0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan12 halaman

Pengujian Switchgear Listrik

Dokumen tersebut membahas mengenai pengujian peralatan listrik khususnya switchgear. Beberapa metode pengujian yang disebutkan antara lain partial discharge testing untuk mendeteksi kebocoran pada isolasi, hi-pot testing untuk mengetahui kondisi isolasi, megger testing untuk mengukur nilai resistansi isolasi, dan tan delta testing untuk mengetahui proses pemburukan isolasi pada transformator daya.

Diunggah oleh

Muhammad Zawawi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan12 halaman

Pengujian Switchgear Listrik

Dokumen tersebut membahas mengenai pengujian peralatan listrik khususnya switchgear. Beberapa metode pengujian yang disebutkan antara lain partial discharge testing untuk mendeteksi kebocoran pada isolasi, hi-pot testing untuk mengetahui kondisi isolasi, megger testing untuk mengukur nilai resistansi isolasi, dan tan delta testing untuk mengetahui proses pemburukan isolasi pada transformator daya.

Diunggah oleh

Muhammad Zawawi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Switchgear Testing

Tugino, ST MT
tugino@[Link]

Instrumentasi pada Kubikel


 Meter Tegangan
 Meter Arus
 Meter Daya
 Meter Faktor Daya
 Meter Frekwensi
 Trafo Arus
 Trafo Tegangan

2 Tugino, ST MT

1
TESTING of ELECTRICAL EQUIPMENT
 Testing pada peralatan listrik pada umumnya banyak
terkait dengan nilai umur tahanan isolasi yang dapat
menyebabkan kemerosotan keandalan
 Beberapa penyebab munurunnya umur tahanan isolasi
antara lain:
 Pengoperasian peralatan pada temperatur yang tinggi pada kurun waktu
tertentu
 Stress akibat mekanikal pada konduktor yg disebabkan oleh arus hubung
singkat , ekspansi thermal dan kontraksi pada konduktor serta vibrasi.

3 Tugino, ST MT

 Kekuatan dielektrik isolasi yang terus menerus menurun pada


perkembangan berikutnya dapat menimbulkan retak.
 Sehingga inspeksi yang rutin dalam durasi yang pendek atau
selanjutnya dilakukan perbaikan sesuai kebutuhan.

4 Tugino, ST MT

2
Partial Discharge Testing
 Menurut IEC (International Electrotechnical Commission)
 “Localized electrical discharge that only partially bridges the
insulation between conductors and which can or cannot occur
adjacent to conductor”
 Merupakan akibat yang timbul dari konsentrasi electrical stress
pada titik tertentu baik itu didalam ataupun dipermukaan suatu
isolasi

5 Tugino, ST MT

 Dilakukan online tanpa mengganggu


operasi proses,
off line untuk commissioning
switchgear baru
 Testing bersifat Non-destruktif
 Mengoptimalkan biaya pemeliharaan
 Menjaga/meningkatkan keandalan
sistem switchgear
 Mengurangi resiko kerusakan tiba-
tiba

6 Tugino, ST MT

3
Condition Assessment of
Switchgear
 Partial discharges are small electrical sparks that occur within
the insulation or on the surface of the insulation of medium
and high voltage electrical equipments.
 Each discrete partial discharge is the result of an electrical
breakdown of a small portion of the insulation surface or an
air pocket within the insulation.

7 Tugino, ST MT

Corona
 Corona merupakan salah satu bentuk partial discharge yang
terjadi didalam media gas (udara) disekitar konduktor.
 Partial discharge biasanya menimbulkan beberapa efek
diataranya suara desis, cahaya, panas dan reaksi kimia.
 Partial discharge merupakan arcing (lompatan) listrik yang
sangat cepat sekali dan yang terjadi pada lapisan suatu bidang
berisolasi.
 Waktu impuls dari PD biasanya lebih kecil dari 10 nano
detik.

8 Tugino, ST MT

4
Proses Terjadinya Partial Discharge
 Pada saat kemunculannya, biasanya partial discharge terjadi
dengan melalui beberapa proses yaitu :
 Adanya bidang microskopik (celah) yang terjadi pada suatu
bidang pada isolasi yang disebabkan karena adanya "Water Tree",
umur isolasi itu sendiri, pemasangan yang kurang baik atau
proses pabrikasi yang tidak sempurna.
 Terjadinya stress dan tegangan yang berlebih (over voltage) pada
suatu sistem isolasi dapat mengakibatkan PD didalam bidang
mikroskopik tersebut.

9 Tugino, ST MT

 Timbulnya panas dan energi lain yang dilepaskan oleh PD


mengakibatkan pengikisan pada permukaan celah tersebut.
 Erosi atau pengikisan terus menerus akan membentuk celah yang
lebih besar pada bidang isolasi, biasanya disebut "electrical tree".
 Proses ini akan terus berlanjut hingga menimbulkan "electrical
tree bridge" pada isolasi.
 Akhirnya....terjadilah kegagalan / gangguan pada sistem isolasi.

