62
Jurnal Stamina
E-ISSN 2655-2515
P-ISSN 2655-1802
PENGARUH LATIHAN JUMP IN PLACE DAN QUICK LEAP TERHADAP
PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI ATLET BOLAVOLI
PHILIPOS KABUPATEN 50 KOTA
Raudhatul Hanifah1, M. Sazei Rifki2
Universitas Negeri Padang
Abstract
The problem in this study is the low explosive powerleg musclesathlete ball v
District 50 State oil Philiposcause smash abilityand their block is not satisfactory
so the results obtained are not optimal .This study aims to determine the effect of
exercisejump in place and quick leapagainst increased explosive powerlimb
muscles in Philipos District 50 City oil v athletes .This type of research is a quasi-
experiment to see influencejump in plac and quick leap exercisesagainst
increased explosive powerleg [Link] population in this studyoli v athlete
ball is Philipos District 50 Statethere were 30 people and all of them were
daughters, while the samples were taken by purposive sampling .After pre-test all
samples were divided into two groups through the ordinal matching pairing
technique , which each group consisted of 8 [Link] study consisted of 18
meetings, in a week the exercise was held 4 [Link] research instrument used
isvertical jump .The results of the study concluded that : (1) Exercise Jump in
placesignificant effect y ang means to increase the explosive powerleg muscles(t
hit = 8.19 > t tab = 2.36) .(2) Quick leap exercisey ang mean a significant effect on
the increaseExplosion powerleg muscles(t hit = 6.35 > t tab = 2.36 ) .(3)There is a
significant comparison between exercisesjump in place withquick leapto increase
the explosive power of limbs of volleyball athletesDistrict Philipos 50 Citywhere (t
hit = 3.36 > t tab = 1.94 ) .If seen from the average increase in explosive powerleg
musclesthen jump in place exercises are more effective in increasing explosive
powerleg musclescompared to quick leap exercises .where the average increase
in leg muscle explosive power from the jump in place exercise group is 21.13and
better than quick leap exercisesthatthe average increase is 10.75.
Keywords: Jump in Place, Quick Leap, Leg Muscle Explosive Power
Abstrak
Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan daya ledak
otot tungkaiatlet bola voli Philipos Kabupaten 50 Kota menyebabkan kemampuan
smash dan block mereka kurang memuaskan sehingga prestasi yang diperoleh
kurang [Link] ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan jump
in place dan quick leap terhadap peningkatan daya ledakotot tungkai pada atlet
bolavoli Philipos Kabupaten 50 Kota. Jenis penelitian ini adalah eksperimen
semu untuk melihat pengaruh latihan jump in place dan quick leap terhadap
peningkatan daya ledakotot tungkai. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet
bolavoli Philipos Kabupaten 50 Kota yang berjumlah 30 orang dan semuanya
adalah putri, sedangkan sampel diambil secara purposive sampling. Setelah
dilakukan pre-test seluruh sampel dibagi menjadi dua kelompok melalui teknik
ordinal matching pairing, yang tiap kelompok tersebut terdiri dari 8 orang.
Volume 2, Nomor 1, Maret 2019
[Link]
63
Jurnal Stamina
E-ISSN 2655-2515
P-ISSN 2655-1802
Pelaksanaan penelitian terdiri dari 18 kali pertemuan, dalam seminggu latihan
dilaksanakan sebanyak 4 kali. Instrumen penelitian yg digunakan adalahvertical
jump. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Latihan Jump in
placeberpengaruh signifikan yang berarti terhadap peningkatan daya ledak otot
tungkai(thit = 8.19 > ttab = 2.36). (2) Latihan Quick leapberpengaruh signifikan
yang berarti terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai(thit = 6.35> ttab = 2.36).
