0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
168 tayangan64 halaman

RPH Kota Makassar: Pelayanan Sapi Modern

Dokumen tersebut merupakan bab pendahuluan yang menjelaskan latar belakang, profil perusahaan, dan visi serta misi PD RPH Kota Makassar. Latar belakang mencakup peningkatan persaingan bisnis daging dan kebutuhan konsumsi masyarakat Makassar. Profil perusahaan meliputi nama, dasar hukum, fungsi, tujuan, azas, dan jenis usaha PD RPH Kota Makassar. Visi dan misi mencakup menjadi p
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
168 tayangan64 halaman

RPH Kota Makassar: Pelayanan Sapi Modern

Dokumen tersebut merupakan bab pendahuluan yang menjelaskan latar belakang, profil perusahaan, dan visi serta misi PD RPH Kota Makassar. Latar belakang mencakup peningkatan persaingan bisnis daging dan kebutuhan konsumsi masyarakat Makassar. Profil perusahaan meliputi nama, dasar hukum, fungsi, tujuan, azas, dan jenis usaha PD RPH Kota Makassar. Visi dan misi mencakup menjadi p
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 2
1.2 Profil Perusahaan 4
BAB II VISI DAN MISI
2.1 Visi dan Misi 9
2.2 Nilai – Nilai Organisasi 11
BAB III ANALISIS INDUSTRI
3.1 Analisis Industri 14
3.2 Kondisi Saat Ini 16
BAB IV RENCANA PRODUKSI
4.1 Aspek Teknis dan Operasional 26
4.2 Perencanaan Produksi 28
BAB V RENCANA PEMASARAN
5.1 Strategi Pemasaran 42
BAB VI PERENCANAAN STRUKTU ORGANISASI
6.1 Perencanaan Organisasi 50
6.2 Struktur Organisasi 50
6.3 Struktur Skala Gaji 51
BAB VII PERENCANAAN KEUANGAN
7.1 Proyeksi Keuangan 52
BAB VIII RESIKO
8.1 Resiko 56
EXECUTIVE SUMMARY 59
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dewasa ini persaingan bisnis antara daging lokal
dan daging impor meningkat cukup tajam, akibat
pengaruh perdagangan bebas di kawasan ASEAN
(AFTA) maupun kawasan Asia Pasifik (ANEC) yang
membuka peluang bagi perdagangan daging sapi dan
produk ikutannya di pasar Internasional. Hal ini
terutama disebabkan segala bentuk subsidi, tarif
impor, kuota maupun lisensi impor terhadap daging
sapi khususnya sudah dihapus, sehingga terbuka
peluang bagi pelaku bisnis baru sebagai eksportir
daging sapi. Pada saat yang sama daging import
menyerbu pasar dalam negeri, termasuk Kota
Makassar.
Data jumlah penduduk Kota Makassar Tahun
2020 mencapai 1.429.634 jiwa. Bila diasumsikan
konsumsi daging ternak sapi per hari per orang rata-
rata mencapai 15 gram, maka kebutuhan daging,
khusus di Kota Makassar mencapai 21.4 ton per hari.

2
Jika berat daging ternak sapi per ekor rata-rata 80-100
kg, maka dibutuhkan sebanyak 214 ekor per hari
untuk mensuplai kebutuhan daging di Kota Makassar.
PD RPH Kota Makassar selama ini melayani
pemotongan hewan berkisar 40 - 50 ekor per hari, Hal
ini berarti masih terdapat 164 ekor sapi atau kerbau
berasal dari luar PD RPH Kota Makassar. Kondisi
tersebut menggambarkan tantangan sekaligus peluang
bagi prospek pengembangan PD RPH Kota Makassar
dimasa mendatang. Berdasarkan data 3 tahun terakhir
ini, kenaikan permintaan pasar daging melalui PD
RPH Kota Makassar rata-rata meningkat 2-3% per
tahun. Pada waktu-waktu tertentu, khususnya hari
raya keagamaan (ldul Fitri dan ldul Qurban)
permintaan mencapai lebih dari 30% dari kebutuhan
normal. Sementara kapasitas terpasang pada PD RPH
Kota Makassar untuk melayani pemotongan hewan
maksimal 50 ekor per hari.
Rumah Potong Hewan mulai dibangun pada tahun
anggaran 1989/90 dan diresmikan penggunaannya
pada tahun 1990 dengan RPH Tamangapa. Tahun
1991 difungsikan dan dikelola oleh UPTD Dinas

3
Peternakan Kota Madya Ujung Pandang. Pendirian ini
dimaksudkan untuk meningkatkan fungsi dan peranan
dan tanggung jawab untuk meningkatkan manajemen
pengelolaannya, menjamim pertumbuhan dan
perkembangan usaha, dan meningkatkan pelayanan
kepada masyarakat, khususnya ketersediaan daging
hewani yang layak konsumsi bagi masyarakat Kota
Makassar dan sekitarnya. Selain itu juga dtaharapkan
mampu menghasilkan profit sebagai suatu badan
usaha.

1.2. Profil Perusahaan


1.2.1. Nama Perusahaan
Perseroan Daerah RPH disingkat PD
RPH Kota Makassar. Adalah badan usaha
milik daerah yang bergerak dibidang niaga
yang berkaitan dengan hasil pemotongan
hewan dan seluruh assetnya dimiliki 100 %
oleh Pemerintah Kota Makassar.

