RINGKASAN MATA KULIAH (RMK)
NAMA :
NIM :
MATA KULIAH : AUDIT
DOSEN :
RMK (TOPIK) : PENGUJIAN SUBSTANTIF AUDIT
PENDAPATAN
RINGKASAN MATA KULIAH:
PENGUJIAN SUBSTANTIF AUDIT
PENDAPATAN
1.1 Pengujian Substantif Audit
Pengujian substantif audit adalah suatu proses audit yang dirancang berguna untuk
menemukan kemungkinan kesalahan yang terjadi secara langsung mempengaruhi
kewajaran penyajian laporan keuangan. Pengujian ini dilakukan untuk menghasilkan
sebuah opini tentang audit yang berhubungan dengan kewajaran atas laporan keuangan
yang disajikan.
1.2 Pengujian Substantif Audit Akun Piutang Usaha
Piutang usaha adalah aset yang dimiliki Perusahaan dalam bentuk hutang orang lain
terhadap Perusahaan. Pada pengujian substantif akun piutang usaha, pengujian
substantif audit dilakukan untuk melihat adanya kesalahan yang mengakibatkan akun
piutang usaha menjadi tidak wajar dalam proses penyajiannya.
1.3 Penentuan Risiko Deteksi Dalam Pengujian
Penentuan risiko deteksi dalam pengujian substantif berbanding terbalik dengan
risiko inhern, risiko prosedur analitis dan risiko pengendalian. Penilaian risiko tersebut
1
yang tepat telah digunakan dalam model risiko audit, yaitu fase perencanaan.
1.4 Perancangan Pengujian Substantif Audit
Pengujian substantif disatu disisi bisa menghasilkan bukti tentang kewajaran setiap
asersi laporan keuangan yang disajikan dan pengujian substantif juga bisa menghasilkan
bukti yang menunjukkan bahwa terdapat kesalahan yang tidak disengaja (salah saji)
dalam proses pencatatan atas transaksi akun-akun pada laporan keuangan.
1.5 Prosedur Awal Analitis
Proses pengujian substantif audit prosedur awal yang dilakukan adalah
membuktikan dan memastikan bahwa saldo pendapatan, penjualan dan piutang yang
dicatat dan disajikan pada laporan keuangan sesuai dengan transaksi yang benar- benar
ada pada tanggal neraca.
Menurut “AU 330 Proses Konfirmasi (SAS 67)”, menyatakan ada anggapan bahwa
auditor akan meminta konfirmasi piutang selama melakukan audit, kecuali :
1. Piutang usaha bersifat tidak material terhadap laporan keuangan.
2. Penggunaan konfirmasi tidak efektif sebagai suatu prosedur audit.
3. Penilaian gabungan auditor atas risiko inheren serta risiko pengendalian
rendah.
Terdapat beberapa faktor pada dalam melakukan konfirmasi yaitu :
1. Tingkat risiko deteksi yang dapat diterima untuk asersi dimana bukti
konfirmasi akan didipakai.
2. Luas dimana pengujian substantif lainnya akan bermanfaat untuk mencapai
tingkat risiko deteksi tersebut, dan
3. Salah saji piutang usaha yang dapat ditoleransi.
2
Pengendalian terhadap permintaan konfirmasi auditor harus mampu mengendalikan
setiap langkah proses konfirmasi yang dilakukan. Hal ini berarti bahwa :
1. Memastikan bahwa jumlah, nama dan alamat pada konfirmasi telah sesuai
dengan data terkait dalam akun pelanggan.
2. Menjaga penyimpanan konfirmasi sampai dikirimkan.
3. Menggunakan amplop yang dilampirkan dengan logo Perusahaan.
4. Bersangkutan mampu menjawab konfirmasi.
5. Menangani sendiri pemasukan surat konfirmasi ke dalam amplop dan
mengiirimkannya melalui pos.
6. Mewajibkan pengiriman jawaban langsung kepada auditor.
Soal-Soal :
A. Soal Pilihan :
SOAL PILIHAN GANDA
1. Proses audit yang dirancang berguna untuk mengetahui adanya salah saji atau
tidak wajar dalam mensajikan laporan keuangan disebut ?
A. Pengujian Substantif
B. Pengujian Regresi Linear
C. Pengujian Standar Ganda
D. Pengujian Hipotesis
2. Pengujian yang dirancang untuk memperoleh suatu kepastian
terhadap penerimaan kas disebut ?
A. Pengujian piutang
3
B. Pengujian pisah batas penerimaan kas
C. Pengujian Modal
D. Pengujian Substantif
3. Dalam melakukan konfirmasi, terdapat 2 permintaan yaitu ?
A. Negatif biasa dan negatif tidak biasa
B. Positif biasa dan positif tidak biasa
C. Positif dan Netral
D. Positif dan Negatif
4. Proses pengiriman barang yang berpindah hak ketika barang keluar dari Gudang
Perusahaan meskipun belum sampai kepada tangan pembeli akan tetapi sudah
terjadi transaksi disebut ?
