0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan20 halaman

Alat Fiber Optik dan Fungsinya

Alat-alat fiber optik meliputi fusion splicer untuk menyambungkan serat optik, stripper untuk memotong kulit kabel, cleaver untuk memotong inti serat, power meter untuk mengukur daya sinyal cahaya, OTDR untuk mendeteksi gangguan, visual fault locator untuk pengetesan inti serat, identifier untuk mengetahui arah sinyal, dan berbagai adapter serta splitter untuk menghubungkan dan memisahkan sinyal antar serat optik.

Diunggah oleh

Rahmadi Ismail
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan20 halaman

Alat Fiber Optik dan Fungsinya

Alat-alat fiber optik meliputi fusion splicer untuk menyambungkan serat optik, stripper untuk memotong kulit kabel, cleaver untuk memotong inti serat, power meter untuk mengukur daya sinyal cahaya, OTDR untuk mendeteksi gangguan, visual fault locator untuk pengetesan inti serat, identifier untuk mengetahui arah sinyal, dan berbagai adapter serta splitter untuk menghubungkan dan memisahkan sinyal antar serat optik.

Diunggah oleh

Rahmadi Ismail
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

ALAT – ALAT FIBER OPTIK

Disusun oleh :
Nama : Muhammad Royhan Rageswara
Kelas : TKJ 3
Sekolah : SMKN 3
Teknik Komputer Jaringan
SMKN 3
Tahun 2023
No. Alat Fungsi
1. Fusion Splicer alat untuk menyambungkan serat optik ini
merupakan salah satu alat yang digunakan
untuk menyambungkan sebuah core serat
optik dimana serat tersebut terbuat / berbasis
kaca, dan mengimplementasikan suatu daya
listrik yang telah dirubah menjadi sebuah
media sinar berbentuk laser. Sinar laser
tersebut berfungsi untuk memanasi kaca yang
terputus pada core sehingga bisa tersambung
kembali dengan baik.

2. Stripper Atau Miller Sama seperti kabel - kabel yang lain, salah
satunya seperti kabel coaxial dan UTP, kabel
fiber optic juga memerlukan alat ini. Alat ini
berfungsi sebagai media untuk memotong
dan mengupas kulit dan daging kabel.

3. Cleaver Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk


memotong core yang kulit kabel optic-nya
sudah dikupas, pemotongan core ini wajib
menggunakan alat khusus ini, karena pada
serat kacanya akan terpotong dengan rapih.
Jika proses ini berhasil dilakukan dengan
baik
4. Optical Power Meter (OPM) Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk
mengetahui seberapa kuat daya dari signal
cahaya yang sudah masuk, OPM ini juga
mempunyai interface FC yang langsung
berhubungan dengan pathcore FC.

5. Optical Time Domain Reflectometer OTDR merupakan salah satu alat yang
(RTDR) digunakan untuk mendeteksi komunitas atau
himpunan suatu kabel serat optik dalam jarak
tempuh tertentu, sehingga dengan adanya alat
ini diharapkan mampu menghasilkan jarak
dari dua sisi yang merupakan ukuran
gangguan yang terjadi. Sehingga untuk
melakukan troubleshooting dapat dilakukan
dengan baik.

6. Visual Fault Locator Alat ini sering disebut juga Laser fiber optic
atau senter fiber optic. Fungsinya untuk
melakukan pengetesan pada core fiber optic.
Laser akan mengikuti serat Optik pada Kabel
Fiber Optik dari POP Sampai Ke User (end to
end) , bila core tidak bermasalah laser akan
sampai pada titik tujuan.