1.2.2. Dasar Hukum


Dasar Hukum Pendirian Perusahaan
adalah Peraturan Daerah Kota Madya Daerah
Tingkat II Ujung Pandang No. 6 Tahun 1999,
tentang Pendirian Perusahaan Daerah Rumah
Potong Hewan Kota Madya Daerah Tingkat II
Ujung Pandang dan Peraturan Daerah PD RPH
Kota Makassar beserta Perwalinya.

1.2.3. Fungsi Pendirian PD RPH Kata Makassar


• Menyediakan dan menampung ternak
potong
• Menyiapkan tempat penampungan daging
• Mengangkut, mendistribusikan dan
memasarkan daging serta hasil hasil
ikutannya
• Melakukan perawatan sarana produksi,
peralatan teknis dan sanitasi
• Menyediakan jasa dan atau melakukan
usaha lain yang ditetapkan direksi atas
persetujuan badan pengawas.

1.2.4. Tujuan

5
Adapun tujuan pendirian PD RPH Kota
Makassar sebagaimana tertuang dalam
Peraturan Daerah PD RPH Kota Makassar
tentang Pendirian Perseroan Daerah RPH
adalah :
1. Menyediakan daging halal,segar dan sehat
bagi konsumen.
2. Melindungi konsumen dari daging yang
tidak layak konsumsi.
3. Memperbaiki sarana dan prasarana.
4. Memberikan pengamanan dan keamanan
kepada mitra kerja.

1.2.5. Azas Perusahaan


Diselenggarakan atas azas ekonomi
perusahaan dalam kesatuan system pembinaan
ekonomi Indonesia berdasarkan Pancasila yang
menjamin kelangsungan demokrasi yang
berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.

1.2.6. Jenis Usaha


1. Jasa Pelayanan Pemotongan Hewan
PD RPH Makassar memberikan pelayanan
di bidang pemotongan ternak khususnya
kepada para jagal, juga kepada masyarakat
umum (potongan hajad). Adapun pelayanan
yang tersedia di PD RPH Makassar adalah
Pelayanan pemotongan ternak dengan
persyaratan pelayanan baik administrasi
maupun teknis yaitu :
 Pelayanan Pemotongan Ternak.
o Ternak yang akan dipotong harus
sudah diperiksa kesehatannya (ante
morten)
o Sebelum pemotongan harus
membayar Biaya potong ternak
terlebih dahulu.

2. Produk Olahan Daging


PD RPH Makassar menyediakan pelayanan
dalam pemotongan ternak. Namun juga
melayani penjualan daging sapi, kulit dan
limbah dari pemotongan ternak sapi

7
lainnya. Harga produk sewaktu-sewaktu
bisa berubah karena pasar, namun PD RPH
Makassar memberikan harga dasar eceran
terendah untuk penjualan daging.

3. Peternakan
PD RPH Makassar menyediakan
peternakan dengan kapasitas kanda kurang
lebih 1000 ekor. Kandang tersebut dapat
digunakan oleh masyarakat sebelum Hewan
dipotong dengan membayar retribusi yang
besarannya sudah ditetapkan

4. Pupuk Kompos
PD RPH Makassar menyediakan pupuk
kompos hasil limbah kotoran sapi.

BAB II
VISI DAN MISI

2.1. Visi & Misi


Visi adalah suatu impian atau gambaran ideal
masa depan yang ingin dicapai. Artinya pada waktu
yang akan datang kita akan menjadi lebih baik dari
saat ini. Namun demikian gambaran ideal tersebut
adalah sesuatu yang realistis untuk dicapai Oleh
karena itu, visi dapat diartikan "akan menjadi apa"
kita di masa mendatang. Sedangkan misi adalah tugas
penting yang harus dilakukan. Pemahaman ini
membawa pada pengertian "mengapa kita ada", PD
RPH Kota Makassar menyusun visi dan misi yang
relevan dengan visi dan misi Pemerintah Kota
Makassar yang mempersiapkan diri menjadi Kota
Dunia pada Tahun 2025. Untuk itu rumusan visi PD
RPH Kota Makassar sebagai berikut: "Menjadi Pusat
Produksi dan Pelayanan daging yang Aman, Sehat,
Utuh, dan Halal (ASUH), berbasis usaha mandiri
dengan kearifan lokal.
Sedangkan untuk mencapai visi tersebut tujuh
point rumusan misi sebagai berikut
1. Menyajikan pelayanan, pemberdayaan, serta
sebagai fasilitator yang berorientasi pada
kebutuhan pengguna jasa dan produksi .

9
2. Menjamin kualitas dan kuantitas daging ternak
yang alami, sehat, utuh, dan halal (ASUH)
sehingga tayak untuk dikonsumsi oleh
masyarakat.
3. Mempertahankan kesinambungan usaha yang
mandiri dan tangguh dengan mengandalkan
kompetensi sumberdaya manusia, iptek dan
kearifan lokal.
4. Meningkatkan kapabilitas SDM, optimalisasi
asset yang dimiliki, serta membangun jaringan
kerja dan kemitraan yang seluas-luasnya guna
memacu pertumbuhan dan perkembangan skata
usaha yang maksimal untuk menciptakan benefit
dan menghasilkan profit sebagai salah satu
kontributor PAD Kota Makassar.
5. Meningkatkan kesejahteraan pegawai dan tenaga
kerja yang terlibat dalam pengelolaan usaha.
6. Mempersiapkan PD RPH Kota Makassar untuk
memperoleh sertifikat SNI dan ISO 12000.
Segmen industri yang dituju untuk menjalankan
usaha ini adalah dengan penerapan product safety
ditujukan untuk memberikan jaminan keamanan dan
mutu daging yang dihasilkan, termasuk kehalalan,
dalam rangka memberikan perlindungan terhadap
konsumen, serta turut menjaga kesehatan manusia dan
lingkungan. Selain itu, usaha ini juga memberikan
pengawasan dan pengendalian penyakit hewan dan
zoonosis. Dan kami berani menjamin bahwa kami
selalu berkomitmen dan jujur dalam penyembelihan/
pemotongan sapi , serta mengutamakan kepuasan
konsumen, kami juga siap untuk mengganti rugi jika
nanti ada kekeliruan dalam proses pnyembelihan/
pemotongan sapi, dengan menggantinya dengan hasil
yang lebih baik.