(3) Terdapat perbandingan yang signifikan antara latihan jump in place dengan
quick leap terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai atlet bolavoli Philipos
Kabupaten 50 Kota dimana (thit = 3.36 > ttab = 1.94). Jika dilihat dari rata-rata
peningkatan daya ledakotot tungkaimaka latihan jump in place lebih efektif dalam
meningkatkan daya ledak otot tungkaidibandingkan dengan latihan quick leap.
Dimana rata-rata peningkatan daya ledak otot tungkai dari kelompok latihan jump
in place adalah 21.13 dan lebih baik dari pada latihan quick leap yangrata-rata
peningkatannya adalah 10.75
Kata kunci: Jump in Place, Quick Leap, Daya Ledak Otot Tungkai
Pendahuluan
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sedang giat-giatnya
melaksanakan pembangunan disegala bidang. Salah satu bidang yang tidak
kalah penting adalah pembangunan dibidang olahraga. Olahraga kini telah
mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dimana olahraga telah masuk semua
aspek kehidupan seperti industri, perekonomian, pendidikan, dan lain-lain. Hal ini
juga dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem
Keolahragaan Nasional bab VII pasal 27 yang menyatakan bahwa ―Pembinaan
dan pengembangan olahraga prestasi dilaksanakan dengan memberdayakan
perkumpulan olahraga, menumbuh kembangkan sentra pembinaan olahraga
yang bersifat nasional dan daerah, dan menyelenggarakan kompetisi secara
berjenjang dan berkelanjutan‖.
Berdasarkan kutipan diatas, terlihat bahwa diantara berbagai tujuan dan sasaran
kegiatan olahraga Indonesia salah satunya adalah dalam pembinaan prestasi
olahraga. Menurut Syafruddin (1999:3) ―Olahraga prestasi merupakan olahraga
yang dilakukan dengan tujuan untuk meraih prestasi yang tinggi‖. Maksudnya
adalah pembinaan dan pengembangan cabang-cabang olahraga yang diarahkan
untuk mengikuti pertandingan/perlombaan yang bertaraf provinsi, nasional
maupun internasional.
Dari sekian banyak cabang olahraga prestasi, bolavoli adalah salah satu cabang
olahraga prestasi yang populer dan diminati oleh masyarakat di Indonesia.
―Popularitas bolavoli di lingkungan masyarakat terbukti dengan banyaknya
Volume 2, Nomor 1, Maret 2019
[Link]
64
Jurnal Stamina
E-ISSN 2655-2515
P-ISSN 2655-1802
berdiri club-club bola voli mulai dari kota-kota besar sampai kepelosok desa yang
terpencil‖ dan sering diselenggarakannya kejuaraan antar daerah,provinsi
maupun negara. Menurut Erianti (2004:15). Kejuaraan yang diselenggarakan
tersebut bertujuan untuk membina pemain bolavoli yang handal dan potensial
untuk dijadikan tim yang nantinya dapat mengharumkan daerahnya di kejuaraan
provinsi, nasional, maupun internasional.
Dalam permainan Bolavoli, dibutuhkan berbagai unsur seperti kondisi fisik,
teknik,taktik dan mental. Seseorang untuk dapat berprestasi dalam olahraga
bolavoli mereka harus menguasai teknik-teknik yang ada dalam permainan
bolavoli. Menurut Ahmadi (2007: 20), ―Teknik-teknik dalam permainan bolavoli
terdiri atas servis (service), passing bawah, passing atas, block (bendungan) dan
smash (spike)‖. Salah satu teknik dalam bolavoli yaitu smash. Kemampuan
smash merupakan salah satu syarat yang harus dikuasai oleh setiap atlet untuk
melakukan serangan sehingga mendapatkan angka dan meraih kemenangan.
―Agar dapat menguasai keterampilan smash, perlu ditunjang oleh kemampuan
fisik, teknik, taktik dan mental‖ (Mulyana, 2002:122).
