0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan19 halaman

Kereaktifan Logam Alkali dan Tanah

Laporan praktikum ini membahas tentang sifat-sifat beberapa unsur logam alkali dan alkali tanah melalui serangkaian percobaan. Percobaan pertama menguji kereaktifan logam Li, Na, Mg, dan Ca terhadap air, dan percobaan berikutnya menguji kelarutan garam sulfat dan hidroksida dari unsur-unsur tersebut. Hasil percobaan digunakan untuk memahami sifat kimia dasar dari unsur-unsur tersebut.

Diunggah oleh

jumiati08102004
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan19 halaman

Kereaktifan Logam Alkali dan Tanah

Laporan praktikum ini membahas tentang sifat-sifat beberapa unsur logam alkali dan alkali tanah melalui serangkaian percobaan. Percobaan pertama menguji kereaktifan logam Li, Na, Mg, dan Ca terhadap air, dan percobaan berikutnya menguji kelarutan garam sulfat dan hidroksida dari unsur-unsur tersebut. Hasil percobaan digunakan untuk memahami sifat kimia dasar dari unsur-unsur tersebut.

Diunggah oleh

jumiati08102004
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Laporan Praktikum Kimia Dasar

SIFAT-SIFAT UNSUR

REISHI SKOLASTIKA CINTESAFERLA

H031201049

KELOMPOK VI

DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2023
LEMBAR PENGESAHAN

SIFAT-SIFAT UNSUR

Disusun dan diajukan oleh:

REISHI SKOLASTIKA CINTESAFERLA

H031201049

Diperiksa dan disetujui oleh:

Makassar, 19 Oktober 2023

Asisten, Praktikan,

WILDAN MUBARAQ, [Link]. REISHI S. CINTESAFERLA


NIM: H031201049
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada akhir abad ke-18, Lavoisier membuat daftar 23 unsur-unsur

yang diketahui pada saat itu. Pada tahun 1870, telah diketahui 65 unsur.

Pada tahun 1925 telah diketahui 88 unsur. Terakhir diketahui ada 118 unsur.

Pada pertengahan abad ke-19, banyak sekali informasi mengenai reaksi, sifat dan

massa atom unsur telah akumulasi. Beberapa peneliti mencatat pengulangan

secara berkala, pola, dan rencana perilaku disarankan mengatur unsur menurut

aturan dasar (Hidayanti, 2021).

Pada tahun 1871, ahli kimia Rusia Dmitri Mendeleev (1836-1907)

menerbitkan bagan organisasi yang paling sukses yaitu serangkaian unsur yang

terdaftar dengan meningkatkan massa atom dan diatur sesuai kesamaan sifat

kimianya dalam kolom yang sama. Tabel periodik unsur modern, berdasarkan

versi Mendeleev (tetapi disusun berdasarkan nomor atom, bukan massa) adalah

diagram klasifikasi hebat dalam sains dan alat yang sangat berguna penting bagi

ahli kimia dan mahasiswa kimia (Hidayanti, 2021).

Oleh karena itu, penting bagi para praktikan untuk mengetahui

dan memahami hal-hal/informasi mengenai suatu unsur. Informasi

mengenai suatu unsur berupa sifat, kereaktifan, dan kelarutan dari suatu

unsur kimia. Pengetahuan mengenai sifat-sifat unsur, keraktifannya, dan

kelarutan senyawanya akan menghindarkan diri praktikan dari potensi bahaya

yang dapat timbul.


1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan

1.2.1 Maksud Percobaan

Maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui dan memahami sifat-

sifat unsur, kereaktifan suatu unsur, kelarutan garam sulfat, dan kelarutan garam

hidroksida dari beberapa unsur logam alkali (IA) dan juga beberapa unsur logam

alkali tanah (IIA).

1.2.2 Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dari percobaan kali ini adalah sebagai berikut:

1. mengetahui kereaktifan logam Li, Na, Mg, dan Ca terhadap akuades,

2. mengetahui kelarutan garam sulfat dari larutan MgCl 2, CaCl2, SrCl2, dan

BaCl2,

3. mengetahui kelarutan garam sulfat dari larutan MgCl 2, CaCl2, SrCl2, dan

BaCl2.