2.2. Nilai – Nilai Organisasi


a. Nilai Utama Pegawai
Manajemen senantiasa berusaha
menempatkan dan mengutamakan nilai pegawai
sebagai priotitas dalam perusahaan. Artinya bahwa
tidak ada nilai yang lebih baik selain dari pegawai.
Hal ini didasari oleh manajemen bahwa
sumberdaya manusia jauh lebih penting dari semua
aspek dalam perusahaan. Untuk itu nilai pegawai

11
melahirkan solidaritas "siri na pace" dan
"sipakatu", "pada idi", "pada elo", "sipatuwo,
sipatokkong"

b. Nilai Kejujuran
Pegawai dan manajamen perusahaan
menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam bekerja.
Kejujuran ini melahirkan motivasi dan etos kerja
untuk melayani dan mengembangkan visi dan misi
perusahaan

c. Nilai Kerendahan Hati


Manajemen perusahaan memiliki nilai
kerendahan hati dalam melayani setiap pengguna
produk, agar fungsi pelayanan dapat dilaksanakan
secara optimal.

d. Nilai Komitmen
Bahwa pegawai memiliki nilai komitmen
mengembangkan perusahaan menuju ke arah yang
lebih baik. Dari nilai komitmen inilah pegawai
menuangkan visi dan misi perusahaan untuk
menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai institusi
bisnis yang akan meraih apresiasi dari pengguna
dan masyarakat.

e. Nilai Loyalitas
Bahwa pegawai memiliki nilai loyalitas
terhadap perusahaan dan telah menjadi
membudaya dalam perusahaan ini. Nilai loyalitas
inilah yang membuat perusahaan tetap kuat
menjalankan aktivitasnya.

Nilai inilah menjadi norma yang melahirkan


budaya kerja organisasi dan menjadi sikap dan
komitmen dalan bertindak.

BAB III
ANALISIS INDUSTRI

3.1. Analisis Industri

13
Disadari bahwa penyediaan daging yang aman,
sehat, utuh dan halal (ASUH) sudah merupakan
tuntutan kebutuhan masyarakat. Sementara kondisi
sarana prasarana dan proses produksi daging di
Rumah Potong Hewan (RPH) yang ada di Indonesia
mayoritas dalam kondisi kurang layak dalam
pemenuhan persyaratan teknis untuk menghasilkan
daging yang ASUH. Prespektif masa depan usaha ini
juga cukup baik, disamping segi keuntungan dalam
bidang perindustrian juga ikut membantu
meningkatkan mutu daging yang Aman, Sehat, Utuh,
Halal untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Dalam segi persaingan dalam usaha ini
mengacu pada kualitas pemenuhan pemotongan/
penyembelihan hewan ternak khususnya sapi,
penanganan sebelum dan sapi disembelih, sarana
prasarana yang ada. Di Kota Makassar Rumah Potong
Hewan yang ada kurang memenuhi dalam persyaratan
untuk menghasilkan kualitas daging yang aman,
sehat, utuh dan halal untuk dikonsumsi.
Penyembelihan, pengulitan, pengeluaran organ dalam,
serta pemisahan daging dari tulang perlu diawasi
dengan baik, agar hasil penyembelihan dapat
menghasilkan kualitas daging yang aman, sehat, utuh
dan halal.
Untuk itu PD RPH Kata Makassar mencoba
meletakkan sasaran dan target perusahaan yang ingin
dicapai secara periodik dan bertahap, berdasarkan
kemampuan yang dimilikinya. Tahapan rencana
pencapain tersebut di bagi menjadi tiga bagian yakni ;
a) Tahap pertama adalah periode peletakkan
pondasi bisnis yang kuat.
b) Tahap kedua adalah periode pemantapan dan
pengembangan dan
c) Tahap ketiga adalah periode perusahaan yang
tangguh dan mandiri.

3.2. Kondisi Saat Ini


3.2.1. Sarana dan Prasarana Tersedia
Luas lahan yang dimiliki oleh Dinas
Peternakan dan Pertanian 5,0 Ha dan di
atasnya terdiri atas ;

15
a. Bangunan Utama
1. Bangunan Rumah Patong hewan lama,
seluas 50 x 20 meter
2. Bangunan Rumah Patong hewan baru,
dengan status milik pemerintah provinsi
3. Kandang lama 3 unit seluas 30 meter x
30 meter x 3 unit
4. Kandang baru 2 unit dengan status
milik pemerintah provinsi
5. Terminal temak 60 x 60 meter
6. Lahan pengembalaan I rekondisi temak
3 Ha

b. Fasilitas - Fasilitas
1. Lahan Parkir seluas 5.000 m2 dengan
daya tampung sekitar 30 truk dan 250
motor
2. Akses jalan masuk ke dalam kompleks
panjang 500 meter
3. Perumahan : Kopel tipe 36 : 8 Unit,
Tipe 70 : 2 Unit dan Barak : 8 Unit
4. Kios kuliner 5 unit

