PASAR MODAL
Dalam arti sempit pasar modal konvensional ini adalah pasar yang diperuntukkan
memperdagangkan obligasi-obligasi, saham-saham dan surat berharga lainnya dengan
menggunakan jasa perantara pedagang efek.
Jumlah investor pasar modal merupakan gabungan investor saham, obligasi dan reksa
dana.
INVESTASI
No SAHAM CRYPTO
1. Tujuan Menghimpun dana dari Mulanya sebagai alat
masyarakat pembayaran
2. Kegunaan Alat investasi Alat pembayaran, investasi,
bisa juga sebagai jaminan
3. Volatilitas Dibatasi Tidak dibatasi
Marketdibatasi
4. Jam Jam dibatasi dan ada 24 jam selama 7 hari
Operasional hari libur
5. Regulasi Difasilitasi oleh BEI Diawasi oleh Bappeti
Pemerintah serta diawasi OJK
6. Analisa Mudah dianalisa Sulit dianalisa
7. Aktifitas Investasi dan trading Investasi, trading,
Investasi ditransfer, serta bisa
dijaminkan
8. Penyimpanan KSEI (Kustodian Setral Di wallet
Aset Efek Indonesia)
9. Penerbit aset Entitas/Perusahaan Siapapun bisa
10 Keamanan Aman Rawan diretas
Tujuan
Cypto :
Crypto awalnya diciptakan sebagai mata uang yang diharapkan diterima oleh
masyarkat dunia untuk melakukan segala jenis transaksi
pembayaran. Cryptocurrency adalah mata uang yang dibuat untuk menggantikan
mata uang yang ada saat ini yang tentu jauh lebih berteknologi, aman, cepat, simple
dan murah.
Saham :
Sedangkan saham diciptakan untuk menghimpun dana dari masyarakat. Dana ini
nantinya digunakan untuk mengembangkan perusahaan. Sebagai gantinya investor
menjadi pemilik perusahaan tersebut dimana nantinya saham ini bisa diperjual-
belikan dan deviden saham.
2. Kegunaan
Cypto :
Dengan crypto kita bisa menggunakannya sebagai alat pembayaran antar negara
lebih mudah dan cepat, ketimbang menggunakan kartu kredit dan transfer antar
bank. Bahkan crypto bisa menjadi jaminan untuk mendapatkan pinjaman
di platform tertentu.
Saham :
Sementara saham tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran, karena saham
memang bukan uang.
3. Volatilitas market
Crypto :
Baik crypto dan saham memang memiliki volatilitas yang tinggi. Perbedaan saham
dan crypto terletak pada aset-aset cyrpto yang kenaikan ataupun penurunan
harganya tidak dibatasi. Naik ratusan persen atau turun ratusan persen itu hal yang
biasa dalam dunia crypto.
Saham :
Sementara di saham, kenaikan dan penurunan harga saham dibatasi oleh regulasi
pemerintah. Seperti di Indonesia ada ARA (auto reject atas) dan ARB (auto reject
bawah).
4. Jam Operasional
Crypto :
Crypto buka 24 jam nonstop selama 7 hari.
Saham :
Sedangkan di saham ada jam buka dan jam tutup serta ada hari libur.
5. Regulasi pemerintah
Crypto :
Karena crypto adalah bitcoin maka dianggap sama seperti emas, yaitu produk
komuditas sehingga diawasi oleh Bappeti (Badan Pengawasan Perdagangan
Bejangka Komoditi). Perlu diketahui crypto tidak diawasi oleh OJK karena tidak
dianggap sebagai produk jasa keuangan.
Saham :
Sementara di saham, aktifitasnya di fasilitasi oleh BEI (Bursa Efek Indonesia) serta
diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
6. Analisa Aset
Crypto :
Perbedaan saham dan crypto selanjutnya yaitu, di crypto sangat sulit menganalisa
fundamental aset yang ada atau nilai intristiknya dikarenakan crypto tidak memiliki
aset dasar (underlying asset). Sehingga kenaikan harga crypto sangat identik karena
hukum penawan dan permintaan di pasar. Sehingga kalau Anda yang ingin
berinvestasi perlu sangat berhati-hati dan selektif di aset-aset crypto ini.
Saham :
Sedangkan di saham fundamentalnya lebih mudah dianalisa karena memiliki fisik,
yaitu tergantung pada kinerja keuangan, pendapatan perusahaan dan potensi
berkembang di masa depan.