10 Tugino, ST MT

5
 Partial Discharge can occur on the surface of insulators or within
voids, gaps and similar defects in medium voltage switchgear.
 If allowed to continue, partial discharge will erode the insulation,
resulting in tracking or a tree-shaped pattern of deterioration
(electrical tree) and eventually result in complete breakdown and
failure of the switchgear.

11 Tugino, ST MT

Contoh Pengujian

Jika hasil pengujian adalah :


 Fasa A dan B = 12 db
 Fasa A dan C = 3 db
 Fasa B dan C = 12 db
 Maka pada data pengujian tersebut terjadi problem pada fasa B
dimana setiap fasa yang terukur dengan fasa B selalu memiliki nilai
yang besar.

12 Tugino, ST MT

6
Level Rekomendasi Partial Discharge
 Level 1 : 0 db, tidak ada partial discharge yang terjadi; Saran :
lakukan pengujian dalam 12-18 bulan
 Level 2 : 1-5dB; Saran : lakukan pengujian dalam 1 tahun
 Level 3 : lebih besar dari 5db; Saran : lakukan pengecekan
lanjutan segera, perbaiki atau penggantian mungkin perlu
dilakukan.

13 Tugino, ST MT

HI-POT TEST
 Untuk meyakinkan kondisi isolasi mesin-mesin listrik.
 Biasanya dilakukan pada saat Factory Acceptance Test atau
pada saat overhaul.
 Bisa sebagai test Go n No Go test.
 Biasanya HI-POT dilakukan untuk perlatan listrik di atas 2 kV

14 Tugino, ST MT

7
MEGGER TEST
 Megger digunakan untuk mengukur nilai resistansi isolasi
 Juga sering disebut megaohmmeter
 Test insulation setelah di Hipot untuk meyakinkan bahwa
winding tidak rusak.

15 Tugino, ST MT

 Pengujian ini adalah metode pengujian tidak merusak didalam


menentukan kondisi dari isolasi kabel untuk memeriksa
kontaminasi sehubungan dengan moisture, kotoran, atau
karbonisasi.
 Metode pengukuran resistansi isolasi tidak selalu memberikan
kekuatan dielektrik total dari isolasi kabel atau titik lemah pada
kabel .

16 Tugino, ST MT

8
 Biasanya, tegangan-tegangan berikut ini dapat digunakan untuk
menunjukkan kemampuan kerja dari kabel.

Tegangan kerja Tegangan uji


KABEL (Volt) MEGGER (Volt)
300 500

300 - 600 500 - 1000

2400 - 5000 2500 - 5000

5000 – 15000 5000 - 15000

> 15000 10000 - 15000

17 Tugino, ST MT

Tan Delta Test


 Untuk mengetahui proses pemburukan isolasi pada trafo
daya.
 Isolasi trafo merupakan bahan dielektrik yang berfungsi
untuk memisahkan dua bagian yang bertegangan, misalnya
antara kumparan dengan tangki trafo.

18 Tugino, ST MT

9
 Trafo dengan isolasinya ini dapat dimodelkan sebagai rangkaian
kapasitor yang pararel dengan resistor.
 Kapasitor yang sempurna apabila dicatu tegangan bolak balik
maka arusnya akan tertinggal sebesar 90 derajat terhadap
tegangannya
 Tetapi karena adanya disipasi daya (dimodelkan sebagai resistor
R) maka beda sudut antara arus dan tegangannya lebih kecil dari
90 derajat.

19 Tugino, ST MT

 Daya yang terdisipasi pada resistor dapat


dinyatakan dengan :
 PD = Ir2.R = V. I cos Ø = V.I sin δ = V. ω .C .V. sin δ/cos δ
 PD = V2 . ω .C . tan δ

 Tan δ menyatakan faktor rugi – rugi daya,


besaran inilah yang menjadi indikasi besarnya
daya yang terdisipasi, semakin besar nilai
tangen delta maka semakin besar daya yang
terdisipasi yang berarti kualitas isolasi semakin
buruk.
20 Tugino, ST MT

10
 Bebaskan trafo dari tegangan dengan melepas sambungan ke
busbar
 Pasang pentanahan temporer pada trafo agar proses pengujian
berjalan aman.
 Bersihkan bushing dan hubung singkat antar terminal primer,
sekunder dan tersier dengan menggunakan bare konduktor atau
kabel lurus.

21 Tugino, ST MT

 Berikut ini rangkaian untuk pengujian trafo tiga fasa dengan salah
satu alat uji itu.

22 Tugino, ST MT

11
 Untuk menginterpretasikan hasil ujinya maka berdasarkan
standar ANSI C 57.12.90 adalah sebagai berikut:

Nilai
Tangen Delta (TD) Hasil
TD < 0.5 % BAIK

0.5 % < TD < 0.7 % MENURUN

0.7 % < TD < 1.0 % HARUS DIINVESTIGASI

TD > 1.0 % BURUK

23 Tugino, ST MT

Terimakasih

24 Tugino, ST MT

12

Anda mungkin juga menyukai