Untuk dapat melakukan berbagai teknik bermain bola voli dengan baik diperlukan
kondisi yang prima.‖Dalam permainan bolavoli dibutuhkan berbagai unsur kondisi
fisik, seperti: kekuatan, daya tahan, daya ledak, kecepatan, kelentukan,
kelincahan, koordinasi, keseimbangan, ketepatan dan reaksi‖ (Ahmadi, 2007:65).
Seluruh komponen itu dibutuhkan untuk menunjang kegiatan permainan seperti:
smash, blocking, passing, defende, service. Menurut Erianti, (2004:79)
menjelaskan bahwa:―Untuk dapat melakukan smash dengan baik dalam
permainan bola voli, seorang atlet harus didukung oleh unsur-unsur teknik,
kemampuan bekerjasama dengan tim, kematangan mental, kekompakan,
pengalaman dan yang lebih pentingnya harus mempunyai tingkat kondisi fisik
yang baik, seperti power kaki (daya ledak otot tungkai), sehingga ia mampu
melompat yang tinggi untuk memukul bola di atas net.
Daya ledak otot tungkai merupakan salah satu aspek komponen dasar kondisi
fisik yang sangat penting dalam olahraga bolavoli, seperti saat melakukan
smash, set- up dan block. Ketinggian lompatan secara vertical akan
memudahkan untuk smash, set-up, dan block. Jika seorang atlet tidak memiliki
daya ledak otot tungkai yang bagus saat melakukan lompatan dengan cepat,
maka smash yang dilakukan percuma dan menguntungkan bagi [Link] saat
Volume 2, Nomor 1, Maret 2019
[Link]
65
Jurnal Stamina
E-ISSN 2655-2515
P-ISSN 2655-1802
melakukan set-up (umpan) jika seandainya bola lambungan pertama yang
dikasih pemain (setim) tinggi dan terlalu merapat ke net maka tosser harus
melompat setinggi-tingginya agar bisa mengumpan bola dengan baik kepada
spiker karena jika tidak maka bola yang tinggi dan terlalu merapat ke net tadi
akan lewat kedaerah lawan dan besar kemungkinan bagi lawan menyerang
secara langsung bola yang lewat tadi.
Kemudian pada blok, jika seorang bloker lompatannya rendah maka akan
memudahkan lawan melakukan serangan sehingga masuk kelapangan
[Link] untuk menghasilkan daya ledak otot tungkai yang bagus, cepat dan
tepat sasaran serta lompatan yang tinggi saat melakukan smash set-up dan
block dalam permainan bolavoli, dibutuhkan melompat lebih tinggi. Untuk itu
diperlukan program latihan yang baik, terencana, terprogram dan bentuk latihan
yang tepat sehingga tercapainya tujuan yang diinginkan.
Ada beberapa bentuk latihan daya ledak otot tungkai yang dinamakan dengan
latihan plyometrics. Menurut Bafirman (2010:84),―Plyometricsadalah latihan-
latihan atau ulangan yang bertujuan menghubungkan gerakan kecepatan dan
kekuatan untuk menghasilkangerakan-gerakan explosive”. Adapun bentuk-
bentuk latihan plyometricssangat beragam diantaranya adalah dengan
menggunakan satu kaki atau dua kaki sebagai tumpuan. Seperti latihan jump in
place,standing jump,multiple hop and jump, box drills dan depth jump, quick leap,
jump to box, butt kick jump, hurdle jum, knee tuck jump. Semua latihan ini
bertujuan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai
Klub Philipos Kabupaten 50 Kota adalah salah satu Klub Bolavoli yang ada di
Kabupaten 50 Kota yang berdiri pada tahun 2010 dan dilatih oleh Isbendral
[Link].. Klub Philipos Kabupaten 50 Kota merupakan tempat untuk menyalurkan
bakat, minat serta untuk memperdalam kemampuan mereka dalam bermain
bolavoli. Di Klub Philipos Kabupaten 50 Kota tersebut terdapat sarana dan
prasarana yang dapat menunjang proses latihan, misalnya: lapangan, bola dan
beberapa pelatih dari Kabupaten 50 Kota. Diharapkan setelah melakukan latihan
atlet tersebut dapat bermain bolavoli dengan teknik yang baik dan yang paling
penting nantinya mereka dapat berprestasi di bolavoli.