A. FOB Shipping Point
B. COD
C. FOB Destination
D. FOB Paylater
5. Proses pengiriman barang yang berpindah hak ketika barang sudah sampai
kepada tangan pembeli disebut ?
A. FOB Shipping Point
B. COD
C. FOB Destination
D. FOB Paylate
B. Soal Esei :
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengujian substantif audit ?
2. Jelaskan tujuan pengujian analitis pada prosedur audit ?
4
3. Jelaskan apa itu pengujian saldo ?
4. Sebutkan faktor-faktor apa saja yang ada dalam melakukan konfirmasi terhadap
saldo akun ?
5. Jelaskan apa itu pengujian pisah batas atas penerimaan kas (cash receipts cut- off
test) ?
C. Kunci Jawaban :
Pilihan Ganda
1. A. Pengujian Substantif
2. E. Pengujian pisah batas penerimaan kas
3. D. Positif dan Negatif
4. A. FOB Shipping Point
5. C. FOB Destination
Essay
1. Jawaban : Pengujian substantif audit adalah suatu proses audit yang dirancang
berguna untuk menemukan kemungkinan kesalahan yang terjadi secara langsung
mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan. Pengujian ini dilakukan
untuk menghasilkan sebuah opini tentang audit yang berhubungan dengan
kewajaran atas laporan keuangan yang disajikan.
2. Jawaban : Bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya anomali sehingga
dapat menentukan area dan dokumen yang perlu mendapatkan perhatian dalam
melakukan pengujian substantif audit. Tujuan auditor melakukan prosedur
analitis adalah mengembangkan ekspektasi atas saldo akun penjualan, pendapatan
dan piutang usaha. Prosedur analitis dilakukan dalam tahap akhir yang bertujuan
untuk memastikan bahwa bukti yang diperoleh kemudian dievaluasi dalam
5
pengujian substantif pada laporan keuangan yang disajikan oleh Perusahaan.
3. Jawaban : Pengujian saldo merupakan prosedur untuk menguji salah saji
terhadap saldo akun pada laporan keuangan. Pengujian saldo dirancang untuk
melihat apakah terdapat kesalahan saji atau tidak wajar terhadap nilai saldo akun
yang dicatat dan disajikan pada laporan keuangan.
4. Jawaban : Faktor-faktor dalam melakukan konfirmasi terhadap saldon akun yaitu :
[Link] risiko deteksi yang dapat diterima untuk asersi dimana bukti
konfirmasi akan dipakai.
b. Luas dimana pengujian substantif akan bermanfaat untuk mencapai
tingkat risiko deteksi tersebut, dan
[Link] saji piutang usaha yang dapat ditoleransi.
5. Jawaban : Pengujian pisah batas ata penerimaan kas (cash receipts cut-off test)
dirancang untuk memperoleh kepastian yang layak bahwa penerimaan kas telah
dicatat dalam periode akuntansi yang tepat. Pisah batas yang tepat pada tanggal
neraca merupakan hal penting untuk menyajikan secara benar baik kas maupun
piutang usaha. Dengan demikan, pengujian ini berkaitan dengan asersi eksistensi
dan kelengkapan baik untuk kas maupun piutang usaha
6
RINGKASAN MATA KULIAH:
2.1 Pengujian Substantif Audit
Pengujian substantif audit adalah suatu proses audit yang dirancang berguna untuk
menemukan kemungkinan kesalahan yang terjadi secara langsung mempengaruhi
kewajaran penyajian laporan keuangan.
2.2 Audit Siklus Pembelian
Audit siklus pembelian adalah audit yang dilakukan untuk mengevaluasi apakah
akun yang dipengaruhi oleh transaksi pembelian barang dan jasa dan pelunasan utang
usaha disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi keuangan.
2.3 Proses Pembelian
Proses pembelian yang dilakukan Perusahaan menjadi fokus utama auditor untuk
melihat bagaimana proses transaksi pembelian terjadi. Proses pembelian merupakan
aktivitas yang dimana Perusahaan melakukan pembelian terhadap barang atau jasa
kepada pihak penyedia.
2.4 Proses Menerima Barang dan Jasa
Proses menerima barang dan jasa adalah aktivitas Perusahaan dalam siklus
pembelian dan pembayaran utang karena sebagian besar Perusahaan mulai mengakui
pembelian dan utang pada saat kegiatan saat ini. Jika barang telah diterima, akan
dilakukan pemeriksaan atas deskripsi, kuantitas dan kualitas.
2.5 Mengakui Utang
Pada saat transaksi kredit terjadi, pengakuan utang dapat dilakukan pada saat
barang diterima atau pada saat faktur dari vendor diterima.
