TUGAS MK GAWAT DARURAT : PROSES RUJUKAN
Nama : Mulyati
Nim: 5023031014
Pembimbing:
[Link] Haryani,[Link]
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS FALETEHAN
SERANG – BANTEN
TAHUN 2023-2024
PROSES RUJUKAN
1. Pengertian Sistem rujukan pelayanan kesehatan
Sistem rujukan pelayanan kesehatan adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mengatur
pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun
horisontal yang wajib dilaksanakan oleh peserta jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan sosial, dan
seluruh fasilitas kesehatan.
Sistem rujukan adalah suata jaringan system pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya
penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas timbulnya suatu masalah dari suatu kasus atau
masalah kesehatan masyarakat, baik secara vertical maupun horizontal, kepada yang lebih kompeten
terjangkau dan dilakukam secara rasional. (SK menkes no 23 thn 1972)
2. Jenis Rujukan
Secara garis besar rujukan dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
a) Rujukan medis
Rujukan ini berkaitan dengan upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan pasien.
Mencakup rujukan: pengetahuan (konsultasi medis) dan bahan-bahan pemeriksaan
b) Rujukan kesehatan msyarakat
Rujukan ini berkaitan dengan upaya (preventif) dan penigkata kesehatan (promosi), yang antara
lain meliputi bantuan :
- Survey epidemologi dan pemberantasan penyakit atas kejadian luar biasa (KLB) atau
berjangkitnya penyakit menular
- Pemberian pangan atas terjadinya kelaparan disuatu wilayah.
- Pemeriksaan specimen air di laboratorium kesehatan
- Penyelidikan sebab keracunan , bantuan teknologi penanggulangan keracunan dan bantuan
obat-obatan atas terjadinya keracunan masal.
- Pemberian tempat tinggal, makanan dan obat-obatan untuk pengungsi atas terjadinya
bencana alam.
- Sarana dan teknologi penyediaan air bersih untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih
bagi masyarakat umum.
3. Jalur Rujukan
- Interna antara petugas puskesmas
- Antara puskesmas pembantu dengan puskesmas Pembina
- Antara satu puskesmas dengan puskesmas lain
- Antara puskesmas dengan rumah sakit lain, laboratorium atau fasilitas kesehatan lain
- Antara satu Rumah sakit ke Rumah Sakit lain.
4. Rujukan dari igd
1. Keputusan untuk melakukan rujuk dilakukan oleh dokter IGD atau dokter DPJP
2. Dokter IGD atau ruangan memastikan hasil test (laboratorium, rongtgen dan lain-
lain) telah tersedia sebelum pasien di rujuk
3. Dokter IGD atau ruangan menghubungi rumah sakit yang dituju, dan melaporkan
kondisi pasien dan hasil pemeriksaan penunjang yang tersedia dan menanyakan
informasi biaya perawatan
4. Dokter igd atauruangan mencatat nama petugas dan unit kerja petugas Rumah Sakit
rujukan yang menyetujui proses rujuk disurat rujukan
5. Dokter igd atau ruangan menjelaskan kepada pasien atau keluarganya, bahwa
pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit lain dan diinformasikan biaya perawatan di
Rumah Sakit yang dituju
6. Dokter IGD atau ruangan menilai kondisi pasien dan menentukan fasilitas
ambulance dan Tim pendamping rujuk
7. Doter IGD atau ruangan membuat surat rujukan , disurat rujukan hharus
mencatumkan alas an dilakuakn rujuk, tangal dan waktu, diagnose sementara, terapi
dan tindakan yang sudah dilakukan, tanda vital pasien sebelum berangkat, sera
nama dan unit kerja petugas rumah sakit rujukan yang menyetujui rujuk
8. Sebelum dilakuakn rujuk pasien harus kondisi stabil
9. Sebelum berangkat petugas rujuk harus mengecek seluruh peralatan dan obat-
obatan yang diperlukan
10. Perawat mempersiapkan ambulance yang sesuai kondisi pasien, bila ambulance
yang dimiliki Rumah Sakit tidak dapat memenuhi kebutuhan pasien maka perawat
menghubungi ambulance 118/119
11. Selama dalam proses rujuk petugas harus memonitor kondisi dan tanda vital pasien,
dan bertanggung jawab terhadap kondisi pasien
12. Petugas rujuk melakukan serah terima kondisi pasien dengan petugas Rumah Sakit
rujukan, proses serah terima pasin mecakup pemberian informasimengenai riwayat
penyakit pasien, tanda vital, hasil pemeriksaan penunjang ( laboratorium dan
radiologi) , terapi dan kondisi klinis selama rujuk berlangsung.
5. Daftar pustaka
- Kementrian kesehatan RI, peraturan mentri kesehatan no 04 tahunn 2018
- SK menkes no 23 thn 1972
- BPJS kesehatan, panduan praktis system rujukan berjenjang. Jakarta: BPJS Kesehatan
- Kementrian kesehatan RI, peraturan mentri kesehatan no 1 tahun 2012 tentang system rujukan