7. Aktifitas investasi
Crypto :
Sebuah aset crypto bisa ditradingkan, bisa dijaminkan untuk mendapatkan pinjaman,
bisa diinvestasikan, dan bisa ditransfer ke pihak lain serta bisa dijaminkan untuk
mendapatkan pinjaman.
Saham :
Sementara di saham hanya ada trading dan mendapatkan deviden.
8. Penyimpanan Aset
Crypto :
Aset Crypto disimpan di wallet yang disediakan oleh exchange. Exchange adalah
platform yang digunakan untuk mempertemukan penjual dan pembeli untuk aset-
aset kripto.
Saham :
Sementara di saham tidak disimpan di perusahaan sekuritas yang Anda pakai, tetapi
di simpan oleh KSEI (Kustodian Setral Efek Indonesia). Jadi, meskipun perusahaan
sekuritas Anda bangkrut sekalipun, saham yang dimiliki tetap aman karena disimpan
di KSEI.
9. Penerbit aset
Crypto :
Siapapun bisa menerbitkan aset-aset crypto yaitu token, tetapi sebelumnya perlu
diketahui coin dan token itu dua hal yang berbeda. Coin memiliki blockchain sendiri,
sedangkan Token nebeng atau numpang di blockchain coin. Jadi, siapapun bisa
menerbitkan token.
Saham :
Sedangkan di saham agar sebuah perusahaan bisa go public atau listing di BEI
(Bursa efek Indonesia) harus memenuhi beberapa regulasi yang harus ditaati.
Sehingga tidak semua perusahaan bisa IPO, makanya hanya ada 700-an
perusahaan yang listing di BEI.
10. Keamanan
Crypto :
Karena aset crypto disimpan di wallet yang ada di exchange yang berada di jaringan
internet maka kemanannya rentan di hack peretas. Jadi apabila exchange diretas
oleh para hacker, maka exchange tidak bertanggung jawab karena exchange hanya
sebagai perantara transaksi.
Saham :
Sementara di saham aset kita di simpan di KSEI (Kustodian Setral Efek Indonesia)
di fasilitasi oleh BEI dan diawasai oleh OJK. Belum pernah sejarahnya berita saham
hilang, contohnya : “telah hilang saham BBRI 10 lot”, saya tidak pernah mendengar
berita seperti itu
Itulah beberapa perbedaan saham dan crypto yang semoga
memberikan insight untuk Anda dalam memilih investasi.
Jadi, Lebih untung investasi saham vs crypto ?
Dari penjelasan perbedaan saham dan crypto diatas, sebenarnya sulit
menyimpulkan mana yang lebih menguntungkan itu semua tergantung tipe dan
tujuan investasi. Setiap instrumen investasi akan selalu mempunyai kekurangan dan
kelebihannya masing-masing.
Tetapi yang paling penting pahami dan kenali dahulu secara baik investasi apa yang
Anda akan pilih, karena resiko kerugian itu muncul akibat kurangnya ilmu tentang
apa yang Anda lakukan, jangan pakai uang Anda untuk sesuatu tidak dipahami
terlebih apalagi ikut-ikutan saja..
Mata uang kripto adalah aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media
pertukaran yang menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi
keuangan, mengontrol proses pembuatan unit tambahan, dan memverifikasi transfer
aset.
Mata uang kripto yang paling terkenal adalah bitcoin, selain bitcoin masih ada ribuan
mata uang kripto, di antaranya
ehtereum, litecoin, ripple, stellar, dogecoin, cardano, tether, monero, tron, dll. Mata
uang kripto menggunakan kontrol terdesentralisasi sebagai lawan dari mata uang
digital terpusat dan sistem perbankan sentral.[1]
Beberapa logo mata uang kripto.
Kontrol desentralisasi dari masing-masing mata uang kripto bekerja melalui teknologi
ledger terdistribusi, biasanya rantai blok, yang berfungsi sebagai basis data
transaksi keuangan publik.[2] Bitcoin, pertama kali dirilis sebagai perangkat lunak
sumber terbuka pada tahun 2009, umumnya dianggap sebagai mata uang digital
terdesentralisasi pertama.[3] sejak rilis bitcoin, lebih dari 4.000 altcoin (varian
alternatif bitcoin, atau mata uang kripto lainnya) telah dibuat.
Pasar Uang
shareBagikan
Definisi Pasar Uang
Pasar instrumen jangka pendek sertifikat deposito yang dapat dipindahtangankan,
misalnya sertifikat deposito Eurodolar, surat berharga komersial (commercial paper),
dan treasury bills kesamaan di antara instrumen tersebut adalah bersifat likuid dan
aman; pasar uang ini dioperasikan oleh para dealer (money market).