1.
2.6 Mencatat dan Memproses Pengeluaran Kas
7
Transaksi-transaksi yang berhubungan dengan kas harus dicatat dan diproses oleh
Perusahaan. Dokumen yang terkait dengan proses pengeluaran kas harus dicatat dan
harus terdapat bukti-bukti yang valid atas transaksi tersebut yang dilakukan oleh
Perusahaan.
Soal-Soal :
A. Soal Pilihan :
SOAL PILIHAN GANDA
1. Proses audit yang mengevaluasi nilai saldo akun kas disebut ?
A. Audit Siklus Pembelian
B. Siklus Jual-Beli
C. Audit Siklus Penjualan
D. Audit Siklus Pendapatan
2. Apabila suatu departemen Perusahaan membutuhkan barang maka dokumen
yang disiapkan adalah ?
A. Purchase Order
B. Permintaan Pembelian
C. Memo Pembelian
D. Memo Debit
3. Setelah melakukan pembelian, Perusahaan mengembalikan barang atau jasa
yang sudah dibeli tersebut disebut ?
A. Retur Penjualan
B. Retur Barang
C. Retur Jasa
8
D. Retur Pembelian
4. Pilihlah akun-akun bersaldo normal debit yang terdapat pada siklus pembelian ?
A. Kas dan Utang Usaha
B. Kas dan Aset Tetap
C. Potongan Pembelian dan Aset Tetap
D. Retur Pembelian dan Utang Usaha
5. Memastikan bahwa transaksi pembelian dicatat dalam laporan keuangan benar.
Merupakan tujuan audit untuk memperoleh bukti asersi ?
A. Keberadaan
B. Kelengkapan
C. Keterjadian
D. Hak dan Kewajiban
SOAL ESSAY
1. Jelaskan apa itu audit siklus pembelian ?
Jawaban : Audit siklus pembelian adalah audit yang dilakukan untuk
mengevaluasi apakah akun yang dipengaruhi oleh transaksi pembelian barang dan
jasa dan pelunasan utang usaha disajikan secara wajar sesuai dengan standar
akuntansi keuangan.
2. Sebutkan tujuan audit siklus pembelian ?
3. Sebutkan dokumen yang dibutuhkan dalam pengakuan utang ?
4. Bagaiaman proses penerimaan barang atau jasa yang harus dilakukan ?
5. Jelaskan apa itu pengujian rincian saldo pembelian dan utang usaha ?
C. Kunci Jawaban :
1. Jawaban : Audit siklus pembelian adalah audit yang dilakukan untuk
9
mengevaluasi apakah akun yang dipengaruhi oleh transaksi pembelian barang dan
jasa dan pelunasan utang usaha disajikan secara wajar sesuai dengan standar
akuntansi keuangan.
2. Jawaban : Tujuan audit siklus pembelian yaitu :
Untuk memastikan bahwa pembelian yang tercatat adalah untuk barang dan
jasa yang telah diterima.
Untuk memastikan bahwa transaksi pembelian yang terjadi telah dibukukan.
Untuk memastikan bahwa transaksi yang dicatat adalah akurat.
Untuk memastikan bahwa nilai transaksi dicatat di jurnal dan dibukukan
dengan benar.
Untuk memastikan bahwa transaksi pembelian telah diklasifikasikan.
3. Jawaban : Dokumen yang dibutuhkan dalam pengakuan utang adalah sebagai
berikut :
Faktur (Invoice)
Voucher
File Transaksi
Jurnal atau daftar pembelian (Accuisitions Journal)
File induk utang usaha (Account Payable Master File)
Neraca saldo utang usaha (Account Payable Trial Balance)
Memo Debit (Debit Memo)
Laporan Vendor (Vendor’s Statement)
4. Jawaban : Pada saat proses penerimaan barang dan jasa, maka perlu membuat
sebuah laporan atau dokumen atas transaksi yang terjadi. Pada saat barang atau
jasa diterima maka perlu dibuat dokumen laporan penerimaan barang. Laporan
10
ini merupakan dokumen yang dibuat saat barang atau jasa diterima untuk
merekam data barang atau jasa yang telah diterima. Pada saat barang atau jasa
telah diterima, bagian yang bertanggung jawab penerimaan barang atau jasa
harus melakukan pemeriksaan untuk deskripsi, jumlah, kualitas, dan kuantitas
pada barang atau jasa tersebut.
5. Jawaban : Pengujian rincian saldo pembelian dan utang usaha adalah prosedur
untuk menguji salah saji atau kewajaran terhadap saldo akun yang disajikan
pada laporan keuangan. Pengujian ini dibuat dan dirancang untuk melihat
apakah saldo akun terdapat kesalahan saji atau disajikan tidak wajar didalam
laporan keuangan.
11