Sarana dan prasarana yang vital di PD


RPH Kota Makassar yang akan
bersentuhan langsung sebagai fasilitas
pelayanan adalah:
1. Terminal dan kandang ternak
2. Pompa air untuk memenuhi kecukupan
air
3. Sistem pengairan dan drainase
4. Listrik dan sistem penerangan
Keempat point ini adalah system yang
satu sama lain saling mendukung,
artinya bahwa jika salah satu
diantaranya tidak berfungsi, maka akan
mengalami ganggungan pelayanan dan
fungsi pada sub sistem lain. Untuk itu
perlu terus dilakukan pemeliharaan baik
rutin maupun periodic

17
3.2.2. Gambaran Fasilitas
a. Rumah Pemotongan Hewan (Slaughter
House) Baru

- Alat Potong Modern


19
- Area Pengulitan Sapi
- Area Pengolahan Sapi

b. Kandang Isolasi/Karantina Baru

21
c. Kantor
d. IPAL

23
BAB IV
RENCANA PRODUKSI

4.1. Aspek Teknis Dan Operasional


4.1.1. Aspek Teknis
a. Sarana dan Prasarana
Bangunan induk adalah :

25
1. Kandang Isolasi (karantina)
2. Tempat Penurunan Sapi (cattle ramp)
3. Rumah Diesel (power house)
4. Perkantoran (office)
5. Gang-gang disekitar RPH (gangway)

b. Bangunan Pendukung adalah ;


1. Ruangan Pengolahan (workshop)
2. Ruang penyimpanan (cold storage)
3. Pos Jaga (guard house)
4. Tempat lbadah (prayer place)

c. Infrastruktur adalah ;
1. Jalan-jalan dan Areal Parkir (roads and
parking)
2. Tower Tempat Air (water plant)
3. Pagar/Tembok Pembatas (yard fencing)

4.1.2. Kondisi Sarana dan Prasarana


Saat ini rumah potong hewan yang baru
merupakan milik Pemerintah Provinsi dan
sebagian besar bangunan membutuhkan
pemeliharaan rutin dan pembenahan ataupun
perbaikan, karena beberapa diantaranya telah
mengalarni kerusakan ringan, sedang dan
cukup berat diantaranya adalah:

a. Pemeliharaan Ringan dan Rutin yakni ;


1. Kandang dan terminal ternak antara lain
lantai dasar, penampungan pakan ternak
dan sistem drainase
2. Perbaikan atap kandang ternak lama

b. Kerusakan sedang dan cukup berat


1. Rumah potong hewan lama perlu
perbaikan karena sekarang difungsikan
sebagai kandang ternak oleh peternak
sapi

c. Penambaan Volume dan Kapasitas


1. Sistem ketersediaan air dengan
penambahan volume air dan kecukupan
air untuk kebersihan,

27
2. lnstalasi dan jaringan pipa air ke bak air
di dalam kandang isolasi.
3. Penambah daya listrik dan instalasi
penerangan ruang kerja, kandang dan
lingkungan.
4. Sistem KeamananTemak dan
Lingkungan disesuaikan dengan SOP
Keamanan.
5. Pengadaan Ruang Industri Pengolahan
dan Ruang Penyimpanan Daging

4.2. Perencanaan Produksi


Dalam penyusunan perencanaan bisnis PD RPH
Kota Makassar, menggunakan Metode BMC (Bisnis
Model Canvas) yang meliputi 9 unsur utama yakni :
segmentasi konsumen, proposisi nilai konsumen,
saluran (media), sumber pendapatan, hubungan
konsumen, sumber daya, aktivitas yang dijalankan,
kerjasama, dan struktur anggaran. Berikut penjabaran
metode bisnis model canvas untuk 4 fokus bisnis
perusahaan.
4.2.1. Jasa Pemotongan Hewan
1. Segmentasi Konsumen
PD RPH Kota Makassar menargetkan
pengguna jasa pemotongan hewan ternak
kepada Para pemilik ternak sapi yang ada
di Kota Makassar maupun diluar Kota
Makassar

2. Proposisi Nilai Konsumen


PD RPH Kota Makassar satu – satunya
tempat pemotongan hewan yang resmi
yang ada di Kota Makassar dan sudah
menggunakan alat - alat modern sehingga
dapat memangkas waktu pengolahan sapi
mulai dari pemotongan hingga daging sapi
siap untuk didistribusikan

3. Saluran (Media)
Saluran media merupakan salah satu kunci
dalam penyedia jasa PD RPH Kota
Makassar, dan merupakan media promosi
jasa. Oleh karena itu, PD RPH Kota

29
Makassar menggunakan media online dan
offline sebagai bagian dari promosi Jasa yg
disediakan oleh PD RPH Kota Makassar.
Selain itu PD RPH Makassar akan
bekerjasama dengan para pengusaha
Ternak Sapi untuk menggunakan jasa
perusahaan sebagai satu-satunya jasa
pemotongan hewan yang terstandarisasi

4. Sumber Pendapatan
Sumber pendapatan dari jasa perusahaan
yakni biaya pemotongan hewan, biaya sewa
kandang, dan biaya pengolahan daging
yang besaran biayanya diatur oleh Direksi
PD RPH Kota Makassar

5. Hubungan Konsumen
PD RPH Kota Makassar akan memberikan
Edukasi bagi para peternak sapi yang
berkaitan dengan usaha peternakan secara
berkala dan terus menerus untuk menjaga
hubungan yang baik dengan konsumen.
Sehingga para pengusaha ternak akan
menggunakan jasa perusahaan. Selain itu
PD RPH Kota Makassar akan menyediakan
pakan ternak murah bagi para pelaku usaha
ternak sapi

6. Sumberdaya
SDM yang kompeten dibidangnya masing-
masing dan Teknologi yang digunakan
sudah terbarukan untuk bidang pemotongan
ternak sapi

7. Aktivitas Yang Dijalankan


Jasa Pemotongan Ternak, jasa penyewaan
kandang isolasi, dan jasa penyediaan pakan
ternak.