Otoritas Jasa Keuangan
Pasar uang (bahasa Inggris: money market) merupakan pertemuan dalam suatu
pasar yang abstrak untuk memperoleh demand dan supply dana jangka pendek.
Dalam pasar uang, valuta asing diperlukan untuk membayar kegiatan ekspor impor
dan utang luar negeri.
Ciri-ciri Pasar Uang
Menekankan pemenuhan dana jangka pendek.
Mekanisme pasar uang ditekankan untuk mempertemukan pihak yang mempunyai
kelebihan dana dan yang membutuhkan dana.
Tidak terikat pada tempat tertentu seperti Pasar Modal.
Tujuan Pasar Uang
Dari pihak yang membutuhkan dana atau modal:
1. Memenuhi kebutuhan jangka pendek, seperti menyelesaikan kewajiban
membayar utang jangka pendek yang segera akan jatuh tempo.
2. Memenuhi kebutuhan likuiditas yang disebabkan karena terjadinya kekurangan
uang kas atau uang tunai.
3. Memenuhi kebutuhan modal kerja seperti biaya-biaya operasi, upah karyawan,
pembelian bahan baku.
4. Sedang mengalami kalah kliring.
Dari pihak yang menanamkan dana atau modal:
1. Memperoleh keuntungan dengan tingkat suku bunga tertentu.
2. Membantu pihak-pihak yang mengalami kesulitan keuangan.
3. Spekulasi dengan harapan akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar
dalam waktu relatif singkat pada keadaan ekonomi tertentu.
Transaksi di Pasar Uang
Pasar Uang antar Bank, transaksi untuk menyerahkan sejumlah kelebihan
dana dari suatu bank kepada bank yang lain, dimana bank yang menerima
dana sedang kalah kliring.
Sertifikat Bank Indonesia (SBI), sejenis surat berharga yang dikeluarkan
oleh Bank Indonesia selaku Bank Sentral dan ditujukan untuk dibeli oleh Bank
Umum dengan nilai nominal yang sangat besar. Tujuan dikeluarkannya SBI
adalah untuk mengurangi peredaran uang dalam masyarakat.
Sertifikat Bank Indonesia diterbitkan langsung oleh pemerintah melalui
Bank Indonesia dalam bentuk surat utang yang memiliki tempo 1-3 bulan.
Instrumen ini memakai imbal hasil berbentuk bunga dan sistem diskonto.
Selain mendapatkan laba, Kamu juga turut serta membantu BI
mengendalikan nilai rupiah supaya tetap stabil. Karena penjualan
sertifikat ini menyebabkan peredaran uang menjadi menurun.
Surat Berharga Pasar Uang (SPBU), surat berharga yang dikeluarkan oleh
Bank Umum dan dibeli oleh Bank Indonesia dengan nilai nominal yang cukup
besar. Tujuannya untuk meningkatkan likuiditas Bank Umum dan menekan
laju inflasi.
Sertifikat Deposito, surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank dalam nilai
nominal tertentu sebagai surat atas unjuk.
Pasar Valuta Asing, tempat seseorang dapat membeli atau menjual mata
uang asing.
VALAS DAN FOREX
Valas atau forex adalah konversi mata uang satu negara ke negara lain. Dalam
ekonomi bebas, mata uang suatu negara dinilai menurut hukum penawaran dan
permintaan. Dengan kata lain, nilai mata uang dapat dipatok ke mata uang negara
lain, seperti dolar AS. Nilai mata uang suatu negara juga dapat ditetapkan oleh
pemerintah negara tersebut. Namun, banyak negara mengambangkan mata uang
mereka secara bebas terhadap mata uang negara lain, yang membuat mereka terus
berfluktuasi.
nilai mata uang tertentu ditentukan oleh kekuatan pasar berdasarkan perdagangan,
investasi, pariwisata, dan risiko geo-politik. Setiap kali seorang turis mengunjungi
suatu negara, misalnya, mereka harus membayar barang dan jasa dengan
menggunakan mata uang negara tuan rumah. Oleh karena itu, seorang turis harus
menukar mata uang negara asalnya dengan mata uang lokal. Pertukaran mata uang
semacam ini merupakan salah satu faktor permintaan mata uang tertentu. Faktor
permintaan penting lainnya terjadi ketika perusahaan asing berusaha melakukan
bisnis dengan perusahaan lain di negara tertentu. Biasanya, perusahaan asing
harus membayar dalam mata uang perusahaan lokal.
