RPH Kota Makassar: Pelayanan Sapi Modern
RPH Kota Makassar: Pelayanan Sapi Modern
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 2
1.2 Profil Perusahaan 4
BAB II VISI DAN MISI
2.1 Visi dan Misi 9
2.2 Nilai – Nilai Organisasi 11
BAB III ANALISIS INDUSTRI
3.1 Analisis Industri 14
3.2 Kondisi Saat Ini 16
BAB IV RENCANA PRODUKSI
4.1 Aspek Teknis dan Operasional 26
4.2 Perencanaan Produksi 28
BAB V RENCANA PEMASARAN
5.1 Strategi Pemasaran 42
BAB VI PERENCANAAN STRUKTU ORGANISASI
6.1 Perencanaan Organisasi 50
6.2 Struktur Organisasi 50
6.3 Struktur Skala Gaji 51
BAB VII PERENCANAAN KEUANGAN
7.1 Proyeksi Keuangan 52
BAB VIII RESIKO
8.1 Resiko 56
EXECUTIVE SUMMARY 59
BAB I
PENDAHULUAN
2
Jika berat daging ternak sapi per ekor rata-rata 80-100
kg, maka dibutuhkan sebanyak 214 ekor per hari
untuk mensuplai kebutuhan daging di Kota Makassar.
PD RPH Kota Makassar selama ini melayani
pemotongan hewan berkisar 40 - 50 ekor per hari, Hal
ini berarti masih terdapat 164 ekor sapi atau kerbau
berasal dari luar PD RPH Kota Makassar. Kondisi
tersebut menggambarkan tantangan sekaligus peluang
bagi prospek pengembangan PD RPH Kota Makassar
dimasa mendatang. Berdasarkan data 3 tahun terakhir
ini, kenaikan permintaan pasar daging melalui PD
RPH Kota Makassar rata-rata meningkat 2-3% per
tahun. Pada waktu-waktu tertentu, khususnya hari
raya keagamaan (ldul Fitri dan ldul Qurban)
permintaan mencapai lebih dari 30% dari kebutuhan
normal. Sementara kapasitas terpasang pada PD RPH
Kota Makassar untuk melayani pemotongan hewan
maksimal 50 ekor per hari.
Rumah Potong Hewan mulai dibangun pada tahun
anggaran 1989/90 dan diresmikan penggunaannya
pada tahun 1990 dengan RPH Tamangapa. Tahun
1991 difungsikan dan dikelola oleh UPTD Dinas
3
Peternakan Kota Madya Ujung Pandang. Pendirian ini
dimaksudkan untuk meningkatkan fungsi dan peranan
dan tanggung jawab untuk meningkatkan manajemen
pengelolaannya, menjamim pertumbuhan dan
perkembangan usaha, dan meningkatkan pelayanan
kepada masyarakat, khususnya ketersediaan daging
hewani yang layak konsumsi bagi masyarakat Kota
Makassar dan sekitarnya. Selain itu juga dtaharapkan
mampu menghasilkan profit sebagai suatu badan
usaha.
1.2.4. Tujuan
5
Adapun tujuan pendirian PD RPH Kota
Makassar sebagaimana tertuang dalam
Peraturan Daerah PD RPH Kota Makassar
tentang Pendirian Perseroan Daerah RPH
adalah :
1. Menyediakan daging halal,segar dan sehat
bagi konsumen.
2. Melindungi konsumen dari daging yang
tidak layak konsumsi.
3. Memperbaiki sarana dan prasarana.
4. Memberikan pengamanan dan keamanan
kepada mitra kerja.
7
lainnya. Harga produk sewaktu-sewaktu
bisa berubah karena pasar, namun PD RPH
Makassar memberikan harga dasar eceran
terendah untuk penjualan daging.
3. Peternakan
PD RPH Makassar menyediakan
peternakan dengan kapasitas kanda kurang
lebih 1000 ekor. Kandang tersebut dapat
digunakan oleh masyarakat sebelum Hewan
dipotong dengan membayar retribusi yang
besarannya sudah ditetapkan
4. Pupuk Kompos
PD RPH Makassar menyediakan pupuk
kompos hasil limbah kotoran sapi.