8. Kerjasama
Untuk mendukung program usaha PD RPH
Kota Makassar, pihak perusahaan akan
bekerjasasama dengan Pemerintah Kota

31
Makassar, Dinas Peternakan dan Pertanian
Kota Makassar, PD Pasar, serta pemilik
usaha peternakan sapi

9. Struktur Biaya
Biaya – biaya yang dikeluarkan untuk jasa
pemotongan hewan ternak ini meliputi
biaya marketing, Gaji Tenaga Kerja dan
Biaya Operasional lain (Air dan Listrik).
Untuk lebih rinci akan dijabarkan dalam
perencanaan keuangan.

4.2.2. Produksi Olahan Sapi


1. Segmentasi Konsumen
Data jumlah penduduk Kota Makassar
Tahun 2020 mencapai 1.429.634 jiwa. Bila
diasumsikan konsumsi daging ternak sapi
per hari per orang rata-rata mencapai 15
gram, maka kebutuhan daging, khusus di
Kota Makassar mencapai 21.4 ton per hari.
Jika berat daging ternak sapi per ekor rata-
rata 80-100 kg, maka dibutuhkan sebanyak
214 ekor per hari untuk mensuplai
kebutuhan daging di Kota Makassar

2. Proposisi Nilai Konsumen


PD RPH Kota Makassar sebagai salah satu
perusahaan daerah Kota Makassar akan
menyediakan daging sapi local dengan
harga dibawah harga pasaran.

3. Saluran (Media)
Saluran media merupakan kegiatan dalam
mempromosikan produk daging PD RPH
Kota Makassar. Oleh karena itu, PD RPH
Kota Makassar menggunakan media online
dan offline sebagai bagian dari promosi
produk. Untuk membangun brand
awareness konsumen.

4. Sumber Pendapatan

33
Sumber pendapatan adalah penjualan
produk olahan sapi.

5. Hubungan Konsumen
PD RPH Kota Makassar akan memberikan
harga khusus bagi para distributor atau
agen yang bekerjasama dengan PD RPH
Kota Makassar, serta memberikan
pembelajaran tentang manfaat
mengkonsumsi daging melalui media sosial
PD RPH Kota Makassar

6. Sumberdaya
SDM yang kompeten dibidangnya masing-
masing dan Teknologi yang digunakan
sudah terbarukan untuk bidang pengolahan
daging sapi

7. Aktivitas Yang Dijalankan


Aktivitas yang dijalankan yakni penjualan
dan pemasaran produk olahan sapi,
penelitian dan pengembangan terkait
produk baru PD RPH Makassar.

8. Kerjasama
Untuk mendukung program usaha PD RPH
Kota Makassar, pihak perusahaan akan
bekerjasasama dengan Pemerintah Kota
Makassar, Dinas Peternakan dan Pertanian
Kota Makassar, PD Pasar, Mitra Tettere,
dan Agen atau Distributor hasil olahan
daging sapi

9. Struktur Biaya
Biaya – biaya yang dikeluarkan untuk
produksi ini meliputi biaya marketing,
biaya pengemasan, biaya penelitian dan
pengembangan produk baru, Gaji Tenaga
Kerja dan Biaya Operasional lain. Untuk
lebih rinci akan dijabarkan dalam
perencanaan keuangan.

35
4.2.3. Penjualan Sapi Hidup
1. Segmentasi Konsumen
Perencanaan peternakan sapi PD RPH Kota
Makassar secara khusus bertujuan sebagai
pemasok kebutuhan daging segar untuk sub
bisnis PD RPH Kota Makassar yakni
produksi olahan daging sapi dan mensuplai
kebutuhan daging masyarakat Kota
Makassar pada umumnya.

2. Proposisi Nilai Konsumen


PD RPH Kota Makassar sebagai penjualan
sapi ternak untuk peternak sapi dengan
harga terbaik dan memberikan edukasi
tentang beternak sapi secara
berkesinambungan.

3. Sumber Pendapatan
Sumber pendapatan adalah penjualan sapi
hidup.

4. Hubungan Konsumen
PD RPH Kota Makassar akan memberikan
Edukasi bagi para peternak sapi yang
berkaitan dengan usaha peternakan secara
berkala dan terus menerus

5. Sumberdaya
SDM yang kompeten dibidangnya masing-
masing.

6. Aktivitas Yang Dijalankan


Aktivitas yang dijalankan yakni penjualan
sapi ternak untuk peternak sapi.
7. Kerjasama
Untuk mendukung program usaha PD RPH
Kota Makassar, pihak perusahaan akan
bekerjasasama dengan Dinas Peternakan
dan Pertanian Kota Makassar.

8. Struktur Biaya
Biaya – biaya yang dikeluarkan untuk
produksi ini meliputi biaya pembelian sapi
hidup, Gaji Tenaga Kerja dan Biaya

37
Operasional lain. Untuk lebih rinci akan
dijabarkan dalam perencanaan keuangan.

4.2.4. Pupuk Kompos


1. Segmentasi Konsumen
PD RPH Kota Makassar menargetkan
segmen pasar dari pupuk kompos yakni
para pengusaha dibidang Pertanian.