Dalam dunia trading pasti banyak sekali masyarakat yang berasumsi bahwa trading
forex itu sama dengan valuta asing Tetapi kenyataannya adalah antara trading forex
dan valuta asing mempunyai kesamaan yaitu sama-sama menjual mata uang asing
sedangkan perbedaannya adalah di dalam valuta asing di dalam valuta asing kita
hanya bisa membeli mata uang asing tersebut dan menjualnya pada pada saat pada
suatu kondisi apabila mata uang tersebut mengalami yang namanya adalah
kenaikan sehingga kita bisa menghasilkan yang namanya adalah keuntungan tetapi
itu membutuhkan waktu yang sangat lama sekali sedangkan untuk trading forex
sendiri Kita bisa menghasilkan yang namanya adalah keuntungan sebesar mungkin
tergantung dari kondisi market yang akan kita lakukan transaksi dan juga ada
perbedaan lagi yaitu dari segi fisik di valuta asing kita membeli mata uang asing
dalam bentuk ada fisiknya dan kita jual kembali apabila harga mengalami kenaikan
dengan menjual mata uang tersebut ke yang biasa disebut dengan money changer
atau biasa disebut dengan tempat penukaran mata uang asing Sedangkan untuk di
Polres kita hanya melakukan yang namanya Open posisi tanpa memiliki fisiknya itu
biasanya kita perdagangkan menggunakan yang namanya adalah suatu platform
yang biasa disebut yaitu Metatrader 4 ataupun 5 dalam melakukan yang namanya
adalah transaksi
Tetapi pada kenyataannya banyak sekali masyarakat di luar sana yang
melakukan trading terutama di dalam trading forex untuk menambah penghasilan
ataupun bisa juga sebagai pekerjaan tetap bahkan pekerjaan sampingan dalam
menghasilkan yang namanya adalah uang tambahan karena dengan trading forex
kita bisa lakukan dimanapun kapanpun dan bisa kita targetkan kira-kira dalam sehari
itu kita bisa menghasilkan keuntungan atau profit sehingga kita bisa menghasilkan
yang namanya adalah uang bulanan karena di dalam dunia Forex mempunyai yang
namanya adalah perhitungan secara matematika sahabat Trader sehingga dengan
hitungan-hitungan tersebut kita bisa berpatokan dalam melakukan transaksi kira-kira
kita mau menghasilkan dalam sehari berapa total keuntungan yang akan kita raih
atau kita dapatkan apabila kita menghasilkan yang namanya adalah profit atau
untung sahabat Trader
Bedanya dengan dengan valuta asing kalau di dalam valuta asing kita hanya bisa
membeli yang namanya adalah mata uang asing Tetapi kita tidak bisa menjual kalau
kita ingin membeli apabila harganya mengalami kenaikan kita bisa menjual mata
uang tersebut sehingga kita bisa menghasilkan yang namanya adalah keuntungan
tetapi keuntungan tersebut Biasanya kita tidak terima secara utuh Karena dia
melakukan yang namanya adalah pemotongan jadi kita dapatkan harganya itu
berdasarkan dari harga yang telah diberikan oleh money changer tersebut
Sedangkan di dalam dunia Forex kita bisa melakukan yang namanya pembelian dan
juga penjualan Jadi tergantung dari kondisi market yang sedang terjadi apabila
market mengalami kenaikan kita bisa melakukan yang namanya Open posisi sel di
atas dan berharap market akan mengalami penurunan sehingga dengan adanya
penurunan tersebut kita bisa menghasilkan yang namanya adalah profit atau
keuntungan sehingga dengan keuntungan tersebut kita bisa melakukan yang
namanya adalah penarikan dana atau withdrawall
Sedangkan apabila market mengalami penurunan kita bisa melakukan yang
namanya adalah Open posisi bayi atau membeli dengan berharap market akan
mengalami yang namanya adalah kenaikan sehingga kita menghasilkan yang
namanya adalah keuntungan atau profit jadi di sini jelas sekali perbedaan antara
valuta asing dan juga trading forex kalau valuta asing kita hanya menjual pada saat
harga mengalami kenaikan saja dan kita tidak bisa melakukan yang namanya
adalah penjualan Sedangkan di dalam dunia Forex walaupun market yang
mengalami kenaikan dan penurunan kita bisa melakukan yang namanya adalah
Open posisi sehingga kita bisa menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin jadi
bagi masyarakat yang ingin terjun langsung dalam dunia trading saya sarankan
harus memahami ataupun harus mengetahui Apa itu trading forex tersebut sehingga
dengan adanya pemahaman tentang trading forex tersebut dapat menghasilkan
yang namanya adalah keuntungan sehingga bisa menambah yang namanya adalah
uang saku untuk kebutuhan hidup sehari-hari bagi sahabat trader.