7. Optical Fiber Identifier Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk
mengetahui arah signal dengan penunjuk arah
dan besar daya yang di laluinya.
8. Bit Error Rate Test Alat ini berfungsi sebagai pengecek koneksi
jaringan TDM (Time Divisio Multipleksi)
yang mana jaringan TDM aplikasinya yaitu
layanan Clear Channel yang sedang coba di
uraikan penulis. Secara spesifiknya BER TES
untuk mengecek dan mengetahui TX atau RX
yang error, melalui pengiriman paket dan lup

9. Light Source alat yang satu ini mempunyai fungsi untuk


memberikan suatu signal untuk jalur yang
akan dilaluinya, misalnya untuk mengukur
suatu redaman jalur atu end to end dimana
Light Source ini akan berfungsi sebagai
media yang memberi signal-nya.
10. Fiber Optic Adapter Fiber Optik Adapter merupakan suatu
komponen yang digunakan untuk melakukan
penyambungan/menghubungkan kabel fiber
optik satu dengan yang lain. jika
penyambungan dilakukan terhadap kabel
fiber optik yang memiliki konektor berbeda
maka fiber optik adapter disebut fiber optik
adapter hibrid atau Special Adapter.

Jenis - Jenis Fiber Optik Adapter Jenis adapter fiber optik yang satu ini tersedia
- FC Fiber optik Adapter dalam jenis single mode dan multimode, Ada
tiga jenis bentuk/type fiber optik FC adapter,
tipe persegi, tunggal dan ganda tipe D, semua
fiber optik FC adapter dengan rumah
(housing)logam dan Lengan (Sleeves) dari
keramik.

- SC Adapter Fiber Optik Jenis adaptor fiber optik ini tersedia dalam
jenis single mode dan multimode, serta
Simplex dan duplex. SC adapter fiber optik
dengan perumahan (housing) plastik,
mempunyai beberapa varian warna, seperti :
1. biru untuk UPC single mode
2. hijau untuk APC single mode dan
multimode beige untuk PC.
Semua Fiber Optik SC adapter mempunyai
jenis flange, sementara itu untuk single mode
adapter adalah dengan lengan zirkonia dan
untuk serat multimode adaptor dengan lengan
perunggu.
Perbedaan Antara Konektor SC - UPC Dan SC - APC
UPC dan APC adalah dua jenis di antaranya. Di antara UPC adalah singkatan
dari Ultra Physical Contact dan APC adalah kependekan dari Angled
Physical Contact.
Perbedaan utama antara konektor UPC dan APC adalah permukaan ujung
serat. Konektor UPC dipoles tanpa sudut, tetapi konektor APC menampilkan
permukaan ujung serat yang dipoles pada sudut 8 derajat. Dengan konektor
UPC, setiap cahaya yang dipantulkan dipantulkan langsung ke arah sumber
cahaya. Namun, permukaan ujung konektor APC yang miring menyebabkan
cahaya yang dipantulkan memantul pada sudut ke kelongsong versus
langsung kembali ke sumber. Selain wajah ujung serat, perbedaan lain yang
lebih jelas adalah warna. Secara umum, konektor UPC berwarna biru
sedangkan konektor APC berwarna hijau. Gambar gambar berikut
menunjukkan perbedaan yang disebutkan di atas secara intuitif.

- LC Fiber Optik Adapter Adapter fiber optik LC semua rumah


(housing) plastik; ada simpleks LC adapter
dan adapter LC duplex, fiber optik adapter
LC warna sama dengan fiber optik SC
adapter: biru untuk PC single mode, warna
beige untuk PC modus multi dan hijau untuk
APC single mode. fiber optik adapter LC
dengan lengan perunggu untuk multimode
dan lengan zirkonia untuk single mode.

- ST Fiber Optik Adapter Fiber Optik ST adapter semua jenis ulir,


dengan perumahan (housing) logam, yang
single mode dengan lengan zirkonia dan yang
multimode adalah dengan lengan perunggu.