1.3 Prinsip Percobaan

Prinsip pada percobaan ini adalah mereaksikan logam alkali dan alkali

tanah dengan air dan kemudian dipanaskan. Jika logam tidak bereaksi saat

dicampur, maka akan dilakukan pemanasan. Kemudian menambahkan indikator

PP (phenolptalein) yang ditandai dengan perubahan warna dan mereaksikan alkali

dan alkali tanah dengan asam sulfat dan natrium hidroksida, kemudian mengamati

reaksi yang terjadi berupa endapan yang terbentu.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Logam Alkali

Logam alkali memiliki energi resonansi yang rendah dan memiliki

kecenderungan kuat untuk menyumbangkan elektron valensi tunggal, cukup

reaktif sehingga jarang ditemukan secara luas di rumah-rumah. Logam alkali

dapat bereaksi dengan air membentuk logam alkali hidroksida yang melepaskan

gas hidrogen, dapat membentuk oksida, peroksida, dan bahkan superoksida, yang

semuanya menghilangkan kilau logam. Selain litium yang hanya dapat

membentuk oksida, logam alkali lainnya juga dapat membentuk peroksida dan

untuk K, Rb, dan Cs juga dapat membentuk superoksida logam alkali, yaitu

reaktivitas logam alkali dengan oksigen secara bertahap meningkat dari atas ke

bawah dalam satu golongan (Usman dkk., 2011).

Salah satu perbedaan sifat oksida logam disebabkan oleh kekuatan ikatan

antara kation dan anion penyusunnya, karena semua oksida, peroksida,

dan superoksida merupakan ikatan ionik. Misalnya, stabilitas litium oksida

lebih besar dan bentuk superoksida sangat tidak stabil, sehingga litium peroksida

sulit ditemukan stabil dan ada di alam. Demikian pula logam alkali lainnya,

khususnya natrium, dapat membentuk oksida dan peroksida, bahkan K, Rb,

dan Cs, selain membentuk oksida dan peroksida, juga dapat membentuk

superoksida karena kestabilannya. Peroksida logam alkali juga dapat

bereaksi dengan gas CO membentuk karbonat dan melepaskan gas oksigen.

Logam alkali juga dapat bereaksi dengan asam membentuk garam

dan gas hidrogen (Usman dkk., 2011).


2.2 Logam Alkali Tanah

Logam alkali mewakili kelas bahan yang sangat menarik dalam hal

struktur kimianya karena terdiri dari struktur talium yang fleksibel bergantung

pada jumlah logam alkali yang terlibat, yang setara dengan konsentrasi

elektron valensi (Schwinghammer dkk., 2021). Logam alkali tanah pertama kali

dimurnikan pada abad ke-19. Golongan ini merupakan kumpulan logam reaktif

yang ditemukan sebagai senyawa pada mineral umum di kerak bumi. Sebagian

besar mineral ini, yang sebelumnya dikenal sebagai "bumi" adalah produk alkali

sehingga dari sinilah kelompok ini mendapatkan namanya (Jackson, 2017).

Logam alkali tanah adalah enam unsur kimia dalam golongan 2 dalam

tabel periodik yaitu berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), strontium (Sr),

barium (Ba) dan radium (Ra) yang memiliki sifat yang sangat mirip. Semuanya

merupakan logam standar dengan warna putih keperakan mengkilat dan sedikit

reaktif terhadap suhu dan tekanan (Badoni dan Purohit, 2015). Unsur ini berperan

dalam berbagai metabolisme enzim dalam tanaman. Kekurangan akan unsur

tersebut akan memunculkan tanda-tanda defisiensi dan pengurangan produksi

tanaman. Keberadaan unsur ini dalam tanah berasal dari mineral penyusun tanah.

Keberadaan unsur ini dalam tanah selain memenuhi kebutuhan tanaman juga

mempengaruhi keberadaan unsur lainnya terutama unsur hara mikro

(Rusmanta dkk., 2018).

Air alkali adalah air yang bersifat basa atau mempunyai pH lebih

besar dari 7. Air alkal terionisasi (AAT) adalah air dengan potensi redoks yang

tinggi. yaitu antioksidan yang baik karena nilai ORP (Pengurangan Oksidasi

Energi potensial) sangat negatif dan terdapat molekul air pada gugus positif lebih
kecil dari air biasa. Air alkali terionisasi dapat mencegah keasaman dalam tubuh

kita dan menjadikan tubuh kita lingkungan basa (Sukohar dan Catur, 2016).