Trading Forex vs Reksadana Pasar Uang, Siapa Yang Unggul?
Jika kamu memiliki uang sebanyak Rp. 100.000.000, maka kira-kira akan diapakan
uang itu? Ditabung? Diinvestasikan? Dibelanjakan?
Mungkin ada sebagain orang yang akan berbeanja, berinvestasi dan juga
menabung. Menabung yang paling popuer adalah di tabungan atau di deposito. Tapi
tahukah kamu jika reksadana pasar uang juga sedang terkenal sebagai alternatif
pengganti produk untuk menabung uang. Menabung di reksadana pasar uang
memiiki risiko yang rendah serta keuntugan yang relative lebih stabil jika
dibandingkan dengan jenis investasi lainnya terutama produk tabungan perbankan.
Selain mengenal tabungan dari produk perbankan, ada beberapa orang juga
mengenal trading forex. Serta menganggap investasi di reksadana pasar uang sama
dengan trading forex. Padahal kedua instrument investasi ini jelas berbeda?
Sedangkan perdagangan forex ini pada dasarnya adalah jual beli mata uang asing.
Perdagangan mata uang asing ini dilakukan pada beberapa jenis pasar, yaitu:
1. Pasar spot, adalah pasar yang menyediakan jasa jual dan beli mata uang
asing seperti di bank dan juga di money changer. Seperti hal nya kita ingin
pergi keluar negri harus menukarkan rupiah ke mata uang negara yang kita
tuju di money changer.
2. Pasar forward, pasar yang melayani transaksi forward mata uang asing,
dimana transaksi ini dilakukan antar bank-bank [Link]: PT. Gini
Gitu memiliki utang ke perusahaan Amerika sebesar US$ 50.000. utang
tersebut akan jatuh tempo pada 13 September 2019. Bagian keuangan
memprediksi dolar akan naik kencang. Akhirnya mereka melakukan transaksi
forward pembeian US$ di pasar forward sebanyak US$ 50.000 pada harga
Rp. 14.000. Hal ini dilakukan agar mereka tetap mengkonversikan dollar nya
ke harga yang sama hingga jatuh tempo, meskipun dollar sedang naik.
3. Pasar future, perdagangan mata uang asing ini hampir sama
dengan forward, perbedaannya adalah perdangangan ini dilakukan pada
sebuha bursa.
Setelah dijelaskan secara singkat mengenai perbedaan secara definisi, mari
kita kupas tuntas perbedaan reksadana pasar uang dengan trading forex dari
sisi lainnya:
Modal Investasi Awal
Modal minimal untuk investasi reksadana relative lebih murah yaitu Rp. 100.000. Hal
ini mempermudah daam menjangkau seluruh apisan masyarakat, mulai dari
mahasiswa, ibu rumah tangga sampai para pebisnis muda.
Sedangkan modal minimal untuk trading forex lebih besar dibanding reksadana serta
harus menggunakan mata uang dollar. Invetor atau trader forex harus menyiapkan
US$ 100 atau sekitar Rp. 1,4 juta (dengan kurs Rp, 14.000).
Pihak yang Mengelola
Reksadana pasar uang ini memiiki kemudahan dalam pengelolaan. Sebab manajer
investasi yang akan melakukan siret dan pengelolaan produk investasi. Jadi sangat
cocok bagi anda yang belum memahami investasi secara mendalam, ditambah tidak
memiliki waktu yang banyak untuk mengelola. Kamu hanya perlu melakukan
penyetoran uang ke reksadana pasr uang dan kemudian anda biarkan saja.
Baca Juga: 5 Langkah Ampuh Membangun Portofolio yang Menguntungkan
Sementara itu, trading forex ini hampir sama dengan jua bei saham, bedanya
investor akan menyetor modalnya langsung ke perdagangan mata uang
asing EUR/USD, GBP/USD, UAD/USD dan lainnya. Untuk melakukan perdagangan
mata uang asing ini harus memiiki ketrampian khus serta waktu yang banyak untuk
memantau pergerakan forex.
Risk dan Return
2 hal yang tidak dipisahkan antara risiko dan imbal hasil investasi. Semakin tinggi
risiko sebuah investasi maka akan menghasikan imbal hasil yang tinggi juga.
Potensi keuntungan reksadana pasar uang memang lebih rendah dibandingkan
dengan trading forex. Hal ini karena isi dari reksadana adaah deposito dan obligasi
tenor kurang dari 1 tahun sehingga pergerakan harga lebih stabil.