BAB II
VISI DAN MISI
9
2. Menjamin kualitas dan kuantitas daging ternak
yang alami, sehat, utuh, dan halal (ASUH)
sehingga tayak untuk dikonsumsi oleh
masyarakat.
3. Mempertahankan kesinambungan usaha yang
mandiri dan tangguh dengan mengandalkan
kompetensi sumberdaya manusia, iptek dan
kearifan lokal.
4. Meningkatkan kapabilitas SDM, optimalisasi
asset yang dimiliki, serta membangun jaringan
kerja dan kemitraan yang seluas-luasnya guna
memacu pertumbuhan dan perkembangan skata
usaha yang maksimal untuk menciptakan benefit
dan menghasilkan profit sebagai salah satu
kontributor PAD Kota Makassar.
5. Meningkatkan kesejahteraan pegawai dan tenaga
kerja yang terlibat dalam pengelolaan usaha.
6. Mempersiapkan PD RPH Kota Makassar untuk
memperoleh sertifikat SNI dan ISO 12000.
Segmen industri yang dituju untuk menjalankan
usaha ini adalah dengan penerapan product safety
ditujukan untuk memberikan jaminan keamanan dan
mutu daging yang dihasilkan, termasuk kehalalan,
dalam rangka memberikan perlindungan terhadap
konsumen, serta turut menjaga kesehatan manusia dan
lingkungan. Selain itu, usaha ini juga memberikan
pengawasan dan pengendalian penyakit hewan dan
zoonosis. Dan kami berani menjamin bahwa kami
selalu berkomitmen dan jujur dalam penyembelihan/
pemotongan sapi , serta mengutamakan kepuasan
konsumen, kami juga siap untuk mengganti rugi jika
nanti ada kekeliruan dalam proses pnyembelihan/
pemotongan sapi, dengan menggantinya dengan hasil
yang lebih baik.
11
melahirkan solidaritas "siri na pace" dan
"sipakatu", "pada idi", "pada elo", "sipatuwo,
sipatokkong"
b. Nilai Kejujuran
Pegawai dan manajamen perusahaan
menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam bekerja.
Kejujuran ini melahirkan motivasi dan etos kerja
untuk melayani dan mengembangkan visi dan misi
perusahaan
d. Nilai Komitmen
Bahwa pegawai memiliki nilai komitmen
mengembangkan perusahaan menuju ke arah yang
lebih baik. Dari nilai komitmen inilah pegawai
menuangkan visi dan misi perusahaan untuk
menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai institusi
bisnis yang akan meraih apresiasi dari pengguna
dan masyarakat.
e. Nilai Loyalitas
Bahwa pegawai memiliki nilai loyalitas
terhadap perusahaan dan telah menjadi
membudaya dalam perusahaan ini. Nilai loyalitas
inilah yang membuat perusahaan tetap kuat
menjalankan aktivitasnya.
BAB III
ANALISIS INDUSTRI
13
Disadari bahwa penyediaan daging yang aman,
sehat, utuh dan halal (ASUH) sudah merupakan
tuntutan kebutuhan masyarakat. Sementara kondisi
sarana prasarana dan proses produksi daging di
Rumah Potong Hewan (RPH) yang ada di Indonesia
mayoritas dalam kondisi kurang layak dalam
pemenuhan persyaratan teknis untuk menghasilkan
daging yang ASUH. Prespektif masa depan usaha ini
juga cukup baik, disamping segi keuntungan dalam
bidang perindustrian juga ikut membantu
meningkatkan mutu daging yang Aman, Sehat, Utuh,
Halal untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Dalam segi persaingan dalam usaha ini
mengacu pada kualitas pemenuhan pemotongan/
penyembelihan hewan ternak khususnya sapi,
penanganan sebelum dan sapi disembelih, sarana
prasarana yang ada. Di Kota Makassar Rumah Potong
Hewan yang ada kurang memenuhi dalam persyaratan
untuk menghasilkan kualitas daging yang aman,
sehat, utuh dan halal untuk dikonsumsi.