2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Reaktivitas Unsur

Alkali adalah unsur logam yang sangat reaktif. Gugus alkali terdapat pada

golongan IA sistem periodik. Gugus alkali mempunyai 1 elektron valensi yaitu

konfigurasi 1s1, sehingga gugus alkali ini merupakan unsur blok s. Untuk

mencapai konfigurasi oktet, gugus alkali melepaskan elektron valensinya,

membentuk ion dengan muatan 1+. Hal ini menunjukkan bahwa gugus alkali

bersifat elektrofilik dan merupakan zat pereduksi (Sunarti, 2016).

Dimasukkannya elektron terluar dalam ikatan bersama dengan

energi ionisasi sekunder yang sangat tinggi dari logam alkali menjelaskan

tingginya reaktivitas kimia unsur dan fakta bahwa jumlah oksigen dalam senyawa

tidak pernah melebihi 1. Logam-logam ini memiliki kilau yang tinggi ketika baru

dipotong, tetapi cepat ternoda di udara karena bereaksi dengan O 2 dan

kelembapan. Reaksi dengan halogen sangat kuat, bahkan ada beberapa kasus

meledak. Semua logam alkali bereaksi dengan hidrogen dan donor proton seperti

alkohol, gas amonia dan bahkan alkuna. Logam alkali juga bertindak sebagai zat

pereduksi terhadap banyak oksida dan halida, sehingga dapat digunakan untuk

membuat banyak unsur logam atau paduannya (Greenwood dan Earnshaw, 1984).

Ukuran litium yang kecil sering kali memberikan sifat khusus pada

senyawanya, dan oleh karena itu unsur ini kadang-kadang disebut "luar biasa".

Misalnya, Li bercampur dengan Na hanya di atas 380 o C dan tidak bercampur

dengan lelehan K. Rb, dan Cs, sedangkan semua pasangan logam alkali lainnya

dapat larut dalam semua perbandingan (Greenwood dan Earnshaw, 1984).


BAB III

METODE PERCOBAAN

3.2 Bahan Percobaan

Bahan-bahan yang diperlukan dalam percobaan ini adalah logam Li, Mg,

Ca, dan Na, larutan H 2SO4 dan larutan NaOH 0,5 M, CaCl 2, BaCl2, SrCl2,

dan MgCl2 0,5 M, indikator PP , akuades, tisu, dan sabun.

3.2 Alat Percobaan

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah rak tabung,

tabung reaksi, pipet tetes, cawan petri, kertas saring, labu semprot, gegep kayu,

sikat tabung, kawat kasa, kaki tiga, dan bunsen.

3.3 Prosedur Percobaan

3.3.1 Kereaktifan Unsur

Disiapkan 2 tabung reaksi lalu isi setiap tabung dengan akuades sebanyak

2 mL. Tabung reaksi (1) diisi dengan logam Mg dan tabung (2) diisi

dengan logam Ca. Diamati perubahan yang terjadi, jika tidak terjadi perubahan,

panaskan tabung hingga terjadi reaksi. Terjadinya reaksi ditandai dengan

adanya gelembung-gelembung gas. Kemudian diteteskan indikator PP ke setiap

tabung reaksi dan diamati perubahan warna yang terjadi. Disiapkan 2 kertas saring

dan cawan petri lalu isi setiap cawan petri dengan akuades kemudian diratakan.

Selanjutnya diletakkan kertas saring di atas cawan petri. Kemudian ditambahkan

logam Na pada cawan petri (1) dan logam Li pada cawan petri (2).

Ditunggu beberapa saat dan diamati perubahan yang terjadi. Ditambahkan

indikator PP dan diamati perubahan warna yang terjadi.


3.3.2 Kelarutan Garam Sulfat

Disiapkan 4 tabung reaksi. Tabung (1) diisi dengan larutan Mgcl 2,

tabung (2) diisi dengan larutan CaCl2, tabung (3) diisi dengan larutan SrCl2,

dan tabung (4) diisi dengan larutan BaCl2. Ditambahkan larutan H2SO4 0,5 M

pada masing-masing tabung reaksi dan diamati perubahan yang terjadi.