2. Proposisi Nilai Konsumen


PD RPH Kota Makassar sebagai salah satu
perusahaan daerah Kota Makassar akan
menyediakan pupuk kompos dengan harga
dibawah harga pasaran.

3. Saluran (Media)
Saluran media merupakan kegiatan dalam
mempromosikan produk daging PD RPH
Kota Makassar. Oleh karena itu, PD RPH
Kota Makassar menggunakan media online
dan offline sebagai bagian dari promosi
produk. Untuk membangun brand
awareness konsumen.

4. Sumber Pendapatan
Sumber pendapatan adalah penjualan
pupuk kompos dan olahan limbah ternak
sapi lainnya.

5. Hubungan Konsumen
PD RPH Kota Makassar akan memberikan
harga khusus bagi para distributor atau
agen yang bekerjasama dengan PD RPH
Kota Makassar, serta memberikan
pembelajaran tentang manfaat
mengkonsumsi daging melalui media sosial
PD RPH Kota Makassar

6. Sumberdaya
SDM yang kompeten dibidangnya masing-
masing dan Teknologi yang digunakan
sudah terbarukan untuk bidang pengolahan
limbah ternak.

39
7. Aktivitas Yang Dijalankan
Aktivitas yang dijalankan yakni penjualan
dan pemasaran produk olahan limbah
ternak sapi, penelitian dan pengembangan
terkait produk baru PD RPH Makassar.

8. Kerjasama
Untuk mendukung program usaha PD RPH
Kota Makassar, pihak perusahaan akan
bekerjasasama dengan Pemerintah Kota
Makassar, Dinas Peternakan dan Pertanian
Kota Makassar, dan Agen atau Distributor
pupuk kompos.

9. Struktur Biaya
Biaya – biaya yang dikeluarkan untuk
produksi ini meliputi biaya marketing,
biaya pengemasan, biaya penelitian dan
pengembangan produk baru, Gaji Tenaga
Kerja dan Biaya Operasional lain. Untuk
lebih rinci akan dijabarkan dalam
perencanaan keuangan.

BAB V
RENCANA PEMASARAN

5.1. Strategi Pemasaran


Strategi Pemasaran PD RPH Kota Makassar
dilakukan berdasarkan analisa 5 P dengan alat analisis
SWOT yang terdiri atas
5.1.1. Product

41
Strategi mengenai bagaimana produk usaha
PD RPH Kota Makassar dapat menarik hati
konsumen untuk membelinya. Oleh karena itu,
perusahaan akan sangat memperhatikan aspek
mutu/kualitas, ukuran, dan desain kemasan.
Sehingga nantinya Produk yang dipasarkan
mempunyai kualitas yang baik dan berdaya
saing dipasaran. Untuk olahan daging, PD
RPH Kota Makassar telah menyiapkan merek
dagang dengan tetap membawa identitas
sulawesi selatan yakni ”DAGING TA’”.
Berikut olahan sapi RPH Kota Makassar :

a. Daging Segar
b. Olahan Daging Sapi (Kornet dan
Sosis)

c. Olahan Makanan Instan (Konro dan


Coto Instan)

43
5.1.2. Price
Strategi mengenai bagaimana produk PD
RPH Kota Makassar lebih menarik konsumen
dari segi harga yang ditawarkan. Umumnya
konsumen lebih tertarik kepada produk dengan
harga yang lebih murah. Selainnya itu dari segi
harga, PD RPH Kota Makassar akan
membedakan produk berdasarkan harga satuan
dan harga grosir, syarat pembayaran,
diskon/potongan harga.

5.1.3. Promotion
Strategi mengenai bagaimana produk PD
RPH Kota Makassar dapat dikenal oleh
konsumen melalui beberapa cara :
 Advertising (Iklan)
Beriklan dapat dilakukan melalui media
berikut :
- Media Cetak : Brosur, spanduk, poster,
iklan majalah/koran.
- Media TV dan Radio : Iklan TV, Jingle
Iklan Radio
- Media Sosial : Instagram, Facebook,
aplikasi penjualan online
 Sales Promotion
Promosi melalui acara / pameran yang
digelar di tempat keramaian dimana
konsumen produk berada dan juga
dilakukan penjualan ditempat.
 Personal Selling

45
Promosi melalui penjualan langsung ke
tempat konsumen berada dengan
menawarkan produk langsung.
 Public Relation
PD RPH Kota Makassar akan melakukan
kerjasama baik itu dengan instansi terkait,
pengusaha ternak sapi, hingga para pelaku
usaha olahan daging.

5.1.4. People
PD RPH Kota Makassar memilik sumber
daya manusia yang kompeten dalam proses
pengolahan daging sapi, sehingga daging sapi
yang dihasilkan berkualitas baik
5.1.5. Physical Evidence
PD RPH Makassar telah bertransformasi
dalam proses pengemasan olahan daging
dengan memperhatikan detail dan design dari
kemasan produk. PD RPH Kota Makassar juga
telah merencakan sarana pendukung lainnya
seperti gerai daging bersih dan menarik yang
tersebar di 14 Kecamatan yang ada di Kota
Makassar.
a. Gerai Daging ta’

b. Mobile Daging ta’

47
c. Market Place
BAB VI
PERENCANAAN STRUKTUR ORGANISASI

6.1. Perencanaan Organisasi


a. Badan Pengawas
b. Direksi terdiri dari: Direktur Utama, Direktur
Umum dan Direktur Operasional

49
c. Direktur umum membawahi: Bagian Umum,
Seksi Penelitian dan Pengembangan, Seksi
Personalia. Bagian Keuangan.
d. Direktur Operasional membawahi: Bagian
Pemasaran, Mitra, Gerai. Bagian Produksi, Kasi
Quality Control, Kasi Pengolahan

6.2. Struktur Organisasi

WALIKOTA

BADAN
PENGAWAS

DIREKTUR
UTAMA

DIREKTUR DIREKTUR
OPERASIONAL UMUM

KAB. KAB. KAB.