11. Splitter Optic Splitter merupakan komponen yang bersifat


pasif dan dapat memisahkan daya optik dari
satu input serat ke dua atau beberapa output
serat. Splitter pada PON dikatakan pasif
sebab optimasi tidak dilakukan terhadap daya
yang digunakan terhadap pelanggan yang
jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga
sifatnya idle dan cara kerjanya membagi daya
optic sama rata

- Berikut ini adalah jenis-jenis splitter :


1 : 2 (tanpa back up)
1 : 4 (tanpa back up)
1 : 8 (tanpa back up)
1 : 16 (tanpa back up)
1 : 32 (tanpa back up)
2 : 2 (dengan back up)
2 : 4 (dengan back up)
2 : 8 (dengan back up)
2 : 16 (dengan back up)
2 : 32 (dengan back up)
12. Fiber Node Fiber node merupakan suatu titik terminasi
antara jaringan optik dengan jaringan
koaksial. Fiber nod eberupa perangkat opto
elektronik yang berfungsi untuk mengubah
sinyal optik yang berasal dari distribution hub
menjadi sinyal elektrik untuk diteruskan ke
rumah rumah pelanggan melalui kabel
koaksial dan sebaliknya.

Fiber node sendiri adalah salah satu device


yang berhubungan dengan teknologi HFC
(Hibrid Fiber Coaxial) dan banyak
diaplikasikan untuk sistem jaringan TV
Kabel.

13. Pigtail Fiber Optic Pigtail fiber optic merupakan sepotong kabel
yang hanya memiliki satu buah konektor
diujungnya, pigtail akan disambungkan
dengan kabel fiber yang belum memiliki
konektor. Biasanya kabel pigtail di install di
OTB (Optical Distribution Box) dan
disambung / splicing dengan tarikan kabel
Optic yang glondongan (Loose tube cable /
Tight buffered cable).
14. Optical Termination Box (OTB) Optical Termination Box, berfungsi sebagai
pendistribusian fiber seperti FDF yang
menampung maksimum 72 core. Optical
Terminal Box juga digunakan untuk
menghubungkan kabel serat optik indoor
maupun outdoor dan patchcord. OTB dapat
dipasang di dinding maupun tiang.

15. Joint Closure Optic Joint Closure merupakan sebuah box atau
tempat untuk menaruh hasil sambungan dari
fiber optic. Sebagai contoh : Jika ada kebel
fiber optic putus karena terpotong atau
terbakar maka kabel tersebut di
sambung/splicing dan hasil splicingan di
taruh di Closure.
Untuk Kapasitas Closure ber variasi mulai
dari closure 6 core, Closure 12core, closure
24core,Closure 48core hingga closure
256core.
Komponen / Alat Alat yang digunakan pada Teknologi FTTH

1. Apa itu OLT (Optical Line Terminal)

OLT adalah titik awal untuk jaringan optik pasif, yang terhubung ke switch
inti melalui kabel Ethernet. Fungsi utama OLT adalah untuk mengubah,
membingkai, dan mengirimkan sinyal untuk jaringan PON dan untuk
mengoordinasikan multiplexing terminal jaringan optik untuk transmisi hulu
bersama. Secara umum, peralatan OLT berisi rak, CSM (Control Switch
Module), ELM (EPON Link Module, PON Card), perlindungan redundansi -
48V modul catu daya DC atau satu modul catu daya AC 110 / 220V, dan
kipas. Di bagian ini, Card PON dan catu daya mendukung hot-swap
sementara modul lain dibuat di dalamnya. OLT memiliki dua arah float:
upstream (mendistribusikan berbagai jenis data dan lalu lintas suara dari
pengguna) dan downstream (mendapatkan data, suara,)
2. ODC (Optical Distribution Cabinet), ODP (Optical Distribution
Point), ODF (Optical Distribution Frame) / OTB (Optic Terminal Box)
& Splitter

Setiap daerah yang megarah ke customer sudah pasti ada alat ini atau bisa
disebut ODN (Optical Distribution Network), catatan ini tergantung lokasi
juga fungsi ketiga alat ini sama Sebagai titik terminasi kabel awal optik ke
arah distribusi dan Sebagai titik distribusi kabel menjadi beberapa saluran
dropp optik dengan menggunakan splitter yang mengarah ke pelanggan
(Customer). perlu diingat sebagai catatan ini tergantung penyedia jasa
layanan internet menggunakan metode alat apa untuk mendistribusikan suatu
koneksi fiber optic ke customernya