3.3.3 Kelarutan Garam Hidroksida

Disiapkan 4 tabung reaksi. Tabung reaksi (1) diisi dengan larutan MgCl 2,

tabung (2) diisi dengan larutan CaCl2, tabung (3) diisi dengan larutan SrCl2,

tabung (4) diisi dengan larutan BaCl2. Ditambahkan larutan NaOH 0,5 M

pada masing-masing tabung reaksi dan diamati perubahan yang terjadi.


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

Tabel 1. Pengamatan Reaktifitas Unsur


Unsu Ditambah aquades Dipanaskan Ditambah

r phenolptalin (PP)

Li Percikan dan asap - Ungu

Na Percikap, asap, api dan


- Ungu pekat
ledakan kecil

Mg Terbentuk sedikit
- Ungu
gelembung

Ca Terbentuk sedikit Terbentuk banyak


Ungu pekat
gelembung gelembung

Tabel 2. Pengamatan Kelarutan Garam Sulfat


Larutan Ditambahkan H2SO4 0,5 M Keterangan

MgCl2 0,5 M Tidak berwarna -

CaCl2 0,5 M Endapan putih +

SrCl2 0,5 M Endapan putih +++

BaCl2 0,5 M Endapan putih ++

Keterangan:
- = tidak terbentuk endapan
+ = terbentuk sedikit endapan
++ = terbentuk endapan
+++ = terbentuk banyak endapan
Tabel 3. Pengamatan Kelarutan Garam Hidroksida
Larutan Ditambahkan NaOH 0,5 M Keterangan
MgCl2 0,5 M Endapan putih ++++

CaCl2 0,5 M Endapan putih +++

SrCl2 0,5 M Endapan putih ++

BaCl2 0,5 M Endapan putih +

Keterangan:
+ = terbentuk sedikit endapan
++ = terbentuk endapan
+++ = terbentuk banyak endapan
++++ = terbentuk banyak sekali endapan

4.2 Reaksi

4.2.1 Kereaktifan Unsur

2Li + 2H2O 2LiOH + 2H2

2Na + 2H2O 2NaOH + 2H2

Mg + 2H2O Mg(OH)2 + 2H2

Ca + 2H2O Ca(OH)2 + 2H2

4.2.2 Kelarutan Garam Sulfat

MgCl2 + H2SO4 MgSO4 + 2HCl

CaCl2 + H2SO4 CaSO4 + 2HCl

SrCl2 + H2SO4 SrSO4 + 2HCl

BaCl2 + H2SO4 BaSO4 + 2HCl

4.3.3 Kelarutan Garam Hidroksida

MgCl2 + 2NaOH Mg(OH)2 + 2NaCl

CaCl2 + 2NaOH Ca(OH)2 + 2NaCl

SrCl2 + 2NaOH Sr(OH)2 + 2NaCl

BaCl2 + 2NaOH Ba(OH)2 + 2NaCl

4.3 Pembahasan
Percobaan sifat-sifat unsur dilakukan 3 macam prosedur. Prosedur pertama

bertujuan untuk mengetahui kereaktifan logam pada logam alkali dan alkali tanah

dengan menggunakan logam Li, Na, Mg, dan Ca. Pada hasil prosedur ini

didapatkan bahwa urutan unsur yang memiliki kereaktifan paling rendah ke tinggi

yaitu Mg, Ca, Li, dan Na. Berdasarkan literatur, kereaktifan unsur dapat

dilihat dari energi ionisasinya. Makin rendah energi ionisasi suatu unsur

maka makin mudah melepaskan elektron terluarnya sehingga kecenderungan

untuk membentuk senyawa ion semakin besar, dimana dalam satu golongan,

dari nomor atom yang paling kecil ke nomor atom yang paling besar itu

semakin reaktif dan dalam satu periode, dari elektron valensi yang paling besar

sampai yang paling kecil itulah yang semakin reaktif. Hasil dari prosedur ini

sesuai dengan teori. Secara teori, urutan kerekatifan unsur dari yang paling rendah

ke tinggi yaitu Mg< Ca< Li< Na. Fungsi indikator PP pada percobaan ini

adalah untuk mengetahui apakah reaksi logam dengan air menghasilkan suatu

larutan basa atau tidak. Setelah ditambahkan larutan indikator PP, larutan dalam

cawan petri dan tabung reaksi berubah menjadi ungu. Hal ini membuktikan

bahwa logam Mg, Ca, Li, dan Na ketika bereaksi dengan air menghasilkan

larutan yang bersifat basa.