Prestasi yang pernah diraih oleh klub Philipos adalah pada tahun 2014 jadi juara
ketiga dalam kejuaraan liga pelajar Se-Sumatera di Medan, dan banyak juga atlet
Philipos Kabupaten 50 Kota dipilih mewakili Provinsi Sumatera Barat untuk
Volume 2, Nomor 1, Maret 2019
[Link]
66
Jurnal Stamina
E-ISSN 2655-2515
P-ISSN 2655-1802
Popwil. Pada tahun 2017 peringkat ke tiga se-Sumatera Barat di kejuaraan
Kapolda Cup. Pada saat ini prestasi yang diraih Philipos Kabupaten 50 Kota
belum optimal atau dapat dikatakan menurun. Dilihat dari beberapa kali
pertandingan Philipos Kabupaten 50 Kota tidak mampu mempertahankan
peringkatnya, yang awalnya berada pada peringkat 1 namun sekarang hanya
mampu menempati posisi ke 2. Seperti pada kejuaraan antar klub Sumbar-Riau
di Tanah Datar dan Popda tahun 2018 di Padang. Ditambah lagi pada Popwil
Aceh tahun 2018 kembali mengalami kekalahan. Hal ini diduga disebabkan oleh
beberapa faktor yaitu: minim jam tanding, kinerja pelatih yang kurang, kondisi
fisik atlet yang rendah, sarana dan prasarana yang belum memadai, tingkat
kesehatan, kesegaran jasmani, status gizi yang kurang baik dan metoda latihan
serta program latihan yang belum berjalan baik.
Setelah peneliti melakukan observasi baik saat latihan dilapangan bolavoli
Philipos Kabupaten 50 Kota maupun saat bertanding, dalam observasi tersebut
peneliti sekaligus atlet Philipos Kabupaten 50 Kota melihat kondisi fisik atlet
bolavoli Philipos Kabupaten 50 Kota masih rendah. Seperti kurangnya
pergerakan saat mengejar pada saat block, smash dan menyelamatkan bola
yang terlalu merapat ke net. Hal ini terlihat dari kesalahan mereka saat
melakukan smash dan block, diantaranya ada bola yang menyangkut di pita net,
terkena blocking lawan dan terjatuh dilapangan sendiri.
Smash banyak dilakukan terlambat atau tidak bisa menempatkan posisi tubuh
pada tempat yang seharusnya. Ada pula bola yang keluar lapangan dan gerakan
tosser yang lambat, lompatan saat mengumpan bola yang terlalumerapat ke net
akibatnya umpan tidak sempurna. Serta saat pemain melakukuan blocking
(membendung bola lawan) ada gerakan yang lambat dan lompat yang juga
rendah sehingga bola lewat dari bloker. Hal ini diduga salah satu faktor yang
mempengaruhi adalah masih rendahnya daya ledak otot tungkai atlet bolavoli
Philipos Kabupaten 50 Kota, sehingga prestasi yang dicapai kurang optimal..
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh latihan jump in place tehadap peningkatan daya ledak otot tungkai atlet
bolavoli Philipos Kabupaten 50 Kota
(2) Untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh latihan quick leap tehadap
Peningkatan daya ledak otot tungkai atlet bolavoli Philipos Kabupaten 50
Kota(3)Untuk mengetahui perbandingan latihan jump in place dengan quick leap
Volume 2, Nomor 1, Maret 2019
[Link]
67
Jurnal Stamina
E-ISSN 2655-2515
P-ISSN 2655-1802
tehadap peningkatan daya ledak otot tungkai atlet bolavoli Philipos Kabupaten 50
Kota.