Contoh Alat ODF/OTB yang sudah ada splitternya, dari ODF/OTB biasa
disebut kabel feeder kebeberapa titik ODC atau ODF/OTB menggunakan
media fiber optic biasanya ini digunakan di indoor sebagai titik awal koneksi
dari OLT menggunakan Patch Cord ke ODF Atau bisa juga sebagai titik
akhir yang nantinya mengarah ke customer atau ONU/ONT

Contoh Alat ODC yang sudah ada Splitternya, jadi ODC ini mendistribusikan
beberapa koneksi fiber optic kebeberapa titik ODP atau ODF melalui
splitter, biasanya di letakan di pinggir jalan raya atau dia bawah area tower
Contoh ODP yang sudah ada splitternya, dari ODP ini lanjut
mendistribusikan beberapa koneksi fiber optic ke beberapa Customer
biasanya ini ditempatkan tergantung di Tiang Tiang pinggir jalan raya
3. Apa itu Optical Network Unit (ONU) / Optical Network Terminal
(ONT)

Alat ini biasa disebut Modem tetapi penamaan aslinya ialah ONU atau ONT
jadi fungsinya mengubah sinyal optik yang ditransmisikan melalui Fiber
menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik ini kemudian dikirim ke pelanggan
individu. Secara umum, ada jarak atau jaringan akses lainnya antara ONU
dan tempat pengguna akhir (Customer). Selain itu, ONU dapat mengirim,
menggabungkan, dan mengatur berbagai jenis data yang berasal dari
pelanggan dan mengirimkannya ke upstream ke OLT. Grooming adalah
proses yang mengoptimalkan dan mengatur ulang aliran data agar dapat
dikirimkan dengan lebih efisien. OLT mendukung alokasi bandwidth yang
memungkinkan kelancaran pengiriman data mengambang ke OLT, yang
biasanya tiba dalam semburan dari pelanggan. ONU dapat dihubungkan
dengan berbagai metode dan jenis kabel, seperti kabel tembaga twisted-pair,
kabel koaksial, serat optik, atau melalui Wi-Fi.

Perangkat pengguna akhir (End Devices) juga dapat disebut sebagai terminal
jaringan optik (ONT). Sebenarnya ONT sama dengan ONU pada intinya.
ONT adalah istilah ITU-T, sedangkan ONU adalah istilah IEEE. Milik badan
standar yang berbeda, keduanya mengacu pada perlengkapan sisi pengguna
di sistem GEPON. Namun dalam praktiknya, ada sedikit perbedaan antara
ONT dan ONU menurut lokasinya.
PON (Passive Optical Network)
Penjelasan PON: Definisi, Standar, dan Keuntungan

Jaringan optik pasif mengacu pada jaringan fiber optik yang memanfaatkan
topologi point-to-multipoint dan pemisah optik untuk mengirimkan data dari
satu titik transmisi ke beberapa titik akhir pengguna (Customer). Berbeda
dengan AON, beberapa pelanggan terhubung ke satu transceiver melalui
cabang serat dan unit pemisah / penggabung pasif, yang beroperasi
sepenuhnya dalam domain optik dan tanpa daya dalam arsitektur PON. Ada
dua standar PON utama saat ini: Gigabit Passive Optical Network (GPON)
dan Ethernet Passive Optical Network (EPON). Struktur topologi mereka
pada dasarnya sama. Sebagai pilihan pertama dalam banyak skenario
penerapan FTTH, solusi PON memiliki beberapa manfaat utama :
 Konsumsi Daya Lebih Rendah

 Ruang yang Dibutuhkan Lebih Sedikit

 Bandwidth Lebih Tinggi

 Keamanan Tingkat Lebih Tinggi

 Lebih Mudah untuk Menginstal dan Memperluas

 Mengurangi Biaya Operasi dan Manajemen


Struktur dan Komponen PON

Dalam sistem Gigabit Ethernet Passive Optical Network (GEPON), terdapat


Optical Line Terminal (OLT) di kantor pusat penyedia layanan dan sejumlah
Optical Network Unit (ONU) atau Optical Network Terminal (ONT) di dekat
pengguna akhir (Customer), juga sebagai pembagi (Splitter) optik (SPL).
Selain itu, Optical Distribution Network (ODN) juga digunakan selama
transmisi antara OLT dan ONU / ONT.