Sedangkan trading forex ini memiiki potensi keuntungan yang besar dari reksadana
pasar uang. Dimana keuntungan ini berasal dari selisih antara kurs jual dan beli
mata uang asing tersebut. Tapi yang peru kita kethaui bahwa pergerakan harga ini
cukup cepat dan tinggi. Bahkan dalam waktu detik harga bisa saja berubah naik dan
turun begitu cepat. Maka dibutuhkan waktu dan keahlian yang mendalam. Jika salah
prediksi maka kerugian yang terjadi.
Itulah beberapa perbedaan antara reksadana pasar uang. Untuk kamu yang tidak
menyukai risiko dan tidak bisa tidur nyenyak jika melihat investasi menurun maka
lebih memilih reksadana pasar uang. Selain hasinya lebih stabil serta di awasi oleh
Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu sudah ada yang syariahnya serta kamu bisa
membelinya di Corfina Reksadana Onine System.
Lalu apa saja perbedaan antara reksadana pasar uang dengan trading forex?
Reksadana pasar uang adalah wadah yang berisi kumpulan dari beberapa jenis
instrumen pasar uang serta surat utang yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun.
Contoh instrument pasar uang antara lain deposito dengan special rate. Hal in yang
membuat reksadana pasar uang ini lebih stabil keuntungannya. Karena seperti yang
kita ketahui konsep bunga deposito itu sudah ditentukan keuntungannya selama 1
tahun. Sehingga keuntungannya sudah bisa diestimasikan hingga jatuh temponya.
ALAT PEMBAYARAN MAKIN BERKEMBANG, TRANSAKSI MAKIN MUDAH,
MAKIN BIJAK MENGELOLANYA
Tetapi apakah kalian sudah tau bagaimana evolusi uang hingga bentuknya gak
terlihat lagi alias gak ada fisiknya alias cashless seperti sekarang?
Jauh sebelum mengenal uang, manusia sudah melakukan transaksi dengan
menggunakan praktik barter yaitu, pertukaran barang dan/ atau jasa untuk barang
dan/atau jasa yang diinginkan. Misalnya saja menukar sekarung beras untuk
sekantong kacang. Praktik barter telah dimulai sejak puluhan ribu tahun lalu dan
masih bertahan hingga awal manusia modern. Hanya saja masalah muncul ketika
dua orang yang ingin bertukar tidak bersepakat dengan nilai pertukarannya. Apalagi
jika salah satunya tidak terlalu butuh dengan hal yang akan ditukar. Akhirnya sistem
barter ini digantikan dengan commodity currency, masih sama-sama
menggunakan barang namun barang tersebut harus yang sudah diterima secara
umum sebagai media pertukaran maupun sebagai suatu standard nilai yang
digunakan dalam pertukaran barang oleh masyarakat. Contohnya, selama ratusan
tahun emas dapat langsung digunakan untuk membeli barang, namun emas juga
memiliki fungsi lain misal sebagai pajangan maupun perhiasan.
Karena kebutuhan manusia yang terus meningkat dan tidak efisiennya penggunaan
barter maupun uang komoditas, masyarakat mengembangkan alat tukar yang lebih
efisien dan terukur yaitu uang. Bentuk uang juga terus berevolusi dari sejak awal
kemunculannya. Yang pertama adalah uang kartal, bentuk uang kartal yang kita
kenal ada dua macam yaitu uang logam dan uang kertas, uang kartal biasa kita
sebut dengan uang tunai.
Di Indonesia bentuk uang kartal sudah digunakan sejak zaman penjajahan. Pada
masa jaman penjajahan Belanda, uang diterbitkan oleh VOC dalam bentuk koin dan
kertas. Begitu pula pada masa penjajahan Jepang, mereka menerbitkan uang koin
dan kertas versi pemerintah Jepang. Uang koin pada masa ini dibuat menggunakan
alumunium dan timah.
Nah, barulah setelah proklamasi kemerdekaan pemerintah Indonesia merasa perlu
menerbitkan uang sendiri yang disebut sebagai ORI (Oeang Republik Indonesia).
Penerbitan ini sebagai lambang identitas kemerdekaan serta kedaulatan Indonesia
dan juga sebagai alat pemersatu bangsa.
Uang tunai memang memberi kemudahan dalam bertransaksi. Namun sejalan
dengan perkembangan ekonomi dan teknologi, penggunaan uang tunai dirasa cukup
praktis hanya untuk transaksi dengan nilai kecil, tentu akan sulit mendapatkan dan
membawa fisik uang dalam jumlah banyak untuk transaksi yang bernilai besar.