Daya ledak merupakan sebagai kemampuan kombinasi kekuatan dengan
kecepatan yang terealisasi dalam bentuk kemampuan otot yang mengatasi
beban dengan kecepatan kontraksi yang tinggi (Jonath dan Krempel 1981:31).
Menurut (Rushal dan Pyke, 1990:252) daya ledak diartikan sebagi suatu fungsi
dari kekuatan dan kecepatan gerakan. Menurut (Bompa, 1990) daya ledak
sebagai produk dari dua kemampuan, yaitu : kekuatan (strength) dan kecepatan
(speed) untuk melakukan force maksimum dalam waktu yang sangat cepat.
Jump in place adalah latihan pliometrik dengan lompatan tanpa awalan dimulai
dengan berdiri pada satu posisi, dengan dua kaki atau satu kaki kemudian
melakukan lompatan yang kembali ke posisi semula. Teknik yang sering
digunakan dalam jump in place adalah two –footangkle hop, yaitu dimulai dengan
berdiri pada dua kaki selebar bahudan posisi badan tegak, digunakan hanya
untuk momentum lompatan hop pada satu tempat. Latihan quick leap adalah
latihan melompat keatas box yang tingginya 60 cm dengan tolakan kedua kaki.
Kemudian dilanjutkan dengan lompatan melayang dengan kedua tangan
mengayun keatas dan kaki mengantung, mendarat dengan kedua kaki mengeper
(Radclife dalam Bafirman, 2010). Tempat mendarat sedikit lunak seperti
lapangan berumput atau matras dan bangku ataupun box yang mempunyai
ukuran 60 cm dibutuhkan latihan cepat ini.. hipotesis penelitian yaitu (1) Terdapat
pengaruh latihan jump in place terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai
atlet bolavoli Philipos Kabupaten 50 Kota (2) Terdapat pengaruh latihan quick
leap terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai atlet bolavoli Philipos
Kabupaten 50 Kota
(3) Terdapat perbandingan pengaruh latihan jump in place dan quick leap
terhadap kemampuan daya ledak otot tungkai atlet bolavoli Philipos Kabupaten
50 Kota.
Metode
Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Arikunto (2007:207)
mengemukakan tentang metode eksperimen adalah ―Untuk mengetahui ada
tidaknya akibat dari ―sesuatu‖ yang dikenakan pada subjek selidik. Dengan kata
lain penelitian eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab
Volume 2, Nomor 1, Maret 2019
[Link]
68
Jurnal Stamina
E-ISSN 2655-2515
P-ISSN 2655-1802
akibat. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi dalam penelitian
ini adalah seluruh atlet bolavoli Philipos yang terdiri dari 30 Atlet putri.
pengambilan sampel dilakukan dengan teknik ―Purposive Sampling” Menurut
Yunus (2005:205) ―Penentuan sampel secara purposive dilandasi tujuan-tujuan
tertentu terlebih dahulu. Dengan demikian pengambilan sampel ditentukan pada
maksud yang telah ditetapkan sebelumnyamaka adapun alasan peneliti
mengambil sampel karena atlet yang berumur 16-22 tahun telah menjalani
pertandingan yang telah dilaksanankan dan juga telah mendapatkan latihan
khusus kondisi fisik. Peneliti mengambil atlet putri yang berjumlah 16 orang untuk
dijadikan sampel dalam penelitian ini. Ke 16 sampel ini dibagi menjadi dua
kelompok dengan cara metching agar kedua sampel ini tergolong homogen /
rata-rata kemampuan dari dua kelompok tidak terlalu jauh berbeda. Masing-
masing kelompok terdiri dari 8 orang. Maka sampel yang diambil dalam
penelitian ini adalah atlet putri yang aktif mengikuti pertandingan dan juga dalam
latihan bolavoli yang berjumlah 16 orang atlet penelitian dilaksanakan pada bulan
Desember 2018 sampai Januari 2019 dilapangan bolavoli Philipos 50 Kota. Tes
yang dipakai adalah vertical jump. Untuk terlaksananya proses latihan dengan
baik maka diperlukan penyusunan jadwal latihan dan program latihan. Penentuan
atau pelaksanaan latihannya dilakukan latihan sebanyak 18 kali pertemuan
dengan 1 kali pertemuan tes awal, 16 kali pertemuan latihan dan 1 kali
pertemuan tes akhir dengan frekuensi 4 kali dalam seminggu dan lama waktu
latihan lebih kurang adalah 60 menit, latihan baru akan memberi efek setelah 4
minggu dan dilakukan 4 kali dalam seminggu. Teknik pengumpulan data dengan
melakukan tes awal dan tes akhir Verical Jump.