Prosedur kedua bertujuan untuk mengetahui kelarutan garam sulfat pada

unsur alkali tanah. Pada prosedur ini didapatkan bahwa kelarutan garam sulfat

dari terkecil sampai terbesar yang dilihat dari endapan yang terbentuk

yaitu MgCl2, CaCl2, BaCl2, dan SrCl2. Berdasarkan literatur, kelarutan garam

sulfat unsur alkali tanah jika dilihat dari nilai Kspnya dalam satu golongan,

dari nomor atom yang paling kecil ke nomor atom yang paling besar itu

semakin sukar larut sehingga membentuk endapan. Hasil ini tidak sesuai

dengan teori. Secara teori, urutan kelarutan garam sulfat dari terkecil
sampai terbesar yaitu MgCl2< CaCl2< SrCl2< BaCl2. Ketidaksesuain terdapat pada

2 hasil yang terakhir yaitu SrCl2 dan BaCl2., Hal ini kemungkinan dapat

dipengaruhi oleh perbedaan jumlah larutan H 2SO4 0,5 M yang dipipet

dalam tabung reaksi.

Prosedur ketiga bertujuan untuk mengetahui kelarutan garam hidroksida

pada unsur alkali tanah. Pada hasil prosedur ini didapatkan bahwa kelarutam

garam hidroksida dari terkecil sampai terbesar yang dilihat dari endapan

yang terbentuk yaitu MgCl2, CaCl2, SrCl2, dan BaCl2. Berdasarkan literatur,

senyawa alkali tanah sukar larut dalam air. Jika kelarutan suatu zat semakin besar,

berarti semakin banyak zat tersebut yang larut dan kemungkinan terionisasi

juga semakin besar. Semakin banyak ion OH - yang dihasilkan, berarti sifat basa

semakin kuat. Sifat kelarutan garam hidroksida dari logam alkali tanah

berkebalikan dengan sifat kelarutan garam sulfatnya. Jika dilihat dari nilai

Kspnya dalam satu golongan, dari nomor atom yang paling kecil ke nomor atom

yang paling besar itu semakin mudah larut. Secara teori, urutan kelarutan garam

hidroksida dari terkecil sampai terbesar yaitu BaCl2< SrCl2< CaCl2< MgCl2.

Hasil dari prosedur ini sudah sesuai dengan teori.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari percobaan ini, yaitu:

1. urutan kereaktifan unsur dari kereaktifan rendah ke kereaktifan tinggi adalah

Mg< Ca< Li< Na.

2. urutan senyawa dengan kelarutan garam sulfat dari yang terkecil hingga

kelarutan yang terbesar adalah MgCl2< CaCl2< BaCl2< SrCl2.

3. urutan senyawa dengan kelarutan garam hidroksida dari yang terkecil hingga

kelarutan yang yang terbesar adalah BaCl2< SrCl2< CaCl2< MgCl2.

5.2 Saran

5.2.1 Saran untuk Laboratorium

Sebaiknya alat untuk percobaan ditambah agar saat kegiatan praktikum

dapat berjalan dengan lancar dan cepat, karena selama praktikum berjalan

praktikan harus bolak-balik mencuci alat karena kurangnya alat yang diberikan.

5.2.2 Saran untuk Asisten

Asisten sudah melakukan tugasnya dengan baik, terutama

mempertahankan sifat ramah kepada praktikan dan penjelasan yang diberikan

mengenai materi cukup mudah untuk dipahami.


DAFTAR PUSTAKA

Badoni, B., dan Purohit, K., 2015, Electronic Structure Problem of Alkaline Earth
Metals, International Journal of Scientific Research and Management
(IJSRM), 5(1): 6165-6172.

Greenwood, N.N. dan Earnshaw A., 1984, Chemistry of the Elements, University
of Leeds, U.K.

Hidayanti, F., 2021, Kimia Dasar: Konsep Materi, LP_UNAS, Jakarta Selatan.

Jackson, T., 2017, The Periodic Table Book a Visual Encyclopedia of the
Elements, A Penguin Random House Company, Great Britian.