KAB. UMUM
PEMASARAN PRODUKSI KEUANGAN

MITRA/AGEN GERAI QC PENGOLAHAN R&D PERSONALIA

6.3. Struktur Skala Gaji


GOL PANGKAT MIN MIDDLE MAX
I.A JUNIOR STAFF 3,196,000 3,464,273 3,732,545
I.B SENIOR STAFF 3,732,545 4,134,955 4,537,364
II.A JUNIOR SPV / KASI 4,537,364 5,073,909 5,610,455
II.B SENIOR SPV / KASI 5,610,455 6,281,136 6,951,818
III.A JUNIOR MANAGER / KABAG 6,951,818 7,756,636 8,561,455
III.B SENIOR MANAGER / KABAG 8,561,455 9,500,409 10,439,364
IV.A DIREKSI 10,439,364 11,512,455 12,585,545
IV.B UTAMA 12,585,545 13,792,773 15,000,000

6.3.1. Perencanaan Gaji


Jabatan Jumlah Gaji / Bulan Total
(B) (C) (BxC)
Direktur Utama 1 13,792,773 13,792,773
Direksi 2 10,439,364 20,878,728
Kepala Bagian 4 6,951,818 27,807,272
Kepala Seksi 6 4,537,364 27,224,184
Staff 12 3,196,000 38,352,000
Total Gaji / Bulan 128,054,957

BAB VII
PERENCANAAN KEUANGAN

7.1. Proyeksi Keuangan


7.1.1. Sumber Pendanaan
Persentase (%) Jumlah
Uraian
(a) (b) (c = a + b)
1. APBD

51
2. Pinjaman
Jumlah

7.1.2. Analisa Biaya Tetap


Qty Harga /Unit Jumlah
Uraian
(1) (3) (3 = 1 x 2)
a. Gaji 12 128,054,957 1,536,659,484
b. Biaya Matrketing 12 100,000,000 1,200,000,000
c. Biaya Operasional 12 50,000,000 600,000,000
d. Biaya Listrik dan Air 12 20,000,000 240,000,000
e. Pengadaan Cold Storage 1 300,000,000 300,000,000
f. Pengadaan Ruang Pengolahan 1 300,000,000 300,000,000
Jumlah 4,176,659,484

7.1.3. Analisa Keuntungan


Analisa keuntungan ditujukan terhadap
rencana keuntungan (penetapan keuntungan)
dengan menyesuaikan atau set-up harga dan
volume penjualan yang dapat diserap oleh
pasar dengan mempertimbangkan
kebijaksanaan dari pesaing. Analisa
keuntungan ini harus selalu dilakukan dalam
atau dengan acuan periode tertentu.
1. Break Even Point (BEP)
Analisa BEP atau titik impas atau titik pulang
pokok adalah suatu metode yang mempelajari
hubungan antara biaya, keuntungan, dan
volume penjualan/produksi. Analisa yang juga
dikenal dengan istilah CPV (Cost-Profit-
Volume) ini dilakukan untuk mengetahui
tingkat keuntungan minimal yang harus
dicapai, di mana pada tingkat tersebut
perusahaan tidak mengalami keuntungan
maupun kerugian.
Dalam analisa BEP, faktor-faktor biaya
dibedakan menjadi:
- Biaya semi variabel, yaitu biaya yang akan
ikut berubah jumlahnya dengan perubahan
volume penjualan atau produksi, namun
tidak secara proporsional. Biaya ini
sebagian akan dibebankan pada pos biaya
tetap, dan sebagian lagi akan dibeban-kan
pada pos biaya variabel.
- Biaya variabel, adalah biaya yang akan ikut
berubah secara pro-porsional dengan
perubahan volume penjualan atau produksi.

53
- Biaya tetap, adalah biaya yang tidak akan
ikut berubah dengan perubahan volume
penjualan atau produksi.

Analisa BEP dihitung dengan formula


sebagai berikut:

Biaya Tetap
BEP = --------------------------------------------- x 100%
Hasil Penjualan – Biaya Variabel

Biaya Tetap : 4,176,659,484


Harga Jual : 115,000
Biaya Variabel : 72,528
BEP : Biaya Tetap
x 100%
Harga Jual – Biaya Variabel
4,176,659,484
x 100%
115,000 - 72,528
: 98,339 kg
BAB VII
RESIKO

RPH Kota Makassar yang berlokasi di Kota


Makassar ini memiliki suatu kelamahan dan ancaman
yang sama seperti RPH pada lainnya, oleh karena itu RPH
Kota Makassar memerlukan analisis SWOT sebagai acuan

55
perusahaan kami untuk meminimalisirkan segala resiko
yang akan dihadapi :

1. Kekuatan (Stength)
Kota Makassar ingin memiliki kekuatan dan izin
dari badan hukum dibawah Dinas Peternakan dan
Pertanian sehingga RPH Kota Makassar akan memiliki
kekuatan dibawah badan hukum negara, oleh karena itu
segala aktifitas atau kegiatan usaha RPH Kota Makassar
yang berlokasi di Kota Makassar berada dibawah
pengawasan badan pemerintah kabupaten setempat.