Selain itu membawa uang tunai mulai dianggap tidak aman karena maraknya
pencurian, perampokan, dan pemalsuan sehingga membuat orang takut menyimpan
atau membawa uang tunai dalam jumlah banyak.
Kendala-kendala tersebut akhirnya memunculkan inovasi dalam menciptakan alat
pembayaran non-tunai yang lebih praktis dan efisien. Bentuk alat pembayaran non-
tunai pun beragam. Pertama ada yang paper-based, contohnya cek/ bilyet dan giro,
bentuk ini merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh suatu bank sebagai
instrumen penarikan dana nasabah yang memiliki fasilitas rekening giro/ rekening
koran. Kedua, card-based contohnya kartu kredit dan kartu debet, uang ini bersifat
akses dan tidak ada pencatatan dana pada instrumen kartu. Dana sepenuhnya
berada dalam pengelolaan bank sepanjang belum ada otorisasi dari nasabah untuk
melakukan pembayaran. Ketiga, electronic based contohnya uang elektronik,
bersifat prabayar (prepaid) nilai uang sudah tercatat dalam uang elektronik dan
sepenuhnya dalam penguasaan konsumen. Untuk yang paper-based dan card-
based pasti Sobat Sikapi sudah gak asing lagi. Nah, untuk yang electronic-
based atau uang elektronik semakin hari makin berkembang nih. Saat ini uang
elektronik juga bisa digunakan untuk jenis pembayaran mikro sebagai pengganti
uang, contohnya kalau Sobat Sikapi belanja di mini market atau bayar tol dengan
uang elektronik. Namun karena penguasaan sepenuhnya ada di tangan konsumen
dan tidak perlu otorisasi saat transaksi, uang elektronik dapat dipindah tangankan
dengan sangat mudah jadi Sobat harus hati-hati menyimpannya jangan sampai
hilang.
Pembayaran non-tunai dewasa ini makin berkembang lagi dengan munculnya
pembayaran digital menggunakan QR Code, QR Code atau kode QR adalah sebuah
kode matriks (kode dua dimensi) yang dibuat pertama kali oleh perusahaan Jepang
Denso-Wave pada tahun 1994. The “QR” berasal dari kata “Quick
Response“, sesuai namanya kode ini diciptakan agar kamera digital mampu dengan
cepat dan mudah membaca kode/ kalimat/ data yang terkandung di
dalamnya. Sistem pembayaran QR Code hadir agar transaksi dapat berjalan lebih
cepat, efisien, dan tentunya cashless. Untuk bisa bertransaksi dengan
QR Code Sobat cukup menggunakan smartphone dan koneksi internet, dimana
lebih sederhana dibandingkan sistem pembayaran non tunai lainnya yang
membutuhkan kartu tambahan. Transaksi QR Code payment menggunakan sumber
dana berupa simpanan dan/atau instrumen pembayaran berupa kartu debit, kartu
kredit, dan/atau uang elektronik yang menggunakan media
penyimpanan server based.
Fiuh~ cepat sekali ya Sobat perkembangan alat pembayaran beberapa tahun
belakangan ini. Berbagai inovasi maupun transformasi akan terus dilakukan untuk
mempermudah dan meningkatkan keamanan sistem pembayaran ke depannya
dalam menghadapi era digitalisasi yang saat ini terjadi. Untuk itu Sobat Sikapi juga
harus bisa mengikuti perkembangan ini jangan sampai tertinggal, manfaatkan
inovasi-inovasi yang ada dengan baik. Walaupun penggunaan alat pembayaran
semakin menawarkan kemudahan bahkan juga memberikan keuntungan lainnya
seperti cashback atau potongan harga, Sobat harus tetap bijak menggunakan uang.
Apapun bentuknya, itu tetap uang dan berharga ya Sobat. Ingat, ORI aja pertama
kali diterbitkan sebagai alat pemersatu bangsa
Pintu beri tanggapan terkait OJK larang perbankan fasilitasi transaksi kripto, yang
jadi perbedaan pandangan dengan Bappepti sebagai lembaga komoditi yang
melindungi aset kripto Bersamaan dengan ungkapan OJK, banyak menimbulkan
kekhawatiran bagi konsumen dari aspek perlindungan konsumen terkait aset kripto.
Padahal Bappepti sebagai lembaga yang memiliki fungsi umum untuk meregulasi
perdagangan komoditi, valuta asing dan berjangka.
Perlu diketahui, bahwa OJK dan Bappebti menaungi hal yang berbeda karena OJK
menjadi regulator di sektor Perbankan, sektor Pasar Modal, dan sektor IKNB.