Penyembelihan, pengulitan, pengeluaran organ dalam,
serta pemisahan daging dari tulang perlu diawasi
dengan baik, agar hasil penyembelihan dapat
menghasilkan kualitas daging yang aman, sehat, utuh
dan halal.
Untuk itu PD RPH Kata Makassar mencoba
meletakkan sasaran dan target perusahaan yang ingin
dicapai secara periodik dan bertahap, berdasarkan
kemampuan yang dimilikinya. Tahapan rencana
pencapain tersebut di bagi menjadi tiga bagian yakni ;
a) Tahap pertama adalah periode peletakkan
pondasi bisnis yang kuat.
b) Tahap kedua adalah periode pemantapan dan
pengembangan dan
c) Tahap ketiga adalah periode perusahaan yang
tangguh dan mandiri.
15
a. Bangunan Utama
1. Bangunan Rumah Patong hewan lama,
seluas 50 x 20 meter
2. Bangunan Rumah Patong hewan baru,
dengan status milik pemerintah provinsi
3. Kandang lama 3 unit seluas 30 meter x
30 meter x 3 unit
4. Kandang baru 2 unit dengan status
milik pemerintah provinsi
5. Terminal temak 60 x 60 meter
6. Lahan pengembalaan I rekondisi temak
3 Ha
b. Fasilitas - Fasilitas
1. Lahan Parkir seluas 5.000 m2 dengan
daya tampung sekitar 30 truk dan 250
motor
2. Akses jalan masuk ke dalam kompleks
panjang 500 meter
3. Perumahan : Kopel tipe 36 : 8 Unit,
Tipe 70 : 2 Unit dan Barak : 8 Unit
4. Kios kuliner 5 unit
17
3.2.2. Gambaran Fasilitas
a. Rumah Pemotongan Hewan (Slaughter
House) Baru
21
c. Kantor
d. IPAL
23
BAB IV
RENCANA PRODUKSI
25
1. Kandang Isolasi (karantina)
2. Tempat Penurunan Sapi (cattle ramp)
3. Rumah Diesel (power house)
4. Perkantoran (office)
5. Gang-gang disekitar RPH (gangway)
c. Infrastruktur adalah ;
1. Jalan-jalan dan Areal Parkir (roads and
parking)
2. Tower Tempat Air (water plant)
3. Pagar/Tembok Pembatas (yard fencing)
27
2. lnstalasi dan jaringan pipa air ke bak air
di dalam kandang isolasi.
3. Penambah daya listrik dan instalasi
penerangan ruang kerja, kandang dan
lingkungan.
4. Sistem KeamananTemak dan
Lingkungan disesuaikan dengan SOP
Keamanan.
5. Pengadaan Ruang Industri Pengolahan
dan Ruang Penyimpanan Daging
3. Saluran (Media)
Saluran media merupakan salah satu kunci
dalam penyedia jasa PD RPH Kota
Makassar, dan merupakan media promosi
jasa. Oleh karena itu, PD RPH Kota
29
Makassar menggunakan media online dan
offline sebagai bagian dari promosi Jasa yg
disediakan oleh PD RPH Kota Makassar.
Selain itu PD RPH Makassar akan
bekerjasama dengan para pengusaha
Ternak Sapi untuk menggunakan jasa
perusahaan sebagai satu-satunya jasa
pemotongan hewan yang terstandarisasi
4. Sumber Pendapatan
Sumber pendapatan dari jasa perusahaan
yakni biaya pemotongan hewan, biaya sewa
kandang, dan biaya pengolahan daging
yang besaran biayanya diatur oleh Direksi
PD RPH Kota Makassar
5. Hubungan Konsumen
PD RPH Kota Makassar akan memberikan
Edukasi bagi para peternak sapi yang
berkaitan dengan usaha peternakan secara
berkala dan terus menerus untuk menjaga
hubungan yang baik dengan konsumen.