KESIMPULAN*

Teknologi GEPON sudah mulai digunakan dan dimplementasikan di


berbagai ISP saat ini mulai dari pelayanan ke Perumahan, Apartemen,
Kantor, serta perusahaan... tetapi rata rata penyedia jasa layanan internet
menggunakan teknologi GEPON di banyak perumahan, apartemen.

Perlu dicatat bahwa metode yang digunakan ISP pasti berbeda beda saya
hanya menjelaskan metode yang umum digunakan, seperti dari ISP > OLT >
ODF/OTB > ODC > ODP > ONT/ONU (Customer)
Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS) adalah ekstensi dari
Hypertext Transfer Protocol (HTTP).
Hypertext Transfer Protocol (HTTP) merupakan sebuah protokol jaringan
aplikasi yang digunakan untuk mendistribusikan informasi antara server
dengan client. Server disini yang dimaksud adalah jenis web server dengan
bentuk fisik jaringan komputer yang memiliki kapasitas penyimpanan data
berskala besar. Selanjutnya yang berperan sebagai client adalah web browser
yang dapat mengakses, menerima hingga menampilkan konten web melalui
browser.
Sedangkan Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS) merupakan hasil
pengembangan dari versi HTTP sebelumnya, HTTPS memiliki fungsi
keamanan yang lebih ketat sehingga membuat client merasa aman dalam
mengakses berbagai konten web. Protokol https ini dikembangkan langsung
oleh perusahaan berbasis IT Netscape Communication Corp.
Fase pembentukan protokol ini mengalami sejarah yang sangat panjang. Pada
tahun 1990 HTTP mulai dipergunakan dalam “WWW”. Pada versi awalnya,
HTTP hanya memiliki kemampuan transfer dokumen secara mentah. Maksud
mentah tersebut adalah dokumen yang dikirim hanya berupa isi dokumen
tanpa memandang jenis dokumen tersebut. Hingga pada tahun 1999 HTTP
berkembang menjadi versi 1.1 dengan kemampuannya dalam
mengakomodasi proxy, cache serta koneksi yang sanggup persisten.
Perbedaan http dan https
Meski kedua protokol tersebut hanya berbeda satu huruf belakang saja,
ternyata manfaat bagi client dan penjelajah dunia maya sedikit berbeda dari
HTTP dengan HTTPS. Perbedaan tersebut hanya melalui pengembangan
keamanan pada sistem protokol jaringan. Berikut perbedaan menonjol dari
kedua protokol tersebut.
1. Keamanan Data
Data yang ditransmisikan melalui protokol HTTP tidak menjamin keamanan
antara client dengan server. Hal ini yang menyebabkan banyaknya isu
kejahatan berupa hacker data. Resiko menyebarnya data kepada subjek yang
tidak dikenal sangat tinggi. Sedangkan HTTPS memiliki protokol kolaboratif
berupa keamanan data yang ditransmisikan. Fasilitas ini yang membuat
HTTPS banyak digunakan oleh web developer.
Berkaitan dengan protokol keamanan data yang digunakan oleh HTTPS,
setidaknya terdapat 3 prosedur yang digunakan. Berikut 3 prosedur yang
digunakan oleh HTTPS untuk security data.
Autentikasi Server, dengan adanya protokol ini membuat client percaya
bahwa data yang diakses merupakan data dari server yang dituju. Proses ini
biasanya menggunakan validasi nama dan password client. Jika salah
menampilkan proses validasi, maka server akan menolak respon dari client
tersebut secara otomatis.
Kerahasiaan Data, data server yang diakses oleh client melalui web browser
tidak akan bisa dipahami oleh client lain. Hal tersebut didukung dengan
adanya istilah enkripsi data. Metode enkripsi data memiliki cara kerja yang
sulit dipahami dan membutuhkan kode khusus untuk membacanya. Sehingga
dengan cara ini akan meningkatkan keamanan data yang hanya dipahami oleh
client saja.
Integritas Data, pengguna lain tidak akan bisa mengubah data yang sedang
ditransmisikan oleh client. Hal ini karena adanya proses validasi Message
Authentication Code (MAC) terlebih dahulu. MAC membutuhkan pesan dan
kunci rahasia yang hanya diketahui oleh penerima dan pengirim pesan.
Proses ini untuk memastikan bahwa penerima pesan meng-input kunci
rahasia yang sama.
2. SSL
Secara garis besar, protokol komunikasi antara client dengan server selalu
menggunakan konsep HTTP. Jika ingin menerapkan protokol HTTPS, maka
dibutuhkan sertifikat berupa SSL (Secure Socket Layers). Terdapat 6 jenis
SSL yang dapat dibeli oleh web developer. Penggunaan ini akan
memunculkan tanda gembok pada bilah alamat URL website. Sehingga
pengunjung akan mempercayai website tersebut aman digunakan untuk
pemberian informasi atau transaksi yang tergolong sensitif. SSL sangat
berguna untuk merahasiakan informasi penting seperti password e-
banking, e-money, identitas dan sebagainya.

