOCK- inspection”.
T – CLOCK
T - Tires and wheels (Ban dan Roda)
✓Cek tekanan angin ban.
✓Perhatikan kondisi ban: retak, sobek ,dan benda asing
yang terdapat di ban, misalnya : batu, paku, besi,
kaca, dll.
✓Periksa roda: penyok, retak dan lingkaran roda secara
keseluruhan.
✓Jeruji (Spoke) perlu dicek untuk kerenggangan dan
kekurangan.
✓Periksa kondisi “Bearing” (Laher) dan karet-karet pada
roda.
T – CLOCK
C– Controls
✓ Cek tuas-tuas pada kendaraan: tuas rem,
kopling, pemindah gigi perseneling. Pastikan
bekerja dengan normal, tidak retak, bengkok
atau patah.
✓ Cek kabel – kabel agar tidak menggangu pada
putaran handle bar.
✓ Cek selang –selang.
✓ Cek kabel gas agar bekerja sempurna, tidak
susah digerakan atau bahkan macet.
T – CLOCK
L - Lights and electrical
( Lampu dan kelistrikan)
✓ Cek aki (air, terminal, posisi)
✓ Cek lampu dekat, jauh, penunjuk arah, rem
✓ Cek kabel – kabel & socketnya
T – CLOCK
O - Oil and fluids
(Oli dan semua cairan)
✓ Cek oli, minyak rem
✓ Bahan bakar, radiator (bila ada)
✓ Kondisi selang – selang terutama dari
kebocoran
T – CLOCK
C - Chassis (Kerangka Motor)
✓Retak, penyok
✓Periksa kondisi shock absorber
✓Kekencangan rantai
T – CLOCK
K – Kickstand (Penyangga)
✓Periksa penyangga samping maupun tengah.
Pastikan kondisinya baik (tidak bengkok,
retak dan pegas masih berfungsi)
Agenda
▪ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Defensive
Riding
• Kondisi Pengendara
• Karakter Pengendara
• Kondisi Kendaraan
▪ Perlengkapan Berkendara
▪ Rangkuman Pelatihan Defensive Riding
Riding Gear
PERLENGKAPAN BERKENDARA
(Riding Gear)
Bila kita memahami "riding gear“
(perlengkapan berkendara), kita selalu
berpikir akan sesuatu yang dapat mencegah
atau mengurangi cedera saat kita
mengalami kecelakaan atau jatuh.
Perlengkapan tersebut harus digunakan
sebagaimana semestinya untuk membantu
kita secara maksimal.
Jangan meremehkan perlengkapan tersebut.
Riding Gear
HELM (pelindung kepala)
Helm yang baik dan aman adalah helm
yang disahkan oleh (berlabel) :
SNI (Standar Nasional Indonesia)
Helm yang digunakan sebaiknya sesuai
dengan ukuran kepala pengendara
(tidak sempit / kebesaran), dengan
kata lain nyaman.
Riding Gear
✓ Pastikan ukurannya pas.
✓ Perhatikan umur helm.
✓ Selalu membeli helm baru.
Helm merupakan perlindungan utama kepala
saat kecelakaan.
Keuntungan lain: melindungi dari binatang kecil,
batu, dsb. Juga dapat meredam dari kebisingan
di jalan raya
Riding Gear
Helm yang digunakan
sebaiknya sesuai dengan
ukuran kepala pengendara
dengan nyaman
(tidak sempit/kebesaran)
Riding Gear
Eye protection (Pelindung Mata)
Melindungi mata kita dari kerikil, batu,
debu (pada musim
kemarau), dan binatang.
Pelindung terhadap sinar
ultra violet dan angin
Riding Gear
A long-sleeved shirt or jacket ( Baju lengan
panjang atau jaket ) Sesuaikan ukurannya
khususnya pada pergelangan tangan.
Riding Gear
Full - fingered gloves ( Sarung Tangan )
Beberapa macam sarung tangan misalnya
ada yang separuh menutupi tangan dan
penuh. Direkomendasikan untuk memakai
sarung tangan menutupi tangan secara
penuh
(Full fingered gloves).
Riding Gear
Long pants (Celana Panjang)
Kenakan celana panjang agar kaki anda cukup terlindungi
dari bagian panas kendaraan.
Dan juga terlindung dari cedera yang serius bila anda
terjatuh terutama di aspal (jalan).
Riding Gear
Sturdy footwear (Sepatu)
Sepatu yang tertutup, diatas mata kaki. Selain
melindungi pergelangan kaki (ankles) , juga dapat
melindungi terhadap panas mesin, batu dll.
Harap perhatikan dalam
pemakaian sepatu,
khususnya pada tali sepatu.
Agenda
▪ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Defensive
Riding
• Kondisi Pengendara
• Karakter Pengendara
• Kondisi Kendaraan
▪ Perlengkapan Berkendara
▪ Rangkuman Pelatihan Defensive Riding
Defensive Riding Mengajarkan Kita Untuk :
• Mempunyai kesadaran yang tinggi, yaitu sadar akan resiko
berkendara
• Menjadi pengendara yang lebih bertanggung jawab
• Takut menyebabkan orang lain celaka
• Selalu berpikiran positif
• Selalu dapat mengontrol emosinya
• Tidak mudah terprovokasi
• Proaktif dalam melihat dan mencari potensi bahaya
Defensive Riding Mengajarkan Kita Untuk :
• Berpikir jauh ke depan
• Tidak egois
• Selalu bersikap tenang dalam berkendara
• Selalu sopan dalam berkendara
• Mempunyai budaya keselamatan (Safety Culture) yang baik
Sebuah truk trailer sedang berjalan di jalan
raya pada pukul 01.00
Dan sebuah motor berjalan dengan kecepatan
sekitar 180 km/jam menabrak bagian
belakang truk trailer tersebut...
Pengemudi truk tersebut mengatakan
merasakan benturan di bagian belakang truk
tersebut, dan ketika dia berhenti
Dan ini yang dia temukan...!
Dan pengendara motor itu
sekarang masih hidup.
Gunakan selalu Helm Anda!
TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA
For Information please contact :
HSE Department of PT Linfox Logistic Indonesia
97