Sehingga para pengusaha ternak akan
menggunakan jasa perusahaan. Selain itu
PD RPH Kota Makassar akan menyediakan
pakan ternak murah bagi para pelaku usaha
ternak sapi
6. Sumberdaya
SDM yang kompeten dibidangnya masing-
masing dan Teknologi yang digunakan
sudah terbarukan untuk bidang pemotongan
ternak sapi
8. Kerjasama
Untuk mendukung program usaha PD RPH
Kota Makassar, pihak perusahaan akan
bekerjasasama dengan Pemerintah Kota
31
Makassar, Dinas Peternakan dan Pertanian
Kota Makassar, PD Pasar, serta pemilik
usaha peternakan sapi
9. Struktur Biaya
Biaya – biaya yang dikeluarkan untuk jasa
pemotongan hewan ternak ini meliputi
biaya marketing, Gaji Tenaga Kerja dan
Biaya Operasional lain (Air dan Listrik).
Untuk lebih rinci akan dijabarkan dalam
perencanaan keuangan.
3. Saluran (Media)
Saluran media merupakan kegiatan dalam
mempromosikan produk daging PD RPH
Kota Makassar. Oleh karena itu, PD RPH
Kota Makassar menggunakan media online
dan offline sebagai bagian dari promosi
produk. Untuk membangun brand
awareness konsumen.
4. Sumber Pendapatan
33
Sumber pendapatan adalah penjualan
produk olahan sapi.
5. Hubungan Konsumen
PD RPH Kota Makassar akan memberikan
harga khusus bagi para distributor atau
agen yang bekerjasama dengan PD RPH
Kota Makassar, serta memberikan
pembelajaran tentang manfaat
mengkonsumsi daging melalui media sosial
PD RPH Kota Makassar
6. Sumberdaya
SDM yang kompeten dibidangnya masing-
masing dan Teknologi yang digunakan
sudah terbarukan untuk bidang pengolahan
daging sapi
8. Kerjasama
Untuk mendukung program usaha PD RPH
Kota Makassar, pihak perusahaan akan
bekerjasasama dengan Pemerintah Kota
Makassar, Dinas Peternakan dan Pertanian
Kota Makassar, PD Pasar, Mitra Tettere,
dan Agen atau Distributor hasil olahan
daging sapi
9. Struktur Biaya
Biaya – biaya yang dikeluarkan untuk
produksi ini meliputi biaya marketing,
biaya pengemasan, biaya penelitian dan
pengembangan produk baru, Gaji Tenaga
Kerja dan Biaya Operasional lain. Untuk
lebih rinci akan dijabarkan dalam
perencanaan keuangan.
35
4.2.3. Penjualan Sapi Hidup
1. Segmentasi Konsumen
Perencanaan peternakan sapi PD RPH Kota
Makassar secara khusus bertujuan sebagai
pemasok kebutuhan daging segar untuk sub
bisnis PD RPH Kota Makassar yakni
produksi olahan daging sapi dan mensuplai
kebutuhan daging masyarakat Kota
Makassar pada umumnya.
3. Sumber Pendapatan
Sumber pendapatan adalah penjualan sapi
hidup.
4. Hubungan Konsumen
PD RPH Kota Makassar akan memberikan
Edukasi bagi para peternak sapi yang
berkaitan dengan usaha peternakan secara
berkala dan terus menerus
5. Sumberdaya
SDM yang kompeten dibidangnya masing-
masing.
8. Struktur Biaya
Biaya – biaya yang dikeluarkan untuk
produksi ini meliputi biaya pembelian sapi
hidup, Gaji Tenaga Kerja dan Biaya
37
Operasional lain. Untuk lebih rinci akan
dijabarkan dalam perencanaan keuangan.
3. Saluran (Media)
Saluran media merupakan kegiatan dalam
mempromosikan produk daging PD RPH
Kota Makassar. Oleh karena itu, PD RPH
Kota Makassar menggunakan media online
dan offline sebagai bagian dari promosi
produk. Untuk membangun brand
awareness konsumen.
4. Sumber Pendapatan
Sumber pendapatan adalah penjualan
pupuk kompos dan olahan limbah ternak
sapi lainnya.
5. Hubungan Konsumen
PD RPH Kota Makassar akan memberikan
harga khusus bagi para distributor atau
agen yang bekerjasama dengan PD RPH
Kota Makassar, serta memberikan
pembelajaran tentang manfaat
mengkonsumsi daging melalui media sosial
PD RPH Kota Makassar
6. Sumberdaya
SDM yang kompeten dibidangnya masing-
masing dan Teknologi yang digunakan
sudah terbarukan untuk bidang pengolahan
limbah ternak.