Rusmanta, Y., Asmuruf, F.A., dan Aud, L., 2018, Pengaruh Perladangan
Tradisional Terhadap Ketersediaan Unsur - Unsur Hara (Na, K, Ca, dan
Mg) dalam Tanah di Kampung Wananuk Distrik Yalengga Kabupaten
Jayawijaya, AVOGADRO Jurnal Kimia, 2(1): 10-14

Schwinghammer, V.F., Tiefenthaler, S.M. dan Gartner S., 2021, The Role of
Different Alkali Metals in the A15TI27 Type Structure and the Synthesis and
X-ray Structure Analysis of a New Substutional Variant Cs 14.53TI28.4,
Materials, 14(1): 1-13.

Sukohar, A. dan Catur, M.M.S.P., 2016, Air Alkali Terionisasi Pencegahan


Termutakhir Timbulnya Kanker, Majority, 5(2): 74-80.

Sunarti, 2016, Variasi Konsentrasi Alkali dalam Produkai Asam Oksalat (H 2C2O4)
dari Limbah Kertas dengan Peleburan Alkali, Fakultas Sains dan
Teknologi, UIN Alauddin, Makassar.

Usman, H., Sjahrul, M., Soekamto, N.H., Wahab, A.W., Ahmad, A., Nafie N.L.,
Taba, P., Raya, I., Firdaus, Maming, Liong, S., Natsir, H., Dali, S.,
Zakir, M., Arifin, R., Karim, A., Arfah, R., Bahar, R., Salama, D.,
Arief, A., Kasim, A.H., Kasim, S., Fausiah, S., Umar, N.U.P., Basir, D.N.,
Hala, Y., Ramang, M.L., dan Abdullah, A., 2011, Kimia Dasar,
Unit Pelaksanaan Teknis, Mata Kuliah Umum, Universitas Hasanuddin,
Makassar.
Lampiran 1. Bagan Kerja

1. Reaktifitas Unsur

Logam Mg
- Dimasukkan logam Mg ke dalam tabung reaksi yang

berisi akuades

- Diamati reaksi yang terjadi.

- Dipanaskan tabung reaksi, jika tidak terjadi reaksi

hingga terjadi reaksi (muncul gelembung udara).

- Diteteskan indikator PP.

- Diamati perubahan warnanya

Hasil
Catatan: Dilakukan hal yang sama dengan menggunakan logam Ca.

Logam Li
- Dimasukkan kertas saring ke dalam cawan petri yang

berisi akuades

- Diletakkan logam Li di atas kertas saring pada cawan

petri berisi akuades.

- Diamati reaksi yang terjadi

- Diteteskan indikator PP.

- Diamati perubahan warnanya

Hasil
Catatan: Dilakukan hal yang sama dengan menggunakan logam Na
2. Kelarutan Garam Sulfat

1 mL MgCl2 0,5 M
0MMKP[OMMm
 Dimasukkan MgCl2 ke dalam tabung reaksi.

 Ditambahkan H2SO4 0,5 M.

 Diamati endapan yang terbentuk pada tabung..

Hasil

Catatan: Dilakukan hal yang sama dengan menggunakan CaCl2, SrCl2 dan BaCl2

3. Kelarutan Garam Sulfat

1 mL MgCl2 0,5 M
0MMKP[OMMm
 Dimasukkan MgCl2 ke dalam tabung reaksi.

 Ditambahkan NaOH 0,5 M.

 Diamati endapan yang terbentuk pada tabung..

Hasil

Catatan: Dilakukan hal yang sama dengan menggunakan CaCl2, SrCl2 dan BaCl2
Lampiran 2. Foto Percobaan

A. Reaktivitas Unsur

Gambar 1. Gambar 2.
Reaksi Li dengan Akuades Setelah Penambahan Indikator PP

Gambar 3. Gambar 4.
Reaksi Na dengan Akuades Setelah Penambahan Indikator PP
B. Pengendapan Garam Sulfat

Gambar 5.
Reaksi MgCl2, CaCl2, BaCl2 dan SrCl2 Setelah Penambahan H2SO4

C. Pengendapan Garam Hidroksida

Gambar 6.
Reaksi MgCl2, CaCl2, SrCl2, dan BaCl2 Setelah Penambahan NaOH

Anda mungkin juga menyukai