2. Kelemahan (Weakness)
RPH Kota Makassar yang berlokasi di Kota
Makassar sedemikian rupa berusaha untuk
meminimalisirkan segala kelemahan yang ada pada usaha
yang akan kami dirikan, kelemahan yang selama ini dilihat
dari RPH yang biasa dijadikan sebagai kelemahan adalah
kontrol kesehatan hewan atau ternak yang masuk ke RPH,
oleh karena itu RPH Kota Makassar yang berlokasi yang
akan kami dirikan ini berusaha meminimalisirkan
kelemahan tersebut agar kualitas karkas yang akan
dihasilkan sehingga masyarakat mendapatkankan produk
yang berkualitas dan aman dari kontaminasi dari food born
disease.

3. Kesempatan (Opportunity)
RPH Kota Makassar yang akan didirikan sangat
memanfaatkan segala kesempatan yang ada disekitar
lokasi yang akan kami dirikan sebagai usaha, kesempatan
tersebut adalah sebagai upaya peningkatan kualitas daging
di Kota Makassar yang disebabkan oleh cara pemotongan
didaerah tersebut yang belum memenuhi prosedur akibat
pemotongan para peternak yang tidak melalui RPH.

4. Ancaman
Ancaman yang kami prediksi dalam pendirian
RPH adalah penentangan dari pihak masyarakat, dan isu-
isu persaingan dari RPH ilegal yang sudah ada sehingga
hal tersebut harus diprediksi dari awal pendirian.
Dari pemaparan analisis SWOT dan kemungkinan
segala resiko dan kelemahan yang kemungkinan akan
muncul pada saat pendirian usaha hal tersebut harus

57
dijadikan sebagai bahan evaluasi tim kami untuk
menjadikan usaha Kota Makassar yang berlokasi sebagai
usaha yang meliki kekuatan dalam menghadapi segala
ancaman yang mungkin akan terjadi.
Dalam seluruh proses kegiatan produksi di RPH
Kota Makassar akan menggunakan teknologi yang
mendukung segala kegiatan seperti mesin pendingin, Alat
pengontrol suhu pada setiap ruangan, alat timbangan
digital untuk ternak. Alat-alat tersebut dipakai untuk
memudahkan segala proses produksi pada rencana usaha
kami agar berjalan dengan lancar.

EXECUTIVE SUMMARY

Disadari bahwa penyediaan daging yang


aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) sudah
merupakan tuntutan kebutuhan masyarakat.
Sementara kondisi sarana prasarana dan proses
produksi daging di Rumah Potong Hewan (RPH)
yang ada di Indonesia mayoritas dalam kondisi
kurang layak dalam pemenuhan persyaratan teknis
untuk menghasilkan daging yang ASUH. Prespektif
masa depan usaha ini juga cukup baik, disamping segi
keuntungan dalam bidang perindustrian juga ikut
membantu meningkatkan mutu daging yang Aman,
Sehat, Utuh, Halal untuk dikonsumsi oleh
masyarakat.
Dalam segi persaingan dalam usaha ini
mengacu pada kualitas pemenuhan pemotongan/
penyembelihan hewan ternak khususnya sapi,
penanganan sebelum dan sapi disembelih, sarana
prasarana yang ada. Di Kota Makassar Rumah Potong
Hewan yang ada kurang memenuhi dalam persyaratan
untuk menghasilkan kualitas daging yang aman,
sehat, utuh dan halal untuk dikonsumsi.
Penyembelihan, pengulitan, pengeluaran organ dalam,
serta pemisahan daging dari tulang perlu diawasi
dengan baik, agar hasil penyembelihan dapat
menghasilkan kualitas daging yang aman, sehat, utuh
dan halal.

A. Profil Perusahaan

59
1. Nama Perusahaan : PD RPH Kota Makassar
2. Bidang Usaha : Penjualan Daging
3. Jenis Produk : Makanan
4. Alamat Perusahaan : Jl. Tamangapa
5. Mulai dari : 1999

B. Komoditi Yang Diproduksi


Mengonsumsi daging sapi dapat membawa banyak
manfaat baik. Hal ini dikarenakan daging sapi
mengandung protein, aneka vitamin, serta mineral yang
dibutuhkan tubuh.
DAGING TA’ adalah merek dagang dari olahan
sapi yang diproduksi oleh PD RPH Kota Makassar.
Bisnis daging sapi diproyeksikan akan menyumbang
PAD yang besar apabila dikelola secara professional
karena, permintaan daging sapi di Kota Makassar
mengalami peningkatan tiap tahunnya.

C. Penjualan
Penjualan Daging Sapi per hari :
Penjualan : 1.400 kg / hari
Harga per satuan : Rp 115.000
Total penjualan : 1.400 x 115.000 = 161.000.000

D. Prospek Pengembangan Usaha


Usaha daging sapi memiliki prospek yang sangat
cerah di masa depan karena permintaan dan konsumsi
daging terus meningkat selain itu, harga jual daging
sapi di PD RPH Kota Makassar sangat terjangkau.

E. Proyeksi Atau Nilai Target Penjualan


Menggunakan analisis Break Event Point (BEP),
Biaya Tetap : 4,176,659,484
Harga Jual : 115,000
Biaya Variabel : 72,528

BEP : Biaya Tetap


x 100%
Harga Jual – Biaya Variabel
4,176,659,484
x 100%
115,000 - 72,528
: 98,339

Sehingga dapat disimpulkan untuk bisa mencapai


titik impas dari seluruh produk, maka penjualannya harus

61
mencapai 98.339 kg dalam satu tahun. Bila target
penjualan diestimasikan dalam hitungan hari maka akan
didapatkan target penjualan sebesar 269,42 kg. per Hari.

Anda mungkin juga menyukai