39
7. Aktivitas Yang Dijalankan
Aktivitas yang dijalankan yakni penjualan
dan pemasaran produk olahan limbah
ternak sapi, penelitian dan pengembangan
terkait produk baru PD RPH Makassar.
8. Kerjasama
Untuk mendukung program usaha PD RPH
Kota Makassar, pihak perusahaan akan
bekerjasasama dengan Pemerintah Kota
Makassar, Dinas Peternakan dan Pertanian
Kota Makassar, dan Agen atau Distributor
pupuk kompos.
9. Struktur Biaya
Biaya – biaya yang dikeluarkan untuk
produksi ini meliputi biaya marketing,
biaya pengemasan, biaya penelitian dan
pengembangan produk baru, Gaji Tenaga
Kerja dan Biaya Operasional lain. Untuk
lebih rinci akan dijabarkan dalam
perencanaan keuangan.
BAB V
RENCANA PEMASARAN
41
Strategi mengenai bagaimana produk usaha
PD RPH Kota Makassar dapat menarik hati
konsumen untuk membelinya. Oleh karena itu,
perusahaan akan sangat memperhatikan aspek
mutu/kualitas, ukuran, dan desain kemasan.
Sehingga nantinya Produk yang dipasarkan
mempunyai kualitas yang baik dan berdaya
saing dipasaran. Untuk olahan daging, PD
RPH Kota Makassar telah menyiapkan merek
dagang dengan tetap membawa identitas
sulawesi selatan yakni ”DAGING TA’”.
Berikut olahan sapi RPH Kota Makassar :
a. Daging Segar
b. Olahan Daging Sapi (Kornet dan
Sosis)
43
5.1.2. Price
Strategi mengenai bagaimana produk PD
RPH Kota Makassar lebih menarik konsumen
dari segi harga yang ditawarkan. Umumnya
konsumen lebih tertarik kepada produk dengan
harga yang lebih murah. Selainnya itu dari segi
harga, PD RPH Kota Makassar akan
membedakan produk berdasarkan harga satuan
dan harga grosir, syarat pembayaran,
diskon/potongan harga.
5.1.3. Promotion
Strategi mengenai bagaimana produk PD
RPH Kota Makassar dapat dikenal oleh
konsumen melalui beberapa cara :
Advertising (Iklan)
Beriklan dapat dilakukan melalui media
berikut :
- Media Cetak : Brosur, spanduk, poster,
iklan majalah/koran.
- Media TV dan Radio : Iklan TV, Jingle
Iklan Radio
- Media Sosial : Instagram, Facebook,
aplikasi penjualan online
Sales Promotion
Promosi melalui acara / pameran yang
digelar di tempat keramaian dimana
konsumen produk berada dan juga
dilakukan penjualan ditempat.
Personal Selling
45
Promosi melalui penjualan langsung ke
tempat konsumen berada dengan
menawarkan produk langsung.
Public Relation
PD RPH Kota Makassar akan melakukan
kerjasama baik itu dengan instansi terkait,
pengusaha ternak sapi, hingga para pelaku
usaha olahan daging.
5.1.4. People
PD RPH Kota Makassar memilik sumber
daya manusia yang kompeten dalam proses
pengolahan daging sapi, sehingga daging sapi
yang dihasilkan berkualitas baik
5.1.5. Physical Evidence
PD RPH Makassar telah bertransformasi
dalam proses pengemasan olahan daging
dengan memperhatikan detail dan design dari
kemasan produk. PD RPH Kota Makassar juga
telah merencakan sarana pendukung lainnya
seperti gerai daging bersih dan menarik yang
tersebar di 14 Kecamatan yang ada di Kota
Makassar.
a. Gerai Daging ta’
47
c. Market Place
BAB VI
PERENCANAAN STRUKTUR ORGANISASI
49
c. Direktur umum membawahi: Bagian Umum,
Seksi Penelitian dan Pengembangan, Seksi
Personalia. Bagian Keuangan.
d. Direktur Operasional membawahi: Bagian
Pemasaran, Mitra, Gerai. Bagian Produksi, Kasi
Quality Control, Kasi Pengolahan
WALIKOTA
BADAN
PENGAWAS
DIREKTUR
UTAMA
DIREKTUR DIREKTUR
OPERASIONAL UMUM
BAB VII
PERENCANAAN KEUANGAN
51
2. Pinjaman
Jumlah
53
- Biaya tetap, adalah biaya yang tidak akan
ikut berubah dengan perubahan volume
penjualan atau produksi.