Hasil Penelitian
1. Hipotesis 1
Hipotesis pertama diketahui bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini dapat
diketahui dimana thit = 8,19 > ttab = 2.36. Sehingga disimpulkan bahwa latihan
Jump in placememberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan daya
ledakotot tungkai atlet bolavoli Philipos Kabupaten 50 Kota.
2. Hipotesis 2
Hipotesis kedua diketahui bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini dapat
diketahui dimana thit = 6.35 > ttab = 2.36. Sehingga disimpulkan bahwa latihan
Volume 2, Nomor 1, Maret 2019
[Link]
69
Jurnal Stamina
E-ISSN 2655-2515
P-ISSN 2655-1802
Quick leapmemberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan daya
ledak otot tungkai.
3. Hipotesis 3
Hipotesis ketiga diketahui bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini karena thit =
3.36 > ttab = 1.94. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan
yang signifikan antara kelompok metode latihan Jump in placedengan latihan
Quick leap terhadap peningktan daya ledak otot tungkai atlet bolavoli Philipos
Kabupaten 50 Kota.
Pembahasan
1. Pengaruh latihan jump in place terhadap peningkatan daya ledak otot
tungkai atlet bolavoli Philipos Kabupaten 50 Kota.
Latihan jump in place terhadap peningktan daya ledak otot tungkai atlet
bolavoli Philipos Kabupaten 50 Kota dari tes awal dan tes akhir yang mana
meningkat sebesar 21.13 yaitu dari skor rata-rata 105.43 pada pre-test
menjadi 126.56 pada post-test. Terjadinya peningkatan ini disebabkan oleh
adaptasi fisik dari penerapan metode latihan jump in place terhadap kondisi
fisik tubuh yang menunjang kemampuan daya ledak otot tungkai. Jump
in place merupakan salah satu bentuk latihan yang dapat meningkatkan daya
ledak khususnya daya ledakotot tungkai. Daya ledakmerupakan sebagian
kemampuan untuk mengeluarkan tenaga maksimal dalam waktu yang
sesingkatnya. Daya ledakotot adalah kombinasi dari kekuatan dan kecepatan
yaitu kemampuan untuk menerapkan tenaga (force) dalam waktu yang
singkat.
Dalam teknik permainan bola voli seperti set-up, smash dan blok
membutuhkan latihan daya ledak karena ketiga macam teknik tersebut dalam
fase pelaksanaanya memerlukan lompatan. Daya ledak merupakan bagian
komponen yang berkaitan dengan kelanjutan explosive daya ledak yang
penting dari kondisi fisik yang berkombinasi antar kekuatan dan kecepatan
otot. Daya ledak merupakan produk dari kekuatan dan kecepatan untuk
melakukan force maksimum dalam waktu yang sangat pendek. Faktor yang
mempengaruhi daya ledak adalah kekuatan dan kecepatan kontraksi.
Kekuatan adalah potensi otot untuk menghasilkan suatu tensi yang dinamis,
Volume 2, Nomor 1, Maret 2019
[Link]
70
Jurnal Stamina
E-ISSN 2655-2515
P-ISSN 2655-1802
yaitu gerakan terhadap tahanan (resistant) atau menjadi suatu beban yang
statis.