Sedangkan Bappebti lebih memberikan inovasi terkait pengembangan, pembinaan,
dan pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang, dan
Pasar Lelang Komoditas. Untuk sistem Blockchain seperti kripto berada diranah
Bappebti, Seperti yang diungkap Timothius Martin CMO Pintu juga memaklumi
perbedaan pandangan antara OJK dengan Bappebti. Karena menurut Timothius
hadirnya inovasi teknologi, menjadi hal yang wajar. Dengan adanya perbedaan
pendapat jadi bisa saling belajar dan melengkapi.
OJK dan Bappebti adalah pengawas sektor berbeda
OJK adalah lembaga independen dengan fungsi, tugas, dan wewenang dalam
mengatur, mengawasi, memeriksa, dan menyidik kegiatan dalam sektor jasa
keuangan.
Sektor ini melingkupi perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan non-bank
seperti asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, fintech, dan lembaga jasa
keuangan lain.
Lembaga ini diresmikan pada 16 Juli 2012 berdasarkan UU No. 21 Tahun 2011
tentang Otoritas Jasa Keuangan. OJK adalah lembaga yang ditujukan untuk
mendukung kepentingan sektor jasa keuangan demi meningkatkan daya saing
ekonomi negara. Karena itu, OJK menjaga kepentingan nasional meliputi berbagai
sektor jasa keuangan ini.
Sementara itu, Bappebti adalah kepanjangan dari Badan Pengawas Perdagangan
Berjangka Komoditi. Dengan demikian, badan ini secara spesifik merupakan
lembaga resmi pemerintah dengan fungsi umum meregulasi perdagangan
berjangka.
Kewenangannya adalah mengawasi serta mengatur aktivitas perdagangan
berjangka di tanah air, termasuk trading valuta asing (forex). Kerja Bappebti
tercantum dalam UU No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.
Undang-undang ini memberi kuasa kepada Bappebti untuk mengeluarkan izin
usaha. Bappebti juga mengadakan pemeriksaan kepada pemegang izin yang
disangka melakukan pelanggaran, hingga mengawasi metode promosi dan
pemasaran perusahaan pemegang izin. Bappebti juga membantu penyelesaian
masalah yang berkaitan dengan perdagangan berjangka.
Obyek yang diawasi oleh Bappebti adalah platform trading online dan broker forex.
Lebih dari 60 broker forex lokal Indonesia resmi teregulasi di bawah Bappebti,
seperti Soegee Futures, Monex, Cyber Futures, dan Central Capital Futures.
Terkait perusahaan pialang berjangka dan Bappebti
Asosiasi Pialang Berjangka Indonesia (APBI) menyatakan perusahaan pialang
berjangka memang tidak memerlukan izin dari OJK. OJK memang tidak berwenang
mengawasi perusahaan pialang berjangka. Izin untuk perusahaan pialang berjangka
adalah dari Bappebti. Sejak Oktober 2014, telah ada 70 perusahaan pialang yang
tercatat resmi dalam Bappebti.
Dengan demikian, perkara pialang berjangka dapat tidak diurus oleh OJK sama
sekali. Hingga saat ini, pialang berjangka tidak perlu minta izin dari OJK, cukup
hanya berbekal izin dari Bappebti.
Kredibilitas Bappebti sendiri terjamin karena berada di bawah naungan Menteri
Perdagangan RI dan terhubung ke Bank Indonesia, serta berbagai lembaga hukum
termasuk Polri.
Bappebti memberi status legal bagi operasi perusahaan perdagangan berjangka.
Hingga saat ini, Bappebti memiliki otoritas sendiri, dan karenanya tidak dilebur ke
OJK seperti halnya BAPEPAM-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan).
Baca juga: Tanya Jawab seputar Perdagangan Berjangka Komoditi
Pluang Bekerja Sama dengan PT PG Berjangka yang Sudah Terdaftar dan Diawasi
oleh Bappebti
PT PG Berjangka sudah memiliki lisensi resmi dari BAPPEBTI dengan nomor
16/BAPPEBTI/SI/02/2014. Kamu juga bisa cek langsung di website resmi
BAPPEBTI di [Link]
Dalam investasi emas, Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka, pialang
emas yang berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan
Berjangka Komoditi).
Menurut Pasal 4 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011
tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang
Perdagangan Berjangka Komoditi menyebutkan bahwa BAPPEBTI adalah lembaga
pemerintah di bawah Kementerian Perdagangan yang tugas pokoknya melakukan
pembinaan, pengaturan, pengembangan, dan pengawasan perdagangan berjangka.