3. Penggunaan Port

Perbedaan selanjutnya terletak pada penggunaan port. Port pada dasarnya


memiliki arti socket, mungkin istilah socket untuk port sedikit benarnya.
Lebih jelasnya port yang dimaksud disini adalah port logic yang tidak dapat
dilihat dan dirasakan. Tetapi memiliki fungsi dalam menghubungkan antar
perangkat secara protokol atau media lainnya. Port logic memiliki banyak
macam jenis serta penggunaannya. Jika diurut dari 0 hingga 1000 akan
memiliki fungsi yang berbeda – beda.

Pada HTTP port yang digunakan adalah port jenis 80. Jenis port ini berguna
sebagai konektivitas web server secara umum dengan client. Sedangkan
untuk bisa mengakses HTTPS melalui SSL dibutuhkan port 443 sebagai
jaringan konektivitasnya.

4. Keuntungan Penggunaan

Semua pasti sudah bisa menebak bahwa keuntungan paling unggul dalam
penggunaan protokol adalah HTTPS. Mungkin kamu pernah mengunjungi
sebuah situs yang memiliki simbol gembok terbuka pada bilik URL. Hal
tersebut menandakan bahwa website tersebut tidak aman jika dikunjungi oleh
pengunjung. Terkadang pengunjung akan kesulitan dan hampir tidak bisa
membuka laman website tersebut sehingga dialihkan ke laman lainnya.

Bagaimanapun, penjelajahan web server melalui protokol HTTPS akan


memberikan kenyamanan bagi penjelajah browser. Sehingga pengunjung
tidak perlu khawatir dalam memberikan informasi rahasia.
Kesimpulan
Setelah mengerti apa perbedaan antara protokol HTTP dan HTTPS, kamu
akan mengetahui bahwa mayoritas website selama ini yang kita kunjungi
telah menggunakan HTTPS. Selama protokol itu digunakan dengan baik,
maka kita tidak perlu khawatir jika terdapat quest sebuah website yang
meminta identitas pribadi, informasi penting, dan sebagainya. Karena
protokol tersebut memiliki tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi.
Adanya pihak ketiga di dalam suatu protokol akan membahayakan
pengunjung dalam men-transfer data. Peretasan akan merebak dan
disalahgunakan oleh pihak ketiga tersebut. Pada nyatanya kasus tersebut
sudah sering dialami oleh banyak pengunjung. Pembobolan dan pembajakan
sebuah akun privasi sering kita dengar akhir-akhir ini.
Maka dari itu, sebagai penduduk dunia maya wajib bagi kamu untuk
melindungi identitas diri dan privasi diri secara rahasia dengan mengunjungi
laman-laman web yang telah menggunakan HTTPS.

Anda mungkin juga menyukai