Kekuatan otot dapat dideskripsikan sebagai potensi dari yang mampu untuk
melakukan kontraksi yang maksimal. Dapat disimpulkan bahwa daya ledak
adalah kemampuan mengarahkan kekuatan dengan cepat dalam waktu yang
singkat untuk memberikan momentum yang paling baik pada tubuh atau
objek dalam suatu gerakan eksplosif yang utuh mencapai tujuan yang
dikehendaki.
Dari hasil analisis juga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh
latihan jump in place yang signifikan terhadap peningkatan daya ledak otot
tungkai. Latihan yang terpogram dan kontiniu, semakin rutin kita melakukan
latihan jump in place, maka akan semakin baik pula daya ledak otot tungkai
kita, apalagi pada atlet bola voli yang sangat membutuhkan daya ledakotot
tungkai dalam menguasai teknik permainan bolavoli
2. Pengaruh Latihan Quick Leap terhadap peningktan Daya ledak Otot
Tungkai pada Atlet Bolavoli Philipos Kabupaten 50 Kota
Latihan quick leap terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai atlet
Philipos Kabupaten 50 Kota dari tes awal dan tes akhir yang mana meningkat
sebesar 10.75 yaitu dari skor rata-rata 104.77 pada pre-test menjadi 115.52
pada post-test. Terjadinya peningkatan ini disebabkan oleh adaptasi fisik dari
penerapan metode latihan quick leap terhadap kondisi fisik tubuh yang
menunjang kemampuan daya ledak otot tungkai Dari hasil analisis juga dapat
diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh latihan quick leapyang
signifikan terhadap peningkatan Daya ledak Otot Tungkai.
Quick leap adalah bentuk latihan plyometricsyang bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan daya ledak otot tungkai. Latihan quick leap
adalah latihan melompat keatas box yang tingginya 60 cm dengan tolakan
kedua kaki. Kemudian dilanjutkan dengan lompatan melayang dengan kedua
tangan mengayun keatas dan kaki mengantung, mendarat dengan kedua
kaki mengeper. Tempat mendarat sedikit lunak seperti lapangan berumput
atau matras dan bangku ataupun box yang mempunyai ukuran 60 cm
dibutuhkan latihan cepat ini. Latihan seperti ini berguna untuk bolavoli,
sepakbola, bolabasket, loncat indah dan angkat berat. dengan mengunakan
dua kaki secara bersamaan. Setelah itu secepatnya kembali ke atas bangku
Volume 2, Nomor 1, Maret 2019
[Link]
71
Jurnal Stamina
E-ISSN 2655-2515
P-ISSN 2655-1802
untuk melakukan loncatan berikutnya. Kegiatan ini dilakukan berulang-ulang
selama rangsang yang ditentukan.
Latihan yang terpogram dan kontiniu, serta semakin rutin kita melakukan
latihan quick leap, maka akan semakin baik pula daya ledakotot tungkai kita,
apalagi bagi atlet bola voli daya ledakotot tungkai berfungsi untuk mampu
melakukan gerakan block dan smash secara maksimal.
3. Terdapat perbedaan pengaruh latihan jump in place dan quick leap
terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai atlet bolavoli Philipos
Kabupaten 50 Kota
Dari perhitungan yang telah dilakukan terlihat bahwa latihan jump in placedan
latihan Quick leap sama-sama menunjukkan pengaruh yang signifikan
terhadap peningkatan Daya ledakOtot Tungkai. Hal ini berarti bahwa
keuntungan yang diperoleh setelah berlatih Jump in placedan Quick leapyaitu
sebagai sarana peningkatan Daya ledakOtot Tungkaibagi atlet.