Biaya Tetap
BEP = --------------------------------------------- x 100%
Hasil Penjualan – Biaya Variabel
55
perusahaan kami untuk meminimalisirkan segala resiko
yang akan dihadapi :
1. Kekuatan (Stength)
Kota Makassar ingin memiliki kekuatan dan izin
dari badan hukum dibawah Dinas Peternakan dan
Pertanian sehingga RPH Kota Makassar akan memiliki
kekuatan dibawah badan hukum negara, oleh karena itu
segala aktifitas atau kegiatan usaha RPH Kota Makassar
yang berlokasi di Kota Makassar berada dibawah
pengawasan badan pemerintah kabupaten setempat.
2. Kelemahan (Weakness)
RPH Kota Makassar yang berlokasi di Kota
Makassar sedemikian rupa berusaha untuk
meminimalisirkan segala kelemahan yang ada pada usaha
yang akan kami dirikan, kelemahan yang selama ini dilihat
dari RPH yang biasa dijadikan sebagai kelemahan adalah
kontrol kesehatan hewan atau ternak yang masuk ke RPH,
oleh karena itu RPH Kota Makassar yang berlokasi yang
akan kami dirikan ini berusaha meminimalisirkan
kelemahan tersebut agar kualitas karkas yang akan
dihasilkan sehingga masyarakat mendapatkankan produk
yang berkualitas dan aman dari kontaminasi dari food born
disease.
3. Kesempatan (Opportunity)
RPH Kota Makassar yang akan didirikan sangat
memanfaatkan segala kesempatan yang ada disekitar
lokasi yang akan kami dirikan sebagai usaha, kesempatan
tersebut adalah sebagai upaya peningkatan kualitas daging
di Kota Makassar yang disebabkan oleh cara pemotongan
didaerah tersebut yang belum memenuhi prosedur akibat
pemotongan para peternak yang tidak melalui RPH.
4. Ancaman
Ancaman yang kami prediksi dalam pendirian
RPH adalah penentangan dari pihak masyarakat, dan isu-
isu persaingan dari RPH ilegal yang sudah ada sehingga
hal tersebut harus diprediksi dari awal pendirian.
Dari pemaparan analisis SWOT dan kemungkinan
segala resiko dan kelemahan yang kemungkinan akan
muncul pada saat pendirian usaha hal tersebut harus
57
dijadikan sebagai bahan evaluasi tim kami untuk
menjadikan usaha Kota Makassar yang berlokasi sebagai
usaha yang meliki kekuatan dalam menghadapi segala
ancaman yang mungkin akan terjadi.
Dalam seluruh proses kegiatan produksi di RPH
Kota Makassar akan menggunakan teknologi yang
mendukung segala kegiatan seperti mesin pendingin, Alat
pengontrol suhu pada setiap ruangan, alat timbangan
digital untuk ternak. Alat-alat tersebut dipakai untuk
memudahkan segala proses produksi pada rencana usaha
kami agar berjalan dengan lancar.
EXECUTIVE SUMMARY
A. Profil Perusahaan
59
1. Nama Perusahaan : PD RPH Kota Makassar
2. Bidang Usaha : Penjualan Daging
3. Jenis Produk : Makanan
4. Alamat Perusahaan : Jl. Tamangapa
5. Mulai dari : 1999
C. Penjualan
Penjualan Daging Sapi per hari :
Penjualan : 1.400 kg / hari
Harga per satuan : Rp 115.000
Total penjualan : 1.400 x 115.000 = 161.000.000
61
mencapai 98.339 kg dalam satu tahun. Bila target
penjualan diestimasikan dalam hitungan hari maka akan
didapatkan target penjualan sebesar 269,42 kg. per Hari.