Pada hasil post test kelompok metode latihan jump in place dan quick
leapterhadap kemampuan daya ledak otot tungkai atlet bolavoli Philipos
Kabupaten 50 Kota dengan skor rata-rata 21.13 pada metode latihan jump in
place sedangkan pada metode latihan quick leap dengan nilai rata-rata
10.75 dan dengan hasil penghitungan hipotesis thitung (3.36) ﹥ttabel (1.94) itu
artinya hipotesis diterima. Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa
secara keseluruhan, skor kemampuan daya ledak otot tungkai dalam latihan
jump in place lebih tinggi dari pada yang diberikan latihan quick leap.
Kemampuandaya ledak otot tungkai dalam metode latihan jump in place lebih
efektif daripada metode latihan dalam quick leap.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasaan, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Latihan Jump in placeberpengaruh signifikan yang berarti terhadap
peningkatan daya ledak otot tungkai.
2. Latihan Quick leapberpengaruh signifikan yang berarti terhadap peningkatan
daya ledak otot tungkai.
3. Terdapat perbandingan yang signifikan antara latihan jump in place dengan
quick leap terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai atlet bolavoli
Philipos Kabupaten 50 Kota. Jika dilihat dari rata-rata peningkatan daya
Volume 2, Nomor 1, Maret 2019
[Link]
72
Jurnal Stamina
E-ISSN 2655-2515
P-ISSN 2655-1802
ledakotot tungkaimaka Latihan jump in place lebih efektif dalam
meningkatkan daya ledak otot tungkaidibandingkan dengan latihan quick
leap.
Saran
Sesuai kesimpulan hasil penelitian, maka dapat dikemukakan beberapa saran
sebagai berikut:
4. Bagi pelatih disarankan untuk memberikan latihan jump in place sebagai cara
untuk membentuk Daya ledak Otot Tungkai pada atlet bolavoli Philipos
Kabupaten 50 Kota. Karena hasil penelitian yang telah dilakukan, bentuk
latihan ini lebih efektif dalam meningkatkan daya ledakotot tungkai. Hal ini
berarti latihan ini dapat dijadikan program tetap guna meningkatkan prestasi
Daya ledak Otot Tungkai pada atlet bolavoli Philipos Kabupaten 50 Kota.
5. Disarankan untuk lebih memperhatikan variabel lain yang juga dapat
mempengaruhi daya ledak otot tungkai seperti, postur tubuh, usia, jenis
kelamin, berat badan, dan sebagainya.
6. Bagi peneliti yang berminat meneliti lebih lanjut disarankan untuk dapat
memperbanyak jumlah sampel dan mengkaji bentuk-bentuk latihan lainnya.
Daftar Rujukan
Ahmadi, Nuril. 2007. Panduan Olahraga Bolavoli. Surakarta: ERA PUSTAKA
UTAMA
Apri Agus &Bafirman. 2008. Pembentukan Kondisi Fisik. Padang: FIK UNP
Arikunto, S .2007. Manajemen Peneltian, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Bompa, O Tudor. 1990. Total Training for Young Champions. York University:
Human Kinetics
Chu, Donald. A., Jumping into Plyometrics. Champaign, Illinois: Human Kinetics
Pub., 1992
Erianti. 2004. Bola Voli. (Bahan Ajar). Padang. FIK UNP
Mulyana 2002. Kemampuan Smash Dalam Bolavoli. Jurnal Iptek Olahraga.
Jakarta . PPPITOR
Suharno (1982), Olahraga Pilihan Bolavoli, Jakarta: Dirjen Dikti, Depdikbud
Volume 2, Nomor 1, Maret 2019
[Link]
73
Jurnal Stamina
E-ISSN 2655-2515
P-ISSN 2655-1802
Syafruddin.1993. Dasar-Dasar Kepelatihan Olahraga. Padang : FIK UNP
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 (2005). Himpunan Peraturan
Perundang-Undangan Republik Indonesia Tentang Sistem Keolahragaan
Nasional. Citra Umbara. Bandung
Volume 2, Nomor 1, Maret 2019
[Link]